<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667</id><updated>2012-02-16T00:02:05.875-08:00</updated><title type='text'>People's News Blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17658</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1199037348291432066</id><published>2012-02-16T00:01:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T00:02:05.932-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Jepang Ingkar Janji Soal Program Transfer Teknologi Industri</title><content type='html'>Kamis, 16/02/2012 14:22 WIB&lt;br&gt;Jepang Ingkar Janji Soal Program Transfer Teknologi Industri&lt;br&gt;Zulfi Suhendra - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Sudah hampir berjalan 5 tahun, program pembangunan kapasitas &lt;br&gt;industri yang disebut Manufacturing Industry Development Center (Midec) &lt;br&gt;antara Indonesia dengan Jepang jalan di tempat. Indonesia menuding &lt;br&gt;Jepang kurang mau merealisasikan program tersebut.&lt;p&gt;Padahal sejatinya Midec sebagai penyeimbang antara terbukanya pasar &lt;br&gt;Indonesia dengan perdagangan bebas bilateral dengan Jepang atau &lt;br&gt;Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Midec merupakan &lt;br&gt;salah satu syarat dari IJ-EPA yang diminta Indonesia, yaitu Jepang harus &lt;br&gt;memberikan program pendampingan bagi industri di dalam negeri.&lt;p&gt;&amp;quot;Capacity building untuk industri kurang berjalan, karena salah satu &lt;br&gt;kelemahan pihak Jepang kurang mengimplementasikan capacity building yang &lt;br&gt;dulu disepakati untuk engineer Indonesia agar bisa memperoleh keahlian,&amp;quot; &lt;br&gt;katanya di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;Mandegnya program ini, diperparah dengan realisasi perdagangan kedua &lt;br&gt;negara, Indonesia ternyata mengalami defisit perdagangan dengan Jepang &lt;br&gt;di 2011 semenjak adanya IJ-EPA pada 2008 lalu.&lt;p&gt;Defisit perdagangan dengan Jepang, tercatat total ekspor Indonesia ke &lt;br&gt;Jepang hanya US$ 18,33 miliar, sementara impor Indonesia dari Jepang US$ &lt;br&gt;19,31 miliar.&lt;p&gt;&amp;quot;Kalau mereview ekspor kita ke Jepang tahun lalu (2011), lebih kecil &lt;br&gt;dari pada impornya, saya sudah menyampaikan ini saat bilateral meeting &lt;br&gt;di Bali, dan hal ini akan ditindak lanjuti agar seimbang,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;Masalah mandegnya program Midec sudah disampaikan oleh Menteri &lt;br&gt;Perindustrian sebelumnya yaitu Fahmi Idris di 2009 lalu, pada waktu itu &lt;br&gt;program itu sudah tak berjalan lancar, jauh dari yang diharapkan.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/141514/1844173/1036/jepang-ingkar-janji-soal-program-transfer-teknologi-industri?f9911023"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/141514/1844173/1036/jepang-ingkar-janji-soal-program-transfer-teknologi-industri?f9911023&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1199037348291432066?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1199037348291432066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1199037348291432066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1199037348291432066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1199037348291432066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-jepang-ingkar-janji-soal.html' title='[Koran-Digital] Jepang Ingkar Janji Soal Program Transfer Teknologi Industri'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1026773626088224306</id><published>2012-02-15T23:58:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T23:59:06.352-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Malinda Dee Dituntut 13 Tahun Penjara &amp; Denda Rp 10 M</title><content type='html'>Malinda Dee Dituntut 13 Tahun Penjara &amp;amp; Denda Rp 10 M&lt;br&gt;Suci Dian Firani - detikNews&lt;br&gt;Kamis, 16/02/2012 13:51 WIB&lt;br&gt;Jakarta Terdakwa kasus pembobolan dana nasabah Citibank, Malinda Dee, &lt;br&gt;duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan &lt;br&gt;pakaian serba hitam. Hari ini Malinda dituntut 13 tahun penjara dan &lt;br&gt;denda Rp 10 miliar.&lt;p&gt;&amp;quot;Menghukum terdakwa selama 13 tahun kurungan dikurangi masa tahanan dan &lt;br&gt;denda Rp 10 miliar subsider 7 bulan kurangan,&amp;quot; ujar JPU Tatang Sutarna &lt;br&gt;di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;Malinda Dee dinilai terbukti secara sah bersalah dan meyakinkan &lt;br&gt;melakukan tindak pidana perbankan pasal 49 ayat 1 huruf A UU Perbankan &lt;br&gt;jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Kedua, pasal 3 ayat 1 huf B &lt;br&gt;UU Pencucian Uang jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Ketiga, pasal 3 UU No 8 Tahun &lt;br&gt;2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang &lt;br&gt;jo pasal 65 ayat 1 KUHP.&lt;p&gt;Seperti diketahui, JPU mendakwa Malinda Dee membobol dana nasabah &lt;br&gt;Citigold Citibank sejak Januari 2007 hingga Februari 2011. Selama itu, &lt;br&gt;Malinda berhasil mengelabui 37 nasabah Citigold Citibank dengan &lt;br&gt;menggunakan puluhan miliar uang mereka tanpa izin untuk berbagai &lt;br&gt;keperluan pribadinya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/135126/1844097/10/malinda-dee-dituntut-13-tahun-penjara-denda-rp-10-m?n990102mainnews"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/135126/1844097/10/malinda-dee-dituntut-13-tahun-penjara-denda-rp-10-m?n990102mainnews&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1026773626088224306?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1026773626088224306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1026773626088224306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1026773626088224306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1026773626088224306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-malinda-dee-dituntut-13.html' title='[Koran-Digital] Malinda Dee Dituntut 13 Tahun Penjara &amp; Denda Rp 10 M'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8656436743583056106</id><published>2012-02-15T23:18:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T23:19:24.619-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] BONNIE TRIYANA: In Memoriam Ahmad Supardi Adiwijaya</title><content type='html'>Obituari&lt;br&gt;In Memoriam Ahmad Supardi Adiwijaya&lt;br&gt;Sabtu, 11 Februari 2012 - 22:36:56 WIB&lt;p&gt;Sukarno memberangkatkannya, Soeharto menghalanginya. Kini dia berpulang &lt;br&gt;untuk selamanya.&lt;p&gt;INGATAN saya melayang kembali ke empat tahun lampau, pada suatu hari di &lt;br&gt;bulan Februari. Seorang pria tua bertopi menjemput di stasiun Hoofddorp. &lt;br&gt;Tak sepadan dengan usianya, dia tampak masih enerjik. &amp;quot;Buat apa bapak &lt;br&gt;jemput saya di sini? Saya bisa ke Zaandam sendiri,&amp;quot; kata saya. &amp;quot;Ah.. &lt;br&gt;Bung kan tamu, harus saya layani,&amp;quot; balas pria itu sambil menepuk pundak &lt;br&gt;saya seraya menggiring masuk ke ruang tunggu peron. Berlindung dari &lt;br&gt;terpaan angin musim semi yang masih dingin menusuk. Tak lama, kereta &lt;br&gt;datang. Kami duduk saling berhadapan. Dia bicara tentang masa lalunya &lt;br&gt;yang tak putus sampai kereta tiba di stasiun tujuan.&lt;p&gt;&amp;quot;Biar bung saya bonceng. Biar gini-gini juga saya masih kuat balap lari &lt;br&gt;dengan bung,&amp;quot; kata dia mempersilahkan saya menaiki sepeda jengkinya – &lt;br&gt;setahun kemudian dia cerita sepeda itu hilang dicuri kendati sudah &lt;br&gt;digembok dobel. Lelaki itu mulai menggenjot sepedanya dengan barang &lt;br&gt;muatan seorang pemuda plus tas ransel di punggungnya. Mungkin setara &lt;br&gt;empat karung beras, tapi sepeda terus melesat.&lt;p&gt;Ahmad Supardi Adiwijaya, demikian nama lelaki yang selalu berdandan &lt;br&gt;necis itu. Keberadaannya di Belanda punya riwayat panjang. Sebuah &lt;br&gt;riwayat yang baru saja ditutup seiring kematiannya kemarin, Jumat (10/2) &lt;br&gt;di Belanda. Pak Pardi, demikian saya memanggilnya, terkena serangan &lt;br&gt;jantung saat bermain bulutangkis pada Minggu (5/2). Sempat dirawat dalam &lt;br&gt;keadaan koma selama sepekan namun fisiknya tak lagi sekuat empat tahun &lt;br&gt;lalu, saat memboceng &amp;quot;empat karung beras&amp;quot; tiba selamat sampai di &lt;br&gt;rumahnya. Dia wafat pada usia 71 tahun.&lt;p&gt;Supardi tak pernah bermimpi hidup di luar negeri. Tapi jalan hidup &lt;br&gt;berkata lain. Dia, bersama banyak pemuda Indonesia terpilih lainnya, &lt;br&gt;berangkat ke Uni Soviet sebagai mahasiswa ikatan dinas (Mahid) pada &lt;br&gt;Agustus 1962. Sebelum berangkat, Supardi masih berstatus mahasiswa &lt;br&gt;Fakultas Hukum Universitas Indonesia.&lt;p&gt;Moskow yang dingin bersalju tak menurunkan elannya. Menjadi sarjana &lt;br&gt;ekonomi dan bekerja di Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) &lt;br&gt;adalah cita-cita Supardi kelak. Dalam benaknya terbayang bahwa Indonesia &lt;br&gt;adalah seumpama lahan subur yang terbentang luas dan memerlukan tenaga &lt;br&gt;pemuda untuk menggarapnya.&lt;p&gt;Sebagai mahid, Supardi menerima tunjangan sebesar 90 rubel per bulan. &lt;br&gt;Berdasarkan perjanjian dengan Kementerian PTIP (Pendidikan Tinggi dan &lt;br&gt;Ilmu Pengetahuan) yang memberangkatkannya, setiap mahid (sejak tahun &lt;br&gt;1962) diberi tunjangan oleh pemerintah Indonesia setiap tahun untuk &lt;br&gt;&amp;quot;uang pakaian&amp;quot; sebesar 125 US Dollar. Sedangkan beasiswa lainnya &lt;br&gt;diberikan oleh pemerintah Uni Soviet sebagai wujud persahabatan. &lt;br&gt;Berbekal uang itu Supardi bisa hidup sederhana dan memenuhi kebutuhannya &lt;br&gt;sehari-hari. Biaya kamar, kegiatan olahraga, buku-buku dan semua &lt;br&gt;keperluan studi sepenuhnya ditanggung universitas alias gratis.&lt;p&gt;Pada saat kuliah, Supardi aktif mengikuti banyak kegiatan, mulai musik &lt;br&gt;sampai olahraga. Dia belajar main drum agar bisa aktif dalam pertunjukan &lt;br&gt;kesenian. Dalam bidang olahraga dia pun lihai bermain bulutangkis. Di &lt;br&gt;luar kuliah, Supardi tergabung sebagai anggota Gerakan Pembela Ajaran &lt;br&gt;Soekarno (Gepas). Organisasi mahasiswa nasional Indonesia yang berada di &lt;br&gt;Uni Soviet itu menahbiskan diri sebagai pengikut ajaran Soekarno.&lt;p&gt;Pada 1 Oktober 1965, saat Supardi berada di pengujung masa studinya, dia &lt;br&gt;mendengar berita dari radio tentang gerakan Dewan Revolusi yang dipimpin &lt;br&gt;Letkol. Untung di Jakarta. Supardi mengambil sikap mengutuk gerakan itu &lt;br&gt;seraya tetap mendukung kepemimpinan Presiden Soekarno. Prinsip yang &lt;br&gt;dipegangnya adalah perjanjian sebagai Mahid sebelum berangkat: akan &lt;br&gt;tetap setia kepada Kepala Negara Republik Indonesia.&lt;p&gt;Keyakinan Supardi ternyata berpengaruh pada jalan hidupnya di kemudian &lt;br&gt;hari. Soekarno dilengserkan secara perlahan oleh Soeharto. Seketika pula &lt;br&gt;semua hal yang dianggap berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia &lt;br&gt;(PKI) dan Soekarno ditetapkan musuh utama Orde Baru. Tidak ada tempat &lt;br&gt;bagi pendukung Soekarno.&lt;p&gt;Soeharto yang perlahan tapi pasti menduduki kekuasaan mulai melakukan &lt;br&gt;konsolidasi. Kepada mereka yang berada di luar negeri, baik yang &lt;br&gt;menduduki kedutaan besar maupun mahasiswa diberikan dua pilihan: &lt;br&gt;mendukung Soeharto atau tidak. Bagi mereka yang mendukung selalu &lt;br&gt;tersedia &amp;quot;tiket&amp;quot; untuk kembali pulang dengan aman. Sedangkan yang tak &lt;br&gt;memberikan pilihannya pada kekuasaan Soeharto, tak ada pilihan lain &lt;br&gt;kecuali bertahan di negeri rantau.&lt;p&gt;Supardi, seperti yang ia yakini sejak awal, tetap mendukung Soekarno. &lt;br&gt;Bagi dia presiden Republik Indonesia yang resmi tetaplah Soekarno. &lt;br&gt;Konsekuensi logis yang harus diterimanya adalah hidup jauh dari tanah &lt;br&gt;air, tanpa mengetahui kapan bisa kembali menjejakkan kaki di tanah air.&lt;p&gt;Waktu terus bergulir. Harapan pulang dan kerinduan pada keluarga di &lt;br&gt;kampung halaman tetap ada dalam benak Supardi. Sekali pun belakangan, &lt;br&gt;disadarinya kalau itu ilusi belaka. Namun Supardi harus tetap bertahan &lt;br&gt;pada keadaan yang dihadapinya. Layar telah terkembang, pantang perahu &lt;br&gt;berlabuh pulang sebelum hasil boleh didulang. Pada 1967 Supardi berhasil &lt;br&gt;meraih gelar master ekonomi dari Universitas Lumumba dan melanjutkan &lt;br&gt;studinya ke jenjang doktoral di Universitas Negara Lomonosov. Pada masa &lt;br&gt;kuliah doktor, dia memutuskan menikahi gadis Rusia, Tatiana, 25 Maret 1971.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya melanjutkan pendidikan doktoral saya dalam bidang sejarah di &lt;br&gt;Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, Universitas Negara Lomonosov. Jadi saya ini &lt;br&gt;pemegang gelar Ph.D sejarah lho,&amp;quot; ujarnya sembari menunjukkan ijazah &lt;br&gt;doktornya kepada saya saat bertandang ke rumahnya empat tahun lalu.&lt;p&gt;Pada 1975 Supardi berhasil jadi doktor. Bidangnya masih jarang ditemui &lt;br&gt;di Indonesia: sejarah ekonomi. Disertasinya pun &amp;quot;mengerikan&amp;quot; untuk &lt;br&gt;zamannya: &amp;quot;Persatuan Kaum Progresif Indonesia- Syarat Penting (untuk) &lt;br&gt;Pencapaian Demokrasi dan Kemerdekaan Penuh (1959-1965)&amp;quot;. Berbekal doktor &lt;br&gt;dalam kajian sejarah, Supardi melamar pekerjaan di Institute Oriental &lt;br&gt;Studies, Moskow. Di sana dia bekerja sebagai pegawai bagian informasi &lt;br&gt;ilmiah sejak tahun 1976 sampai dengan 1990.&lt;p&gt;Pada akhir tahun 1970-an, Supardi datang ke Kedutaan Besar Republik &lt;br&gt;Indonesia di Moskow untuk mengajukan permintaan mendapatkan izin pulang &lt;br&gt;ke tanah air. Sesuai dengan prosedur yang ada di KBRI, Supardi mengisi &lt;br&gt;formulir pendaftaran. Izin tak berbalas. Sepuluh tahun masa penantian &lt;br&gt;sia-sia belaka. Supardi gagal pulang dan berhasil mendapatkan kembali &lt;br&gt;kewarganegaraan Indonesia.&lt;p&gt;Pada 1989 ribuan rakyat Jerman Timur dan Barat berbondong-bondong &lt;br&gt;menghancurkan tembok yang memisahkan mereka selama bertahun-tahun. &lt;br&gt;Hancurnya tembok Berlin lambang keruntuhan komunisme di dunia. Perubahan &lt;br&gt;yang diawali dari runtuhnya tembok Berlin menjalar ke Eropa Timur. &lt;br&gt;Lambat laun gelombang perubahan pun menerpa Uni Soviet.&lt;p&gt;Mikhail Gorbachev mengumumkan kebijakan Glasnost dan Prestroika, dentang &lt;br&gt;awal hadirnya kebebasan keterbukaan di seantero jagad Uni Soviet. Peluru &lt;br&gt;kendali berhulu ledak nuklir milik Uni Soviet tak lagi diarahkan ke &lt;br&gt;Amerika Serikat. Usai sudah perang dingin yang telah berlangsung selama &lt;br&gt;hampir 30 tahun. Sementara keadaan di Uni Soviet berubah dengan &lt;br&gt;cepatnya, pada Mei 1990 Supardi bersama keluarganya memutuskan &lt;br&gt;meninggalkan Uni Soviet menuju Belanda sebagai pencari suaka politik.&lt;p&gt;Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, pada 1991 pemerintah &lt;br&gt;Belanda menolak memberikan suaka politik kepadanya dengan alasan bukan &lt;br&gt;orang komunis yang dikejar-kejar pemerintah Orde Baru. Berkat kegigihan &lt;br&gt;dan bantuan &amp;quot;Stichting Vluchtelingen Werk&amp;quot; dan juga bantuan Rita &lt;br&gt;Jongelingen, seorang Indonesianis yang humanis, Supardi dan keluarganya &lt;br&gt;mendapat status A (kategori yang disandangkan kepada para pelarian &lt;br&gt;politik).&lt;p&gt;Akhir tahun 1993, Supardi dan keluarganya memperoleh izin tinggal dari &lt;br&gt;pemerintah Belanda. Untuk menopang hidup seorang istri dan empat &lt;br&gt;anaknya, pada 1994 hingga 1997 Supardi bekerja di Holland Parcel &lt;br&gt;Express, sebuah perusahan kurir di Amsterdam. Meski tak dapat uang &lt;br&gt;pensiun (mengingat masa kerja yang sangat singkat), Supardi tetap bisa &lt;br&gt;menikmati masa pensiunnya sebagai warganegara Belanda dengan jaminan &lt;br&gt;sosial dari pemerintah.&lt;p&gt;Untuk mengisi masa pensiun dan menyalurkan hobi menulisnya, Supardi &lt;br&gt;menjadi koresponden untuk situ berita Rakyat Merdeka Online di Jakarta. &lt;br&gt;Status sebagai wartawan membuatnya luwes bergerak dan menjangkau &lt;br&gt;berbagai tokoh. Seringkali flat Supardi yang sederhana itu menjadi &lt;br&gt;tempat persinggahan kolega Indonesianya yang datang dari berbagai latar &lt;br&gt;belakang profesi: mulai diplomat sampai dengan wartawan. Satu hal yang &lt;br&gt;terus diperjuangkan olehnya saat itu adalah mendapatkan kembali status &lt;br&gt;warganegara Indonesia. &amp;quot;Paling tidak untuk anak-anak saya,&amp;quot; kata dia.&lt;p&gt;Supardi mencintai Indonesia sepenuh hati dan dia ingin keempat anaknya &lt;br&gt;memiliki kecintaan yang sama pada negeri asal ayah mereka. &amp;quot;Agustina &lt;br&gt;anak saya, itu pandai menari Bali lho,&amp;quot; katanya sembari menunjukkan foto &lt;br&gt;anaknya. Untuk berkomunikasi dengan keempat anaknya Supardi menggunakan &lt;br&gt;tiga bahasa sekaligus: Rusia, Indonesia dan Belanda.&lt;p&gt;Pada 2007, sepulangnya dari Belanda, saya sempat menulis sebuah feature &lt;br&gt;panjang mengenai kehidupan warga Indonesia yang mendapat suaka politik &lt;br&gt;di Belanda. Salah satunya tentang Supardi. Lucunya, ternyata dia pun &lt;br&gt;menulis dua serial artikel mengenai diri saya yang dimuat di koran &lt;br&gt;Rakyat Merdeka. Mungkin begitulah kalau dua wartawan bertemu, saling &lt;br&gt;bicara, saling mendengar, saling mencatat dan hasilnya: sebuah kisah. &lt;br&gt;Berbulan kemudian Supardi mengabarkan kepada saya kalau salah seorang &lt;br&gt;anaknya telah memperoleh paspor Indonesia. Belakangan saya dapat kabar &lt;br&gt;kalau Supardi pun sudah kembali punya paspor berlambang garuda.&lt;p&gt;Pada Oktober 2010, saya masih sempat bertemu dengannya di Amsterdam. &lt;br&gt;Saat itu saya diundang untuk bicara pada sebuah diskusi mengenai sejarah &lt;br&gt;Indonesia di rumah Mintardjo di Oestgeest, Leiden. Sama seperti Supardi, &lt;br&gt;Mintardjo pun orang Indonesia yang jadi eksil. Waktu itu Supardi &lt;br&gt;menawarkan agar kami, yang mau pergi ke Leiden, tak perlu naik kereta. &lt;br&gt;&amp;quot;Naik mobil saya saja, saya ke Zaandam dulu. Ambil mobil. Kalian tunggu &lt;br&gt;di sini,&amp;quot; kata dia sambil berlari gesit. Tak lama kemudian sebuah mobil &lt;br&gt;sedan tua datang. Kami bersama pergi ke Leiden. Supardi menyetir mobil. &lt;br&gt;Saya dan tiga kawan, menumpang. Tak dinyana itu pertemuan terakhir. Dia &lt;br&gt;wafat pada sebuah laga, menyerah pada takdir hidup untuk selama-lamanya. &lt;br&gt;Selamat jalan, Pak Pardi. Selamat jalan, sahabat!! [BONNIE TRIYANA]&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.majalah-historia.com/berita-584-in-memoriam-ahmad-supardi-adiwijaya.html"&gt;http://www.majalah-historia.com/berita-584-in-memoriam-ahmad-supardi-adiwijaya.html&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8656436743583056106?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8656436743583056106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8656436743583056106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8656436743583056106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8656436743583056106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-bonnie-triyana-in.html' title='[Koran-Digital] BONNIE TRIYANA: In Memoriam Ahmad Supardi Adiwijaya'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-9171082156507618544</id><published>2012-02-15T23:06:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T23:07:04.926-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Ini Daftar Kenaikan Gaji PNS, TNI/Polri yang Baru</title><content type='html'>Ini Daftar Kenaikan Gaji PNS, TNI/Polri yang Baru&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012 11:20 WIB&lt;p&gt;Ini Daftar Kenaikan Gaji PNS, TNI/Polri yang Baru&lt;br&gt;perbesar&lt;p&gt;&lt;a href="http://TRIBUNNEWS.COM"&gt;TRIBUNNEWS.COM&lt;/a&gt;, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara &lt;br&gt;serentak pada tanggal 6 Februari lalu telah menandatangani Peraturan &lt;br&gt;Pemerintah Nomor 15, 16 dan 17 Tahun 2012 tentang Perubahan Gaji Pegawai &lt;br&gt;Negeri Sipil (PNS), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan &lt;br&gt;anggota Kepolisian Republik Indonesia.&lt;p&gt;Dikutip dari laman Setkab, Kamis (16/2/2012), dengan keluarnya PP baru &lt;br&gt;itu, kini gaji pokok terendah PNS sebelum remunerasi adalah Rp 1.260.000 &lt;br&gt;(untuk golongan 1a masa kerja 0 tahun), anggota TNI dan Polri adalah Rp &lt;br&gt;1.325.000 (untuk prajurit satu dan bhayangkara dua dengan masa kerja 0 &lt;br&gt;tahun). Gaji tersebut di luar tunjangan keluarga yang besarnya untuk &lt;br&gt;istri/suami 10% dari gaji pokok dan anak 2% dari gaji pokok, tunjangan &lt;br&gt;pangan sebesar nilai beras per 10 kg/orang, tunjangan jabatan untuk &lt;br&gt;pejabat struktural maupun fungsional, tunjangan umum untuk yang tidak &lt;br&gt;memegang jabatan struktural maupun fungsional .&lt;p&gt;&amp;quot;Ketentuan mengenai gaji baru PNS berlaku mulai 1 Januari 2012,&amp;quot; bunyi &lt;br&gt;Pasal 1 Ayat 2 PP No. 15/2012. Hal yang sama juga berlaku untuk gaji &lt;br&gt;baru anggota TNI dan Polri sebagaimana bunyi Pasal 1 ayat 2 PP No. &lt;br&gt;16/2012 dan Pasal 1 ayat 2 PP No. 17/2012.&lt;p&gt;Dalam diktum menimbang dari PP No. 15, 16 dan 17 itu disebutkan, bahwa &lt;br&gt;dasar perubahan gaji PNS, TNI dan Polri adalah untuk meningkatkan daya &lt;br&gt;guna dan hasil guna, serta kesejahteraan PNS, anggota TNI dan Polri.&lt;p&gt;Dalam lampiran PP No. 15/2012 disebutkan, gaji pokok terendah untuk PNS &lt;br&gt;Golongan III a dengan masa kerja 0 tahun adalah Rp 2.046.100 (sebelumnya &lt;br&gt;Rp 1.902.300) dan tertinggi IIId dengan masa kerja 32 tahun adalah Rp &lt;br&gt;3.742.300 (sebelumnya Rp 3.332.000). Sedang untuk golongan IVa masa &lt;br&gt;kerja 0 tahun adalah Rp 2.436.100 (sebelumnya Rp 2.245.000), sedang &lt;br&gt;tertinggi untuk golongan IVe masa kerja 32 tahun adalah Rp 4.608.700 &lt;br&gt;(sebelumnya Rp 4.100.000).&lt;p&gt;Untuk prajurit dua TNI atau bhayangkara Polri dengan masa kerja 0 tahun &lt;br&gt;sesuai PP No. 16/2012 dan PP No. 17/2012 gaji pokoknya) adalah Rp &lt;br&gt;1.325.000 (sebelumnya Rp 1.230.000), sedang prajurit TNI dengan pangkat &lt;br&gt;kopral kepala atau prajurit Polri dengan pangkat ajun brigadir polisi &lt;br&gt;dengan masa kerja 32 tahun menerima gaji pokok sebesar Rp 2.365.600 &lt;br&gt;(sebelumnya Rp 2.134.600).&lt;p&gt;Adapun perwira pertama TNI dengan pangkat letnan dua atau inspektur &lt;br&gt;polisi dua masa kerja 0 tahun menerima gaji pokok Rp 2.198.400 &lt;br&gt;(sebelumnya Rp 2.032.100), sementara perwira TNI dengan pangkat kapten &lt;br&gt;atau ajun komisaris polisi dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji &lt;br&gt;pokok Rp 3.803.100 (sebelumnya Rp 3.385.000). Untuk perwira tinggi TNI &lt;br&gt;dengan pangkat Brigjen, Laksamana Pertama atau Marsekal Pertama dan &lt;br&gt;Polri dengan pangkat Brigjen dengan masa kerja 0 tahun menerima gaji &lt;br&gt;pokok Rp 2.644.400, sementara perwira tinggi TNI dengan pangkat Laksama, &lt;br&gt;Jendral dan Marsekal atau dengan Polri dengan pangkat Jendral dengan &lt;br&gt;masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 4.717.500 (sebelumnya Rp &lt;br&gt;4.072.000). (aco)&lt;p&gt;&lt;a href="http://m.tribunnews.com/2012/02/16/ini-daftar-kenaikan-gaji-pns-tnipolri-yang-baru"&gt;http://m.tribunnews.com/2012/02/16/ini-daftar-kenaikan-gaji-pns-tnipolri-yang-baru&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-9171082156507618544?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/9171082156507618544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=9171082156507618544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9171082156507618544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9171082156507618544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-ini-daftar-kenaikan-gaji.html' title='[Koran-Digital] Ini Daftar Kenaikan Gaji PNS, TNI/Polri yang Baru'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5911249100743341280</id><published>2012-02-15T19:06:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T19:07:09.316-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Parodi Saksi Angi: “Yes! Selesai Sudah Akting Gue, Bro…”</title><content type='html'>&lt;h1 class="judul"&gt;Parodi Saksi Angi: "Yes! Selesai Sudah Akting Gue, Bro…"&lt;/h1&gt; &lt;div class="lowerdeck"&gt; &lt;div class="tgl_artikel"&gt; Kamis, 16 Februari 2012 06:05 WIB &lt;/div&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128); margin-right: 10px;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="isilist"&gt; &lt;a  href="http://www.lensaindonesia.com/uploads/1/2012/02/angi-bohong.jpg.htm"&gt; &lt;img id="att_fotoimg" src="cid:part1.06010106.06010301@gmail.com"  width="240px"&gt; &lt;/a&gt; &lt;div id="att_fotocaption" class="tgl_artikel"&gt;Ilustrasi karikatur persidangan saksi Angelina Sondakh. * ika &lt;/div&gt; &lt;div class="listberita"&gt;&lt;br&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;LICOMEDYa: Ketua Majelis Hakim di persidangan saksi heboh yang artis dan politisi seksi Anginlunas Sundekh alias Angin alias Angi, mengetukkan palu, mengakhiri sidang. Lima pengacara terdakwa kasus suap "Wisma Flamboyan" Nazeroddin, tertegun. Pengunjung di Pengadilan Tepekur, Stadium Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu siang (15/2/22) itu, spontan menggerutu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelima pengacara Nazeroddin saling pandang. "Gila, selama gue jadi pengacara, sampai gue ngeraih doktor, baru kali ini dikerjain saksi. Gue bener-bener keki. Masa' dari awal sampai akhir sidang, BAP (Berita Acara Pemeriksaan, red) dari penyidik KFK setebal bantal, disangkal terus," gerutu pengacara Hotmen Peris pada temannya, Elze Syaref.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dari awal sidang, dengar omongannya shoft sok romantis, gue sudah sebel," timpal Elze, ketus sambil melirik sinis ke arah Anginlunas yang meninggalkan ruangan sidang.  Lantas, Elze membatin, "Awas Lu, Ngi! Lu sudah ngelecehin gue. Apa dikira Lu aja yang seksi, cantik. Bulsit, mentang-mentang Lu janda. Yang ikut sidang mulai  majelis hakim, jaksa, dan pengacara banyak yang laki, terus Lu pakai gaya ganjen. Ngomong dilembut-lembutin."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hotmen melihat Elze melirik sinis ke arah Anginlunas, kontan menyela, "Waktu dia terus-terusan nyangkal pertanyaan gue, hampir aja gue emosi seperi Lu, Ze! Untungnya, gue bisa nahan, nggak sampai kebablasan emosi kaya' Lu." Lantas, Hotmen penasaran refleks memandang Angin yang dikawal banyak bodyguard meninggalkan pintu sidang. Hotmen lagi-lagi membatin, "Ach Ze, Lu khan nggak tahu, gue nyecar pertanyaan tajam itu sebenarnya gemes aja. Abis suara  Anginlunas ganjen, sih. Uhuuy gitulah. Lu kan perempuan, nggak tahu gimana perasaan gue yang laki kalau ngadepin janda Uhuuy model Angin, hehe…."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lain lagi, pemandangan di antara Jaksa Penuntut Umum (JPU). Paling mencolok adalah sikap salah satu JPU, yang saat mendapat giliran bertanya pada Angin, terkesan paling kritis dan tajam karena mengaitkan filsafat komunikasi "Salah itu susah, bohong itu bolong". Dia  terlihat bak 'hero' di antara rekan-rekannya  sesama JPU.  "Siip… Pertanyaanku yang kritis dan substantif tadi pasti dilihat jutaan pemirsa teve. Tapi, kenapa ya, Angin kok kekeh membantah semua pertanyaan JPU, hakim, dan pengacara? Jangan-jangan ada orang kuat di belakang Angin? Duh gawat kalau bener, bisa-bisa nasib karierku di-"kotak" tahunan," gumam JPU "hero" ini dalam hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;DITERIAKI KURUPTOR&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di halaman Gedung Pengadilan Tepekur, Angin yang dikawal banyak bodyguard nampak diteriaki ratusan pendemo. "Huu… cantik-cantik kuruptor.., seksi-seksi kuruptor.., kuruptor ganjen.., kuruptor uhuuy…!, begitu teriak para pendemo bersahut-sahutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kali ini, Angin benar-benar nervous. "Ngatain gue koruptor-koruptor. Gue tahu siapa di belakang Lu, Bro!", gumam Angin dalam hati. Rupanya, Angin lebih bisa menghadapi ratusan hakim, ratusan jaksa atau ratusan pengacara ketimbang ratusan pendemo "beringas"  seperti itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih nervous lagi ketika Angin melihat para  wartawan yang jumlahnya nyaris sama dengan pendemo, yang merangsek mengikuti langkahnya dan berupaya bisa mewawancarai. Angin pun mengunci mulut rapat-rapat, dan  hanya bisa menjawab dengan memaksa untuk senyum "tipu-tipu".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beruntung, bodyguard dan aparat keamanan berhasil melindunginya hingga lolos dari kerumunan wartawan, dan masuk ke dalam mobil. Braak…. pintu dan kaca riben mobil Harroe Hitam Nopol B 154 NI  ditutupnya rapat-rapat. Angin langsung bersandar di jok bagian belakang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lantas, Angin pun menghela nafas panjang, dan sedikit lega. "Yes! Selesai sudah akting gue, Bro!", gumam Angin sambil mengepalkan tangan. "Cuma, gue sebel ama Nazer. Tega-teganya mojokin gue di depan umum. Bener-bener bulsit," tambah Angin nyengir, sembari pejam mata. Nah! * LI04&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://www.lensaindonesia.com/2012/02/16/saksi-angi-yes-selesai-sudah-akting-gue-bro.html"&gt;http://www.lensaindonesia.com/2012/02/16/saksi-angi-yes-selesai-sudah-akting-gue-bro.html&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5911249100743341280?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5911249100743341280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5911249100743341280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5911249100743341280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5911249100743341280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-parodi-saksi-angi-yes.html' title='[Koran-Digital] Parodi Saksi Angi: “Yes! Selesai Sudah Akting Gue, Bro…”'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5196958962941394462</id><published>2012-02-15T18:39:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:40:35.315-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Anggaran Perjamuan DPR Rp 12 Miliar</title><content type='html'>Anggaran Perjamuan DPR Rp 12 Miliar&lt;br&gt;Imam Prihadiyoko | Marcus Suprihadi | Kamis, 16 Februari 2012 | 09:33 WIB&lt;p&gt;&lt;br&gt;JAKARTA, KOMPAS.com- Belum lepas dari ingatan soal pemborosan pembelian &lt;br&gt;kursi nan mewah di DPR, kali ini Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) &lt;br&gt;DPR RI menyoroti anggaran perjamuan rapat di DPR.&lt;p&gt;Anggaran perjamuan yang berkisar Rp 12 miliar per tahun di Sekretariat &lt;br&gt;DPR, dinilainya sebagai pemborosan. Karena itu, FPKS mendesak Sekjen DPR &lt;br&gt;RI memangkas anggaran tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Perjamuan yang dilakukan Sekjen selama ini terlalu mewah dan &lt;br&gt;berlebihan, sehingga memboroskan anggaran negara,&amp;quot; ujar Sekretaris FPKS &lt;br&gt;DPR RI KH Abdul Hakim di Jakarta, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;&amp;quot;Anggota DPR datang ke Senayan bukan untuk menikmati makanan dan &lt;br&gt;jajanan, tapi untuk memecahkan dan merumuskan solusi masalah kebangsaan &lt;br&gt;yang semakin hari tantangannya semakin besar. Jika ada perjamuan, masih &lt;br&gt;bisa dilakukan dengan menyajikan makanan yang sederhana dan tidak perlu &lt;br&gt;mewah seperti sekarang,&amp;quot; kata Abdul Hakim, yang juga anggota Komisi VIII &lt;br&gt;DPR RI.&lt;p&gt;Untuk jamuan 10 fraksi di DPR, pada tahun 2012 dialokasikan anggaran &lt;br&gt;sekitar Rp 4 miliar. Pemberian alokasi perjamuan disesuaikan dengan &lt;br&gt;jumlah anggota dewan di masing-masing fraksi.&lt;p&gt;Semakin besar fraksi, semakin besar anggaran perjamuan yang diterima &lt;br&gt;fraksi tersebut. Selain fraksi, sekretariat alat kelengkapan DPR seperti &lt;br&gt;pimpinan DPR, Komisi, Banmus, Baleg, BURT juga menyediakan perjamuan &lt;br&gt;untuk peserta rapat.&lt;p&gt;Kalangan pers juga tidak luput dari perhatian Sekjen DPR RI. Untuk &lt;br&gt;perjamuan wartawan dalam konferensi pers, Sekjen mengalokasikan anggaran &lt;br&gt;sekitar Rp 400 juta/tahun untuk makan besar dan snack.&lt;p&gt;Jumlah makanan dan snack yang disajikan sekretariat, kata Hakim, juga &lt;br&gt;cenderung berlebih sehingga mubazir. Karena itu, anggaran perjamuan di &lt;br&gt;Sekjen harus dipangkas dan dialokasikan untuk program/kegiatan lain yang &lt;br&gt;lebih prioritas.&lt;p&gt;&amp;quot;Jika dibandingkan dengan parlemen negara-negara sahabat, perjamuan di &lt;br&gt;DPR RI terbilang mewah. Jamuan di sana tidak semeriah di sini yang penuh &lt;br&gt;dengan berbagai macam jenis penganan, snack dan buah. Belum lagi &lt;br&gt;jumlahnya yang berlebihan bahkan kerap tidak habis dan ujung-ujungnya &lt;br&gt;dibawa pulang oleh staf.&lt;p&gt;Lebih baik, anggaran perjamuan ini ditata ulang. Angka Rp 12 &lt;br&gt;miliar/tahun itu terlalu besar,&amp;quot; kata Hakim.&lt;p&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2012/02/16/09335525/Anggaran.Perjamuan.DPR.Rp.12.Miliar"&gt;http://nasional.kompas.com/read/2012/02/16/09335525/Anggaran.Perjamuan.DPR.Rp.12.Miliar&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5196958962941394462?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5196958962941394462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5196958962941394462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5196958962941394462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5196958962941394462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-anggaran-perjamuan-dpr-rp.html' title='[Koran-Digital] Anggaran Perjamuan DPR Rp 12 Miliar'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3552924562774134679</id><published>2012-02-15T18:36:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:36:51.097-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Kisah Armayeh, TKW Penuh Luka Sekujur Tubuh</title><content type='html'>&lt;h1 class="judul"&gt;Kisah Armayeh, TKW Penuh Luka Sekujur Tubuh&lt;/h1&gt; &lt;h2 class="deskripsi"&gt;"Saya minta dengan sangat supaya majikan yang menganiaya saya itu dihukum berat."&lt;/h2&gt; &lt;div class="lowerdeck" style="overflow: hidden;"&gt; &lt;div class="tgl_artikel"&gt;Kamis, 16 Februari 2012, 07:17 WIB&lt;/div&gt; &lt;div style="float: right; width: 60%;"&gt; Elin Yunita Kristanti,&amp;nbsp;Aceng Mukaram (Pontianak) &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="position: relative; top: -22px; height: 10px;"&gt; &lt;div id="vivafbfanpage_parent" style="margin: 0pt;"&gt; &lt;div class="fb-like fb_edge_widget_with_comment fb_iframe_widget"  data-href="http://www.facebook.com/VIVAnewscom" data-send="false"  data-layout="button_count" data-width="45" data-show-faces="false"&gt;&lt;span&gt;&lt;iframe  src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?channel_url=https%3A%2F%2Fs-static.ak.fbcdn.net%2Fconnect%2Fxd_proxy.php%3Fversion%3D3%23cb%3Df1787d2c0d7baca%26origin%3Dhttp%253A%252F%252Fus.nasional.vivanews.com%252Ff2447e173a53528%26relation%3Dparent.parent%26transport%3Dpostmessage&amp;amp;extended_social_context=false&amp;amp;href=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FVIVAnewscom&amp;amp;layout=button_count&amp;amp;locale=en_US&amp;amp;node_type=link&amp;amp;sdk=joey&amp;amp;send=false&amp;amp;show_faces=false&amp;amp;width=90"  class="fb_ltr" title="Like this content on Facebook."  style="border: medium none ; overflow: hidden; height: 20px; width: 90px;"  name="f1334cf54a095ba" id="f3bf51984870016" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="twitterfanpage_bottom" style="margin: -20px 0pt 0pt 100px;"&gt; &lt;iframe  title="Twitter Follow Button" style="width: 300px; height: 20px;"  class="twitter-follow-button"  src="http://platform.twitter.com/widgets/follow_button.1329256447.html#_=1329359678776&amp;amp;_version=2&amp;amp;enableNewSizing=false&amp;amp;id=twitter-widget-0&amp;amp;lang=en&amp;amp;screen_name=vivanews&amp;amp;show_count=true&amp;amp;show_screen_name=false&amp;amp;size=m"  allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;script&gt;!function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src=&lt;a class="moz-txt-link-rfc2396E" href="http://platform.twitter.com/widgets.js"&gt;"http://platform.twitter.com/widgets.js"&lt;/a&gt;;fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");&lt;/script&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="isilist"&gt; &lt;script type="text/javascript"  src="http://us.vivanews.com/appaux/js/swfobject_v2.js"&gt; &lt;/script&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-rp8aPzQojV4/Tzxrw-4vvjI/AAAAAAAAA8U/tnWLv6_rg3k/s1600/100995_tkw-terlantar-di-jeddah--arab-saudi_300_225-711098.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-rp8aPzQojV4/Tzxrw-4vvjI/AAAAAAAAA8U/tnWLv6_rg3k/s320/100995_tkw-terlantar-di-jeddah--arab-saudi_300_225-711098.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709556916857847346" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="tgl_artikel" id="att_fotocaption"&gt;TKW terlantar di Jeddah, Arab Saudi (ANTARA/SAPTONO)&lt;/div&gt; &lt;div class="listberita"&gt; &lt;div class="titlebox"&gt;BERITA TERKAIT&lt;/div&gt; &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;a  href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288333-pulang-dari-arab--tkw-babak-belur-dan-melepuh"&gt;Pulang dari Arab, TKW Babak Belur dan Melepuh&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;&lt;a  href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288194-tki-depresi-karena-perlindungan-tak-maksimal"&gt;Perlindungan Tak Maksimal Pemicu Depresi TKI&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;&lt;a  href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288134-dituntut--pemulihan-jiwa-mantan-tki--depresi"&gt;Dituntut, Pemulihan Jiwa Mantan TKI Depresi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;&lt;a  href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288097-96-eks-tki-sukabumi-depresi--sampai-dipasung"&gt;96 Eks TKI Sukabumi Depresi, Sampai Dipasung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;&lt;a  href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/286271-hakim-tolak-gugatan-162-tki"&gt;Hakim Tolak Gugatan 162 TKI&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;         $(document).ready(function(){             url = &lt;a class="moz-txt-link-rfc2396E" href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288333-pulang-dari-arab--tkw-babak-belur-dan-melepuh"&gt;"http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288333-pulang-dari-arab--tkw-babak-belur-dan-melepuh"&lt;/a&gt;;             timeout = 1020;             window.setTimeout('window.location= "' + url + '"; ',timeout*1000);         })      &lt;/script&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt; --&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;VIVAnews&lt;/strong&gt; -- Pergi ke Madinah, Arab Saudi dengan harapan selangit, justru siksaan yang didapat Armayeh binti Sayuri. Sekujur tubuh penuh bekas luka lepuhan, termasuk di wajahnya. Cuping telinganya kini bahkan tak lagi berbentuk, gara-gara disiram air panas majikannya, Hana Hasyim Ahmad.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kabar kejadian tragis yang menimpa perempuan asal Kalimantan Barat itu sebelumnya datang dari &lt;a  href="http://dunia.vivanews.com/news/read/202056-lagi--tkw-disiksa-majikan-di-arab-saudi"&gt;Kementerian Luar Negeri&lt;/a&gt;, yang heran mengapa Armayeh tak menuntut hukuman &lt;em&gt;qisas&lt;/em&gt;. Kasus akhirnya diproses perdata, pelaku hanya akan membayar biaya kompensasi. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Ditemui di rumahnya di Jalan Teluk Lerang, Dusun Karya Bersama Desa, Kabupaten Kubu Raya, Armayeh mengaku, secara hukum, ia terjebak. &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Waktu itu saya maafin majikan. Karena saya nggak tahu proses hukum di sana&amp;nbsp; seperti apa," kata dia kepada &lt;em&gt;VIVAnews.com&lt;/em&gt;. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Apalagi, dia menambahkan, saat itu belum ada yang membimbingnya. "Jadi saya nggak tahu mau berbuat apa. Sempat takut saja waktu itu nggak dipulangkan ke Indonesia. Karena saya sudah nggak tahan disiksa terus-terusan oleh majikan," kata dia. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Armayeh mengaku sempat menandatangani surat, semacam perjanjian. "Tapi sama orang KJRI Jeddah (kasus) dituntut kembali. Pernah menjalani sidang satu kali di Pengadilan Madinah pada tahun 2011," ungkap Armayeh dengan tatapan kosong, sambil sesekali &lt;br&gt; memegang bekas luka pukulan botol di kepalanya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saat itu, ia menceritakan, beberapa kali keluarga majikannya datang untuk meminta kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan alias damai. Ia mengaku, awalnya, tidak serta merta menerima ajakan upaya damai itu. Sebab, tak ada yang bisa menggantikan derita tak terperi yang ia alami.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Keluarga majikan datang mengajak balik ke rumah dia untuk bekerja lagi. Tapi saya nggak mau. Majikan bilang ke saya, kalau maafin majikan dan nggak nuntut secara hukum, mau dikasih gaji selama 2 tahun. Juga hadiah," urai perempuan 21 tahun itu.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ada juga keluarga majikan membawa uang dan tiket untuk pulang ke Indonesia. Namun, janji itu semua palsu. Hingga saat ini ia tak pernah mendapatkan apa-apa dari sang keluarga majikan. &amp;#8220;Sampai sekarang pun uang kompensasi yang katanya mau diberikan itu tidak ada sama sekali. Yang memulangkan saya pun orang KJRI Jeddah," kata dia. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Kini, Armayeh berharap keadilan. Agar penyiksaan yang ia alami sejak 2009 lalu diproses hukum. "Saya minta&amp;nbsp; dengan sangat supaya majikan yang menganiaya saya itu dihukum seberat-beratnya," kata dia, geram.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;Putus sekolah sebelum jadi TKW&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br&gt; Keterbatasan ekonomilah yang menjadi alasan kenapa Armayeh jadi TKW di Arab Saudi. Selain itu&amp;nbsp; juga, ia mengaku ingin membantu kedua orang tua di kampung.&amp;nbsp; Ia hanya mengenyam pedidikan Kelas dua SMA swasta di Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya kala itu. &lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Himpitan ekonomi yang terpaksa kedua orang tuanya tak mampu membayar biaya sekolah Armayeh. Ia mengakui, sejak SD pun ia terbiasa membayar biaya sekolahnya dengan hasil keringatnya. Dengan bekerja menoreh getah di kampungnya&amp;nbsp; dari jam 03.00 subuh sampai jam 05.00 subuh.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Menginjak bangku SMA kelas dua, biaya sekolah pun semakin tinggi. Maka ia pun akhirnya keluar sekolah.&amp;nbsp; "Saya berangkat&amp;nbsp; jadi TKW di Arab Saudi karena orang tua saya sudah nggak mampu lagi biaya sekolah saya."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bulan Februari 2009, ia ke Jakarta dan ketemu sebuah agen untuk memberangkatkan ke Arab Saudi. Tiga bulan pertama, ia bekerja dengan tenang. Menurut Armayeh,&amp;nbsp; siksaan ia dapatkan saat saat bekerja di rumah putri majikannya. Hana Hasyim Ahmad, nama putri majikan, kerap memukulnya, menginjak, bahkan tanpa ampun, menyiramnya dengan air panas.&lt;/p&gt; &amp;#8226; VIVAnews&lt;!--&lt;/span&gt;  --&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288658-disiksa--tkw-menyesal-pernah-maafkan-majikan"&gt;http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288658-disiksa--tkw-menyesal-pernah-maafkan-majikan&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3552924562774134679?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3552924562774134679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3552924562774134679' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3552924562774134679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3552924562774134679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-kisah-armayeh-tkw-penuh.html' title='[Koran-Digital] Kisah Armayeh, TKW Penuh Luka Sekujur Tubuh'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-rp8aPzQojV4/Tzxrw-4vvjI/AAAAAAAAA8U/tnWLv6_rg3k/s72-c/100995_tkw-terlantar-di-jeddah--arab-saudi_300_225-711098.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1206698223091559796</id><published>2012-02-15T18:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:36:04.382-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Presiden Bank Dunia Mundur Juni Mendatang</title><content type='html'>Presiden Bank Dunia Mundur Juni Mendatang&lt;br&gt;&amp;quot;Ini murni keputusan saya. Tak ada tekanan dari pemerintah Obama,&amp;quot;&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012, 08:58 WIB&lt;br&gt;Syahid Latif&lt;p&gt;&lt;br&gt;VIVAnews - Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick, memutuskan mundur dari &lt;br&gt;jabatannya pada 30 Juni 2012. Keputusan itu diumumkan Zoellick pada Rabu &lt;br&gt;kemarin, 15 Februari 2012. Jika pengunduran diri itu jadi, maka dia &lt;br&gt;menduduki jabatan itu selama lima tahun.&lt;p&gt;Setelah pengumuman pengunduran diri itu, Dewan Bank Dunia langsung &lt;br&gt;bergerak merekrut pemimpin yang baru. Proses rekrutmen itu akan &lt;br&gt;berpedoman pada aturan yang disahkan tahun 2011. Di sana disebutkan &lt;br&gt;bahwa rekrutmen akan berlangsung secara terbuka. Kompetisi akan terbuka &lt;br&gt;bagi siapa pun.&lt;p&gt;Jika ketentuan itu yang dipakai,maka sangat terbuka peluang bagi orang &lt;br&gt;luar Amerika Serikat memimpin lembaga itu. Semenjak 68 tahun lampau, &lt;br&gt;memang ada kesempatan informal yang berlaku bahwa pemimpin bank itu &lt;br&gt;haruslah orang Amerika Serikat.&lt;p&gt;Pemerintah Amerika juga berjanji akan mengajukan calon yang kuat. &lt;br&gt;&amp;quot;Sangat penting untuk memiliki pemimpin yang kuat dan efektif di lembaga &lt;br&gt;besar ini. Dalam beberapa pekan mendatang, kami akan mengajukan kandidat &lt;br&gt;yang memiliki pengalaman dan memenuhi kualifikasi untuk membuat lembaga &lt;br&gt;ini melangkah maju,&amp;quot; kata Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner dalam &lt;br&gt;sebuah pernyataan seperti dikutip laman &lt;a href="http://reuters.com"&gt;reuters.com&lt;/a&gt;, Kamis, 16 Februari &lt;br&gt;2012.&lt;p&gt;Zoellick memimpin Bank Dunia sejak tahun 2007 setelah presiden &lt;br&gt;sebelumnya, Paul Wolowitz didepak. Zoellick langsung beraksi dengan &lt;br&gt;agenda pertamanya dengan menambah fokus Bank Dunia dengan turut serta &lt;br&gt;memerangi masalah kemiskinan.&lt;p&gt;Pada pemilihan periode yang lalu, sejumlah negara berkembang menekan &lt;br&gt;Bank Dunia agar memberikan porsi yang lebih besar untuk bisa memimpin &lt;br&gt;lembaga keuangan dunia ini. Kelompok negara ini juga mendesak agar &lt;br&gt;dilakukan proses seleksi yang kompetitif kendati AS tak bergeming dan &lt;br&gt;tetap berpegang kesepakatan informal itu.&lt;p&gt;Zoellick mengatakan keputusannya untuk mundur pada Juni mendatang &lt;br&gt;merupakan pilihannya sendiri. Dia menegaskan tak ada tekanan dari &lt;br&gt;pemerintah Barrack Obama.&lt;p&gt;Mantan kepala Juru Runding Perdagangan AS dan Wakil Menteri ini &lt;br&gt;membantah spekulasi yang berkembang bahwa dia mundur karena ingin fokus &lt;br&gt;dalam kampanye calon presiden dari kubu Republik.&lt;p&gt;&amp;quot;Ini benar-benar keputusan saya pribadi,&amp;quot; kata Zoellick. &amp;quot;Saya berpikir &lt;br&gt;inilah waktunya untuk mundur dan ketika berpikir demikian, tak ada jalan &lt;br&gt;lain untuk tetap bertahan.&amp;quot;&lt;br&gt;• VIVAnews&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.bisnis.vivanews.com/news/read/288673-presiden-bank-dunia-mundur-juni-mendatang"&gt;http://us.bisnis.vivanews.com/news/read/288673-presiden-bank-dunia-mundur-juni-mendatang&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1206698223091559796?