<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667</id><updated>2012-02-16T20:09:37.726-08:00</updated><title type='text'>People's News Blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17687</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-9027606654075269363</id><published>2012-02-16T20:08:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T20:09:37.752-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] WAWANCARA-Mas Achmad Santosa: Kami Sudah Memiliki Strategi Memerangi Mafia Hukum...</title><content type='html'>WAWANCARA&lt;br&gt;Mas Achmad Santosa: Kami Sudah Memiliki Strategi Memerangi Mafia Hukum...&lt;br&gt;Jum&amp;#39;at, 17 Februari 2012 , 08:58:00 WIB&lt;p&gt;&lt;p&gt;RMOL. Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian &lt;br&gt;Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto bersama tim sudah selesai &lt;br&gt;menggodok strategi memerangi mafia hukum.&lt;p&gt;&amp;quot;Kami sudah memiliki strategi memerangi mafia hukum. Tapi strategi ini &lt;br&gt;hanya untuk keperluan internal saja. Bukan untuk di&amp;#173;publikasikan ke &lt;br&gt;publik,&amp;quot; kata Deputi VI Bidang Hukum UKP4, Mas Achmad Santosa, kepada &lt;br&gt;Rakyat Merdeka, kemarin.&lt;p&gt;Adanya strategi ini setelah Satuan Tugas Pemberantasan Ma&amp;#173;fia Hukum &lt;br&gt;(Satgas PMH) di&amp;#173;lebur masuk UKP4, awal Januari lalu.&lt;p&gt;Mas Achmad Santosa ditugas&amp;#173;kan ke sana. Tanggal 3 Februari 2012 keluar &lt;br&gt;Keppres pengang&amp;#173;katan dirinya menjadi Deputi VI Bidang Hukum UKP4. &lt;br&gt;Kemu&amp;#173;dian dilantik dan diambil sum&amp;#173;pah&amp;#173;nya, 13 Februari 2012 di kantor UKP4.&lt;p&gt;Berikut Kutipan Selengkap&amp;#173;nya:&lt;p&gt;&lt;p&gt;Tugas Anda di situ sama de&amp;#173;ngan Satgas PMH?&lt;p&gt;Ya. Tujuannya menjadikan Indo&amp;#173;nesia bersih dari praktek mafia hukum dan &lt;br&gt;bebas korupsi.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Saat adanya Satgas saja tidak bisa berbuat banyak, apalagi setelah &lt;br&gt;digabung dengan UKP4, apa yang bisa diperbuat?&lt;p&gt;Kami bekerja keras untuk itu. Pemberantasan mafia hukum dan korupsi itu &lt;br&gt;harus dilakukan se&amp;#173;cara bersama. Indonesia harus jadi lebih sejahtera.&lt;p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana dengan metode kerja di UKP4?&lt;p&gt;Tujuanya memang sama. Na&amp;#173;mun metode kerja di UKP4 dengan Satgas PMH &lt;br&gt;tentu berbeda.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Bedanya di mana?&lt;p&gt;Kalau di UKP4 kami bekerja secara tertutup. Kemudian lebih fokus &lt;br&gt;perbaikan sistem. Seperti fungsinya UKP4, yakni penga&amp;#173;wa&amp;#173;san dan &lt;br&gt;pengendalian pro&amp;#173;gram-program pembangunan. Tugasnya memastikan &lt;br&gt;program-program aksi pemberdayaan lembaga hukum dan pencegahan korupsi &lt;br&gt;yang tertuang dalam Pnpres Nomor 1, 2, 9, dan 17 tahun 2011 bisa &lt;br&gt;dilaksanakan dengan baik.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Apa tantangan terberatnya?&lt;p&gt;Tentu tantangan terberat adalah melaksanakan sejumlah Inpres tersebut. &lt;br&gt;Kemudian pelaksanaan&amp;#173;nya harus berbanding lurus de&amp;#173;ngan peningkatan &lt;br&gt;kepercayaan publik terhadap hukum.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Yakin bisa mencegah mafia hukum dengan bergabung di UKP4?&lt;p&gt;Tentu. Saya siap melaksanakan tugas yang diamanatkan kepada saya.&lt;p&gt;Siap membantu Pak Kuntoro Mangkusubroto sebagai Kepala UKP4. Saya &lt;br&gt;menganggapnya sebagai kelanjutan dari pekerjaan sepanjang hidup saya. &lt;br&gt;Passion saya memang di bidang hukum.&lt;p&gt;Tentu saja saya melihat pe&amp;#173;ngangkatan ini sebagai bentuk kepercayaan dan &lt;br&gt;amanah dari Presiden, Wakil Presiden, dan Kepala UKP4 yang harus saya &lt;br&gt;jalankan sebaik-baiknya dengan maksimal.&lt;p&gt;&lt;br&gt;O ya, apakah semua tugas Satgas PMH diserahkan ke UKP4?&lt;p&gt;Sebagian tugas Satgas PMH ditangani UKP4. Sebagian lagi menjadi tugas &lt;br&gt;dan fungsi komisi-komisi eksternal.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Apa saja komisi eksternal itu?&lt;p&gt;Banyak. Di antaranya Komisi Kejaksaan (KK), Komisi Kepo&amp;#173;lisian Nasional &lt;br&gt;(Kompolnas), Ko&amp;#173;misi Yudisial (KY) dan Ko&amp;#173;misi Pemberantasan Korupsi &lt;br&gt;(KPK). Tentunya UKP4 akan terus memperkuat serta mem&amp;#173;ber&amp;#173;dayakan KK dan &lt;br&gt;Kompolnas. Kemudian akan berkoordinasi in&amp;#173;tensif dengan KPK dan KY.&lt;p&gt;Saya juga merasa yakin UKP4 akan bersinergi dengan komisi-komisi &lt;br&gt;ekternal tersebut.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Tugas UKP4 berbeda dengan Satgas PMH, apa yang bisa di&amp;#173;la&amp;#173;kukan &lt;br&gt;memberantas mafia hu&amp;#173;kum?&lt;p&gt;Tentunya perang terhadap mafia hukum terus dilakukan dengan strategi &lt;br&gt;yang berbeda.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Sepertinya Anda cukup bangga dipercaya masuk UKP4?&lt;p&gt;Saya bangga dapat membantu Pak Kuntoro. Beliau tidak saja sebagai &lt;br&gt;pemikir yang brilian, pekerja keras, egaliter dengan semua pembantunya. &lt;br&gt;Tapi juga sebagai icon of integrity dalam pemerintahan saat ini. Itu &lt;br&gt;penting buat saya.&lt;p&gt;Sepanjang karier dan hidup saya sebagai orang dewasa sejak tahun 1980, &lt;br&gt;saya ti&amp;#173;dak bergeser sedikitpun dari pe&amp;#173;kerjaan di bi&amp;#173;dang hukum dan &lt;br&gt;keadilan.&lt;p&gt;&lt;p&gt;Apa yang sudah Anda laku&amp;#173;kan?&lt;p&gt;Saya bekerja di bidang hukum sudah puluhan tahun. 13 tahun saya di &lt;br&gt;Lembaga Bantuan Hu&amp;#173;kum memperjuangkan keadilan untuk rakyat miskin. &lt;br&gt;Tujuh tahun di Indonesian Center for Environ&amp;#173;mental Law yang &lt;br&gt;memerjuang&amp;#173;kan keadilan lingkungan. Empat tahun di kemitraan untuk &lt;br&gt;pem&amp;#173;baruan tata kelola pemerintahan yang bekerja mendorong upaya-upaya &lt;br&gt;pembenahan sektor hukum dan keadilan.&lt;p&gt;Selain itu, lima tahun di UNDP mendorong perluasan akses terhadap &lt;br&gt;keadilan. Kemudian 2,5 tahun membantu Jaksa Agung saat dijabat Abdul &lt;br&gt;Rahman Sales. Tugasnya di bagian koordinator tenaga ahli yang membangun &lt;br&gt;program-program pembaruan kejaksaan dan mendorong pe&amp;#173;laksanaannya.&lt;p&gt;Saya juga pernah memimpin KPK selama dua bulan. Selanjut&amp;#173;nya dua tahun &lt;br&gt;di Satgas PMH untuk memberantas mafia hu&amp;#173;kum. [Harian Rakyat Merdeka]&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/17/55080/Mas-Achmad-Santosa:-Kami-Sudah-Memiliki-Strategi-Memerangi-Mafia-Hukum...-"&gt;http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/17/55080/Mas-Achmad-Santosa:-Kami-Sudah-Memiliki-Strategi-Memerangi-Mafia-Hukum...-&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-9027606654075269363?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/9027606654075269363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=9027606654075269363' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9027606654075269363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9027606654075269363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-wawancara-mas-achmad.html' title='[Koran-Digital] WAWANCARA-Mas Achmad Santosa: Kami Sudah Memiliki Strategi Memerangi Mafia Hukum...'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8731306841578864791</id><published>2012-02-16T19:57:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T19:58:27.163-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] 35 Orang BI Ramai-ramai Ikut Seleksi Dewan Komisaris OJK</title><content type='html'>Jumat, 17/02/2012 10:05 WIB&lt;br&gt;35 Orang BI Ramai-ramai Ikut Seleksi Dewan Komisaris OJK&lt;br&gt;Herdaru Purnomo - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Sebanyak 35 orang yang bekerja dibawah Bank Indonesia (BI) &lt;br&gt;telah mendaftarkan diri ke Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan Dewan &lt;br&gt;Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK). Salah satunya Deputi &lt;br&gt;Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad.&lt;p&gt;&amp;quot;Sekitar 35 orang yang daftar di DK OJK. Salah satunya Deputi Gubernur &lt;br&gt;BI Muliaman Hadad,&amp;quot; ungkap sumber detikFinance di Bank Indonesia, Jumat &lt;br&gt;(17/2/2012).&lt;p&gt;Dikatakan sumber tersebut, pendaftar sangat bervariasi dari yang muda &lt;br&gt;sampai senior.&lt;p&gt;&amp;quot;Yang muda seperti Muslimin Anwar Nasution, staf Deputi Gubernur BI. &lt;br&gt;Kemudian ada juga Sukarela Batunanggar peneliti utama perbankan yang &lt;br&gt;menangani pengembangan sistem pengawasan di Biro Penelitian dan &lt;br&gt;Pengaturan Perbankan juga berpengalaman luas di bidang stabilitas sistem &lt;br&gt;keuangan dan pengawas bank,&amp;quot; tutur sumber tersebut.&lt;p&gt;Selain itu, sumber tersebut mengatakan ada juga Ariastiadi yang &lt;br&gt;merupakan pengawas bank yang sudah senior. &amp;quot;Termasuk Ibu Endang yang &lt;br&gt;merupakan Direktur Pengawasan Bank di BI,&amp;quot; ungkapnya.&lt;p&gt;Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo mengatakan sebanyak 290 &lt;br&gt;orang telah mendaftar ke Pansel OJK. Setelah semua pendaftar tercatat &lt;br&gt;oleh Panitia Seleksi (Pansel) OJK, lanjut Agus Marto, ada 4 tahap &lt;br&gt;seleksi yang harus diikuti para pendaftar. Pertama, seleksi &lt;br&gt;administratif, kapabilitas, kesehatan, dan kompetensi.&lt;p&gt;&amp;quot;Nanti didukung makalah pribadi, assesment profil individu, dan &lt;br&gt;interview,&amp;quot; jelasnya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/17/100532/1844811/5/35-orang-bi-ramai-ramai-ikut-seleksi-dewan-komisaris-ojk?f9911013"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/17/100532/1844811/5/35-orang-bi-ramai-ramai-ikut-seleksi-dewan-komisaris-ojk?f9911013&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8731306841578864791?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8731306841578864791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8731306841578864791' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8731306841578864791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8731306841578864791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-35-orang-bi-ramai-ramai.html' title='[Koran-Digital] 35 Orang BI Ramai-ramai Ikut Seleksi Dewan Komisaris OJK'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-9138859895845080271</id><published>2012-02-16T19:55:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T19:56:16.016-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Demokrat: Tak Ada Money Politics di Kongres, Hanya Ada Uang Transport</title><content type='html'>Demokrat: Tak Ada Money Politics di Kongres, Hanya Ada Uang Transport&lt;br&gt;Elvan Dany Sutrisno - detikNews&lt;br&gt;Jumat, 17/02/2012 10:49 WIB&lt;br&gt;Jakarta Ketua Divisi Tanggap Darurat PD Umar Arsal menjawab tudingan &lt;br&gt;money politics di Kongres PD. Umar menegaskan yang ada hanyalah uang &lt;br&gt;transport saja.&lt;p&gt;&amp;quot;Nggak ada poney politics, yang ada hanya uang transportasi saja,&amp;quot; kata &lt;br&gt;Umar kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/2/2012).&lt;p&gt;Umar memaparkan, para pendukung Anas memang diberi uang transport selama &lt;br&gt;suksesi Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum PD. Angkanya bervariasi &lt;br&gt;sesuai jumlah kontingen per DPC/DPD.&lt;p&gt;&amp;quot;Memang jadi problem. Semua Perwakilan Anak Cabang (PAC) bawa &lt;br&gt;penggembira. Paling sedikit 7-25 orang, inilah yang terjadi negosiasi &lt;br&gt;karena semula kita hanya siapkan dua kamar per perwakilan,&amp;quot; kata Umar.&lt;p&gt;Umar memegang pembagian uang transport untuk wilayah Sulawesi. Angkanya &lt;br&gt;bervariasi antara Rp 3,5 juta sampai Rp 7,5 juta.&lt;p&gt;&amp;quot;Itu fasilitas untuk uang transport begitu datang diberi Rp 3,5 juta per &lt;br&gt;kontingen. Menjelang deklarasi Anas, kita ganti per DPR Rp 7,5 juta. &lt;br&gt;Begitu kongres di Bandung kita kasih Rp 5 juta per delegasi,&amp;quot; ungkap Umar.&lt;p&gt;Umar membantah ada uang sukses Rp 100 juta per DPC. Umar menuding ketua &lt;br&gt;DPC yang melempar isu itu karena sakit hati setelah dicopot dari DPC PD.&lt;p&gt;&amp;quot;Yang seratus juta itu nggak benar. Diana ketua DPC Minahasa itu sakit &lt;br&gt;hati saja. Saya tahu persis karena saya yang bagi uang transport,&amp;quot; kata &lt;br&gt;Umar.&lt;p&gt;Kini, menurut Umar, Diana akan diproses DK PD. &amp;quot;Saya nggak diperiksa, Bu &lt;br&gt;Diana yang diproses, kita serahkan ke DK PD,&amp;quot; tandasnya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/17/104940/1844871/10/demokrat-tak-ada-money-politics-di-kongres-hanya-ada-uang-transport?n991101605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/17/104940/1844871/10/demokrat-tak-ada-money-politics-di-kongres-hanya-ada-uang-transport?n991101605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-9138859895845080271?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/9138859895845080271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=9138859895845080271' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9138859895845080271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9138859895845080271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-demokrat-tak-ada-money.html' title='[Koran-Digital] Demokrat: Tak Ada Money Politics di Kongres, Hanya Ada Uang Transport'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8498009607026354081</id><published>2012-02-16T19:21:00.001-08:00</published><updated>2012-02-16T19:21:49.797-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Amich Alhumami: Hikayat Kaum Hipokrit</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Amich Alhumami Antropolog; menulis disertasi PhD Political Power, Corruption, and Witchcraft in Modern Indonesia di Department of Anthropology, University of Sussex, United Kingdom&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; POLITIK pada kenyataannya ialah panggung sandiwara, tempat politisi bermain peran yang bertolak belakang dengan watak asli mereka. &lt;p&gt;Namun, berbeda dengan pentas teater yang menampilkan para aktor--pemain watak dalam suatu drama berbasis cerita &amp;#64257; ksi--panggung politik menampilkan politisi yang mencoba bermain watak dalam suatu cerita karangan untuk memanipulasi, mengelabui, dan menipu masyarakat. Mereka bermain watak untuk menutupi tingkah polah urakan, perbuatan yang jauh dari nilai-nilai etis dan kepatutan serta perilaku tercela yang sama sekali bertentangan dengan prinsip-prinsip keadaban dalam berpolitik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berpolitik yang sejatinya sangat luhur dan merupakan jalan lurus bagi orang-orang yang berkomitmen memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat melalui proses kebijakan publik telah diselewengkan menjadi jalan sesat untuk orang-orang serakah dan miskin dedikasi, mereka hanya berorientasi untuk menumpuk harta dan mengakumulasi kekayaan dengan menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan personal. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak pelak, politik pun berubah menjadi sangat nista di tangan orang-orang tunamoral dan tak beretika, yang pikiran dan hati mereka hanya berisi ambisi kekuasaan untuk memuaskan hasrat hedonis dan syahwat materi yang menjadi simbol kemewahan duniawi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka, demi memenuhi syahwat politik yang berdimensi materi, politisi tak segan melakukan korupsi berskala gigantis. Atas nama kewenang an hak (alokasi) &lt;/p&gt; anggaran, mereka menggangsir uang negara melalui aneka modus operandi: meminta uang komisi untuk memuluskan usulan proyek-proyek pembangunan yang dibiayai dengan APBN, memasang tarif untuk menyetujui suatu pasal dalam pembuatan undang-undang, mengutip uang pelicin sebagai imbalan persetujuan setiap pembuatan kebijakan publik, dan aneka modus lain yang serupa. &lt;p&gt;Korupsi politik yang melibatkan politisi pemangku jabatan publik lazim disebut political extortion in the process of public policy-making. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, politisi yang terlibat korupsi itu sesungguhnya kumpulan para pemalak/pemeras tingkat tinggi (baca: kriminal elite) karena jabatan politik yang mereka emban. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Praktik korupsi politik demikian sudah menjadi gejala umum di kalangan politisi dan melanda hampir semua parpol, baik partai berbasis agama maupun partai sekuler. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh menarik, politisi acap kali berlaku heroik dengan me ngumandangkan jargon-jargon antikorupsi untuk memikat publik dan demi pencitraan. Mereka tak henti menggaungkan retorika politik bahwa korupsi ialah tindakan melawan hukum dan bertentangan dengan prinsipprinsip moralitas agama dan moralitas publik. Namun di balik retorika politik antikorupsi itu, politisi justru kerap kali terlibat skandal korupsi untuk kepentingan &lt;/p&gt; pelanggengan kekuasaan. Politisi telah mempertontonkan hipokrisi politik yang sangat nyata. Hal itu tecermin pada kata dan perbuatan yang tidak sejalan. Tidak salah bila publik menilai politisi sesungguhnya ge rombolan kaum hipokrit, yang dalam bahasa agama disebut kaum munafik. &lt;p&gt; Saksikan, hipokrisi politik dan mental kaum hipokrit secara terang-benderang didemonstrasikan politisi Partai Demokrat. Harus ditegaskan bahwa kaum hipokrit memang bukan hanya monopoli politisi Demokrat.&lt;br&gt; Banyak pula kaum tersebut di kalangan politisi di semua parpol. Na mun dalam kasus Demokrat, hipokrisi politik itu menjadi sangat menarik.&lt;br&gt; Masih segar dalam ingatan publik, pada Pemilu 2004 Partai Demokrat dengan bangga mengusung tema kampanye anti korupsi melalui iklan: `ka takan tidak pada ko rupsi!' Iklan yang bertu juan menipu publik itu diperankan `bintang-bintang' ternama, yang salah satunya (Angelina Sondakh) kini jus tru berstatus `tersangka' dalam skan dal korupsi Wisma Atlet. Bahkan dalam waktu dekat, bintang bintang iklan yang lain sangat mungkin a k a n m e ny a n d a n g status tersangka pula.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa ironis, iklan antikorupsi yang jelas me nipu publik itu ternyata p memberi pengaruh efek m tif pada perolehan suara s Demokrat dalam pemilu legis g latif, yang mengalami pening h katan spektakuler dari 7,6% b (2004) menjadi 21,8% (2009). te Demokrat bahkan secara d gemilang meraih keme t nangan dalam pemilu ta presidensial hanya satu A putaran, yang mengu s kuhkan Presiden Yudhoyono untuk memangku jabatan periode kedua. Namun, iklan antikorupsi itu seolah menjadi kutukan politik bagi Demokrat karena sejumlah elitenya terjerat kasus korupsi dan harus berurusan dengan aparat penegak hukum. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal yang menakjubkan dari politisi Demokrat ialah sikap mereka yang tetap berkukuh tidak bersalah dan terus berlindung di balik proses hukum formal. Mereka mengacu pada prinsip dasar dan asumsi hukum standar: praduga tak bersalah. Mereka sama sekali tidak menunjukkan sikap kesatria dengan mengakui bersalah dan mundur dari jabatan publik yang diemban, meski indikasi keterlibatan mereka dalam skandal korupsi sudah sangat terangbenderang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simaklah perang mulut antara Anas Urbaningrum dan M Nazaruddin, yang saling mencela dan menegaskan satu sama lain. Bahkan ketika Nazaruddin membeberkan keterlibatan Anas, Angelina, dan Mirwan Amir dalam korupsi kolektif di kalangan politisi Demokrat, Anas tetap menganggap koleganya itu sedang berhalusinasi dan segala tuduhannya hanya &amp;#8216;&amp;#64257; ksi hukum&amp;#8217; belaka. Tanpa merasa bersalah sedikit pun, Anas tetap tampil di depan publik dan membuat pernyataan terkait dengan isu-isu mutakhir perpolitikan nasional. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anas--meminjam istilah dia sendiri--sedang berhalusinasi &lt;/p&gt; bahwa dia seolah masih punya kredibilitas untuk berbicara di depan publik tentang masalah-masalah kebangsaan di Tanah Air. &lt;p&gt;Anas berilusi bahwa segala ucapannya masih didengar dan dipercaya publik, serta mengabaikan &amp;#8216;cacat moral&amp;#8217; akibat dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi. Siapa pun yang peduli kepada Anas seyogianya mengingatkan bahwa politikus belia yang berambisi menjadi presiden termuda ini sudah kehilangan kredibilitas karena publik meragukan integritas moralnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti halnya Angelina, Anas adalah &amp;#8216;bintang iklan&amp;#8217; antikorupsi. Sungguh ironis, Anas pun diduga sangat kuat ikut menerima aliran dana hasil korupsi seperti terungkap oleh kesaksian orang-orang dekatnya di pengadilan. Maka, sepenuhnya dapat dimaklumi bila Partai Demokrat dan &amp;#8217;bintang-bintang&amp;#8217; iklan antikorupsi kini menjadi sasaran olok-olok masyarakat sebagaimana dapat disaksikan di media elektronik, cetak, dan media sosial. Iklan antikorupsi yang semula menjadi instrumen efektif untuk meraih suara dalam pemilu kini berubah menjadi senjata makan tuan bagi Demokrat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mata dan kesadaran segenap masyarakat di seantero Nusantara kini makin terbuka bahwa Demokrat tak berbeda dengan parpol lain, yang ternyata partai politik yang dihuni kaum hipokrit. Sungguh, kaum hipokrit sepatutnya menjadi penghuni penjara dan bukan menempati gedung parlemen yang penuh dengan kemegahan dan kemewahan, apalagi berjuluk &amp;#8216;yang terhormat&amp;#8217; pula!&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Hikayat-Kaum-Hipokrit-17022012026016.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Hikayat-Kaum-Hipokrit-17022012026016.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8498009607026354081?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8498009607026354081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8498009607026354081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8498009607026354081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8498009607026354081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-amich-alhumami-hikayat.html' title='[Koran-Digital] Amich Alhumami: Hikayat Kaum Hipokrit'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5294760198533602640</id><published>2012-02-16T19:18:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T19:19:33.242-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] IRONI Kehidupan Buruh</title><content type='html'>&lt;script language="javascript" type="text/javascript"&gt;      if (POPArticle == 1) {         document.getElementById("iframepopup").src = siteUrl + "/" + Pub_RootPath + "/Ads/popup.htm";     } &lt;/script&gt;&lt;!--Code For Google Ad--&gt;&lt;!--Code For Google Ad--&gt;&lt;!--google ad code GAD.htm--&gt;&lt;!--Article body starts here--&gt; &lt;div&gt; &lt;a  href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/IRONI-Kehidupan-Buruh-17022012024004.shtml?Mode=1#"  id="A2"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BDAdk8j_Yqg/Tz3HRoDChNI/AAAAAAAAA9E/f9vASnEjlns/s1600/17_02_2012_024_004_009-773243.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-BDAdk8j_Yqg/Tz3HRoDChNI/AAAAAAAAA9E/f9vASnEjlns/s320/17_02_2012_024_004_009-773243.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709939008197526738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="float: left; display: none;" id="divTL"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="float: right;" id="divTR"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--STARTARTICLECONTENT--&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kalau sudah akhir bulan, ya ngebon dulu buat makan, nanti gajian dibayar.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; DI belakang Pasar Bulog, Ci lincing, Jakarta Utara, kehi dupan para buruh Jakarta tergambar. Di balik riuh nya kegiatan jual beli di pasar tradi sional itu, para buruh harus berta han menahan selera berbelanja. &lt;p&gt;Kondisi permukiman yang se bagian besar koskosan para pekerja saling impit. Sampah berserakan di manamana. Setiap harinya para pekerja harus melalui sebuah tempat pembuangan sampah dengan bau menyengat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah koskosan terbentang se perti asrama militer. Harga membe dakan besar kecilnya rumah kos. Tak sedikit pekerja yang memilih tinggal berdua atau bertiga sekamar demi mengirit biaya. Rentang harga yang ditawarkan berkisar Rp250 ribu Rp350 ribu per bulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Bangunan berimpitan menyebab kan udara pengap. Mereka hidup sederhana. Kamar hanya berisi karpet dan kasur tidur. Di dalam kamar itu pula pakaian dijemur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Siti Nuraeni, 19, buruh PT Misung, telah menyiapkan ember untuk me nampung air hujan karena genteng kosnya bocor. Siti, yang tinggal berdua dengan Mina Aristiana, memilih ting gal bersama untuk mengirit biaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Buruh yang baru tiga bulan bekerja di pabrik pembuatan rambut palsu itu harus hidup dengan paspasan.&lt;br&gt; Siti hanya mendapatkan pendapatan Rp1 juta per bulan. Kadang Siti harus berutang untuk makan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Kalau sudah akhir bulan, ya ngebon (utang) dulu buat makan, nanti gajian dibayar,&amp;#8220; tuturnya, Selasa (14/2). Gaji yang terbatas itu sering pula dipakai buat beli air isi ulang ka rena air PAM di kontrakan Siti keruh dan berwarna cokelat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kondisi tak jauh beda dialami bu ruh PT Metal Diameta di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Setiap kamar kos berisi 23 orang pekerja. &amp;#8220;Mereka sering mengutang uang kontrakan,&amp;#8220; cetus Darmanto, warga Warung Jengkol, Pulo Gadung, menggambarkan bagai mana prihatinnya kehidupan buruh pabrik baut tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pemerintah Provinsi DKI telah me netapkan upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp1.497.838 pada 2012.&lt;br&gt; Namun, angka itu belum merata di terapkan di semua pabrik. Siti Nurae ni sendiri masih menerima Rp1 juta per bulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kaitan itulah sekitar 200 buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (14/2). Mereka resah karena mendengar kabar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Deded Sukandar menganulir kepu tusan Dewan Pengupahan DKI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &amp;#8220;Kabar yang kami terima, Pak Deded menganulir karena mengang gap bias. Kami menuntut supaya upah minimum sektoral provinsi (UMSP) le bih tinggi daripada daerah penyangga (Bodetabek),&amp;#8220; papar Ketua Sektor Ri tel/Commerce Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Encep Supriyadi. Sudah ideal Deded Sukandar menegaskan tidak ada masalah dengan UMP maupun UMSP. &amp;#8220;Upah buruh Jakarta sudah ideal. UMP 2012 ditetapkan 102% dari standar survei kebutuhan hidup layak (KHL),&amp;#8220; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penetapan UMP dilaksanakan se cara tripartit mengikutsertakan un sur pemerintah. Penghitungan UMP berdasarkan beberapa faktor mulai dari tingkat inflasi hingga tingkat pe nyerapan tenaga kerja. Tak hanya itu, penetapan UMP juga harus didasari pada 46 komponen KHL.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Menurut Deded, demo di depan Balai Kota DKI, Selasa (14/2), lebih disebabkan kekecewaan sebagian buruh karena sektor ritel tidak masuk UMSP.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Deded menjelaskan tim kecil yang mengkaji sektor ritel tidak mampu memberikan rekomendasi kepada De wan Pengupahan DKI untuk dijadikan sektor unggulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &amp;#8220;Jadi karena solidaritas buruh, me reka ikutikutan meminta UMP dan UMSP naik. Soal ritel yang ti dak masuk UMSP, saya butuh waktu untuk mengkaji kembali. Kajian ini butuh tim akademisi dari Universitas Indonesia, Bank Indonesia, maupun lembagalembaga independen lain nya. Itu masalahnya, kami butuh dasar hukumnya,&amp;#8220; paparnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Berbeda dengan UMP, UMSP ditetap kan atas kesepakatan bipartit antara unsur pekerja dan pengusaha. Deded mencontohkan, pada sektor otomotif, rapat penentuan UMSP ditetapkan pengusaha yang memiliki bisnis oto motif dengan serikat pekerja di bawahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Setelah mereka berunding dan sepakat, hasilnya diserahkan ke Disnakertrans DKI untuk dibawa ke Gubernur DKI. &amp;#8220;Kalau ada ketidakse suaian, silakan berkirim surat ke gu bernur karena kami tidak ikut dalam pembahasan itu,&amp;#8220; jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkait dengan tuntutan buruh agar UMSP lebih tinggi daripada daerah penyangga, menurut Deded, justru Bodetabek mengintip bagaimana cara Jakarta menetapkan UMSP.&lt;br&gt; Hingga kini UMSP DKI masih tetap tertinggi seIndonesia. &amp;#8220;Bahkan ada sektor yang UMSPnya naik 30%,&amp;#8220; jelas Deded.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soal hitunghitungan, memang selalu ada perbedaan antara peru sahaan dan buruh. Perusahaan ingin menekan upah karena harus meng hidupi ribuan buruh, sedangkan buruh ingin upah disesuaikan dengan kenaikan kebutuhan pokok yang terus melambung.&lt;/p&gt; Begitulah ironi buruh, mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan orang lain, sedangkan kebutuhan mereka sendiri belum terpenuhi.&lt;br&gt; (Ssr/*/J1)&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;script language="javascript" type="text/javascript"&gt;      if (POPArticle == 1) {         document.getElementById("iframepopup").src = siteUrl + "/" + Pub_RootPath + "/Ads/popup.htm";     } &lt;/script&gt;&lt;!--Code For Google Ad--&gt;&lt;!--Code For Google Ad--&gt;&lt;!--google ad code GAD.htm--&gt;&lt;!--Article body starts here--&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/IRONI-Kehidupan-Buruh-17022012024004.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/IRONI-Kehidupan-Buruh-17022012024004.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="articlepopup_topleft"&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--STARTTITLE--&gt;Bila Anak tidak Makan Apalah Arti Harga Diri &lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;#8220;SUDAH 25 tahun um urku, tapi sampai de tik ini belum pernah merasakan kebahagiaan.&amp;#8220; Erlia (bukan nama aslinya) berbicara serius. Sejak kecil hingga beru mah tangga, karyawati pabrik garmen di Cilodong, Kota Depok, itu mengaku tak pernah lekang dari kesengsaraan. &lt;p&gt; Sewaktu usianya lima tahun, ibu tiri dan seorang adik tiri yang masih bayi datang mengisi rumah mereka. Tugas utama Erlia menjaga adik tiri sepan jang hari. Makanan yang diberi ibu tiri jauh dari empat sehat lima sempurna. &amp;#8220;Dikasih nasi dengan lauk telur sudah bagus.&lt;br&gt; Tapi itu jarang terjadi. Ayah saya percaya apa saja kata ibu tiri,&amp;#8220; urainya, Sabtu (11/2). Menjelang usia 17 tahun, warga Kota Depok tersebut memberanikan diri memburuh di sebuah pabrik. Setiap hari bekerja 12 jam dengan shift. Ia senang karena lepas dari tugas menjaga sang adik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa gembiranya Erlia ketika mendapat gaji pertama sebesar Rp200 ribu. Sesampai di rumah, setengah dari gaji bulanannya diminta ibu tiri.&lt;br&gt; Setiap gajian, ia wajib menye rahkan setengah dari penghasil annya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Tidak tahan dengan tekanan dalam rumah tangga, ia memu tuskan kos pada usia 20 tahun.&lt;br&gt; Setahun hidup mandiri, hatinya terpaut pada seorang pria yang tinggal dekat rumah kos. Mulut manis pria itu memperdayai nya. Hanya dua tahun berta han, rumah tangga mereka bubar. Si pria pergi meninggal kan dua anak. Anak sulung masih umur satu tahun dan seorang anak perempuan dalam kandungan.&lt;br&gt; Kini kedua buah hatinya telah berusia tiga tahun dan satu ta hun tiga bulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaji sebesar Rp1,3 juta yang diterimanya per bulan terlalu sedikit buat menghidupi tiga mulut, belum uang kos Rp200 ribu per bulan, listrik, beli air isi ulang, susu, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Gaji segitu (Rp1,3 juta) mungkin bisa menghidupi satu orang. Tapi, kami bertiga. Saya mencari tambahan dengan menjadi SPG (sales promotion girl) produk herbal. Namun upahnya berdasarkan komisi barang yang terjual. Sering sekali enggak dapat komisi,&amp;#8220; ucapnya lirih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Nurani keibuannya meronta tatkala anak menangis minta susu. Pertahanan Erlia luluh.&lt;br&gt; Air matanya jatuh. Ia meni tipkan kedua buah hatinya ke tetangga dan berdiri di pinggir jalan berharap ada pria yang tertarik padanya. Sudah satu tahun ia menjalani profesi pekerja pabrik sekaligus kupu kupu malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ocha, 39, sedikit berbeda de ngan temannya, Erlia. Tempat kerjanya, pabrik garmen di Jalan Raya JakartaBogor, Kelu rahan Sukamaju Baru, Keca matan Cimanggis, Kota Depok, bangkrut. Usia membuatnya kesulitan mencari pekerjaan baru. Ia akhirnya terpaksa menjajakan diri.&lt;/p&gt; &amp;#8220;Saya tahu pekerjaan seperti ini tidak disukai pemerintah, dibenci masyarakat, tapi me reka tak memberi kami peker jaan agar tetap bisa makan.&lt;br&gt; Pernahkah orangorang yang membenci kami itu merasakan dapur tak berasap, anakanak menangis karena kelaparan?&lt;br&gt; Cobalah mengerti, dua anak saya sekolah SD dan satu SMP.&lt;br&gt; Suami entah di mana...&amp;#8220; kata Ocha ketika ditanya mengapa harus mencari uang dengan menjual kehormatan. (Kisar Rajagukguk/J1) Pernahkah orang-orang yang membenci kami itu merasakan dapur tak berasap, anakanak menangis karena kelaparan.&amp;#8220; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Bila-Anak-tidak-Makan-Apalah-Arti-Harga-Diri-17022012025010.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Bila-Anak-tidak-Makan-Apalah-Arti-Harga-Diri-17022012025010.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5294760198533602640?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5294760198533602640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5294760198533602640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5294760198533602640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5294760198533602640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-ironi-kehidupan-buruh.html' title='[Koran-Digital] IRONI Kehidupan Buruh'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BDAdk8j_Yqg/Tz3HRoDChNI/AAAAAAAAA9E/f9vASnEjlns/s72-c/17_02_2012_024_004_009-773243.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-2170767929350845073</id><published>2012-02-16T19:13:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T19:14:27.184-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Ketulusan Meruwat Diri Berbuah Semerbak Mewangi</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;a  href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Ketulusan-Meruwat-Diri-Berbuah-Semerbak-Mewangi-17022012023021.shtml?Mode=1#"  id="A2"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-VvuVvFeQPrs/Tz3GEw0CdgI/AAAAAAAAA84/PHxDYLj271A/s1600/17_02_2012_023_021_007-767185.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-VvuVvFeQPrs/Tz3GEw0CdgI/AAAAAAAAA84/PHxDYLj271A/s320/17_02_2012_023_021_007-767185.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709937687700600322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="float: left; display: none;" id="divTL"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="float: right;" id="divTR"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--STARTARTICLECONTENT--&gt;RASA-RASANYA ham pir semua elite di ne geri ini berbau banger (tidak sedap) karena peri laku korup. Apalagi mereka yang berada di institusi negara.