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1206698223091559796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1206698223091559796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1206698223091559796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1206698223091559796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-presiden-bank-dunia.html' title='[Koran-Digital] Presiden Bank Dunia Mundur Juni Mendatang'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3902734468560641987</id><published>2012-02-15T18:33:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:33:39.312-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Naik 17%, Kredit Macet Bank RI Capai Rp 33 Triliun di 2011</title><content type='html'>Kamis, 16/02/2012 08:33 WIB&lt;br&gt;Naik 17%, Kredit Macet Bank RI Capai Rp 33 Triliun di 2011&lt;br&gt;Wahyu Daniel - detikFinance&lt;p&gt;Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat hingga akhir 2011 jumlah kredit &lt;br&gt;macet perbankan mencapai Rp 33,401 triliun. Jumlah ini naik 17,64% &lt;br&gt;dibandingkan akhir 2010 yang sebesar Rp 28,396 triliun.&lt;p&gt;Demikian terungkap dari data statistik perbankan yang dikutip &lt;br&gt;detikFinance dari Bank Indonesia (BI), Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;Meskipun begitu, khusus untuk bulan Desember 2011 saja, nilai kredit &lt;br&gt;macet perbankan di Desember 2011 turun Rp 3,603 triliun dibandingkan &lt;br&gt;November 2011 yang nilainya Rp 37,004 triliun.&lt;p&gt;Berdasarkan data BI tersebut, total jumlah kredit bermasalah (NPL/Non &lt;br&gt;Performing Loan) dari perbankan per akhir 2011 mencapai Rp 52,527 &lt;br&gt;triliun, naik tipis dari posisi di akhir 2010 yang sebesar Rp 52,794 &lt;br&gt;triliun. Rasio NPL perbankan di akhir 2011 mencapai 1,53%.&lt;p&gt;Sampai akhir 2011 jumlah kredit yang dikucurkan perbankan Indonesia &lt;br&gt;mencapai Rp 2.200,094 triliun. Kredit ini naik dibandingkan di 2010 yang &lt;br&gt;nilainya Rp 1.765,845 triliun.&lt;p&gt;Dari total kredit tersebut, sebanyak Rp 2.067,704 triliun masuk kategori &lt;br&gt;lancar. Sementara Rp 7,407 triliun masuk kategori kurang lancar, lalu Rp &lt;br&gt;6,887 triliun masuk kategori diragukan, dan Rp 33,401 triliun masuk &lt;br&gt;kategori macet.&lt;p&gt;Bank yang menguasai kredit terbesar hingga November adalah Bank Umum &lt;br&gt;Swasta Nasional Devisa senilai Rp 922,541 triliun, bank BUMN Rp 776,833 &lt;br&gt;triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp 175,702 triliun, bank asing Rp &lt;br&gt;136,486 triliun, bank campuran Rp 120,389 triliun, dan Bank Umum Swasta &lt;br&gt;Non Devisa Rp 68,143 triliun.&lt;p&gt;Berikut posisi jumlah kredit macet perbankan:&lt;p&gt;     * Bank BUMN Rp 15,4 triliun&lt;br&gt;     * Bank Umum Swasta Nasional Devisa Rp 11,275 triliun&lt;br&gt;     * Bank Pembangunan Daerah Rp 2,494 triliun&lt;br&gt;     * Bank Asing Rp 2,296 triliun&lt;br&gt;     * Bank Campuran Rp 1,196 triliun&lt;br&gt;     * Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa Rp 741 miliar.&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/083329/1843714/5/naik-17-kredit-macet-bank-ri-capai-rp-33-triliun-di-2011?f9911033"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/083329/1843714/5/naik-17-kredit-macet-bank-ri-capai-rp-33-triliun-di-2011?f9911033&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3902734468560641987?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3902734468560641987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3902734468560641987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3902734468560641987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3902734468560641987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-naik-17-kredit-macet-bank.html' title='[Koran-Digital] Naik 17%, Kredit Macet Bank RI Capai Rp 33 Triliun di 2011'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5226610626447742604</id><published>2012-02-15T18:31:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:32:02.931-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Semua Penduduk Indonesia Bisa Punya Rumah di 2045, Asal...</title><content type='html'>Kamis, 16/02/2012 08:40 WIB&lt;br&gt;Semua Penduduk Indonesia Bisa Punya Rumah di 2045, Asal...&lt;br&gt;Suhendra - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Jika Indonesia menerapkan kewajiban tabungan perumahan bagi &lt;br&gt;warganya, maka setiap tahunnya bisa terhimpun dana murah mencapai Rp &lt;br&gt;23,5 triliun. Diperkirakan sebelum tahun 2045 dana tabungan wajib &lt;br&gt;perumahan bisa mencapai angka Rp 752 triliun.&lt;p&gt;Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Dewan Pengurus Pusat Realestat &lt;br&gt;Indonesia (REI) F. Teguh Satria mengatakan dana tersebut hanya boleh &lt;br&gt;digunakan untuk kepentingan atau kegiatan yang berkaitan dengan &lt;br&gt;penyediaan perumahan bagi rakyat.&lt;p&gt;&amp;quot;Jika berhasil dihimpun dana yang sangat besar, murah dan berjangka &lt;br&gt;panjang melalui TWP ini, maka sangat mungkin suku bunga KPR bisa ditekan &lt;br&gt;menjadi 2% - 3% per tahun,&amp;quot; katanya dalam keterangan tertulisnya yang &lt;br&gt;diterima detikFinance, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;Ia menjelaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mampu &lt;br&gt;memiliki rumah disediakan skema KPR dengan bunga yang rendah dan jangka &lt;br&gt;waktu yang panjang. Bagi MBR yang tidak mampu memiliki rumah disediakan &lt;br&gt;rumah-rumah sewa yang dibangun dari hasil pemupukan dana tabungan wajib &lt;br&gt;perumahan tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Bagi MBR yang tidak mampu memiliki rumah bahkan sewapun juga tidak &lt;br&gt;mampu, maka pemerintah dapat menyediakan rumah-rumah sosial yang &lt;br&gt;dibangun dari hasil pemupukan dana tabungan wajib perumahan tersebut,&amp;quot; &lt;br&gt;katanya.&lt;p&gt;Menurut Teguh, apalagi jika semua peraturan seperti perbankan, &lt;br&gt;pertanahan, asuransi bisa berjalan dalam jangka waktu KPR diperpanjang &lt;br&gt;misalnya sampai dengan 40 tahun, maka jumlah MBR dan MBM yang dapat &lt;br&gt;mengakses KPR dapat jauh lebih banyak. Ia mencontohkan jika pokok kredit &lt;br&gt;KPR Rp 79 juta dengan suku bunga 2% maka MBR hanya mencicil kurang dari &lt;br&gt;Rp 240.000/bulan.&lt;p&gt;&amp;quot;Sekali lagi jika skema tersebut dijalankan, saya yakin, optimis dan &lt;br&gt;sekaligus menjamin, sebelum peringatan 100 tahun Indonesia merdeka, 17 &lt;br&gt;Agustus 2045, seluruh rakyat Indonesia sudah tinggal dan menempati rumah &lt;br&gt;yang layak huni. Tidak ada lagi kawasan kumuh diperkotaan,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/084008/1843716/1016/semua-penduduk-indonesia-bisa-punya-rumah-di-2045-asal?f9911033"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/084008/1843716/1016/semua-penduduk-indonesia-bisa-punya-rumah-di-2045-asal?f9911033&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5226610626447742604?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5226610626447742604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5226610626447742604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5226610626447742604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5226610626447742604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-semua-penduduk-indonesia.html' title='[Koran-Digital] Semua Penduduk Indonesia Bisa Punya Rumah di 2045, Asal...'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6067832422829222461</id><published>2012-02-15T18:30:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:30:56.335-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Pemerintah RI 'Belanja' 9 Pesawat Militer Airbus C-295 Rp 3 Triliun</title><content type='html'>Rabu, 15/02/2012 14:33 WIB&lt;br&gt;Pemerintah RI &amp;#39;Belanja&amp;#39; 9 Pesawat Militer Airbus C-295 Rp 3 Triliun&lt;br&gt;Nurul Qomariyah - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Foto: AFP&lt;br&gt;Singapura - Pemerintah Indonesia membeli 9 pesawat militer Airbus jenis &lt;br&gt;C-295 senilai US$ 325 juta atau sekitar Rp 3 triliun. Pesawat pertama &lt;br&gt;akan dikirimkan di 2012, dan sisanya dikirimkan pada 2014.&lt;p&gt;Pesawat militer Airbus jenis C-295 itu biasanya digunakan untuk &lt;br&gt;pertahanan, logistik, dan kemanusiaan. Menurut Menteri Pertahanan RI &lt;br&gt;Purnomo Yusgiantoro, jenis tersebut sangat sesuai dengan kebutuhan &lt;br&gt;militer dan transportasi kemanusiaan.&lt;p&gt;&amp;quot;Ini adalah momen yang membanggakan bagi negara kami dan juga industri &lt;br&gt;penerbangan Indonesia,&amp;quot; jelas Purnomo dalam penandatanganan kesepakatan &lt;br&gt;di sela-sela &amp;#39;Singapore Airshow&amp;#39;, seperti dikutip dari AFP, Rabu &lt;br&gt;(15/2/2012).&lt;p&gt;&amp;quot;Jenis C-295 memberikan kapasitas ideal untuk merespons kebutuhan &lt;br&gt;militer Indonesia saat ini dan di masa depan, serta transportasi &lt;br&gt;kemanusiaan,&amp;quot; tambahnya.&lt;p&gt;Tipe C-295 merupakan pesawat transportasi berukuran menengah yang dapat &lt;br&gt;digunakan untuk berbagai operasional seperti pengawasan, perang dan &lt;br&gt;operasional pencarian dan penyelamatan.&lt;p&gt;&amp;quot;Pesawat itu akan digunakan untuk berbagai tujuan termasuk militer, &lt;br&gt;logistik, kemausiasan dan misi evakuasi medis,&amp;quot; demikian pernyataan &lt;br&gt;tentang C-295.&lt;p&gt;Purnomo tidak menegaskan apakah nantinya akan menambah armada C-295, ia &lt;br&gt;hanya mengatakan pasukan lain tertarik dengan jenis tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Kepolisian misalnya, juga tertarik dengan ini. Dan Anda tahu, versi 295 &lt;br&gt;yang kami pesan sekarang adalah untuk Angkatan Udara dan kemungkinan &lt;br&gt;tentara nasional juga tertarik,&amp;quot; tambahnya lagi.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/143316/1843171/4/pemerintah-ri-belanja-9-pesawat-militer-airbus-c-295-rp-3-triliun?f990101mainnews"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/143316/1843171/4/pemerintah-ri-belanja-9-pesawat-militer-airbus-c-295-rp-3-triliun?f990101mainnews&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6067832422829222461?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6067832422829222461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6067832422829222461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6067832422829222461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6067832422829222461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-pemerintah-ri-belanja-9.html' title='[Koran-Digital] Pemerintah RI &apos;Belanja&apos; 9 Pesawat Militer Airbus C-295 Rp 3 Triliun'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1798310311093082139</id><published>2012-02-15T18:29:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:30:05.671-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Dahlan: Pertama dalam Sejarah Garuda Beli Pesawat Nggak Ngerepotin Negara</title><content type='html'>Rabu, 15/02/2012 15:08 WIB&lt;br&gt;Dahlan: Pertama dalam Sejarah Garuda Beli Pesawat Nggak Ngerepotin Negara&lt;br&gt;Herdaru Purnomo - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Singapura - Menteri BUMN Dahlan Iskan menghadiri penandatanganan &lt;br&gt;pembelian 18 pesawat jet Bombardier oleh PT Garuda Indonesia Tbk di &lt;br&gt;Singapura. Dahlan senang dengan aksi Garuda tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Pertama kali dalam sejarah ini. Dimana Garuda itu sebagai perusahaan &lt;br&gt;penerbangan nasional beli pesawat tapi nggak ngerepotin negara,&amp;quot; tutur &lt;br&gt;Dahlan usai penandatanganan yang dilakukan di acara Singapore Airshow, &lt;br&gt;Singapura, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Dijelaskan Dahlan, maksudnya tidak merepotkan negara adalah karena &lt;br&gt;pembelian pesawat yang dilakukan oleh Garuda tidak menggunakan dana APBN &lt;br&gt;dan tidak memerlukan penjaminan dari pemerintah.&lt;p&gt;&amp;quot;Jadi tidak ada sesuatu yang merepotkan pemerintah. Sepenuhnya B to B &lt;br&gt;(business to business),&amp;quot; ujar Dahlan.&lt;p&gt;Seperti diketahui, Garuda resmi membeli 18 pesawat jet berkapastias 100 &lt;br&gt;tempat duduk keluaran Bombardier asal Kanada. Dana yang dikeluarkan &lt;br&gt;mencapai US$ 2 miliar atau sekitar 18 triliun.&lt;p&gt;Dari 18 pesawat tersebut, 5 pesawat datang tahun ini langsung dan &lt;br&gt;sisanya akan bertahap hingga 2015. &amp;quot;Jadi 6 pesawat membeli langsung dan &lt;br&gt;12 melalui lessor,&amp;quot; kata Emir.&lt;p&gt;Dari perjanjian 18 pesawat, ke depan bisa menambah lagi hingga 18 &lt;br&gt;pesawat. Atau mencapai 36 pesawat jika Garuda berniat.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/150501/1843214/4/dahlan-pertama-dalam-sejarah-garuda-beli-pesawat-nggak-ngerepotin-negara?f990101mainnews"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/150501/1843214/4/dahlan-pertama-dalam-sejarah-garuda-beli-pesawat-nggak-ngerepotin-negara?f990101mainnews&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1798310311093082139?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1798310311093082139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1798310311093082139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1798310311093082139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1798310311093082139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-dahlan-pertama-dalam.html' title='[Koran-Digital] Dahlan: Pertama dalam Sejarah Garuda Beli Pesawat Nggak Ngerepotin Negara'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-949033420252806936</id><published>2012-02-15T18:28:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:28:45.162-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Mendagri: FPI Sudah Ditegur, Jika Tetap Anarki akan Dibubarkan</title><content type='html'>Mendagri: FPI Sudah Ditegur, Jika Tetap Anarki akan Dibubarkan&lt;br&gt;Rachmadin Ismail - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 14:37 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Penolakan atas Front Pembela Islam (FPI) sudah terjadi di &lt;br&gt;beberapa daerah. Setelah penolakan di Kalimantan Tengah, penolakan FPI &lt;br&gt;juga muncul di Jakarta dan Kediri, Jawa Timur. Atas tindakan anarkinya, &lt;br&gt;FPI sudah ditegur. Jika membandel maka organisasi ini akan dibubarkan.&lt;p&gt;&amp;quot;Kita sudah mengirim surat teguran kedua ke FPI. Kejadian pertama kan di &lt;br&gt;Monas, kedua kan di Kemendagri. Kalau masih terjadi, menurut UU Nomor 8 &lt;br&gt;Tahun 1985 tentang Ormas, maka dilakuan pembekuan, kalau masih anarki &lt;br&gt;juga maka pembubaran,&amp;quot; kata Mendagri Gamawan Fauzi.&lt;p&gt;Berikut ini wawancara wartawan dengan Mendagri Gamawan Fauzi usai acara &lt;br&gt;pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan perwakilan dubes &lt;br&gt;asing di Kantor Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2012):&lt;p&gt;Bagaimana update evaluasi FPI?&lt;p&gt;Kita sudah mengirim surat teguran kedua ke FPI. Kejadian pertama kan di &lt;br&gt;Monas, kedua kan di Kemendagri. Kalau masih terjadi, menurut UU Nomor 8 &lt;br&gt;Tahun 1985 tentang Ormas, maka dilakuan pembekuan, kalau masih anarki &lt;br&gt;juga maka pembubaran.&lt;p&gt;Kalau masih melakukan lagi, kita ambil tindakan, itu menurut UU dan kita &lt;br&gt;sudah dalam tahap teguran kedua. Kalau ada tindakan anarki kita akan &lt;br&gt;pembubaran.&lt;p&gt;Jadi, masih bisa anarki 2 kali lagi?&lt;p&gt;Mudah-mudahan tidak sampai anarki lagi.&lt;p&gt;Mereka bilang, kalau dibubarkan akan bikin organisasi baru?&lt;p&gt;Ini kelemahan UU kita ya, karena itu sedang ada pembahasan di DPR untuk &lt;br&gt;mengganti UU No 8/1985, karena UU No 8/1985 itu menurut saya terlalu &lt;br&gt;lemah, untuk mengakomodir dinamika yang berkembang.&lt;p&gt;Sekarang jumlah organisasi kemasyarakatan dari pusat ke daerah, itu &lt;br&gt;65.577. Bayangkan, itu yang terdaftar. Belum yang tidak terdaftar, jadi &lt;br&gt;euforia untuk berormas itu luar biasa sejak reformasi. Karena terlalu &lt;br&gt;mudah, karena tidak ada sanksi juga kalau tidak mendaftar.&lt;p&gt;Apa yang dikeluhkan masyarakat dari ormas-ormas itu?&lt;p&gt;Ada organisasi yang berpartisipasi untuk pembangunan, tapi ada juga &lt;br&gt;organisasi yang mem-pressure kegiatannya di bawah yang kadang-kadang &lt;br&gt;hanya bersifat lokal dan kabupaten. Dua orang saja berorganisasi bisa, &lt;br&gt;kaya martabak telor saja bikinnya.&lt;p&gt;Indikasi kekerasan atau pemerasan, berapa persen dari ormas itu?&lt;p&gt;Kalau ada penemuan di tingkat lokal maka bupati bisa melakukan tindakan. &lt;br&gt;Kalau nasional kemarin, kita bisa melakukan penindakan.&lt;p&gt;Apa yang diusulkan dalam revisi UU No 8/1985?&lt;p&gt;Banyak hal, ada 50 persen. Termasuk bantuan di luar negeri. Saya dengar &lt;br&gt;ada ormas yang memberi bantuan ke luar negeri, bisa saja nanti pencucian &lt;br&gt;uang, dan macam-macam soal itu.&lt;p&gt;Ada usulan soal revisi soal ormas anarkis?&lt;p&gt;Harus diperpendek (masa sampai pembubarannya), pas ada teguran keras, &lt;br&gt;langsung bubarkan. Lalu, kalau pimpinan sudah cacat tidak boleh &lt;br&gt;berorganisasi lagi, kalau bisa kan dia tinggal ganti nama a, b, c. Itu &lt;br&gt;saya bilang seperti bikin martabak telor.&lt;p&gt;Soal kasus di Kemendagri kemarin, kasusnya bagaimana?&lt;p&gt;Pidana jalan terus. Sudah ada tersangka, saya dengar dari Kapolri ada &lt;br&gt;enam, sedang dalam proses hukum. Saya kira kepolisian sudah melakukan &lt;br&gt;langkah&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/143755/1843186/158/mendagri-fpi-sudah-ditegur-jika-tetap-anarki-akan-dibubarkan"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/143755/1843186/158/mendagri-fpi-sudah-ditegur-jika-tetap-anarki-akan-dibubarkan&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-949033420252806936?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/949033420252806936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=949033420252806936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/949033420252806936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/949033420252806936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-mendagri-fpi-sudah.html' title='[Koran-Digital] Mendagri: FPI Sudah Ditegur, Jika Tetap Anarki akan Dibubarkan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8196302002765435790</id><published>2012-02-15T18:27:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:27:51.451-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Bambang Soesatyo: Survei JK Lebih Populer dari Ical Bentuk Adu Domba</title><content type='html'>Bambang Soesatyo: Survei JK Lebih Populer dari Ical Bentuk Adu Domba&lt;br&gt;Elvan Dany Sutrisno - detikNews&lt;br&gt;Kamis, 16/02/2012 09:08 WIB&lt;br&gt;foto: detikcom&lt;br&gt;Jakarta - Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo merespons &lt;br&gt;keras hasil survei yang menempatkan elektabilitas Jusuf Kalla (JK) di &lt;br&gt;atas Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie (Ical). Survei ini dipandang &lt;br&gt;sebagai bentuk adu domba politik.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya mengendus ada motif busuk dari survei CSIS. Saya pastikan Golkar &lt;br&gt;tidak akan terpengaruh adanya upaya-upaya adu domba yang memakai kedok &lt;br&gt;atau modus survei,&amp;quot; protes Bambang. Hal ini disampaikan Bambang kepada &lt;br&gt;detikcom, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;Golkar, menurut Bambang, tak akan mempercayai hasil survei dari Centre &lt;br&gt;for Strategic and International Studies (CSIS) yang terakhir. Karena &lt;br&gt;survei sebelumnya saja dipandang tidak tepat.&lt;p&gt;&amp;quot;Dari hasil survei CSIS kemarin yang menempatkan Partai Demokrat nomor &lt;br&gt;satu saja itu sudah janggal. Tidak percaya? Silakan kita lakukan survei &lt;br&gt;kecil-kecilan saja. Tanya orang-orang yang anda temui di mal, di jalan, &lt;br&gt;di desa atau perkantoran, apakah masih akan memilih Partai Demokrat?&amp;quot; &lt;br&gt;ujar Bambang.&lt;p&gt;Sementara itu, lanjut Bambang, capres Golkar baru akan dimunculkan awal &lt;br&gt;tahun 2013. &amp;quot;Ada semacam fatsun di Golkar. Kita semua satu komando. &lt;br&gt;Yaitu ketua umum Ical, Akbar dan JK adalah satu,&amp;quot; tandasnya.&lt;p&gt;Survei CSIS menunjukkan hasil mengejutkan. Salah satunya, Aburizal &lt;br&gt;Bakrie yang selama ini digadang-gadang Golkar maju di pemilu 2014 justru &lt;br&gt;&amp;#39;dikalahkan&amp;#39; mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla (JK).&lt;p&gt;Ical, demikian sapaan akrab Aburizal Bakrie, kalah dalam hal dukungan &lt;br&gt;dan popularitas terhadap JK berdasarkan survei CSIS pada 2.117 responden &lt;br&gt;selama 16-24 Januari 2012. Menggunakan metode kuesioner dengan 288 &lt;br&gt;variabel pertanyaan, didapatkan dari 2.117 responden, yang mendukung JK &lt;br&gt;5,6 persen, sementara yang mendukung Ical &amp;#39;hanya&amp;#39; 5,2 persen.&lt;p&gt;Selain itu dalam hal popularitas, responden ternyata lebih mengenal JK &lt;br&gt;dibanding Ical. Perbedaan cukup signifikan terlihat dari hasil survei. &lt;br&gt;84,6 Persen responden mengenal JK. Sedangkan 61,4 persen mengenal &lt;br&gt;Aburizal Bakrie.&lt;p&gt;Survei ini dilakukan 16-24 Januari 2012 dengan 2.117 responden di 23 &lt;br&gt;provinsi di Indonesia. Ada 10 yang tidak diikutsertakan karena alasan &lt;br&gt;populasinya yang kecil, pertimbangan medan, serta biaya. 10 Provinsi itu &lt;br&gt;yaitu Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, &lt;br&gt;Maluku Utara, Gorontalo, Bangka-Belitung, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/090858/1843734/10/bambang-soesatyo-survei-jk-lebih-populer-dari-ical-bentuk-adu-domba?n991102605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/090858/1843734/10/bambang-soesatyo-survei-jk-lebih-populer-dari-ical-bentuk-adu-domba?n991102605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8196302002765435790?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8196302002765435790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8196302002765435790' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8196302002765435790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8196302002765435790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-bambang-soesatyo-survei.html' title='[Koran-Digital] Bambang Soesatyo: Survei JK Lebih Populer dari Ical Bentuk Adu Domba'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7109792143870769928</id><published>2012-02-15T18:26:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:27:05.223-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Mendengar Angie Masuk Komisi III DPR, SBY Marah Besar</title><content type='html'>Mendengar Angie Masuk Komisi III DPR, SBY Marah Besar&lt;br&gt;Luhur Hertanto - detikNews&lt;br&gt;Kamis, 16/02/2012 08:31 WIB&lt;br&gt;foto: detikcom&lt;br&gt;Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono &lt;br&gt;(SBY), marah besar saat mendengar kabar masuknya Angelina Sondakh ke &lt;br&gt;Komisi III DPR. Bagi SBY, memindahkan Angie ke Komisi III sangat tidak &lt;br&gt;cerdas.&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika Pak SBY mendapat informasi tentang pergeseran anggota-anggota &lt;br&gt;DPR dari FPD di beberapa Komisi, dan salah satunya adalah memindahkan &lt;br&gt;Angelina Sondakh ke Komisi III yang membidangi masalah hukum, beliau &lt;br&gt;marah besar,&amp;quot; kata Sekretaris Dewan Pembina PD, Andi Mallarangeng, &lt;br&gt;kepada detikcom, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;SBY pun sudah meminta FPD DPR segera merombak posisi Angie di DPR. SBY &lt;br&gt;tak ingin ada kesan PD mengintervensi kasus hukum Angie.&lt;p&gt;&amp;quot;Pak SBY sebagai Ketua Dewan Pembina segera memerintahkan Ketua Umum dan &lt;br&gt;Ketua Fraksi PD untuk membatalkannya. Komentar beliau, itu sama sekali &lt;br&gt;tidak cerdas,&amp;quot; kata Andi.&lt;p&gt;FPD DPR sendiri sudah memastikan akan merotasi Angie per hari ini. &lt;br&gt;Posisinya kemungkinan besar di Komisi VIII DPR.&lt;p&gt;&amp;quot;Supaya dingin barang tuh,&amp;quot; kata Wakil Ketua FPD DPR, Sutan Bhatoegana, &lt;br&gt;sebelumnya.&lt;p&gt;Masuknya Angelina Sondakh ke Komisi III DPR memang menuai kecaman banyak &lt;br&gt;pihak. Mengingat Angie saat ini sudah menjadi tersangka kasus suap wisma &lt;br&gt;atlet.&lt;p&gt;Sikap keras ditunjukkan Ketua KPK Abraham Samad soal kepindahan Angelina &lt;br&gt;Sondakh dari Komisi X ke Komisi III DPR.&lt;br&gt;&amp;quot;Yang jelas kalau ada RDP ada dia (Angie) saya pribadi, saya Ketua KPK &lt;br&gt;tidak akan datang,&amp;quot; ujar Abraham di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu &lt;br&gt;(16/2/2012).&lt;p&gt;Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Jamil juga mengaku malu ketika Angelina &lt;br&gt;Sondakh dipindahkan ke komisinya. Sebab, kepindahan Angie seolah &lt;br&gt;menegaskan Komisi III menjadi tempat pembuangan anggota Dewan yang &lt;br&gt;bermasalah.&lt;p&gt;&amp;quot;Secara pribadi saya malu juga karena seolah-olah Komisi III itu adalah &lt;br&gt;komisi tempat pembuangan anggota yang bermasalah dengan hukum,&amp;quot; ujar &lt;br&gt;Nasir, sebelumnya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/083110/1843715/10/mendengar-angie-masuk-komisi-iii-dpr-sby-marah-besar?n991102605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/083110/1843715/10/mendengar-angie-masuk-komisi-iii-dpr-sby-marah-besar?n991102605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7109792143870769928?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7109792143870769928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7109792143870769928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7109792143870769928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7109792143870769928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-mendengar-angie-masuk.html' title='[Koran-Digital] Mendengar Angie Masuk Komisi III DPR, SBY Marah Besar'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8918979519490850284</id><published>2012-02-15T18:24:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:25:16.265-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Pertamina Tanggung Rugi Rp 3,14 T</title><content type='html'>Pertamina Tanggung Rugi Rp 3,14 T&lt;br&gt;Proyek Kilang Indramayu Terganjal Harga Tanah&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012 , 08:00:00 WIB&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://RMOL.PT"&gt;RMOL.PT&lt;/a&gt; Pertamina (Persero) mem&amp;#173;pro&amp;#173;yeksikan total kerugian pada 2012 &lt;br&gt;sebesar Rp 3,14 triliun dari hasil penjualan LPG (gas alam cair) non &lt;br&gt;subsidi, terma&amp;#173;suk dari penjualan LPG tabung 12 kilo&amp;#173;gram (kg) dan 50 kg.&lt;p&gt;Ber&amp;#173;da&amp;#173;sarkan data Pertamina, per&amp;#173;seroan memproyeksikan pen&amp;#173;da&amp;#173;patan &lt;br&gt;dari penjualan LPG non&amp;#173;&amp;#173; sub&amp;#173;sidi selama 2012 sebe&amp;#173;sar Rp 7,71 triliun. &lt;br&gt;Namun bia&amp;#173;ya pe&amp;#173;nga&amp;#173;daan dan operasio&amp;#173;nalnya men&amp;#173;capai Rp 10,85 triliun, &lt;br&gt;se&amp;#173;hingga diperoleh rugi Rp 3,14 triliun.&lt;p&gt;Sementara penjualan BBM subsidi tahun ini dipro&amp;#173;yek&amp;#173;sikan meraih laba. &lt;br&gt;Dalam RKAP (ren&amp;#173;cana kerja anggaran peru&amp;#173;sa&amp;#173;haan) 2012, pendapatan &lt;br&gt;diper&amp;#173;kirakan mencapai Rp 233,46 triliun, sedangkan biaya penga&amp;#173;daan dan &lt;br&gt;operasionalnya sebe&amp;#173;sar Rp 232,97 triliun. Artinya, masih diperoleh laba &lt;br&gt;sebesar Rp 490 miliar.&lt;p&gt;Untuk bisnis hilir selanjutnya, yakni penjualan LPG subsidi tabung 3 kg &lt;br&gt;juga diproyeksi meraih laba. Dalam RKAP 2012, pendapatan diperkirakan Rp &lt;br&gt;33,84 triliun. Sementara biaya pengadaan dan opera&amp;#173;sional&amp;#173;nya sebesar Rp &lt;br&gt;31,69 triliun. Artinya, diperoleh laba Rp 2,15 triliun.&lt;p&gt;Direktur Keuangan Perta&amp;#173;mina Andri T. Hidayat menga&amp;#173;takan, dalam RKAP &lt;br&gt;2012, pihak&amp;#173;nya menargetkan total pendapatan usaha Rp 527,13 triliun dan &lt;br&gt;be&amp;#173;ban usaha Rp 483,79 triliun, se&amp;#173;hingga diper&amp;#173;oleh laba usaha sebesar &lt;br&gt;Rp 43,34 triliun.&lt;p&gt;&amp;quot;Setelah dikurangi beban lain-lain Rp 1,92 triliun dan pajak Rp 17,93 &lt;br&gt;triliun, laba bersih 2012 diperkirakan Rp 23,5 triliun,&amp;quot; ujar Andri &lt;br&gt;dalam ra&amp;#173;pat dengar pendapat dengan Ko&amp;#173;misi VII DPR, Selasa malam (14/2).&lt;p&gt;Menurut Andri, selama 2011, Pertamina mengalami kerugian total Rp 4,27 &lt;br&gt;triliun, terdiri dari rugi akibat penjualan BBM sub&amp;#173;sidi Rp 460 miliar &lt;br&gt;dan akibat penjualan LPG non subsidi Rp 3,81 triliun. Adapun pendapatan &lt;br&gt;dari penjualan BBM subsidi selama 2011 Rp 288,45 triliun. Namun, biaya &lt;br&gt;pengadaan dan opera&amp;#173;sionalnya mencapai Rp 288,91 triliun sehingga &lt;br&gt;persero&amp;#173;an menga&amp;#173;lami rugi Rp 460 mi&amp;#173;liar. Rea&amp;#173;lisasi rugi ini jauh dari &lt;br&gt;RKAP 2011 yang ditargetkan mem&amp;#173;peroleh laba sebesar Rp 760 miliar.&lt;p&gt;Terganjal Tanah&lt;p&gt;Menyangkut rencana pem&amp;#173;bangunan kilang BBM, Vice President Corporate &lt;br&gt;Com&amp;#173;mu&amp;#173;nication Pertamina Mocha&amp;#173;mad Harun mengatakan, inves&amp;#173;tor yang &lt;br&gt;ingin menanamkan modal merasa iklim di Indramayu ku&amp;#173;rang kon&amp;#173;dusif &lt;br&gt;karena harga tanah yang sangat mahal.&lt;p&gt;&amp;quot;Semula harga tanahnya seki&amp;#173;tar Rp 50 ribu per meter, pas mau kita beli &lt;br&gt;harganya menjadi Rp 3,5 juta per meternya. Ini kan nggak masuk akal,&amp;quot; &lt;br&gt;keluhnya.&lt;p&gt;Harun menyayangkan sikap penduduk Indramayu yang me&amp;#173;matok harga terlalu &lt;br&gt;tinggi. Dia menilai, jika hal ini terus ber&amp;#173;lanjut, justru daerah &lt;br&gt;tersebut yang rugi. [Harian Rakyat Merdeka]&lt;p&gt;&lt;a href="http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54969/Pertamina-Tanggung-Rugi-Rp-3,14-T-"&gt;http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54969/Pertamina-Tanggung-Rugi-Rp-3,14-T-&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8918979519490850284?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8918979519490850284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8918979519490850284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8918979519490850284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8918979519490850284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-pertamina-tanggung-rugi.html' title='[Koran-Digital] Pertamina Tanggung Rugi Rp 3,14 T'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-4556880377327821202</id><published>2012-02-15T18:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:18:08.096-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Lebih 1,8 Juta Orang Mati Terdaftar Jadi Pemilih AS</title><content type='html'>Lebih 1,8 Juta Orang Mati Terdaftar Jadi Pemilih AS&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012 , 08:50:00 WIB&lt;p&gt;&lt;p&gt;RMOL. Ternyata, negara semaju Ame&amp;#173;rika Serikat (AS) juga tak le&amp;#173;pas dari &lt;br&gt;kesalahan administrasi. Lebih dari 1,8 juta orang AS yang meninggal &lt;br&gt;tetap terdaftar sebagai pemilih aktif. Sedangkan tak kurang dari 51 juta &lt;br&gt;orang yang memenuhi syarat sebagai pemilih tak terdaftar ikut pemilu.&lt;p&gt;Hasil studi itu disiarkan Selasa (14/2), merupakan hasil pene&amp;#173;li&amp;#173;tian &lt;br&gt;organisasi non-partisan Pew Center on the States. Isinya an&amp;#173;tara lain &lt;br&gt;meng&amp;#173;ungkapkan satu dari setiap de&amp;#173;lapan catatan pe&amp;#173;milih tidak tepat. &lt;br&gt;&amp;quot;Masalah ini merusak ke&amp;#173;percayaan pemilih dan menyulut pertikaian &lt;br&gt;keber&amp;#173;pi&amp;#173;hakan me&amp;#173;ngenai integritas pemilu kita,&amp;quot; kata lembaga itu.&lt;p&gt;Sebanyak 2,75 juta orang ter&amp;#173;daftar di lebih dari satu negara bagian. &lt;br&gt;Sebanyak 12 juta catatan berisi alamat yang tidak benar, yang berarti &lt;br&gt;para pemilih ter&amp;#173;sebut sudah pindah.&lt;p&gt;Sebagian kesalahan tersebut dapat dijelaskan berdasarkan fak&amp;#173;ta, satu &lt;br&gt;dari delapan orang Ame&amp;#173;rika pindah selama tahun pemilu 2008 dan 2010, &lt;br&gt;terutama generasi muda dan anggota militer AS.&lt;p&gt;Pew Center menyatakan, me&amp;#173;reka bekerja sama dengan para pejabat pemilu &lt;br&gt;dalam penelitian ini. [Harian Rakyat Merdeka]&lt;p&gt;&lt;a href="http://internasional.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54982/Lebih-1,8-Juta-Orang-Mati-Terdaftar-Jadi-Pemilih-AS-"&gt;http://internasional.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54982/Lebih-1,8-Juta-Orang-Mati-Terdaftar-Jadi-Pemilih-AS-&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-4556880377327821202?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/4556880377327821202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=4556880377327821202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4556880377327821202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4556880377327821202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-lebih-18-juta-orang-mati.html' title='[Koran-Digital] Lebih 1,8 Juta Orang Mati Terdaftar Jadi Pemilih AS'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-9200353290963329149</id><published>2012-02-15T18:15:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:15:55.308-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Amir Syamsuddin: AS Tidak Pernah Acak-acak Lembaga Pemasyarakatan</title><content type='html'>WAWANCARA&lt;br&gt;Amir Syamsuddin: AS Tidak Pernah Acak-acak Lembaga Pemasyarakatan&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012 , 09:05:00 WIB&lt;p&gt;&lt;p&gt;RMOL. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tidak pernah menerima &lt;br&gt;kucuran dana satu sen pun dari Amerika Serikat sebagai konsesi memeriksa &lt;br&gt;narapidana di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan.&lt;p&gt;&amp;quot;Kami tidak pernah menye&amp;#173;dia&amp;#173;kan ruang khusus bagi pe&amp;#173;me&amp;#173;rin&amp;#173;tah Amerika &lt;br&gt;Serikat (AS) untuk membentuk Biro Interogasi di da&amp;#173;lam Lapas,&amp;#39;&amp;#39; tegas &lt;br&gt;Men&amp;#173;kum&amp;#173;ham Amir Syamsuddin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.&lt;p&gt;Seperti diketahui, Ketua Pre&amp;#173;sidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S &lt;br&gt;Pane me&amp;#173;nge&amp;#173;cam Kemenkumham yang me&amp;#173;&amp;#173;lakukan pembiaran terhadap &lt;br&gt;pem&amp;#173;ba&amp;#173;ngunan kantor Biro In&amp;#173;terogasi AS di sejumlah Lem&amp;#173;baga &lt;br&gt;Pe&amp;#173;ma&amp;#173;sya&amp;#173;rakatan (Lapas).&lt;p&gt;Menurut Neta, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ke&amp;#173;menkumham) &lt;br&gt;mendapatkan bantuan Rp 1 triliun per tahun atas aksi pembiaran tersebut. &lt;br&gt;Pe&amp;#173;merintah AS dan FBI men&amp;#173;da&amp;#173;pat&amp;#173;kan konsensi bebas memeriksa para &lt;br&gt;narapidana Indonesia di se&amp;#173;jum&amp;#173;lah Lapas, terutama nara&amp;#173;pi&amp;#173;dana kasus &lt;br&gt;terorisme.&lt;p&gt;Neta mengatakan, kantor Ke&amp;#173;pala Biro Interogasi AS tersebut ber&amp;#173;ukuran 4 &lt;br&gt;meter x 7 meter. Di dalamnya terdapat fasilitas dan peralatan lengkap &lt;br&gt;untuk mela&amp;#173;kukan interogasi.&lt;p&gt;Amir Syamsuddin selanjutnya me&amp;#173;ngatakan, pihaknya melalui Direktorat &lt;br&gt;Jenderal Pema&amp;#173;sya&amp;#173;rakatan (Ditjen Pas) memang me&amp;#173;la&amp;#173;kukan kerja sama &lt;br&gt;internasional dengan beberapa negara. &amp;quot;Tapi negara-negara itu, ter&amp;#173;masuk &lt;br&gt;AS, tidak mendirikan kan&amp;#173;tor Biro In&amp;#173;terogasi di Lapas,&amp;#39;&amp;#39; ujar&amp;#173;&amp;#173;nya.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Berikut kutipan selengkapnya:&lt;p&gt;Ditjen Pas kerja sama de&amp;#173;ngan siapa saja?&lt;p&gt;Salah satunya rencana men&amp;#173;ja&amp;#173;lin kerja sama dengan Inter&amp;#173;na&amp;#173;tio&amp;#173;nal &lt;br&gt;Criminal Investigative Trai&amp;#173;ning Assintance (ICITAP), yaitu lembaga di &lt;br&gt;bawah De&amp;#173;par&amp;#173;temen Ke&amp;#173;hakiman Amerika Se&amp;#173;rikat yang bergerak dalam &lt;br&gt;bidang pe&amp;#173;ngembangan kapasitas ma&amp;#173;na&amp;#173;gemen penanganan narapidana ri&amp;#173;siko &lt;br&gt;tinggi.&lt;p&gt;&lt;p&gt;Di bidang apa saja kerja sa&amp;#173;ma itu?&lt;p&gt;Kerja sama yang akan dila&amp;#173;ku&amp;#173;kan mencakup penyusunan pe&amp;#173;doman penanganan &lt;br&gt;narapidana re&amp;#173;siko tinggi, penyusunan modul pe&amp;#173;latihan bagi petugas &lt;br&gt;tentang pe&amp;#173;nanganan resiko tinggi, trai&amp;#173;ning of trainer penanganan &lt;br&gt;na&amp;#173;ra&amp;#173;pidana risiko tinggi, dan pelatihan pe&amp;#173;tugas dalam penanganan &lt;br&gt;nara&amp;#173;pi&amp;#173;dana risiko tinggi.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Ditjen Pas pernah ber&amp;#173;kun&amp;#173;jung ke penjara di Amerika?&lt;p&gt;Ya. Tepatnya 28 Oktober sam&amp;#173;pai 10 November 2011. Saat itu pi&amp;#173;hak ICITAP &lt;br&gt;mengundang 11 pe&amp;#173;&amp;#173;jabat Ditjen Pas ke beberapa pen&amp;#173;&amp;#173;jara di negara &lt;br&gt;bagian Cali&amp;#173;for&amp;#173;nia, AS, dalam rangka studi ten&amp;#173;tang manajemen &lt;br&gt;penanganan na&amp;#173;rapidana.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Apakah berkunjung ke pen&amp;#173;jara Guantanamo?&lt;p&gt;Saya tegaskan, dalam pelak&amp;#173;sa&amp;#173;naan studi tersebut tidak pernah &lt;br&gt;me&amp;#173;&amp;#173;rencanakan dan tidak pernah pu&amp;#173;la melakukan kunjungan ke pen&amp;#173;jara &lt;br&gt;Guantanamo.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Apa Amerika Serikat dan FBI melakukan interogasi di Lapas untuk &lt;br&gt;narapidana terorisme?&lt;p&gt;Tuduhan adanya kucuran dana Rp 1 triliun dari Pemerintah Ame&amp;#173;&amp;#173;rika &lt;br&gt;Serikat, perlu kami sam&amp;#173;pai&amp;#173;kan bahwa Ditjen Pas tidak per&amp;#173;nah menerima &lt;br&gt;kucuran dana se&amp;#173;dikitpun dari Pemerintah Ame&amp;#173;rika Serikat sebagai &lt;br&gt;konsesi bagi Pe&amp;#173;merintah Amerika Serikat serta FBI untuk memeriksa para &lt;br&gt;nara&amp;#173;pi&amp;#173;&amp;#173;dana di sejumlah Lapas.&lt;p&gt;Saya juga perlu meluruskan bah&amp;#173;wa Kemenkumham tidak per&amp;#173;nah menyediakan &lt;br&gt;ruang khusus bagi Pemerintah AS untuk mem&amp;#173;bentuk biro interogasi di &lt;br&gt;dalam Lapas. Saya tegaskan sekali lagi, itu tidak benar.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Tapi pernah dilakukan as&amp;#173;sess&amp;#173;ment?&lt;p&gt;Jika pun telah dilakukan as&amp;#173;ses&amp;#173;sment bagi narapidana di se&amp;#173;jum&amp;#173;lah &lt;br&gt;Lapas, maka sebe&amp;#173;nar&amp;#173;nya as&amp;#173;sessment tersebut dila&amp;#173;kukan sen&amp;#173;diri oleh &lt;br&gt;petugas Lapas. Ti&amp;#173;dak me&amp;#173;libatkan pihak lain de&amp;#173;ngan meng&amp;#173;gunakan &lt;br&gt;instrument, yang disebut need and risk asses&amp;#173;sment dan Violent Extrimist &lt;br&gt;Risk Asses&amp;#173;ment (VERA).&lt;p&gt;Pengembangan instrumen-ins&amp;#173;trumen tersebut merupakan hasil ker&amp;#173;ja sama &lt;br&gt;antara Ditjen Pas de&amp;#173;ngan Corrective Service New South Wales (NSW) &lt;br&gt;Australia.&lt;p&gt;Instrumen tersebut yang di&amp;#173;gunakan petugas pemasyarakatan untuk &lt;br&gt;melakukan wawancara atau konseling terhadap nara&amp;#173;pi&amp;#173;da&amp;#173;na secara umum.&lt;p&gt;Hasil wawancara itulah yang akan dijadikan dasar bagi petugas &lt;br&gt;pemasyarakatan untuk menyusun program pembinaan yang tepat bagi narapidana.&lt;p&gt;&lt;p&gt;Apa benar Lapas diacak-acak AS?&lt;p&gt;Kami tegaskan bahwa per&amp;#173;nya&amp;#173;taan yang disampaikan Neta S Pane, tidak &lt;br&gt;benar. Apalagi me&amp;#173;ngatakan Amerika Serikat mau&amp;#173;pun FBI telah &lt;br&gt;mengacak-acak Lapas di Indonesia. AS tidak per&amp;#173;nah acak-acak Lapas.&lt;p&gt;&lt;br&gt;O ya, peredaran narkoba di La&amp;#173;pas dan Rutan masih saja ter&amp;#173;&amp;#173;&amp;#173;jadi, apa &lt;br&gt;sudah ada tero&amp;#173;bos&amp;#173;an pencegahan?&lt;p&gt;Untuk pemberantasan per&amp;#173;edaran narkoba, Ke&amp;#173;menkumham dan BNN telah &lt;br&gt;menandatangani peraturan bersama tentang pe&amp;#173;do&amp;#173;man pelaksanaan &lt;br&gt;pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap &lt;br&gt;narkotika (P4GN) di dalam Lapas dan Ru&amp;#173;tan.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Bagaimana tindak lanjut soal usulan penyediaan kamar khu&amp;#173;sus bagi napi &lt;br&gt;untuk kebutuhan bio&amp;#173;logis?&lt;p&gt;Sedang dilakukan penelitian ka&amp;#173;rena selama ini kita sering de&amp;#173;ngar ada &lt;br&gt;cerita bahwa masalah ke&amp;#173;bu&amp;#173;tuh&amp;#173;&amp;#173;an biologis ini kemudian di&amp;#173;man&amp;#173;faatkan &lt;br&gt;di beberapa kejadian.&lt;p&gt;Kajian ini kami melibatkan se&amp;#173;jumlah tokoh agama untuk mem&amp;#173;beri masukan &lt;br&gt;terkait hak biologis bagi narapidana. Kalaupun nanti disetujui, &lt;br&gt;dilakukan dengan pa&amp;#173;sangan yang sah. [Harian Rakyat Merdeka]&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54983/Amir-Syamsuddin:-AS-Tidak-Pernah-Acak-acak-Lembaga-Pemasyarakatan-"&gt;http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54983/Amir-Syamsuddin:-AS-Tidak-Pernah-Acak-acak-Lembaga-Pemasyarakatan-&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-9200353290963329149?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/9200353290963329149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=9200353290963329149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9200353290963329149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9200353290963329149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-amir-syamsuddin-as-tidak.html' title='[Koran-Digital] Amir Syamsuddin: AS Tidak Pernah Acak-acak Lembaga Pemasyarakatan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8608805329894861417</id><published>2012-02-15T18:13:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:14:18.306-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Wah, Amerika Diskriminatif Terhadap Perempuan Hamil</title><content type='html'>Wah, Amerika Diskriminatif Terhadap Perempuan Hamil&lt;br&gt;Kamis, 16 Pebruari 2012 08:59 WIB&lt;p&gt;&lt;a href="http://REPUBLIKA.CO.ID"&gt;REPUBLIKA.CO.ID&lt;/a&gt;, WASHINGTON - Lebih dari tiga dasawarsa lalu Kongres AS &lt;br&gt;mensahkan peraturan yang berusaha meningkatkan perlindungan bagi &lt;br&gt;perempuan hamil bekerja, tapi kini diskriminasi masih tersebar luas dan &lt;br&gt;perlu diperangi secara terbuka dan panduan yang lebih jelas.&lt;p&gt;Dalam kesaksian di pengadilan federal Rabu (15/20, penasehat hukum dari &lt;br&gt;Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) Peggy Mastroianni &lt;br&gt;mengatakan lembaga itu menyelesaikan 52.000 kasus perempuan hamil sejak &lt;br&gt;2001. Sebanyak 150,5 juta dolar AS telah dikeluarkan dalam bentuk ganti &lt;br&gt;rugi.&lt;p&gt;Diskriminasi terhadap perempuan hamil meliputi pemecatan, cuti paksa &lt;br&gt;tanpa bayaran, tak disediakan tempat untuk menyedot air susu ibu dan &lt;br&gt;dilarang melakukan pekerjaan tertentu, kata beberapa saksi kepada panel &lt;br&gt;lima anggota EEOC.&lt;p&gt;Beberapa dasawarsa setelah pengesahan Pregnancy Discrimination Act 1978, &lt;br&gt;diskriminasi masih membentang mulai dari lantai toko sampai ruang &lt;br&gt;eksekutif, dan masalah seksual menjadi faktor utama. Itu ditemukan di &lt;br&gt;setiap negara bagian, tapi lebih mungkin menerpa perempuan yang &lt;br&gt;melakukan pekerjaan dengan upah rendah, kata mereka.&lt;p&gt;&amp;quot;Selama bertahun-tahun ini, setelah Pregnancy Discrimination Act, masih &lt;br&gt;ada majikan yang tak memahami landasan tersebut. Apakah kata-katanya tak &lt;br&gt;menyentuh masalah dasar ?&amp;quot; kata Komisaris Constance Barker sebagaimana &lt;br&gt;dilaporkan Reuters  Kamis pagi.&lt;p&gt;Masalah diskriminasi di tempat kerja menjadi sorotan dua pekan &lt;br&gt;sebelumnya, ketika seorang hakim federal di Texas membuat putusan yang &lt;br&gt;menolak klaim seorang ibu dari Houston yang mengatakan ia dipecat &lt;br&gt;setelah meminta tempat untuk menyedot air susunya.&lt;p&gt;EEOC membantu mengajukan kasus tersebut ke pengadilan. Penasehat Umum &lt;br&gt;David Lopez mengatakan lembaga itu mempertimbangkan apakah akan &lt;br&gt;mengajukan banding atas putusan tersebut.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id//berita/internasional/global/12/02/16/lzgqus-wah-amerika-diskriminatif-terhadap-perempuan-hamil"&gt;http://www.republika.co.id//berita/internasional/global/12/02/16/lzgqus-wah-amerika-diskriminatif-terhadap-perempuan-hamil&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8608805329894861417?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8608805329894861417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8608805329894861417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8608805329894861417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8608805329894861417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-wah-amerika-diskriminatif.html' title='[Koran-Digital] Wah, Amerika Diskriminatif Terhadap Perempuan Hamil'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5576018657548517523</id><published>2012-02-15T18:10:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:10:50.625-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Pemerintah Mulai Pesimistis</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;a  href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Pemerintah-Mulai-Pesimistis-16022012017019.shtml?Mode=1#"  id="A2"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--ElYYAjQOWY/Tzxlqh-qIzI/AAAAAAAAA8I/nLApX6VP9S4/s1600/16_02_2012_017_019_010-750626.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/--ElYYAjQOWY/Tzxlqh-qIzI/AAAAAAAAA8I/nLApX6VP9S4/s320/16_02_2012_017_019_010-750626.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709550208949035826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="float: left; display: none;" id="divTL"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="float: right;" id="divTR"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--STARTARTICLECONTENT--&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Langkah memotong target pertumbuhan mengindikasikan tidak adanya perencanaan anggaran yang baik oleh pemerintah.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; PERLAMBATAN perekonomian global membuat pemerintah mulai ragu target pertumbuhan ekonomi 2012 sebesar 6,7% bakal tercapai. &lt;p&gt;Rencana pemangkasan target pun dijalankan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menyatakan besarnya koreksi target pertumbuhan ekonomi sedang dihitung dan dikaji. &amp;#8220;Yang pasti, kita akan lakukan koreksi pertumbuhan ekonomi,&amp;#8221; ujarnya seusai rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, kemarin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemangkasan target itu, menurut Agus, setelah melihat pertumbuhan di triwulan III dan triwulan IV tahun lalu yang hanya berkisar 6,5%. &lt;/p&gt; Padahal, penyerapan belanja pemerintah terbesar terjadi pada saat itu. &lt;p&gt;Adapun pada periode yang sama tahun 2009 dan 2010, pertumbuhan ekonomi nasional naik tajam. &amp;#8220;Ini menandakan perekonomian kita juga kena dampak dari krisis global.