&lt;br&gt; Hasil studi berbagai lembaga survei selalu membuktikan tidak ada lembaga di negara ini yang bersih dari korupsi. &lt;p&gt; Pertanyaannya, bisakah atau bagaimanakah caranya mereka menjadi bersih dan mewangi?&lt;br&gt; Dalam kearifan lokal jagat wayang, ada contoh perjalanan hidup tokoh yang semula berbau amis kemudian menjadi harum lantaran tekun dan tulus berikhtiar. Bahkan karena itu pulalah, ia kelak di kemudian hari melahirkan raja-raja gung binathara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Contoh itu ada pada sosok bernama Durgandini, putri Raja Wiratha Prabu Basuparisara dengan permaisurinya, Dewi Adrika. Durgandini memiliki saudara muda kandung bernama Durgandana yang kemudian menjadi Raja Wiratha bergelar Prabu Matswapati. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kodratnya, sejak lahir Durgandini menderita sakit kulit dan mengeluarkan bau anyir. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu membuat kucem atau sedih dan malu raja dan seluruh keluarganya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam keprihatinan itu, Prabu Basuparisara mendapat wangsit bahwa putrinya akan sehat bilamana mampu tapa ngrame, berbuat mulia di tengah-tengah masyarakat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas saran orang tuanya, Durgandini atau yang karena penyakitnya itu ia juga bernama Lara Amis menjalani tapa ngrame di Bengawan Yamuna. Ia menjadi tukang sampan yang menyeberangkan siapa saja yang ingin melewati sungai tersebut selama 24 jam tanpa pamrih. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bertahun-tahun Lara Amis melakoni laku prihatin itu, hingga suatu ketika ia berjumpa pertapa muda bernama Parasara. Resi dari pertapaan Saptaarga itu meminta tolong untuk diseberangkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti biasanya, dengan senang hati Durgandini menyeberangkan tamunya itu. Namun, ketika perahu baru mulai bergerak, Parasara mencium bau amis. Tanpa tedheng alingaling, Durgandini mengaku dirinya mengidap penyakit yang mengeluarkan bau tidak enak itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena merasa iba dengan penderitaan Lara Amis, Parasara menawarkan diri mengobatinya. Singkat cerita, Lara Amis sembuh dan berubah menjadi gadis cantik yang memancarkan semerbak harum. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keduanya lalu saling jatuh cinta. Mereka kemudian menikah dan dianugerahi anak laki-laki yang mereka beri nama Abiyasa. Anak semata wayang itulah yang nantinya menjadi raja Astina dan menurunkan para Kurawa dan Pandawa.&lt;br&gt; &lt;/p&gt; Tulus berkorban Hikmah dan nilai yang bisa diambil dari cerita itu adalah ketulusan dan kejujuran mengabdikan diri untuk masyarakat. Durgandini rela berkorban untuk orang banyak tanpa membeda-bedakannya.&lt;br&gt; Semua ia bantu tanpa pamrih selain memohon anugerah Tuhan Yang Maha Esa akan kesembuhannya. &lt;p&gt;Ketotalannya menjalani tapa ngrame itu pulalah yang mengantarkannya bertemu dengan jodoh yang menurunkan benih raja. Citra dan pamor Durgandini pun moncer dan terdengar hingga ke berbagai penjuru dunia. Raja Astina Prabu Sentanu pun akhirnya jatuh cinta dan menikahinya setelah Durgandini berpisah dengan Parasara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Itu juga buah dari kepasrahan dan kesabarannya menerima cobaan. Durgandiri menjunjung tinggi ajaran leluhur bahwa lelakon iku adile dilakoni--penderitaan itu adilnya memang harus dijalani. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Durgandini tidak pernah sedih dan menyalahkan siapasiapa atas apa yang terjadi pada dirinya. Oleh karena itu, ia tidak pula lantas mengurung diri atau membatasi ruang geraknya. Durgandini melakukan wiradat dengan meruwat diri lewat cara berbuat kebaikan untuk masyarakat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari perjalanan hidup Durgandini itu bisa kita jadikan re&amp;#64258; eksi budaya sekaligus untuk membangun peradaban serta kepribadian kita guna menghadapi dan mengurai berbagai persoalan hidup. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam konteks bau banger elite di negeri ini, tentu saja mereka bisa berubah menjadi harum dan wangi jika mampu mengabdikan diri secara total untuk rakyat. Tentu, itu semua tergantung pada niat dan ketulusan. (Ono Sarwono/H-1)&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Ketulusan-Meruwat-Diri-Berbuah-Semerbak-Mewangi-17022012023021.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Ketulusan-Meruwat-Diri-Berbuah-Semerbak-Mewangi-17022012023021.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-2170767929350845073?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/2170767929350845073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=2170767929350845073' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2170767929350845073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2170767929350845073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-ketulusan-meruwat-diri.html' title='[Koran-Digital] Ketulusan Meruwat Diri Berbuah Semerbak Mewangi'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-VvuVvFeQPrs/Tz3GEw0CdgI/AAAAAAAAA84/PHxDYLj271A/s72-c/17_02_2012_023_021_007-767185.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1452756437140474190</id><published>2012-02-16T19:11:00.001-08:00</published><updated>2012-02-16T19:11:52.667-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Menguak Tabir Isi Perut Sadahurip</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;a  href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Menguak-Tabir-Isi-Perut-Sadahurip-17022012022019.shtml?Mode=1#"  id="A2"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-k9KOHgtfZiM/Tz3Fed9D7_I/AAAAAAAAA8s/B2NZ0EMEFFQ/s1600/17_02_2012_022_019_011-712669.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-k9KOHgtfZiM/Tz3Fed9D7_I/AAAAAAAAA8s/B2NZ0EMEFFQ/s320/17_02_2012_022_019_011-712669.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709937029803143154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="float: left; display: none;" id="divTL"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="float: right;" id="divTR"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--STARTARTICLECONTENT--&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kontroversi seputar perlukah penelitian terhadap gunung yang diduga berisi piramida itu terus dilanjutkan. Jika hipotesis tersebut terbukti gagal, hasil penelitian itu tetap akan menambah khazanah ilmu GEOLOGI.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; ARU-BARU ini masyarakat Indonesia dihebohkan temuan tim Katastropik Purba bentukan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana yang menyatakan sebuah piramida tertanam di Gunung Sadahurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Disebutkan, piramida itu lebih tua daripada Piramida Giza di Mesir yang berumur 2.560 tahun. &lt;p&gt;Tim yang terdiri dari Danny Hilman, Andang Bachtiar, Didit Ontowirjo, Wahyu Triyoso, Irwan Moeliono, Hamzah Latief, Wianu Artika, dan Juniardi itu tentu tak asal bicara. Untuk memperkaya data anomali Gunung Sadahurip yang fenomenal itu, tim telah melakukan riset di beberapa tempat lain seperti Banda Aceh, Trowulan, Bukit Dago Pakar, dan situs Megalitikum Gunung Padang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tim juga sudah memaparkan hasil riset sementara di hadapan ratusan ilmuwan dari dalam dan luar negeri di Jakarta dan Bali, seperti dikatakan Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana sekaligus mewakili tim, Erick Ridzky. Tim mengklaim, setelah dilakukan uji teknologi geolistrik, ditemukan adanya kemiripan antara Gunung Padang di Cianjur dan Gunung Sadahurip. Ditambah lagi, setelah dilakukan pengeboran, tim memperoleh hasil yang mencengangkan. Di Gunung Padang, tim menemukan bangunan yang terpendam berupa man made structures. Hasil riset itulah yang mendorong tim Katastropik Purba berniat melakukan pengeboran yang sama guna menguak isi perut Sadahurip. Menurut rencana, pengeboran dilakukan pada Maret nanti. Tentu sa ja, bayangan akan bangunan besar dan megah peninggalan peradaban nenek moyang yang sangat maju dari ribuan tahun silam menumbuhkan rasa ingin tahu dan rasa bangga jika terbukti benar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, tidak demikian mudah hal itu. Temuan tersebut justru menjadi pergunjingan hebat di tengah masyarakat, terutama kalangan akademisi; para arkeolog dan geolog. Ada yang mendukung, ada pula yang meragukan temuan itu. Sungguhkah isi perut Sadahurip adalah piramida, sebagaimana dihembuskan tim Katastropik Purba? Perdebatan itu mengemuka dalam gelar diskusi bertajuk Peradaban dan Bencana Katastropik di Jakarta, beberapa waktu lalu. Hadir sebagai narasumber adalah ahli geolog dari &lt;/p&gt; Geotrek Indonesia Awang Satyana, anggota tim Katastropik Danny Hilman Natawidjaja, peneliti bidang vulkanologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sutikno Broto, dan arkeolog Arief Sujatmiko. Anggota tim Katastropik, Danny, membeberkan hasil sementara penelitian karena pekerjaan mereka masih terus berlanjut. Kata dia, berdasarkan hasil penelitian geolistrik diketahui, di bawah Gunung Sadahurip ada satu tubuh dengan resistivitas sangat tinggi yang sangat mungkin adalah batuan intrusi. Uniknya, tubuh batuan itu, lanjut dia, terpancung di level sekitar 100-120 meter dari puncak bukit. &lt;p&gt;&amp;#8220;Lebih uniknya lagi, tubuh batuan terpancung ini tengahnya cekung, seperti sebuah kolam atau cawan raksasa, mirip dengan yang ada di Gunung Padang. Struktur resistivitas di atas &lt;/p&gt; bidang pancung ini garis besarnya adalah tubuh dengan resistivitas rendah di tengahnya. Kemudian di atasnya kembali ada bentukan dari tubuh dengan resistivitas tinggi (merah). Singkatnya, ada kesamaan pola struktur umum antara Sadahurip dan Gunung Padang, yaitu bagian atasnya &amp;#8216;bertopi merah&amp;#8217;, di bawahnya &amp;#8216;si biru&amp;#8217; yang dialasi si cawan merah,&amp;#8221; jelas Danny. &lt;p&gt;Meski demikian, kata Danny, detail struktur di atas cawan Sadahurip belum sejelas yang ada di Gunung Padang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Itulah mengapa eksplorasi lebih lanjut termasuk pengujian atau kalibrasi dengan sumur bor masih diperlukan untuk memastikan apa sebenarnya Bukit Sadahurip itu,&amp;#8221; ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengaku, kalaupun hipotesis Sadahurip sebagai piramida nantinya tidak terbukti, hasil penelitian itu tetap akan menambah khazanah ilmu geologi tentang bentukan tubuh produk gunung api tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun arkeolog Arief langsung membantah. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan hasil penelitiannya di sekitar Gunung Sadahurip. Kalau tim Katastropik memakan waktu yang lama dan dengan teknologi tinggi, Arief mengklaim cuma melakukannya dalam tempo satu hari. Ia menyebutkan metode penelitiannya sebagai pengamatan singkapan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Saya bisa menyimpulkan, dari jenis batuan yang tersingkap dan morfologi bukit serta posisi geogra&amp;#64257; snya, tanpa &lt;/p&gt; ada keraguan sedikit pun bahwa Bukit Sadahurip adalah bentukan biasa di kompleks gunung api. Kemungkinan merupakan lava dome atau tubuh gunung api purba,&amp;#8220; tegasnya. Ia pun menambahkan, hal yang sia-sia memakai peralatan survei macam-macam karena dengan prinsip geologi dasar saja sudah cukup untuk mengetahui isi bukit yang disebut fenomena itu. &lt;p&gt;Tidak demikian halnya dengan ahli geologi dari Geotrek Indonesia Awang Satyana. Ia mengaku tidak mudah menentukan apa isi yang ada di dalam perut Sadahurip. &amp;#8220;Kalau itu dibilang adalah gunung api purba, lalu mana kawahnya. Kalau itu adalah intrusi magma atau volcanic plug, mana plugnya. Lalu kok bentuknya aneh begitu,&amp;#8220; bantah Awang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Yang aneh, kata dia dan barangkali harus menjadi perhatian, adalah Lembah Rahong yang berada di sebelah timur Sadahurip. Lembah rahong merupakan dataran di bawah tebing andesit berbentuk U menghadap ke timur (ke punggung bukit lain di lereng barat Gunung Talaga Bodas).&lt;/p&gt; Meski demikian, kata dia, bentukan fisik Sadahurip memenuhi syarat sebagai piramida. Namun, Awang tidak memastikan apakah bentuk fisik serupa piramida itu ikut menentukan isi yang ada di dalam perut Sadahurip.&lt;br&gt; (*/H-1)&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Menguak-Tabir-Isi-Perut-Sadahurip-17022012022019.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Menguak-Tabir-Isi-Perut-Sadahurip-17022012022019.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1452756437140474190?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1452756437140474190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1452756437140474190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1452756437140474190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1452756437140474190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-menguak-tabir-isi-perut.html' title='[Koran-Digital] Menguak Tabir Isi Perut Sadahurip'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-k9KOHgtfZiM/Tz3Fed9D7_I/AAAAAAAAA8s/B2NZ0EMEFFQ/s72-c/17_02_2012_022_019_011-712669.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-4860042158467289738</id><published>2012-02-16T19:06:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T19:07:30.331-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Sulitnya Menurunkan Bunga KPR</title><content type='html'>Tenor KPR bisa 10 tahun lebih. Dana perbankan tidak sepanjang itu &lt;br&gt;sehingga berisiko terjadi mismatch likuiditas.&lt;br&gt;SAAT ini para debitur kredit pemilikan rumah (KPR) pasti sedang &lt;br&gt;harap-harap cemas menunggu kabar baik soal suku bunga KPR mereka. &lt;br&gt;Akankah itu segera turun mengikuti penurunan suku bunga acuan BI rate &lt;br&gt;dari 6% menjadi 5,75% pada pekan lalu, atau bakal anteng-anteng saja di &lt;br&gt;levelnya sekarang?&lt;br&gt;Harapan seperti itu tentu wajar dan masuk akal. Pasalnya, suku bunga KPR &lt;br&gt;lazimnya memakai perhitungan efektif (dihitung berdasarkan sisa pokok &lt;br&gt;pinjaman) yang memungkinkan tingkat bunga bisa berubah (floating) sesuai &lt;br&gt;dengan kondisi pasar. BI rate ialah salah satu indikator yang biasa &lt;br&gt;dipakai untuk mengukur kondisi pasar tersebut.&lt;p&gt;Jadi, ketika BI rate turun, apalagi kemudian diikuti penurunan bunga &lt;br&gt;suku bunga penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan menjadi 6%, sinyal &lt;br&gt;bakal turunnya bunga KPR pun mestinya mulai berkedip.&lt;p&gt;Persoalannya, seperti sering dikeluhkan para nasabah KPR, bank dinilai &lt;br&gt;selalu bereaksi lambat jika sinyal yang berkedip itu sinyal penurunan.&lt;br&gt;Sebaliknya, kalau ada sinyal naik, respons bank lebih cepat.&lt;p&gt;Benarkah seperti itu? Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengakui &lt;br&gt;floating rate KPR memang sulit turun. Namun, itu bukan karena bank tak &lt;br&gt;mau merespons pergerakan suku bunga acuan, melainkan perbankan harus &lt;br&gt;mengakomodasi risiko pembiayaan jangka panjang yang menjadi ciri KPR.&lt;p&gt;&amp;quot;KPR itu bisa 10 tahun lebih. Dana perbankan tidak sepanjang itu. Ada &lt;br&gt;risiko terjadi mismatch likuiditas,&amp;quot; kata Gatot di Jakarta, Rabu (15/2).&lt;p&gt;Tetapi ia memastikan, seiring dengan pergerakan suku bunga acuan dan &lt;br&gt;suku bunga dasar kredit (SBDK) yang terus turun, ke depan floating rate &lt;br&gt;KPR pun bakal bergerak turun.&lt;p&gt;Hampir senada, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan &lt;br&gt;menggerakkan bunga KPR tidak semudah menaikturunkan harga cabai di &lt;br&gt;pasar. Naik turun itu, kata dia, akan sangat bergantung pada sumber dana &lt;br&gt;pembiayaannya.&lt;p&gt;Ia mencontohkan, di BCA salah satu sumber dana pembiayaan KPR ialah &lt;br&gt;deposito yang bergerak sesuai dengan jatuh tempo. &amp;quot;Jadi harus tunggu &lt;br&gt;jatuh tempo dulu baru bisa turun (bunganya). Pengaruhnya enggak instan.&amp;quot;&lt;p&gt;Dalih serupa juga dilontarkan Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi. &lt;br&gt;&amp;quot;Bank itu sumber dananya enggak sama. Kita juga memperhatikan tanggal &lt;br&gt;jatuh tempo. Apalagi ini masalah pembiayaan jangka panjang.&lt;br&gt;Mix-nya enggak bisa seketika bunga turun,&amp;quot; ujarnya.&lt;br&gt;Harusnya turun Ketika dihubungi terpisah, juru bicara Bank Indonesia &lt;br&gt;Difi A Johansyah mengaku pihaknya sulit memantau suku bunga mengambang &lt;br&gt;(floating) KPR. Meski demikian, seperti kata Gatot, Difi melihat tren &lt;br&gt;suku bunga terus turun. &amp;quot;Jadi harusnya memang turun karena suku bunga &lt;br&gt;funding-nya turun.&amp;quot;&lt;p&gt;Difi menambahkan kebijakan suku bunga merupakan pilihan bank. Oleh &lt;br&gt;karena itu, jika ingin melakukan penyesuaian suku bunga, ia menyarankan &lt;br&gt;nasabah membicarakan langsung dengan bank bersangkutan.&lt;p&gt;Saat ini, di tengah kegalauan konsumen menanti turun atau tidaknya suku &lt;br&gt;bunga KPR, beberapa bank melempar strategi menarik pasar dengan &lt;br&gt;menerapkan bunga murah dan tetap (fixed) untuk jangka waktu tertentu.&lt;p&gt;Misalnya BCA. Sejak pertengahan tahun lalu, bank itu memberikan tawaran &lt;br&gt;bunga KPR tetap 7,5% untuk dua tahun pertama. Setelah itu baru bunga &lt;br&gt;mengambang.&lt;p&gt;Namun strategi semacam itu tentu hanya efektif untuk nasabah KPR baru. &lt;br&gt;Sebagian besar nasabah lama tetap harus bersabar menunggu efek penurunan &lt;br&gt;suku bunga acuan ke suku bunga floating KPR. (S-2) Bank dinilai selalu &lt;br&gt;bereaksi lambat jika sinyal yang berkedip itu sinyal penurunan.&lt;p&gt;&lt;a href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Sulitnya-Menurunkan-Bunga-KPR-17022012018006.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Sulitnya-Menurunkan-Bunga-KPR-17022012018006.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-4860042158467289738?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/4860042158467289738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=4860042158467289738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4860042158467289738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4860042158467289738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-sulitnya-menurunkan-bunga.html' title='[Koran-Digital] Sulitnya Menurunkan Bunga KPR'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-994110833640281814</id><published>2012-02-16T18:41:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T18:42:29.299-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] APBD Dikorupsi hingga Tingkat Kelurahan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Uang pajak yang diberikan warga dipakai lagi untuk menghilangkan tempat tinggal warga.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; KORUPSI anggaran pen dapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta diperkirakan menyentuh hingga satuan kerja perangkat daerah terkecil yakni kelurahan. Banyak warga tak sadar berbagai kegiatan di tingkat kelurahan sebenarnya sudah bebas pungutan. &lt;p&gt; Dalam APBD 2012 ditetapkan dana pemberdayaan masyarakat dan desa (RW) mencapai angka Rp157 miliar. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Taufiqurrahman mengatakan pada laporan APBD yang diterima DPRD DKI tertera dana penguatan 44 kecamatan dan 267 kelurahan masingmasing Rp3 miliar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tingkat kelurahan, dana tersebut seharusnya diperuntukkan bagi kebersihan, kesehatan, dan keamanan. Adapun di tingkat kecamatan untuk mengatur delapan program penguatan, meliputi ketenteraman dan ketertiban, pekerjaan umum jalan dan air, pertamanan, kebersihan, perumahan, olahraga, serta kepemudaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Namun di tingkat kelurahan, masih ada yang menarik iuran wajib dari RW. Taufiqurrahman mencontohkan Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat, delapan RW di sana harus menyerahkan iuran sebesar Rp500 ribu setiap tiga bulan untuk kerja bakti. Padahal dalam APBD telah dianggarkan dana kerja bakti mencapai angka Rp106 juta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &amp;#8220;Ini fakta yang saya temukan.&lt;br&gt; Di Kelurahan Bungur, Jakarta Selatan, warga juga dimintai biaya kerja bakti. Lucunya kelurahan sudah menyediakan dana sebesar Rp99 juta untuk kerja bakti. Ini baru dua kelurahan,&amp;#8220; paparnya dalam diskusi Anggaran Jakarta Bersama Warga di Kantor LBH Jakarta, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah seorang warga, Ardi, 20, mengungkapkan turut merasakan iuran aneh-aneh dari RW dan kelurahan. &amp;#8220;Tapi kami tidak memiliki kekuatan memaksa kelurahan membuka transparansi anggaran. Bisa-bisa enggak bisa lagi perpanjang KTP,&amp;#8220; ucap warga Jakarta Selatan tersebut sambil tertawa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Taufiqurrahman menilai korupsi tercipta karena forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tidak efektif. Banyak usulan warga tak sampai di jenjang lebih tinggi apalagi hingga tingkat provinsi.&lt;br&gt; Tingkat provinsi Pada kesempatan itu, Ketua LBH Jakarta Nurkholis melihat pengelolaan ABPD Jakarta timpang pada alokasi anggaran. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemprov DKI menganggarkan pembangunan hingga proses penghunian rumah susun sebesar Rp617 miliar dengan bantuan dana Rp6,5 miliar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya nilai anggaran pemeliharaan gedung pemerintah daerah Rp144 miliar hampir mencapai seperempat anggaran pembangunan rumah susun. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Ironisnya, Pemprov DKI justru menganggarkan dana lebih Rp1,5 triliun untuk penggusuran. Uang pajak yang diberikan warga dipakai lagi untuk menghilangkan tempat tinggal warga,&amp;#8221; sindirnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabid Program Pembiayaan dan Pembangunan Bappeda DKI Yulianto membantah musrenbang tidak efektif. Dalam perencanaan pembangunan pihaknya memakai metode perencanaan bottom up-top down melalui jenjang pemerintahan. (J-1)&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/APBD-Dikorupsi-hingga-Tingkat-Kelurahan-17022012007018.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/APBD-Dikorupsi-hingga-Tingkat-Kelurahan-17022012007018.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-994110833640281814?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/994110833640281814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=994110833640281814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/994110833640281814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/994110833640281814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-apbd-dikorupsi-hingga.html' title='[Koran-Digital] APBD Dikorupsi hingga Tingkat Kelurahan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3697657484967094715</id><published>2012-02-16T18:37:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T18:38:29.124-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Jalan Berliku bagi Calon Independen</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;a  href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Jalan-Berliku-bagi-Calon-Independen-17022012006026.shtml?Mode=1#"  id="A2"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OWKlJ5n96xc/Tz29pcnw8jI/AAAAAAAAA8g/ql0Bj0S4wt8/s1600/17_02_2012_006_026_009-709125.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-OWKlJ5n96xc/Tz29pcnw8jI/AAAAAAAAA8g/ql0Bj0S4wt8/s320/17_02_2012_006_026_009-709125.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709928422330921522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="float: left; display: none;" id="divTL"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="float: right;" id="divTR"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--STARTARTICLECONTENT--&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Dukungan akan dicoret bila si pemberi dukungan ternyata menarik atau bahkan membantah telah memberi dukungan saat diverifikasi KPU DKI.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; EMILIH jalan perseorangan atau independen untuk menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Selain harus memperoleh dukungan minimal 407.340 penduduk Jakarta dalam bentuk fotokopi KTP dan tanda tangan, dukungan tersebut juga masih harus melalui proses veri&amp;#64257; kasi yang panjang. &lt;p&gt;Hal itu telah dialami oleh lima pasang calon gubernur dan wakil gu bernur DKI yang telah mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI pada saat KPU DKI membuka pendaftaran bagi calon independen. Ada lima calon yang datang (lihat gra&amp;#64257; k). Dari yang datang ke KPU, akhirnya hanya tiga yang benar-benar mendaftarkan diri dengan membawa persyaratan yang diminta KPU DKI. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, ternyata dari proses yang panjang dan melelahkan itu hanya dua calon yang tersisa untuk masuk tahapan verifikasi data dukungan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua calon itu adalah Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Soepandji&lt;/p&gt; Achmad Rizapatria. Bila lolos dalam proses verifikasi data, barulah mereka bisa melenggang ke pemilihan gubernur dan wakil gubernur 11 Juli mendatang. &lt;p&gt;Anggota KPU DKI Jamaludin F Hasyim menyayangkan sedikitnya calon yang akhirnya mendaftar dan bisa lolos dalam tahap veri&amp;#64257; kasi awal. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal, pihak KPU DKI merasa telah cukup lama melakukan sosialisasi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, jangka waktu pembukaan pendaftaran juga cukup panjang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Bahkan kita toleransi sampai Senin &lt;/p&gt; (13/2) bila calon yang sudah mendaftar hari sebelumnya ternyata masih mau menambah jumlah dukungan. Tapi itu pun ternyata tidak cukup menolong,&amp;#8221; jelas Jamal, Rabu (15/2). &lt;p&gt;Pasangan Prayitno Ramelan-Teddy Suratmadji yang menjadi pasangan kedua mendaftar ke KPU setelah pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin dengan berat hati digugurkan oleh KPU DKI karena jumlah suara yang dibawa tidak memenuhi persyaratan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pasangan ini hanya bisa menyerahkan 150 ribu bukti dukungan. Meski &lt;/p&gt; diberi toleransi hingga Senin (13/2), pasangan ini tidak kunjung menambah surat dukungan. &lt;p&gt;Saat pihak KPU DKI Jakarta ingin memulangkan dukungan yang sudah masuk sebelumnya kepada tim pasangan itu pada Selasa (14/2), pasangan itu justru datang kembali membawa mobil boks berisi dukungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &amp;#8220;Haduh sudah telat dua hari. Kontrak tempat pendaftaran sudah habis, pegawai volunter juga sudah dibubarkan. Bagaimana kita mau menerima?&lt;br&gt; Mau dihitung di mana dan siapa yang mau menghitungnya juga,&amp;#8220; ujar Jamal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, pasangan yang sudah melenggang ke tahap verifikasi dukungan pun tidak bisa `ongkangongkang' kaki. Sebab, KPU DKI meminta agar para calon menghadirkan pendukungnya di kecamatan saat dilakukan verifikasi faktual. Dukungan akan dicoret bila ternyata si pemberi dukungan ternyata menarik diri atau membantah telah memberikan dukungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Yah, saya hanya berharap yang terbaik ya. Saya berharap tim verifikasi dari KPU DKI Jakarta mampu menjalani tugas dengan baik dan lurus tanpa ada kecurangan,&amp;#8220; ujar Hendardji.&lt;/p&gt; Ia berjanji akan menerima apa pun putusan KPU DKI asal semuanya sudah melalui proses yang semestinya dengan jujur dan adil. (*/J-1)&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Jalan-Berliku-bagi-Calon-Independen-17022012006026.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Jalan-Berliku-bagi-Calon-Independen-17022012006026.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3697657484967094715?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3697657484967094715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3697657484967094715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3697657484967094715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3697657484967094715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-jalan-berliku-bagi-calon.html' title='[Koran-Digital] Jalan Berliku bagi Calon Independen'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OWKlJ5n96xc/Tz29pcnw8jI/AAAAAAAAA8g/ql0Bj0S4wt8/s72-c/17_02_2012_006_026_009-709125.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6452769469018093182</id><published>2012-02-16T18:18:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T18:19:20.126-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Calon Bingung Bedakan Kecurangan dan Pelanggaran</title><content type='html'>GELAR kesarjanaan yang disandang seseorang tidak selalu simetris dengan &lt;br&gt;pengetahuan yang dimilikinya.&lt;p&gt;Setidaknya hal itu muncul dalam proses seleksi calon anggota Komisi &lt;br&gt;Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang &lt;br&gt;berlangsung di Hotel Millenium, Jakarta, sejak Senin (13/2).&lt;p&gt;Dalam seleksi hari keempat, kemarin, tim seleksi (timsel) menanyakan apa &lt;br&gt;perbedaan antara pelanggaran dan kecurangan? Sepintas kedua kata &lt;br&gt;tersebut mempunyai kemiripan makna. Namun, bila dicermati, kedua &lt;br&gt;terminologi itu memiliki perbedaan, yaitu pelanggaran belum tentu &lt;br&gt;disengaja, sedangkan kecurangan merupakan kesengajaan.&lt;p&gt;Tentu tidak akan menjadi soal bila makna kedua kata itu tidak bisa &lt;br&gt;dibedakan oleh orang awam. Tetapi menjadi masalah besar jika perbedaan &lt;br&gt;itu tidak dipahami oleh calon anggota Bawaslu. Apalagi, calon tersebut &lt;br&gt;ialah lulusan S-3 (doktor).&lt;p&gt;Proses tes wawancara boleh dibilang &amp;#39;kejam&amp;#39; bagi calon yang tidak kompeten.&lt;p&gt;Bahkan ada calon yang &amp;#39;dibantai&amp;#39; anggota timsel Valina Singka, yaitu &lt;br&gt;anggota Panwaslu DIY Agus Triyatno.&lt;p&gt;Secara gamblang Valina menyoroti makalah Agus yang dinilai cacat struktur.&lt;p&gt;&amp;quot;Kalau strukturnya seperti ini, bagaimana Anda membuat peraturan tentang &lt;br&gt;pemilu?&amp;quot; tanya Valina.&lt;p&gt;Meski demikian, Wakil Ketua Komisi II DPR dari F-PDIP Ganjar Pranowo &lt;br&gt;mengapresiasi tindakan yang dilakukan anggota timsel. Menurutnya, &lt;br&gt;keterbukaan proses seleksi sejalan dengan keinginan publik.&lt;p&gt;Lebih lanjut ia mengatakan keterbukaan itu bisa menghilangkan keraguan &lt;br&gt;publik atas proses seleksi sehingga pada akhirnya menghasilkan&lt;p&gt;calon anggota KPU-Bawaslu yang mumpuni.&lt;p&gt;Di samping penilaian oleh timsel saat wawancara, ternyata calon anggota &lt;br&gt;KPU-Bawaslu juga dinilai para psikolog yang mengawasi tingkah laku calon &lt;br&gt;selama mengikuti seleksi. Psikolog yang berasal dari PT Dunamis itu juga &lt;br&gt;mengatur role playing bagi para calon. &amp;quot;Mereka mengatur simulasi proses &lt;br&gt;pengambilan keputusan di KPU ataupun Bawaslu,&amp;quot; kata Ketua Sekretariat &lt;br&gt;Timsel E Kusumajadi.&lt;p&gt;Menurutnya, selain melelahkan bagi para calon, proses seleksi juga &lt;br&gt;melelahkan timsel dan tenaga administrasi. Sebab, proses seleksi &lt;br&gt;berlangsung selama 4 bulan sejak Desember 2011 hingga April 2012. &lt;br&gt;&amp;quot;Bahkan, terpaksa harus menginap di hotel karena proses berjalan dari &lt;br&gt;pagi hingga malam.&amp;quot; Kusumajadi menyebutkan anggaran yang disediakan &lt;br&gt;pemerintah untuk proses seleksi itu sebesar Rp5 miliar. Biaya tersebut &lt;br&gt;digunakan untuk akomodasi, konsumsi, dan honor anggota timsel. &amp;quot;Biaya &lt;br&gt;tersebut digunakan sejak Desember 2011 hingga pelantikan,&amp;quot; ungkapnya.&lt;p&gt;Mengenai kekhawatiran akan adanya intervensi DPR dalam proses penentuan &lt;br&gt;calon, Ketua Komisi II DPR dari F-PG Agun Gunadjar Sudarsa menjamin hal &lt;br&gt;itu tidak bakal terjadi.&lt;p&gt;Pasalnya, selama ini DPR cuma menginginkan proses dilakukan terbuka. &lt;br&gt;&amp;quot;Kalau sudah terbuka seperti ini, bagaimana kita mau intervensi.&amp;quot; (Che/P3)&lt;p&gt;&lt;a href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Calon-Bingung-Bedakan-Kecurangan-dan-Pelanggaran-17022012005018.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Calon-Bingung-Bedakan-Kecurangan-dan-Pelanggaran-17022012005018.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6452769469018093182?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6452769469018093182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6452769469018093182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6452769469018093182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6452769469018093182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-calon-bingung-bedakan.html' title='[Koran-Digital] Calon Bingung Bedakan Kecurangan dan Pelanggaran'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8912282241397476629</id><published>2012-02-16T18:08:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T18:09:11.547-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Permainan Banggar Libatkan Banyak Pihak</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;KPK enggan mengungkapkan secara resmi isi data hasil penggeledahan di ruang pimpinan banggar.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; ERMAINAN uang di Badan Anggaran (Banggar) DPR diyakini tidak hanya melibatkan segelintir anggota banggar sehingga sudah saatnya memperbaiki sistem dan transparansi di banggar. &lt;p&gt;&amp;#8220;Tidak mungkin keputusan di banggar hanya dilakukan beberapa orang. Enggak adil dong kalau hanya Angelina Sondakh, Wa Ode Nurhayati, atau Nazaruddin yang dihukum berat. &lt;/p&gt; Yang lain juga dong,&amp;#8221; kata Didi Irawadi Syamsudin di Jakarta, kemarin. &lt;p&gt;Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Wa Ode Nurhayati diduga menerima fee terkait pengalokasian anggaran proyek pembahasan dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPID) senilai Rp40 miliar dari tiga wilayah kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan status tersangka terhadap Wa Ode dalam dugaan suap PPID. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Jumat (10/2), penyidik KPK menggeledah ruang kerja Wa Ode dan ruang empat pemimpin banggar. Dari penggeledahan itu, penyidik KPK antara lain menyita 6 kardus berisi dokumen, 1 unit komputer milik Wa Ode, 1 tas laptop, dan 2 telepon seluler. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan sumber Media Indonesia, data di laptop milik pimpinan Banggar DPR yang telah dipe-riksa oleh penyidik KPK, antara lain berisi aliran dana dari banggar ke seluruh parpol. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penggeledahan itu berangkat dari kasus yang menjerat Wa Ode Nurhayati. KPK telah menetapkan status tersangka serta menahan Wa Ode. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Sekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh ialah salah satu nama yang disebut man&lt;/p&gt; tan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin terkait aliran dana dari proyek pembangunan Wisma Atlet. &lt;p&gt;Menurut Didi, sejumlah kasus yang melibatkan anggota banggar bisa menjadi momentum bagi perbaikan sistem sehingga kerja DPR selaku wakil rakyat harus bisa diakses oleh publik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Intinya harus transparan dan perbaikan sistem,&amp;#8221; kata Didi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anggota Komisi III DPR dari F-PG Nudirman Munir mengusulkan perbaikan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Itu harus diubah. Pembahasan harus secara terbuka. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi banggar hanya bicara soal fiskal dan moneter dengan pemerintah, tapi komisi yang membahas sampai satuan tiga,&amp;#8221; kata Nudirman. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nudirman juga akan mengusulkan pada rapat paripurna, setiap pembangunan yang menggunakan APBN dan berkaitan dengan DPR harus dibahas sampai satuan tiga. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juru bicara KPK Johan Budi memastikan dokumen dan properti yang didapatkan pada penggeledahan di ruang Wa Ode dan pimpinan banggar dapat digunakan untuk mengembangkan kasus itu. &amp;#8220;Dalam penggeledahan, kami mendapatkan dokumen dan juga CPU. Yang bisa kami pastikan, yang didapat dari penggeledahan dapat untuk mengembangkan kasus.&amp;#8221; Namun, Johan mengaku tidak mengetahui, apa yang ada di dokumen dan unit komputer tersebut. &amp;#8220;Saya tidak diberi informasi mengenai isi di dalamnya,&amp;#8221; papar Johan.&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Permainan-Banggar-Libatkan-Banyak-Pihak-17022012004005.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Permainan-Banggar-Libatkan-Banyak-Pihak-17022012004005.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8912282241397476629?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8912282241397476629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8912282241397476629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8912282241397476629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8912282241397476629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-permainan-banggar.html' title='[Koran-Digital] Permainan Banggar Libatkan Banyak Pihak'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3579900117283414439</id><published>2012-02-16T17:54:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T17:55:36.926-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Energi Presiden Lebih Banyak untuk Demokrat</title><content type='html'>ENERGI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih banyak tercurah untuk &lt;br&gt;Partai Demokrat sehingga keberadaan partai yang didirikannya itu tampak &lt;br&gt;hanya menjadi beban.&lt;p&gt;Demikian kesimpulan lembaga riset monitoring media The Founding Fathers &lt;br&gt;House (FFH) setelah melakukan riset media pada periode 17 Maret31 &lt;br&gt;Desember 2011.&lt;p&gt;Menurut Sekjen FFH Syahrial Nasution, berdasarkan hasil riset yang &lt;br&gt;dilakukan lembaganya, komentar-komentar Presiden yang dimuat di media &lt;br&gt;massa lebih banyak menyasar persoalan internal Partai Demokrat. Padahal, &lt;br&gt;elite Partai Demokrat seharusnya mampu menyelesaikan masalah tanpa harus &lt;br&gt;membebani Presiden.&lt;p&gt;&amp;quot;Sayangnya yang terjadi tidak bisa begitu. Kasus-kasus di Demokrat malah &lt;br&gt;membuat Presiden melupakan tugasnya,&amp;quot; cetus Syahrial di Jakarta, Rabu &lt;br&gt;(15/2).&lt;p&gt;Analis riset FFH Dian Permata Putra mengatakan pernyataan Presiden &lt;br&gt;sepanjang 2011 lebih banyak mengarah kepada kasus yang me nyeret kader &lt;br&gt;Partai Demokrat.&lt;p&gt;&amp;quot;Ada dua kasus yang menyita perhatian Presiden, yakni Nazaruddin dan &lt;br&gt;Rakornas Demokrat,&amp;quot; ungkap Dian.&lt;p&gt;Data riset bersumber dari 43.300 materi publikasi dari 11 surat kabar, 6 &lt;br&gt;televisi, dan 7 media online. Riset menggunakan metodologi purposive &lt;br&gt;sampling. Lokus riset terhadap berita tematik dan berdasarkan kategori &lt;br&gt;politik, hukum, dan ekonomi. Surat kabar yang dipilih berskala nasional &lt;br&gt;di antaranya Bisnis Indonesia, Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, &lt;br&gt;Republika, Seputar Indonesia, dan The Jakarta Post.&lt;p&gt;Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha membantah energi presiden lebih &lt;br&gt;banyak untuk mengurusi Partai Demokrat.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak pernah ada hari khusus yang dialokasikan Presiden Susilo Bambang &lt;br&gt;Yudhoyono untuk Partai Demokrat,&amp;quot; ujar Julian. (Yoi/HZ/Ant/P-4)&lt;p&gt;&lt;a href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Energi-Presiden-Lebih-Banyak-untuk-Demokrat-17022012003020.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/Energi-Presiden-Lebih-Banyak-untuk-Demokrat-17022012003020.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3579900117283414439?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3579900117283414439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3579900117283414439' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3579900117283414439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3579900117283414439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-energi-presiden-lebih.html' title='[Koran-Digital] Energi Presiden Lebih Banyak untuk Demokrat'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6448174070498716091</id><published>2012-02-16T17:51:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T17:52:30.917-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] EDITORIAL Antasari di Lorong Gelap</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Tradisi menghormati putusan pengadilan sama pentingnya dengan keadilan itu sendiri.'' &lt;br&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; KANDAS sudah perjuangan Antasari Azhar mencari keadilan. Mahkamah Agung pada Senin (13/2) menolak permohonan peninjauan kembali yang diajukan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu. &lt;p&gt; Dengan demikian, Antasari tetap dinyatakan bersalah dan dihukum 18 tahun penjara karena terbukti terlibat pembunuhan berencana atas Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejauh ini Mahkamah Agung belum menyebutkan pertimbangan majelis hakim yang terdiri dari Hakim Agung Harifin A Tumpa, Joko Sarwoko, Komariah Sapardjaya, Imron Anwari, dan Hatta Ali. Yang sudah jelas putusan itu diambil dengan suara bulat, tanpa ada dissenting opinion. Majelis hakim tentu mempertim bangkan dengan cermat, sangat cermat, tiga bukti baru yang diajukan Antasari dan 48 kekhilafan hakim Pengadilan Ne geri Jakarta Selatan yang mengadili kasus itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiga bukti yang dijadikan no vum ialah 28 lembar foto Nasrudin sebelum dan sesudah autopsi oleh Abdul Mun'im Idris, foto mobil Nasrudin yang menunjukkan bekas tembakan pada kaca mobil, dan hasil penyadapan KPK terhadap nomor telepon seluler yang digunakan Nasrudin dan Antasari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Lewat novum itu Antasari ingin menunjukkan tidak ada pesan singkat berupa ancaman yang ia kirim kepada Nasrudin. Selain itu, ternyata ada peluru lain yang ditembakkan ke tubuh Nasrudin, di luar dua peluru yang selama ini menjadi alat bukti. Singkat kata, novum tersebut justru menunjukkan ada rekayasa menjerat Antasari dalam kasus pembunuhan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Tak ada gading yang tak retak. Sejarah peradilan pun diwarnai salah vonis seperti dalam kasus Sengkon dan Karta yang dituduh membunuh tetangga mereka. Pembunuh sebenarnya justru terungkap setelah dua orang itu menjalani separuh hidup di bui.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Jangan sampai Antasari menjalani peradilan sesat. Apalagi, Komisi Yudisial menemukan adanya pelanggaran kode etik oleh tiga hakim yang menangani kasus Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Komisi Yudisial menilai tiga hakim itu, yakni Heri Swantoro, Prasetyo Ibnu Asmara, dan Nugroho Setiaji, melanggar prinsip profesionalitas karena mengabaikan sejumlah barang bukti penting di pengadilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Itulah sebabnya Komisi Yudisial mengeluarkan rekomendasi agar Mahkamah Agung menjatuhkan sanksi kepada tiga hakim itu. Akan tetapi, lembaga tertinggi peradilan itu malah mempromosikan mereka. Lebih aneh lagi, Mahkamah Agung malah menghapus delapan poin kode etik yang dilanggar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Semangat membela korps sangat kental terasa dalam keputusan peninjauan kembali sampai-sampai buruk rupa hakim, kode etik yang dibelah. Antasari kini berjalan tertatih-tatih di lorong gelap keadilan.&lt;/p&gt; Sekalipun demikian, sekalipun hukum compang-camping, sekalipun peradilan itu sesat, orang harus menghormati putusan hakim. Tradisi menghormati putusan pengadilan sama pentingnya dengan keadilan itu sendiri.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/EDITORIAL-Antasari-di-Lorong-Gelap-17022012001031.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/17/ArticleHtmls/EDITORIAL-Antasari-di-Lorong-Gelap-17022012001031.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6448174070498716091?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6448174070498716091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6448174070498716091' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6448174070498716091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6448174070498716091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-editorial-antasari-di.html' title='[Koran-Digital] EDITORIAL Antasari di Lorong Gelap'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7760256584017660558</id><published>2012-02-16T17:04:00.001-08:00</published><updated>2012-02-16T17:04:44.275-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Bank AS Tawarkan Kredit Tanpa Batas ke RI</title><content type='html'>Bank AS Tawarkan Kredit Tanpa Batas ke RI&lt;br&gt;Lembaga keuangan ini sebelumnya memberikan pinjaman kepada Lion Air.&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012, 17:14 WIB&lt;br&gt;Syahid Latif, Nina Rahayu&lt;p&gt;VIVAnews - Export-Impor Bank of The United States (US Exim Bank) tengah &lt;br&gt;mengincar pembiayaan lain setelah sukses memberikan pinjaman kepada &lt;br&gt;maskapai penerbangan Lion Air hingga US$21 miliar. Sepanjang 2011, US &lt;br&gt;Exim Bank telah menyalurkan pinjaman ke Indonesia sebesar US$500 juta.&lt;p&gt;&amp;quot;Paling banyak dari pembiayaan itu adalah pinjaman ke Lion Air untuk &lt;br&gt;membeli pesawat Boeing,&amp;quot; kata Direktur US Exim Bank, Patricia M Loui, di &lt;br&gt;Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis 16 Februari 2012.&lt;p&gt;Patricia mengatakan, sektor bisnis lain yang kini tengah dijajaki &lt;br&gt;perusahaan di antaranya kelistrikan, transportasi, dan penerbangan &lt;br&gt;sipil. Tak hanya itu, US Exim Bank juga tengah mengincar pembiayaan di &lt;br&gt;sektor jasa.&lt;p&gt;&amp;quot;Kami juga melihat kemungkinan berkembang ke sektor yang lain,&amp;quot; jelasnya&lt;p&gt;Untuk Indonesia, Patricia menjelaskan, US Exim Bank akan memberikan &lt;br&gt;pendanaan tanpa batas, di sektor mana pun. &amp;quot;Kabar baiknya, kami berikan &lt;br&gt;berapa pun yang diminta, di negara mana pun, untuk sektor apa pun,&amp;quot; kata &lt;br&gt;dia.&lt;p&gt;Saat ini, US Exim Bank mengaku telah mengantongi permintaan pinjaman &lt;br&gt;dari sektor pertanian. &amp;quot;Kami juga siap mendanai pembiayaan di bidang &lt;br&gt;itu,&amp;quot; ujarnya.&lt;p&gt;Berdasarkan data Kedutaan Besar AS pada 2010, negara Paman Sam itu telah &lt;br&gt;mengimpor produk senilai US$1,97 triliun atau 30 persen dari total impor &lt;br&gt;barang di dunia. AS saat ini menjadi negara pengimpor barang terbesar &lt;br&gt;kedua dunia.&lt;p&gt;Dari Januari hingga November 2011, total nilai ekspor barang Indonesia &lt;br&gt;ke AS tercatat US$17,7 miliar. Dalam periode yang sama, jumlah total &lt;br&gt;barang yang diimpor dari AS ke Indonesia mencapai US$6,7 miliar, &lt;br&gt;sehingga Indonesia mendapatkan surplus perdagangan sebesar US$11 miliar. &lt;br&gt;(art)&lt;br&gt;• VIVAnews&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.bisnis.vivanews.com/news/read/288877-untuk-ri--bank-as-tawarkan-kredit-tanpa-batas"&gt;http://us.bisnis.vivanews.com/news/read/288877-untuk-ri--bank-as-tawarkan-kredit-tanpa-batas&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7760256584017660558?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7760256584017660558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7760256584017660558' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7760256584017660558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7760256584017660558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-bank-as-tawarkan-kredit.html' title='[Koran-Digital] Bank AS Tawarkan Kredit Tanpa Batas ke RI'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1490372476502187401</id><published>2012-02-16T17:01:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T17:02:11.595-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] HASIBULLAH SATRAWI: Prahara ”Revolusi Angkot”</title><content type='html'>Prahara &amp;quot;Revolusi Angkot&amp;quot; PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;Awalnya revolusi Mesir menjadi kebanggaan tersendiri. Setidaknya &lt;br&gt;demikian klaim subjektif masyarakat Mesir atas keberhasilan gerakan &lt;br&gt;revolusi 25 Januari yang melengserkan kekuasaan Hosni Mubarak pada 11 &lt;br&gt;Februari 2011 lalu.&lt;p&gt;Apalagi revolusi yang dimotori para pemuda itu tidak sampai menjadi &lt;br&gt;perang terbuka,tidak memakan ribuan korban, dan tidak membutuhkan waktu &lt;br&gt;perjuangan sedemikian panjang (seperti yang pernah terjadi di Libya dan &lt;br&gt;sekarang terjadi di Syria). Sungguh ironis, kebanggaan di atas perlahan &lt;br&gt;berubah menjadi &amp;quot;penyesalan&amp;quot;.&lt;p&gt;Setidaknya demikian analisis kolumnis terkemuka Mesir,Abdul Mun&amp;#39;im &lt;br&gt;Said,yang membagi pandangan masyarakat Mesir terkait prahara revolusi ke &lt;br&gt;dalam tiga kelompok (Ash-Sharq Al-Awat, 1/2). Pertama, kelompok &lt;br&gt;penyelamat (sikkatu as-salamah) yang diwakili militer Mesir sebagai &lt;br&gt;lembaga negara satu-satunya yang mengambil alih tugas-tugas kenegaraan &lt;br&gt;pascarevolusi (terlepas dari semua kekurangan yang ada).&lt;p&gt;Kedua, kelompok yang menyesal (sikkatu an-nadamah) karena menganggap &lt;br&gt;kehidupan pascarevolusi lebih buruk dibanding era sebelumnya.Ketiga, &lt;br&gt;kelompok tak berdaya karena semanis apa pun kehidupan di masa lalu tak &lt;br&gt;akan bisa dikembalikan (allazi yazhab lam ya&amp;#39;ud). Kehidupan sosial &lt;br&gt;politik Mesir pascarevolusi yang sarat dengan aksi kekerasan cukup &lt;br&gt;menjadi alasan bagi pergeseran kebanggaan menjadi penyesalan sebagaimana &lt;br&gt;di atas.&lt;p&gt;Baik kekerasan yang bernuansa keagamaan, sosial-politik atau bahkan &lt;br&gt;pertandingan sepak bola seperti yang terjadi di Port Said yang berubah &lt;br&gt;menjadi ajang pembantaian tidak lama ini. Pelbagai macam aksi kekerasan &lt;br&gt;yang terjadi di Mesir pascarevolusi ditengarai oleh banyak pihak sebagai &lt;br&gt;konspirasi politik (tak terkecuali tragedi Port Said mutakhir yang &lt;br&gt;menewaskan 74 orang).&lt;p&gt;Setidaknya ada tiga pihak yang selama ini kerap dituding sebagai dalang &lt;br&gt;dari pelbagai macam konspirasi politik di Mesir mutakhir. Pertama, &lt;br&gt;militer dan loyalis Hosni Mubarak. Dalam persoalan aksi kekerasan di &lt;br&gt;Port Said, contohnya, hampir semua pihak di Mesir mengarahkan &lt;br&gt;&amp;quot;telunjuknya&amp;quot; kepada militer dan loyalis Hosni Mubarak sebagai pihak &lt;br&gt;yang berada di balik aksi kekerasan tersebut.&lt;p&gt;Suporter kesebelasan Al- Ahly (biasa dikenal dengan nama Ultras) yang &lt;br&gt;menjadi korban dalam tragedi itu berperan cukup besar dalam sejumlah &lt;br&gt;aksi demonstrasi yang berhasil menggulingkan Hosni Mubarak. Asumsinya, &lt;br&gt;para loyalis Mubarak tidak rela membiarkan Mesir pascarevolusi menjadi &lt;br&gt;tenteram dan aman.Apalagi kekuatan revolusi mendongkel kekuasaan Mubarak &lt;br&gt;dengan cara yang dianggap sangat menyakitkan.&lt;p&gt;Terlebih lagi kekuatan revolusi saat ini memaksa Mubarak menjadi &lt;br&gt;pesakitan di ruang pengadilan bersama semua perangkat medis dan ranjang &lt;br&gt;dorongnya. Persis seperti kata pepatah, sekali dayung dua dan tiga pulau &lt;br&gt;terlampaui.Dengan melakukan pelbagai macam aksi kekerasan, para loyalis &lt;br&gt;Mubarak hendak membalas sakit hati mereka atas semua penderitaan yang &lt;br&gt;saat ini dialami Mubarak, sekaligus menciptakan &amp;quot;ruang rindu terlarang&amp;quot; &lt;br&gt;seperti yang disampaikan Abdul Mun&amp;#39;im Said.&lt;p&gt;Hingga masyarakat Mesir menyesal atas semua situasi yang terjadi &lt;br&gt;mutakhir (walaupun mereka sadar tidak mungkin bisa kembali pada situasi &lt;br&gt;yang sudah berlalu). Militer Mesir kerap dianggap sebagai bagian dari &lt;br&gt;loyalis Mubarak yang paling terorganisasi. Tidak semata-mata karena &lt;br&gt;mereka bekas anak buah Mubarak. Lebih dari itu semua, pelbagai macam &lt;br&gt;kebijakan Dewan Agung Militer Mesir kerap tidak mendukung bagi segera &lt;br&gt;terbentuknya pemerintahan sipil Mesir yang demokratis.&lt;p&gt;Alih-alih, dengan pelbagai dalih, militer Mesir justru dianggap terus &lt;br&gt;mengulur waktu peralihan kekuasaan kepada pemerintahan sipil. Dalam &lt;br&gt;konteks seperti ini, tragedi Port Said sangat memperlihatkan peran dan &lt;br&gt;kepentingan militer Mesir.Aksi kekerasan itu bisa dijadikan dalih &lt;br&gt;berikutnya oleh militer Mesir untuk memperpanjang masa kekuasaannya.&lt;p&gt;Apalagi proses demokrasi di Mesir telah berhasil membentuk komposisi &lt;br&gt;parlemen melalui pemilu yang diakui paling bersih di dunia Arab dan akan &lt;br&gt;segera &amp;quot;dihantamkan&amp;quot; melalui pemilu presiden yang menurut rencana akan &lt;br&gt;dilaksanakan pada pertengahan tahun ini. Semua ini berarti kekuasaan &lt;br&gt;militer Mesir akan segera berakhir (bila tidak diperpanjang karena &lt;br&gt;alasan tertentu). Kedua, kelompok islamis yang berhasil menguasai hampir &lt;br&gt;sepertiga dari kursi parlemen Mesir.&lt;p&gt;Baik kelompok islamis yang tergabung dalam koalisi Ikhwanul Muslimin &lt;br&gt;melalui Partai Kebebasan dan Keadilan (Hizbul Hurriyah wal-&amp;#39;Adalah) &lt;br&gt;maupun yang tergabung dalam koalisi Partai Nur Salafi (Hizbu an-Nur &lt;br&gt;as-Salafiy). Sebagai pemenang pemilu, kelompok islamis sangat &lt;br&gt;berkepentingan untuk mengawal perjalanan revolusi hingga berakhir dengan &lt;br&gt;penyerahan kekuasaan dari militer.&lt;p&gt;Merekalah yang akan menjalankan pemerintahan Mesir ke depan. Itu &lt;br&gt;sebabnya, kelompok islamis kerap menahan diri dan tidak terlibat dalam &lt;br&gt;sejumlah aksi demonstrasi belakangan yang dianggap hanya akan mengganggu &lt;br&gt;proses penyerahan kekuasaan. Termasuk aksi demonstrasi yang meminta &lt;br&gt;militer menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil secepat mungkin &lt;br&gt;(lebih cepat dari batas waktu yang telah diberikan militer sebagaimana &lt;br&gt;di atas).&lt;p&gt;Dalam konteks seperti ini, pelbagai macam aksi kekerasan di Mesir &lt;br&gt;mutakhir bisa dibaca dari perspektif kepentingan kelompok islamis di &lt;br&gt;atas. Asumsinya, pelbagai macam kekerasan yang terjadi akan semakin &lt;br&gt;membuat dewan militer terpojok. Apalagi mereka masih kerap dianggap &lt;br&gt;sebagai bagian dari loyalis Mubarak sebagaimana telah disebutkan. Karena &lt;br&gt;itu, militer Mesir tidak seharusnya bermain-main, apalagi mempermainkan &lt;br&gt;kelompok islamis sebagai pemenang pemilu.&lt;p&gt;Apa pun dalihnya. Pesan ini penting disampaikan oleh kelompok islamis &lt;br&gt;kepada pihak militer. Mengingat yang terakhir disebutkan di atas tampak &lt;br&gt;berupaya mencampuri kekuasaan pemerintah Mesir terpilih mendatang atas &lt;br&gt;nama menjaga konstitusi atau melindungi Mesir agar tidak menjadi negara &lt;br&gt;agama. Ketiga,kelompok nasionalisliberal. Dalam konteks revolusi Mesir, &lt;br&gt;kelompok nasionalisliberal bisa disebut sebagai pihak kedua yang tak &lt;br&gt;kalah sakit hati dari para loyalis Mubarak.&lt;p&gt;Dikatakan demikian karena merekalah yang sesungguhnya terlibat penuh &lt;br&gt;dalam sejumlah aksi demonstrasi yang berhasil melengserkan Hosni &lt;br&gt;Mubarak. Sedangkan kelompok islamis justru berada di baris belakang atau &lt;br&gt;mungkin bahkan tidak keluar dari &amp;quot;persembunyiannya&amp;quot;. Persis sebagaimana &lt;br&gt;pernah dikatakan oleh salah satu tokoh gerakan salafi di Mesir, bila &lt;br&gt;mereka keluar melakukan demonstrasi,bukan tidak mungkin pesawat tempur &lt;br&gt;Mesir akan dikerahkan ke atas udara Alunalun Tahrir untuk menumpas para &lt;br&gt;demonstran dengan dalih mengejar para teroris.&lt;p&gt;Kelompok islamis baru merangsek masuk ke barisan terdepan gerakan &lt;br&gt;revolusi Mesir (termasuk Ikhwanul Muslimin) setelah Mubarak dinyatakan &lt;br&gt;memundurkan diri dari kekuasaannya. Hingga akhirnya kelompok islamis &lt;br&gt;tampil sebagai pemenang pemilu parlemen Mesir.Sedangkan kelompok &lt;br&gt;nasionalis- liberal (termasuk para pemuda yang menjadi motor utama &lt;br&gt;revolusi) justru mengalami kekalahan telak. Inilah yang sejak awal saya &lt;br&gt;sebut sebagai &amp;quot;revolusi angkot&amp;quot;.&lt;p&gt;Pada masa-masa awal mereka tampak kompak bersama-sama di dalam &amp;quot;angkot &lt;br&gt;revolusi&amp;quot; dan tidak mempersoalkan perbedaan ideologi yang ada. Namun, &lt;br&gt;sesudah angkot sampai di tujuan, mereka justru saling serang untuk &lt;br&gt;mendapatkan tujuan masing-masing. Itu sebabnya, bagi kelompok &lt;br&gt;nasionalis-liberal, hasil pemilu Mesir mutakhir tak ubahnya buah &lt;br&gt;simalakama.Hampir mustahil mereka menerima pemerintahan yang membawa &lt;br&gt;agenda islamis.&lt;p&gt;Namun, tak mungkin juga mereka menolak hasil pemilu yang ada karena &lt;br&gt;dilahirkan melalui proses yang demokratis. Di sini bisa dipahami bila &lt;br&gt;pelbagai macam aksi demonstrasi mutakhir di Mesir tampak kehilangan &lt;br&gt;orientasi.Baik dari segi sasaran maupun dari segi isu yang &lt;br&gt;diperjuangkan.Pada suatu kesempatan,kelompok demonstran berhadapan &lt;br&gt;dengan kelompok militer.&lt;p&gt;Namun,pada kesempatan yang berbeda mereka tidak jarang justru berhadapan &lt;br&gt;dengan kelompok islamis yang dulu menjadi teman seperjuangan di dalam &lt;br&gt;&amp;quot;angkot revolusi&amp;quot;. Hingga akhirnya revolusi Mesir kerapmenimbulkan &lt;br&gt;praharadan korban jiwa sampai sekarang.&lt;p&gt;HASIBULLAH SATRAWI&lt;br&gt;Alumni Al-Azhar, Kairo, Mesir,&lt;br&gt;Pengamat Politik Timur Tengah dan&lt;br&gt;Dunia Islam pada Moderate Muslim Society (MMS) Jakarta&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470226/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470226/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1490372476502187401?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1490372476502187401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1490372476502187401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1490372476502187401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1490372476502187401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-hasibullah-satrawi.html' title='[Koran-Digital] HASIBULLAH SATRAWI: Prahara ”Revolusi Angkot”'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6645937190779572758</id><published>2012-02-16T16:59:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T17:00:14.078-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] ROMLI ATMASASMITA: Ambivalensi Sikap Penyelenggara Negara</title><content type='html'>Ambivalensi Sikap Penyelenggara Negara PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;Saat ini KPK masih belum optimal melaksanakan tugas dan wewenangnya &lt;br&gt;berdasarkan UU KPK karena masalah internal dan eksternal. Masalah &lt;br&gt;internal yaitu belum ada pemahaman yang sama antara pimpinan dan pegawai &lt;br&gt;penyidik dan penuntut mengenai visi dan misi KPK.&lt;p&gt;Ketidaksepahaman itu terfokus pada pandangan KPK sebagai lembaga negara &lt;br&gt;independen di samping kepolisian dan kejaksaan di satu sisi dan mengenai &lt;br&gt;fungsi dan peranan KPK sebagai mitra kerja DPR RI di sisi lain. &lt;br&gt;Sementara masalah eksternalnya, KPK telah menjadi pusat perhatian &lt;br&gt;masyarakat luas dan bahkan menjadi &amp;quot;kambing hitam&amp;quot; penyelenggara negara &lt;br&gt;dalam menuntaskan pencegahan dan pemberantasan korupsi.&lt;p&gt;Jargon &amp;quot;masih menunggu penetapan tersangka dari KPK&amp;quot; atau &amp;quot;penyelesaian &lt;br&gt;diserahkan sepenuhnya pada KPK untuk memulai menindak anggota partai &lt;br&gt;politik yang terlibat perkara korupsi&amp;quot; menempatkan KPK pada posisi &lt;br&gt;disudutkan. Dengan demikian, beban psikologis pimpinan KPK sangat &lt;br&gt;tinggi, seolah-olah ingin mengatakan bahwa nasib tersangka sepenuhnya di &lt;br&gt;tangan KPK.&lt;p&gt;Pola pikir tersebut sangat keliru karena tidak berangkat dari perbedaan &lt;br&gt;yang jelas dan tegas antara ranah hukum pidana dan hukum administrasi &lt;br&gt;negara (penyelenggara negara) di satu sisi dan perbedaan antara ranah &lt;br&gt;hukum dan ranah politik di sisi lain. Lebih jauh sikap ambigu di atas &lt;br&gt;menunjukkan masih rendahnya integritas penyelenggara negara dalam &lt;br&gt;mewujudkan komitmen pemberantasan korupsi.&lt;p&gt;Sekali lagi harus diingatkan kembali bahwa keberhasilan pemberantasan &lt;br&gt;korupsi tidak terletak pada pernyataan-pernyataan di muka publik, tapi &lt;br&gt;hanya dapat diwujudkan dengan langkah nyata (action). Bentuknya bisa &lt;br&gt;saja seperti pemberhentian sementara status hukum sebagai &lt;br&gt;PNS/penyelenggara negara terhadap para pelaku yang telah ditetapkan &lt;br&gt;sebagai tersangka oleh KPK ataupun oleh kejaksaan. Indonesia memang &lt;br&gt;serbaterbalik dalam masalah ini.&lt;p&gt;Jika kita contoh di negara maju,ketika seorang pejabat negara hanya &lt;br&gt;diduga atau diisukan melakukan tindak pidana termasuk suap, dengan &lt;br&gt;sendirinya yang bersangkutan menyatakan pengunduran dirinya di hadapan &lt;br&gt;publik.Langkah itu untuk membuktikan komitmen dan langkah nyata dalam &lt;br&gt;memelihara prinsip pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean &lt;br&gt;governance).&lt;p&gt;Tidak terdengar pernyataan bahwa harus dihargai asas praduga tak &lt;br&gt;bersalah atau menunggu putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum &lt;br&gt;tetap, sementara yang bersangkutan terus saja menduduki jabatan dan &lt;br&gt;menjalankan tugasnya, seolaholah tidak terjadi masalah. Jika &lt;br&gt;dibandingkan sikap penyelenggara negara di negara maju dalam kaitan &lt;br&gt;ini,dapat dikatakan bahwa sikap penyelenggara negara di Indonesia &lt;br&gt;sebatas omong kosong saja. Sikap itu telah melukai perasaan keadilan rakyat.&lt;p&gt;Sementara jika rakyat yang tidak mampu melakukan kejahatan,serta-merta &lt;br&gt;langkah penangkapan dan penahanan berjalan tanpa hambatan apa pun. &lt;br&gt;Persoalan serius ini bukan terletak pada bagaimana memerankan fungsi dan &lt;br&gt;peranan hukum progresif yang hanya dibebankan pada aparatur penegak &lt;br&gt;hukum.Hakikat dan tujuan hukum progresif itu seharusnya telah melekat &lt;br&gt;pada hati nurani para penyelenggara negara.&lt;p&gt;Apakah tidak memalukan jika sikap penyelenggara negara selalu &lt;br&gt;menggunakan jargon asas praduga tak bersalah dan putusan pengadilan yang &lt;br&gt;memperoleh kekuatan hukum tetap, sedangkan bagi rakyat miskin jargon &lt;br&gt;yang sama tidak diberlakukan? Atas dasar pertimbangan ini, kepada KPK &lt;br&gt;diberikan wewenang berdasarkan UU KPK untuk melakukan langkah-langkah &lt;br&gt;hukum yang luar biasa.&lt;p&gt;Termasuk di antaranya langkah penyadapan dan pemeriksaan penyelenggara &lt;br&gt;negara yang tidak dimiliki kepolisian dan kejaksaan. Putusan MK RI yang &lt;br&gt;telah mempreteli status hukum tersangka pimpinan KPK tidak boleh &lt;br&gt;diberhentikan sementara hanya atas alasan diskriminasi dan bertentangan &lt;br&gt;dengan UUD telah menempatkan status hukum pimpinan KPK yang bersangkutan &lt;br&gt;sama dengan PNS/ penyelenggara negara lain.&lt;p&gt;Mereka sangat rentan terhadap pelemahan sikap dan integritas pimpinan &lt;br&gt;KPK di masa yang akan datang. Contoh terbaru adalah rotasi anggota DPR &lt;br&gt;dari Partai Demokrat Angelina Sondakh ke Komisi III dalam posisi yang &lt;br&gt;bersangkutan sebagai tersangka oleh KPK. Sementara jika di satu sisi &lt;br&gt;terjadi banyak keanehan penggunaan asas praduga tak bersalah yang &lt;br&gt;menguntungkan individu yang bermasalah dengan korupsi, di sisi lain ada &lt;br&gt;langkah buruk lain dari pemerintah.&lt;p&gt;Langkah melakukan pengetatan remisi dan bebas bersyarat yang bersifat &lt;br&gt;diskriminatif terhadap beberapa anggota parpol lain bertentangan dengan &lt;br&gt;UUD dan UU Pemasyarakatan. Sangat mengejutkan sikap dan pernyataan wakil &lt;br&gt;pemerintah, Kementrian Hukum dan HAM di sidang Pengadilan TUN Jakarta &lt;br&gt;Timur yang menyatakan bahwa hak terpidana tidak sama dengan HAM.&lt;p&gt;Menjadi pertanyaan bagi saya, apakah mereka yang berada di dalam LP saat &lt;br&gt;ini hanya hewanhewan yang dikerangkeng? Sedangkan di antara mereka &lt;br&gt;terdapat mantan pejabat negara yang telah berjasa kepada negara ini. &lt;br&gt;Tidak ada satu pun ketentuan dalam Konvensi HAM Internasional dan UUD &lt;br&gt;1945 yang menegaskan bahwa HAM tidak berlaku untuk terpidana alias warga &lt;br&gt;binaan.&lt;p&gt;Baca dan teliti kalimat &amp;quot;every persons...&amp;quot; atau &amp;quot;setiap orang...&amp;quot; dalam &lt;br&gt;kedua rujukan hukum di atas. Saat ini kita merindukan dan sangat &lt;br&gt;mengharapkan pemimpin dan penyelenggara negara bukan hanya pintar, &lt;br&gt;melainkan juga amanah, jujur, berintegritas, dan satunya kata dengan &lt;br&gt;perbuatan.&lt;p&gt;ROMLI ATMASASMITA&lt;br&gt;Guru Besar Emeritus Universitas Padjadjaran,&lt;br&gt;Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470225/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470225/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6645937190779572758?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6645937190779572758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6645937190779572758' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6645937190779572758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6645937190779572758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-romli-atmasasmita.html' title='[Koran-Digital] ROMLI ATMASASMITA: Ambivalensi Sikap Penyelenggara Negara'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3332636735637786363</id><published>2012-02-16T16:58:00.002-08:00</published><updated>2012-02-16T16:59:34.434-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SUARA MAHASISWA: Semoga Bukan Hanya karena Malaysia</title><content type='html'>Semoga Bukan Hanya karena Malaysia PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;Bermodalkan semangat untuk melampaui jumlah karya ilmiah Malaysia,Djoko &lt;br&gt;Santoso, selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Dikti, mengeluarkan surat &lt;br&gt;edaran pada 27 Januari 2012 perihal imbauan ke seluruh PTN/PTS di &lt;br&gt;Indonesia untuk memublikasikan karya ilmiah mahasiswa S- 1,S-2,dan S-3 &lt;br&gt;sebagai syarat kelulusan.&lt;p&gt;Semangat untuk meningkatkan jumlah karya ilmiah ini tidak &lt;br&gt;main-main,bahkan sebelumnya pada30Desember 2011, Djoko Santoso juga &lt;br&gt;pernah membuat surat edaran perihal kebijakan unggah karya ilmiah untuk &lt;br&gt;kenaikan pangkat dosen. Ada hal menarik dari surat edaran yang &lt;br&gt;dikeluarkan Dikti pada 27 Januari, yaitu alasan yang dikemukakan di &lt;br&gt;dalam surat tersebut.&lt;p&gt;Dalam surat tersebut dikatakan bahwa kebijakan ini diambil sebagai upaya &lt;br&gt;untuk menandingi jumlah karya ilmiah yang dimiliki Malaysia.Sepintas &lt;br&gt;alasan ini sarat akan hubungan emosional antara Indonesia- Malaysia yang &lt;br&gt;terjadi belakangan ini. Saat ini memang jumlah jurnal ilmiah di &lt;br&gt;perguruan tinggi Indonesia lebih rendah ketimbang beberapa negara ASEAN &lt;br&gt;lainnya.&lt;p&gt;Tetapi,Dirjen Dikti juga seharusnya mempertimbangkan lebih lanjut. &lt;br&gt;Dirjen Dikti seakan lupa untuk merujuk sistem pendidikan di negara &lt;br&gt;Indonesia saat ini. Dikti sebaiknya juga harus mau belajar dan &lt;br&gt;menyelidiki mengapa di negara lain, termasuk Malaysia, tingkat &lt;br&gt;produktivitasnya lebih tinggi.Apa mungkin karena fasilitas dan dana &lt;br&gt;penelitian di Malaysia yang sudah mengikuti negara maju?&lt;p&gt;Atau mungkin karena setiap peneliti dijanjikan sebuah insentif atas &lt;br&gt;karyanya? Seharusnya Dikti tidak &amp;quot;ujug-ujug&amp;quot; mengeluarkan suatu &lt;br&gt;kebijakan.Tak heran jika hal ini sontak memunculkan berbagai pandangan &lt;br&gt;terkait isu tersebut. Mulai dari opini yang bernada khawatir akan dampak &lt;br&gt;dari kebijakan tersebut bagi dunia pendidikan Indonesia, sampai &lt;br&gt;pandangan yang menolak dengan tegas atas kebijakan tersebut.&lt;p&gt;Namun, Djoko Santoso tetap bergeming. Dia tidak khawatir walaupun ada &lt;br&gt;banyak PTN/PTS yang tidak menanggapi dan cenderung apatis terhadap &lt;br&gt;kebijakan tersebut.&amp;quot;Kalau perguruan tinggi tidak mau ikut, nanti &lt;br&gt;ketinggalan zaman dan dapat sanksi akademik sendiri,&amp;quot;kata Djoko. Semoga &lt;br&gt;kebijakan ini bukan hanya bermodalkan semangat untuk &lt;br&gt;&amp;quot;menang-menangan&amp;quot;dengan Malaysia semata,melainkan muncul dari semangat &lt;br&gt;tulus memajukan pendidikan Indonesia.&lt;p&gt;Jika memang niatnya tulus memperbaiki pendidikan Indonesia, tentu segala &lt;br&gt;permasalahan yang dihadapi akan berusaha diselesaikan sesegera mungkin. &lt;br&gt;Semoga kebijakan ini menjadi momentum bagi dunia pendidikan Indonesia &lt;br&gt;untuk dapat go international.Semoga bukan hanya karena Malaysia.&lt;p&gt;ABDUSHSHABUR RASYID RIDHA&lt;br&gt;Mahasiswa Ilmu Komunikasi/Prodi Jurnalistik,&lt;br&gt;Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470223/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470223/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3332636735637786363?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3332636735637786363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3332636735637786363' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3332636735637786363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3332636735637786363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-suara-mahasiswa-semoga.html' title='[Koran-Digital] SUARA MAHASISWA: Semoga Bukan Hanya karena Malaysia'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6576217287445375966</id><published>2012-02-16T16:58:00.001-08:00</published><updated>2012-02-16T16:58:58.147-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] TAJUK,Negeri Pungli</title><content type='html'>TAJUK,Negeri Pungli PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;Pungutan liar alias pungli dituding sebagai penyebab maraknya kecelakaan &lt;br&gt;transportasi umum belakangan ini. Tudingan disampaikan Himpunan &lt;br&gt;Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berdasar fakta yang mereka temukan, &lt;br&gt;sekitar 25% pendapatan pengusaha transportasi umum tergerus oleh pungli, &lt;br&gt;mulai dari pengurusan administrasi, uji kelaikan kendaraan, izin &lt;br&gt;trayek,keluar-masuk terminal,hingga pungutan sopir di tengah jalan.&lt;p&gt;Jika diakumulasi, rangkaian pungli mulai dari yang bernilai recehan &lt;br&gt;hingga puluhan juta mencapai Rp25 triliun per tahun! Semestinya dana &lt;br&gt;tersebut bisa bermanfaat untuk perawatan kendaraan dan pembelian suku &lt;br&gt;cadang orisinal, bukan abal-abal atau kanibal. Benarkah tudingan &lt;br&gt;tersebut? Bila memang benar,semua pihak harus prihatin karena persoalan &lt;br&gt;tersebut sungguh keterlaluan.&lt;p&gt;Sebab,ujung-ujungnya masyarakatlah yang menjadi korban.Alihalih bisa &lt;br&gt;menikmati kenyamanan,mereka justru bersabung nyawa karena tidak ada &lt;br&gt;jaminan keamanan transportasi umum yang mereka tumpangi. Tanpa harus &lt;br&gt;memverifikasi langsung ke lapangan,masyarakat sudah mafhum dengan &lt;br&gt;kondisi tersebut.&lt;p&gt;Munculnya tudingan Hipmi itu ibarat puncak gunung es yang meleleh karena &lt;br&gt;ada rangkaian kecelakaan bus belakangan, dengan kecelakaan menimpa bus &lt;br&gt;Karunia Bhakti di Cisarua,Puncak,yang menewaskan 14 orang.Padahal fakta &lt;br&gt;sebenarnya,korban-korban yang berjatuhan akibat pungli jauh lebih besar. &lt;br&gt;Pungli sejatinya tidak hanya di sektor transportasi umum. Hampir semua &lt;br&gt;sektor perekonomian tak pernah bisa bebas bergerak dari jeratan &lt;br&gt;pungli,mulai dari kaki lima hingga perusahaan besar.&lt;p&gt;Di dunia usaha misalnya. Perusahaan yang ingin membangun pabrik di suatu &lt;br&gt;daerah bukan hanya harus mengurus izin ke instansi terkait, melainkan &lt;br&gt;juga meminta izin dari &amp;#39;penguasa&amp;#39; wilayah setempat. Begitu pun proses &lt;br&gt;pembangunan,setiap keluarmasuk material juga membutuhkan &amp;#39;dana &lt;br&gt;kelancaran&amp;#39; yang tidak kecil jumlahnya.&lt;p&gt;Aneka ragam pungli seperti jasa keamanan ke oknum aparat &lt;br&gt;kepolisian,oknum pemda,dan organisasi masyarakat (ormas) pun berlanjut &lt;br&gt;hingga mereka sudah berlanjut hingga proses produksi. Akibatnya bisa &lt;br&gt;diduga, biaya produksi pun membengkak.Dalam penghitungan biaya produksi, &lt;br&gt;tidak ada namanya biaya untuk pungli. Jika ternyata pungli menggerus &lt;br&gt;biaya produksi, tentu harus ada yang ditekan atau bahkan dikorbankan.&lt;p&gt;Fakta selama ini menunjukkan bahwa buruh yang tidak berdaya selalu &lt;br&gt;menjadi korbannya. Ibarat tubuh manusia, sendi-sendi perekonomian bangsa &lt;br&gt;ini sudah digerogoti kanker ganas bernama pungli. Negeri ini bahkan &lt;br&gt;seolah sudah menjadi negeri pungli. Lihat saja, seperti di Jakarta, &lt;br&gt;sudut-sudut kota sudah dikapling-kapling oleh posko-posko berbendera &lt;br&gt;kelompok masyarakat yang menamakan dirinya sebagai ormas.&lt;p&gt;Mereka bukan sekadar sebagai kelompok budaya atau agama, melainkan juga &lt;br&gt;sudah bermetamorfosis sebagai pemilik wilayah,pemegang &lt;br&gt;kuasa,perizinan,hingga penegak keamanan. Celakanya,di sisi lain banyak &lt;br&gt;oknum aparat/petugas keamanan di level kelurahan,kecamatan,hingga kota &lt;br&gt;madya yang semestinya mewakili negara menegakkan aturan dan hukum,dengan &lt;br&gt;seragam dan kendaraan dinas mereka, malah memanfaatkan kondisi tersebut &lt;br&gt;untuk mencari keuntungan.&lt;p&gt;Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itulah gambaran masyarakat &lt;br&gt;kita.Kendati demikian, mereka selama ini diam saja.Entah kenapa? Karena &lt;br&gt;pasrah menerima kenyataan dan risikonya? Karena takut atau tak berdaya? &lt;br&gt;Karena tidak tahu kepada siapa akan mengadu? Atau karena sudah bosan dan &lt;br&gt;frustrasi karena keluhan mereka tidak pernah ada yang menanggapi? Kalau &lt;br&gt;demikian adanya, negeri apa ini sejatinya kalau bukan negeri pungli.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470224/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470224/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6576217287445375966?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6576217287445375966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6576217287445375966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6576217287445375966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6576217287445375966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-tajuknegeri-pungli.html' title='[Koran-Digital] TAJUK,Negeri Pungli'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-2970427974859676722</id><published>2012-02-16T16:56:00.002-08:00</published><updated>2012-02-16T16:57:41.492-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] KPK Jangan Terfokus pada Pendapat Pakar-Timwas Century Ajukan Ahli Pidana, Perdata, dan Perbankan</title><content type='html'>KPK Jangan Terfokus pada Pendapat Pakar-Timwas Century Ajukan Ahli &lt;br&gt;Pidana, Perdata, dan Perbankan PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;JAKARTA– DPR minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak &lt;br&gt;terfokus pada masukan ahli yang akan direkomendasikan Tim Pengawas &lt;br&gt;(Timwas) Century.&lt;p&gt;KPK bisa menaikkan kasus itu ke penyidikan kalau memang alat buktinya &lt;br&gt;sudah kuat. &amp;quot;Saya setuju tidak usah jalan tengah, penegakan hukum &lt;br&gt;dasarnya ya fakta hukum. Pakarpakar nanti saja jadi saksi ahli di &lt;br&gt;Pengadilan Tipikor,&amp;quot; kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai &lt;br&gt;Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Eva Kusuma Sundari di Gedung &lt;br&gt;DPR,Jakarta,kemarin.&lt;p&gt;Eva mengungkapkan, pendapat pimpinan KPK Zulkarnain yang menyatakan &lt;br&gt;kasus itu sudah layak dinaikkan ke penyidikan harusnya didukung oleh &lt;br&gt;lembaga antikorupsi itu.Apa lagi pendapat Zulkarnain itu muncul setelah &lt;br&gt;dua kali digelar ekspose oleh KPK periode kali ini. Ketua KPK Abraham &lt;br&gt;Samad bahkan sudah menyatakan sependapat dengan Zulkarnain meski ada &lt;br&gt;pimpinan KPK dan penyelidik yang masih membutuhkan kesempatan &lt;br&gt;penyelidikan lebih lanjut.&lt;p&gt;Hal senada diungkapkan anggota Komisi III DPR yang juga anggota Timwas &lt;br&gt;Century dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) Ahmad &lt;br&gt;Yani.Menurut dia,KPK cukup dengan dua alat bukti saja untuk bisa &lt;br&gt;menaikkan kasus itu ke penyidikan.Hal itu tidak susah karena berdasarkan &lt;br&gt;hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah sangat &lt;br&gt;jelas di mana pelanggarannya.&lt;p&gt;&amp;quot;Bahkan dalam kasus ini harusnya lebih mudah karena dari kebijakan FPJP &lt;br&gt;saja sudah direkayasa. Century kan awalnya hanya minta repo aset sebesar &lt;br&gt;Rp1 triliun,namun malah dikeluarkan FPJP sebesar Rp6,7 triliun.Jadi &lt;br&gt;sangat jelaslah kalau bicara alat bukti,&amp;quot;ucapnya. Yani &lt;br&gt;mengungkapkan,Timwas Century juga sempat berpikiran bahwa permintaan &lt;br&gt;kesempatan melakukan penyelidikan lebih lanjut hanya mengulur waktu.&lt;p&gt;Alasan hendak minta pendapat ahli itu terkesan kurang bisa diterima &lt;br&gt;karena penyidikan itu dasarnya bukan keterangan ahli atau pakar, &lt;br&gt;melainkan alat bukti. &amp;quot;Karena kita melihat bahwa pendapat ahli itu hanya &lt;br&gt;untuk mengulur waktu,makanya Timwas meminta agar ahli yang dimintai &lt;br&gt;pendapat oleh KPK kita (Timwas) yang menentukan agar benar-benar &lt;br&gt;independen,&amp;quot;ungkapnya.&lt;p&gt;Yani mengapresiasi kejelian Zulkarnain yang juga didukung Abraham Samad &lt;br&gt;yang menyatakan sudah menemukan konstruksi pasal-pasal yang bisa &lt;br&gt;digunakan untuk menyangga dan mendakwa. Karena itu, KPK seharusnya bisa &lt;br&gt;lebih solid untuk memperkuat konstruksi itu,tanpa harus menunggu masukan &lt;br&gt;dari pakar.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak terlalu penting sebenarnya masukan pakar.Kan di DPR sudah banyak &lt;br&gt;pakar yang dulu dihadirkan,&amp;quot;katanya. Sementara itu,Wakil Ketua DPR yang &lt;br&gt;juga pimpinan Timwas Century Taufik Kurniawan menyatakan, DPR secepatnya &lt;br&gt;mengirimkan para ahli dari perbankan, keuangan,hukum pidana, dan perdata &lt;br&gt;ke KPK guna mendalami kasus Bank Century. &amp;quot;Minggu depan ada namanamanya.&lt;p&gt;Masing-masing fraksi mengusulkan dan nanti akan dikomparasi dan &lt;br&gt;dikompilasi di tim kecil sehingga bisa memberikan nama yang benar-benar &lt;br&gt;independen,&amp;quot;kataTaufik. Sementara itu, Ketua Umum DPP PDIP Megawati &lt;br&gt;Soekarnoputri berharap KPK secepatnya menyelesaikan kasus Bank Century. &lt;br&gt;DPR berdasar audit BPK sebelumnya menyatakan ada dugaan kerugian negara &lt;br&gt;yang terjadi dalam bailout Bank Century sebesar Rp6,7 triliun.&lt;p&gt;&amp;quot;Masalah Century, berdasarkan keputusan DPR, harus &lt;br&gt;tuntaskan.Persoalannya sekarang, KPK harusnya sebagai institusi hukum &lt;br&gt;yang ada, menjalankan keputusan DPR, keputusan rakyat. Jadi,memang saya &lt;br&gt;sangat berharap,kasus ini diproses,&amp;quot;katanya. Menurut Mega, laporan BPK &lt;br&gt;sudah cukup gamblang sebagai petunjuk untuk mengungkap siapa saja yang &lt;br&gt;terlibat.&lt;p&gt;&amp;quot;KPK kami harap untuk itu melibatkan betul, merekamereka yang ada &lt;br&gt;diproses itu, siapa yang seharusnya dipanggil,&amp;quot; katanya. Mega menegaskan &lt;br&gt;bahwa pihaknya sangat menghormati KPK sebagai lembaga hukum yang &lt;br&gt;independen.Kapasitasnya sebagai ketua umum partai hanya mengingatkan &lt;br&gt;bahwa KPK pernah melakukan audit yang mengungkap ada dugaan kerugian &lt;br&gt;negara dalam kasus ini.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470216/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470216/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-2970427974859676722?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/2970427974859676722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=2970427974859676722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2970427974859676722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2970427974859676722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-kpk-jangan-terfokus-pada.html' title='[Koran-Digital] KPK Jangan Terfokus pada Pendapat Pakar-Timwas Century Ajukan Ahli Pidana, Perdata, dan Perbankan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6504702535758037302</id><published>2012-02-16T16:56:00.001-08:00</published><updated>2012-02-16T16:56:42.668-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Kades Se-Blitar Dukung Anas</title><content type='html'>Kades Se-Blitar Dukung Anas PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;BLITAR – Korban politik, relatif bersih, dan aset daerah potensial. &lt;br&gt;Ketiga alasan itu yang mendorong ratusan perangkat dan kepala desa &lt;br&gt;se-Kabupaten Blitar turun ke jalan.&lt;p&gt;Mereka menggelar unjuk rasa menyatakan dukungan moral kepada Ketua Umum &lt;br&gt;Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Anas telah dizalimi oleh kekuatan &lt;br&gt;politik besar. Sudah sepantasnya warga Blitar raya membela tokoh &lt;br&gt;nasional kelahiran Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar &lt;br&gt;itu. &amp;quot;Ini aset Blitar raya yang potensial. Kami lebih tahu curriculum &lt;br&gt;vitae-nya.&lt;p&gt;Kami percaya saudara kita Anas (Anas Urbaningrum) tidak melakukan semua &lt;br&gt;yang dituduhkan kepadanya,&amp;quot; kata Kepala Desa Karanggayam, Kecamatan &lt;br&gt;Srengat, Nurkhamim dalam orasinya. Massa datang dengan berpakaian dinas. &lt;br&gt;Dengan berkendaraan puluhan sepeda motor dan satu truk sound &lt;br&gt;system,mereka langsung mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Blitar.&lt;p&gt;Nurkhamim mengistilahkan para tokoh yang sengaja membantai karier &lt;br&gt;politik mantan Ketua Umum PB HMI itu sebagai drakula penghisap darah. &lt;br&gt;Hantu yang berasal dari mitologi masyarakat Rumania itu, kata Nurkhamim, &lt;br&gt;berada di dalam dan di luar Partai Demokrat. Kepada kejaksaan, massa &lt;br&gt;yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perangkat Desa (FKPD) dan &lt;br&gt;mengatasnamakan Penduduk Blitar Bersatu (PBB) meminta mendesak Komisi &lt;br&gt;Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penegakan hukum sesuai fakta.&lt;p&gt;Penegakan hukum yang tidak berdasar pada opini publik dan tekanan &lt;br&gt;politik. Massa ditemui Kepala Kejaksaan Negeri Blitar TR Silalahi. Tanpa &lt;br&gt;mengucapkan sepatah kata, Kajari menerima surat pernyataan yang &lt;br&gt;disampaikan pendemo. Dalam menyampaikan aspirasinya, para pendemo &lt;br&gt;ditemui Wakil Bupati Blitar Rijanto.&lt;p&gt;Menurut Ketua FKPD Fakihudin, sudah selayaknya Pemerintah Blitar turut &lt;br&gt;mendukung aset daerah (Anas Urbaningrum) yang saat ini dikuyo- kuyo di &lt;br&gt;kancah politik nasional. &amp;quot;Bila perlu kepala daerah menyurati Presiden &lt;br&gt;jika sepenuhnya Kabupaten Blitar mendukung Anas Urbaningrum,&amp;quot; terangnya.&lt;p&gt;Fakihudin menegaskan,apa yang dilakukannya ini murni sebagai kepedulian &lt;br&gt;warga Blitar raya. Mereka bergerak bukan karena digerakkan Partai &lt;br&gt;Demokrat.Apa yang ada itu semata- mata karena Anas warga asli Blitar. &lt;br&gt;&amp;quot;Kita tidak ada kaitan dengan partai politik.Ini karena kebetulan saja, &lt;br&gt;Mas Anas adalah warga Blitar,&amp;quot;tegasnya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470217/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470217/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6504702535758037302?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6504702535758037302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6504702535758037302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6504702535758037302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6504702535758037302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-kades-se-blitar-dukung.html' title='[Koran-Digital] Kades Se-Blitar Dukung Anas'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3959551912806324934</id><published>2012-02-16T16:54:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T16:55:27.270-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] TNI AL Kembali Diperkuat 37 Tank BMP-3F</title><content type='html'>TNI AL Kembali Diperkuat 37 Tank BMP-3F PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali akan &lt;br&gt;mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia sebanyak 37 &lt;br&gt;unit pada program pengadaan 2012.&lt;p&gt;Tank-tank tersebut ditargetkan sudah bisa dikirim ke Tanah Air secara &lt;br&gt;bertahap mulai tahun ini.Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana &lt;br&gt;Pertama TNI Untung Suropati mengungkapkan, pengadaan alat utama sistem &lt;br&gt;senjata (alutsista) tank amfibi tersebut merupakan bagian dari strategi &lt;br&gt;TNI Angkatan Laut berkaitan dengan konsep kekuatan pokok minimum.&amp;quot;Juga &lt;br&gt;berkaitan dengan pengembangan divisi marinir kita di Sorong,&amp;quot; ungkap &lt;br&gt;Untung di Jakarta kemarin.&lt;p&gt;Penambahan divisi marinir menjadi tiga divisi (dua divisi sekarang di &lt;br&gt;Surabaya dan Jakarta) tersebut harus diikuti dengan penambahan &lt;br&gt;alutsista. Sejauh ini marinir telah memakai tank BMP-3F sejak Desember &lt;br&gt;2010 sejumlah 17 unit.Tank ini merupakan tank terberat yang dimiliki &lt;br&gt;militer Indonesia, bahkan mengalahkan milik TNI Angkatan Darat. Terkait &lt;br&gt;nilai kontrak 37 unit BMP-3F, Untung mengaku belum bisa menyampaikan ke &lt;br&gt;publik.&lt;p&gt;&amp;quot;Sejauh ini baru jumlah yang bisa disampaikan,&amp;quot; ucapnya. Saat ini, TNI &lt;br&gt;AL sudah dilengkapi sejumlah alutsista andalan. Di antaranya BTR &lt;br&gt;(Bronetransporter) - 50 P panser amfibi buatan Rusia, PT – 76, dan BVP-2 &lt;br&gt;yang didatangkan dari Slovakia, serta LVT (landing vehicle track) - 7A1 &lt;br&gt;buatan Amerika Serikat tahun 1985 yang merupakan hibah dari Korps &lt;br&gt;Marinir Korea Selatan pada 2009.&lt;p&gt;Menurut dia, tank-tank tersebut kemungkinan sudah bisa mulai diboyong ke &lt;br&gt;Tanah Air tahun ini. &amp;quot;Untuk datangnya bertahap, saya kira tahun ini &lt;br&gt;sudah mulai karena untuk tank tidak serumit kalau kita pesan kapal selam &lt;br&gt;maupun kapal perang permukaan,&amp;quot;ungkapnya. Menurut Kepala Staf TNI &lt;br&gt;Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno, jumlah tank BMP-3F nanti &lt;br&gt;diharapkan bisa menjadi 54 unit.&lt;p&gt;Tanktank tersebut akan ditempatkan di wilayah barat dan timur Indonesia. &lt;br&gt;Anggota Komisi I DPR Helmy Fauzi mengatakan,rencana tersebut masih &lt;br&gt;sebatas penjajakan dan belum sampai pada penandatanganan kontrak. &amp;quot;Tapi, &lt;br&gt;penjajakan ini perlu. Kondisi geografis kita yang berupa kepulauan &lt;br&gt;memang memerlukan ada penguatan angkatan laut, termasuk marinir,&amp;quot; ucapnya.&lt;p&gt;Menurut politikus PDIP ini, marinir membutuhkan tank amfibi karena yang &lt;br&gt;dimiliki sekarang sudah uzur.&amp;quot;Jika TNI Angkatan Darat saja butuh 100 &lt;br&gt;MBT, harusnya marinir lebih dari itu sehingga bisa mendukung operasi &lt;br&gt;yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk nanti di Sorong,&amp;quot;paparnya. &lt;br&gt;Meski memerlukan tank amfibi, Helmy mewanti-wanti agar dalam &lt;br&gt;pembeliannya tidak tergesa-gesa,tapi harus tetap memperhatikan beberapa &lt;br&gt;aspek penting.&lt;p&gt;Di antaranya diversifikasi alutsista.&amp;quot;Jangan sampai kita terpaku pada &lt;br&gt;negara tertentu sehingga bisa membatasi penggunaan alutsista itu,&amp;quot;kata &lt;br&gt;dia. Selain itu, keterlibatan industri pertahanan dalam negeri juga &lt;br&gt;penting untuk dipertimbangkan. Apalagi, selama ini industri dalam negeri &lt;br&gt;seperti PT PAL memiliki kemampuan dalam pengembangan alutsista TNI &lt;br&gt;Angkatan Laut, termasuk dalam meretrofit tank amfibi milik marinir.&lt;p&gt;Untuk pembayaran,Helmy menekankan agar pemerintah sebisa mungkin &lt;br&gt;menghindari kredit ekspor karena jatuhnya biaya yang harus dibayar &lt;br&gt;menjadi membengkak akibat bunga kredit. Menurut Menteri Pertahanan &lt;br&gt;Purnomo Yusgiantoro, hingga saat ini pemerintah masih memiliki sisa &lt;br&gt;kredit negara (state credit) sebesar USD800 juta dari total USD1 miliar &lt;br&gt;yang ditawarkan pemerintah Rusia. Sisa yang cukup besar itu disebabkan &lt;br&gt;pemerintah tidak jadi membeli kapal selam dari negara tersebut.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470212/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470212/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3959551912806324934?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3959551912806324934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3959551912806324934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3959551912806324934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3959551912806324934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-tni-al-kembali-diperkuat.html' title='[Koran-Digital] TNI AL Kembali Diperkuat 37 Tank BMP-3F'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1555056794954064651</id><published>2012-02-16T16:51:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T16:52:26.092-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] 3.150 PTS Tolak Jurnal Ilmiah</title><content type='html'>3.150 PTS Tolak Jurnal Ilmiah PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;JAKARTA– Sebanyak 3.150 perguruan tinggi swasta diperkirakan akan ikut &lt;br&gt;menolak kebijakan Kemendikbud yang mewajibkan mahasiswa sarjana (S-1) &lt;br&gt;untuk membuat karya ilmiah sebagai syarat kelulusan.&lt;p&gt;Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia &lt;br&gt;(Aptisi) Suyatno mengungkapkan, 3.150 PTS itu merupakan anggota Aptisi. &lt;br&gt;Dari keseluruhan PTS itu, diperkirakan akan ada 2,5 juta mahasiswa. &lt;br&gt;&amp;quot;Mereka sudah mendeklarasikan diri menolak surat edaran Dirjen &lt;br&gt;Pendidikan Tinggi (Dikti) No 152 dan tidak takut jika diberikan sanksi &lt;br&gt;oleh Kemendikbud,&amp;quot; kata Suyatno di Jakarta kemarin.&lt;p&gt;Suyatno menjelaskan, PTS memiliki kewenangan menolak kebijakan itu. &lt;br&gt;Kelulusan mahasiswa PTS ditentukan oleh pengelola kampus karena ada &lt;br&gt;aturan otonomi kampus. &amp;quot;Sejak zaman Malik Fajar (mantan Mendikbud) kami &lt;br&gt;boleh meluluskan mahasiswa sendiri tanpa ada persetujuan dari &lt;br&gt;Kemendikbud. Lagipula buat apa dipaksakan.Kalau dipaksakan, malah mereka &lt;br&gt;akan membuat karya ilmiah asalasalan,&amp;quot; tandasnya.&lt;p&gt;Rektor UHAMKA ini menyatakan, bila perlu, Kemendikbud harus menunda &lt;br&gt;kebijakan tersebut sesudah ada perbaikan sistem dan dukungan peralatan. &lt;br&gt;Ratusan ribu karya ilmiah yang akan dikirim tidak akan mudah tertampung &lt;br&gt;dalam sistem jurnal ilmiah dengan bandwith dan akses yang ada saat ini. &lt;br&gt;Apalagi, infrastruktur kampus di Indonesia berbeda satu sama lain.&lt;p&gt;&amp;quot;Contohnya di Papua saja peralatan komputer masih sangat &lt;br&gt;terbatas,&amp;quot;katanya. Selain itu, PTS juga menolak persyaratan kelulusan &lt;br&gt;bagi mahasiswa S-1 tersebut karena akan menghambat kelulusan. Peraturan &lt;br&gt;perundangan yang ada saat ini sudah menegaskan bahwa mahasiswa &lt;br&gt;diperbolehkan lulus jika sudah memenuhi jumlah satuan kredit semester &lt;br&gt;(SKS) yang ditentukan dan pembuatan skripsi.&lt;p&gt;Ada pula kampus yang tidak mensyaratkan pembuatan skripsi sebagai &lt;br&gt;penentu kelulusan. Karena itu,Suyatno meminta agar kebijakan ini ditunda &lt;br&gt;terlebih dulu sesudah ada penambahan infrastruktur yang disediakan &lt;br&gt;Kemendikbud, tidak hanya untuk perguruan tinggi negeri, tapi juga untuk &lt;br&gt;swasta. &amp;quot;Selama ini PTS dianaktirikan. Lalu tidak ada angin tidak ada &lt;br&gt;hujan,Kemendikbud mengeluarkan surat edaran tersebut.&lt;p&gt;Kami pun tidak pernah dibina,yang ada hanya pembinasaan saja,&amp;quot; &lt;br&gt;ungkapnya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh &lt;br&gt;menjelaskan, jika tidak dikaitkan dengan kelulusan, kebijakan itu tidak &lt;br&gt;akan berpengaruh apa-apa terhadap dunia pendidikan tinggi.Kebijakan &lt;br&gt;pemerintah harus dikaitkan dengan sistem yang sudah berjalan.&lt;p&gt;&amp;quot;Kalau tidak dikaitkan dengan persyaratan kelulusan, akan dipakai untuk &lt;br&gt;apa? Tidak akan ada konsekuensinya nanti jika tidak kami paksakan &lt;br&gt;sebagai persyaratan kelulusan,&amp;quot; ucap Nuh. Mantan rektor ITS ini &lt;br&gt;menjelaskan, dinamakan jurnal ilmiah karena jika memakai nama lain, &lt;br&gt;karya mahasiswa tersebut tidak akan berarti apa-apa dan akan sampai di &lt;br&gt;gudang.&amp;quot; Justru kita akan biasakan mereka untuk menulis sehingga tidak &lt;br&gt;gagap lagi saat harus melanjutkan S-2 atau S-3,&amp;quot; paparnya.&lt;p&gt;Mantan menkominfo ini juga mengungkapkan, banyak manfaat yang bisa &lt;br&gt;didapat mahasiswa dengan membuat jurnal ilmiah. Salah satunya bisa &lt;br&gt;menjadi fasilitas untuk meningkatkan kemampuan keilmuan. Dalam membuat &lt;br&gt;karya ilmiah atau jurnal mengenai sebuah topik, mahasiswa akan mencari &lt;br&gt;referensi.&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika mahasiswa itu menemukan ide tulisan tersebut sudah pernah &lt;br&gt;digunakan, mereka pun akan mencari ide lain,&amp;quot;ucapnya. Nuh menyatakan, &lt;br&gt;kebijakan ini juga dapat digunakan untuk meminimalisasi tindakan &lt;br&gt;plagiat.Ketika tulisan mereka dipublikasikan, akan memudahkan mahasiswa &lt;br&gt;lain yang ingin membuat penelitian untuk menghindari topik yang sama.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470213/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470213/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1555056794954064651?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1555056794954064651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1555056794954064651' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1555056794954064651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1555056794954064651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-3150-pts-tolak-jurnal.html' title='[Koran-Digital] 3.150 PTS Tolak Jurnal Ilmiah'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-4355946127367276970</id><published>2012-02-16T16:45:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T16:46:20.424-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Eks Chairman Olympus Ditangkap</title><content type='html'>Eks Chairman Olympus Ditangkap PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;TOKYO– Mantan Chairman Olympus Tsuyoshi Kikukawa bersama dua mantan &lt;br&gt;eksekutif yakni Executive Vice President Hisashi Mori dan auditor Hideo &lt;br&gt;Yamada kemarin ditangkap atas tuduhan konspirasi karena menyembunyikan &lt;br&gt;kerugian perusahaan kamera tersebut.&lt;p&gt;Penangkapan tiga bekas petinggi Olympus ini untuk mempermudah &lt;br&gt;penyelidikan setelah perusahaan itu menyembunyikan kerugian senilai &lt;br&gt;USD1,7 miliar dalam dua dekade terakhir. Kikukawa sendiri telah &lt;br&gt;mengundurkan diri dari jabatannya pada Oktober lalu setelah CEO Olympus &lt;br&gt;Michael Woodford mengungkapkan skandal tersebut kepada media.&lt;p&gt;&amp;quot;Ini akan menjadikan tambahan informasi yang solid dalam penyidikan &lt;br&gt;berdasarkan aturan formal dan hukum,&amp;quot; kata ekonom Kenneth Cukier kepada &lt;br&gt;BBC kemarin. Seperti diketahui, skandal penggelapan kerugian perusahaan &lt;br&gt;tersebut telah membuat saham Olympus di bursa Tokyo anjlok hingga 50%. &lt;br&gt;(yanto kusdiantono)&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470152/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470152/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-4355946127367276970?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/4355946127367276970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=4355946127367276970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4355946127367276970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4355946127367276970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-eks-chairman-olympus.html' title='[Koran-Digital] Eks Chairman Olympus Ditangkap'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-4007431735318854219</id><published>2012-02-16T16:43:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T16:44:23.141-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Potensi Penurunan Peringkat Kredit-Moody’s Ingatkan Perbankan Global</title><content type='html'>Potensi Penurunan Peringkat Kredit-Moody&amp;#39;s Ingatkan Perbankan Global     &lt;br&gt;    PDF         Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;WASHINGTON– Belum genap sepekan memangkas peringkat kredit sembilan &lt;br&gt;negara anggota zona euro,lembaga pemeringkat Moody&amp;#39;s Investor Service &lt;br&gt;memperingatkan kemungkinan turunnya rating 17 bank global dan 114 &lt;br&gt;lembaga keuangan Eropa.&lt;p&gt;Langkah tersebut dilakukan karena menurut Moody&amp;#39;s dampak krisis utang &lt;br&gt;Eropa telah menular di seluruh sistem keuangan global.Moody&amp;#39;s &lt;br&gt;menyatakan, kemungkinan downgradepada institusi keuangan dari 17 negara &lt;br&gt;Eropa merupakan imbas dari krisis utang dan memburuknya kredit &lt;br&gt;pemerintah zona euro.&lt;p&gt;&amp;quot;Itu disimpulkan dari rapuhnya kondisi pendanaan, peningkatan beban &lt;br&gt;regulasi serta lingkungan ekonomi yang lebih sulit untuk meninjau &lt;br&gt;perbankan dan perusahaan sekuritas dengan jangkauan global,&amp;quot; ujar &lt;br&gt;Moody&amp;#39;s dalam pernyataan resminya dikutip Reuters, Rabu (15/2) waktu &lt;br&gt;setempat. Saat ini Moody&amp;#39;s sedang membuat tinjauan jangka panjang dan &lt;br&gt;penilaian peringkat kredit mandiri dari Bank of America, Citigroup, &lt;br&gt;Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Morgan Stanley,dan Royal Bank of Canada.&lt;p&gt;Ada pun, tinjauan jangka panjang dan penilaian peringkat kredit mandiri &lt;br&gt;perbankan Eropa tengah dilakukan lembaga terhadap Barclays, BNP &lt;br&gt;Paribas,Credit Agricole, Deutsche Bank, Hong Kong and Shanghai Bank &lt;br&gt;Corporation (HSBC),Royal Bank of Scotland dan Societe Generale. &amp;quot;Kami &lt;br&gt;juga tengah memperpanjang ulasan mengenai tinjauan jangka panjang dan &lt;br&gt;penilaian peringkat kredit mandiri dari Credit Suisse, Macquarie,Nomura &lt;br&gt;dan UBS,&amp;quot; papar Moody&amp;#39;s.&lt;p&gt;Lembaga tersebut menambahkan, untuk 99 lembaga keuangan Eropa,penilaian &lt;br&gt;kredit mandiri telah ditempatkan pada ulasan untuk penurunan peringkat. &lt;br&gt;Sementara, untuk 109 lembaga keuangan, utang jangka panjang dan &lt;br&gt;peringkat depositonya juga telah ditempatkan pada ulasan downgrade. Di &lt;br&gt;samping itu, untuk peringkat jangka pendek 66 lembaga keuangan sudah &lt;br&gt;ditempatkan pada ulasan pemangkasan peringkat.&lt;p&gt;Sekadar diketahui, peringatan Moody&amp;#39;s disampaikan setelah lembaga asal &lt;br&gt;Amerika Serikat (AS) itu memangkas peringkat kredit sembilan negara &lt;br&gt;Eropa pada Senin (13/2) lalu akibat semakin rentannya risiko keuangan &lt;br&gt;dan makroekonomi di kawasan zona euro. Senin lalu lembaga pemeringkat &lt;br&gt;Standard and Poor&amp;#39;s (S&amp;amp;P) dan Fitch Ratings juga menurunkan rating &lt;br&gt;kredit perbankan Spanyol termasuk empat bank pemberi pinjaman terbesar &lt;br&gt;di negara itu yakni Santander, BBVA, Banki, dan CaixaBank.&lt;p&gt;Bulan lalu S&amp;amp;P memangkas peringkat Prancis dan peringkat Austria serta &lt;br&gt;menurunkan rating tujuh negara zona euro lainnya sebanyak satu level. &lt;br&gt;Dalam penilaian terhadap perbankan Eropa,lembaga tersebut mengungkapkan &lt;br&gt;bahwa setelah peninjuan selesai peringkat yang diberikan akan sepenuhnya &lt;br&gt;mencerminkan kredit saat ini yang diprediksi merugikan.&lt;p&gt;&amp;quot;Saat ini pasar keuangan tengah menghadapi tantangan yang terus &lt;br&gt;berkembang, seperti kondisi pendanaan yang melemah, kebutuhan perluasan &lt;br&gt;kredit, peningkatan beban regulasi serta kondisi operasional yang lebih &lt;br&gt;sulit,&amp;quot; papar Moody&amp;#39;s. Masalah lain yang sedang dihadapi perbankan &lt;br&gt;global saat ini adalah mengupayakan berjuang ke luar dari lingkaran &lt;br&gt;krisis utang dari Yunani, Portugal, Spanyol dan Italia.&lt;p&gt;Hal ini karena perbankan global merupakan salah satu pemilik utang &lt;br&gt;negara-negara yang bermasalah itu. Merosotnya nilai utang telah &lt;br&gt;memberikan tekanan kepada bank yang pada gilirannya memberatkan pinjaman &lt;br&gt;dan kegiatan ekonomi.Akibatnya, lebih sulit untuk mempertahankan &lt;br&gt;pertumbuhan guna menopang keuangan suatu negara.&lt;p&gt;Saat ini para pemimpin Eropa telah mencoba menempatkan perlindungan &lt;br&gt;keuangan di seluruh negara Eropa yang terkena krisis. Tetapi, sentimen &lt;br&gt;pasar mengalami penurunan pada Rabu (15/2) setelah menteri keuangan zona &lt;br&gt;euro menunda keputusan pemberian dana talangan (bailout) Yunani karena &lt;br&gt;Negeri Dewa- Dewa dianggap belum menunjukkan dukungan politik guna &lt;br&gt;dilaksanakannya program penghematan.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470150/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470150/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-4007431735318854219?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/4007431735318854219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=4007431735318854219' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4007431735318854219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4007431735318854219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-potensi-penurunan.html' title='[Koran-Digital] Potensi Penurunan Peringkat Kredit-Moody’s Ingatkan Perbankan Global'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5191399337617127421</id><published>2012-02-16T16:41:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T16:42:17.914-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Indonesia Borong Pesawat</title><content type='html'>Indonesia Borong Pesawat PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;Image&lt;p&gt;SINGAPURA– Industri penerbangan Indonesia semakin unjuk gigi di kancah &lt;br&gt;internasional. Hal ini terlihat dari mendominasinya perusahaan &lt;br&gt;penerbangan Tanah Air yang memborong pesawat di Singapore Airshow 2012.&lt;p&gt;Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) &lt;br&gt;Herry Bakti S Gumay mengatakan, mendominasinya pembelian pesawat oleh &lt;br&gt;maskapai penerbangan nasional pada acara tersebut mengidentifikasikan &lt;br&gt;semakin tumbuhnya industri penerbangan di Indonesia.Hal ini,menurut &lt;br&gt;dia,juga didukung dengan semakin baiknya perekonomian di dalam negeri.&lt;p&gt;&amp;quot;Peningkatan industri penerbangan itu ditunjang dengan iklim &lt;br&gt;perekonomian. Pada tahun ini, pertumbuhan ekonomi diprediksi meningkat &lt;br&gt;6,7%, sedangkan industri penerbangan diperkirakan meningkat dua kali &lt;br&gt;lipatnya yaitu 15–20%,&amp;quot; kata Herry saat ditemui sejumlah media dari &lt;br&gt;Indonesia dalam pameran kedirgantaraan Singapore Airshow 2012di &lt;br&gt;Singapura,kemarin.&lt;p&gt;Maskapai penerbangan nasional yang turut memborong pesawat dalam acara &lt;br&gt;ini di antaranya PT Garuda Indonesia Tbk yang membeli 18 pesawat &lt;br&gt;Bombardier CRJ-1000 Next Gen; Susi Air membeli 16 pesawat, di antaranya &lt;br&gt;Cessna 208B Grand Caravans dan Citation Sovereigns. Maskapai lainnya, PT &lt;br&gt;Merpati Nusantara Airlines, juga menjajaki kerja sama dengan pabrikan &lt;br&gt;pesawat asal China untuk rencana pembelian pesawat sedang kapasitas 100 &lt;br&gt;kursi.&lt;p&gt;Namun, maskapai nasional yang paling banyak membeli pesawat dalam &lt;br&gt;perhelatan dua tahunan ini adalah PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) &lt;br&gt;dalam pembelian 261 unit pesawat. Pembelian tersebut terdiri atas 230 &lt;br&gt;unit pesawat Boeing 737 Max dan 737-900 ER,4 unit jet Howker 900 XP, dan &lt;br&gt;27 unit ATR 72-600s.&lt;p&gt;Dengan banyaknya penambahan unit pesawat oleh berbagai maskapai &lt;br&gt;penerbangan tersebut, pemerintah diminta untuk mempercepat pembangunan &lt;br&gt;sarana infrastruktur kebandarudaraan di Tanah Air. Untuk itu, menurut &lt;br&gt;Herry, pemerintah telah mempunyai program Masterplan Percepatan dan &lt;br&gt;Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). &amp;quot;Kita juga buka skema &lt;br&gt;kerja sama dengan swasta melalui sinergi pemerintah dan swasta,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;Namun,menurut Herry, untuk membangun infrastruktur kebandarudaraan di &lt;br&gt;Indonesia dibutuhkan waktu yang cukup panjang. Ditemui di tempat yang &lt;br&gt;sama,Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan pameran kedirgantaraan seperti &lt;br&gt;Singapore Airshow seharusnya juga dibuat di Indonesia.Hal ini untuk &lt;br&gt;memajukan industri penerbangan Tanah Air yang semakin tumbuh. Selain &lt;br&gt;itu, acara ini juga bisa menarik kerja sama dengan perusahaan dalam &lt;br&gt;negeri secara internasional.&lt;p&gt;&amp;quot;Sepertinya Indonesia perlu bikin airshow lagi seperti di zaman Habibie &lt;br&gt;dulu, ketika menjadi menteri riset dan teknologi, nilainya sangat &lt;br&gt;strategis,&amp;quot; kata Dahlan.Dia menjelaskan, pameran ini sangat &lt;br&gt;menguntungkan jika bisa diadakan di Indonesia, terutama bagi BUMN yang &lt;br&gt;terkait industri penerbangan. BUMN bisa melebarkan sayap,tidak saja di &lt;br&gt;regional,tetapi internasional.&lt;p&gt;Sementara itu, Managing Director of Experia Events–– panitia &lt;br&gt;penyelenggara Singapore Airshow, Jimmy Lau mengatakan, pergelaran &lt;br&gt;Singapore Airshow 2012 menargetkan mampu menarik pendapatan hingga USD10 &lt;br&gt;miliar dalam empat hari pameran,yaitu 14–17 Februari 2012. &amp;quot;Kini target &lt;br&gt;kami sudah terlampaui. Lebih dari dua kali lipat, meski baru berlangsung &lt;br&gt;dalam dua hari, terutama dengan adanya transaksi Lion Air dengan Boeing &lt;br&gt;senilai USD22,4 miliar,&amp;quot;kata Jimmy.&lt;p&gt;Pada hari pertama, 14 Februari 2012, transaksi yang tercatat USD26 &lt;br&gt;miliar. Dia menambahkan nilai transaksi di Singapore Airshow 2012 &lt;br&gt;terbesar dicatat Lion Air, maskapai asal Indonesia, senilai USD22,4 &lt;br&gt;miliar pada hari pertama. Lion Air menandatangani kontrak pembelian 230 &lt;br&gt;pesawat Boeing 737 Max dan 737-900 ER.