&lt;br&gt; Jepang, China, dan India telah mengalami perlambatan. Surplus pendapatan mereka menurun tajam. Kita perhatikan kita juga kena,&amp;#8220; ujar Menkeu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Agus menambahkan, dua lembaga multilateral seperti Bank Dunia dan IMF juga telah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkoreksi. Bank Dunia dan IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di kisaran 6,1% dan 6,2%, lebih rendah ketimbang realisasi pertumbuhan tahun lalu yang sebesar 6,5%.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Meski demikian, Agus menyatakan pemangkasan target pertumbuhan tidak akan besar. Pasalnya, ada proyek percepatan pembangunan infrastruktur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Usulan target pertumbuhan akan dibahas bersama DPR saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Anggota Komisi XI DPR Arief Budimanta mengkritik langkah koreksi target pertumbuhan ekonomi 2012. Pasalnya, target pertumbuhan tahun ini terhitung konservatif dan sudah mempertimbangkan dampak krisis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apalagi, lanjutnya, Indonesia mendapatkan penaikan peringkat investasi dari dua lembaga pemeringkat dunia yakni Fitch Rating dan Moody&amp;#8217;s. Itu seharusnya bisa menjadi momentum pendorong investasi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Langkah yang agak aneh jika pemerintah mengoreksi target pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih rendah, di saat Indonesia mendapatkan status investment grade (peringkat layak investasi),&amp;#8221; ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal senada juga dilontarkan pengamat ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut dia, langkah memotong target pertumbuhan mengindikasikan tidak adanya perencanaan anggaran yang baik oleh pemerintah. &lt;/p&gt; Pemerintah terlalu dini mengubah target pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, tidak ada data baru yang mengindikasikan ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. &lt;p&gt;&amp;#8220;Target pertumbuhan ekonomi 6,7% bisa tercapai jika belanja anggaran tepat waktu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini amat bisa tercapai,&amp;#8221; tandas Purbaya. &lt;/p&gt; Berbeda dengan Menkeu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai pencapaian pertumbuhan ekonomi 6,7% masih terbuka. Meski diakuinya pemerintah cukup mengkhawatirkan dampak perlambatan ekonomi global. &amp;#8220;Kita cermati itu tapi kita tentu tidak terlalu buru-buru,&amp;#8221; ujarnya. &lt;p&gt;Hatta menyatakan yang pasti diubah adalah asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) yang saat ini sudah mendekati US$120 per barel. Harga tersebut jauh melebihi asumsi APBN 2012 yang sebesar US$90 per barel. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itulah, pemerintah akan lebih awal membahas APBN-P. &amp;#8220;Patokan ICP sedang dihitung-hitung. Lebih cepat lebih bagus,&amp;#8221; ujar Hatta. (E-1)&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Pemerintah-Mulai-Pesimistis-16022012017019.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Pemerintah-Mulai-Pesimistis-16022012017019.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5576018657548517523?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5576018657548517523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5576018657548517523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5576018657548517523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5576018657548517523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-pemerintah-mulai.html' title='[Koran-Digital] Pemerintah Mulai Pesimistis'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--ElYYAjQOWY/Tzxlqh-qIzI/AAAAAAAAA8I/nLApX6VP9S4/s72-c/16_02_2012_017_019_010-750626.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8317681830325047936</id><published>2012-02-15T18:04:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:05:21.129-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Mukhaer Pakkanna : Tanah dan Buruh, Faktor Produksi?</title><content type='html'>Tanah dan Buruh, Faktor Produksi?&lt;br&gt;Mukhaer Pakkanna Rektor STIE Ahmad Dahlan Jakarta&lt;p&gt;MERUYAKNYA sengketa tanah di pelbagai wilayah di Tanah Air (Mesuji, &lt;br&gt;Sape-Bima, Sidomulyo Lampung, Sei Sodong Sumatra Selatan, dan &lt;br&gt;seterusnya), serta meletusnya demonstrasi masif buruh di Bekasi dan &lt;br&gt;Tangerang menuntut peningkatan upah dan kesejahteraan, kian menegaskan &lt;br&gt;persoalan bahwa tanah dan buruh memiliki nilai-nilai spesifik (specific &lt;br&gt;values). Mereka tidak semata sebagai faktor produksi-galibnya dalam &lt;br&gt;neo-classical theorem. Tanah dan buruh sejatinya memiliki nilai-nilai &lt;br&gt;intrinsik, berupa nilai kemanusiaan, kultural, dan sosial.&lt;br&gt;Lantas, mengapa kita selalu dirundung konflik tanah dan demonstrasi &lt;br&gt;buruh, yang nyaris tidak berkesudahan?&lt;br&gt;Tanah memiliki makna historis dan kultural. Historis karena merupakan &lt;br&gt;warisan leluhur yang sifatnya turuntemurun. Ia ada, tidak sertamerta, &lt;br&gt;tapi bersifat kontinu.&lt;br&gt;Tanah merupakan hasil jerih payah, pada eksistensinya terekam makna &lt;br&gt;suka-duka sehingga ia berfungsi secara kultural. Tanah bahkan memiliki &lt;br&gt;makna sakramental sehingga jika terjadi perampasan hak ulayat tanah oleh &lt;br&gt;pemilik modal kakap dan penguasa, darah atau kematian jawabannya.&lt;p&gt;Demikian juga soal buruh.&lt;br&gt;Mereka tidak sekadar manusia tanpa hati, akal, dan nurani.&lt;br&gt;Buruh adalah manusia biasa yang memiliki makna rekam emosi, &lt;br&gt;spiritualitas, kognitif, dan material. Karena itu, tatkala kewajiban &lt;br&gt;sudah ditunaikan, sangat pantas jika mereka menuntut hak masing-masing.&lt;br&gt;Kewajiban mereka telah memberi kontribusi maksimal bagi kemajuan pemodal &lt;br&gt;kakap.&lt;p&gt;Tidak mengherankan jika `prestasi&amp;#39; peningkatan kekayaan pemodal kakap &lt;br&gt;itu telah menempatkan Indonesia di posisi ketiga di Asia dan posisi &lt;br&gt;ke-14 di dunia sebagai negara kontributor tertinggi bagi pertumbuhan &lt;br&gt;kekayaan dunia.&lt;br&gt;Dengan mengonfirmasi data Credit Suisse Research Institute (2011), dalam &lt;br&gt;kurun 1,5 tahun kenaikan kekayaan orang Indonesia ditaksir mencapai &lt;br&gt;US$420 miliar atau sekitar Rp3.738 triliun. Buruh jelas memberi andil &lt;br&gt;luar biasa terhadap pertumbuhan kekayaan pemilik modal tersebut.&lt;br&gt;Faktor produksi Berdasarkan teorema dasar ilmu ekonomi neoklasik, tanah &lt;br&gt;dan buruh ditempatkan sebagai faktor produksi. Me reka ditempatkan &lt;br&gt;sebanding dengan modal uang, teknologi, i informasi, dan kewirausahaan.&lt;br&gt;D Dalam proses produksi, teorema tersebut kerap menempatkan pemodal &lt;br&gt;kakap sebagai pemilik dan penguasa faktor produksi. Pemodal memiliki &lt;br&gt;fungsi determinan. Pemaksimalan keuntungan menjadi tujuan utama. Apa pun &lt;br&gt;yang terjadi, ongkos produksi harus ditekan untuk memperoleh keuntungan &lt;br&gt;maksimal.&lt;p&gt;Tanah dianggap given oleh David Ricardo (1772-1823). Demikian pula oleh &lt;br&gt;JH von Thunen (1780-1850), perbedaan tinggi rendahnya sewa tanah akibat &lt;br&gt;perbedaan letak terhadap pasar. Kian dekat letak tanah dengan pasar &lt;br&gt;produk yang dihasilkan akan menekan atau mengurangi biaya angkut ke &lt;br&gt;pasar. Akibatnya, sewa tanah tersebut relatif lebih tinggi daripada &lt;br&gt;tanah yang letaknya lebih jauh dari pasar. bih jauh dari pas Demikian &lt;br&gt;juga soal buruh, e ko n o m i neoklasik menempatkan patka upah yang dite &lt;br&gt;rima buruh sebesar nilai marjinal dari faktor produksi dalam rangka &lt;br&gt;memaksimalkan keuntungan.&lt;p&gt;Artinya, tanah dan buruh benar-benar diposisikan dalam konteks tanpa makna.&lt;p&gt;Tidak meng herankan jika paradigma neoklasik yang menjadi `arus utama&amp;#39; &lt;br&gt;pemikiran dan kebijakan ekonomi global serta nasional mengeksploitasi &lt;br&gt;tanah dan buruh tanpa melirik aspek historis, kultural, dan sakramental &lt;br&gt;yang inheren. Kebijakan ekonomi pun menempatkan pemilik modal kakap &lt;br&gt;sebagai pemilik dan penguasa proses produksi pada posisi terhormat. In &lt;br&gt;vestor besar dibujuk rayu, diberi privi lese, dan digelar `karpet merah&amp;#39; &lt;br&gt;da lam rangka men dongkrak peneri maan asli daerah (PAD) tanpa me &lt;br&gt;nimbang efek lingkungan, sosial, dan budaya. Per selingkuhan pen guasa &lt;br&gt;dan pengu saha kerap men jadi cerita klasik.&lt;p&gt;Itu justru menjadi biang pemicu yang melatari pelbagai kericuhan serta &lt;br&gt;konflik tanah dan buruh hingga detik ini.&lt;p&gt;Negara kerap tidak netral dalam memfasilitasi domain proses produksi &lt;br&gt;antara pemilik dan faktor produksi (buruh dan tanah). Negara kerap &lt;br&gt;berasumsi domain itu bersifat internal (mikroekonomi). Akhirnya, negara &lt;br&gt;abai melakukan tindakan preventif. Tatkala kasus tanah atau konflik &lt;br&gt;agraria meletus, negara baru tersentak dan `sadar&amp;#39;. Demikian juga &lt;br&gt;tatkala buruh demonstrasi secara masif, negara baru terlibat untuk &lt;br&gt;memediasi. Kebijakan negara tampaknya tidak permanen, sekadar `tambal &lt;br&gt;sulam&amp;#39;.&lt;br&gt;Negara bandit Sebagai bagian dari masalah, negara melalui aparat &lt;br&gt;birokrasinya mandul menciptakan negara yang sejahtera. Secara &lt;br&gt;terang-benderang terlihat, negara sendiri telah menginterupsi bahkan &lt;br&gt;menyubversi cita-cita negara yang tertuang dalam amanat konstitusi ekonomi.&lt;br&gt;Negara tidak pernah `siuman&amp;#39; melihat eksploitasi yang dilakukan pemodal &lt;br&gt;raksasa terhadap rakyat.&lt;p&gt;Lahan dan keringat buruh dijarah demi proses produksi kapitalis. Kita &lt;br&gt;akhirnya terjerembab di `negara bandit&amp;#39;.&lt;br&gt;Kata Lowrie dalam Swasono (2010), Indonesia dirampok para herrenvolker, &lt;br&gt;bangsabangsa adidaya ekonomi yang menggandeng liberalisasi dan komprador &lt;br&gt;domestiknya dan dengan gampang menjarah kekayaan dan buruh kita.&lt;p&gt;Negara telah meninggalkan amanat konstitusi ekonomi yang sejatinya &lt;br&gt;dibangun dalam kebersamaan. Konstitusi ekonomi kita menjamin kemakmuran &lt;br&gt;bersama, kepen tingan masyarakat lebih utama daripada kepentingan &lt;br&gt;orangseorang, hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara untuk &lt;br&gt;menjamin kesejahteraan bersama seluruh rakyat.&lt;br&gt;Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dikuasai oleh negara &lt;br&gt;untuk menjamin keselamatan bangsa dan negara dan untuk memperkukuh &lt;br&gt;ketahanan nasional. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di &lt;br&gt;dalamnya (sebagai pokok-pokok kehidupan dan kemakmuran rakyat) harus &lt;br&gt;dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan untuk sebesarbesar kemakmuran bersama.&lt;p&gt;Sayang, doktrin itu lenyap di bangku-bangku perkuliahan.&lt;br&gt;Itu hanya formalitas dan eklektik karena doktrin liberalisme neoklasik &lt;br&gt;`lebih seksi&amp;#39;. Karena itu, perlu kita luruskan kembali pemahaman para &lt;br&gt;akademisi dan pengambil kebijakan, apa makna sesungguhnya dari &lt;br&gt;konstitusi ekonomi itu?&lt;br&gt;Di tingkat teknis, perlu segera dilakukan dialog keseteraan antara &lt;br&gt;rakyat, pemerintah, dan pemodal kakap. Diperlukan dialog yang `tiada &lt;br&gt;dusta di antara kita&amp;#39; dalam menyelesaikan kekisruhan sengketa lahan dan &lt;br&gt;upah buruh yang lebih permanen. Dalam konteks lahan, program sertifikasi &lt;br&gt;tanah yang menjadi janji `muluk-muluk&amp;#39; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono &lt;br&gt;harus segera direalisasikan sesuai dengan amanat Undang-Undang Pokok &lt;br&gt;Agraria (UUPA). Hal itu sejurus dengan ungkapan Hernando de Soto (1989), &lt;br&gt;rakyat miskin akan bisa diberdayakan jika program redistribusi dan &lt;br&gt;sertifikasi lahan terus digalakkan.&lt;p&gt;&lt;a href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Tanah-dan-Buruh-Faktor-Produksi-16022012012003.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Tanah-dan-Buruh-Faktor-Produksi-16022012012003.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8317681830325047936?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8317681830325047936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8317681830325047936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8317681830325047936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8317681830325047936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-mukhaer-pakkanna-tanah.html' title='[Koran-Digital] Mukhaer Pakkanna : Tanah dan Buruh, Faktor Produksi?'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-637863543570963215</id><published>2012-02-15T17:55:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T17:55:42.712-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Survei Sebut Jakarta Ingin Dipimpin Militer</title><content type='html'>&lt;font face="Book Antiqua"&gt;Ada komentar Bung Faisal?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Selamat berjuang...&lt;/font&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Sutiyoso mengatakan kepemimpinan militer diperlukan untuk menghadapi kompleksitas masalah Jakarta. Hasil survei juga menunjukkan bakal calon gubernur dari unsur militer memiliki tingkat elektabilitas lebih tinggi jika dibandingkan dengan calon dari sipil."&lt;br&gt; HASIL survei Pusat Kajian Pemba ngunan Sosial dan Politik Indonesia (Pusbangpospol) menunjukkan 32,5% warga DKI Jakarta menginginkan kombinasi militer-sipil untuk memimpin Ibu Kota. Bahkan bila dibalik, yakni sipil-militer, jumlah yang memilih militer tetap lebih tinggi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;#8220;Dari 1.000 warga yang dijadikan responden, 325 warga mengharapkan militer-sipil yang menjadi gubernur dan wakil gubernur. Hanya 18,5% yang tetap memilih sipil-militer,&amp;#8220; papar Direktur Riset Pusbangpospol Heriansyah di Gedung Joeang `45, Menteng, Jakarta, kemarin.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Adapun kombinasi sipil-sipil dikehendaki 11,3%, sedangkan kombinasi militer-militer hanya 3,6%. Sisanya sebanyak 34,1% tidak menjawab.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Survei menggunakan metode cluster. Setiap kota madya di DKI Jakarta dianggap satu cluster. Survei dilakukan pada 1-7 Februari 2012 dengan menggunakan metode deskriptif.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Hasil survei juga menunjukkan bakal calon gubernur dari unsur militer memiliki tingkat elektabilitas lebih tinggi jika dibandingkan dengan calon dari sipil.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;#8220;Yang mengejutkan, tingkat elektabilitas tertinggi diraih mantan marinir bintang tiga Nono Sampono dengan poin 16,4%. Dilanjutkan dengan Nachrowi Ramli 13,5% dan Prijanto 9,7% yang lagi-lagi dari militer,&amp;#8220; ucapnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Hasil survei juga menunjukkan bakal calon gubernur dari kalangan militer memiliki tingkat akseptabilitas yang cukup tinggi. Prijanto, misalnya, menempati poin tertinggi akseptabilitas sebesar 19,5%.&lt;br&gt; Nono Sampono mengikutinya dengan poin 17,9%. Adapun Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo hanya menempati urutan ketiga dengan 12,3%. &amp;#8220;Untuk Prijanto, memang ada poin merasa dizalimi yang membuat masyarakat jauh lebih menerima Prijanto ketimbang Foke,&amp;#8220; jelasnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mantan Gubernur DKI Sutiyoso mengatakan kepemimpinan militer diperlukan untuk menghadapi kompleksitas masalah Jakarta. Gubernur mendatang, imbuhnya, harus dapat mengatur kota yang hanya seluas 650 km2 yang ditinggali 10 juta penduduk multietnik, agama, serta status sosial. &amp;#8220;Artinya, Jakarta rawan konflik. Belum lagi Kota Jakarta yang multifungsi dari pemerintahan, ekonomi, pelajar, sampai wisata,&amp;#8220; ujar Sutiyoso. Kurang dikenal Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Tjipta Lesmana, mengatakan banyak bakal calon gubernur DKI yang berlatar belakang militer masih belum dikenal masyarakat. &amp;#8220;Coba tanya warga Jakarta, siapa yang kenal dengan Nono Sampono atau Hendardji Supandji?&lt;br&gt; Prijanto populer karena kasus penzaliman, kalau Nachrowi ketua DPP partai terbesar di Jakarta,&amp;#8220; ujarnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Di sisi lain, pakar politik Universitas Indonesia Iberamsjah mengatakan popularitas tidak berdampak langsung pada elektabilitas. Iberamsjah mencontohkan Amien Rais yang populer, tapi faktanya elektabilitasnya hanya 13% saat pemilu presiden.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;#8220;Yang jelas, calon gubernur unsur militer ini harus punya kendaraan politik, partai pendukung. Apalagi angka pemilih mengambang di Jakarta masih tinggi yakni 36,4%,&amp;#8220; tandasnya.&lt;br&gt; (J-3) &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Survei-Sebut-Jakarta-Ingin-Dipimpin-Militer-16022012006003.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Survei-Sebut-Jakarta-Ingin-Dipimpin-Militer-16022012006003.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-637863543570963215?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/637863543570963215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=637863543570963215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/637863543570963215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/637863543570963215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-survei-sebut-jakarta.html' title='[Koran-Digital] Survei Sebut Jakarta Ingin Dipimpin Militer'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-591370677457151850</id><published>2012-02-15T17:41:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T17:42:22.935-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Nazaruddin Mengaku Disuruh Anas</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Permai Group menggelontorkan ratusan miliar rupiah dari commitment fee proyek pemerintah untuk membeli saham. Kalau intelektualnya rendah, mudah tergoda untuk melakukan korupsi. Orang yang tidak punya skill akan menjadikan parpol sebagai mata pencaharian.'' Bima Arya Ketua DPP PAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; TERDAKWA dugaan suap pembangunan Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai inisiator pembelian saham PT Garuda Indonesia. &lt;p&gt;Ia mengaku disuruh Anas untuk membeli saham itu menggunakan uang commitment fee dari proyek Wisma Atlet. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Anas itu bos Permai Group. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu itu saya disuruh Anas untuk menghubungi Munadi Herlambang (Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga Partai Demokrat) dan Harry Supoyo (Direktur Utama Mandiri Sekuritas). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya langsung menghubungi mereka untuk membicarakan pembelian saham itu,&amp;#8221; tutur Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kasus itu, Nazaruddin sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan pencucian uang. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu diduga telah menggunakan uang hasil korupsi dalam proyek Wisma Atlet untuk membeli saham PT Garuda Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Saya itu cuma anak buah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anas itu pemilik Permai Group,&amp;#8221; tegas Nazaruddin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, setelah disuruh Anas, dirinya langsung menemui Munadi. Di pertemuan itu Munadi menceritakan adanya rencana Mandiri Sekuritas meminjam uang dari Permai Group untuk membeli saham PT Garuda Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Keterangan Munadi itu langsung saya kon&amp;#64257; rmasi ke Anas dan dia membenarkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mandiri Sekuritas memang mau pinjam uang,&amp;#8221; ujar Nazaruddin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan pengakuan Wakil Direktur Keuangan Permai Group di persidangan tipikor sebelumnya, perusahaan itu menggelontorkan dana hingga Rp300,8 miliar untuk membeli 4,448 juta lembar saham perdana PT Garuda Indonesia. Pembelian saham tersebut menggunakan keuntungan yang diperoleh Permai Group dari &lt;/p&gt; pengerjaan proyek-proyek milik pemerintah. &lt;p&gt; &amp;#8220;Apa kelanjutan kasus itu, silakan Anda tanya ke KPK,&amp;#8220; pungkas Nazaruddin.&lt;br&gt; Intelektual rendah Di kesempatan terpisah, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya mengatakan kalangan politisi sangat rentan dan berpotensi terlibat dalam kasus korupsi.&lt;br&gt; Potensi korupsi akan semakin tinggi saat seorang politikus memiliki intelektual rendah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Sebagian besar terjadi transaksi di dalam partai politik. Kalau intelektualnya rendah, mudah tergoda untuk melakukan korupsi. Orang yang tidak punya skill akan menjadikan kerja parpol sebagai mata pencaharian, bukan pengabdian,&amp;#8220; ungkapnya dalam diskusi Gerakan Mahasiswa dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia, di Jakarta, kemarin. Karena itu, sambungnya, kader yang dibutuhkan parpol saat ini ialah orang-orang yang punya intelektual tinggi.&lt;br&gt; Dengan modal sumber daya manusia yang intelektual, itu akan memodernisasi parpol yang hingga saat ini masih dinilai negatif oleh masyarakat.&lt;/p&gt; &amp;#8220; K a r e n a i t u s ay a m e nyayangkan sikap LSM dan media massa yang kerap menakut-nakuti orang untuk masuk parpol. Akibatnya tak ada mahasiswa dan orangorang yang punya kompetensi berminat masuk partai,&amp;#8220; kata Bima. (Ant/*/P-2)&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Nazaruddin-Mengaku-Disuruh-Anas-16022012003004.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Nazaruddin-Mengaku-Disuruh-Anas-16022012003004.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-591370677457151850?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/591370677457151850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=591370677457151850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/591370677457151850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/591370677457151850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-nazaruddin-mengaku.html' title='[Koran-Digital] Nazaruddin Mengaku Disuruh Anas'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6217683934088130757</id><published>2012-02-15T17:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T17:36:33.072-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] EDITORIAL Setelah KPK Membongkar Banggar</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Publik berhak tahu, apakah hanya Wa Ode yang disangkakan memainkan anggaran atau ada petinggi lain di banggar yang lebih kejam menggasak uang rakyat.'' &lt;br&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; SUDAH sepekan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja anggota dan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR. Namun, hingga kini, hasil penggeledahan itu belum secuil pun muncul ke publik. &lt;p&gt; Langkah penyidik KPK mencari dokumen dengan mengobok-obok ruang kerja anggota dan pimpinan banggar pada Jumat (10/2) jelas bukan kerja main-main. Itulah bagian penting untuk mengungkap dugaan korupsi di lembaga terhormat tersebut. Dugaan itu selama ini ibarat angin, bisa dirasakan, tetapi sulit di buktikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Langkah KPK pun tak sia-sia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama 7 jam menyisir ruang kerja banggar, para penyidik KPK mengangkut bertumpuk dokumen baik hard copy mau pun soft copy. Tentu, teramat banyak petunjuk yang diraup untuk membuktikan adanya penggarongan uang negara di sana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kita patut mengapresiasi kerja keras KPK. Namun, se mua itu masih jauh dari cu kup. Tidak ada artinya jika do kumen yang sudah disita disimpan begitu saja. Tak ada artinya pula kalau hasil penye lidikan terhadap seabrek data g dalam. cuma untuk kalangan orang dalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Adanya dugaan praktik korupsi di Banggar DPR bukanlah tanpa alasan. Anggota banggar, Wa Ode Nurhayati, blak-blakan mengakui bahwa mafia anggaran memang gentayangan di badan tersebut. Itu pengakuan yang berani, meski akhirnya ia harus menjadi pesakitan dengan status tersangka kasus dugaan suap dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah 2011.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Posisi Banggar DPR sungguh vital di negeri ini. Ia ibarat jantung yang menentukan detak dan gerak pembangunan lantaran berwenang menentukan besaran anggaran proyek.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Permufakatan jahat di banggar tidak hanya bisa mengakali alokasi anggaran sehingga terjadi dislokasi anggaran, tetapi juga bisa menggiring anggaran masuk ke kantong sendiri, kelompok, bahkan partai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Karena itulah kita mendesak KPK benar-benar total menangani kasus tersebut. Segera umumkan hasil penyelidikan dokumen yang didapat dari ruang kerja anggota dan pimpinan banggar itu. Jangan terlalu lama menyimpan karena bisa raib, hilang, dan lenyap kemudian tidak bisa menjadi fakta hukum.&lt;/p&gt; Publik berhak tahu, apakah hanya Wa Ode yang disangkakan memainkan anggaran atau ada petinggi lain di banggar yang lebih kejam menggasak uang rakyat? Publik juga bertanya, apakah penyelewengan anggaran hanya mengalir ke kantong perorangan anggota dewan atau juga mengalir ke partai politik untuk menggendutkan pundi-pundi partai?&lt;br&gt; KPK gesit menetapkan Wa Ode, yang mengungkap kebusukan para koleganya, menjadi tersangka. Mestinya, KPK juga lebih sigap menindak para mafia yang masih leluasa berkeliaran.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/EDITORIAL-Setelah-KPK-Membongkar-Banggar-16022012001033.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/EDITORIAL-Setelah-KPK-Membongkar-Banggar-16022012001033.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6217683934088130757?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6217683934088130757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6217683934088130757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6217683934088130757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6217683934088130757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-editorial-setelah-kpk.html' title='[Koran-Digital] EDITORIAL Setelah KPK Membongkar Banggar'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-147598697308748036</id><published>2012-02-15T17:30:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T17:31:06.389-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] JANEDJRI M GAFFAR: Perubahan Konstitusi</title><content type='html'>Perubahan Konstitusi PDF Print&lt;br&gt;Thursday, 16 February 2012&lt;br&gt;Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia telah &lt;br&gt;mengalami perubahan signifikan dan mendasar pada awal &lt;br&gt;reformasi.Perubahan UUD 1945 pada era reformasi memang belum cukup lama &lt;br&gt;dilakukan,namun sudah ada pendapat yang memandang perubahan perlu &lt;br&gt;dilakukan kembali.&lt;p&gt;Pendapat tersebut merupakan hal yang wajar karena sebagai hasil karya &lt;br&gt;manusia tentu tidak lepas dari kelemahan atau kekurangan baik yang &lt;br&gt;terjadi karena ketidaksempurnaan manusia itu sendiri maupun sebagai &lt;br&gt;konsekuensi dari sistem yang dipilih. Selain itu, perubahan konstitusi &lt;br&gt;juga menjadi kewajaran karena masyarakat memang senantiasa berkembang.&lt;p&gt;Ketika teks konstitusi dan konteksnya tidak lagi mampu mewadahi &lt;br&gt;perkembangan masyarakat, perubahan pun diperlukan. Dari sisi politik, &lt;br&gt;konstitusi merupakan resultan dari berbagai kekuatan politik, ekonomi, &lt;br&gt;dan sosial yang terjadi pada saat pembentukan nya. Pada saat berbagai &lt;br&gt;kekuatan itu mengalami perubahan besar, tentu dapat mendorong adanya &lt;br&gt;perubahan konstitusi yang mengatur tatanan dasar kehidupan berbangsa dan &lt;br&gt;bernegara. Perubahan ini dapat terjadi, baik secara formal maupun &lt;br&gt;melalui putusan hakim dan kebiasaan ketatanegaraan. Perubahan formal &lt;br&gt;adalah perubahan terhadap teks konstitusi dengan prosedur yang diatur di &lt;br&gt;dalam konstitusi itu sendiri.&lt;p&gt;Konstitusi Rigid&lt;p&gt;Konstitusi sebagai hukum tertinggi (supreme law of the land) tentu &lt;br&gt;diharapkan berlaku dalam jangka waktu panjang dan tidak mudah usang &lt;br&gt;dihadapkan dengan perkembangan masyarakat. Karena itu, mayoritas &lt;br&gt;konstitusi negara di dunia bersifat kaku atau rigid, yaitu tidak mudah &lt;br&gt;diubah. Konstitusi mengatur cara perubahan konstitusi melalui berbagai &lt;br&gt;mekanisme khusus yang berbeda dengan perubahan undang-undang biasa.&lt;p&gt;Ketentuan cara perubahan yang lebih sulit dari pembentukan hukum biasa &lt;br&gt;dimaksudkan agar perubahan konstitusi dilakukan dengan pertimbangan yang &lt;br&gt;benar-benar matang, bukan pertimbangan sederhana apalagi hanya karena &lt;br&gt;keinginan atau kepentingan kelompok tertentu. Mekanisme khusus juga &lt;br&gt;dimaksudkan agar dalam proses perubahan konstitusi memberikan ruang dan &lt;br&gt;waktu yang memadai bagi rakyat untuk menyampaikan pandangan dan terlibat &lt;br&gt;dalam diskursus publik.&lt;p&gt;Dengan demikian, konstitusi akan benar-benar terwujud sebagai &lt;br&gt;kesepakatan bersama seluruh rakyat, bukan produk elite politik semata. &lt;br&gt;Karena itu, usulan perubahan konstitusi harus dilandasi oleh pemikiran &lt;br&gt;mendasar dan penting. Pemikiran mendasar dimaksudkan bahwa perubahan &lt;br&gt;tersebut dilandasi oleh perubahan mendasar yang terjadi di masyarakat &lt;br&gt;atau perubahan tersebut benar-benar dibutuhkan untuk memperbaharui &lt;br&gt;tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.Perubahan juga harus bersifat &lt;br&gt;penting, artinya tidak ada jalan lain yang dapat dilakukan selain &lt;br&gt;melalui perubahan secara formal.&lt;p&gt;Mekanisme Perubahan&lt;p&gt;Salah satu ketentuan yang diubah dalam Perubahan UUD 1945 pada 1999–2002 &lt;br&gt;adalah ketentuan tentang perubahan yang diatur dalam Pasal 37. Perubahan &lt;br&gt;Pasal 37 UUD 1945 membawa konsekuensi sifat rigid UUD 1945 semakin kuat &lt;br&gt;karena syarat persetujuan yang lebih berat serta ada pembatasan terhadap &lt;br&gt;materi perubahan. Ketentuan Pasal 37 UUD 1945 sebelum perubahan hanya &lt;br&gt;mengatur tentang jumlah kuorum dan suara yang dibutuhkan untuk mengubah &lt;br&gt;Undang-Undang Dasar.&lt;p&gt;Ditentukan bahwa untuk mengubah UUD sekurang-kurangnya 2/3 anggota MPR &lt;br&gt;harus hadir dan putusan harus disetujui sekurang-kurangnya 2/3 dari &lt;br&gt;jumlah anggota yang hadir.Ketentuan tersebut cukup mudah karena tidak &lt;br&gt;mengatur tentang mekanisme dan pembatasan perubahan, serta pada akhirnya &lt;br&gt;cukup disetujui oleh 2/3 dari 2/3 anggota MPR yang berarti kurang dari &lt;br&gt;setengah anggota MPR.&lt;p&gt;Perubahan Pasal 37 menentukan mekanisme yang lebih rinci, persyaratan &lt;br&gt;yang lebih ketat, serta pembatasan materi perubahan.Mekanisme perubahan &lt;br&gt;diatur tidak hanya melalui sidang MPR untuk mengambil putusan, tapi juga &lt;br&gt;persyaratan pengajuan usul perubahan. Pasal 37 ayat (1) menyatakan usul &lt;br&gt;perubahan pasal-pasal UUD 1945 hanya dapat diagendakan dalam sidang MPR &lt;br&gt;jika diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota MPR.&lt;p&gt;Pengajuan usul itu harus dilakukan secara tertulis dan jelas bagian yang &lt;br&gt;diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Jika dibandingkan dengan &lt;br&gt;ketentuan sebelum perubahan, ketentuan Pasal 37 UUD 1945 pascaperubahan &lt;br&gt;juga mengatur mekanisme pengambilan putusan yang lebih ketat. MPR hanya &lt;br&gt;dapat bersidang untuk membahas dan mengambil putusan terkait perubahan &lt;br&gt;UUD 1945 jika dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR.&lt;p&gt;Jika sebelum perubahan ditentukan bahwa putusan mengubah UUD 1945 &lt;br&gt;dilakukan dengan persetujuan 2/3 dari anggota yang hadir,Pasal 37 UUD &lt;br&gt;1945 setelah perubahan mensyaratkan lebih berat yaitu harus disetujui &lt;br&gt;oleh sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dari seluruh &lt;br&gt;anggota MPR.&lt;p&gt;Batasan Perubahan&lt;p&gt;Selain mekanisme dan persyaratan yang lebih ketat,UUD 1945 &lt;br&gt;pascaperubahan juga menentukan batasan terhadap perubahan yang dapat &lt;br&gt;dilakukan. Pasal 37 ayat (5) secara tegas bahwa mengenai bentuk Negara &lt;br&gt;Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.Ketentuan &lt;br&gt;ini mengandung arti bahwa dua prinsip dasar negara tidak dapat diubah &lt;br&gt;yaitu bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik.&lt;p&gt;Batasan lain dituangkan dalam kata &amp;quot;pasal-pasal&amp;quot;yang selalu mengikuti &lt;br&gt;kata &amp;quot;perubahan&amp;quot; yang diatur dalam Pasal 37. Kata &amp;quot;pasal-pasal&amp;quot; tersebut &lt;br&gt;lahir berdasarkan kesepakatan bersama para perumus perubahan UUD 1945 &lt;br&gt;yang meyakini bahwa Pembukaan UUD 1945 merupakan dokumen pernyataan &lt;br&gt;kemerdekaan yang melandasi berdirinya negara Indonesia. Karena itu, &lt;br&gt;Pembukaan UUD 1945 tidak dapat diubah karena mengubahnya berarti &lt;br&gt;membubarkan negara Indonesia.&lt;p&gt;Pemahaman kedudukan dan sifat Pembukaan UUD 1945 dituangkan dalam pasal &lt;br&gt;perubahan dengan menegaskan bahwa usul perubahan dan putusan yang &lt;br&gt;dilakukan sebatas pada &amp;quot;pasal-pasal&amp;quot; dan tidak mencakup Pembukaan.Dengan &lt;br&gt;sendirinya prinsip-prinsip dasar yang terkait tujuan nasional dan dasar &lt;br&gt;negara Pancasila juga tidak dapat diubah.&lt;p&gt;JANEDJRI M GAFFAR&lt;br&gt;Sekretaris Jenderal&lt;br&gt;Mahkamah Konstitusi RI&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469925/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469925/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-147598697308748036?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/147598697308748036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=147598697308748036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/147598697308748036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/147598697308748036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-janedjri-m-gaffar.html' title='[Koran-Digital] JANEDJRI M GAFFAR: Perubahan Konstitusi'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-684260734469800547</id><published>2012-02-15T17:28:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T17:29:14.716-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] TAJUK,Pansel DK OJK Jangan Kecolongan</title><content type='html'>TAJUK,Pansel DK OJK Jangan Kecolongan        PDF         Print&lt;br&gt;Thursday, 16 February 2012&lt;br&gt;Di luar dugaan,peminat untuk menjabat Dewan Komisioner (DK) Otoritas &lt;br&gt;Jasa Keuangan (OJK) ternyata membeludak. Berdasarkan data dari Panitia &lt;br&gt;Seleksi (Pansel) DK OJK, tercatat 290 orang yang memasukkan berkas &lt;br&gt;hingga penutupan pendaftaran kemarin.&lt;p&gt;Hal ini berarti pansel yang diketuai Menteri Keuangan Agus Martowardojo &lt;br&gt;itu sangat berpeluang menyeleksi calon DK OJK terbaik dari yang terbaik. &lt;br&gt;Padahal sepekan sebelum penutupan pendaftaran, pansel baru menerima lima &lt;br&gt;pendaftar sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran terpenuhinya kuota DK &lt;br&gt;yang berjumlah sembilan orang. Dari 290 pendaftar tersebut muncul &lt;br&gt;beragama profesi mulai dari bankir, pelaku industri asuransi, pejabat di &lt;br&gt;bidang ekonomi, hingga pengamat ekonomi.&lt;p&gt;Namun,di antara beragam profesi itu, pendaftar calon DK OJK didominasi &lt;br&gt;oleh bankir.Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) mengakui &lt;br&gt;telah merekomendasikan beberapa nama untuk menakhodai OJK di antaranya &lt;br&gt;Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi, Mantan Direktur Utama &lt;br&gt;Peter B Stok, dan Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia Umar Djuoro.&lt;p&gt;Sementara itu,kader terbaik dari pelaku industri asuransi tidak tinggal &lt;br&gt;diam. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) merekomendasi lima orang. &lt;br&gt;Beberapa nama yang selama ini tak asing lagi di telinga publik juga &lt;br&gt;turut bertarung memperebutkan kursi DK lembaga yang kelahirannya &lt;br&gt;diwarnai pro-kontra yang tajam antara Kementerian Keuangan dan Bank &lt;br&gt;Indonesia.&lt;p&gt;Pada hari terakhir pendaftaran muncul nama Mantan Ketua Pusat Pelaporan &lt;br&gt;Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein dan pengamat pasar &lt;br&gt;modal Yanuar Rizki. Yanuar, kelahiran tahun 1973 itu, mengklaim sebagai &lt;br&gt;wakil generasi muda. Pria yang terkenal vokal mengkritisi berbagai &lt;br&gt;kebijakan ekonomi terutama yang berkaitan dengan pasar modal ini mengaku &lt;br&gt;bisa menjaga integritas dan independensi adalah modal utama untuk &lt;br&gt;melayarkan OJK.&lt;p&gt;Pengamat ekonomi dari INDEF Imam Sugema juga tidak melepaskan kesempatan &lt;br&gt;untuk menjadi calon pejabat OJK yang mengantongi nomor urut pendaftaran &lt;br&gt;161. Selama ini Imam dikenal sebagai pengamat ekonomi yang tidak hanya &lt;br&gt;mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah,tetapi juga mengajukan solusi. &lt;br&gt;Bagi calon, perjalanan untuk menduduki kursi DK masih panjang. Pertama, &lt;br&gt;harus lolos seleksi administrasi yang akan diumumkan pada 20 Februari &lt;br&gt;mendatang.&lt;p&gt;Kedua, calon yang lolos seleksi administrasi akan memasuki seleksi &lt;br&gt;kapabilitas yang dijadwalkan pada akhir Februari.Ketiga,seleksi &lt;br&gt;berikutnya adalah tes kesehatan pada awal Maret.Keempat, seleksi &lt;br&gt;kompetensi pada pertengahan Maret.Pada akhir Maret,pansel sudah &lt;br&gt;mendapatkan 21 nama yang akan diajukan kepada Presiden. Kita berharap &lt;br&gt;proses seleksi calon pimpinan OJK berlangsung transparan.&lt;p&gt;Rekam jejak setiap calon harus diteliti dengan sangat serius jangan &lt;br&gt;sampai pansel kecolongan. Persoalan integritas, independensi, dan &lt;br&gt;profesionalitas setiap calon jangan sampai terabaikan. Karena itu, &lt;br&gt;pansel harus merespons tawaran dari PPATK untuk menelusuri transaksi &lt;br&gt;keuangan setiap calon DK OJK.Transaksi keuangan setiap calon yang &lt;br&gt;mencurigakan adalah sebuah pintu utama untuk menelusuri sejauh mana &lt;br&gt;rekam jejak sang calon.&lt;p&gt;Selain itu, berdasarkan Undang-Undang No 21 Tahun 2011 tentang OJK yang &lt;br&gt;disahkan DPR pada akhir Oktober tahun lalu,di sebuah lembaga independen &lt;br&gt;dengan sembilan DK yang bersifat kolektif kolegial ada dua anggota &lt;br&gt;sebagai perwakilan ex-officio dari Kementerian Keuangan dan Bank &lt;br&gt;Indonesia. Maka itu,DK selayaknya terpilih bebas dari unsur partai &lt;br&gt;politik meski hal itu bukan persoalan yang gampang untuk memisahkan&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469923/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469923/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-684260734469800547?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/684260734469800547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=684260734469800547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/684260734469800547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/684260734469800547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-tajukpansel-dk-ojk-jangan.html' title='[Koran-Digital] TAJUK,Pansel DK OJK Jangan Kecolongan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6009133325687415406</id><published>2012-02-15T17:27:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T17:27:54.535-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SUARA MAHASISWA: Cara Instan ala Dikti</title><content type='html'>Cara Instan ala Dikti PDF Print&lt;br&gt;Thursday, 16 February 2012&lt;br&gt;Surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) &lt;br&gt;bertanggal 27 Januari 2012 tentang publikasi karya ilmiah untuk &lt;br&gt;mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 sebagai syarat kelulusan akhir-akhir ini &lt;br&gt;menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa dan akademisi, ada &lt;br&gt;yang mendukung ada pula yang menolaknya.&lt;p&gt;Argumen yang mendukung kebijakan tersebut mengatakan bahwa cara tersebut &lt;br&gt;akan sangat efektif untuk meningkatkan kualitas lulusan universitas dan &lt;br&gt;mendongkrak jumlah karya tulis ilmiah kita yang saat ini tertinggal jauh &lt;br&gt;dari negaranegara tetangga, khususnya di kawasan ASEAN. Lalu ada pula &lt;br&gt;argumen tandingan yang mengatakan bahwa kebijakan Dirjen Dikti ini tidak &lt;br&gt;realistis dan terburu-buru karena mengabaikan realitas kondisi &lt;br&gt;pendidikan tinggi di Indonesia.&lt;p&gt;Terlepas dari pro dan kontra yang saat ini tengah berkembang luas,saya &lt;br&gt;berpandangan bahwa cara ini bukan mengatasi persoalan, sebaliknya &lt;br&gt;menambah persoalan baru.Saya mengkhawatirkan jika kebijakan ini &lt;br&gt;benar-benar diterapkan, akan ada semacam gelombang praktik plagiarisme &lt;br&gt;besar-besaran yang dilakukan para calon lulusan universitas hanya untuk &lt;br&gt;lulus atau mungkin para calon lulusan ini nanti hanya mengerjakan karya &lt;br&gt;tulis ilmiahnya ala kadarnya alias asal-asalan yang penting bisa lulus.&lt;p&gt;Jika Dikti memang ingin meningkatkan produktivitas karya tulis ilmiah, &lt;br&gt;haruslah dengan cara-cara yang lebih bijak dan berproses, bukan dengan &lt;br&gt;cara yang instan. Kita bisa belajar bagaimana negara tetangga kita, &lt;br&gt;Malaysia dan Singapura, yang sangat menghargai para penelitinya lewat &lt;br&gt;insentif yang diberikan, atau kita juga bisa melihat bagaimana dana-dana &lt;br&gt;penelitian yang besar dan banyak tersedia menarik para peneliti kita &lt;br&gt;untuk melakukan penelitian di sana.&lt;p&gt;Selain itu, dengan ratusan lembaga penelitian yang ada di &lt;br&gt;universitas-universitas, Dikti seharusnya bisa melakukan supervisi agar &lt;br&gt;lembaga-lembaga penelitian tersebut saling bersinergi dan berkoordinasi &lt;br&gt;dengan tujuan agar hasil dari penelitian yang dihasilkan bisa langsung &lt;br&gt;berdampak kepada masyarakat luas,karena apalah artinya hasil penelitian &lt;br&gt;jika tidak memiliki manfaat.&lt;p&gt;Dikti juga bisa mendorong universitas untuk menciptakan kondisi &lt;br&gt;perkuliahan yang mampu mengakomodasi lahirnya para peneliti masa depan &lt;br&gt;bangsa Indonesia. Akhirnya kualitas dan kuantitas karya tulis ilmiah &lt;br&gt;dari para peneliti Indonesia bisa meningkat serta yang terpenting adalah &lt;br&gt;berdampak positif bagi kehidupan rakyat Indonesia sehingga tujuan dari &lt;br&gt;pendidikan itu sendiri bisa tercapai.&lt;p&gt;ABDULLAH KHOLIFAH&lt;br&gt;Mahasiswa Jurusan Manajemen&lt;br&gt;FEB Universitas Padjadjaran&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469921/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469921/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6009133325687415406?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6009133325687415406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6009133325687415406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6009133325687415406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6009133325687415406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-suara-mahasiswa-cara.html' title='[Koran-Digital] SUARA MAHASISWA: Cara Instan ala Dikti'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8146686596626813934</id><published>2012-02-15T17:23:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T17:24:26.924-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Koreksi Tidak Terhindarkan</title><content type='html'>Koreksi Tidak Terhindarkan PDF Print&lt;br&gt;Thursday, 16 February 2012&lt;br&gt;JAKARTA – Pemerintah mengakui, koreksi pertumbuhan ekonomi tidak bisa &lt;br&gt;dihindarkan. Meskipun demikian, pemerintah terus melakukan berbagai &lt;br&gt;upaya untuk menjaga stabilitas kondisi ekonomi dalam negeri.&lt;p&gt;Pemerintah realistis dengan kondisi ekonomi dunia yang berimplikasi pada &lt;br&gt;perekonomian domestik.Tingginya ketidakpastian ekonomi dunia yang &lt;br&gt;berpotensi mengarah pada krisis ekonomi global sudah terasa dampaknya &lt;br&gt;pada perekonomian nasional sejak kuartal akhir tahun 2011. Indikatornya, &lt;br&gt;pada kuartal IV/2011 ekonomi hanya tumbuh 6,5% atau sama dengan pada &lt;br&gt;kuartal III/2011.&lt;p&gt;Padahal,pada kuartal IV pemerintah gencar melakukan penyerapan anggaran &lt;br&gt;belanja yang sangat besar dan meningkat tajam. &amp;quot;Itu &lt;br&gt;menunjukkan,sebetulnya kondisi kita ada dampak krisis global,&amp;quot; ungkap &lt;br&gt;Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta kemarin. Dia melihat, &lt;br&gt;perlambatan ekonomi di negara maju dan berkembang merupakan hal yang &lt;br&gt;wajar. Hal itu sudah terjadi di negara seperti Jepang, India, dan China &lt;br&gt;yang sudah menunjukkan penurunan pertumbuhan ekonominya.&lt;p&gt;Dampak perlambatan ekonomi dunia terhadap ekonomi regional dan domestik &lt;br&gt;tidak terhindarkan. Prediksi tersebut sudah disampaikan sejak awal oleh &lt;br&gt;berbagai lembaga internasional mulai dari Dana Moneter Internasional &lt;br&gt;(International Monetary Fund/IMF), yang memprediksi ekonomi Indonesia &lt;br&gt;tahun ini hanya mampu tumbuh 6,3%,Bank Dunia yang memproyeksi &lt;br&gt;pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 6,3% dengan skenario terburuk hanya &lt;br&gt;4%, dan Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB) yang &lt;br&gt;memperkirakan ekonomi Indonesia hanya 6,1–6,2% atau diturunkan dari &lt;br&gt;prediksi awal 6,6%.&lt;p&gt;Menkeu mengatakan, saat ini pemerintah tengah melakukan finalisasi &lt;br&gt;kajian untuk revisi pertumbuhan ekonomi tahun ini. Namun, pemerintah &lt;br&gt;optimistis laju pertumbuhan ekonomi tidak terkoreksi terlalu dalam. Dia &lt;br&gt;mengklaim, upaya yang dilakukan pemerintah diyakini mampu menjaga &lt;br&gt;ekonomi tetap tumbuh tinggi. &amp;quot;Kita akan melakukan koreksi.&lt;p&gt;Tapi, tentu akan dibahas dalam satu pertemuan di sidang kabinet. Ada &lt;br&gt;koreksi tapi tidak terlalu besar karena kita merasa ada program &lt;br&gt;perbaikan infrastruktur secara fokus,government spendingdan konsumsi &lt;br&gt;adalah kunci bisa pertahankan pertumbuhan ekonomi kita,&amp;quot;paparnya. &lt;br&gt;Pengamat ekonomi Universitas Atma Jaya A Prasetyantoko mengatakan,dampak &lt;br&gt;perlambatan ekonomi dunia dan koreksi atas pertumbuhan ekonomi nasional &lt;br&gt;tidak bisa dihindarkan.&lt;p&gt;Pemerintah pun dinilai perlu realistis melihat kondisi ini. &amp;quot;Apa pun &lt;br&gt;alasannya, dampak negatif perlambatan ekonomi tidak bisa dihindari, &lt;br&gt;koreksi pasti terjadi,&amp;quot; ujar Prasetyantoko. Meski terjadi koreksi &lt;br&gt;terhadap laju pertumbuhan,dampaknya pada ekonomi nasional tidak akan &lt;br&gt;terlalu signifikan terutama jika dibandingkan dengan negara &lt;br&gt;lain.&amp;quot;Rangemoderat sekitar 6,3-6,4%,&amp;quot;tandasnya.&lt;p&gt;Dia melihat, koreksi pertumbuhan terjadi merata di semua mesin pendorong &lt;br&gt;pertumbuhan ekonomi mulai dari ekspor, investasi, konsumsi rumah &lt;br&gt;tangga.Dengan perlambatan ini, peran belanja pemerintah harus lebih &lt;br&gt;maksimal mendorong akselerasi ekonomi. &amp;quot;Government spending harus jadi &lt;br&gt;counter cycle,&amp;quot;ucapnya.&lt;p&gt;Selain itu, kebijakan otoritas moneter menurunkan suku bunga acuan, bisa &lt;br&gt;dipandang sebagai salah satu counter cycle yang dilakukan Bank &lt;br&gt;Indonesia. Untuk mengantisipasi perlambatan yang terlalu dalam, peran &lt;br&gt;pembangunan infrastruktur secara besar-besaran diyakini bisa menjadi &lt;br&gt;penopang stabilitas ekonomi.Selain itu, pembenahan fiskal juga perlu &lt;br&gt;dilakukan agar lebih sehat. Terutama, pola penyerapan anggaran yang &lt;br&gt;harus lebih baik.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469882/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469882/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8146686596626813934?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8146686596626813934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8146686596626813934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8146686596626813934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8146686596626813934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-koreksi-tidak.html' title='[Koran-Digital] Koreksi Tidak Terhindarkan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5894043160598574032</id><published>2012-02-15T17:22:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T17:22:54.825-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] RHENALD KASALI: BJB</title><content type='html'>BJB PDF Print&lt;br&gt;Thursday, 16 February 2012&lt;br&gt;Tiga tokoh perubahan pekan lalu bertemu di pendopo kami di Rumah &lt;br&gt;Perubahan. Ketiganya adalah CEO yang sama-sama dipercaya publik berhasil &lt;br&gt;membawa perubahan. Yang pertama,CEO yang kini Menteri BUMN, Dahlan Iskan.&lt;p&gt;Kedua CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dan yang ketiga pemimpin baru &lt;br&gt;Bank BJB Bien Subiantoro. Bien Subiantoro, mantan Direksi Bank BNI yang &lt;br&gt;kini memimpin BJB,membawa sekitar 100 orang staf dan jajaran pemimpin &lt;br&gt;Bank BJB untuk menghadapi perubahan demi perubahan yang dia pimpin. &lt;br&gt;Mereka belajar dari para tokoh perubahan bagaimana menghadapi perubahan. &lt;br&gt;Menurut Macquarie Equities Research pada laporan yang diterbitkan 2 &lt;br&gt;Februari 2012, Bank BJB pantas mendapat perhatian. Bank ini,menurut &lt;br&gt;Macquarie, telah memasuki tahapan baru: starting new chapter.&lt;p&gt;Bank Nasional&lt;p&gt;Seperti kebanyakan bank milik pemerintah daerah lain, Bank BJB juga &lt;br&gt;mengalami pergulatan internal yang hebat. Namun beruntung BJB berhasil &lt;br&gt;keluar dari dilema-dilema kedaerahan dalam sebuah pertarungan yang &lt;br&gt;panjang. Terkurung dalam niche-nya yang sempit,bank-bank daerah seperti &lt;br&gt;tak punya pilihan. Pemiliknya tak hanya gubernur, melainkan juga para &lt;br&gt;bupati.&lt;p&gt;Selama bertahun-tahun bank daerah telah menikmati pasar yang captive, &lt;br&gt;yaitu pemerintahan- pemerintahan daerah. Bank daerah adalah ibarat kasir &lt;br&gt;bagi pemerintah provinsi dan kotamadya/kabupaten. Pegawai-pegawai pemda &lt;br&gt;otomatis menerima gaji dan sekaligus menjadi nasabah bank daerah di &lt;br&gt;wilayahnya. Bank Indonesia menginginkan bank-bank daerah menjadi local &lt;br&gt;champion di wilayahnya masing-masing. Namun, sejalan dengan waktu, &lt;br&gt;danadana milik pemerintah daerah ternyata juga diminati bankbank &lt;br&gt;nasional dan bank-bank asing.&lt;p&gt;Nasabahnya juga demikian, menjadi sasaran empuk bank-bank swasta dan &lt;br&gt;bankbank nasional. Di lainpihakiklimdemokrasi dan pasar bebas telah &lt;br&gt;membuat bank-bank daerah kesulitan mempertahankan teritorinya. Ada &lt;br&gt;banyak kasus yang menunjukkan para bupati dan wali kotatidak100% &lt;br&gt;setiapadabank miliknya. Bila Pak Wali Kota atau Pak Bupati tersinggung, &lt;br&gt;kas daerah bisa dipindahkan seketika ke bank lain.&lt;p&gt;Namun bila masalah-masalah seperti itu tak ada, bank daerah menjadi &lt;br&gt;terlalu nyaman. Anda bisa bayangkan masih banyak bank daerah yang warna &lt;br&gt;kedaerahannya sangat kental. Maaf, bukan kental corak budayanya, &lt;br&gt;melainkan kepentingan orang per orangnya. Artinya, mereka enggan &lt;br&gt;mematuhi perintah hierarki. Rotasi karyawan menjadi sangat sulit karena &lt;br&gt;masingmasing mempunyai hubungan dengan penguasa setempat.&lt;p&gt;Bukan hal yang luar biasa bila CEO bank daerah ditelepon bupati hanya &lt;br&gt;karena soal pindahmemindahkan karyawan. Inilah suasana yang saya sebut &lt;br&gt;sebagai &amp;quot;budaya kucing&amp;quot; dalam buku Cracking Zone. Dana mudah pindah &lt;br&gt;tangan, karyawan sulit ditangani, dan produknya tidak jelas. Mungkin di &lt;br&gt;daerah Anda, manajemen bank-bank daerah tidak seekstrem itu.Tetapi &lt;br&gt;secara umum demikianlah pergulatan sekitar 12 orang CEO bank daerah yang &lt;br&gt;&amp;quot;diimpor&amp;quot; para gubernur dan bupati dari bank-bank nasional untuk &lt;br&gt;memajukan bank-bank daerah.&lt;p&gt;Sudahbegitu,paraCEOpunmasih harus berhadapan dengan persoalan governance &lt;br&gt;yang meletihkan. Jadimereformasibank-bank daerah, menjadikannya regional &lt;br&gt;champion, apalagi menjadikannya national champion bukanlah persoalan &lt;br&gt;sederhana. Ke atas mentok,ke kiri tembok, ke kanan kawat berduri.Namun &lt;br&gt;bukan CEO namanya kalau mereka mendiamkannya.&lt;p&gt;Mungkin BJB dapat menjadi sumber pembelajaran yang baik bagaimana bank &lt;br&gt;asal daerah milik pemerintahan daerah berhasil keluar dari kusutnya &lt;br&gt;semangat kedaerahan yang sempit,menjadi bank nasional yang &lt;br&gt;kompetitifdansehat. Bilapadaakhir 2009 asetnya baru Rp32,41 triliun, &lt;br&gt;kini sudah di atas Rp53 triliun.&lt;p&gt;Good Governance&lt;p&gt;Tentu saja semua kemajuan berasal dari adanya good governance.Menjadi &lt;br&gt;kas daerah bukan berarti penguasapenguasa daerah bebas memasukkan &lt;br&gt;tangannya kepada operasional perbankan. Demikian pula bukan berarti &lt;br&gt;eksekutif bebas semaunya memimpin. Namanya bank, tentu saja harus &lt;br&gt;ditangani secara prudent. Maka sudah pasti bank daerah perlu bekerja &lt;br&gt;keras mendapatkan CEO—dan tentu saja jajaran direksi yang solid dan bersih.&lt;p&gt;Dulu pemimpin-pemimpin daerah bebas memilih orang, sekarang pemerintah &lt;br&gt;daerah &amp;quot;beruntung&amp;quot; karena mereka harus mendapat persetujuan bank sentral &lt;br&gt;untuk mengangkat direksi. Direksi yang sudah diputuskan RUPS bisa saja &lt;br&gt;tidak jadi terus bila Bank Indonesia menemukan catatan-catatan khusus &lt;br&gt;tentang kandidat tersebut. Setelah itu CEO harus berani memutuskan ke &lt;br&gt;mana banknya diarahkan.&lt;p&gt;Sudah pasti ia hanya punya dua pilihan: Mendiamkan hidup di masa lalu &lt;br&gt;yang nyaman dengan &amp;quot;budaya kucing&amp;quot; atau keluar dari belenggu masa lalu &lt;br&gt;dan menjadi &amp;quot;cheetah&amp;quot;yang siap berlaga di medan tempur. Yang pertama &lt;br&gt;berarti tidak memerlukan perubahan. Strateginya cukup survival.Untuk &lt;br&gt;yang kedua Anda butuh seorang cracker yangtidakmendiamkannya.&lt;p&gt;Strateginya: menjadi champion,pemenang! KalauAnda menjadi cracker sudah &lt;br&gt;pasti akan berhadapan dengan dua atau tiga pihak. Pertama Anda akan &lt;br&gt;berhadapan dengan para &amp;quot;kucing&amp;quot; yang ingin mempertahankan comfort &lt;br&gt;zone.Kedua,Anda akan berhadapan dengan dewan komisaris yang juga ingin &lt;br&gt;mempertahankan ketenangan. Ketiga, Anda akan dikutuk pemain- pemain &lt;br&gt;nasional yang siap menerkam pasar Anda.&lt;p&gt;Nah,bagaimana BJB keluar dari belenggu-belenggu itu? Ceritanya begitu &lt;br&gt;panjang. Dimulai dari CEO terdahulu, Agus Ruswendi,yang meletakkan &lt;br&gt;dasar-dasar agar BJB beralih menjadi bank nasional yang mandiri. Melalui &lt;br&gt;pergulatan yang panjang ia berhasil menjadikan BJB perusahaan terbuka &lt;br&gt;yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Sejak itu perubahan terus &lt;br&gt;digulirkan. Change management office dibentuk untuk mempercepat &lt;br&gt;transformasi. Seluruh jajaran pemimpin dibekali teknik change management.&lt;p&gt;Di era Bien Subiantoro, gerak BJB menjadi lebih solid lagi. Ia &lt;br&gt;memperbarui jaringan dan teknologi informasi bank ini, memperbaiki &lt;br&gt;business process, dan pelayanan.Seperti pada beberapa perusahaan lain &lt;br&gt;yang saya ikuti, BJB memulainya dari &amp;quot;people&amp;quot;. Kompetensi budaya kerja &lt;br&gt;diperbarui. Kemarin saya mengatakan pada para pemimpin BJB bahwa kini &lt;br&gt;suasana baru telah terbentuk.&lt;p&gt;Bila dua tahun lalu &amp;quot;loading&amp;quot;orang-orangnya agak lambat, kini jauh lebih &lt;br&gt;cepat. Mereka pun tengah terlibat dalam breakthrough project yang &lt;br&gt;strategis. Kita dapat menyaksikan sebuah babak baru telah hadir dari &lt;br&gt;Bandung. Kini BJB telah menjadi aset nasional yang penting dan bank-bank &lt;br&gt;daerah bisa belajar bagaimana transformasi dapat dijalankan dengan penuh &lt;br&gt;semangat. Kalau BJB bisa,apa iya yang lain tidak bisa? ●&lt;p&gt;RHENALD KASALI&lt;br&gt;Ketua Program MM&lt;br&gt;Universitas Indonesia&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469972/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469972/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5894043160598574032?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5894043160598574032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5894043160598574032' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5894043160598574032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5894043160598574032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-rhenald-kasali-bjb.html' title='[Koran-Digital] RHENALD KASALI: BJB'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8800263865056456403</id><published>2012-02-15T00:30:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T00:30:56.946-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Bhatoegana: Angie Dipindah ke Komisi Agama Agar Dapat Siraman Rohani</title><content type='html'>Bhatoegana: Angie Dipindah ke Komisi Agama Agar Dapat Siraman Rohani&lt;br&gt;Mega Putra Ratya - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 13:35 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Fraksi Partai Demokrat (FPD) naga-naganya akan memindahkan &lt;br&gt;Angelina Sondakh dari Komisi III DPR ke Komisi VIII yang membidangi &lt;br&gt;agama. Komisi VIII dipilih agar Angie bisa lebih tenang menghadapi &lt;br&gt;masalah dan PD pun jauh dari prasangka intervensi hukum.&lt;p&gt;&amp;quot;Komisi VIIi kan komisi agama sejuk, biar dapat siraman rohani dia &lt;br&gt;disitu,&amp;quot; kata Sekretaris FPD Sutan Bhatoegana di Gedung DPR, Senayan, &lt;br&gt;Jakarta, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Angie sebelumnya aktif di Komisi X DPR yang membidangi olahraga. Setelah &lt;br&gt;ramai-ramai kasus Wisma Atlet dan juga Angie ditetapkan menjadi &lt;br&gt;tersangka, janda almarhum Adjie Massaid ini digeser ke Komisi III, tukar &lt;br&gt;posisi dengan kakak Nazaruddin, M Nasir.&lt;p&gt;&amp;quot;Supaya kita tidak jadi bulan-bulanan juga,&amp;quot; terang Bhatoegana memberi &lt;br&gt;alasan pergeseran Angie dari Komisi III ke Komisi VIII.&lt;p&gt;Sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad mengaku tidak mau menghadiri rapat &lt;br&gt;kerja dengan Komisi III bila ada Angelina Sondakh. Komisi III memang &lt;br&gt;merupakan mitra dari KPK.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/133507/1843062/10/bhatoegana-angie-dipindah-ke-komisi-agama-agar-dapat-siraman-rohani?nd992203605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/133507/1843062/10/bhatoegana-angie-dipindah-ke-komisi-agama-agar-dapat-siraman-rohani?nd992203605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8800263865056456403?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8800263865056456403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8800263865056456403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8800263865056456403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8800263865056456403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-bhatoegana-angie-dipindah.html' title='[Koran-Digital] Bhatoegana: Angie Dipindah ke Komisi Agama Agar Dapat Siraman Rohani'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1112849010959057897</id><published>2012-02-15T00:16:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T00:17:13.138-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Firdaus Cahyadi : Mempersoalkan Konglomerasi New Media</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Firdaus Cahyadi, KNOWLEDGE MANAGER FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT, ONEWORLD-INDONESIA Singkat kata, pertarungan wacana antara publik dan konglomerasi new media adalah sebuah pertarungan yang jauh dari seimbang. &lt;p&gt;Kebijakan telematika yang dikeluarkan pemerintah pun justru memperlemah poten- si perlawanan publik yang sejak awal sudah lemah. &lt;/p&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; Hari masih pagi. Namun gerbong kereta rel listrik Commuter Line rute Bogor-Jakarta sudah mulai penuh. Ada beragam cara para penumpang KRL Commuter Line melepas kejenuhan menunggu keberangkatan KRL. Beberapa penumpang tampak sedang asyik mendengarkan musik, bermain game, dan merambah Internet melalui telepon seluler, iPad, dan laptopnya. &lt;p&gt;Apa yang terjadi di gerbong KRL Commuter Line tersebut menunjukkan betapa perkembangan information and communication technology begitu pesat akhir-akhir ini di Indonesia. Jumlah pengguna Internet pun melonjak dari tahun ke tahun. Tren baru itu juga membawa perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap media di negeri ini. Hasil survei Media Index yang dilakukan oleh Nielsen Media Survey pada 2009 menunjukkan jumlah pembaca koran konvensional menurun, sedangkan pengguna Internet mengalami kenaikan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Data itu juga dikuatkan oleh riset yahoo.com dan TNS mengenai tren pengguna Internet di Indonesia pada 2010. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Riset itu menyebutkan bahwa telah terjadi lonjakan yang signifikan dalam pengaksesan berita online, 28 persen pada 2009 dan 37 persen pada 2010. Di sisi lain, jumlah pembaca media cetak terus menurun. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap media itu segera ditangkap oleh pemilik modal di sektor media massa. Mereka tentu tidak ingin struktur konglomerasi media yang telah ada digilas oleh perkembangan tren teknologi baru ini. Dan kini dapat kita lihat bersama, hampir semua konglomerasi media memiliki portal berita online. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lengkap sudah kepemilikan media oleh para konglomerat itu. Dari cetak, radio, televisi, hingga online telah mereka miliki. Bahkan tak jarang pula berita dari media cetak, radio, dan televisi bisa dinikmati sekaligus di portal berita milik konglomerasi media tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penggabungan ini sering disebut sebagai media baru atau new media. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Struktur konglomerasi media konvensional telah bertransformasi menjadi konglomerasi new media. Beberapa pihak menilai ini sebuah keniscayaan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Efisiensi proses produksi berita menjadi argumentasinya. Di era new media ini, seorang wartawan bisa meliput suatu peristiwa yang hasilnya bisa ditampilkan secara bersamaan di media dengan platform yang berbeda. Hasil liputan wartawan bisa ditayangkan di televisi, disiarkan di radio, dan diunggah atau upload di Internet. Biaya produksi dapat dipangkas, dan itu berarti efisiensi ekonomi bagi pemilik modal di industri new media. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun persoalan konglomerasi new media ini bukanlah sekadar persoalan efisiensi ekonomi. Konglomerasi new media ini juga merupakan persoalan dominasi wacana di ranah publik. Dominasi wacana ini tentu sangat berba&lt;/p&gt; haya, terlebih bila pemilik modal industri konglomerasi new media itu juga berafiliasi dengan kekuatan politik tertentu. Pemilik modal dari konglomerasi new media dengan dominasi wacana di publik bisa dengan mudah mengarahkan sebuah kebijakan publik sesuai dengan kepentingannya. &lt;p&gt;Di era digital ini sebenarnya dominasi wacana publik dari konglomerasi new media bisa dilawan oleh publik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Publik secara individual atau bersamasama dapat menuliskan perlawanannya itu melalui blog dan website pribadi atau organisasinya. Publik juga dapat melawan melalui video yang di-upload di situs jejaring sosial di Internet. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun potensi perlawanan publik terhadap dominasi wacana oleh konglomerasi new media di Indonesia masih lemah. Riset yang dilakukan oleh MarkPlus Insight tentang aspirasi dan perilaku anak muda di enam kota besar di Indonesia pada awal 2010 menunjukkan pengguna Internet yang aktif hanya 4,4 persen. Pengertian pengguna Internet yang aktif dalam riset itu adalah mereka yang memiliki dan menulis artikelnya di blog pribadi mereka dan juga di forum-forum online. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Celakanya, dari sedikit pengguna Internet yang aktif itu, sebagian tulisan mereka masih berkisar pada isu-isu yang didorong oleh industri konglomerasi new media. Penelitian Merlyna &lt;/p&gt; Liem, seorang peneliti new media dari Arizona State University, mengungkapkan bahwa topik yang ramai dibicarakan pengguna Twitter di Indonesia adalah persoalan gaya hidup dan isu yang sebelumnya telah diberitakan oleh media arus utama (mainstream). &lt;p&gt;Di sisi lain, masih menurut Merlyna Liem, isu-isu yang terkait dengan persoalan masyarakat pinggiran, seperti isu tentang kasus Lapindo dan Ahmadiyah, juga tidak banyak muncul di blog-blog milik para blogger Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian besar blogger Indonesia lebih suka menulis soal isu yang menyangkut persoalan artis atau selebritas, seperti kasus munculnya video mesum mirip artis Ariel dan Luna Maya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Celakanya, lemahnya perlawanan publik pengguna Internet di Indonesia terhadap dominasi wacana dari konglomerasi new media itu semakin diperlemah oleh berbagai kebijakan telematika yang ada atau yang sedang dirancang pemerintah. Setidaknya ada dua kebijakan dan rancangan kebijakan yang berpotensi semakin memperlemah potensi perlawanan publik terhadap dominasi wacana di ranah Internet. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, masih dipertahankannya pasal karet pencemaran nama baik dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penggunaan pasal karet itu berpotensi membungkam publik pengguna Internet yang kritis. Setiap saat pengguna Internet yang kritis terancam terkena hukuman 6 tahun penjara dari UU ITE. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, Rancangan Undang-Undang Konvergensi Telematika. Dalam RUU Konvergensi Telematika disebutkan bahwa setiap penyelenggara layanan aplikasi penyebaran konten dan informasi wajib mendapatkan izin dari menteri dan membayar biaya hak penyelenggaraan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketentuan izin dari menteri tentu tidak jadi masalah bagi pemilik modal di industri konglomerasi new media. Namun, bagi website yang dikelola oleh organisasi yang selama ini kritis terhadap pemerintah, ketentuan itu akan berpotensi mempersulit mereka. Begitu pula kewajiban membayar biaya hak penyelenggaraan. Bagi pemilik modal di industri konglomerasi new media, hal itu tidak menjadi persoalan. Namun, bagi organisasi kecil yang mengelola website, hal itu akan menjadi sebuah persoalan besar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Singkat kata, pertarungan wacana antara publik dan konglomerasi new media adalah sebuah pertarungan yang jauh dari seimbang. Kebijakan telematika yang dikeluarkan pemerintah pun justru memperlemah potensi perlawanan publik yang sejak awal sudah lemah. &lt;/p&gt; Jika sudah demikian, hal yang bisa dilakukan publik adalah mendesak pemerintah melakukan perubahan terhadap serangkaian kebijakan telematika, dan tentu saja membuat kebijakan baru yang membatasi gurita industri konglomerasi new media di Indonesia&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/15/ArticleHtmls/Mempersoalkan-Konglomerasi-New-Media-15022012012013.shtml?Mode=1"&gt;http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/15/ArticleHtmls/Mempersoalkan-Konglomerasi-New-Media-15022012012013.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1112849010959057897?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1112849010959057897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1112849010959057897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1112849010959057897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1112849010959057897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-firdaus-cahyadi.html' title='[Koran-Digital] Firdaus Cahyadi : Mempersoalkan Konglomerasi New Media'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7598473566394079905</id><published>2012-02-14T23:46:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T23:46:50.171-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Indonesia Tanpa FPI, Awas Tirani Itikad Baik</title><content type='html'>Indonesia Tanpa FPI, Awas Tirani Itikad Baik&lt;p&gt;Oleh: R Ferdian Andi R&lt;br&gt;Nasional - Rabu, 15 Februari 2012 | 07:30 WIB&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://INILAH.COM"&gt;INILAH.COM&lt;/a&gt;, Jakarta - Aksi demonstrasi &amp;#39;Indonesia Tanpa FPI&amp;#39; yang &lt;br&gt;berlangsung Selasa (14/2/2012) di Jakarta berlangsung ricuh. Gerakan &lt;br&gt;yang terinsipirasi dari gerakan penolakan masyarakat Palangkaraya &lt;br&gt;terhadap FPI ini, jangan sampai terjebak pada tirani itikad baik.&lt;p&gt;Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasrul Azwar &lt;br&gt;mengingatkan agar aksi &amp;#39;Indonesia Tanpa FPI&amp;#39; juga tidak melakukan &lt;br&gt;pelanggaran. Dia mengingatkan dalam konstitusi hak berpedapat, berkumpul &lt;br&gt;dan berserikat dijamin oleh UUD 1945. &amp;quot;Gerakan itu justru &lt;br&gt;diskriminatif,&amp;quot; katanya di Gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, &lt;br&gt;Jakarta, Selasa (14/2/2012).&lt;p&gt;Kendati demikian, Hasrul mengingatkan agar Front Pembela Islam (FPI) &lt;br&gt;lebih bisa menata diri serta melakukan pembinaan di internal organisasi &lt;br&gt;agar citra sebagai garis keras dapat hilang. &amp;quot;Kita juga meminta FPI bisa &lt;br&gt;lebih menata diri dengan cara pembinaan di intenal organisasi,&amp;quot; cetus &lt;br&gt;Hasrul.&lt;p&gt;Anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain mengatakan gerakan &amp;#39;Indonesia &lt;br&gt;Tanpa FPI&amp;#39; sebenarnya juga tidak dibenarkan dalam konstitusi. Ia &lt;br&gt;mengingatkan, anarkisme FPI tidak dibenarkan juga dengan melakukan &lt;br&gt;anarkisme yang lainnya. &amp;quot;Saya yakin kasus hari ini dan Kalteng salah &lt;br&gt;satu bentuk reaksi kepada FPI. Meski secara konstitusi, itu tidak bisa &lt;br&gt;dibenarkan. Tidak perlu anarkisme dilawan dengan anarkisme,&amp;quot; tegas Malik.&lt;p&gt;Ketua Pansus RUU Ormas DPR RI ini menyebutkan persoalan yang mengemuka &lt;br&gt;saat ini karena tidak ada pengelolaan masalah dengan baik oleh &lt;br&gt;pemerintah. Oleh karenanya, sambung politikus PKB ini, dalam RUU Ormas &lt;br&gt;yang saat tengah dibahas ada mekanisme pengadilan dalam merespons ormas &lt;br&gt;yang dianggap melanggar hukum.&lt;p&gt;&amp;quot;Mekanismenya masyarakat mengadukan ormas tersebut ke pemerintah yang &lt;br&gt;kemudian diajukan ke pengadilan. Sanksinya bisa pembekuan dan pembubaran &lt;br&gt;ormas,&amp;quot; terang Malik. Ia melanjutkan, pembekuan ormas tersebut didahului &lt;br&gt;dengan surat peringatan hingga dua kali. Setelah sebuah ormas dibekukan, &lt;br&gt;sambung Malik, pemerintah memantau apakah ada perbaikan atau tidak. &lt;br&gt;&amp;quot;Jika ada perbaikan, pembekuan akan dicabut,&amp;quot; tambah bekas Ketua Umum PB &lt;br&gt;PMII ini.&lt;p&gt;Terkait keberadaan FPI yang dianggap meresahkan masyarakat, Malik &lt;br&gt;mengatakan agar pemerintah melakukan tindakan administratif terhadap &lt;br&gt;ormas tersebut. Melalui Kementerian Dalam Negeri, kata Malik, pemerintah &lt;br&gt;bisa tidak memfasilitasi kegiatan yang dilakukan oleh FPI. &amp;quot;Seperti &lt;br&gt;pemerintah menyetop aktivitas FPI,&amp;quot; kata Malik.&lt;p&gt;Dihubungi terpisah gurubesar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia &lt;br&gt;(UI) Jimly Ashiddiqie mengatakan persoalan yang muncul saat ini &lt;br&gt;disebabkan tidak ditegakkannya hukum dalam merespons setiap kejadian di &lt;br&gt;masyarakat. &amp;quot;Padahal penegakan hukum merupakan proses yang sifatnya &lt;br&gt;mendidik. Ini yang kurang. Semestinya jika ada masalah harus ditindak, &lt;br&gt;biar ada efek jera,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;Karena tidak ada tindakan terhadap aksi kekerasan FPI, sambung Jimly, &lt;br&gt;ormas tersebut merasa tindakannya selama ini dianggap benar. Dia &lt;br&gt;berpendapat selain tindakan hukum, langkah bimbingan oleh pemerintah &lt;br&gt;juga harus dilakukan. Selain langkah tersebut, Jimly menyebutkan &lt;br&gt;perbaikan kebijakan melalui pembuatan UU juga mutlak dilakukan.&lt;p&gt;Respons sebagian kalangan masyarakat dengan melakukan aksi gerakan &lt;br&gt;&amp;#39;Indonesia Tanpa FPI&amp;#39; bisa dimaklumi sebagai respons atas aksi FPI &lt;br&gt;selama ini yang mengedepankan kekerasan. Hanya saja, bukan berarti aksi &lt;br&gt;tersebut dibenarkan. Karena anarkisme dilawan dengan anarkisme bukanlah &lt;br&gt;solusi. Muara persoalan ini dikarenakan lemahnya penegakan hukum dalam &lt;br&gt;merespons berbagai pelanggaran hukum dan moral oleh siapapun. [mdr]&lt;p&gt;&lt;a href="http://nasional.inilah.com/read/detail/1830242/indonesia-tanpa-fpi-awas-tirani-itikad-baik"&gt;http://nasional.inilah.com/read/detail/1830242/indonesia-tanpa-fpi-awas-tirani-itikad-baik&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7598473566394079905?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7598473566394079905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7598473566394079905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7598473566394079905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7598473566394079905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-indonesia-tanpa-fpi-awas.html' title='[Koran-Digital] Indonesia Tanpa FPI, Awas Tirani Itikad Baik'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1833409158551003347</id><published>2012-02-14T23:39:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T23:39:55.273-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Timwas dan KPK Sepakati Kasus Century Selesai Tahun Ini</title><content type='html'>Timwas dan KPK Sepakati Kasus Century Selesai Tahun Ini&lt;br&gt;Polhukam / Rabu, 15 Februari 2012 14:33 WIB&lt;p&gt;&lt;br&gt;Metrotvnews.com, Jakarta: Rapat antara Tim Pengawas Bank Century DPR &lt;br&gt;dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan di DPR, &lt;br&gt;Senayan, Jakarta, Rabu (15/2), menyepakati lima hal penting. Salah &lt;br&gt;satunya kasus Century harus selesai tahun ini.&lt;p&gt;Poin lima tersebut dimasukan menjadi salah satu kesimpulan setelah ada &lt;br&gt;permintaan dari Ketua KPK Abraham Samad. &amp;quot;Untuk menghindari politisasi &lt;br&gt;yang terjadi, kasus Bank Century harus selesai tahun ini juga sesuai &lt;br&gt;koridor hukum,&amp;quot; pinta Abraham Samad. Permintaan itu disetujui pimpinan &lt;br&gt;lain KPK dan Tim Pengawas Bank Century DPR.&lt;p&gt;Kasus Bank Century memang kental nuansa politik. Kasus ini terjadi saat &lt;br&gt;Wakil Presiden Boediono menjadi Gubernur Bank Indonesia dan Menteri &lt;br&gt;Keuangan dijabat Sri Mulyani Indrawati. Saat itu memang terjadi krisis &lt;br&gt;keuangan global. Namun, dampaknya ke Indonesia tidak terlalu signifikan. &lt;br&gt;Oleh otoritas saat itu, Century diselamatkan dengan talangan sebesar &lt;br&gt;Rp6,7 triliun. (Wtr2)&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/02/15/81978/Timwas-dan-KPK-Sepakati-Kasus-Century-Selesai-Tahun-Ini/1"&gt;http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/02/15/81978/Timwas-dan-KPK-Sepakati-Kasus-Century-Selesai-Tahun-Ini/1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1833409158551003347?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1833409158551003347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1833409158551003347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1833409158551003347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1833409158551003347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-timwas-dan-kpk-sepakati.html' title='[Koran-Digital] Timwas dan KPK Sepakati Kasus Century Selesai Tahun Ini'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1538532776169982956</id><published>2012-02-14T21:55:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T21:56:36.991-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SBY Jelaskan Persoalan GKI Yasmin &amp; Ahmadiyah Pada Dubes Asing</title><content type='html'>SBY Jelaskan Persoalan GKI Yasmin &amp;amp; Ahmadiyah Pada Dubes Asing&lt;br&gt;Rachmadin Ismail - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 12:40 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Selain isu korupsi dan ekonomi, Presiden Susilo Bambang &lt;br&gt;Yudhoyono (SBY) juga memaparkan isu sosial keagamaan pada perwakilan &lt;br&gt;negara asing yang hadir di Kementerian Luar Negeri. Kasus yang paling &lt;br&gt;mencolok adalah soal keberadaan Ahmadiyah dan GKI Yasmin.&lt;p&gt;&amp;quot;Soal Ahmadiyah dan GKI Yasmin, saya perlu jelaskan, negara tidak &lt;br&gt;melarang siapa pun yang memiliki keyakinan,&amp;quot; kata SBY saat bertemu &lt;br&gt;dengan 128 perwakilan negara asing di Gedung Pancasila Kementerian Luar &lt;br&gt;Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Untuk kasus GKI Yasmin, SBY memaparkan bahwa itu terjadi sejak tahun &lt;br&gt;2002. Ada masalah perizinan lokasi ibadah sehinga perlu penanganan &lt;br&gt;khusus lewat jalur hukum dan non-hukum.&lt;p&gt;&amp;quot;Pemerintah terus melakukan mediasi terkait hal ini. Saya ingin jemaat &lt;br&gt;GKI Yasmin menjalankan ibadahnya dengan tenang di Bogor,&amp;quot; urainya.&lt;p&gt;Selain itu, SBY juga mengklarifikasi soal isu maraknya konflik di Tanah &lt;br&gt;Air. Menurut kepala negara, kondisi sekarang jauh berbeda dengan konflik &lt;br&gt;terdahulu. Terutama yang menyangkut konflik di Papua dan Aceh.&lt;p&gt;&amp;quot;Kerukunan secara nasional masih terjaga dan masih baik,&amp;quot; tegasnya.&lt;p&gt;Meski begitu, SBY juga mengakui masih ada berbagai masalah dalam &lt;br&gt;penanganan konflik. Ada kejadian yang lambat diproses, bahkan ada juga &lt;br&gt;sebagian aparat yang bertindak tidak profesional.&lt;p&gt;&amp;quot;Kadang juga penjelasan dari pemerintah daerah kurang terwakili. Tetapi &lt;br&gt;trust me, bahkan yang terjadi bukan pembiaran,&amp;quot; kata SBY dalam bahasa &lt;br&gt;Indonesia.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/124022/1842986/10/sby-jelaskan-persoalan-gki-yasmin-ahmadiyah-pada-dubes-asing?9922022"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/124022/1842986/10/sby-jelaskan-persoalan-gki-yasmin-ahmadiyah-pada-dubes-asing?9922022&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1538532776169982956?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1538532776169982956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1538532776169982956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1538532776169982956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1538532776169982956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-sby-jelaskan-persoalan.html' title='[Koran-Digital] SBY Jelaskan Persoalan GKI Yasmin &amp; Ahmadiyah Pada Dubes Asing'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3925639846160335746</id><published>2012-02-14T21:53:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T21:54:04.708-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Mantan Pejabat Bank Mandiri Jadi Bos J.P. Morgan</title><content type='html'>Rabu, 15/02/2012 12:35 WIB&lt;br&gt;Mantan Pejabat Bank Mandiri Jadi Bos J.P. Morgan&lt;br&gt;Wahyu Daniel - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Perusahaan keuangan internasional J.P. Morgan menunjuk mantan &lt;br&gt;pejabat Bank Mandiri yaitu Haryanto T. Budiman untuk menjadi pemimpin &lt;br&gt;bisnis J.P. Morgan di Indonesia.&lt;p&gt;Chief Executive Officer J.P. Morgan Gaby Abdelnour mengatakan, Haryanto &lt;br&gt;telah ditunjuk menjadi Managing Director dan Senior Country Officer &lt;br&gt;(SCO) untuk Indonesia. Haryanto juga memimpin bisnis Global Corporate &lt;br&gt;Banking (GCB) di Indonesia.&lt;p&gt;&amp;quot;Penunjukan Haryanto menggarisbawahi pentingnya pasar Indonesia bagi &lt;br&gt;bank kami. Indonesia adalah negara yang saat ini terus menerus berhasil &lt;br&gt;menarik para investor asing untuk menanamkan modalnya. Di samping itu, &lt;br&gt;perusahaan-perusahaan Indonesia saat ini semakin membutuhkan solusi &lt;br&gt;keuangan yang lebih canggih serta terintegrasi,&amp;quot; tutur Gaby dalam siaran &lt;br&gt;pers, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Pertimbangan dipilihnya Haryanto adalah karena Haryanto memiliki &lt;br&gt;pengalaman profesional selama 15 taun di bidang perbankan dan konsultasi &lt;br&gt;manajemen global.&lt;p&gt;Sebelum bergabung dengan J.P. Morgan, Haryanto menjabat sebagai Senior &lt;br&gt;Executive Vice President (SEVP) dan anggota Board of Management Bank &lt;br&gt;Mandiri.&lt;p&gt;Di samping itu, Haryanto juga menjabat sebagai anggota aktif dari Komite &lt;br&gt;Kredit dengan kewenangan tertinggi. Sebelumnya, Haryanto bekerja di &lt;br&gt;perusahaan konsultasi manajemen global McKinsey &amp;amp; Company dan memiliki &lt;br&gt;pengalaman internasional yang luas melalui penempatan dan penugasan di &lt;br&gt;Asia Utara, Asia Tenggara, Australia-Selandia Baru, dan Amerika Serikat.&lt;p&gt;Haryanto adalah lulusan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Amerika &lt;br&gt;Serikat dan meraih gelar Ph.D dari Massachusetts Institute of Technology &lt;br&gt;(MIT). Haryanto akan berdomisili di Jakarta dan bertanggung jawab &lt;br&gt;langsung kepada Gaby Abdelnour.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/123509/1842973/6/mantan-pejabat-bank-mandiri-jadi-bos-jp-morgan?f9911023"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/123509/1842973/6/mantan-pejabat-bank-mandiri-jadi-bos-jp-morgan?f9911023&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3925639846160335746?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3925639846160335746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3925639846160335746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3925639846160335746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3925639846160335746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-mantan-pejabat-bank.html' title='[Koran-Digital] Mantan Pejabat Bank Mandiri Jadi Bos J.P. Morgan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8135699774058342053</id><published>2012-02-14T21:44:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T21:45:02.977-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Orang Kaya RI Pilih Parkir Pesawat Pribadi di Singapura</title><content type='html'>Rabu, 15/02/2012 12:36 WIB&lt;br&gt;Laporan dari Singapura&lt;br&gt;Orang Kaya RI Pilih Parkir Pesawat Pribadi di Singapura&lt;br&gt;Herdaru Purnomo - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;ilustrasi&lt;br&gt;Singapura - Banyak pengusaha kaya di Indonesia ternyata memarkirkan &lt;br&gt;pesawat pribadinya di Singapura dengan alasan lebih murah ketimbang di &lt;br&gt;Indonesia. Bahkan Mandala Airlines, yang kini berhenti beroperasi &lt;br&gt;sementara, juga menaruh pesawatnya di Singapura.&lt;p&gt;Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) Tri Sunoko selaku pengelola &lt;br&gt;beberapa bandara termasuk Bandara Seokarno-Hatta ikut angkat bicara. &lt;br&gt;Menurut Tri tidak benar jika biaya parkir pesawat komersial maupun &lt;br&gt;pribadi di Indonesia mahal.&lt;p&gt;&amp;quot;Ngga mahal kok, di Halim maupun di Soekarno Hatta,&amp;quot; ungkap Tri ketika &lt;br&gt;ditemui di sela Singapore Airshow 2012, Singapura, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Dikatakan Tri, memang ada pesawat pribadi milik pengusaha yang masih &lt;br&gt;belum memiliki registrasi Indonesia. Sehingga menurut Tri, mereka belum &lt;br&gt;bisa memarkirkannya di Indonesia.&lt;p&gt;&amp;quot;Tapi sudah banyak kok yang mempunyai pesawat sudah diregistrasikan &lt;br&gt;Indonesia. Ada yang memarkirkannya di Halim,&amp;quot; tutur Tri.&lt;p&gt;Dijelaskan Tri, kontribusi pendapatan Angkasa Pura II sendiri dari &lt;br&gt;parkir pesawat tidak besar. &amp;quot;Tidak signifikan itu pendapatan dari parkir &lt;br&gt;pesawat,&amp;quot; jelas Dia.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/123646/1842987/4/orang-kaya-ri-pilih-parkir-pesawat-pribadi-di-singapura?f9911013"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/123646/1842987/4/orang-kaya-ri-pilih-parkir-pesawat-pribadi-di-singapura?f9911013&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8135699774058342053?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8135699774058342053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8135699774058342053' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8135699774058342053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8135699774058342053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-orang-kaya-ri-pilih.html' title='[Koran-Digital] Orang Kaya RI Pilih Parkir Pesawat Pribadi di Singapura'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8937208580311396364</id><published>2012-02-14T21:42:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T21:42:55.349-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Nazaruddin Tunjukkan Foto Angie Miliki BlackBerry Sejak 2009</title><content type='html'>&lt;h1 class="l_blue2_detik"&gt; Nazaruddin Tunjukkan Foto Angie Miliki BlackBerry Sejak 2009 &lt;/h1&gt; &lt;div class="author"&gt; &lt;strong&gt;Moksa Hutasoit&lt;/strong&gt; - detikNews&lt;br&gt; &lt;/div&gt; &lt;span class="date"&gt; Rabu, 15/02/2012 12:42 WIB&lt;/span&gt; &lt;div class="artikel"&gt; &lt;div class="banner_inside_article"&gt; &lt;div class="banner_reg"&gt; &lt;div id="ox_33e63cd4910ab161d7ca61f1e2c99d6b" style="display: inline;"&gt;&lt;embed  type="application/x-shockwave-flash"  src="http://us.openx.detik.com/images/newsfino_product_detik.swf"  style="" id="Advertisement" name="Advertisement" quality="high"  wmode="transparent" allowscriptaccess="always"  flashvars="alink1=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.lovingmiofino.com&amp;amp;atar1=_blank&amp;amp;alink2=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.yamaha-motor.co.id%2F&amp;amp;atar2=_blank&amp;amp;alink3=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fyamaholigan%2F&amp;amp;atar3=_blank&amp;amp;alink4=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.twitter.com%2Fyamahaindonesia%2F&amp;amp;atar4=_blank&amp;amp;alink5=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.yamaholigan.com%2F&amp;amp;atar5=_blank"  width="160" height="600"&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--// &lt;![CDATA[ var ox_swf = new FlashObject('http://us.openx.detik.com/images/newsfino_product_detik.swf', 'Advertisement', '160', '600', '8');     ox_swf.addVariable('alink1', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.lovingmiofino.com');     ox_swf.addVariable('atar1', '_blank');     ox_swf.addVariable('alink2', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.yamaha-motor.co.id%2F');     ox_swf.addVariable('atar2', '_blank');     ox_swf.addVariable('alink3', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fyamaholigan%2F');     ox_swf.addVariable('atar3', '_blank');     ox_swf.addVariable('alink4', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.twitter.com%2Fyamahaindonesia%2F');     ox_swf.addVariable('atar4', '_blank');     ox_swf.addVariable('alink5', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.yamaholigan.com%2F');     ox_swf.addVariable('atar5', '_blank');     ox_swf.addParam('wmode','transparent'); ox_swf.addParam('allowScriptAccess','always'); ox_swf.write('ox_33e63cd4910ab161d7ca61f1e2c99d6b'); // ]]&gt; --&gt;&lt;/script&gt; &lt;div id="beacon_5a62f0dfad"  style="position: absolute; left: 0px; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;&lt;img  src="cid:part1.08000504.03060605@gmail.com" alt=""  style="width: 0px; height: 0px;" width="0" height="0"&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="googleads"&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- 		      google_ad_client = "pub-6880533263535234"; 		      /* Detiknews, 468x60, created 9/27/10 */ 		      //google_ad_slot = "7145391260"; 		      //google_ad_width = 468; 		      //google_ad_height = 60; 		      /* Detiknews, 200x200, created 10/10/10 */                       google_ad_slot = "4016480452";                       google_ad_width = 200;                       google_ad_height = 200; 		      //--&gt; 		&lt;/script&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="pic_artikel"&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Hu4UIc7L4JU/TztF38Rd0ZI/AAAAAAAAA78/YkYHVikD-DY/s1600/BB-Angie-Dalam-775350.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-Hu4UIc7L4JU/TztF38Rd0ZI/AAAAAAAAA78/YkYHVikD-DY/s320/BB-Angie-Dalam-775350.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709233779996742034" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--&lt;p&gt;--&gt; &lt;strong&gt;Jakarta &lt;/strong&gt; - Nazaruddin 'menguliti' Angelina Sondakh. Pengakuan Angie soal kepemilikan BlackBerry salah satu yang dihadirkan sebagai bukti. Di awal sidang, Angie mengaku baru memiliki BlackBerry pada akhir 2010. Namun dari sebuah foto pada 2009, Angie sudah membawa BlackBerry.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Kan Anda bilang baru punya BB akhir 2010, tapi saya punya bukti Anda punya bukti 2009, ini saya punya buktinya," jelas Nazaruddin di persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/2/2012).&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a  href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/114121/1842912/10/dipotret-tahun-2009-angie-sudah-bawa-blackberry"&gt;Nazaruddin menunjukkan bukti dari berita detikcom yang berjudul 'Dipotret 2009, Angie Sudah Bawa BlackBerry'.&lt;/a&gt; Dalam file detikcom itu, terpapar foto Angie pada 2009 dengan dua buah telepon seluler, dan salah satunya diduga BlackBerry.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Nazaruddin saat itu sedang mengajukan banyak pertanyaan kepada Angelina. Seorang pengacara menyorongkan sebuah telepon seluler kepada Nazaruddin. Tidak lama kemudian, dengan bukti foto itu, pengacara Nazaruddin, Elza Syarief, jaksa, dan Nazaruddin sendiri maju ke depan hakim.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ketua Majelis Hakim Darmawati pun lantas melihat foto pada 2009 itu. Angie saat itu tengah hamil. Tidak lama, majelis hakim memanggil Angie. Sempat ada pembicaraan di depan persidangan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Ini benar Anda?" tanya hakim.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Ya yang mulia," jawab Angie.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Namun tidak jelas percakapan selanjutnya, apakah Angie mengakui kalau telepon seluler itu BlackBerry. Tidak terdengar jelas percakapan yang terjadi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/124217/1842985/10/nazaruddin-tunjukkan-foto-angie-miliki-blackberry-sejak-2009?9911012"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/124217/1842985/10/nazaruddin-tunjukkan-foto-angie-miliki-blackberry-sejak-2009?9911012&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8937208580311396364?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8937208580311396364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8937208580311396364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8937208580311396364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8937208580311396364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-nazaruddin-tunjukkan-foto.html' title='[Koran-Digital] Nazaruddin Tunjukkan Foto Angie Miliki BlackBerry Sejak 2009'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Hu4UIc7L4JU/TztF38Rd0ZI/AAAAAAAAA78/YkYHVikD-DY/s72-c/BB-Angie-Dalam-775350.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6931281466119602374</id><published>2012-02-14T21:38:00.002-08:00</published><updated>2012-02-14T21:39:21.567-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Proses KIR Bermasalah, Kemenhub: Petugas yang Main Akan Disangsi</title><content type='html'>Proses KIR Bermasalah, Kemenhub: Petugas yang Main Akan Disangsi&lt;br&gt;M Arif - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 11:32 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Proses perizinan KIR atau uji kelayakan kendaraan selalu &lt;br&gt;menjadi sorotan. Diduga banyak praktek pungli dalam pelaksanaannya. &lt;br&gt;Tidak heran kerap terjadi kecelakaan karena rem blong. Menyikapi ini &lt;br&gt;pihak Kemenhub mengaku akan bersih-bersih.&lt;p&gt;&amp;quot;Petugas yang bermain mata untuk uji KIR akan dicabut kualifikasi &lt;br&gt;penguji kendaraannya,&amp;quot; jelas Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) &lt;br&gt;Sudirman Lambali di sela-sela rapat kerja dengan Komisi V DPR di &lt;br&gt;Senayan, Jakarta, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Namun Sudirman tidak risau soal kendaraan yang sudah &amp;#39;diloloskan&amp;#39; karena &lt;br&gt;uji KIR. Ke depannya akan ada perbaikan dan dia memastikan uji KIR untuk &lt;br&gt;setiap kendaraan akan dilakukan rutin.&lt;p&gt;&amp;quot;Kalau sudah lulus uji kualifikasi, berarti dia harus uji lagi setiap 6 &lt;br&gt;bulan sekali,&amp;quot; jelasnya.&lt;p&gt;Sebelumnya Sudirman memastikan bahwa kecelakaan bus yang terjadi &lt;br&gt;baru-baru ini, yakni Bus Karunia Bakti dan juga Bus Sumber Kencono &lt;br&gt;karena human error yakni rem blong. Padahal bus itu sudah lolos uji KIR.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/113220/1842895/10/proses-kir-bermasalah-kemenhub-petugas-yang-main-akan-disangsi?n991103605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/113220/1842895/10/proses-kir-bermasalah-kemenhub-petugas-yang-main-akan-disangsi?n991103605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6931281466119602374?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6931281466119602374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6931281466119602374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6931281466119602374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6931281466119602374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-proses-kir-bermasalah.html' title='[Koran-Digital] Proses KIR Bermasalah, Kemenhub: Petugas yang Main Akan Disangsi'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-2564603373382672287</id><published>2012-02-14T21:38:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T21:38:55.397-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Ical: Menang Pemilu Tapi Kalah di DKI, Ibarat Makan Sayur Tanpa Garam</title><content type='html'>Ical: Menang Pemilu Tapi Kalah di DKI, Ibarat Makan Sayur Tanpa Garam&lt;br&gt;M Rizki Maulana - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 12:07 WIB&lt;p&gt;Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menilai betapa &lt;br&gt;penting bagi partainya untuk memenangkan pemilu di daerah pemilihan DKI &lt;br&gt;Jakarta. Menurutnya, DKI Jakarta adalah wilayah pertaruhan reputasi, &lt;br&gt;gengsi dan kinerja semua parpol.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak berlebihan apabila dikatakan meskipun menang secara nasional tapi &lt;br&gt;tidak menang di DKI Jakarta, kemenangannya ibarat makan sayur tanpa &lt;br&gt;garam. Rasanya hambar,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Ical ini dalam pidato &lt;br&gt;pengarahan Rakornis Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Jawa &lt;br&gt;I, di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta &lt;br&gt;Barat, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Ical menambahkan, selain wilayah DKI Jakarta, wilayah lain yang harus &lt;br&gt;dimenangkan oleh partainya di Pemilu 2014 adalah wilayah Jawa Barat dan &lt;br&gt;Banten. Jawa Barat dan Banten dianggap sebagai wilayah penting yang &lt;br&gt;menjadi barometer nasional.