&lt;p&gt;Selanjutnya, transaksi juga dilakukan oleh Boeing,Airbus dan Rolls Royce &lt;br&gt;yang dilakukan pada hari pertama pameran. Beberapa perusahaan &lt;br&gt;menandatangani kontrak,di antaranya Sikorsky Aircraft Corporation dengan &lt;br&gt;Japan Coast Guard untuk pembelian empat unit helikopter S-76D. Honeywell &lt;br&gt;membuat perjanjian dengan Air China. &lt;p&gt;Laporan Wartawan SINDO&lt;br&gt;HERU FEBRIANTO&lt;br&gt;Singapura&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470129/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470129/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5191399337617127421?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5191399337617127421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5191399337617127421' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5191399337617127421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5191399337617127421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-indonesia-borong-pesawat.html' title='[Koran-Digital] Indonesia Borong Pesawat'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-2648164797541367188</id><published>2012-02-16T16:38:00.001-08:00</published><updated>2012-02-16T16:38:49.845-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] KOMARUDDIN HIDAYAT: Politik dan Penjara</title><content type='html'>Politik dan Penjara PDF Print&lt;br&gt;Friday, 17 February 2012&lt;br&gt;Hubungan antara politik dan penjara itu selalu berdekatan, bahkan &lt;br&gt;berimpitan. Sejarah mencatat, banyak politikus yang pernah tinggal di &lt;br&gt;penjara.Hanya saja, kualitas dan penyebabnya tidak selalu sama.&lt;p&gt;Dalam pengertiannya yang luas, politikus/politisi adalah mereka yang &lt;br&gt;berjuang memperebutkan kekuasaan dalam struktur pemerintahan untuk &lt;br&gt;mengatur dan menggerakkan mesin birokrasi negara demi memajukan dan &lt;br&gt;menyejahterakan rakyat. Oleh karena itu pada dasarnya karier politik itu &lt;br&gt;terhormat dan mulia. Jadi, kalau sekarang ini partai politik dan &lt;br&gt;politisi jelek citranya di mata masyarakat, adadua kemungkinan.&lt;p&gt;Pertama, masyarakat tidak tahu dan tidak menyadari bahwa politisi itu &lt;br&gt;tengah berjuang membela rakyat sehingga sepantasnya rakyat menghargai &lt;br&gt;dan menghormatinya. Kemungkinan kedua, telah terjadi degradasi, &lt;br&gt;penyimpangan dan pembusukan dalam tubuh politik sehingga cita-cita mulia &lt;br&gt;politik telah hilang, dirusak politisi.Ketika politisi tidak lagi secara &lt;br&gt;transparan dan terbukti menyejahterakan rakyat, melainkan hanya sibuk &lt;br&gt;menyejahterakan dirinya saja, maka logis bila rakyat tidak lagi respek.&lt;p&gt;Citacita mulia politik dibajak oleh nafsu dan naluri primitif para &lt;br&gt;aktornya. Dalam sejarah, banyak politikus yang kemudian tumbuh menjadi &lt;br&gt;negarawan yang akrab dengan penjara karena dianggap mengancam posisi &lt;br&gt;lawannya. Siapa yang tidak tahu Mahatma Gandhi,Nelson Mandela, Ayatullah &lt;br&gt;Khomeini,Soekarno, Hatta,Hamka,Mochtar Lubis, dan masih banyak aktivis &lt;br&gt;politik lain yang pernah tinggal di penjara, tetapi tetap dihormati dan &lt;br&gt;dicintai rakyatnya?&lt;p&gt;Bagi mereka penjara merupakan simbol keteguhan jiwa dalam membela &lt;br&gt;prinsip kebenaran dan kemerdekaan sekalipun harus dibayar dengan &lt;br&gt;mendekam di kamar tahanan yang sempit dan pengap. Penjara adalah risiko &lt;br&gt;yang mesti dihadapi demi mempertahankan prinsip dan cita-cita luhur &lt;br&gt;perjuangan. Bagi pejuang kemerdekaan seperti Gandhi atau Mandela, &lt;br&gt;penjara justru menjadi penghubung dengan rakyatnya agar terus berjuang, &lt;br&gt;tidak menyerah terhadap penguasa yang merampas martabat dan kedaulatan &lt;br&gt;bangsanya.&lt;p&gt;Fisiknya bisa saja terkurung di ruang sempit,tetapi jiwa dan pikirannya &lt;br&gt;menyatu dengan rakyat untuk bersama-sama membangun bangsa, melawan &lt;br&gt;kebatilan, seperti halnya yang dilakukan Ayatullah Khomeini yang &lt;br&gt;menggerakkan rakyatnya untuk melawan Shah Reza Pahlewi dari &lt;br&gt;pengasingannya di Prancis.Tembok penjara dan pengasingan tidak mampu &lt;br&gt;memisahkan ikatan batin antara pemimpin dan pendukungnya. Tapi &lt;br&gt;akhir-akhir ini yang berkembang di Indonesia adalah politik, korupsi, &lt;br&gt;dan penjara.&lt;p&gt;Dulu para politikus berkorban dan berjuang demi membela rakyat, sekarang &lt;br&gt;sebagian aktivis politik sibuk bergerilya mencari celah korupsi &lt;br&gt;mengkhianati amanat dan harapan rakyat. Ironis dan menyedihkan.Ketika &lt;br&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menemukan indikasi korupsinya, &lt;br&gt;mereka beramairamai membuat pernyataan bahwa semua itu fitnah belaka. &lt;br&gt;Maka tampillah wajah-wajah pembela hukum yang berusaha meyakinkan publik &lt;br&gt;bahwa kliennya bersih.&lt;p&gt;Tugas mulia politisi dan pembela hukum lalu tercoreng oleh mereka yang &lt;br&gt;hanya menjadikan dua profesi tersebut kedok semata untuk mencari &lt;br&gt;keuntungan materi. Tidak hanya tercoreng, tetapi malah tenggelam dan &lt;br&gt;babak belur. Kepercayaan rakyat merosot drastis terhadap politisi dan &lt;br&gt;profesi penegak hukum.&lt;p&gt;Sekian banyak bupati,wali kota, gubernur, menteri, anggota DPR terbukti &lt;br&gt;terlibat korupsi dan terancam penjara.Rakyat bertanya-tanya, yang tidak &lt;br&gt;atau belum terlibat korupsi itu apakah memang benar-benar bersih ataukah &lt;br&gt;hanya tidak tertangkap saja? Akibat yang muncul,wibawa pemerintah dan &lt;br&gt;politisi jatuh.&lt;p&gt;Sementara potensi konflik baik secara vertikal maupun horizontal kian &lt;br&gt;merebak sehingga mulai terjadi social disobedience (pembangkangan &lt;br&gt;sosial). Rakyat mudah marah,merusak dan main keroyok, bahkan merusak &lt;br&gt;simbol-simbol negara seperti kantor polisi dan kantor bupati.Kaum buruh &lt;br&gt;pun ramairamai menutup jalan raya agar tuntutannya didengar. Konflik &lt;br&gt;sosial terjadi di mana-mana,politisi jadi bulanbulanan media massa &lt;br&gt;akibat korupsi, sementara pemerintah tidak cukup berwibawa.&lt;p&gt;Alih-alih mengantarkan lahirnya sosok-sosok negarawan, partai politik &lt;br&gt;dan panggung politik melahirkan banyak koruptor yang mestinya memang &lt;br&gt;tinggal di penjara, bukannya kantor pemerintah yang terhormat. Sekarang &lt;br&gt;semakin sulit menemukan ruang tahanan yang dihuni pejuang politik dan &lt;br&gt;negarawan seperti masa lalu.&lt;p&gt;Yang ada adalah koruptor, pembunuh,pengedar narkoba, dan sopir mabuk &lt;br&gt;yang jadi algojo di jalan raya. Dulu, banyak politikus sebelum hidup &lt;br&gt;layak tinggal di penjara. Sekarang banyak politikus tinggal di kantor &lt;br&gt;megah dengan fasilitas mewah, lalu ujungnya pindah ke penjara.●&lt;p&gt;PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT&lt;br&gt;Rektor Universitas Islam Negeri (UIN)&lt;br&gt;Syarif Hidayatullah&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470283/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/470283/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-2648164797541367188?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/2648164797541367188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=2648164797541367188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2648164797541367188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2648164797541367188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-komaruddin-hidayat.html' title='[Koran-Digital] KOMARUDDIN HIDAYAT: Politik dan Penjara'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3344608210037948545</id><published>2012-02-16T00:41:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T00:42:37.221-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Penindakan Cukai Tebang Pilih dan Pesanan</title><content type='html'>16 Februari 2012 | 15:10 wib&lt;br&gt;Penindakan Cukai Tebang Pilih dan Pesanan&lt;p&gt;KUDUS, &lt;a href="http://suaramerdeka.com"&gt;suaramerdeka.com&lt;/a&gt; - Aparat Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan &lt;br&gt;Cukai (KPPBC) Kudus dinilai tebang pilih dalam penindakan rokok polos &lt;br&gt;atau tanpa cukai. Ada dugaan hanya pengusaha rokok tertentu yang &lt;br&gt;ditindak. Bahkan, ditengarai kebijakan tersebut hanya merupakan pesan &lt;br&gt;sponsor dari pihak tertentu terkait persaingan usaha.&lt;p&gt;Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Federasi &lt;br&gt;Serikat Pekerja Transport Indonesia - Konfederasi Serikat Pekerja &lt;br&gt;Seluruh Indonesia (DPC FSPTI KSPSI) Kabupaten Kudus, melalui siaran pers &lt;br&gt;kepada Suara Merdeka, Kamis (16/2). Menurut Ketua DPC, Daru Handoyo, &lt;br&gt;kejadian tersebut berawal dari pejabat KPPBC di lapangan yang diduga &lt;br&gt;telah menyelewengkan kewenanganan yang dimilikinya itu. &amp;#39;&amp;#39;Mestinya, &lt;br&gt;Kepala KPPBC Kudus sebelum melakukan penindakan terhadap pengusaha rokok &lt;br&gt;polos, terlebih dahulu menindak oknum pejabat yang diduga menyelewengkan &lt;br&gt;kewenangannya,&amp;#39;&amp;#39; katanya.&lt;p&gt;Secara prinsip, pihaknya mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh &lt;br&gt;Kepala KPPBC Kudus dalam memberantas rokok polos. Hanya saja, upaya &lt;br&gt;tersebut tidak hanya dilakukan dengan hanya duduk dan menerima laporan &lt;br&gt;dari bawahan, namun perlu memperkuat pengawasan internal terhadap &lt;br&gt;pejabat yang mempunyai kewenangan dalam penindakan. &amp;#39;&amp;#39;Hal ini menjadi &lt;br&gt;penting mengingat adanya dugaan rekayasa dalam perkara rokok polos akan &lt;br&gt;senantiasa berdampak buruk terhadap kehidupan pekerja atau buruh,&amp;#39;&amp;#39; &lt;br&gt;jelasnya.&lt;p&gt;Sementara itu, Kepala KPPBC, Nugroho Wahyu Widodo, ketika dikonfirmasi &lt;br&gt;secara tegas membantah tudingan tersebut. Melalui surat elektronik yang &lt;br&gt;ditujukan kepada Suara Merdeka, pihaknya mengaskan tidak pernah tebang &lt;br&gt;pilih dalam penindakan yang dilakukannya. &amp;#39;&amp;#39;Sampai dengan hari ini ada &lt;br&gt;11 penindakan yang telah kami lakukan. Satu penindakan sudah kita &lt;br&gt;limpahkan ke Kejaksaan Negeri Jepara untuk proses penuntutan, tiga &lt;br&gt;penindakan ditindaklanjuti dengan sanksi administrasi dengan jumlah Rp &lt;br&gt;76.992.000, satu penindakan ditindaklanjuti sebagai Barang Milik Negara, &lt;br&gt;dan enam penindakan dalam proses penelitian,&amp;#39;&amp;#39; paparnya.&lt;p&gt;Ditegaskannya, Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Bea dan Cukai &lt;br&gt;selalu bertindak secara professional, independen, dan selalu memenuhi &lt;br&gt;hak-hak saksi atau tersangka dalam pemeriksaan, serta tidak memaksakan &lt;br&gt;suatu keterangan kepada pihak yang sedang diperiksa tersebut. Pada &lt;br&gt;prinsipnya, unit Kepatuhan Internal berusaha bekerja maksimal untuk &lt;br&gt;memastikan seluruh kegiatan di lingkungan KPPBC Kudus berjalan dengan &lt;br&gt;baik, sesuai dengan peraturan dan standar operasional yang berlaku. &lt;br&gt;Setiap pegawai terikat dengan kode etik dan disiplin pegawai.&lt;p&gt;&amp;#39;&amp;#39;Kami juga secara aktif mendorong pegawai untuk memiliki integritas &lt;br&gt;yang tinggi serta bekerja secara profesional dalam melayani masyarakat.&amp;quot; &lt;br&gt;tegasnya. Di samping itu unit kepatuhan iternal juga menampung seluruh &lt;br&gt;pengaduan dan apresiasi masyarakat baik melalui surat, telepon/sms &lt;br&gt;dengan nomor : 0291 3415059, 08985555059, &lt;a href="mailto:email%3Abckudus@gmail.com"&gt;email:bckudus@gmail.com&lt;/a&gt; maupun &lt;br&gt;dapat menyampaikan langsung kepada petugas.&lt;p&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/02/16/109715/Penindakan-Cukai-Tebang-Pilih-dan-Pesanan"&gt;http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/02/16/109715/Penindakan-Cukai-Tebang-Pilih-dan-Pesanan&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3344608210037948545?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3344608210037948545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3344608210037948545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3344608210037948545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3344608210037948545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-penindakan-cukai-tebang.html' title='[Koran-Digital] Penindakan Cukai Tebang Pilih dan Pesanan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7737418345997381961</id><published>2012-02-16T00:37:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T00:38:12.378-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Sutarman: Tak Ada Rekening Gendut di Polri</title><content type='html'>Sutarman: Tak Ada Rekening Gendut di Polri&lt;br&gt;Polhukam / Kamis, 16 Februari 2012 15:31 WIB&lt;p&gt;&lt;p&gt;Metrotvnews.com, Jakarta: Mabes Polri ogah bila sejumlah perwiranya &lt;br&gt;disebut terlibat rekening gendut. Mereka mengaku sudah menuntaskan kasus &lt;br&gt;rekening yang mencuat di publik itu.&lt;p&gt;&amp;quot;Rekening yang di kepolisian sudah dijelaskan, sudah diselesaikan dan &lt;br&gt;yang sekarang sudah dikerjakan dari Pusat Pelaporan dan Analisa &lt;br&gt;Transaksi Keuangan. Banyak dari beberapa pihak, tapi saya tidak bisa &lt;br&gt;menyebutkan,&amp;quot; kata Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi &lt;br&gt;Sutarman di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/2).&lt;p&gt;Menurut Sutarman, Polri sudah sedari dulu membereskan hal itu. Bahkan, &lt;br&gt;kasus tersebut diselesaikan di kepengurusan Jenderal Polisi Bambang &lt;br&gt;Hendarso Danuri (BHD).&lt;p&gt;&amp;quot;Kan sudah selesai di internal kepolisian. Itu sudah diselesaikan pada &lt;br&gt;masanya pak BHD. Dan saat ini clear sudah tidak ada masalah,&amp;quot; tambahnya.&lt;p&gt;Sementara menanggapi tuduhan dari ICW terkait masih banyaknya rekening &lt;br&gt;gendut tersebut, Sutarman menyebut itu tuduhan tanpa bukti.&lt;p&gt;&amp;quot;Ya itu kan tuduhan tanpa bukti, ya sekedar tuduhan. Kan yang &lt;br&gt;membuktikan kita, dan yang tahu persis kita, makanya dibilang ada &lt;br&gt;rekening gendut, rekening gendut yang mana,&amp;quot; tegasnya.&lt;p&gt;Ia pun berani menjamin, jika kasus tersebut sudah diserahkan kepada &lt;br&gt;PPATK. &amp;quot;Ya sudah diselesaikan, dan sudah dilaporkan ke PPATK. Dari PPATK &lt;br&gt;diserahkan ke penyelidikan, dari PPATK ke kita. Kita lakukan &lt;br&gt;penyelidikan dan yang menjadi berkas diproses apakah itu sesuai dengan &lt;br&gt;laporan dan selanjutnya kita laporkan ke PPATK kembali,&amp;quot; pungkasnya.(Wtr2)&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/02/16/82106/Sutarman-Tak-Ada-Rekening-Gendut-di-Polri/1"&gt;http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/02/16/82106/Sutarman-Tak-Ada-Rekening-Gendut-di-Polri/1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7737418345997381961?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7737418345997381961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7737418345997381961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7737418345997381961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7737418345997381961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-sutarman-tak-ada-rekening.html' title='[Koran-Digital] Sutarman: Tak Ada Rekening Gendut di Polri'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1199037348291432066</id><published>2012-02-16T00:01:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T00:02:05.932-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Jepang Ingkar Janji Soal Program Transfer Teknologi Industri</title><content type='html'>Kamis, 16/02/2012 14:22 WIB&lt;br&gt;Jepang Ingkar Janji Soal Program Transfer Teknologi Industri&lt;br&gt;Zulfi Suhendra - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Sudah hampir berjalan 5 tahun, program pembangunan kapasitas &lt;br&gt;industri yang disebut Manufacturing Industry Development Center (Midec) &lt;br&gt;antara Indonesia dengan Jepang jalan di tempat. Indonesia menuding &lt;br&gt;Jepang kurang mau merealisasikan program tersebut.&lt;p&gt;Padahal sejatinya Midec sebagai penyeimbang antara terbukanya pasar &lt;br&gt;Indonesia dengan perdagangan bebas bilateral dengan Jepang atau &lt;br&gt;Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Midec merupakan &lt;br&gt;salah satu syarat dari IJ-EPA yang diminta Indonesia, yaitu Jepang harus &lt;br&gt;memberikan program pendampingan bagi industri di dalam negeri.&lt;p&gt;&amp;quot;Capacity building untuk industri kurang berjalan, karena salah satu &lt;br&gt;kelemahan pihak Jepang kurang mengimplementasikan capacity building yang &lt;br&gt;dulu disepakati untuk engineer Indonesia agar bisa memperoleh keahlian,&amp;quot; &lt;br&gt;katanya di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;Mandegnya program ini, diperparah dengan realisasi perdagangan kedua &lt;br&gt;negara, Indonesia ternyata mengalami defisit perdagangan dengan Jepang &lt;br&gt;di 2011 semenjak adanya IJ-EPA pada 2008 lalu.&lt;p&gt;Defisit perdagangan dengan Jepang, tercatat total ekspor Indonesia ke &lt;br&gt;Jepang hanya US$ 18,33 miliar, sementara impor Indonesia dari Jepang US$ &lt;br&gt;19,31 miliar.&lt;p&gt;&amp;quot;Kalau mereview ekspor kita ke Jepang tahun lalu (2011), lebih kecil &lt;br&gt;dari pada impornya, saya sudah menyampaikan ini saat bilateral meeting &lt;br&gt;di Bali, dan hal ini akan ditindak lanjuti agar seimbang,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;Masalah mandegnya program Midec sudah disampaikan oleh Menteri &lt;br&gt;Perindustrian sebelumnya yaitu Fahmi Idris di 2009 lalu, pada waktu itu &lt;br&gt;program itu sudah tak berjalan lancar, jauh dari yang diharapkan.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/141514/1844173/1036/jepang-ingkar-janji-soal-program-transfer-teknologi-industri?f9911023"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/141514/1844173/1036/jepang-ingkar-janji-soal-program-transfer-teknologi-industri?f9911023&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1199037348291432066?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1199037348291432066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1199037348291432066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1199037348291432066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1199037348291432066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-jepang-ingkar-janji-soal.html' title='[Koran-Digital] Jepang Ingkar Janji Soal Program Transfer Teknologi Industri'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1026773626088224306</id><published>2012-02-15T23:58:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T23:59:06.352-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Malinda Dee Dituntut 13 Tahun Penjara &amp; Denda Rp 10 M</title><content type='html'>Malinda Dee Dituntut 13 Tahun Penjara &amp;amp; Denda Rp 10 M&lt;br&gt;Suci Dian Firani - detikNews&lt;br&gt;Kamis, 16/02/2012 13:51 WIB&lt;br&gt;Jakarta Terdakwa kasus pembobolan dana nasabah Citibank, Malinda Dee, &lt;br&gt;duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan &lt;br&gt;pakaian serba hitam. Hari ini Malinda dituntut 13 tahun penjara dan &lt;br&gt;denda Rp 10 miliar.&lt;p&gt;&amp;quot;Menghukum terdakwa selama 13 tahun kurungan dikurangi masa tahanan dan &lt;br&gt;denda Rp 10 miliar subsider 7 bulan kurangan,&amp;quot; ujar JPU Tatang Sutarna &lt;br&gt;di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;Malinda Dee dinilai terbukti secara sah bersalah dan meyakinkan &lt;br&gt;melakukan tindak pidana perbankan pasal 49 ayat 1 huruf A UU Perbankan &lt;br&gt;jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Kedua, pasal 3 ayat 1 huf B &lt;br&gt;UU Pencucian Uang jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Ketiga, pasal 3 UU No 8 Tahun &lt;br&gt;2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang &lt;br&gt;jo pasal 65 ayat 1 KUHP.&lt;p&gt;Seperti diketahui, JPU mendakwa Malinda Dee membobol dana nasabah &lt;br&gt;Citigold Citibank sejak Januari 2007 hingga Februari 2011. Selama itu, &lt;br&gt;Malinda berhasil mengelabui 37 nasabah Citigold Citibank dengan &lt;br&gt;menggunakan puluhan miliar uang mereka tanpa izin untuk berbagai &lt;br&gt;keperluan pribadinya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/135126/1844097/10/malinda-dee-dituntut-13-tahun-penjara-denda-rp-10-m?n990102mainnews"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/135126/1844097/10/malinda-dee-dituntut-13-tahun-penjara-denda-rp-10-m?n990102mainnews&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1026773626088224306?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1026773626088224306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1026773626088224306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1026773626088224306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1026773626088224306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-malinda-dee-dituntut-13.html' title='[Koran-Digital] Malinda Dee Dituntut 13 Tahun Penjara &amp; Denda Rp 10 M'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8656436743583056106</id><published>2012-02-15T23:18:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T23:19:24.619-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] BONNIE TRIYANA: In Memoriam Ahmad Supardi Adiwijaya</title><content type='html'>Obituari&lt;br&gt;In Memoriam Ahmad Supardi Adiwijaya&lt;br&gt;Sabtu, 11 Februari 2012 - 22:36:56 WIB&lt;p&gt;Sukarno memberangkatkannya, Soeharto menghalanginya. Kini dia berpulang &lt;br&gt;untuk selamanya.&lt;p&gt;INGATAN saya melayang kembali ke empat tahun lampau, pada suatu hari di &lt;br&gt;bulan Februari. Seorang pria tua bertopi menjemput di stasiun Hoofddorp. &lt;br&gt;Tak sepadan dengan usianya, dia tampak masih enerjik. &amp;quot;Buat apa bapak &lt;br&gt;jemput saya di sini? Saya bisa ke Zaandam sendiri,&amp;quot; kata saya. &amp;quot;Ah.. &lt;br&gt;Bung kan tamu, harus saya layani,&amp;quot; balas pria itu sambil menepuk pundak &lt;br&gt;saya seraya menggiring masuk ke ruang tunggu peron. Berlindung dari &lt;br&gt;terpaan angin musim semi yang masih dingin menusuk. Tak lama, kereta &lt;br&gt;datang. Kami duduk saling berhadapan. Dia bicara tentang masa lalunya &lt;br&gt;yang tak putus sampai kereta tiba di stasiun tujuan.&lt;p&gt;&amp;quot;Biar bung saya bonceng. Biar gini-gini juga saya masih kuat balap lari &lt;br&gt;dengan bung,&amp;quot; kata dia mempersilahkan saya menaiki sepeda jengkinya – &lt;br&gt;setahun kemudian dia cerita sepeda itu hilang dicuri kendati sudah &lt;br&gt;digembok dobel. Lelaki itu mulai menggenjot sepedanya dengan barang &lt;br&gt;muatan seorang pemuda plus tas ransel di punggungnya. Mungkin setara &lt;br&gt;empat karung beras, tapi sepeda terus melesat.&lt;p&gt;Ahmad Supardi Adiwijaya, demikian nama lelaki yang selalu berdandan &lt;br&gt;necis itu. Keberadaannya di Belanda punya riwayat panjang. Sebuah &lt;br&gt;riwayat yang baru saja ditutup seiring kematiannya kemarin, Jumat (10/2) &lt;br&gt;di Belanda. Pak Pardi, demikian saya memanggilnya, terkena serangan &lt;br&gt;jantung saat bermain bulutangkis pada Minggu (5/2). Sempat dirawat dalam &lt;br&gt;keadaan koma selama sepekan namun fisiknya tak lagi sekuat empat tahun &lt;br&gt;lalu, saat memboceng &amp;quot;empat karung beras&amp;quot; tiba selamat sampai di &lt;br&gt;rumahnya. Dia wafat pada usia 71 tahun.&lt;p&gt;Supardi tak pernah bermimpi hidup di luar negeri. Tapi jalan hidup &lt;br&gt;berkata lain. Dia, bersama banyak pemuda Indonesia terpilih lainnya, &lt;br&gt;berangkat ke Uni Soviet sebagai mahasiswa ikatan dinas (Mahid) pada &lt;br&gt;Agustus 1962. Sebelum berangkat, Supardi masih berstatus mahasiswa &lt;br&gt;Fakultas Hukum Universitas Indonesia.&lt;p&gt;Moskow yang dingin bersalju tak menurunkan elannya. Menjadi sarjana &lt;br&gt;ekonomi dan bekerja di Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) &lt;br&gt;adalah cita-cita Supardi kelak. Dalam benaknya terbayang bahwa Indonesia &lt;br&gt;adalah seumpama lahan subur yang terbentang luas dan memerlukan tenaga &lt;br&gt;pemuda untuk menggarapnya.&lt;p&gt;Sebagai mahid, Supardi menerima tunjangan sebesar 90 rubel per bulan. &lt;br&gt;Berdasarkan perjanjian dengan Kementerian PTIP (Pendidikan Tinggi dan &lt;br&gt;Ilmu Pengetahuan) yang memberangkatkannya, setiap mahid (sejak tahun &lt;br&gt;1962) diberi tunjangan oleh pemerintah Indonesia setiap tahun untuk &lt;br&gt;&amp;quot;uang pakaian&amp;quot; sebesar 125 US Dollar. Sedangkan beasiswa lainnya &lt;br&gt;diberikan oleh pemerintah Uni Soviet sebagai wujud persahabatan. &lt;br&gt;Berbekal uang itu Supardi bisa hidup sederhana dan memenuhi kebutuhannya &lt;br&gt;sehari-hari. Biaya kamar, kegiatan olahraga, buku-buku dan semua &lt;br&gt;keperluan studi sepenuhnya ditanggung universitas alias gratis.&lt;p&gt;Pada saat kuliah, Supardi aktif mengikuti banyak kegiatan, mulai musik &lt;br&gt;sampai olahraga. Dia belajar main drum agar bisa aktif dalam pertunjukan &lt;br&gt;kesenian. Dalam bidang olahraga dia pun lihai bermain bulutangkis. Di &lt;br&gt;luar kuliah, Supardi tergabung sebagai anggota Gerakan Pembela Ajaran &lt;br&gt;Soekarno (Gepas). Organisasi mahasiswa nasional Indonesia yang berada di &lt;br&gt;Uni Soviet itu menahbiskan diri sebagai pengikut ajaran Soekarno.&lt;p&gt;Pada 1 Oktober 1965, saat Supardi berada di pengujung masa studinya, dia &lt;br&gt;mendengar berita dari radio tentang gerakan Dewan Revolusi yang dipimpin &lt;br&gt;Letkol. Untung di Jakarta. Supardi mengambil sikap mengutuk gerakan itu &lt;br&gt;seraya tetap mendukung kepemimpinan Presiden Soekarno. Prinsip yang &lt;br&gt;dipegangnya adalah perjanjian sebagai Mahid sebelum berangkat: akan &lt;br&gt;tetap setia kepada Kepala Negara Republik Indonesia.&lt;p&gt;Keyakinan Supardi ternyata berpengaruh pada jalan hidupnya di kemudian &lt;br&gt;hari. Soekarno dilengserkan secara perlahan oleh Soeharto. Seketika pula &lt;br&gt;semua hal yang dianggap berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia &lt;br&gt;(PKI) dan Soekarno ditetapkan musuh utama Orde Baru. Tidak ada tempat &lt;br&gt;bagi pendukung Soekarno.&lt;p&gt;Soeharto yang perlahan tapi pasti menduduki kekuasaan mulai melakukan &lt;br&gt;konsolidasi. Kepada mereka yang berada di luar negeri, baik yang &lt;br&gt;menduduki kedutaan besar maupun mahasiswa diberikan dua pilihan: &lt;br&gt;mendukung Soeharto atau tidak. Bagi mereka yang mendukung selalu &lt;br&gt;tersedia &amp;quot;tiket&amp;quot; untuk kembali pulang dengan aman. Sedangkan yang tak &lt;br&gt;memberikan pilihannya pada kekuasaan Soeharto, tak ada pilihan lain &lt;br&gt;kecuali bertahan di negeri rantau.&lt;p&gt;Supardi, seperti yang ia yakini sejak awal, tetap mendukung Soekarno. &lt;br&gt;Bagi dia presiden Republik Indonesia yang resmi tetaplah Soekarno. &lt;br&gt;Konsekuensi logis yang harus diterimanya adalah hidup jauh dari tanah &lt;br&gt;air, tanpa mengetahui kapan bisa kembali menjejakkan kaki di tanah air.&lt;p&gt;Waktu terus bergulir. Harapan pulang dan kerinduan pada keluarga di &lt;br&gt;kampung halaman tetap ada dalam benak Supardi. Sekali pun belakangan, &lt;br&gt;disadarinya kalau itu ilusi belaka. Namun Supardi harus tetap bertahan &lt;br&gt;pada keadaan yang dihadapinya. Layar telah terkembang, pantang perahu &lt;br&gt;berlabuh pulang sebelum hasil boleh didulang. Pada 1967 Supardi berhasil &lt;br&gt;meraih gelar master ekonomi dari Universitas Lumumba dan melanjutkan &lt;br&gt;studinya ke jenjang doktoral di Universitas Negara Lomonosov. Pada masa &lt;br&gt;kuliah doktor, dia memutuskan menikahi gadis Rusia, Tatiana, 25 Maret 1971.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya melanjutkan pendidikan doktoral saya dalam bidang sejarah di &lt;br&gt;Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, Universitas Negara Lomonosov. Jadi saya ini &lt;br&gt;pemegang gelar Ph.D sejarah lho,&amp;quot; ujarnya sembari menunjukkan ijazah &lt;br&gt;doktornya kepada saya saat bertandang ke rumahnya empat tahun lalu.&lt;p&gt;Pada 1975 Supardi berhasil jadi doktor. Bidangnya masih jarang ditemui &lt;br&gt;di Indonesia: sejarah ekonomi. Disertasinya pun &amp;quot;mengerikan&amp;quot; untuk &lt;br&gt;zamannya: &amp;quot;Persatuan Kaum Progresif Indonesia- Syarat Penting (untuk) &lt;br&gt;Pencapaian Demokrasi dan Kemerdekaan Penuh (1959-1965)&amp;quot;. Berbekal doktor &lt;br&gt;dalam kajian sejarah, Supardi melamar pekerjaan di Institute Oriental &lt;br&gt;Studies, Moskow. Di sana dia bekerja sebagai pegawai bagian informasi &lt;br&gt;ilmiah sejak tahun 1976 sampai dengan 1990.&lt;p&gt;Pada akhir tahun 1970-an, Supardi datang ke Kedutaan Besar Republik &lt;br&gt;Indonesia di Moskow untuk mengajukan permintaan mendapatkan izin pulang &lt;br&gt;ke tanah air. Sesuai dengan prosedur yang ada di KBRI, Supardi mengisi &lt;br&gt;formulir pendaftaran. Izin tak berbalas. Sepuluh tahun masa penantian &lt;br&gt;sia-sia belaka. Supardi gagal pulang dan berhasil mendapatkan kembali &lt;br&gt;kewarganegaraan Indonesia.&lt;p&gt;Pada 1989 ribuan rakyat Jerman Timur dan Barat berbondong-bondong &lt;br&gt;menghancurkan tembok yang memisahkan mereka selama bertahun-tahun. &lt;br&gt;Hancurnya tembok Berlin lambang keruntuhan komunisme di dunia. Perubahan &lt;br&gt;yang diawali dari runtuhnya tembok Berlin menjalar ke Eropa Timur. &lt;br&gt;Lambat laun gelombang perubahan pun menerpa Uni Soviet.&lt;p&gt;Mikhail Gorbachev mengumumkan kebijakan Glasnost dan Prestroika, dentang &lt;br&gt;awal hadirnya kebebasan keterbukaan di seantero jagad Uni Soviet. Peluru &lt;br&gt;kendali berhulu ledak nuklir milik Uni Soviet tak lagi diarahkan ke &lt;br&gt;Amerika Serikat. Usai sudah perang dingin yang telah berlangsung selama &lt;br&gt;hampir 30 tahun. Sementara keadaan di Uni Soviet berubah dengan &lt;br&gt;cepatnya, pada Mei 1990 Supardi bersama keluarganya memutuskan &lt;br&gt;meninggalkan Uni Soviet menuju Belanda sebagai pencari suaka politik.&lt;p&gt;Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, pada 1991 pemerintah &lt;br&gt;Belanda menolak memberikan suaka politik kepadanya dengan alasan bukan &lt;br&gt;orang komunis yang dikejar-kejar pemerintah Orde Baru. Berkat kegigihan &lt;br&gt;dan bantuan &amp;quot;Stichting Vluchtelingen Werk&amp;quot; dan juga bantuan Rita &lt;br&gt;Jongelingen, seorang Indonesianis yang humanis, Supardi dan keluarganya &lt;br&gt;mendapat status A (kategori yang disandangkan kepada para pelarian &lt;br&gt;politik).&lt;p&gt;Akhir tahun 1993, Supardi dan keluarganya memperoleh izin tinggal dari &lt;br&gt;pemerintah Belanda. Untuk menopang hidup seorang istri dan empat &lt;br&gt;anaknya, pada 1994 hingga 1997 Supardi bekerja di Holland Parcel &lt;br&gt;Express, sebuah perusahan kurir di Amsterdam. Meski tak dapat uang &lt;br&gt;pensiun (mengingat masa kerja yang sangat singkat), Supardi tetap bisa &lt;br&gt;menikmati masa pensiunnya sebagai warganegara Belanda dengan jaminan &lt;br&gt;sosial dari pemerintah.&lt;p&gt;Untuk mengisi masa pensiun dan menyalurkan hobi menulisnya, Supardi &lt;br&gt;menjadi koresponden untuk situ berita Rakyat Merdeka Online di Jakarta. &lt;br&gt;Status sebagai wartawan membuatnya luwes bergerak dan menjangkau &lt;br&gt;berbagai tokoh. Seringkali flat Supardi yang sederhana itu menjadi &lt;br&gt;tempat persinggahan kolega Indonesianya yang datang dari berbagai latar &lt;br&gt;belakang profesi: mulai diplomat sampai dengan wartawan. Satu hal yang &lt;br&gt;terus diperjuangkan olehnya saat itu adalah mendapatkan kembali status &lt;br&gt;warganegara Indonesia. &amp;quot;Paling tidak untuk anak-anak saya,&amp;quot; kata dia.&lt;p&gt;Supardi mencintai Indonesia sepenuh hati dan dia ingin keempat anaknya &lt;br&gt;memiliki kecintaan yang sama pada negeri asal ayah mereka. &amp;quot;Agustina &lt;br&gt;anak saya, itu pandai menari Bali lho,&amp;quot; katanya sembari menunjukkan foto &lt;br&gt;anaknya. Untuk berkomunikasi dengan keempat anaknya Supardi menggunakan &lt;br&gt;tiga bahasa sekaligus: Rusia, Indonesia dan Belanda.&lt;p&gt;Pada 2007, sepulangnya dari Belanda, saya sempat menulis sebuah feature &lt;br&gt;panjang mengenai kehidupan warga Indonesia yang mendapat suaka politik &lt;br&gt;di Belanda. Salah satunya tentang Supardi. Lucunya, ternyata dia pun &lt;br&gt;menulis dua serial artikel mengenai diri saya yang dimuat di koran &lt;br&gt;Rakyat Merdeka. Mungkin begitulah kalau dua wartawan bertemu, saling &lt;br&gt;bicara, saling mendengar, saling mencatat dan hasilnya: sebuah kisah. &lt;br&gt;Berbulan kemudian Supardi mengabarkan kepada saya kalau salah seorang &lt;br&gt;anaknya telah memperoleh paspor Indonesia. Belakangan saya dapat kabar &lt;br&gt;kalau Supardi pun sudah kembali punya paspor berlambang garuda.&lt;p&gt;Pada Oktober 2010, saya masih sempat bertemu dengannya di Amsterdam. &lt;br&gt;Saat itu saya diundang untuk bicara pada sebuah diskusi mengenai sejarah &lt;br&gt;Indonesia di rumah Mintardjo di Oestgeest, Leiden. Sama seperti Supardi, &lt;br&gt;Mintardjo pun orang Indonesia yang jadi eksil. Waktu itu Supardi &lt;br&gt;menawarkan agar kami, yang mau pergi ke Leiden, tak perlu naik kereta. &lt;br&gt;&amp;quot;Naik mobil saya saja, saya ke Zaandam dulu. Ambil mobil. Kalian tunggu &lt;br&gt;di sini,&amp;quot; kata dia sambil berlari gesit. Tak lama kemudian sebuah mobil &lt;br&gt;sedan tua datang. Kami bersama pergi ke Leiden. Supardi menyetir mobil. &lt;br&gt;Saya dan tiga kawan, menumpang. Tak dinyana itu pertemuan terakhir. Dia &lt;br&gt;wafat pada sebuah laga, menyerah pada takdir hidup untuk selama-lamanya. &lt;br&gt;Selamat jalan, Pak Pardi. Selamat jalan, sahabat!! [BONNIE TRIYANA]&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.majalah-historia.com/berita-584-in-memoriam-ahmad-supardi-adiwijaya.html"&gt;http://www.majalah-historia.com/berita-584-in-memoriam-ahmad-supardi-adiwijaya.html&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8656436743583056106?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8656436743583056106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8656436743583056106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8656436743583056106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8656436743583056106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-bonnie-triyana-in.html' title='[Koran-Digital] BONNIE TRIYANA: In Memoriam Ahmad Supardi Adiwijaya'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-9171082156507618544</id><published>2012-02-15T23:06:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T23:07:04.926-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Ini Daftar Kenaikan Gaji PNS, TNI/Polri yang Baru</title><content type='html'>Ini Daftar Kenaikan Gaji PNS, TNI/Polri yang Baru&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012 11:20 WIB&lt;p&gt;Ini Daftar Kenaikan Gaji PNS, TNI/Polri yang Baru&lt;br&gt;perbesar&lt;p&gt;&lt;a href="http://TRIBUNNEWS.COM"&gt;TRIBUNNEWS.COM&lt;/a&gt;, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara &lt;br&gt;serentak pada tanggal 6 Februari lalu telah menandatangani Peraturan &lt;br&gt;Pemerintah Nomor 15, 16 dan 17 Tahun 2012 tentang Perubahan Gaji Pegawai &lt;br&gt;Negeri Sipil (PNS), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan &lt;br&gt;anggota Kepolisian Republik Indonesia.&lt;p&gt;Dikutip dari laman Setkab, Kamis (16/2/2012), dengan keluarnya PP baru &lt;br&gt;itu, kini gaji pokok terendah PNS sebelum remunerasi adalah Rp 1.260.000 &lt;br&gt;(untuk golongan 1a masa kerja 0 tahun), anggota TNI dan Polri adalah Rp &lt;br&gt;1.325.000 (untuk prajurit satu dan bhayangkara dua dengan masa kerja 0 &lt;br&gt;tahun). Gaji tersebut di luar tunjangan keluarga yang besarnya untuk &lt;br&gt;istri/suami 10% dari gaji pokok dan anak 2% dari gaji pokok, tunjangan &lt;br&gt;pangan sebesar nilai beras per 10 kg/orang, tunjangan jabatan untuk &lt;br&gt;pejabat struktural maupun fungsional, tunjangan umum untuk yang tidak &lt;br&gt;memegang jabatan struktural maupun fungsional .&lt;p&gt;&amp;quot;Ketentuan mengenai gaji baru PNS berlaku mulai 1 Januari 2012,&amp;quot; bunyi &lt;br&gt;Pasal 1 Ayat 2 PP No. 15/2012. Hal yang sama juga berlaku untuk gaji &lt;br&gt;baru anggota TNI dan Polri sebagaimana bunyi Pasal 1 ayat 2 PP No. &lt;br&gt;16/2012 dan Pasal 1 ayat 2 PP No. 17/2012.