&lt;p&gt;&amp;quot;Jumlah penduduk wilayah Jabar khususnya mencapai 22% dari penduduk &lt;br&gt;Indonesia. Ini potensi yang sangat besar, dan wilayah ini pernah menjadi &lt;br&gt;lumbung suara Golkar,&amp;quot; tuturnya.&lt;p&gt;Untuk itu Ical berharap, Partai Golkar dapat menentukan langkah-langkah &lt;br&gt;strategis dalam rangka pemenang pemilu 2014.&lt;p&gt;&amp;quot;Saat ini Golkar sudah ada di jalan yang benar. Tingal melakukan &lt;br&gt;penguatan langkah-langkah strategis dan program yang lebih konkrit untuk &lt;br&gt;pemenangan Pilkada dan Pemilu 2014,&amp;quot; tutup ical dalam pidatonya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/120711/1842946/10/ical-menang-pemilu-tapi-kalah-di-dki-ibarat-makan-sayur-tanpa-garam?n991102605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/120711/1842946/10/ical-menang-pemilu-tapi-kalah-di-dki-ibarat-makan-sayur-tanpa-garam?n991102605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-2564603373382672287?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/2564603373382672287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=2564603373382672287' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2564603373382672287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2564603373382672287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-ical-menang-pemilu-tapi.html' title='[Koran-Digital] Ical: Menang Pemilu Tapi Kalah di DKI, Ibarat Makan Sayur Tanpa Garam'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-4965982342047338667</id><published>2012-02-14T21:28:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T21:29:27.278-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Ada Angie, Samad 'Ogah' Rapat Dengan Komisi Hukum DPR</title><content type='html'>Ada Angie, Samad &amp;#39;Ogah&amp;#39; Rapat Dengan Komisi Hukum DPR&lt;br&gt;Rabu, 15 Februari 2012 10:21 WIB&lt;p&gt;&lt;br&gt;Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto&lt;p&gt;&lt;a href="http://TRIBUNNEWS.COM"&gt;TRIBUNNEWS.COM&lt;/a&gt;, JAKARTA - Dipindahkannya Politisi Partai Demokrat yang &lt;br&gt;juga tersangka kasus korupsi wisma atlet Angelina Sondakh ke Komisi III &lt;br&gt;DPR terus menjadi buah bibir. Gara-gara itu Ketua Komisi Pemberantasan &lt;br&gt;Korupsi(KPK), Abraham Samad mengaku ogah datang ke rapat Komisi III &lt;br&gt;apabila hadir disitu Angelina Sondakh.&lt;p&gt;&amp;quot;Yang jelas kalau ada RDP dan ada Angelina, saya enggak akan datang saya &lt;br&gt;enggak tahu kalau pimpinan lain,&amp;quot;ujar Abraham di gedung DPR, Jakarta, &lt;br&gt;Rabu(15/2/2012).&lt;p&gt;Abraham sendiri mengaku tidak tahu mengapa fraksi Partai Demokrat &lt;br&gt;memindahkan Angie ke Komisi Hukum DPR dimana mereka juga rekan kerja KPK.&lt;p&gt;&amp;quot;Wallahualam saya enggak tahu (Demokrat kenapa mindahkan) saya enggak &lt;br&gt;tahu isi hati orang, saya selaku ketua KPK ada Angelina,&amp;quot;pungkasnya.&lt;p&gt;Seperti diketahui sebelumnya, Fraksi Partai Demokrat melakukan rotasi &lt;br&gt;para kader-kadernya yang duduk di Komisi-Komisi DPR. Rotasi tersebut &lt;br&gt;adalah hal yang biasa dilakukan dan tidak terkait apapun termasuk &lt;br&gt;gonjang-ganjing di partai berlambang mercy tersebut beberapa waktu &lt;br&gt;belakangan ini.&lt;p&gt;&amp;quot;Dari dulu rotasi itu tuntutan organisasi dan penyegaran fraksi-fraksi &lt;br&gt;lain sudah sepuluh kali putaran dan Demokrat baru sekali-sekali. Kan &lt;br&gt;anggota DPR tidak dipilih berdasarkan jurusannya, Oh ya kan sudah ada &lt;br&gt;keputusan SK nya,&amp;quot;ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat. Jafar Hafsah saat &lt;br&gt;jumpa pers di gedung DPR, Jakarta, Selasa(14/2/2012).&lt;p&gt;Sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat yang dirotasi adalah sebagai &lt;br&gt;berikut Darizal Bazir dari Komisi XI ke Komisi II DPR, Boki Ratu Nita &lt;br&gt;Budi dari Komisi XI ke Komisi II DPR.&lt;p&gt;Angelina Sondakh dari Komisi X ke Komisi III , Nur Cahyo Anggoro Jati &lt;br&gt;dari Komisi VIII ke Komisi II. Lalu, Ahmad Syafii dari Komisi VII ke &lt;br&gt;Komisi V, Sutarip Tulus Widodo dari Komisi V ke Komisi VII DPR, Asad &lt;br&gt;Syam dari Komisi IX ke Komisi VIII, Yunus Roihan dari Komisi X ke Komisi &lt;br&gt;VIII, Gray Kusmurtia dari Komisi II ke Komisi IX, Jufri dari komisi II &lt;br&gt;ke Komisi X, M.Nasir dari Komisi III ke Komisi XI, Sucipto (almarhum) &lt;br&gt;dari Komisi II ke Komisi XI.&lt;p&gt;Untuk posisi Badan Anggaran DPR masuk nama Sofatillah Mozaib, Dasrul &lt;br&gt;Djabar, dan Rinto Subekti. Mereka menggantikan Angelina Sondakh, M.Nasir &lt;br&gt;dan Khotibul Umam.&lt;p&gt;Sedangkan di BURT, masuk Timo Pangeran menggantikan Rinto Subekti. Dan &lt;br&gt;di Baleg nama Ignatius Mulyono tetap dipertahankan.&lt;p&gt;Dari nama-nama yang dirotasi tersebut ada beberapa anggota Fraksi Partai &lt;br&gt;Demokrat yang meninggal dunia seperti Sucipto. Tidak hanya itu &lt;br&gt;diantaranya As&amp;#39;ad Syam yang juga terkena kasus korupsi tetap dirotasi.&lt;p&gt;Jafar beralasan nama-nama tersebut masih dilakukan perotasian karena &lt;br&gt;belum ada Pergantian Antar Waktu (PAW).&lt;p&gt;&amp;quot;PAWnya juga belum ada jadi mau diganti siapa,&amp;quot; kata Jafar.&lt;p&gt;&lt;a href="http://m.tribunnews.com/2012/02/15/ada-angie-samad-ogah-rapat-dengan-komisi-hukum-dpr"&gt;http://m.tribunnews.com/2012/02/15/ada-angie-samad-ogah-rapat-dengan-komisi-hukum-dpr&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-4965982342047338667?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/4965982342047338667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=4965982342047338667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4965982342047338667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4965982342047338667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-ada-angie-samad-ogah.html' title='[Koran-Digital] Ada Angie, Samad &apos;Ogah&apos; Rapat Dengan Komisi Hukum DPR'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-4589486814423936942</id><published>2012-02-14T20:38:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T20:39:38.946-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Andriadi Achmad : Menebak Nasib Anas Urbaningrum</title><content type='html'>Menebak Nasib Anas Urbaningrum&lt;br&gt;Andriadi Achmad&lt;p&gt;Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik FISIP UI&lt;p&gt;Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Partai De mokrat (PD) se dang dalam &lt;br&gt;po sisi tidak aman.&lt;br&gt;Kasus Wisma Atlet yang menimpa mantan bendahara umum Partai Demokrat &lt;br&gt;Muhammad Nazaruddin pada akhirnya menyerempet nama Anas. Tak bisa &lt;br&gt;terhindarkan posisi Anas Urbaningrum sedang dalam penantian terburuk.&lt;p&gt;Kecemerlangan karier politik Anas Urbaningrum mengagumkan banyak &lt;br&gt;kalangan. Dalam usia yang masih relatif muda, ia terpilih sebagai ketua &lt;br&gt;umum partai terbesar dan pemenang pemilu tahun 2009. Dengan demikian, &lt;br&gt;banyak isu berkembang dan prediksi Anas Urbaningrum pada Pemilihan &lt;br&gt;Presiden 2014 akan digadang sebagai calon presiden atau wakil presiden &lt;br&gt;dari Partai Demokrat.&lt;p&gt;Melihat sosok dan pembawaannya yang baik saat berkomunikasi maupun dari &lt;br&gt;sisi intelektualnya, Anas Urbaningrum tidak diragukan lagi. Sejak &lt;br&gt;menduduki bangku kuliah, dari segi karier dia pernah menjadi ketua umum &lt;br&gt;PB HMI, Tim Sembilan verifikasi parpol, anggota KPU, dan ketua umum PD &lt;br&gt;pada usia relatif muda (40 tahun). Sedangkan dari sisi intelektual, Anas &lt;br&gt;Urbaningrum tergolong intelektual profertik yang telah menghasilkan &lt;br&gt;beberapa karya ilmiah, baik berupa buku maupun tulisan, di berbagai &lt;br&gt;media massa nasional.&lt;p&gt;Pada awalnya, Anas Urbaningrum diprediksi merupakan sosok pemimpin masa &lt;br&gt;depan Indonesia pascareformasi sebagaimana kita tahu bahwa tokoh-tokoh &lt;br&gt;nonmiliter mulai bermunculan dalam gelanggang politik Indonesia sebagai &lt;br&gt;calon pemimpin bangsa ke depan. Tidak hanya itu, isu pe mimpin muda &lt;br&gt;menggelinding secara perlahan dan memberikan isyarat secara tidak &lt;br&gt;langsung bahwa sosok Anas Urbaningrum adalah salah satu tokoh muda &lt;br&gt;bangsa Indonesia yang berpeluang menjadi pemimpin bangsa.&lt;p&gt;Namun, bayangan tak seindah realitas di mana keterkejutan berbagai &lt;br&gt;kalangan ketika Anas Urbaningrum disebut-sebut terlibat dalam berbagai &lt;br&gt;proyek Wisma Atlet. Dengan demikian, beberapa waktu belakangan, terwarta &lt;br&gt;dalam pelbagai headline media massa cetak maupun audiovisual perihal &lt;br&gt;keterlibatan Anas dalam kasus korupsi Wisma Atlet. Dalam hal ini, Anas &lt;br&gt;Urbaningrum masih terselamatkan sebab KPK belum menyatakan ia sebagai &lt;br&gt;tersangka.&lt;br&gt;Masa depan PD PD merupakan partai reformasi yang kemunculannya pada &lt;br&gt;Pemilu 2004, dengan mengusung ikon Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mampu &lt;br&gt;melesat ke posisi enam besar serta menghantarkan SBY menuju titik &lt;br&gt;tertinggi pemerintahan pada 2004. Fenomena ini menjadikan posisi PD &lt;br&gt;sebagai partai pemerintah yang selama ini hanya distempelkan pada Partai &lt;br&gt;Golkar.&lt;p&gt;Begitu juga pada Pemilu 2009, PD mampu merebut posisi pemenang pemilu &lt;br&gt;dengan perolehan suara yang meroket tajam serta kembali mengangkat SBY &lt;br&gt;sebagai presiden pada periode kedua.&lt;br&gt;Kepercayaan diri dan kebesaran PD tidak begitu saja bisa terhindarkan &lt;br&gt;dari konflik internal.&lt;p&gt;Keretakan di tubuh PD mulai muncul yaitu sejak regenerasi ketua umum PD &lt;br&gt;pada 2005. Kegagalan Ventje Rumekeng menjadi ketua umum PD dan &lt;br&gt;terpilihnya Hadi Utomo (adik ipar SBY), ditunjukkan dengan pengunduran &lt;br&gt;Ventje dari PD yang kemudian mendirikan Partai Barisan Nasional &lt;br&gt;(Barnas). Begitu juga, saat pemilihan ketua umum PD pada 2010. Kekalahan &lt;br&gt;Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie dalam pemilihan ketua umum, sebenar &lt;br&gt;nya menjadi catatan tersendiri dan melahirkan perselisihan antarkubu di PD.&lt;p&gt;Kemudian, beberapa waktu terakhir, PD diguncang gempa korupsi dengan &lt;br&gt;tersangka mantan bendahara umum PD Muhammad Nazaruddin. Tak hanya itu, &lt;br&gt;isu keterlibatan beberapa petinggi PD dan tim sukses SBY dalam Pilpres &lt;br&gt;2009 dilaporkan oleh LSM Bendera penerima aliran dana bailout Bank &lt;br&gt;Century dengan kerugian negara sebesar Rp 6,7 triliun.&lt;p&gt;Keterlibatan kader-kader PD dalam korupsi menimbulkan sebuah pertanyaan &lt;br&gt;menarik bagaimana nasib PD ke depan? Hasil survei LSI terakhir &lt;br&gt;menunjukkan PD terjungkal dari posisi 20 persen menjadi 14 persen. &lt;br&gt;Apakah ini suatu sinyal dini bahwa pada Pemilu 2014 PD tidak lagi &lt;br&gt;menjadi primadona? Adalah suatu keniscayaan kerja keras PD untuk &lt;br&gt;mempertahankan posisi yang telah diraih sejak Pemilu 2004.&lt;p&gt;Belum lagi pesona SBY pada 2014 tidak lagi merona sebab SBY tidak bisa &lt;br&gt;dicalonkan kembali.&lt;br&gt;Dengan demikian, PD harus memunculkan tokoh karismatik yang bisa &lt;br&gt;diunggulkan untuk menarik massa pada Pemilu 2014. Sebenarnya, sosok Anas &lt;br&gt;Urbaningrum bisa dijadikan tokoh untuk menggantikan SBY dilihat dari &lt;br&gt;penampilan dan gaya bicaranya yang sangat menyerupai kepiawaian SBY.&lt;br&gt;Isu pencopotan Pertemuan anggota Dewan Pembina PD pada 23 Januari 2012 &lt;br&gt;di kediaman SBY diisukan membahas perihal penggantian ketua umum PD. &lt;br&gt;Beberapa nama menggelinding sebagai calon pengganti Anas Urbaningrum, &lt;br&gt;yaitu Soekarwo, Andi Mallarangeng, Joko Suyanto, dan Marzuki Alie. &lt;br&gt;Dilihat dari peluang yang bisa meredam keretakan internal PD, posisi &lt;br&gt;Soekarwo dan Djoko Suyanto sebagai calon terkuat. Andi Mallarangeng dan &lt;br&gt;Marzuki Alie adalah rival Anas Urbaningrum saat perebutan ketua umum PD.&lt;p&gt;Terlepas dari isu pencopotan, Anas Urbaningrum mengumpulkan anggota DPP &lt;br&gt;PD untuk konsolidasi internal sehingga isu pencopotan dirinya sudah &lt;br&gt;mulai hilang dari peredaran. Sebenarnya, bola panas yang dilontarkan &lt;br&gt;Dewan Pembina perihal pencopotan Anas bisa saja menjadi redam jika SBY &lt;br&gt;menghendakinya karena keputusan PD berada di tangan SBY.&lt;p&gt;Ada dua alternatif besar pilihan SBY dalam memberikan keputusan mengenai &lt;br&gt;posisi Anas Urbaningrum. Pertama, SBY menyelamatkan Anas. Posisi Anas &lt;br&gt;Urbaningrum dalam kasus aliran dana Wisma Atlet bisa saja tidak terbukti &lt;br&gt;jika SBY dan tim silumannya merekayasa bahwa Anas tidak terlibat dalam &lt;br&gt;kasus tersebut.&lt;br&gt;Tetapi, kelemahannya di sini, SBY semakin disudutkan dan dianggap &lt;br&gt;presiden yang tidak memiliki komitmen dalam pemberantasan korupsi.&lt;p&gt;Kedua, SBY merestui pencopotan Anas Urbaningrum dari ketua umum PD. &lt;br&gt;Ketidakberpihakan SBY dan merestui pencopotan Anas Urbaningrum adalah &lt;br&gt;langkah berani SBY untuk membersihkan dan mencitrakan dirinya tidak &lt;br&gt;pandang bulu dalam memberantas korupsi.&lt;p&gt;Tetapi kelihatannya, SBY masih menunggu sikap KPK. Dengan demikian, &lt;br&gt;dengan penetapan KPK tersebut, SBY seolah tidak terlihat berinisiatif &lt;br&gt;mencopot Anas. Karena aturan partai mengharuskan pengurusnya &lt;br&gt;mengundurkan diri jika terlibat kasus pidana.&lt;p&gt;Jika Anas Urbaningrum dicopot dari ketua umum PD dan menjadi tersangka, &lt;br&gt;besar kemungkinan dia akan membuka semua kedok di dalam tubuh PD. Hal &lt;br&gt;itu bisa saja berbalik dan membahayakan posisi SBY. Dalam hal ini, SBY &lt;br&gt;cenderung hati-hati dalam memutuskan untuk menyelamatkan atau merestui &lt;br&gt;pencopotan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum PD.&lt;p&gt;&lt;a href="http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2012/02/15/ArticleHtmls/Menebak-Nasib-Anas-Urbaningrum-15022012004013.shtml?Mode=1"&gt;http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2012/02/15/ArticleHtmls/Menebak-Nasib-Anas-Urbaningrum-15022012004013.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-4589486814423936942?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/4589486814423936942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=4589486814423936942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4589486814423936942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4589486814423936942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-andriadi-achmad-menebak.html' title='[Koran-Digital] Andriadi Achmad : Menebak Nasib Anas Urbaningrum'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5837412070773498332</id><published>2012-02-14T20:36:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T20:37:20.024-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Mohammad Afifuddin : Feminisasi Korupsi</title><content type='html'>Feminisasi Korupsi&lt;br&gt;Mohammad Afifuddin&lt;p&gt;Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Fisipol Universitas Gadjah Mada&lt;p&gt;  Jika dicermati dengan teliti kasus demi kasus korupsi yang sedang &lt;br&gt;diusut KPK belakang an ini, kita akan mene mukan satu benang merah yang &lt;br&gt;menghubungkannya, yakni keterlibatan perempuan sebagai aktor penting &lt;br&gt;dalam jejaring mafia perampok uang rakyat. Dari yang telah ditetapkan &lt;br&gt;sebagai tersangka/terdakwa/tervonis, ada nama seperti Imas Diansari, &lt;br&gt;hakim ad hoc Pengadilan Hubungan Industrial PN Bandung yang tertangkap &lt;br&gt;basah menerima suap Rp 200 juta.&lt;p&gt;Selain itu, dua anggota DPR Ni Luh Mariani Tirtasari dan Engelina &lt;br&gt;Pattiasina yang tersangkut kasus cek pelawat, Nunun Nurbaetie dan &lt;br&gt;Miranda S Goeltom (kasus suap pemilihan Deputi Gubernur BI), serta Wa &lt;br&gt;Ode Nurhayati (mafia banggar DPR). Sosok lainnya adalah Mindo Rosalina &lt;br&gt;Manulang, Neneng Sri Wahyuni, hingga yang terbaru Angelina Sondakh dalam &lt;br&gt;kasus suap Wisma Atlet.&lt;p&gt;Sedangkan dalam kasus suap Kemenakertrans, Dhanarwati malah sudah &lt;br&gt;divonis dua tahun enam bulan. Bahkan, kalau mundur cukup jauh ke &lt;br&gt;belakang, jangan kita lupakan `ratu sel mewah&amp;#39; Artalyta Suryani (Ayin) &lt;br&gt;yang juga resmi divonis sebagai koruptor. Sementara itu, perempuan yang &lt;br&gt;sempat dikaitkan dengan berbagai skandal suap/mark up korupsi adalah &lt;br&gt;Nining Indra Saleh (Setjen DPR), Athiyah Laila (istri Anas Urbaningrum &lt;br&gt;dalam kasus suap Wisma Atlet), atau bahkan Sri Mulyani dalam kasus Century.&lt;p&gt;Sedangkan, di luar komplotan mafia anggaran dan penyuap aparat negara &lt;br&gt;tersebut, ada nama Malinda Dee yang sempat beken karena kiprahnya &lt;br&gt;membobol uang nasabah Citibank. Masih ada beberapa nama lagi yang lain &lt;br&gt;yang akan sangat memakan ruang jika harus dituliskan semuanya.&lt;p&gt;Apakah ini kebetulan semata? Asumsinya, uang tidak punya jenis kelamin. &lt;br&gt;Siapa pun mempunyai `bakat&amp;#39; korupsi asalkan menemukan momentum (niat dan &lt;br&gt;kesempatan) yang tepat. Bisa jadi fenomena ini 100 persen sebuah &lt;br&gt;kebetulan yang cantik. Namun, melihat rentetan kejadian kasus per kasus &lt;br&gt;di mana keterlibatan perempuan menjadi variabel vital dalam skenario &lt;br&gt;perampokan anggaran rakyat tersebut, tampaknya asumsi kebetulan sulit &lt;br&gt;untuk dinalar.&lt;p&gt;Untuk perdebatan ini, penulis sepakat dengan tesis penulis buku Korupsi &lt;br&gt;Kepresidenan (2005), George Junus Aditjondro. Dalam sebuah seminar di &lt;br&gt;UGM awal tahun ini, Aditjondro mengutarakan, fenomena perempuan banyak &lt;br&gt;tersangkut korupsi merupakan gejala yang relatif baru di Indonesia.&lt;br&gt;Tekanannya bukan pada persoalan kebetulan atau by design, melainkan &lt;br&gt;lebih pada bagaimana kita memaknai perubahan sosiologis dalam konteks &lt;br&gt;gender dan feminisme yang bersangkut paut dengan skandal-skandal &lt;br&gt;keuangan tersebut.&lt;br&gt;Euforia antidomestifikasi Keran kebebasan sosial-politik yang terbuka &lt;br&gt;pascareformasi rupanya berdampak positif pada kian menguatnya akselerasi &lt;br&gt;perempuan di sektor publik. Setelah sekian lama terdomestifikasi oleh &lt;br&gt;wacana dan kebijakan yang bias gender, pelan tapi pasti perempuan di &lt;br&gt;Indonesia mulai menemukan `jati diri&amp;#39;. Maraknya gerakan dari kaum &lt;br&gt;feminis yang menuntut adanya kesamaan hak dan kesempatan (equality of &lt;br&gt;opportunity) untuk mengakses sumber daya sosialekonomi-politik seperti &lt;br&gt;halnya laki-laki, mulai banyak diafirmasi para pemangku jabatan dan &lt;br&gt;pengambil keputusan di negeri ini.&lt;p&gt;Data menunjukkan, meskipun model afirmative action yang mensyaratkan &lt;br&gt;keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam parlemen gagal &lt;br&gt;diterapkan, tren jumlah politisi perempuan yang duduk di DPR selalu naik &lt;br&gt;dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.&lt;br&gt;Dikutip dari situs resmi Centre of Electoral Reform (Cetro), jika hasil &lt;br&gt;Pemilu 2004 jumlah perempuan yang duduk di parlemen 11,8 persen dari &lt;br&gt;total anggota DPR, Pemilu 2009 menghasilkan jumlah anggota DPR perempuan &lt;br&gt;sebesar 18 persen dari keseluruhan anggota dewan.&lt;p&gt;Sementara untuk DPD, jumlah anggota perempuan naik dari 22,5 persen pada &lt;br&gt;periode 2004-2009 menjadi 26,5 persen pada periode 2009-2014. &lt;br&gt;Diperkirakan, tren kenaikan seperti ini bakal terus terjadi dalam pemilu &lt;br&gt;mendatang.&lt;p&gt;Untuk komposisi kepegawaian di berbagai instansi, jumlah perempuan juga &lt;br&gt;mengalami lonjakan signifikan. Jika pada akhir 2005 persentase perempuan &lt;br&gt;yang menjabat sebagai eselon I dan II hanya 13,3 persen dari total &lt;br&gt;jumlah PNS di Indonesia, belakangan ini rasionya sudah meningkat menjadi &lt;br&gt;21,5 persen dari keseluruhan pegawai negeri (Latfiyah, 2011).&lt;p&gt;Jika pada lembaga-lembaga `pelat merah&amp;#39; kiprah perempuan kian menonjol, &lt;br&gt;bagaimana dengan kehadiran perempuan pada instansi-instansi swasta? &lt;br&gt;Meski tidak ada data yang bisa mencerminkannya secara tepat, penulis &lt;br&gt;berasumsi trennya juga meningkat.&lt;br&gt;Indikasinya bisa dilihat dari kian banyaknya perempuan yang menduduki &lt;br&gt;jabatan strategis di berbagai perusahaan/lembaga swasta.&lt;p&gt;Gambaran tersebut bermakna bahwa perempuan sudah bisa mengatasi problem &lt;br&gt;pemenuhan kebutuhan berpendidikan seperti yang pernah diperjuangkan RA &lt;br&gt;Kartini dulu. Meski belum tuntas dan merata persebaran akses pendidikan &lt;br&gt;bagi kaum hawa, paling tidak sebagian besar perempuan sudah menikmati &lt;br&gt;keleluasaan berpendidikan sehingga mereka bisa sejajar dengan laki-laki &lt;br&gt;untuk berkiprah di sektor publik.&lt;br&gt;Fenomena terbalik Tren yang positif itu juga didukung justifikasi dari &lt;br&gt;hasil riset Bank Dunia tahun 1999 perihal peran perempuan dalam korupsi.&lt;br&gt;Melalui riset yang dilakukan Development Research Group/Poverty &lt;br&gt;Reduction and Economic Management Network itu ditemukan kenyataan &lt;br&gt;menurunnya tingkat korupsi bersamaan dengan kian meningkatnya jumlah &lt;br&gt;perempuan di tingkat parlemen nasional. Riset tersebut menjadi dasar &lt;br&gt;bagi Bank Dunia untuk merekomendasikan agar semua negara memberikan &lt;br&gt;peluang yang lebih besar bagi perempuan menduduki jabatan di &lt;br&gt;pemerintahan dan parlemen karena keberadaan mereka berpotensi untuk &lt;br&gt;menurukan tingkat korupsi (Neta S Pane, 2011).&lt;p&gt;Namun, apa yang terjadi di Indonesia seakan mematahkan hasil penelitian &lt;br&gt;Bank Dunia tersebut.&lt;br&gt;Peran perempuan yang menduduki sejumlah jabatan penting di negeri ini &lt;br&gt;tumbang satu per satu karena terlibat korupsi. Data ICW menyebutkan, &lt;br&gt;pada 2008 dari 22 koruptor yang ditangkap, dua di antaranya perempuan. &lt;br&gt;Kemudian, pada 2011 jumlahnya meningkat lebih dari tiga kali lipat. &lt;br&gt;Fakta ini sekaligus membantah pernyataan mantan komisioner KPK M Jasin &lt;br&gt;bahwa perempuan selama ini lebih berperan sebagai pendorong korupsi yang &lt;br&gt;dilakukan lakilaki.&lt;p&gt;Artinya, ketika akses ruang publik yang selama ini didominasi kaum &lt;br&gt;laki-laki dibuka juga untuk perempuan, mereka ternyata sama rentannya &lt;br&gt;dengan laki-laki. Pertanyaannya, mengapa kerentanan itu terjadi? Karena &lt;br&gt;para `perempuan korup&amp;#39; itu sedang terjangkit sindrom yang oleh bapak &lt;br&gt;Psikoanalisis Sigmund Freud disebut sebagai histeria (euforia).&lt;p&gt;Efek fatal dari histeria itu adalah melemahnya fungsi superego sebagai &lt;br&gt;pagar penjaga moralitas yang berkembang di kehidupan sosial seseorang &lt;br&gt;oleh menguatnya ego secara berlebihan dan berciri destruktif. &lt;br&gt;Manifestasi dari histeria ego adalah egoisme diri untuk kaya secara &lt;br&gt;instan tanpa memedulikan nasib jutaan orang lainnya.&lt;p&gt;Akhirnya, jika sejarah mencatat pelaku korupsi banyak didominasi kaum &lt;br&gt;laki-laki karena luasnya akses mereka ke simpul-simpul kekuasaan &lt;br&gt;ekonomi-politik, konklusi itu tampaknya tidak relevan lagi. Sebab, &lt;br&gt;fenomena mutakhir justru menggambarkan menguatnya feminisasi korupsi.&lt;p&gt;&lt;a href="http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2012/02/15/ArticleHtmls/Feminisasi-Korupsi-15022012004005.shtml?Mode=1"&gt;http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2012/02/15/ArticleHtmls/Feminisasi-Korupsi-15022012004005.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5837412070773498332?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5837412070773498332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5837412070773498332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5837412070773498332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5837412070773498332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-mohammad-afifuddin.html' title='[Koran-Digital] Mohammad Afifuddin : Feminisasi Korupsi'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7234140080112906741</id><published>2012-02-14T19:15:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T19:15:48.859-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Awas! Pindah ke Komisi Hukum Angie Intervensi KPK</title><content type='html'>Awas! Pindah ke Komisi Hukum Angie Intervensi KPK&lt;br&gt;Didi Syafirdi - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 08:22 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Kepindahan Angelina Sondakh yang berstatus tersangka dalam &lt;br&gt;kasus suap Wisma Atlet ke Komisi Hukum DPR dinilai tidak fair. Muncul &lt;br&gt;kekhawatiran Angie akan mengintervensi KPK yang menangani kasusnya.&lt;p&gt;&amp;quot;Angie bisa mengintervensi kasus hukum yang menjeratnya, ini harus &lt;br&gt;dicegah dari awal&amp;quot; ujar Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) &lt;br&gt;Ray Rangkuti saat dihubungi detikcom, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Menurut Ray, terbuka kesempatan bagi janda Adji Massaid itu untuk &lt;br&gt;mengawasi kinerja KPK secara politik. Sebagai mitra kerja tentu KPK akan &lt;br&gt;melaporkan hasil kerjanya ke Komisi Hukum DPR.&lt;p&gt;&amp;quot;Logikanya, sama saja KPK memberi laporan hasil kerjanya kepada Angie, &lt;br&gt;karena Angie ada di Komisi III,&amp;quot; kata Ray.&lt;p&gt;Untuk menghindari adanya konflik kepentingan menurut Ray, Partai &lt;br&gt;Demokrat harus segera menarik Angie dari Komisi Hukum. Jika tetap &lt;br&gt;bertahan harus diberlakukan kode etik yang melarang Angie mengikuti &lt;br&gt;rapat koordinasi dengan KPK. Terakhir KPK harus segera menahan Angie.&lt;p&gt;&amp;quot;Paling kompromistis Angie tidak ikut rapat dengan KPK, wilayahnya hanya &lt;br&gt;kepolisian dan kejaksaan,&amp;quot; tandasnya.&lt;p&gt;Sebelumnya diberitakan FPD menggeser Nasir dari Komisi III ke Komisi XI &lt;br&gt;DPR. Angelina Sondakh dipindah menggantikan Nasir ke Komisi III DPR. &lt;br&gt;Namun keduanya tak lagi menjadi anggota Banggar DPR.&lt;p&gt;Ketua FPD DPR, M Jafar Hafsah mengatakan pergeseran hanya rotasi biasa &lt;br&gt;saja. Jafar membantah rotasi menyangkut kasusnya agar Angie lebih dekat &lt;br&gt;dengan KPK&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/082239/1842673/10/awas-pindah-ke-komisi-hukum-angie-intervensi-kpk?n991103605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/082239/1842673/10/awas-pindah-ke-komisi-hukum-angie-intervensi-kpk?n991103605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7234140080112906741?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7234140080112906741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7234140080112906741' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7234140080112906741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7234140080112906741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-awas-pindah-ke-komisi.html' title='[Koran-Digital] Awas! Pindah ke Komisi Hukum Angie Intervensi KPK'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6792469146337232323</id><published>2012-02-14T19:11:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T19:11:50.478-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Istana: Diskusi dengan Presiden Bukan Obrolan Warung Kopi</title><content type='html'>Istana: Diskusi dengan Presiden Bukan Obrolan Warung Kopi&lt;br&gt;Rachmadin Ismail - detikNews&lt;br&gt;Selasa, 14/02/2012 15:25 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyayangkan &lt;br&gt;pandangan sinis dari komentator di televisi terkait acara silaturahmi &lt;br&gt;wartawan dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Selasa (13/2) &lt;br&gt;malam. Acara itu dipastikan tanpa settingan.&lt;p&gt;&amp;quot;Terus terang saya kecewa dengan apa yang ditampilkan dari sejumlah &lt;br&gt;komentator di tv karena menyebut acara semalam disetting,&amp;quot; kata Julian &lt;br&gt;di kantor presiden, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (14/2/2012).&lt;p&gt;Julian menegaskan, &amp;#39;settingan&amp;#39; yang dibuat pihak istana bukan dari segi &lt;br&gt;konten pertanyaan. Namun, ada pengaturan urutan penanya untuk kelancaran &lt;br&gt;dan ketertiban acara.&lt;p&gt;&amp;quot;Benar saya memang meminta kepada rekan-rekan agar kita menjadi lebih &lt;br&gt;tertib, mengingat waktu yang terbatas dan banyaknya pertanyaan atau isu &lt;br&gt;yang ingin disampaikan tentu kita membutuhkan manajemen waktu yang lebih &lt;br&gt;baik,&amp;quot; jelasnya.&lt;p&gt;&amp;quot;Tapi kalau yang disebut menyangkut substansi atau isi dari pertanyaan &lt;br&gt;itu seolah-ola disetting, dititipkan atau dimintakan itu tidak benar,&amp;quot; &lt;br&gt;tegasnya.&lt;p&gt;Lebih lanjut Julian juga memastikan, acara itu dibuat sebagai momen agar &lt;br&gt;para wartawan dapat berinteraksi langsung dengan presiden. Isu-isu yang &lt;br&gt;menjadi perhatian publik dapat langsung ditanyakan tanpa sensor.&lt;p&gt;&amp;quot;Kita kan bukan mengadakan dialog di warung kopi atau sejenis atau &lt;br&gt;seperti itu. Ini kan ditanyakan kepada Presiden RI tentu perlu etika dan &lt;br&gt;ketertiban serta keteraturan, saya kira demikian,&amp;quot; tegasnya.&lt;p&gt;Sekadar diketahui, dalam acara selama 1,5 jam tersebut ada sekitar 16 &lt;br&gt;wartawan yang diberi kesempatan bertanya. Pertanyaan pun bervariasi, &lt;br&gt;mulai dari kasus Nazaruddin, dugaan keterlibatan kerabat Ibu Ani &lt;br&gt;Yudhoyono dalam kasus bank Century, hingga masalah Front Pembela Islam &lt;br&gt;(FPI). Pertanyaan memang dikumpulkan beberapa hari sebelum acara, namun &lt;br&gt;itu dilakukan untuk pengelompokkan tema.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/14/152552/1842138/10/istana-diskusi-dengan-presiden-bukan-obrolan-warung-kopi?nd992203605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/14/152552/1842138/10/istana-diskusi-dengan-presiden-bukan-obrolan-warung-kopi?nd992203605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6792469146337232323?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6792469146337232323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6792469146337232323' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6792469146337232323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6792469146337232323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-istana-diskusi-dengan.html' title='[Koran-Digital] Istana: Diskusi dengan Presiden Bukan Obrolan Warung Kopi'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6214445120900478875</id><published>2012-02-14T19:03:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T19:04:22.151-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Dengan Tenang, Angie Sangkal Istilah 'Apel Malang' dan 'Ketua Besar'</title><content type='html'>Dengan Tenang, Angie Sangkal Istilah &amp;#39;Apel Malang&amp;#39; dan &amp;#39;Ketua Besar&amp;#39;&lt;br&gt;Moksa Hutasoit - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 09:54 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Istilah &amp;#39;Apel Malang&amp;#39;, &amp;#39;Apel Washington&amp;#39;, &amp;#39;Ketua Besar&amp;#39;, dan &lt;br&gt;&amp;#39;Bos Besar&amp;#39; sangat tenar dalam kasus Nazaruddin. Kata-kata itu diketahui &lt;br&gt;muncul dalam percakapan antara Mindo Rosalina Manulang dan Angelina Sondakh.&lt;p&gt;Percakapan itu terekam dalam BlackBerry Messenger (BBM) kedua perempuan &lt;br&gt;itu pada Oktober 2010 lalu. Tapi dengan tenang dan datar Angie &lt;br&gt;menyangkal pernah berbicara dengan Rosa soal istilah itu.&lt;p&gt;Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kuningan, &lt;br&gt;Jakarta, Rabu (15/2/2012), saat dicecar Ketua Majelis Hakim Dharmawati &lt;br&gt;soal apel dan bos besar tersebut, Angie menyatakan penyangkalannya.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak pernah yang mulia,&amp;quot; jawab Angie.&lt;p&gt;Hakim Dharmawati pun lantas menegaskan kepada Angie, mengenai percakapan &lt;br&gt;di BBM itu. &amp;quot;Jadi Anda tidak mengakui percakapan ini?&amp;quot; tanya Dharmawati.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak yang mulia,&amp;quot; jawab Angie yang mengenakan pakaian putih-putih dan &lt;br&gt;kacamata ini.&lt;p&gt;Percakapan Angie dan Rosa ini masuk dalam berita acara pemeriksaan &lt;br&gt;(BAP). Istilah Apel Malang berarti uang rupiah, sedangkan Apel &lt;br&gt;Washington berarti dollar AS, sedang ketua besar dan bos besar hingga &lt;br&gt;ini belum terjawab, walau disebut-sebut tidak jauh dari nama politikus PD.&lt;p&gt;(ndr/gah)&lt;br&gt;Baca Juga&lt;p&gt;     * Wah! Pada 2010 Angie Mengaku Belum Gunakan BlackBerry&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/095421/1842748/10/dengan-tenang-angie-sangkal-istilah-apel-malang-dan-ketua-besar"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/095421/1842748/10/dengan-tenang-angie-sangkal-istilah-apel-malang-dan-ketua-besar&lt;/a&gt;&lt;p&gt;  Angie Bantah Pernah BBM-an dengan Rosa&lt;br&gt;Moksa Hutasoit - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 09:47 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Mantan anggota Banggar yang juga anggota Fraksi Partai &lt;br&gt;Demokrat (FPD) Angelina Sondakh tampil sangat tenang di Pengadilan &lt;br&gt;Tipikor. Saat majelis hakim menanyakan sejumlah hal, Angie- demikian &lt;br&gt;sapaan Angelina- menjawab dengan tenang. Bahkan, dia juga membantah &lt;br&gt;pernah komunikasi via blackberry messenger (BBM) ke Rosa. Dia membantah &lt;br&gt;hal itu dengan tenang, tanpa meledak-ledak.&lt;p&gt;Angie didatangkan sebagai saksi dalam persidangan kasus suap Wisma Atlet &lt;br&gt;dengan terdakwa koleganya di Partai Demokrat, M Nazaruddin di Pengadilan &lt;br&gt;Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu ( 15/2/2012). Angie hadir &lt;br&gt;mengenakan baju warna putih dan berkacamata, tampil cantik dengan rambut &lt;br&gt;digelung.&lt;p&gt;&amp;quot;Apakah Anda pernah berkomunikasi BBM dengan Rosa?&amp;quot; tanya ketua majelis &lt;br&gt;hakim, Darmawati Ningsih. Rosa yang dimaksud adalah Mindo Rosalina &lt;br&gt;Manulang, mantan anak buah Nazaruddin di Permai Group yang menjadi &lt;br&gt;terpidana kasus ini.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak pernah yang mulia,&amp;quot; kata Angie dengan tenang.&lt;p&gt;Saat majelis hakim mencecar dengan berbagai isi percakapan BBM antara &lt;br&gt;Rosa dengan dirinya, lagi-lagi Angie membantah melakukan komunikasi itu. &lt;br&gt;&amp;quot;Itu bukan komunikasi saya, saya tidak mengoperasikan BB (BlackBerry) &lt;br&gt;itu,&amp;quot; bantah Angie.&lt;p&gt;Angie juga membantah mengundang Rosa ke acara keluarga, baik acara sidak &lt;br&gt;siti anaknya atau acara ultah anaknya pada tahun 2010, melalui BBM. &lt;br&gt;&amp;quot;Saya mengundang semua teman saya yang ada di contact list handphone &lt;br&gt;saya,&amp;quot; ujar Angie yang mengaku pada Mei dan Oktober 2010 dirinya belum &lt;br&gt;menggunakan BB, tapi hanya menggunakan HP Nokia.&lt;p&gt;Karena bantahan-bantahan Angie itu, majelis hakim kembali mencecarnya. &lt;br&gt;&amp;quot;Mengapa Anda menyampaikan keterangan yang berbeda dengan BAP? Ini ada &lt;br&gt;paraf saudara dan di BAP ini Anda mengaku pernah BBM dengan Rosa,&amp;quot; tanya &lt;br&gt;majelis hakim.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya minta maaf yang Mulia, kalau ada salah pengertian di BAP. Seingat &lt;br&gt;saya, saya menyampaikan bahwa saya tidak mengenali percakapan itu,&amp;quot; ujar &lt;br&gt;Angie. Dalam kesaksiannya, Angie juga membantah pernah bertemu Rosa.&lt;p&gt;Sebelumnya di BAP dibeberkan mengenai bukti percakapan BBM antara Angie &lt;br&gt;dan Rosa. Dalam percakapan itu, seperti pengakuan Rosa, Angie meminta &lt;br&gt;bagian miliaran rupiah. Di percakapan itu, Angie juga menggunakan kata &lt;br&gt;sandi Apel Malang, Apel Washington, dan Semangka, yang semuanya berarti &lt;br&gt;&amp;#39;uang.&amp;quot;&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/094753/1842744/10/angie-bantah-pernah-bbm-an-dengan-rosa?n991102605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/094753/1842744/10/angie-bantah-pernah-bbm-an-dengan-rosa?n991102605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6214445120900478875?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6214445120900478875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6214445120900478875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6214445120900478875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6214445120900478875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-dengan-tenang-angie.html' title='[Koran-Digital] Dengan Tenang, Angie Sangkal Istilah &apos;Apel Malang&apos; dan &apos;Ketua Besar&apos;'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7170785328811641559</id><published>2012-02-14T18:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T18:36:35.545-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Pelopor Gerakan Anti Sri Mulyani Siap Head to Head dengan Boediono</title><content type='html'>Pelopor Gerakan Anti Sri Mulyani Siap Head to Head dengan Boediono&lt;br&gt;Rabu, 15 Februari 2012 , 06:27:00 WIB&lt;br&gt;Laporan: Teguh Santosa&lt;p&gt;&lt;p&gt;RMOL. Pernyataan Presiden SBY bahwa bailout untuk Bank Century yang &lt;br&gt;membengkak menjadi Rp 6,7 triliun tidak merugikan keuangan negara &lt;br&gt;sungguh sebuah keteledoran maha dahsyat. Bagaimana mungkin seorang &lt;br&gt;kepala pemerintahan dapat mengatakan hal itu sementara lembaga &lt;br&gt;legislatif (DPR RI) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dua lembaga &lt;br&gt;tinggi lain yang melakukan penyelidikan khusus untuk megaskandal ini, &lt;br&gt;mengatakan menemukan indikasi pelanggaran hukum dan peraturan.&lt;p&gt;&amp;quot;Pernyataan SBY itu payah. Dia tidak peka dan kok merasa kena jeratan &lt;br&gt;Centurygate?&amp;quot; ujar Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) &lt;br&gt;Sasmito Hadinagoro dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online &lt;br&gt;Selasa malam (14/2).&lt;p&gt;&amp;quot;Jawaban normatif yang disampaikan dalam tanya jawab dengan wartawan &lt;br&gt;yang disiarkan langsung itu (Senin, 13/2) sungguh memprihatinkan. &lt;br&gt;Memperlihatkan gejala amnesia,&amp;quot; sambung pelopor Gerakan Hindari Memilih &lt;br&gt;Sri Mulyani (HMS) ini.&lt;p&gt;Dua tahun terakhir ini Sasmito termasuk pihak yang gencar mempersoalkan &lt;br&gt;sejumlah kasus kejahatan kerah putih yang bernuansa criminal policy. &lt;br&gt;Megaskanda dana talangan untuk Bank Century, menurutnya, hanya merupakan &lt;br&gt;satu dari sekian kasus kejahatan keuangan yang melibatkan figur-figur &lt;br&gt;sentral otoritas keuangan dan perbankan. Sasmito baru-baru ini &lt;br&gt;mengembangkan kampanyenya ke dunia internasional dengan menjadi editor &lt;br&gt;khusus versi bahasa Inggris sebuah majalah yang menguliti megaskandal &lt;br&gt;tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Ini benar-benara mengelabui rakyat. Apa dikira rakyat buta huruf semua? &lt;br&gt;Silakan undang saya untuk head to head dengan Boediono dan Sri Mulyani &lt;br&gt;yang jadi aktor utama di balik megakasus ini,&amp;quot; ujarnya lagi.&lt;p&gt;&amp;quot;Kalau hasil penyelidikan BPK dan DPR tidak dijadikan acuan dalam &lt;br&gt;prodses hukum, mendingan kedua lembaga itu dibubarkan dan uang yang &lt;br&gt;dipakai untuk membayar gaji mereka dibelikan sembako saja,&amp;quot; demikian &lt;br&gt;Sasmito miris. [guh]&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/15/54854/Pelopor-Gerakan-Anti-Sri-Mulyani-Siap-Head-to-Head-dengan-Boediono-"&gt;http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/15/54854/Pelopor-Gerakan-Anti-Sri-Mulyani-Siap-Head-to-Head-dengan-Boediono-&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7170785328811641559?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7170785328811641559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7170785328811641559' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7170785328811641559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7170785328811641559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-pelopor-gerakan-anti-sri.html' title='[Koran-Digital] Pelopor Gerakan Anti Sri Mulyani Siap Head to Head dengan Boediono'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8001659410717354146</id><published>2012-02-14T18:33:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T18:34:21.933-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] BUMN &amp; PNS Resmi Dilarang Beli Bensin</title><content type='html'>BUMN &amp;amp; PNS Resmi Dilarang Beli Bensin&lt;br&gt;Pengusaha Muda Lebih Sreg Harga BBM Dinaikkan&lt;br&gt;Rabu, 15 Februari 2012 , 08:09:00 WIB&lt;p&gt;&lt;br&gt;RMOL.Pemerintah akhirnya resmi melarang pegawai BUMN dan pegawai negeri &lt;br&gt;sipil (PNS) untuk membeli BBM subsidi. Waktu pelaksanaannya segera &lt;br&gt;dibahas dalam sidang kabinet.&lt;p&gt;Sekretaris Kabinet Dipo Alam menjelaskan, Peraturan Pre&amp;#173;siden Nomor 15 &lt;br&gt;Tahun 2012 ini mengatur Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis &lt;br&gt;Ba&amp;#173;han Bakar Minyak Tertentu. Per&amp;#173;pres ini merupakan pengganti dari &lt;br&gt;Perpres No. 55 tahun 2005 yang sudah diubah dengan Per&amp;#173;pres No. 9 Tahun &lt;br&gt;2006. Dili&amp;#173;hat da&amp;#173;lam situs &lt;a href="http://Setkab.go.id"&gt;Setkab.go.id&lt;/a&gt;, har&amp;#173;ga ece&amp;#173;ran bahan bakar &lt;br&gt;minyak ma&amp;#173;sih sama. Yaitu minyak tanah (ke&amp;#173;ro&amp;#173;sine) sebesar Rp 2.500, &lt;br&gt;ben&amp;#173;sin ok&amp;#173;tan 88 (pre&amp;#173;mium) sebesar Rp 4.500 dan mi&amp;#173;nyak solar sebesar &lt;br&gt;Rp 4.500.&lt;p&gt;Berarti, dari harga tersebut, minyak tanah dan solar menga&amp;#173;lami &lt;br&gt;kenaikan. Sebelumnya da&amp;#173;lam Pasal 2 Perpres Nomor 9 Ta&amp;#173;hun 2006 &lt;br&gt;disebutkan harga ecer minyak tanah ditetapkan Rp 2.000, minyak solar Rp &lt;br&gt;4.300.&lt;p&gt;Tetapi di dalam Perpres ini juga diatur pembatasan secara ber&amp;#173;tahap &lt;br&gt;penggunaan jenis BBM ter&amp;#173;tentu. Pasal 5 Ayat 2 Perpres ini menyebutkan, &lt;br&gt;tahapan pem&amp;#173;ba&amp;#173;tasan akan diatur oleh Menteri ESDM berdasarkan hasil &lt;br&gt;Rakor yang dipimpin Menko Per&amp;#173;eko&amp;#173;nomian. &amp;quot;Jadi tanya langsung ke Pak &lt;br&gt;Hatta (Menko Perekonomian Hatta Rajasa),&amp;quot; kata Dipo di Ista&amp;#173;na Negara, &lt;br&gt;Senin malam (13/2).&lt;p&gt;Ditemui di kesempatan yang sama, Menko Per&amp;#173;eko&amp;#173;nomian Hatta Rajasa &lt;br&gt;menya&amp;#173;takan, inti Perpres baru ini adalah pem&amp;#173;batasan peng&amp;#173;gunaan BBM &lt;br&gt;ter&amp;#173;tentu oleh peng&amp;#173;guna, diatur da&amp;#173;lam pasal 4. Tetapi, Ketua Umum PAN &lt;br&gt;ini melanjut&amp;#173;kan, saat ini be&amp;#173;lum dibuat penjad&amp;#173;walan (time&amp;#173;table). &lt;br&gt;Teknisnya le&amp;#173;bih lan&amp;#173;jut akan diatur Menteri Ener&amp;#173;gi dan Sumber Daya &lt;br&gt;Mineral (ESDM).&lt;p&gt;&amp;quot;Presiden tidak mengatur se&amp;#173;gala macamnya, diserahkan ke&amp;#173;pada Menteri &lt;br&gt;ESDM. Sekarang sedang menga&amp;#173;tur pembatasan, opsi-opsi dengan Komisi VII &lt;br&gt;DPR,&amp;quot; ujar Hatta. Sedang me&amp;#173;ngenai opsi kenaikan harga, kata Hatta, &lt;br&gt;masih dalam penga&amp;#173;jian. &amp;quot;Tidak boleh ditutup,&amp;quot; imbuhnya.&lt;p&gt;Sedangkan Menteri ESDM Jero Wacik menegaskan, penan&amp;#173;da&amp;#173;tanganan Perpres &lt;br&gt;tidak berarti opsi-opsi lain, termasuk kenaik&amp;#173;an harga, tidak bisa &lt;br&gt;dilanjutkan. &amp;quot;Seperti Pak Presiden bilang, ka&amp;#173;lau harga minya naik, &lt;br&gt;berarti ada kontigensi,&amp;quot; kata Wacik.&lt;p&gt;Ditanya soal larangan meng&amp;#173;konsumsi bensin, Dirut PT Per&amp;#173;kebunan &lt;br&gt;Nusantara (PTPN) 14 Am&amp;#173;rullah siap mendukung kebi&amp;#173;jakan pemerintah yang &lt;br&gt;melarang pejabat BUMN menggunakan BBM subsidi per 1 April 2012. &amp;quot;Ka&amp;#173;mi &lt;br&gt;dukung kebi&amp;#173;jakan terse&amp;#173;but, apalagi selama ini saya juga meng&amp;#173;gu&amp;#173;nakan &lt;br&gt;BBM non subsi&amp;#173;di,&amp;quot; ujar&amp;#173;nya kepada Rakyat Merdeka.&lt;p&gt;Namun, ia mengakui, kebera&amp;#173;daan SPBU yang jual pertamax di daerah masih &lt;br&gt;terbatas se&amp;#173;hingga agak sulit untuk mem&amp;#173;per&amp;#173;oleh BBM non subsidi itu.&lt;p&gt;Menanggapi sikap pemerintah ini, kalangan DPR menilai, opsi penyesuaian &lt;br&gt;harga BBM berupa kenaikan atau penurunan harga dalam Perpres No.15 Tahun &lt;br&gt;2012 tidak memiliki dasar. Pasal&amp;#173;nya, tidak ada Undang-Undang (UU) yang &lt;br&gt;melandasi aturan tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Kalau Perpres tidak boleh melanggar UU APBN. Dalam UU APBN 2012, tidak &lt;br&gt;akan ada ke&amp;#173;naikan harga dalam penga&amp;#173;turan subsidi. Kalau mengatur &lt;br&gt;kenai&amp;#173;kan, itu mengacu ke Undang-Undang apa? Masak Perpres lebih tinggi &lt;br&gt;dari Undang-Undang,&amp;quot; kritik Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar &lt;br&gt;Satya W Yudha,.&lt;p&gt;Sebelumnya, Presiden SBY me&amp;#173;mastikan Perpres pembatasan BBM subsidi &lt;br&gt;sudah dia teken. &amp;quot;Sudah saya tanda tangani untuk pemba&amp;#173;tasan volume dan &lt;br&gt;tran&amp;#173;sisi,&amp;quot; cetus SBY.&lt;p&gt;Sedangkan Ketua IV Bidang Ener&amp;#173;gi Per&amp;#173;tam&amp;#173;bangan dan Kehu&amp;#173;tanan &lt;br&gt;Him&amp;#173;punan Pengusaha Muda Indone&amp;#173;sia (Hipmi) M. Re&amp;#173;za Rajasa me&amp;#173;ngaku &lt;br&gt;lebih mendu&amp;#173;kung opsi kenaikan harga diban&amp;#173;dingkan pem&amp;#173;batasan BBM.&lt;p&gt;&amp;quot;Kenaikan harga BBM-lah pi&amp;#173;lihan yang masuk akal. Memang sub&amp;#173;sidi BBM &lt;br&gt;kita sangat besar, yak&amp;#173;ni mencapai Rp 123 triliun lebih, tapi kondisinya &lt;br&gt;saat ini lebih ma&amp;#173;suk akal dibandingkan pem&amp;#173;ba&amp;#173;tasan BBM. Kenaikan harga &lt;br&gt;juga mengurangi dispari&amp;#173;tas harga,&amp;quot; ujar Reza, kemarin.&lt;p&gt;Terkait opsi kenaikan harga BBM, SBY menyatakan akan me&amp;#173;lakukan &lt;br&gt;pertimbangan ma&amp;#173;tang. &amp;quot;Saya ka&amp;#173;takan memang ter&amp;#173;jadi kenaikan harga &lt;br&gt;minyak dan akan saya pikirkan se&amp;#173;matang-ma&amp;#173;tang&amp;#173;nya sehingga apa pun &lt;br&gt;ke&amp;#173;putu&amp;#173;sannya menjadi te&amp;#173;pat,&amp;quot; tukas Presiden. [Harian Rakyat Merdeka]&lt;p&gt;&lt;a href="http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/15/54866/BUMN-&amp;amp;-PNS-Resmi-Dilarang-Beli-Bensin-"&gt;http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/15/54866/BUMN-&amp;amp;-PNS-Resmi-Dilarang-Beli-Bensin-&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8001659410717354146?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8001659410717354146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8001659410717354146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8001659410717354146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8001659410717354146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-bumn-pns-resmi-dilarang.html' title='[Koran-Digital] BUMN &amp; PNS Resmi Dilarang Beli Bensin'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1389202241395721237</id><published>2012-02-14T18:23:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T18:24:48.520-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Nasionalisme dalam Riset Virus</title><content type='html'>AHLI biologi molekuler Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr drh CA &lt;br&gt;Nidom MS, selaku ketua riset vaksin flu burung Avian Influenzazoonosis &lt;br&gt;Research Center (AIRC) mengingatkan persoalan virus bukan hanya soal &lt;br&gt;medis, melainkan juga nasionalisme.&lt;p&gt;&amp;quot;Karena itu, jika PT Biofarma dibiarkan berjuang sendiri dalam kegiatan &lt;br&gt;riset dan produksi virus, suatu saat nanti bangsa Indo nesia tidak punya &lt;br&gt;kebanggaan lagi sebagai bangsa mandiri,&amp;#39;&amp;#39; jelasnya.&lt;p&gt;Vaksin flu burung buatan AIRC Unair, menurut Nidom, telah mengikuti &lt;br&gt;kaidah-kaidah atau rekomendasi WHO dengan model split vaccine dan &lt;br&gt;teknologi reverse genetic.&lt;p&gt;Berdasarkan pengujian di tingkat hewan, vaksin tersebut bisa digu nakan &lt;br&gt;untuk anak-anak. Tahun ini Biofarma berencana melakukan uji klinik &lt;br&gt;sebelum memproduksi vaksin secara massal.&lt;p&gt;`&amp;#39;Kami tidak merasa mendapat tekanan dari siapa pun. Mungkin karena saya &lt;br&gt;mendapat kolaborator yang baik, yaitu Profesor Yoshihiro Kawaoka dari &lt;br&gt;University of Tokyo, yang sangat membantu dalam transfer pengetahuan dan &lt;br&gt;teknologi kepada para staf peneliti kami yang masih muda. Termasuk juga &lt;br&gt;dalam hal pengembangan gagasan.&amp;#39;&amp;#39; Nidom mengakui virus flu burung yang &lt;br&gt;menjadi bahan penelitiannya memang sering mengecoh. Untuk itu, dalam &lt;br&gt;penggarapan vaksin, pengkajian terhadap virus tersebut terus dilakukan &lt;br&gt;di lapangan, termasuk simulasi.&lt;p&gt;Menurut pengamatan Nidom bersama timnya, masalah keganasan virus saat &lt;br&gt;ini jelas lebih rumit. `&amp;#39;Rumitnya karena ketidaksinkronan program yang &lt;br&gt;dikembangkan instansi terkait,&amp;#39;&amp;#39; kata Nidom.&lt;p&gt;Dia memberi contoh, penggunaan vaksin pada unggas seharusnya tidak &lt;br&gt;dilakukan selama pemerintah belum bisa membenahi tata ruang hubungan &lt;br&gt;antara komunitas manusia dan hewan.&lt;p&gt;Namun, sekarang ini vaksin pada unggas tetap diberikan, sedangkan &lt;br&gt;hubungan manusia dengan unggas tetap saja tanpa ada batas.&lt;p&gt;Selain vaksin flu burung, AIRC-Unair juga mengembangkan riset untuk &lt;br&gt;mempelajari transmisi manusia-binatang, termasuk simulasi pola-pola &lt;br&gt;infeksi virus influenza dan flu burung.&lt;p&gt;`&amp;#39;Yang akhirnya berkolaborasi dan mengakibatkan pandemik. Selain itu &lt;br&gt;harus ada tim yang mempelajari aspek-aspek bioterorisme untuk pencegahan &lt;br&gt;secara dini,&amp;#39;&amp;#39; tukas Nidom.&lt;br&gt;(Nda/M-2)&lt;p&gt;&lt;a href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/Nasionalisme-dalam-Riset-Virus-15022012021003.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/Nasionalisme-dalam-Riset-Virus-15022012021003.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1389202241395721237?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1389202241395721237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1389202241395721237' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1389202241395721237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1389202241395721237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-nasionalisme-dalam-riset.html' title='[Koran-Digital] Nasionalisme dalam Riset Virus'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-949910449642088057</id><published>2012-02-14T18:16:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T18:17:36.803-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Rosa Sebut Anas Terkait Proyek UNJ</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Di Permai Group, Rosa bekerja atas perintah dan selalu dilaporkan kepada atasannya. AU termasuk yang bisa mengendalikan Permai Group. Yang di (pemeriksaan oleh Kejagung) UNJ kemarin, salah satu pertanyaannya itu.'' Ahmad Rifai Pengacara Rosa&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; TERPIDANA Mindo Rosalina Manulang mengungkapkan Anas Urbaningrum (AU) adalah salah satu atasannya di Permai Group yang kerap memberikan perintah dalam proyek komputer di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).&lt;br&gt; Proyek yang diduga dikorupsi itu kini sedang ditangani Kejaksaan Agung. &lt;p&gt; Hal itu disampaikan pengacara Ro sa, Ahmad Rifai, di Kantor KPK, Jakarta, kemarin.&lt;br&gt; &amp;#8220;AU termasuk yang bisa mengen dalikan Permai Group.&lt;br&gt; Yang di (pemeriksa an oleh Kejagung) UNJ kemarin, salah satu pertanyaannya itu,&amp;#8220; paparnya. Rifai menuturkan dalam pemeriksaan Kejagung di Kantor KPK pada Senin (13/2), penyidik menanyakan kepada Rosa tentang siapa saja yang bisa memberikan perintah pengerjaan suatu proyek. Rosa menjawab, selain Nazaruddin, Anas yang saat ini menjabat Ketua Umum Partai Demokrat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan dalam proyek di UNJ senilai Rp17 miliar itu, Rosa bekerja berdasarkan perintah dan hasilnya selalu dilaporkan kepada kedua atasannya itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam kasus tersebut, Kejagung telah menetapkan dua ter sangka, yakni Pembantu Rektor III UNJ Fakhrudin dan dosen Fakultas Teknik UNJ Tri Mulyono.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Keduanya diduga menggelembungkan harga proyek pengadaan komputer. Pemenang tendernya PT Marell Mandiri, sedangkan pengerjaannya oleh PT Anugerah Nusantara, salah satu perusahaan milik Nazaruddin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan, terdakwa kasus suap Wisma Atlet Nazaruddin menyebut Anas adalah salah satu pemilik Permai Group.&lt;br&gt; Namun, Anas juga berulang kali menjelaskan bahwa dirinya sudah lama keluar dari perusahaan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkait dengan tempat pemeriksaan Rosa oleh Kejagung di Kantor KPK, juru bicara KPK Johan Budi mengatakan hal itu telah dikoordinasikan dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Menurutnya, hal itu karena terpidana 2,5 tahun penjara kasus suap Wisma Atlet itu tengah dalam perlindungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pada bagian lain, Rosa menyatakan masih banyak lagi ka sus yang terkait dengan Nazaruddin yang hingga kini belum terungkap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa proyek yang sempat ditangani perusahaan Nazaruddin di antaranya Pelindo, Angkasa Pura, peng adaan pesawat latih di Kemenhub, dan balai latihan kerja industri (BLKI) di Kemenakertrans.&lt;br&gt; Batal Sementara itu, rapat pleno DPP Partai Demokrat untuk menindaklanjuti rekomendasi Dewan Kehormatan yang rencananya digelar kemarin akhirnya batal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salah satu agenda rapat ialah memutuskan pemecatan Wakil Sekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh, tersangka dugaan kasus suap Wisma Atlet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &amp;#8220;Rapat siang ini (kemarin) dibatalkan karena ada acara lain yang lebih penting yang harus dihadiri Pak Ketum (Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum),&amp;#8220; kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Max berharap rapat segera digelar karena tenggat pelaksanaan rekomendasi hanya satu minggu sejak 9 Februari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Seiring dengan batalnya rapat pleno itu, Partai Demokrat merotasi anggotanya di DPR.&lt;br&gt; Salah satunya Angelina, yang sebelumnya di Komisi X, dipindah ke Komisi III yang membidangi hukum. Ia menggantikan Muhammad Nasir yang digeser ke Komisi XI.&lt;/p&gt; &amp;#8220;Ide rotasi ini datang dari pimpinan Fraksi Demokrat di DPR. Ini tuntutan dari organisasi dan murni penyegaran,&amp;#8220; ujar Ketua Fraksi Partai De mokrat Djafar Hafsah di ruang fraksi, Gedung DPR, Jakarta. (*/X-5)&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/Rosa-Sebut-Anas-Terkait-Proyek-UNJ-15022012015012.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/Rosa-Sebut-Anas-Terkait-Proyek-UNJ-15022012015012.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-949910449642088057?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/949910449642088057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=949910449642088057' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/949910449642088057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/949910449642088057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-rosa-sebut-anas-terkait.html' title='[Koran-Digital] Rosa Sebut Anas Terkait Proyek UNJ'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7921109507331776136</id><published>2012-02-14T18:12:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T18:13:18.063-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Misranto: Konfusius dan Raja Jalanan</title><content type='html'>Konfusius dan Raja Jalanan&lt;br&gt;Misranto Guru Besar dan Rektor Universitas Merdeka Pasuruan&lt;p&gt;SETELAH tragedi jalan an yang disebabkan Afriyanti, ternyata `kegilaan&amp;#39; &lt;br&gt;di jalanan masih bersemai marak di mana-mana. `Kegilaan&amp;#39; raja jalanan &lt;br&gt;(pengemudi) sepertinya sulit dihentikan. Mereka terus membuat cerita &lt;br&gt;tentang dehumanisasi di jalan raya.&lt;br&gt;Itu barangkali sejalan dengan pernyataan Canaries Birds bahwa &lt;br&gt;`menghitung orangorang gila di suatu negeri lebih sulit daripada &lt;br&gt;menghitung orang-orang yang berakal&amp;#39;.&lt;p&gt;S e b a g a i c o n t o h , s e c a ra umum, data pada 2010 yang &lt;br&gt;diperkirakan pihak kepolisian menyebutkan jumlah korban meninggal dunia &lt;br&gt;di jalan sekitar 32 ribu jiwa. Perkiraan ahli dari luar negeri bahkan di &lt;br&gt;atas 40 ribu jiwa untuk Indonesia.&lt;br&gt;WHO memperkirakan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di &lt;br&gt;seluruh dunia telah mencapai 2,4 juta/tahun.&lt;br&gt;Pada kelompok usia 30-44 tahun, jumlah tersebut menempati urutan ketiga &lt;br&gt;di bawah angka kematian akibat infeksi HIV/AIDS dan Tuberkulosis (Tb).&lt;p&gt;Dari kasus tersebut terlontar banyak pihak yang mencoba mendekonstruksi &lt;br&gt;akar kausalitasnya, di antaranya kecelakaan lalu lintas tidak sebatas &lt;br&gt;pada problem mental aparat, tapi juga anggota masyarakat dan sakitnya &lt;br&gt;mental pengemudi. Kalau pengemudi tidak sedang terhegemoni zat-zat &lt;br&gt;adiktif dan mengidap distabilisasi psikologisnya, misalnya, &lt;br&gt;`pembantaian&amp;#39; atau gaya barbarisme di jalanan tidak akan sampai terjadi.&lt;p&gt;Itu dapat terbaca dalam pikiran Marwiyah (2011) yang menyatakan &lt;br&gt;`teroris&amp;#39; jalanan harus dihentikan sehingga oknum Polri dan masyarakat &lt;br&gt;yang terseret oleh sikap mengamininya berkewajiban dini untuk secepatnya &lt;br&gt;mereformasi mentalitas mereka.&lt;br&gt;Tanpa reformasi mentalitas itu, jangan berharap `teroris&amp;#39; jalanan bisa &lt;br&gt;berhenti. Keberanian mereka menjadi pencabut nyawa di jalanan merupakan &lt;br&gt;koreksi menyeluruh terhadap sikap kita, khususnya aparat yang gampang &lt;br&gt;menoleransi pelanggaran hukum atau kriminalisasi lalu lintas di jalan raya.&lt;p&gt;Mentalitas aparat selama ini memang masih mentalitas berparadigma verbal &lt;br&gt;atau lebih dominan manis dalam olah `bahasa&amp;#39; hukum, bukan manis dalam &lt;br&gt;pengaplikasian norma. Aparat sangat fasih melafal kan pasal d e m i p a &lt;br&gt;s a l y a n g terumus p a d a peraturan perundang-u undang-undangan, &lt;br&gt;seperti dalam menyebut kan ancaman sanksi terhadap setiap pelanggar UU &lt;br&gt;Nomor 2 22/2009 tentang Lalu Lintas d dan Angkutan Jalan, tetapi &lt;br&gt;kefasihannya itu belum berhasil ditransformasikan masyarakat atau &lt;br&gt;pengguna jalan sebagai roh bersikap dan berperilaku di jalan raya.&lt;p&gt;Pengguna jalan belum melihat produk yuridis di sektor LLAJ (lalu lintas &lt;br&gt;dan angkutan jalan) sebagai sumber menjatuhkan opsi dan membangun &lt;br&gt;ketaatan yuridis atau memperlakukan produk yuridis sebagai fondasi &lt;br&gt;berperilaku. Semua itu sebatas instrumen negara.&lt;br&gt;Artinya, kehadiran produk hukum masih dianggap rakyat atau pengguna &lt;br&gt;jalan sebagai produk formalitas yang eksistensinya sekadar memenuhi &lt;br&gt;kepentingan formalitas negara di bi dang transportasi darat.&lt;p&gt;`Bahasa hukum&amp;#39; akhirnya dijadikan sebagai instrumen untuk memperlancar &lt;br&gt;dan menguatkan apa yang diperbuatnya, meski yang diperbuat itu sejatinya &lt;br&gt;berlawanan dengan norma yuridis. Aparat tergiring pada pola pragmatisme &lt;br&gt;dan kapitalisme profesi, yang mengakibatkan masyarakat tergiring secara &lt;br&gt;masif untuk mengikutinya. Pola demikian mampu membuat masyarakat &lt;br&gt;mengamininya atau tidak mau bersusah payah menempuh jalan berseberangan &lt;br&gt;dengan apa yang dipilih aparat penegak hukum.&lt;p&gt;Ke t i k a Ko n f u s i u s d i t a nya apakah yang pertamatama akan di &lt;br&gt;lakukan jika ia harus mengelola suatu negara, ia menjawab, &amp;quot;Tentulah &lt;br&gt;meluruskan bahasa.&amp;quot; Orang yang bertanya heran, &amp;quot;Mengapa?&amp;quot; Jawab &lt;br&gt;Konfusius, &amp;quot;Jika bahasa tidak lurus, apa yang dikatakan bukanlah apa &lt;br&gt;yang dimaksudkan; jika apa yang dikatakan bukan apa yang dimaksudkan, &lt;br&gt;apa yang seharusnya diperbuat tetaplah tidak diperbuat; jika tetap tidak &lt;br&gt;diperbuat, moral dan seni merosot; jika moral dan seni merosot, keadilan &lt;br&gt;pun tidak akan jelas ke mana arahnya; jika keadilan tidak jelas arahnya, &lt;br&gt;rakyat hanya akan dapat berdiri dalam kebingungan yang tidak tertolong. &lt;br&gt;Maka dari itu, tidaklah boleh ada kesewenang-wenang an dengan apa y a n &lt;br&gt;g d i k a takan.&lt;p&gt;Inilah yang paling penting di atas segala-gala nya.&amp;quot;&lt;p&gt;Dengan berpi jak pada paradigma Konfusius itu, hukum di negeri ini dapat &lt;br&gt;terbaca sebagai produk dan jagat istimewa yang le bih sering dan kental &lt;br&gt;untuk dikatakan (diba hasakan), dikampa nyekan, dan disosialisasikan, &lt;br&gt;bukannya dijadikan sumber keteladanan. Faktanya, tidak sedikit komunitas &lt;br&gt;aparat penegak hukum di negeri ini yang tidak gigih atau bersifat &lt;br&gt;sekadarnya untuk mengajak masyarakat menegakkan hukum. Mereka masih &lt;br&gt;dalam wilayah mengajak mengenal dan paham hukum, bukan membumikan dan &lt;br&gt;menyejarahkan hukum. Para pencari SIM dan pengguna jalan, misalnya, &lt;br&gt;tidak dididik bagaimana memahami dan mengaplikasikan norma yuridis, &lt;br&gt;tetapi bagaimana mereka sebatas memenuhi legalitas identitas yang bisa &lt;br&gt;digunakan untuk mengemudikan kendaraan.&lt;p&gt;Ketika ada di antara para pengguna jalan yang melanggar norma yuridis &lt;br&gt;berlalu lintas, pertanggungjawaban mereka bukannya dituntut dengan &lt;br&gt;sistem peradilan yang mendidiknya menjadi subjek hukum yang berkewajiban &lt;br&gt;mematuhi dan membudayakan hukum, melainkan sekadar diperkenalkan macam &lt;br&gt;sanksinya, dan bukan urgensinya sarana penal ( p e n g h u k u m a n ) &lt;br&gt;bagi konstruksi kehidupan ke masyarakatan secara makro.&lt;p&gt;Dalam ranah tersebut, hukum akhirnya tidak lebih hanya diperkenalkan &lt;br&gt;kepada masyarakat sebagai kumpulan pasal, kodifikasi ide-ide, atau &lt;br&gt;kompilasi norma-norma yang bersifat mengikat, menjerat, dan &lt;br&gt;mempertanggungjawabkan siapa saja yang melanggar, dan bukan diperlakukan &lt;br&gt;sebagai ayat suci yang mendidik masyarakat (publik) untuk menjadi subjek &lt;br&gt;yang taat hukum.&lt;p&gt;Dalam suatu riset yang dilakukan Lembaga Eksaminasi Kepatuhan Publik &lt;br&gt;(LEKP, 2010), yang mengambil sampel di Malang dan Surabaya, disebutkan &lt;br&gt;bahwa tingkat kepercayaan masyarakat pada hukum sangat rendah. Rendahnya &lt;br&gt;kredibilitas publik itu ternyata tidak berhubungan dengan kualitas &lt;br&gt;produk yuridisnya, tetapi akibat kegagalan aparat dalam `membahasakan&amp;#39; &lt;br&gt;hukum dalam realitas sikap dan perbuatannya.&lt;p&gt;Salah satu `objek&amp;#39; yang ikut membuat rendahnya kredibilitas publik ialah &lt;br&gt;wilayah lalu lintas. Dalam wilayah tersebut, hukum yang diproduksi &lt;br&gt;negara dinilai masyarakat bukan sebagai representasi wahyu negara yang &lt;br&gt;berorientasi pada perlindungan dan keselamatan pengguna jalan, tetapi &lt;br&gt;menjadi instrumen yang menegaskan peran dan otoritas aparat dalam &lt;br&gt;mengemas dirinya secara eksklusif.&lt;p&gt;Aparat penegak hukum semestinya bisa berusaha maksimal menjadikan produk &lt;br&gt;legislasi sebagai substansi yang mewarnai peran pedagogisnya guna &lt;br&gt;melaksanakan transformasi nilai, dari masyarakat pragmatis dan permisif &lt;br&gt;menuju masyarakat yang giat dan gencar membumikan atmosfer madani &lt;br&gt;(keadaban), rajin membangun toleransi, dan saling tolong memanusiakan &lt;br&gt;antara yang satu dan lainnya.&lt;p&gt;Reformasi mental berlalu lintas memang bukan pekerjaan gampang, tetapi &lt;br&gt;jika aparat penegak hukum terus berusaha menempatkan dirinya sebagai &lt;br&gt;pedagogi di tengah rimba sosial yang tidak memercayainya, lambat laun &lt;br&gt;niscaya akan terjadi transformasi yang mengagumkan.&lt;br&gt;Jalan raya Indonesia ialah jagat makro menyeramkan, yang reformasinya &lt;br&gt;bukan ditentukan banyaknya regulasi, tetapi lebih ditentukan paradigma &lt;br&gt;pedagogis yang ditransformasikan tanpa kenal lelah oleh aparat penegak &lt;br&gt;hukum.&lt;p&gt;&lt;a href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/Konfusius-dan-Raja-Jalanan-15022012012024.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/Konfusius-dan-Raja-Jalanan-15022012012024.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7921109507331776136?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7921109507331776136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7921109507331776136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7921109507331776136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7921109507331776136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-misranto-konfusius-dan.html' title='[Koran-Digital] Misranto: Konfusius dan Raja Jalanan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7308807022370551631</id><published>2012-02-14T17:56:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T17:56:53.689-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Lima Anggota DPR Kecipratan Dana Wisma Atlet</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Mungkinkah Angie mau mengungkap istilah `Apel Washington, Apel Malang, Pelumas, Bos Besar, dan Ketua Besar'? Kalau lihat BAP, Angie pasti membantah semuanya.&lt;br&gt; Bahkan dirinya pun mungkin dia bantah juga.&lt;br&gt; Ia akan bantah untuk selamatkan bos.'' Elza Syarief Kuasa Hukum Nazaruddin&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; KUASA hukum ter dakwa dugaan suap pembangunan Wis ma Atlet Muhammad Nazaruddin, Hotman Paris Hutapea, mengatakan kliennya akan mengungkapkan lima politikus Senayan yang telah menerima commitment fee dari Angelina Sondakh (Angie) dalam persidangan yang digelar hari ini. &lt;p&gt; &amp;#8220;Kita harapkan dalam sidang besok (hari ini), Angie mengaku sudah bagikan uang kepada lima politikus Senayan.&lt;br&gt; Itu yang kita tunggu,&amp;#8220; ujar Hotman kepada wartawan seusai mengunjungi Nazaruddin di Rutan Cipinang Jakarta Timur, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan penjelasan kliennya, Angie sudah mengaku di hadapan tim pencari fakta (TPF) bentukan Fraksi Partai Demokrat yang diketuai Benny K Harman. Dalam pemeriksaan oleh TPF, Angie mengaku telah menerima uang commitment fee Rp9 miliar dan membagikan Rp8 miliar di antaranya kepada lima politikus Senayan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &amp;#8220;Nazaruddin ikut hadir di pemeriksaan TPF pada 10 Mei 2011. Di situ Angie mengakui ada lima oknum yang mendapat duit. Nanti akan kami tanyakan itu di persidangan,&amp;#8220; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, dirinya tidak akan menyebutkan nama politisi yang dimaksud itu sampai Angie sendiri yang mengungkapkannya di persidangan.&lt;br&gt; Jika tidak, Nazaruddin yang akan mengumumkannya ke publik. Di tempat yang sama, kuasa hukum Nazaruddin lainnya, Elza Syarief memperkirakan persidangan yang digelar hari ini bakal berjalan alot. Pengungkapan istilah `Apel Washington, Apel Malang, Pelumas, Bos Besar, dan Ketua Besar' bakal sulit digali dari Angie.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &amp;#8220;Kalau lihat BAP, Angie pasti membantah semuanya. Bahkan dirinya pun mungkin dia bantah juga. Ia akan bantah untuk selamatkan bos,&amp;#8220; ujar Elza.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, tim kuasa hukum telah menyiapkan strategi agar Angie tidak bisa berkelit. Angie akan dipaksa untuk jujur dan terus terang, memberitahukan kepada siapa saja uang Wisma Atlet mengalir. &amp;#8220;Katanya ke politisi lain di Senayan,&amp;#8220; tegasnya.&lt;br&gt; Kerabat Anas Di tempat yang sama, Hotman juga mengatakan kliennya menolak bila dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus pembelian saham PT Garuda Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Menurut Nazaruddin, pembelian saham yang menurut KPK diduga menggunakan uang hasil tindak pidana korupsi dalam proyek Wisma Atlet itu dilakukan oleh kerabat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yaitu mantan Komisaris Bank Mandiri Mukayat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Menurut Nazaruddin, orang-orang yang tahu banyak tentang saham Garuda dan harus diperiksa adalah Pak Mukayat (mantan Komisaris Bank Mandiri). Dia itu teman Anas. Satu lagi anaknya Pak Mundadi (Direktur Mandiri Sekuritas) karena saham ini dibeli dari Mandiri Sekuritas.&lt;br&gt; Nazaruddin meminta untuk ditanyakan dulu ke Mukayat dan Mundadi bagaimana keterlibatan Anas dan juga yang tahu Hary Supoyo (pihak dari Mandiri Sekuritas),&amp;#8220; ujar Hotman kepada wartawan seusai menjenguk Nazaruddin di Rutan Cipinang, Jakarta, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Menurut Nazaruddin, sambungnya, orang yang memerintahkan pembelian sahamsaham Garuda itu adalah mantan Direktur Keuangan Permai Group Yulianis. Karena itu, seharusnya yang dijadikan tersangka adalah Anas sebab dia pemilik Permai Group.&lt;br&gt; Pembelian saham tersebut dari kas PT Permai Group dan sepengetahuan pemilik perusahaan tersebut, Anas Urbaningrum.&lt;/p&gt; &amp;#8220;Kalau memang uang Permai Group yang dipakai, apa kaitannya dengan Nazaruddin, karena dia itu bukan pemilik.&lt;br&gt; Pemiliknya Anas,&amp;#8220; ujar Hotman. (*/P-2)&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/Lima-Anggota-DPR-Kecipratan-Dana-Wisma-Atlet-15022012003003.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/Lima-Anggota-DPR-Kecipratan-Dana-Wisma-Atlet-15022012003003.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7308807022370551631?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7308807022370551631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7308807022370551631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7308807022370551631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7308807022370551631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-lima-anggota-dpr.html' title='[Koran-Digital] Lima Anggota DPR Kecipratan Dana Wisma Atlet'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8298534065889404064</id><published>2012-02-14T17:52:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T17:53:17.502-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] DPR Ribut Urusan SNACK</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;a  href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/DPR-Ribut-Urusan-SNACK-15022012001018.shtml?Mode=1#"  id="A2"&gt;&lt;br&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="divArtBody" style="font-size: 12px; display: block;"&gt; &lt;div style="float: left; display: none;" id="divTL"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="float: right;" id="divTR"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--STARTARTICLECONTENT--&gt;&lt;br&gt; &lt;a  href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/DPR-Ribut-Urusan-SNACK-15022012001018.shtml?Mode=1#"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-g7pjO8nBeB4/TzsQDevqGcI/AAAAAAAAA7w/6JESCz7nSR8/s1600/15_02_2012_001_018_012-797503.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-g7pjO8nBeB4/TzsQDevqGcI/AAAAAAAAA7w/6JESCz7nSR8/s320/15_02_2012_001_018_012-797503.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709174604600842690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;a DPR mengurusi masalah sepele seperti Memalukan, anggota makanan kotak. Mereka layaknya orang-orang kelaparan.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; DPR sering kontrover sial. Mereka lebih dikenal bukan ka rena ngotot melaksa nakan tiga fungsi pokok, yakni legislasi, budgeting, dan pengawasan, melainkan sibuk oleh hal-hal remeh-temeh. &lt;p&gt; Setelah menuai kontroversi soal renovasi ruang rapat badan anggaran (banggar) yang menelan biaya hingga Rp20 miliar, kini DPR ribut soal snack (makanan kecil).&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Soal urusan perut itu dirisaukan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Refrizal (F-PKS). Wakil rakyat terhormat itu mengeluhkan menu makanan ringan yang disediakan dalam setiap sidang DPR. Dia menilai kenaikan harga snack dengan jenis hidangan tidak sesuai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &amp;#8220;Nilainya tidak pantas. Makanan ringan yang harganya mencapai Rp20 ribu per kotak, isinya cuma tiga sampai empat potong makanan ringan,&amp;#8220; keluh Refrizal, kemarin, di Jakarta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Biaya makanan kecil itu naik dari tahun ke tahun. Dulu satu kotak dianggarkan Rp7.500.&lt;br&gt; Tahun lalu naik menjadi Rp15 ribu. Tahun ini naik lagi menjadi Rp20 ribu. `'Tetapi jajanannya ya itu-itu saja, tidak ada perubahan,'' tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Anggaran snack untuk DPR diperkirakan mencapai sekitar Rp3,3 miliar per tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat menanggapi soal kudapan itu, Wakil Ketua DPR Pra mono Anung (F-PDIP) malah risau. Pramono heran karena di saat masih sangat banyak persoalan yang ada di Republik ini, DPR justru meributkan soal makanan kecil. &amp;#8220;Saya jadi heran, kok DPR mengeluhkan soal makanan.&lt;br&gt; Itu kan masalah printil-printil (kecil). Masih banyak yang harus diurus,&amp;#8220; ujarnya di Gedung DPR, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dia mengaku jarang mengonsumsi kudapan itu. Alasannya, makanan itu tidak sehat dan bisa membuat perut gendut.&lt;br&gt; Memalukan Koordinator Divisi Investigasi dan Advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi mengatakan DPR memalukan mengurusi masalah sepele seperti makanan kotak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &amp;#8220;Tidak urgen anggota dewan mengeluhkan makanan. Mere ka layaknya orang-orang kelaparan saja,&amp;#8220; kata Uchok sinis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekretaris Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengingatkan bahwa pengadaan makanan kecil untuk DPR merupakan ladang bisnis yang besar. Karena itu, soal tersebut harus transparan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; `'Bisnis snack itu harus diawasi karena rawan korupsi,'' kata Salang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tempat terpisah, Guru Besar Psikologi Politik UI Hamdi Moeloek mengatakan tingkah anggota DPR membicarakan soal kudapan itu menunjukkan perilaku yang tidak terpuji.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &amp;#8220;Tugas anggota dewan ialah mengurus kepentingan rakyat.&lt;br&gt; Snack itu urusan kecil yang ti dak harus didiskusikan di ruang publik. Itu tidak pantas diurus anggota dewan,&amp;#8220; ujarnya, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Membicarakan enak atau tidaknya snack juga mencerminkan kualitas DPR yang anjlok. Seharusnya, lanjut Hamdi, DPR membahas persoalan publik yang melilit kehidupan rakyat seperti soal kemiskinan.&lt;br&gt; (*/X-4) &lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;b&gt;&lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/DPR-Ribut-Urusan-SNACK-15022012001018.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/DPR-Ribut-Urusan-SNACK-15022012001018.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/b&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8298534065889404064?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8298534065889404064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8298534065889404064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8298534065889404064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8298534065889404064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-dpr-ribut-urusan-snack.html' title='[Koran-Digital] DPR Ribut Urusan SNACK'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-g7pjO8nBeB4/TzsQDevqGcI/AAAAAAAAA7w/6JESCz7nSR8/s72-c/15_02_2012_001_018_012-797503.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7952896465938513462</id><published>2012-02-14T17:51:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T17:51:55.164-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] EDITORIAL Perbuatan bukan Pernyataan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Jika tahu dan mampu tetapi tidak juga bertindak, sama saja dengan tidak tahu dan tidak mampu."&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono berdialog dengan wartawan di Istana Merdeka, Senin (13/2). Presiden menjawab lebih dari 10 pertanyaan, di antaranya tentang korupsi dan kasus GKI Yasmin Bogor. &lt;p&gt; Tentang pemberantasan korupsi, Presiden mengakuinya sebagai pekerjaan sulit. Padahal, kata Presiden, pemberantasan korupsi dalam tujuh tahun terakhir terbilang agresif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Benarkah agresif? Fakta menunjukkan pemberantasan korupsi di Indonesia tidak signifikan alias minimalis. Data Transparency International (TI) tentang indeks persepsi korupsi 2011 menunjukkan pemberantasan korupsi di Indonesia hanya meningkat 0,2, yaitu dari 2,8 menjadi 3,0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pemberantasan korupsi di negeri ini sulit dan jauh dari signifikan berawal dari absennya keteladanan. Dalam iklan politiknya, Partai Demokrat, par tai tempat SBY menjadi ketua dewan pembina, menya takan perang melawan korupsi. Presiden juga mengata kan akan menghunus pedang keadilan dan memimpin langsung pemberantasan korupsi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenyataannya korupsi justru terjadi di tubuh partai berkuasa itu. Kini sejumlah elite Demokrat tersandung oleh hukum. Mestinya SBY memerintahkan pengusutan nama-nama kader Dem Demokrat yang disebut-sebut dalam sidang kasus Wisma Atle Atlet. Ia bahkan seharusnya mendesak mereka melakukan pempembuktian terbalik sehingga jelas asal usul kekayaan mereka. Dengan begitu, SBY memberi teladan penuntasan pemberantasan korupsi di partainya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemberantasan korupsi terasa sulit dan tidak signifikan juga lantaran lebih banyak diucapkan daripada direalisasikan. Indonesia Corruption Watch mencatat, sepanjang Oktober 2009 hingga Oktober 2010, Presiden melontarkan 34 pernyataan soal pemberantasan korupsi. Namun, menurut ICW pula, yang terealisasi cuma 24%. Selebihnya hanyalah pepesan kosong.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam perkara GKI Yasmin, celakanya Presiden cenderung menyerahkan penyelesaian kepada kepala daerah lewat jalur nonhukum. Persoalan itu berlarut-larut karena pemerintah mengabaikan rekomendasi Ombudsman dan putusan Mahkamah Agung yang bersifat inkracht van gewijsde alias berkekuatan hukum tetap. Ombudsman dan MA menyatakan pencabutan izin mendirikan bangunan GKI Yasmin merupakan perbuatan melawan hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kasus GKI Yasmin pun publik mendambakan tindakan konkret, bukan pidato. Publik berharap Presiden turun tangan menyelesaikan kasus itu secara hukum dengan mengacu kepada putusan MA dan rekomendasi Ombudsman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan menuntaskan masalah GKI Yasmin, Presiden membereskan persoalan di rumah sendiri. Kediaman Presiden di Cikeas dan GKI Yasmin berada dalam wilayah yang sama, yakni wilayah Bogor.&lt;/p&gt; Menyelesaikan persoalan di negeri ini membutuhkan tindakan, bukan sekadar retorika. Presiden semestinya tahu dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan. Namun, jika tahu dan mampu tetapi tidak juga bertindak, sama saja dengan tidak tahu dan tidak mampu.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/EDITORIAL-Perbuatan-bukan-Pernyataan-15022012001010.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/15/ArticleHtmls/EDITORIAL-Perbuatan-bukan-Pernyataan-15022012001010.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7952896465938513462?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7952896465938513462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7952896465938513462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7952896465938513462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7952896465938513462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-editorial-perbuatan-bukan.html' title='[Koran-Digital] EDITORIAL Perbuatan bukan Pernyataan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-284650486371827243</id><published>2012-02-14T17:46:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T17:47:28.456-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Wa Ode Bongkar Permainan Golkar</title><content type='html'>Wa Ode Bongkar Permainan Golkar PDF Print&lt;br&gt;Tuesday, 14 February 2012&lt;br&gt;JAKARTA– Wa Ode Nurhayati kembali menyebut keterlibatan pimpinan Badan &lt;br&gt;Anggaran (Banggar) dalam memutuskan alokasi anggaran percepatan &lt;br&gt;pembangunan infrastruktur daerah (PPID) tahun 2011.&lt;p&gt;Secara tegas dia menyebut ada permainan dari lingkaran Partai Golkar &lt;br&gt;yang diwakili Ketua Banggar DPR Melchias Mekeng dan anggota DPR Nudirman &lt;br&gt;Munir dalam kasus proyek Banggar yang menjadikan dirinya tersangka. &lt;br&gt;Selain Mekeng dan Nudirman, orang-orang Golkar yang dituding Wa Ode &lt;br&gt;terlibat adalah dua kader Golkar yang diketahui bernama Haris Surahman &lt;br&gt;dan Fahd Arafiq.&lt;p&gt;Dua orang itulah yang diduga terlibat dalam pemberian uang senilai Rp6 &lt;br&gt;miliar ke rekening Wa Ode. Fahd Arafiq sudah ditetapkan sebagai &lt;br&gt;tersangka, sedangkan Haris sudah dicegah ke luar negeri oleh KPK.&amp;quot;Tentu &lt;br&gt;saja,semua orang sudah tahu siapa itu Haris dan Fahd. Dua orang ini &lt;br&gt;siapa dan kader partai apa. Mereka itu dari tempat yang sama dengan &lt;br&gt;Mekeng dan Nudirman,&amp;quot;kata Wa Ode seusai menjalani pemeriksaan penyidik &lt;br&gt;di Kantor KPK Jakarta kemarin.&lt;p&gt;Wa Ode juga mengaku bahwajika dirinya merasa dikorbankan dalam kasus &lt;br&gt;pembahasan anggaran percepatan pembangunan infrastruktur di daerah &lt;br&gt;Aceh.Dia pun meminta agar kasus yang menjerat dirinya diproses secara &lt;br&gt;objektif. &amp;quot;Masuk akalkah Wa Ode yang kecil dan tidak punya apa-apa &lt;br&gt;mengalokasikan dan meletakkan angka-angka, coba berpikir logis,&amp;quot;katanya.&lt;p&gt;Wa Ode menambahkan, kasus yang menjeratnya kini memunculkan anggapan &lt;br&gt;bahwa dirinya sengaja memperjuangkan pencairan dana PPID untuk Aceh di &lt;br&gt;Banggar DPR.Bahkan lebih tegas lagi ada yang menyatakan bahwa dia &lt;br&gt;sebagai calo anggaran. &amp;quot;Artinya buat saya, kalau saya calo berarti ada &lt;br&gt;bosnya calo. Pasti ada mbahnya calo. Saya tidak mungkin melakukan &lt;br&gt;kegiatan itu sendirian kalau itu benar.&lt;p&gt;Kemudian logika memperjuangkan itu,Wa Ode nenteng proposal Aceh bawa ke &lt;br&gt;sekretariat, saya bawa ke pimpinan Banggar lalu ke pemerintah,&amp;quot; ucapnya. &lt;br&gt;Kepada KPK,Wa Ode meminta mereka memunculkan semua fakta yang &lt;br&gt;ada.Pemunculan fakta itu, lanjut Wa Ode, diperlukan agar lebih jelas &lt;br&gt;siapa sebenarnya yang terlibat dalam kasus yang menjeratnya &lt;br&gt;itu.&amp;quot;Sekarang saya minta munculkan fakta-fakta itu.&lt;p&gt;Jadi kan tidak mungkin misalkan Aceh dapat uang tanpa proses ke pimpinan &lt;br&gt;Banggar. Itu bukan kewenangan saya, saya terlalu kecil untuk melakukan &lt;br&gt;itu. Kita ini mau semua objektif,&amp;quot; katanya. Wa Ode sendiri kemarin &lt;br&gt;diperiksa KPK atas kapasitasnya sebagai tersangka.Pemeriksaan ini &lt;br&gt;setelah KPK melakukan penggeledahan di ruang Banggar belum lama ini.&amp;quot;WON &lt;br&gt;hari ini (kemarin) dipanggil sebagai tersangka,&amp;quot; kata Kabag Pemberitaan &lt;br&gt;KPK Priharsa Nugraha.&lt;p&gt;Mantan Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR dari Golkar Nudirman Munir &lt;br&gt;menegaskan bahwa Haris yang disebut Wa Ode mencoba menyuapnya bukan staf &lt;br&gt;Partai Golkar. Nudirman juga membantah tuduhan Wa Ode terhadap dirinya &lt;br&gt;dan partainya. &amp;quot;Saya dituduh macam- macam, disebut meminta uang dan &lt;br&gt;sebagainya.Buktikan dong jangan asal tuduh,&amp;quot; katanya. Wa Ode yang saat &lt;br&gt;ini masih menjadi anggota Banggar juga mengaku sudah melaporkan beberapa &lt;br&gt;berkas atas dugaan keterlibatan pimpinan Bangar ke penyidik KPK.&lt;p&gt;&amp;quot;Biarkan publik yang menilai sendiri.Yang pasti saya sudah serahkan ke &lt;br&gt;penyidik KPK (soal) pimpinan Banggar (yang diduga terlibat) untuk &lt;br&gt;ditindaklanjuti. Silakan cek sendiri, pimpinan Banggar yang dimaksud &lt;br&gt;dari tahun 2010 sampai sekarang,&amp;quot; kata Wa Ode. Wa Ode sebelumnya resmi &lt;br&gt;ditahan KPK untuk 20 hari ke depan di Rutan Kelas 2A Pondok Bambu &lt;br&gt;Jakarta Timur.&lt;p&gt;Wa Ode diduga menerima pemberian Rp6 miliar agar Banggar DPR meloloskan &lt;br&gt;anggaran proyek PPID sebesar Rp40 miliar untuk tiga kabupaten di NAD, &lt;br&gt;yakni Aceh Besar, Bener Meriah, dan Pidie Jaya. Kuasa hukum Wa Ode, &lt;br&gt;Zaenab, menambahkan, dari beberapa dokumen yang diserahkan kepada &lt;br&gt;penyidik KPK di antaranya terkait mekanisme alokasi anggaran PPID tahun &lt;br&gt;anggaran 2011. Menurut dia ada penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan &lt;br&gt;pimpinan Banggar dalam mengalokasikan anggaran PPID.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469529/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469529/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-284650486371827243?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/284650486371827243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=284650486371827243' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/284650486371827243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/284650486371827243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-wa-ode-bongkar-permainan.html' title='[Koran-Digital] Wa Ode Bongkar Permainan Golkar'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1135445198956784903</id><published>2012-02-14T17:45:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T17:46:29.721-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Direktur Bank Jabar Gugat Gubernur BI</title><content type='html'>Direktur Bank Jabar Gugat Gubernur BI PDF Print&lt;br&gt;Wednesday, 15 February 2012&lt;br&gt;JAKARTA – Direktur Operasi Bank Jabar Banten (BJB) Bambang Mulyo Atmodjo &lt;br&gt;menggugat Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution karena tidak &lt;br&gt;meloloskannya sebagai direktur operasi BJB melalui fit and proper test &lt;br&gt;atau uji kepatutan dan kelayakan calon direksi.&lt;p&gt;Padahal, RUPS BJB mengangkat Bambang sebagai direktur operasi pada 27 &lt;br&gt;Juli 2011. Berkas gugatan tersebut telah terdaftar semenjak awal Januari &lt;br&gt;2012 di Pengadilan Tata Usaha Negara dalam Perkara Masuk Tahun 2012 &lt;br&gt;dengan nomor perkara 02/G/2012/PTUNJKT.&lt;p&gt;&amp;quot;Betul, saya tidak lolos di fit and proper test direksi BJB, makanya &lt;br&gt;melakukan gugatan yang ditujukan kepada Gubernur BI,&amp;quot; tutur Bambang saat &lt;br&gt;dihubungi di Jakarta kemarin. Menurut Bambang, gugatan itu ditujukan &lt;br&gt;kepada Gubernur BI karena Darminlah yang mengeluarkan surat keputusan &lt;br&gt;fit and proper test yang tidak meloloskan dirinya setelah menilai &lt;br&gt;kinerjanya selama ini. (sabir)&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469518/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469518/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1135445198956784903?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1135445198956784903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1135445198956784903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1135445198956784903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1135445198956784903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-direktur-bank-jabar-gugat.html' title='[Koran-Digital] Direktur Bank Jabar Gugat Gubernur BI'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5365291071837131912</id><published>2012-02-14T17:42:00.002-08:00</published><updated>2012-02-14T17:43:21.435-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] HAJRIYANTO Y THOHARI: Dari Deideologisasi ke Politik Transaksional</title><content type='html'>Dari Deideologisasi ke Politik Transaksional PDF Print&lt;br&gt;Wednesday, 15 February 2012&lt;br&gt;Politik bukanlah matematika atau ilmu eksakta yang serbapasti dan &lt;br&gt;rasional. Tetapi, dengan mengatakan demikian, bukan berarti politik itu &lt;br&gt;barang gaib (supranatural) yang irasional (atau transrasional) dan sama &lt;br&gt;sekali tidak bisa dipantau.&lt;p&gt;Politik, kata sebuah adagium, memang lebih sebagai sebuah seni (art), &lt;br&gt;yakni seni memainkan kemungkinan (the art of the possible) dari pada &lt;br&gt;ilmu.Tetapi, dengan adagium ini juga, bukan lantas berarti bahwa dalam &lt;br&gt;politik hal-hal yang tidak mungkin (dalam ilmu Kalam disebut &amp;quot;hal-hal &lt;br&gt;yang mustahil&amp;quot; atau impossible) dapat menjadi mungkin (possible) dengan &lt;br&gt;begitu saja.Pemahaman demikian agaknya terlalu arbitrer alias &lt;br&gt;sewenang-wenang.&lt;p&gt;Meski adagium &amp;quot;politik sebagai the art of the possible&amp;quot;bisa juga &lt;br&gt;dipahami bahwa dalam dunia politik tidak ada yang tidak mungkin, &lt;br&gt;janganlah bermain di atas ketidakmungkinan. Kalau partai yang kita &lt;br&gt;dukung tidak mendapatkan sejumlah kursi dengan jumlah yang signifikan &lt;br&gt;dalam parlemen misalnya, janganlah ngotot berusaha dengan segala cara &lt;br&gt;untuk berkuasa. Berpolitik memang memerlukan seni, yakni seni berpolitik &lt;br&gt;untuk mencapai tujuan itu sendiri. Inilah seninya politik.&lt;p&gt;Politik yang kita tanggapi sebagai seni akan jauh dari obsesi. Jauh dari &lt;br&gt;obsesi berarti jauh dari frustrasi dan stroke. Obsesi terhadap suatu &lt;br&gt;posisi politik seperti menjadi anggota parlemen, presiden, atau menteri &lt;br&gt;akan menjadikan seseorang berusaha dengan menghalalkan segala cara (the &lt;br&gt;end justifies the mean) dan karena itu akan menimbulkan kekecewaan dan &lt;br&gt;frustrasi yang luar biasa manakala obsesinya itu gagal tercapai. &lt;br&gt;Sebaliknya, berpolitik sebagai seni niscaya akan penuh keasyikan &lt;br&gt;ter-sendiri karena kita berpolitik dengan gembira serta tidak keburu nafsu.&lt;p&gt;Politik Transaksional&lt;p&gt;Tetapi, akhir-akhir ini di negeri kita ini, politik sebagai seni kurang &lt;br&gt;berkembang.Ada kecenderungan politik dipandang sebagai political &lt;br&gt;gameatau bahkan power game semata. Tentu,yang namanya politik itu mau &lt;br&gt;didefinisikan dengan cara yang bagaimanapun ujungujungnya adalah soal &lt;br&gt;kekuasaan: who gets what,when, where, and how.Tetapi,bagi orang yang &lt;br&gt;menghayati politik sebagai panggilan hidup mesti ditambah satu Wlagi, &lt;br&gt;yaitu why: mengapa mesti berkuasa?&lt;p&gt;Di sinilah relevansinya ungkapan nobles oblige(kedudukan yang terhormat &lt;br&gt;itu mengandung kewajiban dan tanggung jawab) dalampolitikitu.Karena itu, &lt;br&gt;cara dan usaha untuk mencapai kekuasaan itu mestinya dilakukan dengan &lt;br&gt;suatu kerja politik yang sabar dan tekun mirip dengan sebuah &lt;br&gt;&amp;quot;permainan&amp;quot;( game)yang cantik dan penuh keindahan.Dengan seni: yakni &lt;br&gt;seni mencapai tujuan.&lt;p&gt;Agaknya kini ada banyak politisi instan yang kurang memandang politik &lt;br&gt;sebagai seni untuk mencapai tujuan. Atau malah jangan-jangan lebih buruk &lt;br&gt;lagi dari pada itu: tidak memiliki tujuan untuk apa berpolitik kecuali &lt;br&gt;sekadar meraih kekuasaan itu sendiri. Berpolitik bukan karena panggilan &lt;br&gt;hidup yang sarat dengan perjuangan untuk mencapai citacita &lt;br&gt;bernegara—yang benar atau salah—biasanya dikandung dalam sebuah &lt;br&gt;ideologi. Ideologi menjadi sangat penting, sentral, dan signifikan dalam &lt;br&gt;setiap partai politik.&lt;p&gt;Sekarang ini alih-alih berpolitik untuk memperjuangkan sebuah cita-cita &lt;br&gt;sebagaimana yang didoktrinkan olehideologi politiknya malah &lt;br&gt;sebaliknya,memperlakukan politik seperti komoditi: sarat dengan &lt;br&gt;transaksi. Inilah yang akhir-akhir ini disebut dengan politik &lt;br&gt;transaksional. Dulu kita menjauhi politik ideologi untuk menghindari &lt;br&gt;konflik-konflik ideologis yang tidak produktif.&lt;p&gt;Maka itu, pemerintahan Orde Baru melakukan kebijakan deideologisasi &lt;br&gt;politik terutama dalam bentuk kebijakan asas tunggal.Partaipartai &lt;br&gt;politik seiring dengan ideologi pembangunanisme yang digalakkan waktu &lt;br&gt;itu harus lebih tampil dengan program (program oriented) dengan &lt;br&gt;pendekatan pemecahan masalah (problem solving). Begitu memasuki era &lt;br&gt;reformasi yang penuh kebebasan tampillah kembali partai-partai politik &lt;br&gt;yang mencoba membangunkan kembali ideologi.&lt;p&gt;Tetapi, eksperimen ini tidak berhasil: partai-partai ideologis itu tidak &lt;br&gt;laku dan justru terlempar dari pentaspolitik reformasi. Partai-partai &lt;br&gt;yang bertahan adalah partai-partai yang mengklaim dirinya sebagai partai &lt;br&gt;terbuka, lintas ideologi, lintas agama, lintas etnis, dan lintas &lt;br&gt;budaya.Singkatnya, partai-partai tidak lagi membawa ideologi yang &lt;br&gt;berbeda secara signifikan. Programnya pun nyaris tidak berbeda satu sama &lt;br&gt;lain.&lt;p&gt;Pergeseran Paradigma&lt;p&gt;Pergeseran dari politik ideologi ke politik nonideologis yang katanya &lt;br&gt;berorientasi pemecahan masalah dan programatis yang semula benar dalam &lt;br&gt;konteks menghindari konflik ideologis tersebut di atas dalam &lt;br&gt;perkembangannya ternyata menjadi eksesif: berkembangnya pragmatisme &lt;br&gt;politik. Tidak ada lagi perjuangan ideologi dalam politik, tapi &lt;br&gt;perjuangan kepentingan.&lt;p&gt;Pengertian dari apa yang disebut &amp;quot;kepentingan&amp;quot; itu pun sudah mengalami &lt;br&gt;reduksi dan distorsi sedemikian rupa sehingga menjadi sekadar &lt;br&gt;kepentingan materi atau bahkan uang. Inilah pangkal dari politik &lt;br&gt;transaksional yang kini menyelimuti dunia perpolitikan nasional kita &lt;br&gt;baik di tingkat pusat maupun di daerah Politik transaksional terjadi &lt;br&gt;baik secara internal maupun eksternal.Maka keunggulan politik seseorang &lt;br&gt;tokoh tidak terlihat fenomenal karena pada sejatinya adalah keunggulan &lt;br&gt;dalam bertransaksi belaka.&lt;p&gt;Keunggulan tersebut bukan sebuah raihan politik (political achievement) &lt;br&gt;karena keunggulan visi, gagasan, dan ide-ide politis-ideologis yang &lt;br&gt;memesona rakyat, juga bukan karena integritas dan kredibilitas sang &lt;br&gt;tokoh yang memberikan motivasi serta inspirasi, melainkan hanya karena &lt;br&gt;kecanggihan transaksional. Maka itu, kemampuan artikulasi dengan &lt;br&gt;retorika sebagai seni berpidato yang bagus tidak lagi terlalu relevan, &lt;br&gt;bahkan akan dicemooh sebagai omdo atau omong doang.