&lt;p&gt;Dalam diktum menimbang dari PP No. 15, 16 dan 17 itu disebutkan, bahwa &lt;br&gt;dasar perubahan gaji PNS, TNI dan Polri adalah untuk meningkatkan daya &lt;br&gt;guna dan hasil guna, serta kesejahteraan PNS, anggota TNI dan Polri.&lt;p&gt;Dalam lampiran PP No. 15/2012 disebutkan, gaji pokok terendah untuk PNS &lt;br&gt;Golongan III a dengan masa kerja 0 tahun adalah Rp 2.046.100 (sebelumnya &lt;br&gt;Rp 1.902.300) dan tertinggi IIId dengan masa kerja 32 tahun adalah Rp &lt;br&gt;3.742.300 (sebelumnya Rp 3.332.000). Sedang untuk golongan IVa masa &lt;br&gt;kerja 0 tahun adalah Rp 2.436.100 (sebelumnya Rp 2.245.000), sedang &lt;br&gt;tertinggi untuk golongan IVe masa kerja 32 tahun adalah Rp 4.608.700 &lt;br&gt;(sebelumnya Rp 4.100.000).&lt;p&gt;Untuk prajurit dua TNI atau bhayangkara Polri dengan masa kerja 0 tahun &lt;br&gt;sesuai PP No. 16/2012 dan PP No. 17/2012 gaji pokoknya) adalah Rp &lt;br&gt;1.325.000 (sebelumnya Rp 1.230.000), sedang prajurit TNI dengan pangkat &lt;br&gt;kopral kepala atau prajurit Polri dengan pangkat ajun brigadir polisi &lt;br&gt;dengan masa kerja 32 tahun menerima gaji pokok sebesar Rp 2.365.600 &lt;br&gt;(sebelumnya Rp 2.134.600).&lt;p&gt;Adapun perwira pertama TNI dengan pangkat letnan dua atau inspektur &lt;br&gt;polisi dua masa kerja 0 tahun menerima gaji pokok Rp 2.198.400 &lt;br&gt;(sebelumnya Rp 2.032.100), sementara perwira TNI dengan pangkat kapten &lt;br&gt;atau ajun komisaris polisi dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji &lt;br&gt;pokok Rp 3.803.100 (sebelumnya Rp 3.385.000). Untuk perwira tinggi TNI &lt;br&gt;dengan pangkat Brigjen, Laksamana Pertama atau Marsekal Pertama dan &lt;br&gt;Polri dengan pangkat Brigjen dengan masa kerja 0 tahun menerima gaji &lt;br&gt;pokok Rp 2.644.400, sementara perwira tinggi TNI dengan pangkat Laksama, &lt;br&gt;Jendral dan Marsekal atau dengan Polri dengan pangkat Jendral dengan &lt;br&gt;masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 4.717.500 (sebelumnya Rp &lt;br&gt;4.072.000). (aco)&lt;p&gt;&lt;a href="http://m.tribunnews.com/2012/02/16/ini-daftar-kenaikan-gaji-pns-tnipolri-yang-baru"&gt;http://m.tribunnews.com/2012/02/16/ini-daftar-kenaikan-gaji-pns-tnipolri-yang-baru&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-9171082156507618544?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/9171082156507618544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=9171082156507618544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9171082156507618544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9171082156507618544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-ini-daftar-kenaikan-gaji.html' title='[Koran-Digital] Ini Daftar Kenaikan Gaji PNS, TNI/Polri yang Baru'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5911249100743341280</id><published>2012-02-15T19:06:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T19:07:09.316-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Parodi Saksi Angi: “Yes! Selesai Sudah Akting Gue, Bro…”</title><content type='html'>&lt;h1 class="judul"&gt;Parodi Saksi Angi: "Yes! Selesai Sudah Akting Gue, Bro…"&lt;/h1&gt; &lt;div class="lowerdeck"&gt; &lt;div class="tgl_artikel"&gt; Kamis, 16 Februari 2012 06:05 WIB &lt;/div&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128); margin-right: 10px;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="isilist"&gt; &lt;a  href="http://www.lensaindonesia.com/uploads/1/2012/02/angi-bohong.jpg.htm"&gt; &lt;img id="att_fotoimg" src="cid:part1.06010106.06010301@gmail.com"  width="240px"&gt; &lt;/a&gt; &lt;div id="att_fotocaption" class="tgl_artikel"&gt;Ilustrasi karikatur persidangan saksi Angelina Sondakh. * ika &lt;/div&gt; &lt;div class="listberita"&gt;&lt;br&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;LICOMEDYa: Ketua Majelis Hakim di persidangan saksi heboh yang artis dan politisi seksi Anginlunas Sundekh alias Angin alias Angi, mengetukkan palu, mengakhiri sidang. Lima pengacara terdakwa kasus suap "Wisma Flamboyan" Nazeroddin, tertegun. Pengunjung di Pengadilan Tepekur, Stadium Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu siang (15/2/22) itu, spontan menggerutu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelima pengacara Nazeroddin saling pandang. "Gila, selama gue jadi pengacara, sampai gue ngeraih doktor, baru kali ini dikerjain saksi. Gue bener-bener keki. Masa' dari awal sampai akhir sidang, BAP (Berita Acara Pemeriksaan, red) dari penyidik KFK setebal bantal, disangkal terus," gerutu pengacara Hotmen Peris pada temannya, Elze Syaref.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dari awal sidang, dengar omongannya shoft sok romantis, gue sudah sebel," timpal Elze, ketus sambil melirik sinis ke arah Anginlunas yang meninggalkan ruangan sidang.  Lantas, Elze membatin, "Awas Lu, Ngi! Lu sudah ngelecehin gue. Apa dikira Lu aja yang seksi, cantik. Bulsit, mentang-mentang Lu janda. Yang ikut sidang mulai  majelis hakim, jaksa, dan pengacara banyak yang laki, terus Lu pakai gaya ganjen. Ngomong dilembut-lembutin."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hotmen melihat Elze melirik sinis ke arah Anginlunas, kontan menyela, "Waktu dia terus-terusan nyangkal pertanyaan gue, hampir aja gue emosi seperi Lu, Ze! Untungnya, gue bisa nahan, nggak sampai kebablasan emosi kaya' Lu." Lantas, Hotmen penasaran refleks memandang Angin yang dikawal banyak bodyguard meninggalkan pintu sidang. Hotmen lagi-lagi membatin, "Ach Ze, Lu khan nggak tahu, gue nyecar pertanyaan tajam itu sebenarnya gemes aja. Abis suara  Anginlunas ganjen, sih. Uhuuy gitulah. Lu kan perempuan, nggak tahu gimana perasaan gue yang laki kalau ngadepin janda Uhuuy model Angin, hehe…."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lain lagi, pemandangan di antara Jaksa Penuntut Umum (JPU). Paling mencolok adalah sikap salah satu JPU, yang saat mendapat giliran bertanya pada Angin, terkesan paling kritis dan tajam karena mengaitkan filsafat komunikasi "Salah itu susah, bohong itu bolong". Dia  terlihat bak 'hero' di antara rekan-rekannya  sesama JPU.  "Siip… Pertanyaanku yang kritis dan substantif tadi pasti dilihat jutaan pemirsa teve. Tapi, kenapa ya, Angin kok kekeh membantah semua pertanyaan JPU, hakim, dan pengacara? Jangan-jangan ada orang kuat di belakang Angin? Duh gawat kalau bener, bisa-bisa nasib karierku di-"kotak" tahunan," gumam JPU "hero" ini dalam hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;DITERIAKI KURUPTOR&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di halaman Gedung Pengadilan Tepekur, Angin yang dikawal banyak bodyguard nampak diteriaki ratusan pendemo. "Huu… cantik-cantik kuruptor.., seksi-seksi kuruptor.., kuruptor ganjen.., kuruptor uhuuy…!, begitu teriak para pendemo bersahut-sahutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kali ini, Angin benar-benar nervous. "Ngatain gue koruptor-koruptor. Gue tahu siapa di belakang Lu, Bro!", gumam Angin dalam hati. Rupanya, Angin lebih bisa menghadapi ratusan hakim, ratusan jaksa atau ratusan pengacara ketimbang ratusan pendemo "beringas"  seperti itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih nervous lagi ketika Angin melihat para  wartawan yang jumlahnya nyaris sama dengan pendemo, yang merangsek mengikuti langkahnya dan berupaya bisa mewawancarai. Angin pun mengunci mulut rapat-rapat, dan  hanya bisa menjawab dengan memaksa untuk senyum "tipu-tipu".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beruntung, bodyguard dan aparat keamanan berhasil melindunginya hingga lolos dari kerumunan wartawan, dan masuk ke dalam mobil. Braak…. pintu dan kaca riben mobil Harroe Hitam Nopol B 154 NI  ditutupnya rapat-rapat. Angin langsung bersandar di jok bagian belakang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lantas, Angin pun menghela nafas panjang, dan sedikit lega. "Yes! Selesai sudah akting gue, Bro!", gumam Angin sambil mengepalkan tangan. "Cuma, gue sebel ama Nazer. Tega-teganya mojokin gue di depan umum. Bener-bener bulsit," tambah Angin nyengir, sembari pejam mata. Nah! * LI04&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://www.lensaindonesia.com/2012/02/16/saksi-angi-yes-selesai-sudah-akting-gue-bro.html"&gt;http://www.lensaindonesia.com/2012/02/16/saksi-angi-yes-selesai-sudah-akting-gue-bro.html&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5911249100743341280?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5911249100743341280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5911249100743341280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5911249100743341280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5911249100743341280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-parodi-saksi-angi-yes.html' title='[Koran-Digital] Parodi Saksi Angi: “Yes! Selesai Sudah Akting Gue, Bro…”'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5196958962941394462</id><published>2012-02-15T18:39:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:40:35.315-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Anggaran Perjamuan DPR Rp 12 Miliar</title><content type='html'>Anggaran Perjamuan DPR Rp 12 Miliar&lt;br&gt;Imam Prihadiyoko | Marcus Suprihadi | Kamis, 16 Februari 2012 | 09:33 WIB&lt;p&gt;&lt;br&gt;JAKARTA, KOMPAS.com- Belum lepas dari ingatan soal pemborosan pembelian &lt;br&gt;kursi nan mewah di DPR, kali ini Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) &lt;br&gt;DPR RI menyoroti anggaran perjamuan rapat di DPR.&lt;p&gt;Anggaran perjamuan yang berkisar Rp 12 miliar per tahun di Sekretariat &lt;br&gt;DPR, dinilainya sebagai pemborosan. Karena itu, FPKS mendesak Sekjen DPR &lt;br&gt;RI memangkas anggaran tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Perjamuan yang dilakukan Sekjen selama ini terlalu mewah dan &lt;br&gt;berlebihan, sehingga memboroskan anggaran negara,&amp;quot; ujar Sekretaris FPKS &lt;br&gt;DPR RI KH Abdul Hakim di Jakarta, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;&amp;quot;Anggota DPR datang ke Senayan bukan untuk menikmati makanan dan &lt;br&gt;jajanan, tapi untuk memecahkan dan merumuskan solusi masalah kebangsaan &lt;br&gt;yang semakin hari tantangannya semakin besar. Jika ada perjamuan, masih &lt;br&gt;bisa dilakukan dengan menyajikan makanan yang sederhana dan tidak perlu &lt;br&gt;mewah seperti sekarang,&amp;quot; kata Abdul Hakim, yang juga anggota Komisi VIII &lt;br&gt;DPR RI.&lt;p&gt;Untuk jamuan 10 fraksi di DPR, pada tahun 2012 dialokasikan anggaran &lt;br&gt;sekitar Rp 4 miliar. Pemberian alokasi perjamuan disesuaikan dengan &lt;br&gt;jumlah anggota dewan di masing-masing fraksi.&lt;p&gt;Semakin besar fraksi, semakin besar anggaran perjamuan yang diterima &lt;br&gt;fraksi tersebut. Selain fraksi, sekretariat alat kelengkapan DPR seperti &lt;br&gt;pimpinan DPR, Komisi, Banmus, Baleg, BURT juga menyediakan perjamuan &lt;br&gt;untuk peserta rapat.&lt;p&gt;Kalangan pers juga tidak luput dari perhatian Sekjen DPR RI. Untuk &lt;br&gt;perjamuan wartawan dalam konferensi pers, Sekjen mengalokasikan anggaran &lt;br&gt;sekitar Rp 400 juta/tahun untuk makan besar dan snack.&lt;p&gt;Jumlah makanan dan snack yang disajikan sekretariat, kata Hakim, juga &lt;br&gt;cenderung berlebih sehingga mubazir. Karena itu, anggaran perjamuan di &lt;br&gt;Sekjen harus dipangkas dan dialokasikan untuk program/kegiatan lain yang &lt;br&gt;lebih prioritas.&lt;p&gt;&amp;quot;Jika dibandingkan dengan parlemen negara-negara sahabat, perjamuan di &lt;br&gt;DPR RI terbilang mewah. Jamuan di sana tidak semeriah di sini yang penuh &lt;br&gt;dengan berbagai macam jenis penganan, snack dan buah. Belum lagi &lt;br&gt;jumlahnya yang berlebihan bahkan kerap tidak habis dan ujung-ujungnya &lt;br&gt;dibawa pulang oleh staf.&lt;p&gt;Lebih baik, anggaran perjamuan ini ditata ulang. Angka Rp 12 &lt;br&gt;miliar/tahun itu terlalu besar,&amp;quot; kata Hakim.&lt;p&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2012/02/16/09335525/Anggaran.Perjamuan.DPR.Rp.12.Miliar"&gt;http://nasional.kompas.com/read/2012/02/16/09335525/Anggaran.Perjamuan.DPR.Rp.12.Miliar&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5196958962941394462?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5196958962941394462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5196958962941394462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5196958962941394462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5196958962941394462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-anggaran-perjamuan-dpr-rp.html' title='[Koran-Digital] Anggaran Perjamuan DPR Rp 12 Miliar'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3552924562774134679</id><published>2012-02-15T18:36:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:36:51.097-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Kisah Armayeh, TKW Penuh Luka Sekujur Tubuh</title><content type='html'>&lt;h1 class="judul"&gt;Kisah Armayeh, TKW Penuh Luka Sekujur Tubuh&lt;/h1&gt; &lt;h2 class="deskripsi"&gt;"Saya minta dengan sangat supaya majikan yang menganiaya saya itu dihukum berat."&lt;/h2&gt; &lt;div class="lowerdeck" style="overflow: hidden;"&gt; &lt;div class="tgl_artikel"&gt;Kamis, 16 Februari 2012, 07:17 WIB&lt;/div&gt; &lt;div style="float: right; width: 60%;"&gt; Elin Yunita Kristanti,&amp;nbsp;Aceng Mukaram (Pontianak) &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="position: relative; top: -22px; height: 10px;"&gt; &lt;div id="vivafbfanpage_parent" style="margin: 0pt;"&gt; &lt;div class="fb-like fb_edge_widget_with_comment fb_iframe_widget"  data-href="http://www.facebook.com/VIVAnewscom" data-send="false"  data-layout="button_count" data-width="45" data-show-faces="false"&gt;&lt;span&gt;&lt;iframe  src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?channel_url=https%3A%2F%2Fs-static.ak.fbcdn.net%2Fconnect%2Fxd_proxy.php%3Fversion%3D3%23cb%3Df1787d2c0d7baca%26origin%3Dhttp%253A%252F%252Fus.nasional.vivanews.com%252Ff2447e173a53528%26relation%3Dparent.parent%26transport%3Dpostmessage&amp;amp;extended_social_context=false&amp;amp;href=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FVIVAnewscom&amp;amp;layout=button_count&amp;amp;locale=en_US&amp;amp;node_type=link&amp;amp;sdk=joey&amp;amp;send=false&amp;amp;show_faces=false&amp;amp;width=90"  class="fb_ltr" title="Like this content on Facebook."  style="border: medium none ; overflow: hidden; height: 20px; width: 90px;"  name="f1334cf54a095ba" id="f3bf51984870016" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="twitterfanpage_bottom" style="margin: -20px 0pt 0pt 100px;"&gt; &lt;iframe  title="Twitter Follow Button" style="width: 300px; height: 20px;"  class="twitter-follow-button"  src="http://platform.twitter.com/widgets/follow_button.1329256447.html#_=1329359678776&amp;amp;_version=2&amp;amp;enableNewSizing=false&amp;amp;id=twitter-widget-0&amp;amp;lang=en&amp;amp;screen_name=vivanews&amp;amp;show_count=true&amp;amp;show_screen_name=false&amp;amp;size=m"  allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;script&gt;!function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src=&lt;a class="moz-txt-link-rfc2396E" href="http://platform.twitter.com/widgets.js"&gt;"http://platform.twitter.com/widgets.js"&lt;/a&gt;;fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");&lt;/script&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="isilist"&gt; &lt;script type="text/javascript"  src="http://us.vivanews.com/appaux/js/swfobject_v2.js"&gt; &lt;/script&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-rp8aPzQojV4/Tzxrw-4vvjI/AAAAAAAAA8U/tnWLv6_rg3k/s1600/100995_tkw-terlantar-di-jeddah--arab-saudi_300_225-711098.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-rp8aPzQojV4/Tzxrw-4vvjI/AAAAAAAAA8U/tnWLv6_rg3k/s320/100995_tkw-terlantar-di-jeddah--arab-saudi_300_225-711098.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709556916857847346" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="tgl_artikel" id="att_fotocaption"&gt;TKW terlantar di Jeddah, Arab Saudi (ANTARA/SAPTONO)&lt;/div&gt; &lt;div class="listberita"&gt; &lt;div class="titlebox"&gt;BERITA TERKAIT&lt;/div&gt; &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;a  href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288333-pulang-dari-arab--tkw-babak-belur-dan-melepuh"&gt;Pulang dari Arab, TKW Babak Belur dan Melepuh&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;&lt;a  href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288194-tki-depresi-karena-perlindungan-tak-maksimal"&gt;Perlindungan Tak Maksimal Pemicu Depresi TKI&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;&lt;a  href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288134-dituntut--pemulihan-jiwa-mantan-tki--depresi"&gt;Dituntut, Pemulihan Jiwa Mantan TKI Depresi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;&lt;a  href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288097-96-eks-tki-sukabumi-depresi--sampai-dipasung"&gt;96 Eks TKI Sukabumi Depresi, Sampai Dipasung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;&lt;a  href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/286271-hakim-tolak-gugatan-162-tki"&gt;Hakim Tolak Gugatan 162 TKI&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;         $(document).ready(function(){             url = &lt;a class="moz-txt-link-rfc2396E" href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288333-pulang-dari-arab--tkw-babak-belur-dan-melepuh"&gt;"http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288333-pulang-dari-arab--tkw-babak-belur-dan-melepuh"&lt;/a&gt;;             timeout = 1020;             window.setTimeout('window.location= "' + url + '"; ',timeout*1000);         })      &lt;/script&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt; --&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;VIVAnews&lt;/strong&gt; -- Pergi ke Madinah, Arab Saudi dengan harapan selangit, justru siksaan yang didapat Armayeh binti Sayuri. Sekujur tubuh penuh bekas luka lepuhan, termasuk di wajahnya. Cuping telinganya kini bahkan tak lagi berbentuk, gara-gara disiram air panas majikannya, Hana Hasyim Ahmad.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kabar kejadian tragis yang menimpa perempuan asal Kalimantan Barat itu sebelumnya datang dari &lt;a  href="http://dunia.vivanews.com/news/read/202056-lagi--tkw-disiksa-majikan-di-arab-saudi"&gt;Kementerian Luar Negeri&lt;/a&gt;, yang heran mengapa Armayeh tak menuntut hukuman &lt;em&gt;qisas&lt;/em&gt;. Kasus akhirnya diproses perdata, pelaku hanya akan membayar biaya kompensasi. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Ditemui di rumahnya di Jalan Teluk Lerang, Dusun Karya Bersama Desa, Kabupaten Kubu Raya, Armayeh mengaku, secara hukum, ia terjebak. &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Waktu itu saya maafin majikan. Karena saya nggak tahu proses hukum di sana&amp;nbsp; seperti apa," kata dia kepada &lt;em&gt;VIVAnews.com&lt;/em&gt;. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Apalagi, dia menambahkan, saat itu belum ada yang membimbingnya. "Jadi saya nggak tahu mau berbuat apa. Sempat takut saja waktu itu nggak dipulangkan ke Indonesia. Karena saya sudah nggak tahan disiksa terus-terusan oleh majikan," kata dia. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Armayeh mengaku sempat menandatangani surat, semacam perjanjian. "Tapi sama orang KJRI Jeddah (kasus) dituntut kembali. Pernah menjalani sidang satu kali di Pengadilan Madinah pada tahun 2011," ungkap Armayeh dengan tatapan kosong, sambil sesekali &lt;br&gt; memegang bekas luka pukulan botol di kepalanya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saat itu, ia menceritakan, beberapa kali keluarga majikannya datang untuk meminta kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan alias damai. Ia mengaku, awalnya, tidak serta merta menerima ajakan upaya damai itu. Sebab, tak ada yang bisa menggantikan derita tak terperi yang ia alami.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Keluarga majikan datang mengajak balik ke rumah dia untuk bekerja lagi. Tapi saya nggak mau. Majikan bilang ke saya, kalau maafin majikan dan nggak nuntut secara hukum, mau dikasih gaji selama 2 tahun. Juga hadiah," urai perempuan 21 tahun itu.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ada juga keluarga majikan membawa uang dan tiket untuk pulang ke Indonesia. Namun, janji itu semua palsu. Hingga saat ini ia tak pernah mendapatkan apa-apa dari sang keluarga majikan. &amp;#8220;Sampai sekarang pun uang kompensasi yang katanya mau diberikan itu tidak ada sama sekali. Yang memulangkan saya pun orang KJRI Jeddah," kata dia. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Kini, Armayeh berharap keadilan. Agar penyiksaan yang ia alami sejak 2009 lalu diproses hukum. "Saya minta&amp;nbsp; dengan sangat supaya majikan yang menganiaya saya itu dihukum seberat-beratnya," kata dia, geram.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;Putus sekolah sebelum jadi TKW&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br&gt; Keterbatasan ekonomilah yang menjadi alasan kenapa Armayeh jadi TKW di Arab Saudi. Selain itu&amp;nbsp; juga, ia mengaku ingin membantu kedua orang tua di kampung.&amp;nbsp; Ia hanya mengenyam pedidikan Kelas dua SMA swasta di Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya kala itu. &lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Himpitan ekonomi yang terpaksa kedua orang tuanya tak mampu membayar biaya sekolah Armayeh. Ia mengakui, sejak SD pun ia terbiasa membayar biaya sekolahnya dengan hasil keringatnya. Dengan bekerja menoreh getah di kampungnya&amp;nbsp; dari jam 03.00 subuh sampai jam 05.00 subuh.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Menginjak bangku SMA kelas dua, biaya sekolah pun semakin tinggi. Maka ia pun akhirnya keluar sekolah.&amp;nbsp; "Saya berangkat&amp;nbsp; jadi TKW di Arab Saudi karena orang tua saya sudah nggak mampu lagi biaya sekolah saya."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bulan Februari 2009, ia ke Jakarta dan ketemu sebuah agen untuk memberangkatkan ke Arab Saudi. Tiga bulan pertama, ia bekerja dengan tenang. Menurut Armayeh,&amp;nbsp; siksaan ia dapatkan saat saat bekerja di rumah putri majikannya. Hana Hasyim Ahmad, nama putri majikan, kerap memukulnya, menginjak, bahkan tanpa ampun, menyiramnya dengan air panas.&lt;/p&gt; &amp;#8226; VIVAnews&lt;!--&lt;/span&gt;  --&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288658-disiksa--tkw-menyesal-pernah-maafkan-majikan"&gt;http://us.nasional.vivanews.com/news/read/288658-disiksa--tkw-menyesal-pernah-maafkan-majikan&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3552924562774134679?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3552924562774134679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3552924562774134679' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3552924562774134679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3552924562774134679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-kisah-armayeh-tkw-penuh.html' title='[Koran-Digital] Kisah Armayeh, TKW Penuh Luka Sekujur Tubuh'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-rp8aPzQojV4/Tzxrw-4vvjI/AAAAAAAAA8U/tnWLv6_rg3k/s72-c/100995_tkw-terlantar-di-jeddah--arab-saudi_300_225-711098.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1206698223091559796</id><published>2012-02-15T18:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:36:04.382-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Presiden Bank Dunia Mundur Juni Mendatang</title><content type='html'>Presiden Bank Dunia Mundur Juni Mendatang&lt;br&gt;&amp;quot;Ini murni keputusan saya. Tak ada tekanan dari pemerintah Obama,&amp;quot;&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012, 08:58 WIB&lt;br&gt;Syahid Latif&lt;p&gt;&lt;br&gt;VIVAnews - Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick, memutuskan mundur dari &lt;br&gt;jabatannya pada 30 Juni 2012. Keputusan itu diumumkan Zoellick pada Rabu &lt;br&gt;kemarin, 15 Februari 2012. Jika pengunduran diri itu jadi, maka dia &lt;br&gt;menduduki jabatan itu selama lima tahun.&lt;p&gt;Setelah pengumuman pengunduran diri itu, Dewan Bank Dunia langsung &lt;br&gt;bergerak merekrut pemimpin yang baru. Proses rekrutmen itu akan &lt;br&gt;berpedoman pada aturan yang disahkan tahun 2011. Di sana disebutkan &lt;br&gt;bahwa rekrutmen akan berlangsung secara terbuka. Kompetisi akan terbuka &lt;br&gt;bagi siapa pun.&lt;p&gt;Jika ketentuan itu yang dipakai,maka sangat terbuka peluang bagi orang &lt;br&gt;luar Amerika Serikat memimpin lembaga itu. Semenjak 68 tahun lampau, &lt;br&gt;memang ada kesempatan informal yang berlaku bahwa pemimpin bank itu &lt;br&gt;haruslah orang Amerika Serikat.&lt;p&gt;Pemerintah Amerika juga berjanji akan mengajukan calon yang kuat. &lt;br&gt;&amp;quot;Sangat penting untuk memiliki pemimpin yang kuat dan efektif di lembaga &lt;br&gt;besar ini. Dalam beberapa pekan mendatang, kami akan mengajukan kandidat &lt;br&gt;yang memiliki pengalaman dan memenuhi kualifikasi untuk membuat lembaga &lt;br&gt;ini melangkah maju,&amp;quot; kata Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner dalam &lt;br&gt;sebuah pernyataan seperti dikutip laman &lt;a href="http://reuters.com"&gt;reuters.com&lt;/a&gt;, Kamis, 16 Februari &lt;br&gt;2012.&lt;p&gt;Zoellick memimpin Bank Dunia sejak tahun 2007 setelah presiden &lt;br&gt;sebelumnya, Paul Wolowitz didepak. Zoellick langsung beraksi dengan &lt;br&gt;agenda pertamanya dengan menambah fokus Bank Dunia dengan turut serta &lt;br&gt;memerangi masalah kemiskinan.&lt;p&gt;Pada pemilihan periode yang lalu, sejumlah negara berkembang menekan &lt;br&gt;Bank Dunia agar memberikan porsi yang lebih besar untuk bisa memimpin &lt;br&gt;lembaga keuangan dunia ini. Kelompok negara ini juga mendesak agar &lt;br&gt;dilakukan proses seleksi yang kompetitif kendati AS tak bergeming dan &lt;br&gt;tetap berpegang kesepakatan informal itu.&lt;p&gt;Zoellick mengatakan keputusannya untuk mundur pada Juni mendatang &lt;br&gt;merupakan pilihannya sendiri. Dia menegaskan tak ada tekanan dari &lt;br&gt;pemerintah Barrack Obama.&lt;p&gt;Mantan kepala Juru Runding Perdagangan AS dan Wakil Menteri ini &lt;br&gt;membantah spekulasi yang berkembang bahwa dia mundur karena ingin fokus &lt;br&gt;dalam kampanye calon presiden dari kubu Republik.&lt;p&gt;&amp;quot;Ini benar-benar keputusan saya pribadi,&amp;quot; kata Zoellick. &amp;quot;Saya berpikir &lt;br&gt;inilah waktunya untuk mundur dan ketika berpikir demikian, tak ada jalan &lt;br&gt;lain untuk tetap bertahan.&amp;quot;&lt;br&gt;• VIVAnews&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.bisnis.vivanews.com/news/read/288673-presiden-bank-dunia-mundur-juni-mendatang"&gt;http://us.bisnis.vivanews.com/news/read/288673-presiden-bank-dunia-mundur-juni-mendatang&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1206698223091559796?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1206698223091559796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1206698223091559796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1206698223091559796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1206698223091559796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-presiden-bank-dunia.html' title='[Koran-Digital] Presiden Bank Dunia Mundur Juni Mendatang'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3902734468560641987</id><published>2012-02-15T18:33:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:33:39.312-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Naik 17%, Kredit Macet Bank RI Capai Rp 33 Triliun di 2011</title><content type='html'>Kamis, 16/02/2012 08:33 WIB&lt;br&gt;Naik 17%, Kredit Macet Bank RI Capai Rp 33 Triliun di 2011&lt;br&gt;Wahyu Daniel - detikFinance&lt;p&gt;Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat hingga akhir 2011 jumlah kredit &lt;br&gt;macet perbankan mencapai Rp 33,401 triliun. Jumlah ini naik 17,64% &lt;br&gt;dibandingkan akhir 2010 yang sebesar Rp 28,396 triliun.&lt;p&gt;Demikian terungkap dari data statistik perbankan yang dikutip &lt;br&gt;detikFinance dari Bank Indonesia (BI), Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;Meskipun begitu, khusus untuk bulan Desember 2011 saja, nilai kredit &lt;br&gt;macet perbankan di Desember 2011 turun Rp 3,603 triliun dibandingkan &lt;br&gt;November 2011 yang nilainya Rp 37,004 triliun.&lt;p&gt;Berdasarkan data BI tersebut, total jumlah kredit bermasalah (NPL/Non &lt;br&gt;Performing Loan) dari perbankan per akhir 2011 mencapai Rp 52,527 &lt;br&gt;triliun, naik tipis dari posisi di akhir 2010 yang sebesar Rp 52,794 &lt;br&gt;triliun. Rasio NPL perbankan di akhir 2011 mencapai 1,53%.&lt;p&gt;Sampai akhir 2011 jumlah kredit yang dikucurkan perbankan Indonesia &lt;br&gt;mencapai Rp 2.200,094 triliun. Kredit ini naik dibandingkan di 2010 yang &lt;br&gt;nilainya Rp 1.765,845 triliun.&lt;p&gt;Dari total kredit tersebut, sebanyak Rp 2.067,704 triliun masuk kategori &lt;br&gt;lancar. Sementara Rp 7,407 triliun masuk kategori kurang lancar, lalu Rp &lt;br&gt;6,887 triliun masuk kategori diragukan, dan Rp 33,401 triliun masuk &lt;br&gt;kategori macet.&lt;p&gt;Bank yang menguasai kredit terbesar hingga November adalah Bank Umum &lt;br&gt;Swasta Nasional Devisa senilai Rp 922,541 triliun, bank BUMN Rp 776,833 &lt;br&gt;triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp 175,702 triliun, bank asing Rp &lt;br&gt;136,486 triliun, bank campuran Rp 120,389 triliun, dan Bank Umum Swasta &lt;br&gt;Non Devisa Rp 68,143 triliun.&lt;p&gt;Berikut posisi jumlah kredit macet perbankan:&lt;p&gt;     * Bank BUMN Rp 15,4 triliun&lt;br&gt;     * Bank Umum Swasta Nasional Devisa Rp 11,275 triliun&lt;br&gt;     * Bank Pembangunan Daerah Rp 2,494 triliun&lt;br&gt;     * Bank Asing Rp 2,296 triliun&lt;br&gt;     * Bank Campuran Rp 1,196 triliun&lt;br&gt;     * Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa Rp 741 miliar.&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/083329/1843714/5/naik-17-kredit-macet-bank-ri-capai-rp-33-triliun-di-2011?f9911033"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/083329/1843714/5/naik-17-kredit-macet-bank-ri-capai-rp-33-triliun-di-2011?f9911033&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3902734468560641987?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3902734468560641987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3902734468560641987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3902734468560641987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3902734468560641987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-naik-17-kredit-macet-bank.html' title='[Koran-Digital] Naik 17%, Kredit Macet Bank RI Capai Rp 33 Triliun di 2011'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5226610626447742604</id><published>2012-02-15T18:31:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:32:02.931-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Semua Penduduk Indonesia Bisa Punya Rumah di 2045, Asal...</title><content type='html'>Kamis, 16/02/2012 08:40 WIB&lt;br&gt;Semua Penduduk Indonesia Bisa Punya Rumah di 2045, Asal...&lt;br&gt;Suhendra - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Jika Indonesia menerapkan kewajiban tabungan perumahan bagi &lt;br&gt;warganya, maka setiap tahunnya bisa terhimpun dana murah mencapai Rp &lt;br&gt;23,5 triliun. Diperkirakan sebelum tahun 2045 dana tabungan wajib &lt;br&gt;perumahan bisa mencapai angka Rp 752 triliun.&lt;p&gt;Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Dewan Pengurus Pusat Realestat &lt;br&gt;Indonesia (REI) F. Teguh Satria mengatakan dana tersebut hanya boleh &lt;br&gt;digunakan untuk kepentingan atau kegiatan yang berkaitan dengan &lt;br&gt;penyediaan perumahan bagi rakyat.&lt;p&gt;&amp;quot;Jika berhasil dihimpun dana yang sangat besar, murah dan berjangka &lt;br&gt;panjang melalui TWP ini, maka sangat mungkin suku bunga KPR bisa ditekan &lt;br&gt;menjadi 2% - 3% per tahun,&amp;quot; katanya dalam keterangan tertulisnya yang &lt;br&gt;diterima detikFinance, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;Ia menjelaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mampu &lt;br&gt;memiliki rumah disediakan skema KPR dengan bunga yang rendah dan jangka &lt;br&gt;waktu yang panjang. Bagi MBR yang tidak mampu memiliki rumah disediakan &lt;br&gt;rumah-rumah sewa yang dibangun dari hasil pemupukan dana tabungan wajib &lt;br&gt;perumahan tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Bagi MBR yang tidak mampu memiliki rumah bahkan sewapun juga tidak &lt;br&gt;mampu, maka pemerintah dapat menyediakan rumah-rumah sosial yang &lt;br&gt;dibangun dari hasil pemupukan dana tabungan wajib perumahan tersebut,&amp;quot; &lt;br&gt;katanya.&lt;p&gt;Menurut Teguh, apalagi jika semua peraturan seperti perbankan, &lt;br&gt;pertanahan, asuransi bisa berjalan dalam jangka waktu KPR diperpanjang &lt;br&gt;misalnya sampai dengan 40 tahun, maka jumlah MBR dan MBM yang dapat &lt;br&gt;mengakses KPR dapat jauh lebih banyak. Ia mencontohkan jika pokok kredit &lt;br&gt;KPR Rp 79 juta dengan suku bunga 2% maka MBR hanya mencicil kurang dari &lt;br&gt;Rp 240.000/bulan.&lt;p&gt;&amp;quot;Sekali lagi jika skema tersebut dijalankan, saya yakin, optimis dan &lt;br&gt;sekaligus menjamin, sebelum peringatan 100 tahun Indonesia merdeka, 17 &lt;br&gt;Agustus 2045, seluruh rakyat Indonesia sudah tinggal dan menempati rumah &lt;br&gt;yang layak huni. Tidak ada lagi kawasan kumuh diperkotaan,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/084008/1843716/1016/semua-penduduk-indonesia-bisa-punya-rumah-di-2045-asal?f9911033"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/16/084008/1843716/1016/semua-penduduk-indonesia-bisa-punya-rumah-di-2045-asal?f9911033&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5226610626447742604?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5226610626447742604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5226610626447742604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5226610626447742604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5226610626447742604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-semua-penduduk-indonesia.html' title='[Koran-Digital] Semua Penduduk Indonesia Bisa Punya Rumah di 2045, Asal...'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6067832422829222461</id><published>2012-02-15T18:30:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:30:56.335-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Pemerintah RI 'Belanja' 9 Pesawat Militer Airbus C-295 Rp 3 Triliun</title><content type='html'>Rabu, 15/02/2012 14:33 WIB&lt;br&gt;Pemerintah RI &amp;#39;Belanja&amp;#39; 9 Pesawat Militer Airbus C-295 Rp 3 Triliun&lt;br&gt;Nurul Qomariyah - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Foto: AFP&lt;br&gt;Singapura - Pemerintah Indonesia membeli 9 pesawat militer Airbus jenis &lt;br&gt;C-295 senilai US$ 325 juta atau sekitar Rp 3 triliun. Pesawat pertama &lt;br&gt;akan dikirimkan di 2012, dan sisanya dikirimkan pada 2014.&lt;p&gt;Pesawat militer Airbus jenis C-295 itu biasanya digunakan untuk &lt;br&gt;pertahanan, logistik, dan kemanusiaan. Menurut Menteri Pertahanan RI &lt;br&gt;Purnomo Yusgiantoro, jenis tersebut sangat sesuai dengan kebutuhan &lt;br&gt;militer dan transportasi kemanusiaan.&lt;p&gt;&amp;quot;Ini adalah momen yang membanggakan bagi negara kami dan juga industri &lt;br&gt;penerbangan Indonesia,&amp;quot; jelas Purnomo dalam penandatanganan kesepakatan &lt;br&gt;di sela-sela &amp;#39;Singapore Airshow&amp;#39;, seperti dikutip dari AFP, Rabu &lt;br&gt;(15/2/2012).&lt;p&gt;&amp;quot;Jenis C-295 memberikan kapasitas ideal untuk merespons kebutuhan &lt;br&gt;militer Indonesia saat ini dan di masa depan, serta transportasi &lt;br&gt;kemanusiaan,&amp;quot; tambahnya.&lt;p&gt;Tipe C-295 merupakan pesawat transportasi berukuran menengah yang dapat &lt;br&gt;digunakan untuk berbagai operasional seperti pengawasan, perang dan &lt;br&gt;operasional pencarian dan penyelamatan.&lt;p&gt;&amp;quot;Pesawat itu akan digunakan untuk berbagai tujuan termasuk militer, &lt;br&gt;logistik, kemausiasan dan misi evakuasi medis,&amp;quot; demikian pernyataan &lt;br&gt;tentang C-295.&lt;p&gt;Purnomo tidak menegaskan apakah nantinya akan menambah armada C-295, ia &lt;br&gt;hanya mengatakan pasukan lain tertarik dengan jenis tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Kepolisian misalnya, juga tertarik dengan ini. Dan Anda tahu, versi 295 &lt;br&gt;yang kami pesan sekarang adalah untuk Angkatan Udara dan kemungkinan &lt;br&gt;tentara nasional juga tertarik,&amp;quot; tambahnya lagi.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/143316/1843171/4/pemerintah-ri-belanja-9-pesawat-militer-airbus-c-295-rp-3-triliun?f990101mainnews"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/143316/1843171/4/pemerintah-ri-belanja-9-pesawat-militer-airbus-c-295-rp-3-triliun?f990101mainnews&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6067832422829222461?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6067832422829222461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6067832422829222461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6067832422829222461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6067832422829222461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-pemerintah-ri-belanja-9.html' title='[Koran-Digital] Pemerintah RI &apos;Belanja&apos; 9 Pesawat Militer Airbus C-295 Rp 3 Triliun'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1798310311093082139</id><published>2012-02-15T18:29:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:30:05.671-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Dahlan: Pertama dalam Sejarah Garuda Beli Pesawat Nggak Ngerepotin Negara</title><content type='html'>Rabu, 15/02/2012 15:08 WIB&lt;br&gt;Dahlan: Pertama dalam Sejarah Garuda Beli Pesawat Nggak Ngerepotin Negara&lt;br&gt;Herdaru Purnomo - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Singapura - Menteri BUMN Dahlan Iskan menghadiri penandatanganan &lt;br&gt;pembelian 18 pesawat jet Bombardier oleh PT Garuda Indonesia Tbk di &lt;br&gt;Singapura. Dahlan senang dengan aksi Garuda tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Pertama kali dalam sejarah ini. Dimana Garuda itu sebagai perusahaan &lt;br&gt;penerbangan nasional beli pesawat tapi nggak ngerepotin negara,&amp;quot; tutur &lt;br&gt;Dahlan usai penandatanganan yang dilakukan di acara Singapore Airshow, &lt;br&gt;Singapura, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Dijelaskan Dahlan, maksudnya tidak merepotkan negara adalah karena &lt;br&gt;pembelian pesawat yang dilakukan oleh Garuda tidak menggunakan dana APBN &lt;br&gt;dan tidak memerlukan penjaminan dari pemerintah.&lt;p&gt;&amp;quot;Jadi tidak ada sesuatu yang merepotkan pemerintah. Sepenuhnya B to B &lt;br&gt;(business to business),&amp;quot; ujar Dahlan.&lt;p&gt;Seperti diketahui, Garuda resmi membeli 18 pesawat jet berkapastias 100 &lt;br&gt;tempat duduk keluaran Bombardier asal Kanada. Dana yang dikeluarkan &lt;br&gt;mencapai US$ 2 miliar atau sekitar 18 triliun.&lt;p&gt;Dari 18 pesawat tersebut, 5 pesawat datang tahun ini langsung dan &lt;br&gt;sisanya akan bertahap hingga 2015. &amp;quot;Jadi 6 pesawat membeli langsung dan &lt;br&gt;12 melalui lessor,&amp;quot; kata Emir.&lt;p&gt;Dari perjanjian 18 pesawat, ke depan bisa menambah lagi hingga 18 &lt;br&gt;pesawat. Atau mencapai 36 pesawat jika Garuda berniat.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/150501/1843214/4/dahlan-pertama-dalam-sejarah-garuda-beli-pesawat-nggak-ngerepotin-negara?f990101mainnews"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/150501/1843214/4/dahlan-pertama-dalam-sejarah-garuda-beli-pesawat-nggak-ngerepotin-negara?f990101mainnews&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1798310311093082139?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1798310311093082139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1798310311093082139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1798310311093082139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1798310311093082139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-dahlan-pertama-dalam.html' title='[Koran-Digital] Dahlan: Pertama dalam Sejarah Garuda Beli Pesawat Nggak Ngerepotin Negara'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-949033420252806936</id><published>2012-02-15T18:28:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:28:45.162-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Mendagri: FPI Sudah Ditegur, Jika Tetap Anarki akan Dibubarkan</title><content type='html'>Mendagri: FPI Sudah Ditegur, Jika Tetap Anarki akan Dibubarkan&lt;br&gt;Rachmadin Ismail - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 14:37 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Penolakan atas Front Pembela Islam (FPI) sudah terjadi di &lt;br&gt;beberapa daerah. Setelah penolakan di Kalimantan Tengah, penolakan FPI &lt;br&gt;juga muncul di Jakarta dan Kediri, Jawa Timur. Atas tindakan anarkinya, &lt;br&gt;FPI sudah ditegur. Jika membandel maka organisasi ini akan dibubarkan.&lt;p&gt;&amp;quot;Kita sudah mengirim surat teguran kedua ke FPI. Kejadian pertama kan di &lt;br&gt;Monas, kedua kan di Kemendagri. Kalau masih terjadi, menurut UU Nomor 8 &lt;br&gt;Tahun 1985 tentang Ormas, maka dilakuan pembekuan, kalau masih anarki &lt;br&gt;juga maka pembubaran,&amp;quot; kata Mendagri Gamawan Fauzi.&lt;p&gt;Berikut ini wawancara wartawan dengan Mendagri Gamawan Fauzi usai acara &lt;br&gt;pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan perwakilan dubes &lt;br&gt;asing di Kantor Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2012):&lt;p&gt;Bagaimana update evaluasi FPI?&lt;p&gt;Kita sudah mengirim surat teguran kedua ke FPI. Kejadian pertama kan di &lt;br&gt;Monas, kedua kan di Kemendagri. Kalau masih terjadi, menurut UU Nomor 8 &lt;br&gt;Tahun 1985 tentang Ormas, maka dilakuan pembekuan, kalau masih anarki &lt;br&gt;juga maka pembubaran.&lt;p&gt;Kalau masih melakukan lagi, kita ambil tindakan, itu menurut UU dan kita &lt;br&gt;sudah dalam tahap teguran kedua. Kalau ada tindakan anarki kita akan &lt;br&gt;pembubaran.&lt;p&gt;Jadi, masih bisa anarki 2 kali lagi?&lt;p&gt;Mudah-mudahan tidak sampai anarki lagi.&lt;p&gt;Mereka bilang, kalau dibubarkan akan bikin organisasi baru?&lt;p&gt;Ini kelemahan UU kita ya, karena itu sedang ada pembahasan di DPR untuk &lt;br&gt;mengganti UU No 8/1985, karena UU No 8/1985 itu menurut saya terlalu &lt;br&gt;lemah, untuk mengakomodir dinamika yang berkembang.&lt;p&gt;Sekarang jumlah organisasi kemasyarakatan dari pusat ke daerah, itu &lt;br&gt;65.577. Bayangkan, itu yang terdaftar. Belum yang tidak terdaftar, jadi &lt;br&gt;euforia untuk berormas itu luar biasa sejak reformasi. Karena terlalu &lt;br&gt;mudah, karena tidak ada sanksi juga kalau tidak mendaftar.&lt;p&gt;Apa yang dikeluhkan masyarakat dari ormas-ormas itu?&lt;p&gt;Ada organisasi yang berpartisipasi untuk pembangunan, tapi ada juga &lt;br&gt;organisasi yang mem-pressure kegiatannya di bawah yang kadang-kadang &lt;br&gt;hanya bersifat lokal dan kabupaten. Dua orang saja berorganisasi bisa, &lt;br&gt;kaya martabak telor saja bikinnya.&lt;p&gt;Indikasi kekerasan atau pemerasan, berapa persen dari ormas itu?&lt;p&gt;Kalau ada penemuan di tingkat lokal maka bupati bisa melakukan tindakan. &lt;br&gt;Kalau nasional kemarin, kita bisa melakukan penindakan.&lt;p&gt;Apa yang diusulkan dalam revisi UU No 8/1985?&lt;p&gt;Banyak hal, ada 50 persen. Termasuk bantuan di luar negeri. Saya dengar &lt;br&gt;ada ormas yang memberi bantuan ke luar negeri, bisa saja nanti pencucian &lt;br&gt;uang, dan macam-macam soal itu.&lt;p&gt;Ada usulan soal revisi soal ormas anarkis?&lt;p&gt;Harus diperpendek (masa sampai pembubarannya), pas ada teguran keras, &lt;br&gt;langsung bubarkan. Lalu, kalau pimpinan sudah cacat tidak boleh &lt;br&gt;berorganisasi lagi, kalau bisa kan dia tinggal ganti nama a, b, c. Itu &lt;br&gt;saya bilang seperti bikin martabak telor.&lt;p&gt;Soal kasus di Kemendagri kemarin, kasusnya bagaimana?&lt;p&gt;Pidana jalan terus. Sudah ada tersangka, saya dengar dari Kapolri ada &lt;br&gt;enam, sedang dalam proses hukum. Saya kira kepolisian sudah melakukan &lt;br&gt;langkah&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/143755/1843186/158/mendagri-fpi-sudah-ditegur-jika-tetap-anarki-akan-dibubarkan"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/143755/1843186/158/mendagri-fpi-sudah-ditegur-jika-tetap-anarki-akan-dibubarkan&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-949033420252806936?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/949033420252806936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=949033420252806936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/949033420252806936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/949033420252806936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-mendagri-fpi-sudah.html' title='[Koran-Digital] Mendagri: FPI Sudah Ditegur, Jika Tetap Anarki akan Dibubarkan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8196302002765435790</id><published>2012-02-15T18:27:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:27:51.451-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Bambang Soesatyo: Survei JK Lebih Populer dari Ical Bentuk Adu Domba</title><content type='html'>Bambang Soesatyo: Survei JK Lebih Populer dari Ical Bentuk Adu Domba&lt;br&gt;Elvan Dany Sutrisno - detikNews&lt;br&gt;Kamis, 16/02/2012 09:08 WIB&lt;br&gt;foto: detikcom&lt;br&gt;Jakarta - Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo merespons &lt;br&gt;keras hasil survei yang menempatkan elektabilitas Jusuf Kalla (JK) di &lt;br&gt;atas Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie (Ical). Survei ini dipandang &lt;br&gt;sebagai bentuk adu domba politik.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya mengendus ada motif busuk dari survei CSIS. Saya pastikan Golkar &lt;br&gt;tidak akan terpengaruh adanya upaya-upaya adu domba yang memakai kedok &lt;br&gt;atau modus survei,&amp;quot; protes Bambang. Hal ini disampaikan Bambang kepada &lt;br&gt;detikcom, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;Golkar, menurut Bambang, tak akan mempercayai hasil survei dari Centre &lt;br&gt;for Strategic and International Studies (CSIS) yang terakhir. Karena &lt;br&gt;survei sebelumnya saja dipandang tidak tepat.&lt;p&gt;&amp;quot;Dari hasil survei CSIS kemarin yang menempatkan Partai Demokrat nomor &lt;br&gt;satu saja itu sudah janggal. Tidak percaya? Silakan kita lakukan survei &lt;br&gt;kecil-kecilan saja. Tanya orang-orang yang anda temui di mal, di jalan, &lt;br&gt;di desa atau perkantoran, apakah masih akan memilih Partai Demokrat?&amp;quot; &lt;br&gt;ujar Bambang.&lt;p&gt;Sementara itu, lanjut Bambang, capres Golkar baru akan dimunculkan awal &lt;br&gt;tahun 2013. &amp;quot;Ada semacam fatsun di Golkar. Kita semua satu komando. &lt;br&gt;Yaitu ketua umum Ical, Akbar dan JK adalah satu,&amp;quot; tandasnya.&lt;p&gt;Survei CSIS menunjukkan hasil mengejutkan. Salah satunya, Aburizal &lt;br&gt;Bakrie yang selama ini digadang-gadang Golkar maju di pemilu 2014 justru &lt;br&gt;&amp;#39;dikalahkan&amp;#39; mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla (JK).&lt;p&gt;Ical, demikian sapaan akrab Aburizal Bakrie, kalah dalam hal dukungan &lt;br&gt;dan popularitas terhadap JK berdasarkan survei CSIS pada 2.117 responden &lt;br&gt;selama 16-24 Januari 2012. Menggunakan metode kuesioner dengan 288 &lt;br&gt;variabel pertanyaan, didapatkan dari 2.117 responden, yang mendukung JK &lt;br&gt;5,6 persen, sementara yang mendukung Ical &amp;#39;hanya&amp;#39; 5,2 persen.&lt;p&gt;Selain itu dalam hal popularitas, responden ternyata lebih mengenal JK &lt;br&gt;dibanding Ical. Perbedaan cukup signifikan terlihat dari hasil survei. &lt;br&gt;84,6 Persen responden mengenal JK. Sedangkan 61,4 persen mengenal &lt;br&gt;Aburizal Bakrie.&lt;p&gt;Survei ini dilakukan 16-24 Januari 2012 dengan 2.117 responden di 23 &lt;br&gt;provinsi di Indonesia. Ada 10 yang tidak diikutsertakan karena alasan &lt;br&gt;populasinya yang kecil, pertimbangan medan, serta biaya. 10 Provinsi itu &lt;br&gt;yaitu Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, &lt;br&gt;Maluku Utara, Gorontalo, Bangka-Belitung, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/090858/1843734/10/bambang-soesatyo-survei-jk-lebih-populer-dari-ical-bentuk-adu-domba?n991102605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/090858/1843734/10/bambang-soesatyo-survei-jk-lebih-populer-dari-ical-bentuk-adu-domba?n991102605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8196302002765435790?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8196302002765435790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8196302002765435790' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8196302002765435790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8196302002765435790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-bambang-soesatyo-survei.html' title='[Koran-Digital] Bambang Soesatyo: Survei JK Lebih Populer dari Ical Bentuk Adu Domba'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7109792143870769928</id><published>2012-02-15T18:26:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:27:05.223-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Mendengar Angie Masuk Komisi III DPR, SBY Marah Besar</title><content type='html'>Mendengar Angie Masuk Komisi III DPR, SBY Marah Besar&lt;br&gt;Luhur Hertanto - detikNews&lt;br&gt;Kamis, 16/02/2012 08:31 WIB&lt;br&gt;foto: detikcom&lt;br&gt;Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono &lt;br&gt;(SBY), marah besar saat mendengar kabar masuknya Angelina Sondakh ke &lt;br&gt;Komisi III DPR. Bagi SBY, memindahkan Angie ke Komisi III sangat tidak &lt;br&gt;cerdas.&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika Pak SBY mendapat informasi tentang pergeseran anggota-anggota &lt;br&gt;DPR dari FPD di beberapa Komisi, dan salah satunya adalah memindahkan &lt;br&gt;Angelina Sondakh ke Komisi III yang membidangi masalah hukum, beliau &lt;br&gt;marah besar,&amp;quot; kata Sekretaris Dewan Pembina PD, Andi Mallarangeng, &lt;br&gt;kepada detikcom, Kamis (16/2/2012).&lt;p&gt;SBY pun sudah meminta FPD DPR segera merombak posisi Angie di DPR. SBY &lt;br&gt;tak ingin ada kesan PD mengintervensi kasus hukum Angie.&lt;p&gt;&amp;quot;Pak SBY sebagai Ketua Dewan Pembina segera memerintahkan Ketua Umum dan &lt;br&gt;Ketua Fraksi PD untuk membatalkannya. Komentar beliau, itu sama sekali &lt;br&gt;tidak cerdas,&amp;quot; kata Andi.&lt;p&gt;FPD DPR sendiri sudah memastikan akan merotasi Angie per hari ini. &lt;br&gt;Posisinya kemungkinan besar di Komisi VIII DPR.&lt;p&gt;&amp;quot;Supaya dingin barang tuh,&amp;quot; kata Wakil Ketua FPD DPR, Sutan Bhatoegana, &lt;br&gt;sebelumnya.&lt;p&gt;Masuknya Angelina Sondakh ke Komisi III DPR memang menuai kecaman banyak &lt;br&gt;pihak. Mengingat Angie saat ini sudah menjadi tersangka kasus suap wisma &lt;br&gt;atlet.&lt;p&gt;Sikap keras ditunjukkan Ketua KPK Abraham Samad soal kepindahan Angelina &lt;br&gt;Sondakh dari Komisi X ke Komisi III DPR.&lt;br&gt;&amp;quot;Yang jelas kalau ada RDP ada dia (Angie) saya pribadi, saya Ketua KPK &lt;br&gt;tidak akan datang,&amp;quot; ujar Abraham di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu &lt;br&gt;(16/2/2012).&lt;p&gt;Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Jamil juga mengaku malu ketika Angelina &lt;br&gt;Sondakh dipindahkan ke komisinya. Sebab, kepindahan Angie seolah &lt;br&gt;menegaskan Komisi III menjadi tempat pembuangan anggota Dewan yang &lt;br&gt;bermasalah.&lt;p&gt;&amp;quot;Secara pribadi saya malu juga karena seolah-olah Komisi III itu adalah &lt;br&gt;komisi tempat pembuangan anggota yang bermasalah dengan hukum,&amp;quot; ujar &lt;br&gt;Nasir, sebelumnya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/083110/1843715/10/mendengar-angie-masuk-komisi-iii-dpr-sby-marah-besar?n991102605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/16/083110/1843715/10/mendengar-angie-masuk-komisi-iii-dpr-sby-marah-besar?n991102605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7109792143870769928?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7109792143870769928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7109792143870769928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7109792143870769928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7109792143870769928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-mendengar-angie-masuk.html' title='[Koran-Digital] Mendengar Angie Masuk Komisi III DPR, SBY Marah Besar'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8918979519490850284</id><published>2012-02-15T18:24:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:25:16.265-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Pertamina Tanggung Rugi Rp 3,14 T</title><content type='html'>Pertamina Tanggung Rugi Rp 3,14 T&lt;br&gt;Proyek Kilang Indramayu Terganjal Harga Tanah&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012 , 08:00:00 WIB&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://RMOL.PT"&gt;RMOL.PT&lt;/a&gt; Pertamina (Persero) mem&amp;#173;pro&amp;#173;yeksikan total kerugian pada 2012 &lt;br&gt;sebesar Rp 3,14 triliun dari hasil penjualan LPG (gas alam cair) non &lt;br&gt;subsidi, terma&amp;#173;suk dari penjualan LPG tabung 12 kilo&amp;#173;gram (kg) dan 50 kg.&lt;p&gt;Ber&amp;#173;da&amp;#173;sarkan data Pertamina, per&amp;#173;seroan memproyeksikan pen&amp;#173;da&amp;#173;patan &lt;br&gt;dari penjualan LPG non&amp;#173;&amp;#173; sub&amp;#173;sidi selama 2012 sebe&amp;#173;sar Rp 7,71 triliun. &lt;br&gt;Namun bia&amp;#173;ya pe&amp;#173;nga&amp;#173;daan dan operasio&amp;#173;nalnya men&amp;#173;capai Rp 10,85 triliun, &lt;br&gt;se&amp;#173;hingga diperoleh rugi Rp 3,14 triliun.&lt;p&gt;Sementara penjualan BBM subsidi tahun ini dipro&amp;#173;yek&amp;#173;sikan meraih laba. &lt;br&gt;Dalam RKAP (ren&amp;#173;cana kerja anggaran peru&amp;#173;sa&amp;#173;haan) 2012, pendapatan &lt;br&gt;diper&amp;#173;kirakan mencapai Rp 233,46 triliun, sedangkan biaya penga&amp;#173;daan dan &lt;br&gt;operasionalnya sebe&amp;#173;sar Rp 232,97 triliun. Artinya, masih diperoleh laba &lt;br&gt;sebesar Rp 490 miliar.&lt;p&gt;Untuk bisnis hilir selanjutnya, yakni penjualan LPG subsidi tabung 3 kg &lt;br&gt;juga diproyeksi meraih laba. Dalam RKAP 2012, pendapatan diperkirakan Rp &lt;br&gt;33,84 triliun. Sementara biaya pengadaan dan opera&amp;#173;sional&amp;#173;nya sebesar Rp &lt;br&gt;31,69 triliun. Artinya, diperoleh laba Rp 2,15 triliun.&lt;p&gt;Direktur Keuangan Perta&amp;#173;mina Andri T. Hidayat menga&amp;#173;takan, dalam RKAP &lt;br&gt;2012, pihak&amp;#173;nya menargetkan total pendapatan usaha Rp 527,13 triliun dan &lt;br&gt;be&amp;#173;ban usaha Rp 483,79 triliun, se&amp;#173;hingga diper&amp;#173;oleh laba usaha sebesar &lt;br&gt;Rp 43,34 triliun.&lt;p&gt;&amp;quot;Setelah dikurangi beban lain-lain Rp 1,92 triliun dan pajak Rp 17,93 &lt;br&gt;triliun, laba bersih 2012 diperkirakan Rp 23,5 triliun,&amp;quot; ujar Andri &lt;br&gt;dalam ra&amp;#173;pat dengar pendapat dengan Ko&amp;#173;misi VII DPR, Selasa malam (14/2).&lt;p&gt;Menurut Andri, selama 2011, Pertamina mengalami kerugian total Rp 4,27 &lt;br&gt;triliun, terdiri dari rugi akibat penjualan BBM sub&amp;#173;sidi Rp 460 miliar &lt;br&gt;dan akibat penjualan LPG non subsidi Rp 3,81 triliun. Adapun pendapatan &lt;br&gt;dari penjualan BBM subsidi selama 2011 Rp 288,45 triliun. Namun, biaya &lt;br&gt;pengadaan dan opera&amp;#173;sionalnya mencapai Rp 288,91 triliun sehingga &lt;br&gt;persero&amp;#173;an menga&amp;#173;lami rugi Rp 460 mi&amp;#173;liar. Rea&amp;#173;lisasi rugi ini jauh dari &lt;br&gt;RKAP 2011 yang ditargetkan mem&amp;#173;peroleh laba sebesar Rp 760 miliar.&lt;p&gt;Terganjal Tanah&lt;p&gt;Menyangkut rencana pem&amp;#173;bangunan kilang BBM, Vice President Corporate &lt;br&gt;Com&amp;#173;mu&amp;#173;nication Pertamina Mocha&amp;#173;mad Harun mengatakan, inves&amp;#173;tor yang &lt;br&gt;ingin menanamkan modal merasa iklim di Indramayu ku&amp;#173;rang kon&amp;#173;dusif &lt;br&gt;karena harga tanah yang sangat mahal.&lt;p&gt;&amp;quot;Semula harga tanahnya seki&amp;#173;tar Rp 50 ribu per meter, pas mau kita beli &lt;br&gt;harganya menjadi Rp 3,5 juta per meternya. Ini kan nggak masuk akal,&amp;quot; &lt;br&gt;keluhnya.&lt;p&gt;Harun menyayangkan sikap penduduk Indramayu yang me&amp;#173;matok harga terlalu &lt;br&gt;tinggi. Dia menilai, jika hal ini terus ber&amp;#173;lanjut, justru daerah &lt;br&gt;tersebut yang rugi. [Harian Rakyat Merdeka]&lt;p&gt;&lt;a href="http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54969/Pertamina-Tanggung-Rugi-Rp-3,14-T-"&gt;http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54969/Pertamina-Tanggung-Rugi-Rp-3,14-T-&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8918979519490850284?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8918979519490850284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8918979519490850284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8918979519490850284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8918979519490850284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-pertamina-tanggung-rugi.html' title='[Koran-Digital] Pertamina Tanggung Rugi Rp 3,14 T'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-4556880377327821202</id><published>2012-02-15T18:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:18:08.096-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Lebih 1,8 Juta Orang Mati Terdaftar Jadi Pemilih AS</title><content type='html'>Lebih 1,8 Juta Orang Mati Terdaftar Jadi Pemilih AS&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012 , 08:50:00 WIB&lt;p&gt;&lt;p&gt;RMOL. Ternyata, negara semaju Ame&amp;#173;rika Serikat (AS) juga tak le&amp;#173;pas dari &lt;br&gt;kesalahan administrasi. Lebih dari 1,8 juta orang AS yang meninggal &lt;br&gt;tetap terdaftar sebagai pemilih aktif. Sedangkan tak kurang dari 51 juta &lt;br&gt;orang yang memenuhi syarat sebagai pemilih tak terdaftar ikut pemilu.&lt;p&gt;Hasil studi itu disiarkan Selasa (14/2), merupakan hasil pene&amp;#173;li&amp;#173;tian &lt;br&gt;organisasi non-partisan Pew Center on the States. Isinya an&amp;#173;tara lain &lt;br&gt;meng&amp;#173;ungkapkan satu dari setiap de&amp;#173;lapan catatan pe&amp;#173;milih tidak tepat. &lt;br&gt;&amp;quot;Masalah ini merusak ke&amp;#173;percayaan pemilih dan menyulut pertikaian &lt;br&gt;keber&amp;#173;pi&amp;#173;hakan me&amp;#173;ngenai integritas pemilu kita,&amp;quot; kata lembaga itu.&lt;p&gt;Sebanyak 2,75 juta orang ter&amp;#173;daftar di lebih dari satu negara bagian. &lt;br&gt;Sebanyak 12 juta catatan berisi alamat yang tidak benar, yang berarti &lt;br&gt;para pemilih ter&amp;#173;sebut sudah pindah.&lt;p&gt;Sebagian kesalahan tersebut dapat dijelaskan berdasarkan fak&amp;#173;ta, satu &lt;br&gt;dari delapan orang Ame&amp;#173;rika pindah selama tahun pemilu 2008 dan 2010, &lt;br&gt;terutama generasi muda dan anggota militer AS.&lt;p&gt;Pew Center menyatakan, me&amp;#173;reka bekerja sama dengan para pejabat pemilu &lt;br&gt;dalam penelitian ini. [Harian Rakyat Merdeka]&lt;p&gt;&lt;a href="http://internasional.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54982/Lebih-1,8-Juta-Orang-Mati-Terdaftar-Jadi-Pemilih-AS-"&gt;http://internasional.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54982/Lebih-1,8-Juta-Orang-Mati-Terdaftar-Jadi-Pemilih-AS-&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-4556880377327821202?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/4556880377327821202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=4556880377327821202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4556880377327821202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4556880377327821202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-lebih-18-juta-orang-mati.html' title='[Koran-Digital] Lebih 1,8 Juta Orang Mati Terdaftar Jadi Pemilih AS'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-9200353290963329149</id><published>2012-02-15T18:15:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:15:55.308-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Amir Syamsuddin: AS Tidak Pernah Acak-acak Lembaga Pemasyarakatan</title><content type='html'>WAWANCARA&lt;br&gt;Amir Syamsuddin: AS Tidak Pernah Acak-acak Lembaga Pemasyarakatan&lt;br&gt;Kamis, 16 Februari 2012 , 09:05:00 WIB&lt;p&gt;&lt;p&gt;RMOL. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tidak pernah menerima &lt;br&gt;kucuran dana satu sen pun dari Amerika Serikat sebagai konsesi memeriksa &lt;br&gt;narapidana di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan.&lt;p&gt;&amp;quot;Kami tidak pernah menye&amp;#173;dia&amp;#173;kan ruang khusus bagi pe&amp;#173;me&amp;#173;rin&amp;#173;tah Amerika &lt;br&gt;Serikat (AS) untuk membentuk Biro Interogasi di da&amp;#173;lam Lapas,&amp;#39;&amp;#39; tegas &lt;br&gt;Men&amp;#173;kum&amp;#173;ham Amir Syamsuddin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.&lt;p&gt;Seperti diketahui, Ketua Pre&amp;#173;sidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S &lt;br&gt;Pane me&amp;#173;nge&amp;#173;cam Kemenkumham yang me&amp;#173;&amp;#173;lakukan pembiaran terhadap &lt;br&gt;pem&amp;#173;ba&amp;#173;ngunan kantor Biro In&amp;#173;terogasi AS di sejumlah Lem&amp;#173;baga &lt;br&gt;Pe&amp;#173;ma&amp;#173;sya&amp;#173;rakatan (Lapas).&lt;p&gt;Menurut Neta, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ke&amp;#173;menkumham) &lt;br&gt;mendapatkan bantuan Rp 1 triliun per tahun atas aksi pembiaran tersebut. &lt;br&gt;Pe&amp;#173;merintah AS dan FBI men&amp;#173;da&amp;#173;pat&amp;#173;kan konsensi bebas memeriksa para &lt;br&gt;narapidana Indonesia di se&amp;#173;jum&amp;#173;lah Lapas, terutama nara&amp;#173;pi&amp;#173;dana kasus &lt;br&gt;terorisme.&lt;p&gt;Neta mengatakan, kantor Ke&amp;#173;pala Biro Interogasi AS tersebut ber&amp;#173;ukuran 4 &lt;br&gt;meter x 7 meter. Di dalamnya terdapat fasilitas dan peralatan lengkap &lt;br&gt;untuk mela&amp;#173;kukan interogasi.&lt;p&gt;Amir Syamsuddin selanjutnya me&amp;#173;ngatakan, pihaknya melalui Direktorat &lt;br&gt;Jenderal Pema&amp;#173;sya&amp;#173;rakatan (Ditjen Pas) memang me&amp;#173;la&amp;#173;kukan kerja sama &lt;br&gt;internasional dengan beberapa negara. &amp;quot;Tapi negara-negara itu, ter&amp;#173;masuk &lt;br&gt;AS, tidak mendirikan kan&amp;#173;tor Biro In&amp;#173;terogasi di Lapas,&amp;#39;&amp;#39; ujar&amp;#173;&amp;#173;nya.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Berikut kutipan selengkapnya:&lt;p&gt;Ditjen Pas kerja sama de&amp;#173;ngan siapa saja?&lt;p&gt;Salah satunya rencana men&amp;#173;ja&amp;#173;lin kerja sama dengan Inter&amp;#173;na&amp;#173;tio&amp;#173;nal &lt;br&gt;Criminal Investigative Trai&amp;#173;ning Assintance (ICITAP), yaitu lembaga di &lt;br&gt;bawah De&amp;#173;par&amp;#173;temen Ke&amp;#173;hakiman Amerika Se&amp;#173;rikat yang bergerak dalam &lt;br&gt;bidang pe&amp;#173;ngembangan kapasitas ma&amp;#173;na&amp;#173;gemen penanganan narapidana ri&amp;#173;siko &lt;br&gt;tinggi.&lt;p&gt;&lt;p&gt;Di bidang apa saja kerja sa&amp;#173;ma itu?&lt;p&gt;Kerja sama yang akan dila&amp;#173;ku&amp;#173;kan mencakup penyusunan pe&amp;#173;doman penanganan &lt;br&gt;narapidana re&amp;#173;siko tinggi, penyusunan modul pe&amp;#173;latihan bagi petugas &lt;br&gt;tentang pe&amp;#173;nanganan resiko tinggi, trai&amp;#173;ning of trainer penanganan &lt;br&gt;na&amp;#173;ra&amp;#173;pidana risiko tinggi, dan pelatihan pe&amp;#173;tugas dalam penanganan &lt;br&gt;nara&amp;#173;pi&amp;#173;dana risiko tinggi.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Ditjen Pas pernah ber&amp;#173;kun&amp;#173;jung ke penjara di Amerika?&lt;p&gt;Ya. Tepatnya 28 Oktober sam&amp;#173;pai 10 November 2011. Saat itu pi&amp;#173;hak ICITAP &lt;br&gt;mengundang 11 pe&amp;#173;&amp;#173;jabat Ditjen Pas ke beberapa pen&amp;#173;&amp;#173;jara di negara &lt;br&gt;bagian Cali&amp;#173;for&amp;#173;nia, AS, dalam rangka studi ten&amp;#173;tang manajemen &lt;br&gt;penanganan na&amp;#173;rapidana.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Apakah berkunjung ke pen&amp;#173;jara Guantanamo?&lt;p&gt;Saya tegaskan, dalam pelak&amp;#173;sa&amp;#173;naan studi tersebut tidak pernah &lt;br&gt;me&amp;#173;&amp;#173;rencanakan dan tidak pernah pu&amp;#173;la melakukan kunjungan ke pen&amp;#173;jara &lt;br&gt;Guantanamo.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Apa Amerika Serikat dan FBI melakukan interogasi di Lapas untuk &lt;br&gt;narapidana terorisme?&lt;p&gt;Tuduhan adanya kucuran dana Rp 1 triliun dari Pemerintah Ame&amp;#173;&amp;#173;rika &lt;br&gt;Serikat, perlu kami sam&amp;#173;pai&amp;#173;kan bahwa Ditjen Pas tidak per&amp;#173;nah menerima &lt;br&gt;kucuran dana se&amp;#173;dikitpun dari Pemerintah Ame&amp;#173;rika Serikat sebagai &lt;br&gt;konsesi bagi Pe&amp;#173;merintah Amerika Serikat serta FBI untuk memeriksa para &lt;br&gt;nara&amp;#173;pi&amp;#173;&amp;#173;dana di sejumlah Lapas.&lt;p&gt;Saya juga perlu meluruskan bah&amp;#173;wa Kemenkumham tidak per&amp;#173;nah menyediakan &lt;br&gt;ruang khusus bagi Pemerintah AS untuk mem&amp;#173;bentuk biro interogasi di &lt;br&gt;dalam Lapas. Saya tegaskan sekali lagi, itu tidak benar.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Tapi pernah dilakukan as&amp;#173;sess&amp;#173;ment?&lt;p&gt;Jika pun telah dilakukan as&amp;#173;ses&amp;#173;sment bagi narapidana di se&amp;#173;jum&amp;#173;lah &lt;br&gt;Lapas, maka sebe&amp;#173;nar&amp;#173;nya as&amp;#173;sessment tersebut dila&amp;#173;kukan sen&amp;#173;diri oleh &lt;br&gt;petugas Lapas. Ti&amp;#173;dak me&amp;#173;libatkan pihak lain de&amp;#173;ngan meng&amp;#173;gunakan &lt;br&gt;instrument, yang disebut need and risk asses&amp;#173;sment dan Violent Extrimist &lt;br&gt;Risk Asses&amp;#173;ment (VERA).&lt;p&gt;Pengembangan instrumen-ins&amp;#173;trumen tersebut merupakan hasil ker&amp;#173;ja sama &lt;br&gt;antara Ditjen Pas de&amp;#173;ngan Corrective Service New South Wales (NSW) &lt;br&gt;Australia.&lt;p&gt;Instrumen tersebut yang di&amp;#173;gunakan petugas pemasyarakatan untuk &lt;br&gt;melakukan wawancara atau konseling terhadap nara&amp;#173;pi&amp;#173;da&amp;#173;na secara umum.&lt;p&gt;Hasil wawancara itulah yang akan dijadikan dasar bagi petugas &lt;br&gt;pemasyarakatan untuk menyusun program pembinaan yang tepat bagi narapidana.&lt;p&gt;&lt;p&gt;Apa benar Lapas diacak-acak AS?&lt;p&gt;Kami tegaskan bahwa per&amp;#173;nya&amp;#173;taan yang disampaikan Neta S Pane, tidak &lt;br&gt;benar. Apalagi me&amp;#173;ngatakan Amerika Serikat mau&amp;#173;pun FBI telah &lt;br&gt;mengacak-acak Lapas di Indonesia. AS tidak per&amp;#173;nah acak-acak Lapas.&lt;p&gt;&lt;br&gt;O ya, peredaran narkoba di La&amp;#173;pas dan Rutan masih saja ter&amp;#173;&amp;#173;&amp;#173;jadi, apa &lt;br&gt;sudah ada tero&amp;#173;bos&amp;#173;an pencegahan?&lt;p&gt;Untuk pemberantasan per&amp;#173;edaran narkoba, Ke&amp;#173;menkumham dan BNN telah &lt;br&gt;menandatangani peraturan bersama tentang pe&amp;#173;do&amp;#173;man pelaksanaan &lt;br&gt;pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap &lt;br&gt;narkotika (P4GN) di dalam Lapas dan Ru&amp;#173;tan.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Bagaimana tindak lanjut soal usulan penyediaan kamar khu&amp;#173;sus bagi napi &lt;br&gt;untuk kebutuhan bio&amp;#173;logis?&lt;p&gt;Sedang dilakukan penelitian ka&amp;#173;rena selama ini kita sering de&amp;#173;ngar ada &lt;br&gt;cerita bahwa masalah ke&amp;#173;bu&amp;#173;tuh&amp;#173;&amp;#173;an biologis ini kemudian di&amp;#173;man&amp;#173;faatkan &lt;br&gt;di beberapa kejadian.&lt;p&gt;Kajian ini kami melibatkan se&amp;#173;jumlah tokoh agama untuk mem&amp;#173;beri masukan &lt;br&gt;terkait hak biologis bagi narapidana. Kalaupun nanti disetujui, &lt;br&gt;dilakukan dengan pa&amp;#173;sangan yang sah. [Harian Rakyat Merdeka]&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54983/Amir-Syamsuddin:-AS-Tidak-Pernah-Acak-acak-Lembaga-Pemasyarakatan-"&gt;http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/16/54983/Amir-Syamsuddin:-AS-Tidak-Pernah-Acak-acak-Lembaga-Pemasyarakatan-&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-9200353290963329149?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/9200353290963329149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=9200353290963329149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9200353290963329149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/9200353290963329149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-amir-syamsuddin-as-tidak.html' title='[Koran-Digital] Amir Syamsuddin: AS Tidak Pernah Acak-acak Lembaga Pemasyarakatan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8608805329894861417</id><published>2012-02-15T18:13:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:14:18.306-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Wah, Amerika Diskriminatif Terhadap Perempuan Hamil</title><content type='html'>Wah, Amerika Diskriminatif Terhadap Perempuan Hamil&lt;br&gt;Kamis, 16 Pebruari 2012 08:59 WIB&lt;p&gt;&lt;a href="http://REPUBLIKA.CO.ID"&gt;REPUBLIKA.CO.ID&lt;/a&gt;, WASHINGTON - Lebih dari tiga dasawarsa lalu Kongres AS &lt;br&gt;mensahkan peraturan yang berusaha meningkatkan perlindungan bagi &lt;br&gt;perempuan hamil bekerja, tapi kini diskriminasi masih tersebar luas dan &lt;br&gt;perlu diperangi secara terbuka dan panduan yang lebih jelas.&lt;p&gt;Dalam kesaksian di pengadilan federal Rabu (15/20, penasehat hukum dari &lt;br&gt;Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) Peggy Mastroianni &lt;br&gt;mengatakan lembaga itu menyelesaikan 52.000 kasus perempuan hamil sejak &lt;br&gt;2001. Sebanyak 150,5 juta dolar AS telah dikeluarkan dalam bentuk ganti &lt;br&gt;rugi.&lt;p&gt;Diskriminasi terhadap perempuan hamil meliputi pemecatan, cuti paksa &lt;br&gt;tanpa bayaran, tak disediakan tempat untuk menyedot air susu ibu dan &lt;br&gt;dilarang melakukan pekerjaan tertentu, kata beberapa saksi kepada panel &lt;br&gt;lima anggota EEOC.&lt;p&gt;Beberapa dasawarsa setelah pengesahan Pregnancy Discrimination Act 1978, &lt;br&gt;diskriminasi masih membentang mulai dari lantai toko sampai ruang &lt;br&gt;eksekutif, dan masalah seksual menjadi faktor utama. Itu ditemukan di &lt;br&gt;setiap negara bagian, tapi lebih mungkin menerpa perempuan yang &lt;br&gt;melakukan pekerjaan dengan upah rendah, kata mereka.&lt;p&gt;&amp;quot;Selama bertahun-tahun ini, setelah Pregnancy Discrimination Act, masih &lt;br&gt;ada majikan yang tak memahami landasan tersebut. Apakah kata-katanya tak &lt;br&gt;menyentuh masalah dasar ?&amp;quot; kata Komisaris Constance Barker sebagaimana &lt;br&gt;dilaporkan Reuters  Kamis pagi.&lt;p&gt;Masalah diskriminasi di tempat kerja menjadi sorotan dua pekan &lt;br&gt;sebelumnya, ketika seorang hakim federal di Texas membuat putusan yang &lt;br&gt;menolak klaim seorang ibu dari Houston yang mengatakan ia dipecat &lt;br&gt;setelah meminta tempat untuk menyedot air susunya.&lt;p&gt;EEOC membantu mengajukan kasus tersebut ke pengadilan. Penasehat Umum &lt;br&gt;David Lopez mengatakan lembaga itu mempertimbangkan apakah akan &lt;br&gt;mengajukan banding atas putusan tersebut.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id//berita/internasional/global/12/02/16/lzgqus-wah-amerika-diskriminatif-terhadap-perempuan-hamil"&gt;http://www.republika.co.id//berita/internasional/global/12/02/16/lzgqus-wah-amerika-diskriminatif-terhadap-perempuan-hamil&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8608805329894861417?