&lt;p&gt;Pada perpolitikan era sekarang ini hampir-hampir tidak diperlukan lagi &lt;br&gt;tampilnya politisi ideolog dengan kemampuan artikulasi yang memberikan &lt;br&gt;inspirasi (inspiring) dan harapan, bahkan tidak untuk seorang demagog &lt;br&gt;sekalipun! Di sini politik menjadi tidak &lt;br&gt;indah,tidakcantik,dantidakmenarik untuk dinikmati.&lt;p&gt;Bagaimana menarik wong cuma transaksional belaka.Kalau tohkelihatannya &lt;br&gt;terjadi sebuah dinamika dan dialektika politik yang seru atau bahkan &lt;br&gt;sengketa politik yang keras, sebenarnya itu cuma menyangkut &lt;br&gt;inkonsistensi dalam implementasi transaksi. Apa indahnya politik jika &lt;br&gt;isinya sebagianbesarcumasoaljualbeli alias &amp;quot;dol-tinuku&amp;quot; –kata orang &lt;br&gt;Jawa—atau &amp;quot;entejual,anebeli&amp;quot; seperti kata ungkapan Betawi? &lt;p&gt;HAJRIYANTO Y THOHARI&lt;br&gt;Wakil Ketua MPR RI&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469517/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469517/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5365291071837131912?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5365291071837131912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5365291071837131912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5365291071837131912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5365291071837131912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-hajriyanto-y-thohari-dari.html' title='[Koran-Digital] HAJRIYANTO Y THOHARI: Dari Deideologisasi ke Politik Transaksional'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8845818266151590540</id><published>2012-02-14T17:42:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T17:42:48.421-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] ARIS ANANTA: Kesiapan Hadapi Bencana Alam</title><content type='html'>Kesiapan Hadapi Bencana Alam PDF Print&lt;br&gt;Wednesday, 15 February 2012&lt;br&gt;Akhir-akhir ini puting beliung dan angin kencang telah melanda banyak &lt;br&gt;daerah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. &lt;br&gt;Hujan lebat dan banjir pun makin sering terjadi.&lt;p&gt;Pohon tumbang menyebabkan orang meninggal atau terluka.Rumah roboh &lt;br&gt;menyebabkan kehilangan harta dan luka, bahkan dapat menyebabkan &lt;br&gt;kehilangan jiwa. Listrik bahkan padam dan telah mengganggu berbagai &lt;br&gt;kegiatan produktif masyarakat. Lalu lintas juga makin parah. Kalau &lt;br&gt;diukur dengan pendapatan nasional,dampak ekonomi puting beliung,angin &lt;br&gt;kencang, dan hujan serta banjir yang kini makin sering terjadi memang &lt;br&gt;tidak sebesar tsunami di Aceh dan gempa bumi di Yogyakarta.&lt;p&gt;Kali ini daerah yang terkena tidak luas, kegiatan ekonomi yang terkena &lt;br&gt;bukan kegiatan ekonomi yang menghasilkan banyak uang. Kalau dihitung &lt;br&gt;secara &amp;quot;ekonomi&amp;quot;, dampak berbagai bencana ini masih terhitung &amp;quot;kecil&amp;quot;. &lt;br&gt;Namun, kerugian ekonomi tak dapat semata diukur dari sumbangan yang &lt;br&gt;hilang pada pendapatan nasional, tetapi harus dilihat dari kehilangan &lt;br&gt;yang diderita oleh tiap korban, kehilangan sebagai persentase pendapatan &lt;br&gt;atau kekayaan tiap korban.&lt;p&gt;Rumah yang roboh amat mungkin rumah penduduk yang kurang mampu karena &lt;br&gt;bangunannya tidak kuat. Sebab itu, bencana ini amat mungkin telah &lt;br&gt;membuat kelompok pendapatan rendah makin menderita. Jumlah kematian dan &lt;br&gt;jumlah yang terluka memang tidak banyak dibandingkan dengan jumlah &lt;br&gt;penduduk Indonesia secara keseluruhan. Tetapi, kematian dan luka bukan &lt;br&gt;hanya soal jumlah.&lt;p&gt;Kehilangan jiwa dan menderita luka merupakan tragedi berapa pun &lt;br&gt;jumlahnya. Lebih lanjut,bagaimana kalau hal ini terus menerus terjadi &lt;br&gt;dan makin dahsyat dan meluas? Yang mengerikan adalah bencana alam ini &lt;br&gt;mungkin sekali baru permulaan dari gejala perubahan iklim yang terjadi &lt;br&gt;di seluruh dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperkirakan &lt;br&gt;bahwa iklim dunia,dan Indonesia,akan terus memanas.&lt;p&gt;Bersamaan dengan memanasnya iklim, Indonesia (dan dunia) akan mengalami &lt;br&gt;hujan yang makin deras dan makin sering, perubahan suhu udara yang &lt;br&gt;cepat, terjadi angin kencang, bahkan topan dan puting beliung yang makin &lt;br&gt;dahsyatdanmakinsering.Banjir dan tanah longsor akan makin sering &lt;br&gt;terjadi. Air laut akan meninggi,yang mengakibatkan banjir di tempat yang &lt;br&gt;tak jauh dari pantai. Semua ini akan meluas di mana-mana,termasuk di &lt;br&gt;seluruh Indonesia.&lt;p&gt;Kalau sebagian besar daerah terkena bencana, bagaimana pemerintah dan &lt;br&gt;masyarakat melakukan bantuan? Sudah siapkah anggaran untuk membantu &lt;br&gt;korban, yang terjadi di banyak tempat dan jumlah yang makin besar? Sudah &lt;br&gt;siapkah dunia dan Indonesia untuk menghadapi hal ini? Tampaknya kita &lt;br&gt;perlu menyebarluaskan cara-cara bersikap saat terjadi puting beliung, &lt;br&gt;angin kencang, bahkan topan.&lt;p&gt;Kita perlu secara teratur dan lebih sering memberikan ramalan kapan &lt;br&gt;puting beliung, angin kencang, atau topan akan terjadi. Masyarakat pun &lt;br&gt;perlu membiasakan diri mengikuti ramalan cuaca agar dapat berjaga-jaga &lt;br&gt;menghadapi puting beliung, angin kencang, bahkan topan.&lt;p&gt;Kian Serius&lt;p&gt;Bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan iklim ini akan amat &lt;br&gt;serius.Yang terjadi belakangan ini sangat mungkin hanya suatu permulaan. &lt;br&gt;Lebih parah lagi, pola pembangunan kita sering tidak memperhitungkan &lt;br&gt;dampak negatif pada lingkungan. Jakarta dapat digunakan sebagai contoh. &lt;br&gt;Sebelum perubahan iklim terjadi, Jakarta telah sering mengalami banjir, &lt;br&gt;yang diakibatkan kesalahan dalam pola pembangunan kota Jakarta.&lt;p&gt;Dengan perubahan iklim,kota seperti Jakarta akan makin menderita. Kita &lt;br&gt;dapat melakukan usaha yang makin serius untuk mencegah atau mengurangi &lt;br&gt;terjadi bencana. Pola pembangunan harus makin memperhatikan lingkungan. &lt;br&gt;Kita mungkin kurang mampu untuk mengubah iklim.Namun, kita dapat &lt;br&gt;mengurangi dampaknya dengan memperbaiki pola pembangunan kita.&lt;p&gt;Sudah bukan saatnya kita terus-menerus memicu pertumbuhan ekonomi, &lt;br&gt;dengan mengabaikan kondisi lingkungan. Sekaranglah saatnya, kebijakan &lt;br&gt;ekonomi diarahkan pada perbaikan lingkungan hidup.Keterlambatan dalam &lt;br&gt;perubahkan orientasi kebijakan ekonomi akan memperparah dampak perubahan &lt;br&gt;iklim. Ketika terjadi tsunami di Aceh dan gempa bumi di &lt;br&gt;Yogyakarta,masyarakat dunia juga membantu kita.&lt;p&gt;Namun, dengan ekonomi global yang makin memburuh,masyarakat &lt;br&gt;internasional pun akan makin sibuk mengurus diri mereka masing-masing. &lt;br&gt;Selain itu, bencana alam akibat perubahan iklim pun amat mungkin melanda &lt;br&gt;mereka.Dengan kata lain, bantuan internasional tidak dapat kita harapkan &lt;br&gt;seperti yang terjadi dengan tsunami di Aceh atau gempa bumi diYogyakarta.&lt;p&gt;Tanpa usaha serius dan segera untuk melakukan perubahan kebijakan &lt;br&gt;ekonomi, semua kelompok masyarakat akan terkena dan menderita. Para &lt;br&gt;pembuat kebijakan pun akan terkena. Sekarang mereka dapat mengalihkan &lt;br&gt;arah banjir, tetapi mereka belum bisa mengalihkan arah puting beliung &lt;br&gt;dan angin kencang dan topan. Maka itu, kelompok elite nasional pun tak &lt;br&gt;akan dapat menghindar dari puting beliung, angin kencang, dan topan. &lt;br&gt;Sewaktu waktu mereka pun dapat terkena.&lt;p&gt;Semoga para elite nasional segera menyadari hal ini dan segera bertindak &lt;br&gt;untuk mengurangi dampak perubahan iklim, khususnya puting beliung, angin &lt;br&gt;kencang,dan topan. Tindakan yang dimulai hari ini akan banyak mengurangi &lt;br&gt;penderitaan akibat puting beliung, angin kencang, bahkan topan, yang &lt;br&gt;dapat pula terjadi bersamaan dengan banjir dan tanah longsor. Semua &lt;br&gt;bagian masyarakat, termasuk pembuat kebijakan, akan merasakan keuntungan &lt;br&gt;dari tindakan yang cepat dalam menghadapi puting beliung,angin kencang, &lt;br&gt;dan topan.&lt;p&gt;ARIS ANANTA&lt;br&gt;Peneliti Senior di&lt;br&gt;Institute of Southeast Asian Studies,&lt;br&gt;Singapura&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469514/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469514/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8845818266151590540?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8845818266151590540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8845818266151590540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8845818266151590540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8845818266151590540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-aris-ananta-kesiapan.html' title='[Koran-Digital] ARIS ANANTA: Kesiapan Hadapi Bencana Alam'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-702258094774107484</id><published>2012-02-14T17:40:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T17:41:11.308-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] TAJUK,Akibat Sanksi yang Tak Tegas</title><content type='html'>TAJUK,Akibat Sanksi yang Tak Tegas        PDF         Print&lt;br&gt;Wednesday, 15 February 2012&lt;br&gt;Beberapa peristiwa kecelakaan yang melibatkan bus antarkota hingga &lt;br&gt;menimbulkan korban jiwa membuat masyarakat geram.Tidak ada sanksi tegas &lt;br&gt;dari pemerintah terhadap pihak-pihak yang bersalah membuat kecelakaan &lt;br&gt;demi kecelakaan hingga menelan korban jiwa terus berjatuhan.&lt;p&gt;Ketidaktegasan pemerintah sebagai pemegang dan pengawas aturan ini &lt;br&gt;berimbas kepada korban dari masyarakat sebagai pengguna regulasi. Wajar &lt;br&gt;jika masyarakat geram dengan kondisi ini. Hingga kemarin tercatat sudah &lt;br&gt;delapan kali terjadi kecelakaan hingga menelan korban jiwa.Padahal &lt;br&gt;sebelumnya yaitu pada 2011 telah terjadi serangkaian kecelakaan bus &lt;br&gt;hingga menelan korban jiwa.&lt;p&gt;Penyebab kecelakaan maut tersebut di antaranya kondisi bus yang tak &lt;br&gt;layak jalan,sopir yang mengantuk, ugal-ugalan, ataupun dipengaruhi oleh &lt;br&gt;narkoba ataupun minuman keras. Bus tidak layak jalan karena rem yang &lt;br&gt;sudah aus, ban sudah tipis, ataupun kelayakan jalan lainnya.Terulangnya &lt;br&gt;peristiwa tragis ini akibat lemahnya sanksi dari pemerintah terhadap &lt;br&gt;pihak-pihak yang semestinya bertanggung jawab.&lt;p&gt;Selama ini sanksi yang diberikan hanya kepada sopir atau pengendara &lt;br&gt;bus.Padahal, jika ditengok dari tingkat kesalahan, sanksi bisa diberikan &lt;br&gt;kepada pengawas bus, pemilik bus, perusahaan bus, ataupun pemberi izin &lt;br&gt;kelayakan bus. Pada kecelakaan yang diakibatkan oleh tidak layaknya bus &lt;br&gt;untuk berjalan,pemerintah seharusnya berani memberikan sanksi tegas &lt;br&gt;hingga kepada pengawas, pemilik, dan perusahaan bus. Dalam kelayakan &lt;br&gt;sebuah bus,bukan hanya sopir yang memiliki tanggung jawab.&lt;p&gt;Namun,apa yang kita saksikan selama ini,hanya sopir yang ditetapkan &lt;br&gt;tersangka hingga harus divonis di pengadilan. Dalam kecelakaan Bus &lt;br&gt;Karunia Bakti di Cisarua,Kabupaten Bogor,Jawa Barat pada Jumat (10/2) &lt;br&gt;yang diduga akibat rem tidak berfungsi seharusnya pemerintah atau aparat &lt;br&gt;berwenang bisa bertindak lebih tegas.Aparat hanya menetapkan sopir &lt;br&gt;menjadi tersangka tanpa ada langkah-langkah lain.&lt;p&gt;Semestinya pihak berwenang tegas,memeriksa pemilik bus dan pengawas bus &lt;br&gt;di perusahaan Karunia Bakti untuk diminta &lt;br&gt;pertanggungjawabannya.Selanjutnya pihak yang berwenang meminta semua Bus &lt;br&gt;Karunia Bakti dikandangkan dan dilakukan pengecekan terhadap kelayakan &lt;br&gt;jalan. Jika ditemukan kesalahan yang sangat fatal, aparat bisa mencabut &lt;br&gt;secara permanen izin perusahaan bus atau membekukan sementara &lt;br&gt;operasional perusahaan.&lt;p&gt;Jika ada pembiaran tentang perawatan bus, pemilik dan pengawas juga bisa &lt;br&gt;diberikan sanksi. Inilah sanksi yang tegas secara menyeluruh tidak hanya &lt;br&gt;setengah. Jika yang terjadi adalah kesalahan sopir karena mengantuk, &lt;br&gt;ugalugalan, atau terpengaruh narkoba/minuman keras,sanksi tegas bisa &lt;br&gt;saja kepada sopir dan tidak hanya menahan,tapi pencabutan secara &lt;br&gt;permanen surat izin mengemudi yang bersangkutan.&lt;p&gt;Teguran juga diberikan kepada pemilik dan perusahaan bus. Jika kasus &lt;br&gt;yang sama terjadi hingga beberapa kali, izin perusahaan bahkan bisa &lt;br&gt;dibekukan baik permanen ataupun sementara. Namun,yang terjadi tidaklah &lt;br&gt;di atas.Pemerintah hanya berani memberikan sanksi kepada para sopir. &lt;br&gt;Untuk mencabut izin perusahaan bus yang sudah jelas berulangkali &lt;br&gt;melakukan pelanggaran, pemerintah tidak mempunyai nyali.&lt;p&gt;Padahal aturan tegas tentang berlalu lintas yaitu UU No 22 Tahun 2009 &lt;br&gt;sudah sangat gamblang mengatur hal ini. Ketidaktegasan ini semakin &lt;br&gt;menunjukkan bahwa pemerintah hanya mampu membuat aturan tanpa bisa &lt;br&gt;melakukan pengawasan. Menjalankan aturan tanpa pengawasan sama saja &lt;br&gt;meletakkan anjing penjaga dalam keadaan terbius.&lt;p&gt;Semakin parah jika yang membius anjing penjaga itu adalah pemilik &lt;br&gt;anjing.Aturan bisa menjadi bisu karena ada pungutan liar.Himpunan &lt;br&gt;Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bahkan menduga ada pungutan liar &lt;br&gt;sebesar Rp25 triliun per tahun.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469511/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469511/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-702258094774107484?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/702258094774107484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=702258094774107484' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/702258094774107484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/702258094774107484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-tajukakibat-sanksi-yang.html' title='[Koran-Digital] TAJUK,Akibat Sanksi yang Tak Tegas'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1526911233485830980</id><published>2012-02-14T17:31:00.002-08:00</published><updated>2012-02-14T17:32:26.602-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] FEBRI DIANSYAH: Lembar Baru Kasus Nazar</title><content type='html'>Lembar Baru Kasus Nazar PDF Print&lt;br&gt;Wednesday, 15 February 2012&lt;br&gt;Belum usai persidangan Nazaruddin dengan dakwaan menerima suap di &lt;br&gt;Pengadilan Tipikor, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali &lt;br&gt;menetapkan mantan bendahara umum Partai Demokrat ini sebagai tersangka &lt;br&gt;dengan menggunakan UU Pencucian Uang (13/2).&lt;p&gt;Fakta persidangan, kesaksian Yulianis yang mengatakan bahwa dana Permai &lt;br&gt;Group senilai Rp300 miliar digunakan untuk pembelian saham Garuda &lt;br&gt;Indonesia, tampaknya menjadi salah satu dasar penyidikan tersebut. &lt;br&gt;Seberapa signifikan pengaruhnya untuk pemberantasan korupsi? Jika sudut &lt;br&gt;pandangnya hanyalah untuk menjerat orang perorangan seperti Nazaruddin, &lt;br&gt;dengan mudah kita bisa mengatakan, penetapan tersangka ini sia-sia.&lt;p&gt;Akan tetapi, tujuan pemberantasan korupsi tentu saja tidak semata &lt;br&gt;menangkap orang dengan strategi follow the suspect, tapi juga asset &lt;br&gt;recovery melalui strategi follow the money. Apalagi, ini kasus pertama &lt;br&gt;KPK yang menggunakan kewenangannya sebagai penyidik tindak pidana asal &lt;br&gt;(predicate crime) menurut UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang. &lt;br&gt;Kendati terhitung lama sejak UU TPPU ini disahkan pada 5 Oktober &lt;br&gt;2010,langkah KPK ini patut diapresiasi.&lt;p&gt;Serangan Ganda&lt;p&gt;Betapa tidak, terobosan KPK ternyata bukan hanya penggunaan pidana &lt;br&gt;pencucian uang dengan predicate crime korupsi, melainkan sekaligus &lt;br&gt;menerapkan ketentuan tentang pidana korporasi. Sesuatu yang juga belum &lt;br&gt;pernah dilakukan KPK sejak lembaga ini berdiri, bahkan belum pernah &lt;br&gt;diterapkan oleh penegak hukum lainnya dalam kasus korupsi.&lt;p&gt;KPK menyatakan menggunakan Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 6 UU Pencucian &lt;br&gt;Uang untuk menjerat Nazar terkait pembelian saham PT Garuda Indonesia &lt;br&gt;Airways Indonesia. Jika diurai, kita bisa memahami bahwa KPK sudah masuk &lt;br&gt;pada dua tahapan pencucian uang yaitu placement dan layering. Artinya, &lt;br&gt;pembelian saham Garuda dari kas Permai Group tersebut dianggap sebagai &lt;br&gt;penempatan hasil kekayaan yang diduga berasal dari kejahatan (Pasal 3), &lt;br&gt;dan upaya menyembunyikan dan menyamarkan asal-usul kekayaan tersebut &lt;br&gt;(Pasal 4).&lt;p&gt;Berdasarkan fakta persidangan, mantan bawahan Nazaruddin atau wakil &lt;br&gt;direktur keuangan Group Permai mengungkapkan pernah disuruh Nazaruddin &lt;br&gt;pada Januari 2011. Saat itu dana Rp300 miliar dialokasikan untuk membeli &lt;br&gt;saham dengan menggunakan nama lima perusahaan lain. Bagaimana konstruksi &lt;br&gt;pencucian uangnya? Tentu tidak bisa dipisahkan dari asal-usul dana yang &lt;br&gt;digunakan untuk membeli saham tersebut.&lt;p&gt;Dalam kesaksian di bawah sumpah, Yulianis juga mengatakan, selama 2009 &lt;br&gt;dan 2010 Permai Group mencatatkan keuntungan Rp400 miliar dari komitmen &lt;br&gt;fee proyek dan Rp1,2 triliun (masing-masing Rp600 miliar) dari &lt;br&gt;pengerjaan proyek. Sedangkan kelaziman penerimaan fee dari proyek yang &lt;br&gt;&amp;quot;dibantu&amp;quot; Nazaruddin berkisar 13–20%.&lt;p&gt;Untuk proyek Wisma Atlet saja, yang sekarang sedang berjalan,komitmen &lt;br&gt;fee-nya sebesar 13% dan sisanya dibagi pada sejumlah aktor di Kemenpora &lt;br&gt;dan daerah. Di sinilah salah satu urgensi penggunaan UU Pencucian Uang. &lt;br&gt;Jika KPK hanya menggunakan UU Tindak Pidana Korupsi, tentu sangatlah &lt;br&gt;sulit menjerat perbuatan menempatkan dana hasil kejahatan untuk &lt;br&gt;pembelian saham atau objek lainnya.&lt;p&gt;Pidana Korporasi&lt;p&gt;Selain memperluas wilayah kerja KPK,penggunaan Pasal 6 UU Tipikor juga &lt;br&gt;merupakan catatan pertama sejak pemberantasan korupsi pernah dilakukan, &lt;br&gt;yaitu penerapan pidana korporasi. Di sana dikatakan dalam hal dilakukan &lt;br&gt;oleh korporasi, pidana dijatuhkan terhadap korporasi dan/ atau personel &lt;br&gt;pengendali korporasi.&lt;p&gt;Meski demikian, tentu saja tidak mudah membangun konstruksi hukum &lt;br&gt;tersebut hingga membuktikannya di persidangan kelak. Karena itu, menjadi &lt;br&gt;penting bagi kita, akademisi hukum pidana, PPATK, dan masyarakat yang &lt;br&gt;berkomitmen dengan pemberantasan korupsi, untuk mengawal dan membantu &lt;br&gt;KPK menangani skandal besar ini. Bisa diperkirakan, potensi serangan &lt;br&gt;balik terhadap lembaga antikorupsi ini akan menjadi kian besar.&lt;p&gt;Tidur Nyenyak?&lt;p&gt;Apakah pengertian korporasi? Mengacu pada Pasal 1 angka 10 UU No 8 Tahun &lt;br&gt;2010 tentang Pencucian Uang dan Pasal 1 angka 1 UU 31/1999 jo UU No &lt;br&gt;20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi, pengertian korporasi adalah &lt;br&gt;kumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisasi,baik merupakan badan &lt;br&gt;hukum maupun bukan badan hukum. Pertanyaan berikutnya, siapa saja yang &lt;br&gt;dapat disebut korporasi? Permai Group? Garuda Indonesia? Bagaimana &lt;br&gt;dengan partai politik? Poin terakhir itulah yang menurut saya akan &lt;br&gt;membuat para politisi dan pembesar partai tidak bisa tidur nyenyak.&lt;p&gt;Jika terbukti ada aliran dana pada partai, konsekuensinya tidak &lt;br&gt;sederhana. Hal ini memang sudah dibantah oleh Partai Demokrat dengan &lt;br&gt;mengatakan, kalaupun ada aliran dana, itu tanggung jawab personal dari &lt;br&gt;pengurus partai. Kita mencatat pernyataan berulang tersebut dengan baik, &lt;br&gt;yang sekaligus mengingatkan kita pada keterangan sejumlah saksi tentang &lt;br&gt;aliran dana ke kongres partai sebesar Rp30 miliar dan USD5 juta yang &lt;br&gt;dikatakan Nazaruddin sebagai dana pemenangan ketua umum Demokrat.&lt;p&gt;Dari sudut pandang penggunaan pencucian uang, aliran dana tersebut kita &lt;br&gt;bisa mencocokkannya dengan Pasal 5 UU TPPU, yaitu perbuatan menerima, &lt;br&gt;menguasai pemberian, sumbangan,hibah,atau menggunakan harta kekayaan &lt;br&gt;yang diduga berasal dari kejahatan. Masih banyak kelebihan yang bisa &lt;br&gt;dimanfaatkan oleh KPK ketika menggabung kan penggunaan UU Tindak Pidana &lt;br&gt;Korupsi dan Pencucian Uang seperti pembalikan beban pembuktian dan &lt;br&gt;proses yang cepat untuk pemblokiran dan penyitaan. Karena itulah, saya &lt;br&gt;melihat jalan yang jauh lebih panjang ke depan dari satu langkah KPK &lt;br&gt;yang mulai &amp;quot;berani&amp;quot; membuka lembaran baru menggunakan UU Pencucian Uang &lt;br&gt;di kasus Nazaruddin.&lt;p&gt;FEBRI DIANSYAH&lt;br&gt;Koordinator Divisi Hukum dan&lt;br&gt;Monitoring Peradilan ICW&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469509/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469509/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1526911233485830980?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1526911233485830980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1526911233485830980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1526911233485830980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1526911233485830980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-febri-diansyah-lembar.html' title='[Koran-Digital] FEBRI DIANSYAH: Lembar Baru Kasus Nazar'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-2667022566407231774</id><published>2012-02-14T17:31:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T17:31:48.284-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SUARA MAHASISWA: Syarat Jurnal Ilmiah Tidak Realistis</title><content type='html'>Syarat Jurnal Ilmiah Tidak Realistis PDF Print&lt;br&gt;Wednesday, 15 February 2012&lt;br&gt;Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Pendidikan Tinggi &lt;br&gt;membuat suatu gebrakan dalam dunia pendidikan Indonesia.&lt;p&gt;Pada 27 Januari 2012 Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) mengeluarkan Surat &lt;br&gt;Edaran Nomor 152/E/T/2012 yang ditujukan pada PTN dan PTS seluruh &lt;br&gt;Indonesia perihal publikasi karya ilmiah yakni makalah yang siap terbit &lt;br&gt;pada jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan mahasiswa S-1/S-2/S-3 mulai &lt;br&gt;Agustus 2012. Hal ini sontak mendapat berbagai tanggapan dari sivitas &lt;br&gt;akademika.&lt;p&gt;Prof Edy Suandi Hamid selaku ketua umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta &lt;br&gt;Indonesia (APTISI) menyatakan bahwa aturan Dikti itu patut mendapat &lt;br&gt;apresiasi,namun tidak realistis jika diterapkan (Antara, 4/2). APTISI &lt;br&gt;sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat bahkan secara resmi menolak &lt;br&gt;ketentuan publikasi ilmiah sebagai syarat kelulusan yang terdapat dalam &lt;br&gt;surat edaran tersebut.&lt;p&gt;Dirjen Dikti sebaiknya juga perlu mengkaji ulang kesiapan infrastruktur &lt;br&gt;terkait jurnal ilmiah. Toh, selama ini sosialisasi penulisan jurnal &lt;br&gt;ilmiah juga masih minim, padahal jika melihat anggaran pendidikan dalam &lt;br&gt;APBN 2012 jumlahnya cukup besar mencapai Rp289,96 triliun. Dengan &lt;br&gt;anggaran sebesar itu, perbaikan pendidikan harus menitikberatkan perihal &lt;br&gt;substansi, bukan semata prosedural.&lt;p&gt;Misalnya percepatan dan pemerataan infrastruktur bangunan gedung, &lt;br&gt;perbaikan kurikulum pendidikan, transparansi dan akuntabilitas &lt;br&gt;pengelolaan keuangan perguruan tinggi, biaya pendidikan yang tidak &lt;br&gt;memberatkan mahasiswa,dan penanggulangan tindakan anarkistis. Hal lain &lt;br&gt;yang perlu mendapat kejelasan yakni menyangkut landasan hukum surat &lt;br&gt;edaran tersebut.&lt;p&gt;Sesuai kaidah penyusunan peraturan perundang-undangan tentu suatu aturan &lt;br&gt;kebijakan publik yang harus mengacu pada aturan yang lebih tinggi di &lt;br&gt;atasnya. Lantas mengacu ke jenis peraturan apa surat edaran ini, &lt;br&gt;undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan &lt;br&gt;menteri,atau apa? Landasan hukum ini penting karena akan berimplikasi &lt;br&gt;terhadap anggaran pembiayaan.&lt;p&gt;Bisa dikatakan jika suatu aturan kebijakan publik tidak memiliki payung &lt;br&gt;hukum yang jelas, tetapi menggunakan anggaran negara, itu berindikasi &lt;br&gt;korupsi. Berikut beberapa langkah yang harus segera dilakukan Dikti. &lt;br&gt;Pertama, menjelaskan kepada sivitas akademika dan publik umumnya terkait &lt;br&gt;kebijakan ini.Kedua, mengadakan pertemuan dengan PTN dan PTS (bisa &lt;br&gt;melalui Kopertis) untuk mengomunikasikan, membahas, menggali masukan, &lt;br&gt;guna menghasilkan win-win solution.Ketiga, perbaikan tata kelola jurnal &lt;br&gt;ilmiah dan sosialisasi penulisan karya, namun bukan sebagai syarat &lt;br&gt;kelulusan.&lt;p&gt;RINGGA ARIF WIDI HARTO&lt;br&gt;Mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan&lt;br&gt;Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469507/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469507/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-2667022566407231774?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/2667022566407231774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=2667022566407231774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2667022566407231774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2667022566407231774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-suara-mahasiswa-syarat.html' title='[Koran-Digital] SUARA MAHASISWA: Syarat Jurnal Ilmiah Tidak Realistis'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1761475267694570439</id><published>2012-02-14T17:29:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T17:30:11.612-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SUARA MAHASISWA,Menimbang Ulang Publikasi Jurnal Ilmiah</title><content type='html'>SUARA MAHASISWA,Menimbang Ulang Publikasi Jurnal Ilmiah PDF Print&lt;br&gt;Wednesday, 15 February 2012&lt;br&gt;Belum lama ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) &lt;br&gt;Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui surat edaran &lt;br&gt;nomor 152/E/T/2012 mengharuskan publikasi karya ilmiah sebagai syarat &lt;br&gt;kelulusan bagi mahasiswa program S-1,S-2,dan S-3.&lt;p&gt;Aturan itu dibuat untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam membuat &lt;br&gt;karya ilmiah. Berdasarkan data Kemdikbud, jumlah karya ilmiah yang &lt;br&gt;dihasilkan perguruan tinggi Indonesia saat ini masih rendah, hanya &lt;br&gt;sepertujuh jika dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia. Data &lt;br&gt;survei SCImago juga menyebut publikasi hasil penelitian di Indonesia &lt;br&gt;selama 13 tahun (1996–2008) hanya sekitar 9.194 tulisan.&lt;p&gt;Dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura,Thailand,dan &lt;br&gt;Malaysia,karya sarjana kita masih tertinggal jauh. Harapan pemerintah &lt;br&gt;terkait peningkatan kualitas dan kuantitas tulisan mahasiswa kita patut &lt;br&gt;mendapat apresiasi. Hanya, kebijakan itu perlu rentang waktu agar bisa &lt;br&gt;efektif diberlakukan.Rentang waktu ini menjadi penting guna kegiatan &lt;br&gt;sosialisasi dan berbagai pelatihan keterampilan menulis semua pihak, &lt;br&gt;baik bagi perguruan tinggi penyelenggara pendidikan maupun mahasiswanya.&lt;p&gt;Jika kebijakan itu akan tetap diberlakukan mulai kelulusan setelah &lt;br&gt;Agustus 2012, jelas tidak efektif,bahkan belum tentu dilaksanakan. &lt;br&gt;Selain tidak efektif, kebijakan yang terkesan dipaksakan itu tidak urung &lt;br&gt;memicu problem yang lebih pelik lagi. Seperti maraknya plagiarisme, &lt;br&gt;munculnya banyak ghostwriters, menjamurnya jurnal ilmiah yang &amp;quot;tidak &lt;br&gt;ilmiah&amp;quot;,dan sebagainya. Upaya sistematis mengenai aturan proses &lt;br&gt;penerbitan jurnal ilmiah menjadi penting agar tidak menjamur jurnal &lt;br&gt;&amp;quot;abal-abal&amp;quot; itu.&lt;p&gt;Dalam hal ini Dikti harus berperan aktif dalam proses akreditasi jurnal &lt;br&gt;di beberapa kampus agar menghasilkan karya ilmiah berkualitas baik. Jika &lt;br&gt;tidak,akan menjamur jurnal &amp;quot;abalabal&amp;quot; seperti menjamurnya sertifikat &lt;br&gt;palsu dalam proses sertifikasi guru. Bagi para mahasiswa, sosialisasi &lt;br&gt;dan jeda waktu bisa memberikan kesempatan bagi mereka untuk melatih dan &lt;br&gt;memupuk keterampilan menulis.&lt;p&gt;Entah melalui berbagai pelatihan kepenulisan, bergabung dengan komunitas &lt;br&gt;menulis, dan banyak membaca. Perguruan tinggi juga bisa berbenah &lt;br&gt;menciptakan regulasi yang baik demi publikasi karya ilmiah berkualitas. &lt;br&gt;Kebijakan publikasi karya ilmiah,sepanjang demi peningkatan kualitas &lt;br&gt;para sarjana, magister, dan doktor, patut didukung.&lt;p&gt;Sudah saatnya para sivitas akademika memiliki komitmen untuk tidak &lt;br&gt;sekadar sarjana pohon pisang—meminjam istilah sejarawan Sartono &lt;br&gt;Kartodirdjo. Sarjana pohon pisang itu, kata Sartono, hanya berbuah &lt;br&gt;sekali lantas mati; sekali berkarya yakni ketika menyusun &lt;br&gt;skripsi,tesis,dan disertasi,setelah itu tutup buku.&lt;p&gt;FAHMI MUNTHAHA&lt;br&gt;Mahasiswa FKIP Universitas&lt;br&gt;Sarjana Wiyata Tamansiswa Yogyakarta&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469505/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469505/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1761475267694570439?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1761475267694570439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1761475267694570439' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1761475267694570439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1761475267694570439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-suara-mahasiswamenimbang.html' title='[Koran-Digital] SUARA MAHASISWA,Menimbang Ulang Publikasi Jurnal Ilmiah'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7636677215026333756</id><published>2012-02-14T17:28:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T17:28:43.747-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Presiden Bantah Adik Iparnya Terima Dana Bailout</title><content type='html'>KPK Ekspos Kasus Century-Presiden Bantah Adik Iparnya Terima Dana &lt;br&gt;Bailout PDF Print&lt;br&gt;Wednesday, 15 February 2012&lt;br&gt;JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana mengumumkan hasil &lt;br&gt;gelar perkara (ekspos) kasus bailout Bank Century dalam waktu dekat.&lt;p&gt;Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pertemuan dengan Timwas Century &lt;br&gt;itu merupakan tindak lanjut dari ekspos yang dilakukan KPK terkait kasus &lt;br&gt;Century, Senin (13/2) belum lama ini.Saat gelar perkara tersebut KPK &lt;br&gt;menggunakan data-data dari hasil audit BPK. &amp;quot;KPK akan sampaikan hasil &lt;br&gt;ekspos besok (hari ini) saat pertemuan dengan Timwas Century di DPR.Itu &lt;br&gt;merupakan tindak lanjut dari ekspos yang digelar Senin lalu,&amp;quot;kata Johan &lt;br&gt;di Kantor KPK Jakarta kemarin.&lt;p&gt;Johan menambahkan,KPK sepaham dengan kesimpulan hasil audit forensik BPK &lt;br&gt;mengenai Century yang menyatakan ada pelanggaran dan kerugian &lt;br&gt;negara.Menurut dia, temuan BPK itu perlu ditelusuri lebih jauh.&amp;quot;KPK &lt;br&gt;sepaham dengan audit BPK yang menyatakan ada pelanggaran dan kerugian &lt;br&gt;negara.&lt;p&gt;Namun,temuan itu perlu diverifikasi lebih jauh. Sejauh mana kewenangan &lt;br&gt;KPK dalam kaitan dengan pengusutan tindak pidana korupsi,&amp;quot;katanya. Johan &lt;br&gt;menegaskan, jika KPK sudah menemukan minimal dua alat bukti yang cukup, &lt;br&gt;akan menaikkan status Century ke tingkat penyidikan. Saat ini KPK sedang &lt;br&gt;memverifikasi temuan BPK dan Timwas Century.&amp;quot; Kita sedang proses &lt;br&gt;memperdalam kasus ini jika ada langsung naik ke penyidikan.&lt;p&gt;Namun, untuk menaikkan suatu kasus dibutuhkan dua alat bukti cukup &lt;br&gt;secara legal formal bukan asumsi bukan persepsi.KPK sedang verifikasi &lt;br&gt;uji data-data yang di KPK.Juga data yang disampaikan audit &lt;br&gt;forensik,&amp;quot;ungkapnya. Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) &lt;br&gt;meminta KPK segera menyelesaikan kasus Bank Century. Presiden &lt;br&gt;menegaskan, saat ini bola penyelesaian kasus Century ada di tangan &lt;br&gt;penegak hukum.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya yakinKPKbisamenyelesaikan masalah ini.Terhadap apa yang berkaitan &lt;br&gt;dengan Bank Century,saya mendukung penuh penegak hukum,&amp;quot; ujar Presiden &lt;br&gt;saat bersilaturahmi dengan wartawan di Istana Negara,Senin (13/2) malam. &lt;br&gt;Presiden mengatakan, siapa pun yang bersalah dalam kasus tersebut harus &lt;br&gt;ditindak karena negara ini adalah negara hukum. Kasus Bank Century &lt;br&gt;memiliki dua proses yaitu proses hukum dan proses politik.&lt;p&gt;Untuk proses politik,lanjut Presiden, semua telah di-rampungkan oleh DPR &lt;br&gt;beberapa waktu lalu dengan sejumlah rekomendasi. Saat ini proses Bank &lt;br&gt;Century beralih kepada proses hukum. &amp;quot;Artinya, apakah ada penyimpangan &lt;br&gt;atau pelanggaran itu atau kejahatan dari apa yang diputuskan atau &lt;br&gt;kebijakan yang diambil dari otoritas yang berwenang waktu itu untuk &lt;br&gt;melakukan penyertaan modal sementara (PMS) Bank Century, &amp;quot;ungkapnya.&lt;p&gt;Sebagai kepala negara, lanjut Presiden, posisi pemerintah sangat jelas &lt;br&gt;yaitu mendukung sepenuhnya proses hukum.&amp;quot; Lebih baik kalau ada masalah &lt;br&gt;hukum ya dibawa ke ranah hukum, tidak dibawa ke arena &lt;br&gt;politik,&amp;quot;tandasnya. Terkait adik iparnya, Hartanto Edhie Wibowo, yang &lt;br&gt;disebut- sebut dalam kasus itu, Presiden mengakui bahwa adik istrinya &lt;br&gt;tersebut merupakan nasabah Bank Century.Sejak 2007 Hartanto menjadi &lt;br&gt;nasabah bank yang telah dilikuidasi itu atau dua tahun sebelum ada PMS &lt;br&gt;akibat krisis 2008.&lt;p&gt;&amp;quot;Ada transaksi yang saya ketahui dari saudara Anto (Hartanto) pada &lt;br&gt;Januari 2007 hampir dua tahun sebelum terjadi bailout Bank Century. Jadi &lt;br&gt;disconnected, tidak ada kaitannya dengan Rp6,7 triliun yang sedang &lt;br&gt;diaudit forensik untuk mengetahui apakah ada penyimpangan- penyimpangan &lt;br&gt;terhadap itu,&amp;quot;ucapnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari menteri &lt;br&gt;terkait, tidak ditemukan dana PMS sejumlah Rp6,7 triliun yang &lt;br&gt;dikategorikan sebagai pelanggaran hukum karena dana itu tidak sesuai &lt;br&gt;peruntukannya.&amp;quot;&lt;p&gt;Kepada saya juga dilaporkan, BPK pun sebetulnya belum mengatakan ada &lt;br&gt;kerugian negara,&amp;quot;tambahnya. Anggota Timwas Century dari FPDIP Hendrawan &lt;br&gt;Supratikno mengatakan, ada fakta yang menarik dari kasus Bank Century &lt;br&gt;yang terbaru. Bukan hanya terkait adik ipar SBY,tapi juga Budi Sampoerna &lt;br&gt;dan Sunaryo Sampoerna. Keduanya diduga ada kaitan dengan kekuasaan saat &lt;br&gt;ini. &amp;quot;Karena melalui PT LSP,lalu membagi uang untuk suksesnya Demokrat &lt;br&gt;dan SBY.SS k.antimses,&amp;quot;katanya. nurul huda/rarasati syarief/rahmat sahid&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469550/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469550/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7636677215026333756?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7636677215026333756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7636677215026333756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7636677215026333756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7636677215026333756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-presiden-bantah-adik.html' title='[Koran-Digital] Presiden Bantah Adik Iparnya Terima Dana Bailout'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-9146084802584612770</id><published>2012-02-14T17:26:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T17:26:56.370-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] DODY AGOENG: FLPP untuk Siapa?</title><content type='html'>FLPP untuk Siapa? PDF Print&lt;br&gt;Wednesday, 15 February 2012&lt;br&gt;Undang-Undang telah mengamanatkan kepada negara untuk melindungi &lt;br&gt;rakyatnya. Kebutuhan pokok rakyat dalam sebuah negara itu menjadi &lt;br&gt;tanggung jawab Pemerintah.&lt;p&gt;Oleh karena itu,undang-undang mengatur seluruh kekayaan yang menyangkut &lt;br&gt;hajat hidup orang banyak itu dikuasai oleh negara. Tiga pekan ke &lt;br&gt;belakang, kita dihadapkan pada sebuah masalah yang menyangkut hajat &lt;br&gt;hidup orang banyak. Satu harapan masyarakat untuk mempunyai rumah layak &lt;br&gt;tibatiba harus sirna hanya karena sebuah perbedaan pendapat mengenai &lt;br&gt;suku bunga FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan).&lt;p&gt;Sangat disayangkan jika hanya karena perbedaan itu akhirnya masyarakat &lt;br&gt;yang menjadi korban. Sudah saatnya semua pihak kembali memikirkan &lt;br&gt;kepentingan orang banyak harus didulukan mengalahkan kepentingan yang &lt;br&gt;lebih kecil. FLPP adalah sebuah harapan bagi masyarakat Indonesia yang &lt;br&gt;masuk pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk &lt;br&gt;memiliki rumah layak.&lt;p&gt;Melalui program ini ada jaminan pemerintah bahwa masyarakat akan &lt;br&gt;mendapatkan subsidi bunga murah secara fixed sampai dengan masa angsuran &lt;br&gt;kredit. Belum pernah terjadi di Indonesia sebuah sistem yang &lt;br&gt;mengakomodir kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.Artinya FLPP &lt;br&gt;adalah sebuah jawaban keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil.&lt;p&gt;Sayangnya, sejak program FLPP itu berjalan Oktober 2010, masyarakat yang &lt;br&gt;belum berkesempatan menikmatinya harus menerima keputusan yang diambil &lt;br&gt;Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk menghentikannya sejak &lt;br&gt;Januari 2012 lalu.Alasan penghentian FLPP ini karena belum ada &lt;br&gt;kesepakatan antara Menpera dengan perbankan dalam menetapkan suku bunga &lt;br&gt;pada program FLPP.Menpera menghendaki perbankan menurunkan suku bunga &lt;br&gt;kredit dalam program FLPP ini menjadi sekitar 5%.&lt;p&gt;Keputusan pemerintah atas penghentian FLPP ini tentu saja mengundang &lt;br&gt;reaksi banyak pihak. Baik asosiasi pengembangyangtergabungdalamReal &lt;br&gt;Estate Indonesia (REI),Apersi, perbankan,bahkan masyarakat calon &lt;br&gt;pengguna skim FLPP sangat menyayangkan kebijakan tersebut. Wajarlah jika &lt;br&gt;pada akhirnya mereka mulai bereaksi keras atas kebijakan yang dianggap &lt;br&gt;tidak populer itu.&lt;p&gt;Penghentian yang tiba-tiba secara bisnis tidak menguntungkan bagi para &lt;br&gt;pengembang. Bisa jadi, perbankan yang sudah menjalankan program tersebut &lt;br&gt;juga berekses negatif. Penghentian ini juga bakal menambah &lt;br&gt;panjangjumlahantreanmasyarakat yang belum memiliki rumah. Sebagai &lt;br&gt;catatan bahwa kesenjangan antara kemampuan pemerintah menyediakan rumah &lt;br&gt;untuk rakyat dengan kebutuhan rakyat akan rumah dalam setahun tercatat &lt;br&gt;sekitar 800.000 unit rumah.&lt;p&gt;Artinya, dalam satu tahun Pemerintah harus menyiapkan sekitar jumlah itu &lt;br&gt;untuk rakyatnya.Kebutuhan itu baru terjawab hanya sekitar 120.000 setiap &lt;br&gt;tahunnya. Artinya dalam setiap tahun masih terus terjadi kekurangan akan &lt;br&gt;kebutuhan rumah yang harusdipenuhiolehpemerintah untuk rakyatnya. &lt;br&gt;Ilustrasi tersebut mestinya disadari betul oleh pemerintah dan semua &lt;br&gt;pihak terkait dengan masalah perumahan.&lt;p&gt;Jika pemenuhan kebutuhan rumah untuk rakyat itu menjadi tanggung jawab &lt;br&gt;negara, mestinya keputusan menyangkut masalah perumahan tidak dapat &lt;br&gt;dilakukan dengan sembrono. Sudah selayaknya keputusan menyangkut itu &lt;br&gt;banyak mempertimbangkan dampak sosial ekonomi yang bakal terjadi. Namun &lt;br&gt;sangat disayangkan pemerintah tidak cukup bijak dalam menangani masalah &lt;br&gt;perumahan ini.&lt;p&gt;Terbukti dengan menghentikan kebijakan program FLPP dengan alasan yang &lt;br&gt;remeh hanya karena masalah suku bunga. Ironis lagi wakil rakyat di DPR &lt;br&gt;ikut memolitisasi kebijakan tentang FLPP ini. Kita mengerti keberpihakan &lt;br&gt;kepada rakyat sudah pasti bernuansa politis dan itu mulai masuk dalam &lt;br&gt;kewenangan DPR.Tetapi sangat disayangkan jika pada akhirnya masalah ini &lt;br&gt;bermuatan politik.&lt;p&gt;Apalagi pernyataan yang mengatasnamakan rakyat, yang pada akhirnya harus &lt;br&gt;mengorbankan semangat membangun rumah rakyat oleh para pengembang. &lt;br&gt;Sangat disayangkan juga kalau pada akhirnya harus merusak sistem &lt;br&gt;perbankan Indonesia. Pemerintah tak harus dengan gampangnya menyetop &lt;br&gt;program FLPP ini. Sudah seharusnya pemerintah dapat mempertimbangkan &lt;br&gt;dampak yang muncul akibat kebijakan itu jika dilakukan.&lt;p&gt;Sebetulnya cukup mudah untuk memenuhi harapan Menpera tentang suku bunga &lt;br&gt;FLPP yang diharapkan dapat disesuaikan oleh perbankan. Menpera tinggal &lt;br&gt;memanggil perbankan untuk membicarakan masalah suku bunga FLPP tanpa &lt;br&gt;harus menghentikannya selama proses itu berlangsung. Dalam pertemuan itu &lt;br&gt;bisa saja dibuat beberapa perhitungan yang memungkinkan diperolehnya &lt;br&gt;suku bunga FLPP yang relatif lebih murah dibandingkan dengan suku bunga &lt;br&gt;yang sedang berjalan selama ini.&lt;p&gt;Pemerintah tak harus memaksa perbankan untuk dapat memenuhi &lt;br&gt;keinginannya. Perbankan sudah pasti akan menghitung sesuai dengan &lt;br&gt;kemampuannya untuk dapat memberikan tingkat suku bunga maksimum yang &lt;br&gt;dapat diberikan. Sudah pasti dalam FLPP ini perbankan harus berhitung &lt;br&gt;dengan seksama karena perlakuan suku bunga yang harus berlaku fixed rate &lt;br&gt;selama masa angsuran.&lt;p&gt;Bank harus menghitung cost of fund dalam pemberian kredit dengan skim &lt;br&gt;FLPP ini termasuk risk premium yang wajib dipenuhinya. Artinya aturan &lt;br&gt;yang mengikat bank dalam pemberian kredit yang ditetapkan oleh Bank &lt;br&gt;Indonesia (BI) harus pula diikuti oleh perbankan. Pekerjaan tidak mudah &lt;br&gt;perbankan harus menyiapkan dana pendamping yang relatif murah dan tidak &lt;br&gt;bergerak sepanjang masa angsuran FLPP ini. Semangat Menpera untuk &lt;br&gt;menurunkan suku bungan FLPP layak diberikan dukungan oleh semua pihak &lt;br&gt;karena akan membawa dampak positif bagi masyarakat.&lt;p&gt;Turunnya suku bunga FLPP akan berdampak pada berkurangnya beban untuk &lt;br&gt;membayar angsuran setiap bulannya yang akan menjadi murah.Dampak positif &lt;br&gt;lainnya anggaran yang tersedia akan dapat dimanfaatkan menjadi lebih &lt;br&gt;banyak terpenuhinya jumlah unit rumah skala nasional. Muaranya memang &lt;br&gt;pada kebaikan untuk sebuah tujuan yang besar.Dan itu layak diberikan &lt;br&gt;dukungan. Sikap perbankan juga perlu diberikan tempat dalam memberikan &lt;br&gt;perhitungan yang tidak merugikannya.&lt;p&gt;Akan menjadi tidak terhormat jika keputusan yang diambil itu akhirnya &lt;br&gt;merugikan sistem perbankan karena merugi menjalankan program FLPP. Oleh &lt;br&gt;karena sudah selayaknya pemerintah dan wakil rakyat perlu mendengarkan &lt;br&gt;suara hati perbankan. Jika memang benar keinginan pemerintah agar suku &lt;br&gt;bunga kredit program FLPP itu murah sesuai harapannya,maka satu-satunya &lt;br&gt;pilihan adalah memberikan porsi paling besar dalam penyediaan dana FLPP ini.&lt;p&gt;Tidak lagi 50: 0 untuk porsi masing-masing pemerintah dan bank, tetapi &lt;br&gt;bisa saja 80 atau bahkan 100 adalah porsi seluruhnya dari pemerintah. &lt;br&gt;Cukup aneh jika pada akhirnya Pemerintah bersikeras mempertahankan &lt;br&gt;porsinya diturunkan dalam program FLPP ini. Bukankah porsi itu sudah &lt;br&gt;dianggarkan dalam APBN yang dapat masuk dalam budget insentif fiskal ? &lt;br&gt;Jadi tak, perlu tawar-menawar lagi tentang suku bunga FLPP &lt;br&gt;itu.Masyarakat kecil sudah menunggu untuk punya rumah melalui program FLPP.&lt;p&gt;DODY AGOENG S&lt;br&gt;Praktisi Perbankan&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469421/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469421/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-9146084802584612770?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/9146084802584612770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=9146084802584612770' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9146084802584612770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9146084802584612770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-dody-agoeng-flpp-untuk.html' title='[Koran-Digital] DODY AGOENG: FLPP untuk Siapa?'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-425722916548656828</id><published>2012-02-13T23:49:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T23:50:01.987-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?</title><content type='html'>SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?&lt;br&gt;Rachmadin Ismail - detikNews&lt;br&gt;Senin, 13/02/2012 21:43 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Presiden SBY memantau kasus penolakan kehadiran Front Pembela &lt;br&gt;Islam (FPI) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Semua organisasi memiliki &lt;br&gt;hak untuk mendirikan cabang di setiap daerah di Indonesia. Namun &lt;br&gt;organisasi itu pun harus berkaca mengapa ditolak di suatu daerah.&lt;p&gt;&amp;quot;Sejumlah organisasi massa pasti mengerti, membuat tidak nyaman bagi &lt;br&gt;sebagian kalangan. Tentu harus bertanya kenapa? Yang lain boleh tapi &lt;br&gt;saudara-saudara kita yang ada di FPI tidak boleh,&amp;quot; jelas SBY dalam &lt;br&gt;dialog dengan wartawan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, &lt;br&gt;Jakarta, Senin (13/2/2012).&lt;p&gt;SBY sudah berkomunikasi dengan Gubernur Kalteng Terang Narang, &lt;br&gt;Menkopolhukam Djoko Suyanto, dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo &lt;br&gt;terkait insiden di Kalteng pada Sabtu (12/2) di mana warga Kalteng &lt;br&gt;menolak pendirian cabang FPI.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya sudah berbincang dengan Mendagri mengenai UU Ormas yang ada sejak &lt;br&gt;1985. Hingga era reformasi, kebebasan di mana-mana, NGO bisa berbuat apa &lt;br&gt;saja, ada freeodm of speech, freedom of pers, tetapi tidak ada freedom &lt;br&gt;of action,&amp;quot; terang SBY mengomentari FPI.&lt;p&gt;Sebenarnya semua organisasi massa bisa melakukan kegiatan dan mendirikan &lt;br&gt;cabang di mana-mana, sepanjang itu tidak bertentangn dengan UU.&lt;p&gt;&amp;quot;Menyikapi kejadian di Kalimantan, jajaran di Kalimantan jangan lengah. &lt;br&gt;Bisa saja ada yang mengagitasi, karena itu ambil langkah bijak yang &lt;br&gt;tepat. Jangan terjadi lagi aksi kekerasan atas nama agama, etnis, dan &lt;br&gt;atas nama apapun, negara kita menjunjung atas nama ketertiban,&amp;quot; tuturnya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/13/214343/1841475/10/sby-fpi-harus-bertanya-kenapa-bisa-ditolak-di-kalteng?nd992203605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/13/214343/1841475/10/sby-fpi-harus-bertanya-kenapa-bisa-ditolak-di-kalteng?nd992203605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-425722916548656828?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/425722916548656828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=425722916548656828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/425722916548656828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/425722916548656828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-sby-fpi-harus-bertanya.html' title='[Koran-Digital] SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-2109956049053925156</id><published>2012-02-13T23:47:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T23:48:02.366-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] DPR Inginkan Jajanan Rapat yang Bergizi dan Enak</title><content type='html'>Catat! DPR Inginkan Jajanan Rapat yang Bergizi dan Enak&lt;br&gt;Elvan Dany Sutrisno - detikNews&lt;br&gt;Selasa, 14/02/2012 13:39 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Anggota DPR tak ingin rapat mereka jadi hambar tanpa snack &lt;br&gt;nikmat. Mereka berharap Sekjen DPR menyediakan jajanan rapat yang lebih &lt;br&gt;lezat dan berkualitas.&lt;p&gt;&amp;quot;Snack dan makanan harus bergizi dan enak, lezat, supaya tidak mubazir,&amp;quot; &lt;br&gt;ungkap Wakil Ketua BURT DPR, Refrizal, kepada wartawan di Gedung DPR, &lt;br&gt;Senayan, Jakarta, Selasa (14/2/2012).&lt;p&gt;Anggaran pembelian jajanan rapat sebesar Rp 20 ribu juga diharapkan &lt;br&gt;dipakai semestinya. Tidak ada pengurangan agar bisa menghadirkan jajanan &lt;br&gt;yang sehat dan higienis di ruang rapat DPR.&lt;p&gt;&amp;quot;Berkualitas sesuai dengan anggarannya yang tersedia apakah untuk snack &lt;br&gt;atau untuk makanan. Sehat, higienis dan harganya sesuai dengan &lt;br&gt;anggarannya. Jangan lupa harga Rp 20 ribu dipotong PPN,&amp;quot; harapnya.&lt;p&gt;Anggota DPR mengeluhkan jajanan rapat yang itu-itu saja. Saat anggaran &lt;br&gt;untuk jajaran rapat sudah dinaikkan pun, makanan yang dihidangkan pihak &lt;br&gt;Setjen DPR dinilai tak ada perubahan.&lt;p&gt;&amp;quot;Yah memang banyak yang nilainya tidak pantas. Seperti harga konsumsi &lt;br&gt;ringan untuk anggota DPR yang mencapai Rp 20 ribu rupiah, yang berisi &lt;br&gt;3-4 potong makanan ringan, menurut saya tidak pantas. Dulu harganya itu &lt;br&gt;Rp 7.500, tahun lalu Rp 15.000 dan tahun ini kita naikkan sampai Rp &lt;br&gt;20.000, tapi makanannya selalu sama tidak ada yang berubah atau &lt;br&gt;ditingkatkan,&amp;quot; kata Wakil Ketua BURT DPR dari PKS, Refrizal, sebelumnya.&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/14/133915/1841891/10/catat-dpr-inginkan-jajanan-rapat-yang-bergizi-dan-enak?n990102mainnews"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/14/133915/1841891/10/catat-dpr-inginkan-jajanan-rapat-yang-bergizi-dan-enak?n990102mainnews&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-2109956049053925156?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/2109956049053925156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=2109956049053925156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2109956049053925156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2109956049053925156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-dpr-inginkan-jajanan.html' title='[Koran-Digital] DPR Inginkan Jajanan Rapat yang Bergizi dan Enak'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-577723515379007719</id><published>2012-02-13T23:38:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T23:39:16.185-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Syarat Publikasi Ilmiah S1 Berlaku Tahun Ini</title><content type='html'>Syarat Publikasi Ilmiah S1 Berlaku Tahun Ini&lt;br&gt;&amp;quot;Masak nulis saja tidak bisa? Ini kan sarjana, bukan SMA,&amp;quot; kata &lt;br&gt;Mendikbud M Nuh.&lt;br&gt;Selasa, 14 Februari 2012, 13:17 WIB&lt;br&gt;Anggi Kusumadewi, Suryanta Bakti Susila&lt;p&gt;VIVAnews – Menteri Pendidikan Muhammad Nuh menyatakan kewajiban &lt;br&gt;publikasi ilmiah sebagai syarat kelulusan S1, S2, dan S3 efektif berlaku &lt;br&gt;per Agustus 2012. Menurut Nuh, pihaknya kini tengah menyosialisasikan &lt;br&gt;kebijakan baru tersebut melalui Surat Edaran Dirjen Pendidikan Tinggi.&lt;p&gt;Meski kebijakan itu menuai kritik bertubi, Nuh bersikukuh hal itu tetap &lt;br&gt;harus dijalankan. Oleh karena itu pula Kemendikbud tengah gencar &lt;br&gt;mengampanyekan maksud baik dari kebijakan tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Maksud kebijakan itu untuk menumbuhkan budaya akademik. S1 itu kuliah &lt;br&gt;empat tahun loh. Masak nulis saja tidak bisa?&amp;quot; kata Nuh di Kantor Wakil &lt;br&gt;Presiden, Jakarta, Selasa 14 Februari 2012.&lt;p&gt;Nuh menekankan, kewajiban publikasi ilmiah bagi S1 itu perlu untuk &lt;br&gt;memicu peningkatan kualitas akademis. &amp;quot;Coba bayangkan, kalau dia menulis &lt;br&gt;tapi tidak berkualitas. Itu kan sarjana, bukan lulusan SMA,&amp;quot; ujar Nuh.&lt;p&gt;Ia menjelaskan, perguruan tinggi yang merasa tidak mampu merealisasikan &lt;br&gt;kebijakan itu bisa mengajukan permintaan bantuan kepada Kementerian &lt;br&gt;Pendidikan. Nuh mengatakan, kementerian pasti bersedia membantu. &amp;quot;Tapi &lt;br&gt;kalau tidak mau, lain lagi,&amp;quot; ucapnya. (umi)&lt;br&gt;• VIVAnews&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288103-syarat-publikasi-ilmiah-s1-berlaku-tahun-ini"&gt;http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288103-syarat-publikasi-ilmiah-s1-berlaku-tahun-ini&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-577723515379007719?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/577723515379007719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=577723515379007719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/577723515379007719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/577723515379007719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-syarat-publikasi-ilmiah.html' title='[Koran-Digital] Syarat Publikasi Ilmiah S1 Berlaku Tahun Ini'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5729094323692850851</id><published>2012-02-13T22:58:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T22:59:07.864-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Muncul Rumor, Wapres Boediono Mengundurkan Diri</title><content type='html'>Kisruh Kasus Century&lt;br&gt;Muncul Rumor, Wapres Boediono Mengundurkan Diri&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://indosiar.com"&gt;indosiar.com&lt;/a&gt;, Jakarta  - Isu mundurnya Boediono dari jabatannya sebagai &lt;br&gt;wakil presiden, memang tidak jelas sumbernya. Namun, beberapa saat &lt;br&gt;setelah kisruhnya sidang paripurna DPR, Selasa (2/3/2010) siang, Wapres &lt;br&gt;Boediono terlihat menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, secara &lt;br&gt;mendadak di Istana Negara, dan akhirnya memunculkan spekulasi itu.&lt;p&gt;Ketika rumor itu dikonfirmasi, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Pasha, &lt;br&gt;Selasa malam, membantah dengan tegas.&lt;p&gt;Menurut Julian, kedatangan wakil presiden ke Istana Negara, karena ingin &lt;br&gt;melaporkan kondisi terakhir penanganan bencana termasuk bencana longsor &lt;br&gt;di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.(Ery Sofyan Hakim dan Sri Indro/Ijs)&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.indosiar.com/fokus/muncul-rumor-wapres-boediono-mengundurkan-diri_84819.html"&gt;http://www.indosiar.com/fokus/muncul-rumor-wapres-boediono-mengundurkan-diri_84819.html&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5729094323692850851?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5729094323692850851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5729094323692850851' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5729094323692850851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5729094323692850851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-muncul-rumor-wapres.html' title='[Koran-Digital] Muncul Rumor, Wapres Boediono Mengundurkan Diri'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6709433470592292482</id><published>2012-02-13T22:53:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T22:55:51.162-08:00</updated><title type='text'>Re:[Koran-Digital] Boediono dikabarkan minta mundur, JK jadi serep</title><content type='html'>On 2/14/2012 1:25 PM, &lt;a class="moz-txt-link-abbreviated" href="mailto:bambangsoesatyo@yahoo.com"&gt;bambangsoesatyo@yahoo.com&lt;/a&gt; wrote: &lt;blockquote  cite="mid:824442276-1329200758-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-1226207844-@b26.c3.bise3.blackberry"  type="cite"&gt;   &lt;meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=UTF-8"&gt;   &lt;div dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr;"&gt;Ada wartawan GressNews namanya Zul kemarin sore bertanya. Apakah Mas Bambang mendengar rumor Boediono akan mundur? Saya jawab, ya saya juga mendengar rumor itu. Kenapa? Dia jawab, ngga pa2 hanya tanya saja. Lalu dia kejar lagi, apa benar penggantinya pak JK? Saya jawab, wah sy tdk tahu. Hrs dicek dulu kebenarannya ke pak JK. Rumornya memang santer. Jawab saya. Itulah kronologisnya. Terima ksh. (Bambang Soesatyo) &lt;/div&gt;   &lt;div&gt;Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!&lt;/div&gt;   &lt;hr&gt;&lt;br&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6709433470592292482?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6709433470592292482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6709433470592292482' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6709433470592292482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6709433470592292482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/rekoran-digital-boediono-dikabarkan.html' title='Re:[Koran-Digital] Boediono dikabarkan minta mundur, JK jadi serep'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7126409151986949998</id><published>2012-02-13T21:43:00.001-08:00</published><updated>2012-02-13T21:43:57.943-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Dahlan Iskan Tak Mau Lagi Ada BUMN Dijual ke Asing</title><content type='html'>Senin, 13/02/2012 16:20 WIB&lt;br&gt;Dahlan Iskan Tak Mau Lagi Ada BUMN Dijual ke Asing&lt;br&gt;Ramdhania El Hida - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan &lt;br&gt;menyatakan tidak akan ada lagi BUMN yang dijual ke asing. Pengembangan &lt;br&gt;usaha hanya akan dilakukan melalui pasar modal dan penggabungan di induk &lt;br&gt;usaha (holding company).&lt;p&gt;&amp;quot;Yang jelas tidak akan ada lagi penjualan BUMN ke perusahaan asing. Era &lt;br&gt;itu sudah selesai,&amp;quot; kata Dahlan di kantornya, Jalan Medan Merdeka &lt;br&gt;Selatan, Senin (13/2/2012).&lt;p&gt;Menurutnya, pilihan untuk pengembangan BUMN saat ini adalah melalui &lt;br&gt;pasar modal dan pembentukan holding company. Sehingga, aset negara tidak &lt;br&gt;ada lagi yang dikuasai oleh piha asing.&lt;p&gt;&amp;quot;Kalau IPO (initial public offering/penawaran umum saham perdana) kan &lt;br&gt;lewat pasar modal, tapi kalau dijual langsung ke asing tidak ada lagi,&amp;quot; &lt;br&gt;jelas mantan Direktur Utama PLN tersebut.&lt;p&gt;Bahkan, Dahlan menargetkan, dalam dua tahun ke depan, seharusnya sudah &lt;br&gt;ada perusahaan plat merah yang bisa membeli perusahaan luar negeri.&lt;p&gt;&amp;quot;Dulu, beberapa BUMN dijual kemudian hasilnya masuk APBN (Anggaran &lt;br&gt;Pendapatan dan Belanja Negara), itu kan negara enggak punya uang,&amp;quot; imbuhnya.&lt;p&gt;Saat itu, kata Dahlan, negara tidak punya uang dan APBN saja masih &lt;br&gt;banyak bolongnya. Untuk menggaji pegawai negeri saja uangnya tidak cukup &lt;br&gt;makanya ada BUMN yang sebagian sahamnya dilego ke asing.&lt;p&gt;&amp;quot;Pokoknya sekarang tidak ada lagi BUMN dijual ke asing, yang seperti itu &lt;br&gt;sudah tidak ada lagi,&amp;quot; ujarnya.&lt;p&gt;Salah satu BUMN saham mayoritasnya dijual ke asing adalah PT Indosat Tbk &lt;br&gt;(ISAT). Singapore Telecom Ltd (SingTel) menjadi pihak pembeli pada jaman &lt;br&gt;Indonesia dipimpin presiden Megawati.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/13/161654/1841228/4/dahlan-iskan-tak-mau-lagi-ada-bumn-dijual-ke-asing"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/13/161654/1841228/4/dahlan-iskan-tak-mau-lagi-ada-bumn-dijual-ke-asing&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7126409151986949998?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7126409151986949998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7126409151986949998' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7126409151986949998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7126409151986949998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-dahlan-iskan-tak-mau-lagi.html' title='[Koran-Digital] Dahlan Iskan Tak Mau Lagi Ada BUMN Dijual ke Asing'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1809134956367117040</id><published>2012-02-13T21:41:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T21:42:23.975-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Pungli Capai Rp 25 Triliun Picu Maraknya Kecelakaan Transportasi</title><content type='html'>Selasa, 14/02/2012 11:16 WIB&lt;br&gt;Pungli Capai Rp 25 Triliun Picu Maraknya Kecelakaan Transportasi&lt;br&gt;Suhendra - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Himpunan Pengusaha Indonesia (Hipmi) Research Center mencatat &lt;br&gt;nilai pungutan liar (pungli) transportasi darat setiap tahunnya lebih &lt;br&gt;dari Rp 25 triliun.&lt;p&gt;Bahkan praktik pungli ini secara tak langsung mempengaruhi beban &lt;br&gt;pengusaha transportasi seperti bus sehingga mengurangi biaya perawatan &lt;br&gt;armada mereka yang ujung-ujungnya ikut andil dalam maraknya kecelakaan &lt;br&gt;angkutan darat.&lt;p&gt;Sekretaris Jenderal BPP Hipmi Harry Warganegara Harun mengatakan pungli &lt;br&gt;itu mulai dari pungli administrasi kendaraan sampai pungli yang &lt;br&gt;dikenakan kepada sopir di tengah jalan. Hal ini yang memberatkan &lt;br&gt;pengusaha angkutan dan sopir. Akibatnya lebih dari 25% pendapatan &lt;br&gt;perusahaan angkutan hanya digelontorkan buat pelaku pungli.&lt;p&gt;&amp;quot;Yang luput dari pengamatan adalah pungli yang sudah kronis kepada &lt;br&gt;pengusaha transportasi utamanya usaha angkutan darat. Pungli ini mulai &lt;br&gt;dilakukan oleh aparat, preman, hingga ormas,&amp;quot; kata Harry dalam &lt;br&gt;keterangan tertulisnya, Selasa (14/2/2012)&lt;p&gt;Ia mengatakan Hipmi sangat prihatin dengan maraknya kecelakaan &lt;br&gt;transportasi darat utamanya bus akhir-akhir ini. Apalagi masalah pungli &lt;br&gt;yang melilit pengusaha transportasi diduga ikut andil.&lt;p&gt;Harry memaparkan, anggotanya kerap mengeluhkan soal pungli ini. &lt;br&gt;Pasalnya, pihak yang paling merasakan dampaknya adalah sopir dan &lt;br&gt;keselamatan penumpang. &amp;quot;Hal inilah yang ikut berkontribusi pada banyak &lt;br&gt;kecelakaan dimana-mana. Sebab faktor pemeliharaan kendaraan dan &lt;br&gt;kesejahteraan sopir menjadi taruhanya,&amp;quot; tegas Harry.&lt;p&gt;Selain pungli, maraknya restribusi di daerah juga menguras pendapatan &lt;br&gt;perusahaan angkutan. Bahkan, pengusaha mengeluhkan tumpang-tindihnya &lt;br&gt;peraturan daerah terkait retribusi di berbagai daerah.&amp;quot;Contohnya, ada &lt;br&gt;bus yang lewat Bekasi kena pungutan. Lewat Cirebon kena juga. Bayangkan &lt;br&gt;kalau bus itu lewati 10 daerah,&amp;quot; papar Harry.&lt;p&gt;Untuk itu, Hipmi berharap agar pemerintah pusat serius memberantas &lt;br&gt;pungli ini.&amp;quot;Jangan panas-panas tahi ayam. Pas ada kecelakaan ada &lt;br&gt;komitmen. Begitu tenang, hilang komitmennya,&amp;quot; katanya.&lt;br&gt;(hen/dnl)&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/14/111347/1841717/4/pungli-capai-rp-25-triliun-picu-maraknya-kecelakaan-transportasi?f9911023"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/14/111347/1841717/4/pungli-capai-rp-25-triliun-picu-maraknya-kecelakaan-transportasi?f9911023&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1809134956367117040?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1809134956367117040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1809134956367117040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1809134956367117040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1809134956367117040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-pungli-capai-rp-25.html' title='[Koran-Digital] Pungli Capai Rp 25 Triliun Picu Maraknya Kecelakaan Transportasi'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6417638778718451219</id><published>2012-02-13T20:25:00.001-08:00</published><updated>2012-02-13T20:26:00.359-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Boediono dikabarkan minta mundur, JK jadi serep</title><content type='html'>Hah... Boediono dikabarkan minta mundur, JK jadi serep&lt;p&gt;Senin, 13 Februari 2012 | 20:01:00&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Wakil Presiden Boediono dikabarkan telah mengajukan &lt;br&gt;pengunduran diri dari jabatan Wakil Presiden RI kepada Presiden Susilo &lt;br&gt;Bambang Yudhoyono.&lt;p&gt;&amp;quot;Rumor yang saya dengar seperti itu. Pak Boediono sudah mengajukan &lt;br&gt;resign,&amp;quot; kata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang &lt;br&gt;Soesatyo, di Jakarta, Senin (13/2).&lt;p&gt;Bambang menyebutkan, dari rumor yang ia dengar, pengajuan pengunduran &lt;br&gt;diri itu terkait kasus Bank Century. Ditambahkan dia, saat ini Presiden &lt;br&gt;sedang mencari pengganti Boediono.&lt;p&gt;&amp;quot;Pak Jusuf Kalla diminta SBY untuk menempati posisi Boediono. Bahkan, &lt;br&gt;Pak JK dalam sebulan ini dua kali dipanggil oleh SBY,&amp;quot; ungkap anggota &lt;br&gt;Komisi III DPR RI itu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.gresnews.com/berita/politik/1946132-hah-boediono-dikabarkan-mengajukan-pengunduran-diri"&gt;http://www.gresnews.com/berita/politik/1946132-hah-boediono-dikabarkan-mengajukan-pengunduran-diri&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6417638778718451219?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6417638778718451219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6417638778718451219' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6417638778718451219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6417638778718451219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-boediono-dikabarkan-minta.html' title='[Koran-Digital] Boediono dikabarkan minta mundur, JK jadi serep'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-698633825333142672</id><published>2012-02-13T20:24:00.001-08:00</published><updated>2012-02-13T20:24:42.589-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SBY tantang audit pengadaan pesawat kepresidenan</title><content type='html'>SBY tantang audit pengadaan pesawat kepresidenan&lt;p&gt;Selasa, 14 Februari 2012 | 08:10:56&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka peluang diaudit &lt;br&gt;terkait kebijakan pengadaan pesawat khusus kepresidenan.&lt;p&gt;&amp;quot;Silakan diaudit semuanya. Sekali lagi, tidak ada kepentingan pribadi. &lt;br&gt;Kalau jadi tahun 2013, saya hanya setahun menggunakannya,&amp;quot; ucap SBY, &lt;br&gt;dalam silaturahmi dan tanya jawab dengan wartawan di Istana Negara, &lt;br&gt;Senin (13/2) malam.&lt;p&gt;Menurut Presiden, proses pembelian pesawat kepresidenan ini sudah sesuai &lt;br&gt;prosedur dan sistem pengadaannya juga cukup transparan. &amp;quot;Proses &lt;br&gt;dibicarakan dan sudah disetujui DPR. Selain itu juga melibatkan &lt;br&gt;ahli-ahli pesawat terbang untuk membicarakan kesesuaian spesifikasi dan &lt;br&gt;lain-lain, saya bukan ahlinya. Kementerian Sekretaris Negara juga &lt;br&gt;mengundang lembaga pengadaan barang dan jasa untuk menunjukkan jangan &lt;br&gt;sampai ada yang tidak benar,&amp;quot; kata SBY.&lt;p&gt;Menurut SBY, pengadaan pesawat kepresidenan merupakan langkah efisiensi &lt;br&gt;jangka menengah dan panjang. Pasalnya, selama ini pemerintah menyewa &lt;br&gt;pesawat milik Garuda Indonesia, yang jika dihitung biayanya akan lebih &lt;br&gt;mahal.&lt;p&gt;&amp;quot;Untuk kepentingan efisiensi jangka menengah dan panjang, maka dilakukan &lt;br&gt;pengadaan pesawat kepresidenan. Pesawat itu nantinya dapat digunakan &lt;br&gt;setiap saat, tanpa mengganggu jadwal penerbangan Garuda,&amp;quot; kata SBY.&lt;p&gt;Presiden menjelaskan, banyak kepala negara di dunia menggunakan pesawat &lt;br&gt;kepresidenan jenis Boeing 747 ketika menghadiri event internasional. &lt;br&gt;Meskipun mungkin, untuk kegiatan lokal, para kepala negara tersebut &lt;br&gt;menggunakan jenis pesawat yang lebih kecil.&lt;p&gt;Di lain pihak, SBY juga tidak membenarkan bahwa proses pengadaan pesawat &lt;br&gt;ini baru selesai tahun 2013. Tapi, dengan adanya pesawat ini, maka &lt;br&gt;presiden Indonesia nantinya dapat melakukan tugasnya, baik di dalam atau &lt;br&gt;luar negeri, tanpa harus mengganggu jadwal penerbangan Garuda seperti &lt;br&gt;yang terjadi saat ini. SBY menegaskan tidak ada unsur kepentingan &lt;br&gt;pribadi dan mempersilakan BPK untuk mengaudit semuanya.&lt;p&gt;&amp;quot;Yang akan menggunakan adalah presiden-presiden setelah saya. Dengan &lt;br&gt;menggunakan pesawat Garuda, maka akan seperti tadi itu, hal-hal yang &lt;br&gt;tidak menguntungkan,&amp;quot; ujar Kepala Negara, dikutip laman &lt;a href="http://presidensby.info"&gt;presidensby.info&lt;/a&gt;.&lt;p&gt;Pekan lalu, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock V Nathans &lt;br&gt;menjelaskan, pesawat kepresidenan tersebut berjenis Boeing dari kelas &lt;br&gt;737-800. Diperkirakan pesawat tersebut baru bisa dipakai sekitar Agustus &lt;br&gt;2013, sementara masa kepresidenan SBY adalah sampai 2014.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.gresnews.com/berita/politik/810142-sby-tantang-audit-pengadaan-pesawat-kepresidenan"&gt;http://www.gresnews.com/berita/politik/810142-sby-tantang-audit-pengadaan-pesawat-kepresidenan&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-698633825333142672?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/698633825333142672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=698633825333142672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/698633825333142672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/698633825333142672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-sby-tantang-audit.html' title='[Koran-Digital] SBY tantang audit pengadaan pesawat kepresidenan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-658970573113761475</id><published>2012-02-13T20:22:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T20:23:37.912-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SBY tepis tudingan keluarga Ibu Negara terlibat kasus Century</title><content type='html'>SBY tepis tudingan keluarga Ibu Negara terlibat kasus Century&lt;p&gt;Selasa, 14 Februari 2012 | 10:59:14&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyanggah tudingan &lt;br&gt;keterlibatan keluarga atau kerabatnya dalam kasus kucuran dana talangan &lt;br&gt;Bank Century. Kendati demikian, diakuinya bahwa ada keluarganya yang &lt;br&gt;menjadi nasabah di Bank Century.&lt;p&gt;&amp;quot;Disebut ada keluarga Bu Ani (Ibu Negara), saya ikuti proses itu. &lt;br&gt;Jawabannya memang yang bersangkutan jadi nasabah Bank Century. Tapi itu &lt;br&gt;jauh sebelum ada krisis 2008, jauh sebelum ada penyertaan modal. &lt;br&gt;Sementara ada transaksi yang saya ketahui dari saudara Anto pada Januari &lt;br&gt;2007 hampir dua tahun sebelum Bank Century. Jadi tidak ada hubungan &lt;br&gt;terhadap ini,&amp;quot; tegas Presiden SBY, di Jakarta, Senin (13/2) malam.&lt;p&gt;Presiden mengakui menerima laporan dari menteri terkait bahwa tidak ada &lt;br&gt;penyimpangan dana Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan tidak ada kerugian &lt;br&gt;negara didalamnya. &amp;quot;Yang saya ketahui Kepolisian bekerja dan BPK juga &lt;br&gt;bekerja. Meski saya tidak boleh mencampuri hukum tapi saya mengikuti, &lt;br&gt;saya terima dari menteri, ditemukan tidak ada penyimpangan dari dana LPS &lt;br&gt;sebesar Rp6,7 triliun, karena dana itu tidak ada peruntukannya dan tidak &lt;br&gt;ada kerugian negara,&amp;quot; tukas SBY, dikutip laman &lt;a href="http://setkab.go.id"&gt;setkab.go.id&lt;/a&gt;.&lt;p&gt;Seperti diketahui, dalam laporan hasil audit forensiknya, Badan &lt;br&gt;Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebut adanya setoran tunai Bank Century &lt;br&gt;cabang Pondok Indah ke rekening seseorang berinisial HEW. Nasabah ini &lt;br&gt;ditengarai adalah Hartanto Edhie Wibowo, seorang anggota DPR RI dari &lt;br&gt;Fraksi Partai Demokrat yang juga adik kandung Ani Yudhoyono.&lt;p&gt;HEW melakukan transaksi pada 25 Januari 2007 di cabang Times Square di &lt;br&gt;Cibubur. Saat itu, Bank Century menyetorkan dana ke HEW senilai Rp453 &lt;br&gt;juta. Transaksi pun berlanjut pada 30 Juli 2007. Kala itu, duit yang &lt;br&gt;mengalir sebesar Rp368 juta. Selain itu, terdapat pula transaksi di BII &lt;br&gt;cabang Mangga Dua pada 22 November 2007 sebesar Rp469 juta.&lt;p&gt;Berdasar aplikasi penyetoran ke BCA dan BII yang ditandatangani DW, &lt;br&gt;customer service Bank Century cabang Pondok Indah, dana yang disetorkan &lt;br&gt;berasal dari penukaran valas ke dalam rupiah. Penyetoran dilakukan AFR, &lt;br&gt;staf marketing Bank Century cabang Pondok Indah masing-masing sebesar &lt;br&gt;US$45.000, US$35.000 dan US$45.000.&lt;p&gt;BPK menyebut dalam buku catatan mengenai kas valas di BC cabang Pondok &lt;br&gt;Indah tidak ditemukan adanya transaksi penukaran kas valas sejumlah &lt;br&gt;tersebut. Namun, BPK belum bisa menyimpulkan hubungan transaksi dengan &lt;br&gt;kasus Bank Century. Pasalnya, BPK belum menemukan sumber dana valas yang &lt;br&gt;ditukarkan.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.gresnews.com/berita/korporat/1059142-sby-tepis-tudingan-keluarga-ibu-negara-terlibat-kasus-century"&gt;http://www.gresnews.com/berita/korporat/1059142-sby-tepis-tudingan-keluarga-ibu-negara-terlibat-kasus-century&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-658970573113761475?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/658970573113761475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=658970573113761475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/658970573113761475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/658970573113761475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-sby-tepis-tudingan.html' title='[Koran-Digital] SBY tepis tudingan keluarga Ibu Negara terlibat kasus Century'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3996676589551617010</id><published>2012-02-13T20:21:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T20:22:29.027-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Minyak tanah naik Rp2.500, solar Rp4.500 dan premium tetap</title><content type='html'>Minyak tanah naik Rp2.500, solar Rp4.500 dan premium tetap&lt;br&gt;Selasa, 14 Februari 2012 | 01:15:00&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Pemerintah menaikkan harga minyak tanah dari Rp2.000 menjadi &lt;br&gt;Rp2.500 per liter dan solar menjadi Rp4.500 yang sebelumnya Rp4.300, &lt;br&gt;sedangkan harga bensin atau premium tetap Rp4.500 per liter.&lt;p&gt;Ketentuan harga baru BBM ini ditetapkan Selasa pekan lalu (7/2) &lt;br&gt;berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 15/2001 tentang Harga Jual &lt;br&gt;Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu.&lt;p&gt;Pernyataan tertulis Sekretariat Kabinet (Sekkab) menyebutkan Perpres ini &lt;br&gt;merupakan pengganti dari Perpres No. 55 tahun 2005, yang sudah diubah &lt;br&gt;dengan Perpres Nomor 9 Tahun 2006.&lt;p&gt;Dalam Perpres No. 15 Tahun 2012 ini, pemerintah menetapkan harga jual &lt;br&gt;eceran Jenis BBM tertentu di titik serah untuk setiap liter adalah: &lt;br&gt;Minyak Tanah (kerosine) sebesar Rp2.500, bensin (gasoline) RON 88 &lt;br&gt;sebesar Rp4.500 dan minyak solar (gas oil) sebesar Rp4.500.&lt;p&gt;Harga-harga tersebut sudah termasuk PPN, dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan &lt;br&gt;Bermotor (PBBKB) sebesar 5%.&lt;p&gt;Harga baru itu berarti ada penyesuaian, karena dalam Perpres No. 6 Tahun &lt;br&gt;2006 harga per liter minyak tanah ditetapkan Rp 2.000, bensin Rp 4.500, &lt;br&gt;dan solar Rp 4.300.&lt;p&gt;Penetapan harga baru ini dilakukan pemerintah dengan mempertimbangkan &lt;br&gt;perkembangan kebutuhan nasional atas jenis bahan bakar minyak tertentu, &lt;br&gt;dan dalam rangka pemberian subsidi yang lebih tepat sasaran kepada &lt;br&gt;konsumen pengguna tertentu, serta guna meningkatkan efisiensi pengunaan &lt;br&gt;APBN.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.gresnews.com/berita/korporat/115142-naik-minyak-tanah-rp2-500-solar-rp4-500-dan-premium-tetap"&gt;http://www.gresnews.com/berita/korporat/115142-naik-minyak-tanah-rp2-500-solar-rp4-500-dan-premium-tetap&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3996676589551617010?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3996676589551617010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3996676589551617010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3996676589551617010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3996676589551617010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-minyak-tanah-naik-rp2500.html' title='[Koran-Digital] Minyak tanah naik Rp2.500, solar Rp4.500 dan premium tetap'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-265825661038405230</id><published>2012-02-13T18:45:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T18:46:40.262-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Suyanto: Lambannya Penyaluran BOS 2011 dan Suksesnya BOS 2012</title><content type='html'>Lambannya Penyaluran BOS 2011 dan Suksesnya BOS 2012&lt;br&gt;Suyanto Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta; Plt Ditjen Pendidikan &lt;br&gt;Dasar, Kemendikbud&lt;p&gt;BANTUAN operasional sekolah (BOS) sudah berusia tujuh tahun enam bulan &lt;br&gt;sejak diluncurkan pertama kali sebagai kompensasi penaikan bahan bakar &lt;br&gt;minyak di semester dua, Juli 2005. Kebijakan BOS sebagai bantuan &lt;br&gt;pendidikan untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun sangat tepat karena &lt;br&gt;yang disubsidi program BOS adalah orang (siswa), bukan komoditas. Kalau &lt;br&gt;yang disubsidi komoditas, bisa saja program subsidi itu ada yang tidak &lt;br&gt;tepat sasaran (inclusion error).&lt;p&gt;Sejak awal diluncurkan, secara berturut turut jumlah total rupiah di &lt;br&gt;APBN untuk BOS selalu meningkat. Pada 2005 total BOS Rp5,13 triliun, &lt;br&gt;kemudian naik secara signifikan berturut-turut menjadi Rp10,28 triliun &lt;br&gt;(2006), Rp9,80 triliun (2007), Rp10,01 triliun (2008), Rp16,04 triliun &lt;br&gt;(2009), Rp16,55 triliun (2010), Rp16,81 triliun (2011), dan Rp23,59 &lt;br&gt;triliun (2012). Pada 2007 angka nominalnya turun jika dibandingkan &lt;br&gt;dengan alokasi pada 2006 karena mulai tahun itu pengelolaan BOS untuk &lt;br&gt;madrasah dipindahkan dari Depdiknas ke Depag. Di samping itu, BOS sejak &lt;br&gt;2005 sampai saat ini telah&lt;p&gt;mengalami kenaikan unit cost per siswa per tahun sebesar kurang lebih 300%.&lt;p&gt;Mengapa B0S 2012 ini naik secara signifikan? Jawabnya ialah agar &lt;br&gt;kebutuhan sekolah akan biaya operasional tercukupi secara penuh. BOS &lt;br&gt;2011 hanya bisa menutupi kebutuhan biaya operasional sebesar 70% untuk &lt;br&gt;SD dan 80% untuk SMP. Oleh karena itu, pemerintah dengan persetujuan &lt;br&gt;Komisi X DPR telah menaikkan BOS sebesar 40% pada 2012 dengan maksud &lt;br&gt;supaya tidak ada lagi pungutan dalam bentuk apa pun di SD dan SMP, &lt;br&gt;kecuali bagi rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).&lt;p&gt;Tahun ini, semua pemerintah kabupaten/kota harus memiliki ketegasan di &lt;br&gt;daerah masingmasing untuk menegakkan Peraturan Menteri Pendidikan dan &lt;br&gt;Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2011 yang pada hakikatnya mengamanatkan semua &lt;br&gt;sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, kecuali RSBI, dilarang &lt;br&gt;melakukan pungutan uang terhadap siswa dalam bentuk apa pun.&lt;p&gt;BOS 2011 Penyaluran BOS 2011 bisa dikatakan lamban. Itu ongkos yang &lt;br&gt;sangat mahal dalam sejarah yang diderita sektor pendidikan di era &lt;br&gt;otonomi daerah.&lt;p&gt;Banyak daerah otonom di tingkat kabupaten dan kota yang ternyata tidak &lt;br&gt;siap melaksanakan kewajiban dalam memberikan layanan yang baik untuk &lt;br&gt;sektor pendidikan. Meskipun uangnya ada, dan sudah ditransfer ke kas &lt;br&gt;umum kabupaten dan kota, kenyataannya mereka sebagian besar lamban dan &lt;br&gt;tidak bisa menyalurkan uang BOS ke sekolah tepat waktu. Untuk BOS &lt;br&gt;triwulan ketiga saja, yang seharusnya selesai disalurkan tuntas paling &lt;br&gt;lambat pertengahan Juli 2011, sampai 3 Februari 2012, pukul 15.00 masih &lt;br&gt;ada empat kabupaten yang belum mampu mencairkan BOS 2011 itu ke &lt;br&gt;sekolah-sekolah yang seharusnya menerimanya.&lt;p&gt;Jadi mereka terlambat lima bulan. Begitu juga untuk triwulan keempat, &lt;br&gt;lebih parah lagi, sampai 3 Februari 2012, pukul 15.00 masih ada 32 &lt;br&gt;pemerintah kabupaten/kota yang masih menahan dana BOS di kantor kas umum &lt;br&gt;daerah masing-masing. Jadi mereka, 32 pemkab/pemkot itu, terlambat empat &lt;br&gt;bulan dalam menyalurkan BOS 2011 untuk triwulan keempat.&lt;p&gt;Sungguh aneh bin ajaib hal itu terjadi karena kemacetan pencairan dana &lt;br&gt;BOS 2011 di&lt;p&gt;kabupaten/kota akhirnya telah disusul cairnya BOS 2012 triwulan pertama &lt;br&gt;sejak 4-19 Januari lalu, yang skenarionya disalurkan melalui pemerin t a &lt;br&gt;h daerah provinsi. Kegagalan penyaluran BOS 2011 sebenarnya terletak &lt;br&gt;pada lemahnya komitmen pemda terhadap dunia pendidikan.&lt;p&gt;Di samping itu, lambannya pemda menyalurkan tepat waktu itu pada umumnya &lt;br&gt;disebabkan mereka tidak mau belajar dari pengalaman triwulan sebelumnya &lt;br&gt;dan juga tidak mau belajar kepada pemda yang telah sukses menyalurkan &lt;br&gt;tepat waktu. Jadi birokrasi di pemda tidak bisa menjadikan dirinya &lt;br&gt;sebagai learning organization. Di era BOS 2011, ada pemda yang sangat &lt;br&gt;tepat menyalurkan BOS, yaitu Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.&lt;p&gt;Kesuksesan BOS 2012 Ada tiga sistem penyaluran BOS: (1) sistem &lt;br&gt;2005-2010, (2) sistem 2011, dan sistem penyaluran 2012. Pada sistem &lt;br&gt;penyaluran pertama (2005-2010), BOS disalurkan dengan skema &lt;br&gt;dekonsentrasi sehingga BOS masih merupakan dana APBN yang melekat pada &lt;br&gt;anggaran Dep diknas. Sistem peny aluran itu tidak per nah terlambat &lt;br&gt;meski pun tidak secepat sistem penyaluran 2012. Jadi di era itu, tidak &lt;br&gt;ada kepala sekolah yang harus mengutang uang kepada koperasi atau siapa &lt;br&gt;pun untuk membiayai sekolah seperti pada 2011 sebagai akibat dari &lt;br&gt;keterlambatan pencairan dana BOS.&lt;p&gt;World Bank pun tertarik dan terkesan pada program BOS dan ketepatan &lt;br&gt;penyalurannya sehingga mereka mau membantu dana BOS pada 2009 dan 2010 &lt;br&gt;dalam jumlah kurang lebih AS$600 juta dan AS$500 juta pada tahun itu &lt;br&gt;secara berturut turut. Begitu juga dengan hasil audit BPKP yang &lt;br&gt;menyatakan BOS memiliki kinerja yang baik: tepat jumlah, tepat waktu, &lt;br&gt;dan tepat sasaran.&lt;p&gt;Sistem penyaluran BOS era 2005-2010 dipandang telah tidak sesuai dengan &lt;br&gt;semangat otonomi daerah. Maka pada 2011 itulah sistem penyaluran model &lt;br&gt;kedua mulai dilaksanakan. Untuk menegakkan asas desentralisasi, ada &lt;br&gt;kesepakatan antara Panitia Anggaran DPR dan pemerintah agar dana BOS &lt;br&gt;tidak lagi dijadikan sebagai dana APBN. Alasannya karena sektor &lt;br&gt;pendidikan sudah didaerahkan.&lt;p&gt;Prinsip penganggaran mengatakan, pada urusan-urusan pemerintahan yang &lt;br&gt;telah didaerahkan, anggarannya juga harus didaerahkan dan masuk APBD. &lt;br&gt;Setelah dilaksanakan, itu ternyata gagal. Ketika itu gagal, tak satu &lt;br&gt;sekolah pun yang kritis dan protes. Hal itu terjadi karena sekolah &lt;br&gt;merupakan bagian dari pemda sehingga kepala sekolah lebih baik mengutang &lt;br&gt;untuk menutup kebutuhan operasional sekolah daripada protes ke &lt;br&gt;bupati/wali kota yang notabene juga atasannya. Jadi skema transfer dana &lt;br&gt;BOS ke pemkab/ pemkot memang tidak cocok dilihat dari struktur &lt;br&gt;organisasi pemda itu sendiri, dalam kaitannya dengan entitas or ganisasi &lt;br&gt;pendidikan di daerah.&lt;br&gt;Karena penyaluran dana BOS 2011 terbukti lamban, pemerintah akhirnya &lt;br&gt;mencari cara lain dan lahirlah cara penyaluran ketiga, yang merupakan &lt;br&gt;bentuk hybrid dari cara pertama dan kedua. Semangat transfer ke daerah &lt;br&gt;masih ada, tetapi transfernya ke tingkat provinsi.&lt;p&gt;Provinsi sudah berpengalaman menyalurkan dana dengan model dekonsentrasi &lt;br&gt;pada sistem penyaluran pertama (2005-2010) sehingga pada awal &lt;br&gt;ditetapkan, ada harapan BOS 2012 akan tepat waktu. Di samping itu, untuk &lt;br&gt;mengendalikan 33 provinsi jauh lebih mudah bagi Kemendikbud jika &lt;br&gt;dibandingkan dengan mengendalikan dan memonitor 497 kabupaten/kota &lt;br&gt;ketika BOS disalurkan lewat kabupaten/kota. Di samping itu, secara &lt;br&gt;hierarkis organisatoris, entitas sekolah bukanlah merupakan bawahan &lt;br&gt;pemda provinsi sehingga provinsi akan bekerja lebih cermat dan lebih &lt;br&gt;cepat, sebab kalau tidak akan diprotes sekolah atau pemda kabupaten/kota.&lt;p&gt;Benarlah BOS 2012 cair amat sangat cepat? Pada 19 Januari seluruh &lt;br&gt;sekolah di Republik ini telah menerima dana BOS triwulan pertama, dengan &lt;br&gt;jumlah total kurang lebih Rp5,6 triliun.&lt;br&gt;Bahkan ada dua provinsi yang lebih awal dari target waktu yang &lt;br&gt;ditentukan, 9&amp;#173;16 Januari 2012, yaitu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta &lt;br&gt;dan Jambi.&lt;br&gt;Jadi pencairan BOS 2012 untuk triwulan pertama lebih cepat dua setengah &lt;br&gt;bulan jika dibandingkan dengan kesuksesan BOS 2005&amp;#173;2010. Saya yakin &lt;br&gt;untuk triwulan kedua pada April nanti, pencairan tersebut akan mengulang &lt;br&gt;kesuksesan yang sama. Semoga begitu.&lt;p&gt;&lt;a href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/14/ArticleHtmls/Lambannya-Penyaluran-BOS-2011-dan-Suksesnya-BOS-2012-14022012020024.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/14/ArticleHtmls/Lambannya-Penyaluran-BOS-2011-dan-Suksesnya-BOS-2012-14022012020024.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-265825661038405230?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/265825661038405230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=265825661038405230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/265825661038405230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/265825661038405230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-suyanto-lambannya.html' title='[Koran-Digital] Suyanto: Lambannya Penyaluran BOS 2011 dan Suksesnya BOS 2012'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-4823694050632673666</id><published>2012-02-13T18:20:00.001-08:00</published><updated>2012-02-13T18:20:53.379-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SBY Sebut Anas Atur Pertemuan</title><content type='html'>Nazaruddin bertengkar dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan langsung kabur &lt;br&gt;ke luar negeri sesudahnya.&lt;br&gt;KETUA Dewan Pemb i n a d a n D e w a n Kehormatan Partai Demokrat Susilo &lt;br&gt;Bambang Yudhoyono untuk pertama kalinya mengaku sempat menerima mantan &lt;br&gt;Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sehari sebelum mantan &lt;br&gt;anggota Komisi III DPR itu kabur ke luar negeri pada 23 Mei 2011.&lt;p&gt;Saat jumpa pers di Istana Negara Jakarta, kemarin, Presiden mengaku &lt;br&gt;menerima Nazaruddin di kediaman pribadinya di Cikeas, Jawa Barat, atas &lt;br&gt;saran Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.&lt;p&gt;Kronologi pertemuan itu, sambung Presiden, dimulai dari keputusan Dewan &lt;br&gt;Kehormatan Partai Demokrat untuk meminta Nazaruddin mundur dari &lt;br&gt;jabatannya setelah kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet ramai di &lt;br&gt;publik.&lt;p&gt;&amp;quot;Intinya sudah kita kaji dan pelajari, ada dugaan kuat terlibat. Kita &lt;br&gt;persilakan mengundurkan diri dari posisinya sebagai pengurus Partai&lt;br&gt;Demokrat, tetapi sepertinya belum bersedia mundur dengan berbagai &lt;br&gt;alasan,&amp;quot; papar Presiden.&lt;p&gt;Karena tidak bersedia mundur, lanjut Presiden, saat itu Dewan Kehormatan &lt;br&gt;sudah menyiapkan surat keputusan partai yang berisi pemecatan &lt;br&gt;Nazaruddin. Belum sempat surat itu diteken, Anas mendatangi Presiden dan &lt;br&gt;meminta agar Dewan Kehormatan tidak memecat Nazaruddin dengan alasan &lt;br&gt;mantan anggota Komisi III DPR itu sudah bersedia mundur.&lt;p&gt;&amp;quot;Ketua Umum menyatakan barangkali tidak perlu. Katanya yang bersangkutan &lt;br&gt;bersedia mundur,&amp;quot; kata Presiden.&lt;p&gt;Atas keinginan Anas itu, akhirnya Presiden bersedia menemui Nazaruddin. &lt;br&gt;Rencana pertemuan pun disiapkan. Pertemuan digelar pada 23 Mei 2011 &lt;br&gt;dalam bentuk sidang Dewan Kehormatan yang dihadiri oleh seluruh anggota.&lt;p&gt;Namun, sambung Presiden, begitu tiba di Cikeas, Nazaruddin bukannya &lt;br&gt;mengungkapkan pengunduran dirinya malah menolak mundur dengan beragam &lt;br&gt;alasan. Akibatnya, me&lt;br&gt;ledak amarah Presiden.&lt;p&gt;&amp;quot;Yang bersangkutan berbicara kurang jelas ke kiri dan ke kanan. Saya &lt;br&gt;marah karena tidak sesuai dengan yang dilaporkan Anas. Saya putuskan &lt;br&gt;memberhentikan yang bersangkutan,&amp;quot; ujarnya.&lt;p&gt;Pertemuan antara Nazaruddin dan Yudhoyono itu pertama kali terungkap di &lt;br&gt;persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 30 November 2011.&lt;p&gt;Dalam sidang itu, ia mengaku kabur ke luar negeri beberapa jam setelah &lt;br&gt;pertemuan itu karena bertengkar dengan Yudhoyono.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya pergi ke luar negeri bukan karena Wisma Atlet.&lt;br&gt;Tidak ada hubungannya dengan Wisma Atlet. Saya ke luar negeri karena &lt;br&gt;ribut dengan Cikeas,&amp;quot; kata Nazaruddin.&lt;p&gt;Seusai pertemuan yang berujung pada pertengkaran itu, sambungnya, Anas &lt;br&gt;langsung memerintahkan Nazaruddin untuk pergi ke luar negeri.&lt;p&gt;Nazaruddin pun menjalankan perintah itu dan langsung terbang ke &lt;br&gt;Singapura pada malam harinya.&lt;p&gt;Pada jumpa pers itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga membantah &lt;br&gt;tudingan yang beredar selama ini, yang menyebut adik Ibu Negara Ani &lt;br&gt;Yudhoyono, Hartanto Edhie Wibowo, terlibat dalam&lt;br&gt;kasus pemberian dana talangan Bank Century. Dijelaskannya, iparnya itu &lt;br&gt;sudah sejak lama menjadi nasabah Bank Century dan tidak pernah melakukan &lt;br&gt;transaksi mencurigakan menjelang dana talangan itu diberikan.&lt;p&gt;&amp;quot;Ada transaksi yang saya ketahui dari Saudara Antok (Hartanto Edhie &lt;br&gt;Wibowo) itu pada Januari 2007, hampir 2 tahun sebelum terjadi bailout &lt;br&gt;Bank Century. Jadi disconnect, tidak ada kaitannya dengan Rp6,7 &lt;br&gt;triliun,&amp;quot; kata Presiden.&lt;br&gt;(Mad/*/P-2)&lt;p&gt;&lt;a href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/14/ArticleHtmls/SBY-Sebut-Anas-Atur-Pertemuan-14022012006001.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/14/ArticleHtmls/SBY-Sebut-Anas-Atur-Pertemuan-14022012006001.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-4823694050632673666?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/4823694050632673666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=4823694050632673666' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4823694050632673666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4823694050632673666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-sby-sebut-anas-atur.html' title='[Koran-Digital] SBY Sebut Anas Atur Pertemuan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3049916513881339241</id><published>2012-02-13T18:08:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T18:09:35.093-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] EDITORIAL Integritas LP bukan CCTV</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Jika semua LP dan rutan dipasangi CCTV, berapa besar biaya yang dihamburkan untuk itu?'' &lt;br&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; LEMBAGA pemasyarakatan (LP) di negeri ini bukan lagi bui tempat penjahat dipenjara menjalani masa hukuman.&lt;br&gt; LP seolah menjelma menjadi vila dengan segala kemewahan dan privasi yang bisa dibeli. &lt;p&gt;Banyak contoh untuk itu. Narapidana maupun tahanan bisa leluasa keluar-masuk bui atau rumah tahanan (rutan) dengan membayar upeti kepada petugas. Gayus Tambunan melakukan itu kemudian bisa pelesir ke Bali bahkan sampai ke luar negeri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Napi maupun tahanan bisa juga membangun ruang mewah lengkap dengan pendingin ruangan, televisi, dan kulkas.&lt;br&gt; Artalyta Suryani mendirikan istana mewah itu di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Bahkan, dari penjara pun napi atau tahanan bisa mengendalikan bisnis narkoba. Di LP Narkoba Nusakambangan, Cilacap, napi Hartoni Jaya bisa leluasa mengendalikan bisnis barang haram tersebut. Hal itu terjadi berkat kerja sama dengan Kepala LP Narkoba Nusakambangan Marwan Adli yang baru saja divonis 13 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Cilacap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisah terakhir ialah kunjungan anggota Komisi III DPR Muhammad Nasir dari Partai Demokrat menemui terdakwa Muhammad Nazaruddin di Rutan Cipinang, Jakarta, di luar jam besuk. Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana melakukan inspeksi mendadak ke Rutan Cipinang menjelang tengah malam pada Rabu (8/2), dan ia menangkap basah pertemuan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan di Rutan Cipinang itu diketahui Denny dari CCTV (closed circuit television) di Rutan Cipinang yang tersambung langsung ke ruangan Menteri Hukum dan HAM serta Wakil Menteri Hukum dan HAM.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bobroknya LP maupun rutan bukan fakta baru. Publik sudah paham bahwa kebobrokan petugas LP dan rutan karena lemahnya integritas petugas. Integritas petugas itulah yang dibeli para penjahat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Tugas Menteri Hukum dan HAM serta Wakil Menteri Hukum dan HAM ialah membina para petugas LP dan rutan agar memiliki integritas tinggi, tidak mudah kompromi, dan menolak segala bentuk transaksi. Memasang CCTV dan kemudian memantau dari ruang kerja tentu saja membantu menteri dan wakil menteri melakukan pengawasan, tetapi jelas itu bukan cara yang dapat diterapkan untuk seluruh LP di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Jumlah LP dan rutan di Indonesia saat ini 428 buah. Jika semua LP dan rutan dipasangi CCTV, berapa besar biaya yang dihamburkan untuk itu?&lt;br&gt; Jika seluruh CCTV di LP dan rutan tersambung langsung ke ruangan menteri dan wakil menteri, apakah kedua pejabat itu dapat memantau semuanya? Lagi pula, apakah tugas menteri dan wakil menteri hanya memantau CCTV? Jika menteri atau wakil menteri tidak berada di ruangan, siapa pula yang memantau CCTV itu? Apakah pelanggaran yang tidak terpantau menteri atau wakil menteri melalui CCTV dianggap benar?&lt;br&gt; Memata-matai bawahan melalui CCTV merupakan bentuk ketidakpercayaan. Karena itu, terpenting bukanlah memasang CCTV yang tersambung langsung ke ruangan menteri dan wakil menteri, melainkan membentuk integritas petugas LP dan rutan yang tangguh yang tak dapat dibeli.&lt;/p&gt; Character building itulah yang tidak terjadi di negeri ini.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/14/ArticleHtmls/EDITORIAL-Integritas-LP-bukan-CCTV-14022012001031.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/14/ArticleHtmls/EDITORIAL-Integritas-LP-bukan-CCTV-14022012001031.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3049916513881339241?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3049916513881339241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://