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8608805329894861417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8608805329894861417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8608805329894861417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8608805329894861417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-wah-amerika-diskriminatif.html' title='[Koran-Digital] Wah, Amerika Diskriminatif Terhadap Perempuan Hamil'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5576018657548517523</id><published>2012-02-15T18:10:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T18:10:50.625-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Pemerintah Mulai Pesimistis</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;a  href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Pemerintah-Mulai-Pesimistis-16022012017019.shtml?Mode=1#"  id="A2"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--ElYYAjQOWY/Tzxlqh-qIzI/AAAAAAAAA8I/nLApX6VP9S4/s1600/16_02_2012_017_019_010-750626.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/--ElYYAjQOWY/Tzxlqh-qIzI/AAAAAAAAA8I/nLApX6VP9S4/s320/16_02_2012_017_019_010-750626.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709550208949035826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="float: left; display: none;" id="divTL"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="float: right;" id="divTR"&gt; &lt;table border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; &lt;object type="application/x-shockwave-flash"  data="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"  title="Demo160x600 Ad epaper" width="300" align="middle" height="250"&gt;       &lt;param name="movie"  value="../../../ads/swf/demo300x250-epaper.swf"&gt; &lt;param name="quality"  value="high"&gt; &lt;param name="scale" value="exactfit"&gt; &lt;/object&gt; &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--STARTARTICLECONTENT--&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Langkah memotong target pertumbuhan mengindikasikan tidak adanya perencanaan anggaran yang baik oleh pemerintah.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; PERLAMBATAN perekonomian global membuat pemerintah mulai ragu target pertumbuhan ekonomi 2012 sebesar 6,7% bakal tercapai. &lt;p&gt;Rencana pemangkasan target pun dijalankan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menyatakan besarnya koreksi target pertumbuhan ekonomi sedang dihitung dan dikaji. &amp;#8220;Yang pasti, kita akan lakukan koreksi pertumbuhan ekonomi,&amp;#8221; ujarnya seusai rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, kemarin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemangkasan target itu, menurut Agus, setelah melihat pertumbuhan di triwulan III dan triwulan IV tahun lalu yang hanya berkisar 6,5%. &lt;/p&gt; Padahal, penyerapan belanja pemerintah terbesar terjadi pada saat itu. &lt;p&gt;Adapun pada periode yang sama tahun 2009 dan 2010, pertumbuhan ekonomi nasional naik tajam. &amp;#8220;Ini menandakan perekonomian kita juga kena dampak dari krisis global.&lt;br&gt; Jepang, China, dan India telah mengalami perlambatan. Surplus pendapatan mereka menurun tajam. Kita perhatikan kita juga kena,&amp;#8220; ujar Menkeu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Agus menambahkan, dua lembaga multilateral seperti Bank Dunia dan IMF juga telah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkoreksi. Bank Dunia dan IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di kisaran 6,1% dan 6,2%, lebih rendah ketimbang realisasi pertumbuhan tahun lalu yang sebesar 6,5%.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Meski demikian, Agus menyatakan pemangkasan target pertumbuhan tidak akan besar. Pasalnya, ada proyek percepatan pembangunan infrastruktur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Usulan target pertumbuhan akan dibahas bersama DPR saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Anggota Komisi XI DPR Arief Budimanta mengkritik langkah koreksi target pertumbuhan ekonomi 2012. Pasalnya, target pertumbuhan tahun ini terhitung konservatif dan sudah mempertimbangkan dampak krisis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apalagi, lanjutnya, Indonesia mendapatkan penaikan peringkat investasi dari dua lembaga pemeringkat dunia yakni Fitch Rating dan Moody&amp;#8217;s. Itu seharusnya bisa menjadi momentum pendorong investasi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Langkah yang agak aneh jika pemerintah mengoreksi target pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih rendah, di saat Indonesia mendapatkan status investment grade (peringkat layak investasi),&amp;#8221; ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal senada juga dilontarkan pengamat ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut dia, langkah memotong target pertumbuhan mengindikasikan tidak adanya perencanaan anggaran yang baik oleh pemerintah. &lt;/p&gt; Pemerintah terlalu dini mengubah target pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, tidak ada data baru yang mengindikasikan ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. &lt;p&gt;&amp;#8220;Target pertumbuhan ekonomi 6,7% bisa tercapai jika belanja anggaran tepat waktu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini amat bisa tercapai,&amp;#8221; tandas Purbaya. &lt;/p&gt; Berbeda dengan Menkeu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai pencapaian pertumbuhan ekonomi 6,7% masih terbuka. Meski diakuinya pemerintah cukup mengkhawatirkan dampak perlambatan ekonomi global. &amp;#8220;Kita cermati itu tapi kita tentu tidak terlalu buru-buru,&amp;#8221; ujarnya. &lt;p&gt;Hatta menyatakan yang pasti diubah adalah asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) yang saat ini sudah mendekati US$120 per barel. Harga tersebut jauh melebihi asumsi APBN 2012 yang sebesar US$90 per barel. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itulah, pemerintah akan lebih awal membahas APBN-P. &amp;#8220;Patokan ICP sedang dihitung-hitung. Lebih cepat lebih bagus,&amp;#8221; ujar Hatta. (E-1)&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Pemerintah-Mulai-Pesimistis-16022012017019.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Pemerintah-Mulai-Pesimistis-16022012017019.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5576018657548517523?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5576018657548517523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5576018657548517523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5576018657548517523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5576018657548517523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-pemerintah-mulai.html' title='[Koran-Digital] Pemerintah Mulai Pesimistis'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--ElYYAjQOWY/Tzxlqh-qIzI/AAAAAAAAA8I/nLApX6VP9S4/s72-c/16_02_2012_017_019_010-750626.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8317681830325047936</id><published>2012-02-15T18:04:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T18:05:21.129-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Mukhaer Pakkanna : Tanah dan Buruh, Faktor Produksi?</title><content type='html'>Tanah dan Buruh, Faktor Produksi?&lt;br&gt;Mukhaer Pakkanna Rektor STIE Ahmad Dahlan Jakarta&lt;p&gt;MERUYAKNYA sengketa tanah di pelbagai wilayah di Tanah Air (Mesuji, &lt;br&gt;Sape-Bima, Sidomulyo Lampung, Sei Sodong Sumatra Selatan, dan &lt;br&gt;seterusnya), serta meletusnya demonstrasi masif buruh di Bekasi dan &lt;br&gt;Tangerang menuntut peningkatan upah dan kesejahteraan, kian menegaskan &lt;br&gt;persoalan bahwa tanah dan buruh memiliki nilai-nilai spesifik (specific &lt;br&gt;values). Mereka tidak semata sebagai faktor produksi-galibnya dalam &lt;br&gt;neo-classical theorem. Tanah dan buruh sejatinya memiliki nilai-nilai &lt;br&gt;intrinsik, berupa nilai kemanusiaan, kultural, dan sosial.&lt;br&gt;Lantas, mengapa kita selalu dirundung konflik tanah dan demonstrasi &lt;br&gt;buruh, yang nyaris tidak berkesudahan?&lt;br&gt;Tanah memiliki makna historis dan kultural. Historis karena merupakan &lt;br&gt;warisan leluhur yang sifatnya turuntemurun. Ia ada, tidak sertamerta, &lt;br&gt;tapi bersifat kontinu.&lt;br&gt;Tanah merupakan hasil jerih payah, pada eksistensinya terekam makna &lt;br&gt;suka-duka sehingga ia berfungsi secara kultural. Tanah bahkan memiliki &lt;br&gt;makna sakramental sehingga jika terjadi perampasan hak ulayat tanah oleh &lt;br&gt;pemilik modal kakap dan penguasa, darah atau kematian jawabannya.&lt;p&gt;Demikian juga soal buruh.&lt;br&gt;Mereka tidak sekadar manusia tanpa hati, akal, dan nurani.&lt;br&gt;Buruh adalah manusia biasa yang memiliki makna rekam emosi, &lt;br&gt;spiritualitas, kognitif, dan material. Karena itu, tatkala kewajiban &lt;br&gt;sudah ditunaikan, sangat pantas jika mereka menuntut hak masing-masing.&lt;br&gt;Kewajiban mereka telah memberi kontribusi maksimal bagi kemajuan pemodal &lt;br&gt;kakap.&lt;p&gt;Tidak mengherankan jika `prestasi&amp;#39; peningkatan kekayaan pemodal kakap &lt;br&gt;itu telah menempatkan Indonesia di posisi ketiga di Asia dan posisi &lt;br&gt;ke-14 di dunia sebagai negara kontributor tertinggi bagi pertumbuhan &lt;br&gt;kekayaan dunia.&lt;br&gt;Dengan mengonfirmasi data Credit Suisse Research Institute (2011), dalam &lt;br&gt;kurun 1,5 tahun kenaikan kekayaan orang Indonesia ditaksir mencapai &lt;br&gt;US$420 miliar atau sekitar Rp3.738 triliun. Buruh jelas memberi andil &lt;br&gt;luar biasa terhadap pertumbuhan kekayaan pemilik modal tersebut.&lt;br&gt;Faktor produksi Berdasarkan teorema dasar ilmu ekonomi neoklasik, tanah &lt;br&gt;dan buruh ditempatkan sebagai faktor produksi. Me reka ditempatkan &lt;br&gt;sebanding dengan modal uang, teknologi, i informasi, dan kewirausahaan.&lt;br&gt;D Dalam proses produksi, teorema tersebut kerap menempatkan pemodal &lt;br&gt;kakap sebagai pemilik dan penguasa faktor produksi. Pemodal memiliki &lt;br&gt;fungsi determinan. Pemaksimalan keuntungan menjadi tujuan utama. Apa pun &lt;br&gt;yang terjadi, ongkos produksi harus ditekan untuk memperoleh keuntungan &lt;br&gt;maksimal.&lt;p&gt;Tanah dianggap given oleh David Ricardo (1772-1823). Demikian pula oleh &lt;br&gt;JH von Thunen (1780-1850), perbedaan tinggi rendahnya sewa tanah akibat &lt;br&gt;perbedaan letak terhadap pasar. Kian dekat letak tanah dengan pasar &lt;br&gt;produk yang dihasilkan akan menekan atau mengurangi biaya angkut ke &lt;br&gt;pasar. Akibatnya, sewa tanah tersebut relatif lebih tinggi daripada &lt;br&gt;tanah yang letaknya lebih jauh dari pasar. bih jauh dari pas Demikian &lt;br&gt;juga soal buruh, e ko n o m i neoklasik menempatkan patka upah yang dite &lt;br&gt;rima buruh sebesar nilai marjinal dari faktor produksi dalam rangka &lt;br&gt;memaksimalkan keuntungan.&lt;p&gt;Artinya, tanah dan buruh benar-benar diposisikan dalam konteks tanpa makna.&lt;p&gt;Tidak meng herankan jika paradigma neoklasik yang menjadi `arus utama&amp;#39; &lt;br&gt;pemikiran dan kebijakan ekonomi global serta nasional mengeksploitasi &lt;br&gt;tanah dan buruh tanpa melirik aspek historis, kultural, dan sakramental &lt;br&gt;yang inheren. Kebijakan ekonomi pun menempatkan pemilik modal kakap &lt;br&gt;sebagai pemilik dan penguasa proses produksi pada posisi terhormat. In &lt;br&gt;vestor besar dibujuk rayu, diberi privi lese, dan digelar `karpet merah&amp;#39; &lt;br&gt;da lam rangka men dongkrak peneri maan asli daerah (PAD) tanpa me &lt;br&gt;nimbang efek lingkungan, sosial, dan budaya. Per selingkuhan pen guasa &lt;br&gt;dan pengu saha kerap men jadi cerita klasik.&lt;p&gt;Itu justru menjadi biang pemicu yang melatari pelbagai kericuhan serta &lt;br&gt;konflik tanah dan buruh hingga detik ini.&lt;p&gt;Negara kerap tidak netral dalam memfasilitasi domain proses produksi &lt;br&gt;antara pemilik dan faktor produksi (buruh dan tanah). Negara kerap &lt;br&gt;berasumsi domain itu bersifat internal (mikroekonomi). Akhirnya, negara &lt;br&gt;abai melakukan tindakan preventif. Tatkala kasus tanah atau konflik &lt;br&gt;agraria meletus, negara baru tersentak dan `sadar&amp;#39;. Demikian juga &lt;br&gt;tatkala buruh demonstrasi secara masif, negara baru terlibat untuk &lt;br&gt;memediasi. Kebijakan negara tampaknya tidak permanen, sekadar `tambal &lt;br&gt;sulam&amp;#39;.&lt;br&gt;Negara bandit Sebagai bagian dari masalah, negara melalui aparat &lt;br&gt;birokrasinya mandul menciptakan negara yang sejahtera. Secara &lt;br&gt;terang-benderang terlihat, negara sendiri telah menginterupsi bahkan &lt;br&gt;menyubversi cita-cita negara yang tertuang dalam amanat konstitusi ekonomi.&lt;br&gt;Negara tidak pernah `siuman&amp;#39; melihat eksploitasi yang dilakukan pemodal &lt;br&gt;raksasa terhadap rakyat.&lt;p&gt;Lahan dan keringat buruh dijarah demi proses produksi kapitalis. Kita &lt;br&gt;akhirnya terjerembab di `negara bandit&amp;#39;.&lt;br&gt;Kata Lowrie dalam Swasono (2010), Indonesia dirampok para herrenvolker, &lt;br&gt;bangsabangsa adidaya ekonomi yang menggandeng liberalisasi dan komprador &lt;br&gt;domestiknya dan dengan gampang menjarah kekayaan dan buruh kita.&lt;p&gt;Negara telah meninggalkan amanat konstitusi ekonomi yang sejatinya &lt;br&gt;dibangun dalam kebersamaan. Konstitusi ekonomi kita menjamin kemakmuran &lt;br&gt;bersama, kepen tingan masyarakat lebih utama daripada kepentingan &lt;br&gt;orangseorang, hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara untuk &lt;br&gt;menjamin kesejahteraan bersama seluruh rakyat.&lt;br&gt;Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dikuasai oleh negara &lt;br&gt;untuk menjamin keselamatan bangsa dan negara dan untuk memperkukuh &lt;br&gt;ketahanan nasional. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di &lt;br&gt;dalamnya (sebagai pokok-pokok kehidupan dan kemakmuran rakyat) harus &lt;br&gt;dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan untuk sebesarbesar kemakmuran bersama.&lt;p&gt;Sayang, doktrin itu lenyap di bangku-bangku perkuliahan.&lt;br&gt;Itu hanya formalitas dan eklektik karena doktrin liberalisme neoklasik &lt;br&gt;`lebih seksi&amp;#39;. Karena itu, perlu kita luruskan kembali pemahaman para &lt;br&gt;akademisi dan pengambil kebijakan, apa makna sesungguhnya dari &lt;br&gt;konstitusi ekonomi itu?&lt;br&gt;Di tingkat teknis, perlu segera dilakukan dialog keseteraan antara &lt;br&gt;rakyat, pemerintah, dan pemodal kakap. Diperlukan dialog yang `tiada &lt;br&gt;dusta di antara kita&amp;#39; dalam menyelesaikan kekisruhan sengketa lahan dan &lt;br&gt;upah buruh yang lebih permanen. Dalam konteks lahan, program sertifikasi &lt;br&gt;tanah yang menjadi janji `muluk-muluk&amp;#39; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono &lt;br&gt;harus segera direalisasikan sesuai dengan amanat Undang-Undang Pokok &lt;br&gt;Agraria (UUPA). Hal itu sejurus dengan ungkapan Hernando de Soto (1989), &lt;br&gt;rakyat miskin akan bisa diberdayakan jika program redistribusi dan &lt;br&gt;sertifikasi lahan terus digalakkan.&lt;p&gt;&lt;a href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Tanah-dan-Buruh-Faktor-Produksi-16022012012003.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Tanah-dan-Buruh-Faktor-Produksi-16022012012003.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8317681830325047936?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8317681830325047936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8317681830325047936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8317681830325047936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8317681830325047936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-mukhaer-pakkanna-tanah.html' title='[Koran-Digital] Mukhaer Pakkanna : Tanah dan Buruh, Faktor Produksi?'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-637863543570963215</id><published>2012-02-15T17:55:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T17:55:42.712-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Survei Sebut Jakarta Ingin Dipimpin Militer</title><content type='html'>&lt;font face="Book Antiqua"&gt;Ada komentar Bung Faisal?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Selamat berjuang...&lt;/font&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Sutiyoso mengatakan kepemimpinan militer diperlukan untuk menghadapi kompleksitas masalah Jakarta. Hasil survei juga menunjukkan bakal calon gubernur dari unsur militer memiliki tingkat elektabilitas lebih tinggi jika dibandingkan dengan calon dari sipil."&lt;br&gt; HASIL survei Pusat Kajian Pemba ngunan Sosial dan Politik Indonesia (Pusbangpospol) menunjukkan 32,5% warga DKI Jakarta menginginkan kombinasi militer-sipil untuk memimpin Ibu Kota. Bahkan bila dibalik, yakni sipil-militer, jumlah yang memilih militer tetap lebih tinggi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;#8220;Dari 1.000 warga yang dijadikan responden, 325 warga mengharapkan militer-sipil yang menjadi gubernur dan wakil gubernur. Hanya 18,5% yang tetap memilih sipil-militer,&amp;#8220; papar Direktur Riset Pusbangpospol Heriansyah di Gedung Joeang `45, Menteng, Jakarta, kemarin.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Adapun kombinasi sipil-sipil dikehendaki 11,3%, sedangkan kombinasi militer-militer hanya 3,6%. Sisanya sebanyak 34,1% tidak menjawab.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Survei menggunakan metode cluster. Setiap kota madya di DKI Jakarta dianggap satu cluster. Survei dilakukan pada 1-7 Februari 2012 dengan menggunakan metode deskriptif.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Hasil survei juga menunjukkan bakal calon gubernur dari unsur militer memiliki tingkat elektabilitas lebih tinggi jika dibandingkan dengan calon dari sipil.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;#8220;Yang mengejutkan, tingkat elektabilitas tertinggi diraih mantan marinir bintang tiga Nono Sampono dengan poin 16,4%. Dilanjutkan dengan Nachrowi Ramli 13,5% dan Prijanto 9,7% yang lagi-lagi dari militer,&amp;#8220; ucapnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Hasil survei juga menunjukkan bakal calon gubernur dari kalangan militer memiliki tingkat akseptabilitas yang cukup tinggi. Prijanto, misalnya, menempati poin tertinggi akseptabilitas sebesar 19,5%.&lt;br&gt; Nono Sampono mengikutinya dengan poin 17,9%. Adapun Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo hanya menempati urutan ketiga dengan 12,3%. &amp;#8220;Untuk Prijanto, memang ada poin merasa dizalimi yang membuat masyarakat jauh lebih menerima Prijanto ketimbang Foke,&amp;#8220; jelasnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mantan Gubernur DKI Sutiyoso mengatakan kepemimpinan militer diperlukan untuk menghadapi kompleksitas masalah Jakarta. Gubernur mendatang, imbuhnya, harus dapat mengatur kota yang hanya seluas 650 km2 yang ditinggali 10 juta penduduk multietnik, agama, serta status sosial. &amp;#8220;Artinya, Jakarta rawan konflik. Belum lagi Kota Jakarta yang multifungsi dari pemerintahan, ekonomi, pelajar, sampai wisata,&amp;#8220; ujar Sutiyoso. Kurang dikenal Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Tjipta Lesmana, mengatakan banyak bakal calon gubernur DKI yang berlatar belakang militer masih belum dikenal masyarakat. &amp;#8220;Coba tanya warga Jakarta, siapa yang kenal dengan Nono Sampono atau Hendardji Supandji?&lt;br&gt; Prijanto populer karena kasus penzaliman, kalau Nachrowi ketua DPP partai terbesar di Jakarta,&amp;#8220; ujarnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Di sisi lain, pakar politik Universitas Indonesia Iberamsjah mengatakan popularitas tidak berdampak langsung pada elektabilitas. Iberamsjah mencontohkan Amien Rais yang populer, tapi faktanya elektabilitasnya hanya 13% saat pemilu presiden.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;#8220;Yang jelas, calon gubernur unsur militer ini harus punya kendaraan politik, partai pendukung. Apalagi angka pemilih mengambang di Jakarta masih tinggi yakni 36,4%,&amp;#8220; tandasnya.&lt;br&gt; (J-3) &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Survei-Sebut-Jakarta-Ingin-Dipimpin-Militer-16022012006003.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Survei-Sebut-Jakarta-Ingin-Dipimpin-Militer-16022012006003.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-637863543570963215?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/637863543570963215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=637863543570963215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/637863543570963215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/637863543570963215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-survei-sebut-jakarta.html' title='[Koran-Digital] Survei Sebut Jakarta Ingin Dipimpin Militer'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-591370677457151850</id><published>2012-02-15T17:41:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T17:42:22.935-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Nazaruddin Mengaku Disuruh Anas</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Permai Group menggelontorkan ratusan miliar rupiah dari commitment fee proyek pemerintah untuk membeli saham. Kalau intelektualnya rendah, mudah tergoda untuk melakukan korupsi. Orang yang tidak punya skill akan menjadikan parpol sebagai mata pencaharian.'' Bima Arya Ketua DPP PAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; TERDAKWA dugaan suap pembangunan Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai inisiator pembelian saham PT Garuda Indonesia. &lt;p&gt;Ia mengaku disuruh Anas untuk membeli saham itu menggunakan uang commitment fee dari proyek Wisma Atlet. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Anas itu bos Permai Group. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu itu saya disuruh Anas untuk menghubungi Munadi Herlambang (Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga Partai Demokrat) dan Harry Supoyo (Direktur Utama Mandiri Sekuritas). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya langsung menghubungi mereka untuk membicarakan pembelian saham itu,&amp;#8221; tutur Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kasus itu, Nazaruddin sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan pencucian uang. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu diduga telah menggunakan uang hasil korupsi dalam proyek Wisma Atlet untuk membeli saham PT Garuda Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Saya itu cuma anak buah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anas itu pemilik Permai Group,&amp;#8221; tegas Nazaruddin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, setelah disuruh Anas, dirinya langsung menemui Munadi. Di pertemuan itu Munadi menceritakan adanya rencana Mandiri Sekuritas meminjam uang dari Permai Group untuk membeli saham PT Garuda Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Keterangan Munadi itu langsung saya kon&amp;#64257; rmasi ke Anas dan dia membenarkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mandiri Sekuritas memang mau pinjam uang,&amp;#8221; ujar Nazaruddin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan pengakuan Wakil Direktur Keuangan Permai Group di persidangan tipikor sebelumnya, perusahaan itu menggelontorkan dana hingga Rp300,8 miliar untuk membeli 4,448 juta lembar saham perdana PT Garuda Indonesia. Pembelian saham tersebut menggunakan keuntungan yang diperoleh Permai Group dari &lt;/p&gt; pengerjaan proyek-proyek milik pemerintah. &lt;p&gt; &amp;#8220;Apa kelanjutan kasus itu, silakan Anda tanya ke KPK,&amp;#8220; pungkas Nazaruddin.&lt;br&gt; Intelektual rendah Di kesempatan terpisah, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya mengatakan kalangan politisi sangat rentan dan berpotensi terlibat dalam kasus korupsi.&lt;br&gt; Potensi korupsi akan semakin tinggi saat seorang politikus memiliki intelektual rendah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#8220;Sebagian besar terjadi transaksi di dalam partai politik. Kalau intelektualnya rendah, mudah tergoda untuk melakukan korupsi. Orang yang tidak punya skill akan menjadikan kerja parpol sebagai mata pencaharian, bukan pengabdian,&amp;#8220; ungkapnya dalam diskusi Gerakan Mahasiswa dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia, di Jakarta, kemarin. Karena itu, sambungnya, kader yang dibutuhkan parpol saat ini ialah orang-orang yang punya intelektual tinggi.&lt;br&gt; Dengan modal sumber daya manusia yang intelektual, itu akan memodernisasi parpol yang hingga saat ini masih dinilai negatif oleh masyarakat.&lt;/p&gt; &amp;#8220; K a r e n a i t u s ay a m e nyayangkan sikap LSM dan media massa yang kerap menakut-nakuti orang untuk masuk parpol. Akibatnya tak ada mahasiswa dan orangorang yang punya kompetensi berminat masuk partai,&amp;#8220; kata Bima. (Ant/*/P-2)&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Nazaruddin-Mengaku-Disuruh-Anas-16022012003004.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/Nazaruddin-Mengaku-Disuruh-Anas-16022012003004.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-591370677457151850?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/591370677457151850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=591370677457151850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/591370677457151850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/591370677457151850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-nazaruddin-mengaku.html' title='[Koran-Digital] Nazaruddin Mengaku Disuruh Anas'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6217683934088130757</id><published>2012-02-15T17:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T17:36:33.072-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] EDITORIAL Setelah KPK Membongkar Banggar</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Publik berhak tahu, apakah hanya Wa Ode yang disangkakan memainkan anggaran atau ada petinggi lain di banggar yang lebih kejam menggasak uang rakyat.'' &lt;br&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; SUDAH sepekan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja anggota dan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR. Namun, hingga kini, hasil penggeledahan itu belum secuil pun muncul ke publik. &lt;p&gt; Langkah penyidik KPK mencari dokumen dengan mengobok-obok ruang kerja anggota dan pimpinan banggar pada Jumat (10/2) jelas bukan kerja main-main. Itulah bagian penting untuk mengungkap dugaan korupsi di lembaga terhormat tersebut. Dugaan itu selama ini ibarat angin, bisa dirasakan, tetapi sulit di buktikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Langkah KPK pun tak sia-sia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama 7 jam menyisir ruang kerja banggar, para penyidik KPK mengangkut bertumpuk dokumen baik hard copy mau pun soft copy. Tentu, teramat banyak petunjuk yang diraup untuk membuktikan adanya penggarongan uang negara di sana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kita patut mengapresiasi kerja keras KPK. Namun, se mua itu masih jauh dari cu kup. Tidak ada artinya jika do kumen yang sudah disita disimpan begitu saja. Tak ada artinya pula kalau hasil penye lidikan terhadap seabrek data g dalam. cuma untuk kalangan orang dalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Adanya dugaan praktik korupsi di Banggar DPR bukanlah tanpa alasan. Anggota banggar, Wa Ode Nurhayati, blak-blakan mengakui bahwa mafia anggaran memang gentayangan di badan tersebut. Itu pengakuan yang berani, meski akhirnya ia harus menjadi pesakitan dengan status tersangka kasus dugaan suap dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah 2011.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Posisi Banggar DPR sungguh vital di negeri ini. Ia ibarat jantung yang menentukan detak dan gerak pembangunan lantaran berwenang menentukan besaran anggaran proyek.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Permufakatan jahat di banggar tidak hanya bisa mengakali alokasi anggaran sehingga terjadi dislokasi anggaran, tetapi juga bisa menggiring anggaran masuk ke kantong sendiri, kelompok, bahkan partai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Karena itulah kita mendesak KPK benar-benar total menangani kasus tersebut. Segera umumkan hasil penyelidikan dokumen yang didapat dari ruang kerja anggota dan pimpinan banggar itu. Jangan terlalu lama menyimpan karena bisa raib, hilang, dan lenyap kemudian tidak bisa menjadi fakta hukum.&lt;/p&gt; Publik berhak tahu, apakah hanya Wa Ode yang disangkakan memainkan anggaran atau ada petinggi lain di banggar yang lebih kejam menggasak uang rakyat? Publik juga bertanya, apakah penyelewengan anggaran hanya mengalir ke kantong perorangan anggota dewan atau juga mengalir ke partai politik untuk menggendutkan pundi-pundi partai?&lt;br&gt; KPK gesit menetapkan Wa Ode, yang mengungkap kebusukan para koleganya, menjadi tersangka. Mestinya, KPK juga lebih sigap menindak para mafia yang masih leluasa berkeliaran.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/EDITORIAL-Setelah-KPK-Membongkar-Banggar-16022012001033.shtml?Mode=1"&gt;http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/02/16/ArticleHtmls/EDITORIAL-Setelah-KPK-Membongkar-Banggar-16022012001033.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6217683934088130757?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6217683934088130757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6217683934088130757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6217683934088130757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6217683934088130757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-editorial-setelah-kpk.html' title='[Koran-Digital] EDITORIAL Setelah KPK Membongkar Banggar'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-147598697308748036</id><published>2012-02-15T17:30:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T17:31:06.389-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] JANEDJRI M GAFFAR: Perubahan Konstitusi</title><content type='html'>Perubahan Konstitusi PDF Print&lt;br&gt;Thursday, 16 February 2012&lt;br&gt;Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia telah &lt;br&gt;mengalami perubahan signifikan dan mendasar pada awal &lt;br&gt;reformasi.Perubahan UUD 1945 pada era reformasi memang belum cukup lama &lt;br&gt;dilakukan,namun sudah ada pendapat yang memandang perubahan perlu &lt;br&gt;dilakukan kembali.&lt;p&gt;Pendapat tersebut merupakan hal yang wajar karena sebagai hasil karya &lt;br&gt;manusia tentu tidak lepas dari kelemahan atau kekurangan baik yang &lt;br&gt;terjadi karena ketidaksempurnaan manusia itu sendiri maupun sebagai &lt;br&gt;konsekuensi dari sistem yang dipilih. Selain itu, perubahan konstitusi &lt;br&gt;juga menjadi kewajaran karena masyarakat memang senantiasa berkembang.&lt;p&gt;Ketika teks konstitusi dan konteksnya tidak lagi mampu mewadahi &lt;br&gt;perkembangan masyarakat, perubahan pun diperlukan. Dari sisi politik, &lt;br&gt;konstitusi merupakan resultan dari berbagai kekuatan politik, ekonomi, &lt;br&gt;dan sosial yang terjadi pada saat pembentukan nya. Pada saat berbagai &lt;br&gt;kekuatan itu mengalami perubahan besar, tentu dapat mendorong adanya &lt;br&gt;perubahan konstitusi yang mengatur tatanan dasar kehidupan berbangsa dan &lt;br&gt;bernegara. Perubahan ini dapat terjadi, baik secara formal maupun &lt;br&gt;melalui putusan hakim dan kebiasaan ketatanegaraan. Perubahan formal &lt;br&gt;adalah perubahan terhadap teks konstitusi dengan prosedur yang diatur di &lt;br&gt;dalam konstitusi itu sendiri.&lt;p&gt;Konstitusi Rigid&lt;p&gt;Konstitusi sebagai hukum tertinggi (supreme law of the land) tentu &lt;br&gt;diharapkan berlaku dalam jangka waktu panjang dan tidak mudah usang &lt;br&gt;dihadapkan dengan perkembangan masyarakat. Karena itu, mayoritas &lt;br&gt;konstitusi negara di dunia bersifat kaku atau rigid, yaitu tidak mudah &lt;br&gt;diubah. Konstitusi mengatur cara perubahan konstitusi melalui berbagai &lt;br&gt;mekanisme khusus yang berbeda dengan perubahan undang-undang biasa.&lt;p&gt;Ketentuan cara perubahan yang lebih sulit dari pembentukan hukum biasa &lt;br&gt;dimaksudkan agar perubahan konstitusi dilakukan dengan pertimbangan yang &lt;br&gt;benar-benar matang, bukan pertimbangan sederhana apalagi hanya karena &lt;br&gt;keinginan atau kepentingan kelompok tertentu. Mekanisme khusus juga &lt;br&gt;dimaksudkan agar dalam proses perubahan konstitusi memberikan ruang dan &lt;br&gt;waktu yang memadai bagi rakyat untuk menyampaikan pandangan dan terlibat &lt;br&gt;dalam diskursus publik.&lt;p&gt;Dengan demikian, konstitusi akan benar-benar terwujud sebagai &lt;br&gt;kesepakatan bersama seluruh rakyat, bukan produk elite politik semata. &lt;br&gt;Karena itu, usulan perubahan konstitusi harus dilandasi oleh pemikiran &lt;br&gt;mendasar dan penting. Pemikiran mendasar dimaksudkan bahwa perubahan &lt;br&gt;tersebut dilandasi oleh perubahan mendasar yang terjadi di masyarakat &lt;br&gt;atau perubahan tersebut benar-benar dibutuhkan untuk memperbaharui &lt;br&gt;tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.Perubahan juga harus bersifat &lt;br&gt;penting, artinya tidak ada jalan lain yang dapat dilakukan selain &lt;br&gt;melalui perubahan secara formal.&lt;p&gt;Mekanisme Perubahan&lt;p&gt;Salah satu ketentuan yang diubah dalam Perubahan UUD 1945 pada 1999–2002 &lt;br&gt;adalah ketentuan tentang perubahan yang diatur dalam Pasal 37. Perubahan &lt;br&gt;Pasal 37 UUD 1945 membawa konsekuensi sifat rigid UUD 1945 semakin kuat &lt;br&gt;karena syarat persetujuan yang lebih berat serta ada pembatasan terhadap &lt;br&gt;materi perubahan. Ketentuan Pasal 37 UUD 1945 sebelum perubahan hanya &lt;br&gt;mengatur tentang jumlah kuorum dan suara yang dibutuhkan untuk mengubah &lt;br&gt;Undang-Undang Dasar.&lt;p&gt;Ditentukan bahwa untuk mengubah UUD sekurang-kurangnya 2/3 anggota MPR &lt;br&gt;harus hadir dan putusan harus disetujui sekurang-kurangnya 2/3 dari &lt;br&gt;jumlah anggota yang hadir.Ketentuan tersebut cukup mudah karena tidak &lt;br&gt;mengatur tentang mekanisme dan pembatasan perubahan, serta pada akhirnya &lt;br&gt;cukup disetujui oleh 2/3 dari 2/3 anggota MPR yang berarti kurang dari &lt;br&gt;setengah anggota MPR.&lt;p&gt;Perubahan Pasal 37 menentukan mekanisme yang lebih rinci, persyaratan &lt;br&gt;yang lebih ketat, serta pembatasan materi perubahan.Mekanisme perubahan &lt;br&gt;diatur tidak hanya melalui sidang MPR untuk mengambil putusan, tapi juga &lt;br&gt;persyaratan pengajuan usul perubahan. Pasal 37 ayat (1) menyatakan usul &lt;br&gt;perubahan pasal-pasal UUD 1945 hanya dapat diagendakan dalam sidang MPR &lt;br&gt;jika diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota MPR.&lt;p&gt;Pengajuan usul itu harus dilakukan secara tertulis dan jelas bagian yang &lt;br&gt;diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Jika dibandingkan dengan &lt;br&gt;ketentuan sebelum perubahan, ketentuan Pasal 37 UUD 1945 pascaperubahan &lt;br&gt;juga mengatur mekanisme pengambilan putusan yang lebih ketat. MPR hanya &lt;br&gt;dapat bersidang untuk membahas dan mengambil putusan terkait perubahan &lt;br&gt;UUD 1945 jika dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR.&lt;p&gt;Jika sebelum perubahan ditentukan bahwa putusan mengubah UUD 1945 &lt;br&gt;dilakukan dengan persetujuan 2/3 dari anggota yang hadir,Pasal 37 UUD &lt;br&gt;1945 setelah perubahan mensyaratkan lebih berat yaitu harus disetujui &lt;br&gt;oleh sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dari seluruh &lt;br&gt;anggota MPR.&lt;p&gt;Batasan Perubahan&lt;p&gt;Selain mekanisme dan persyaratan yang lebih ketat,UUD 1945 &lt;br&gt;pascaperubahan juga menentukan batasan terhadap perubahan yang dapat &lt;br&gt;dilakukan. Pasal 37 ayat (5) secara tegas bahwa mengenai bentuk Negara &lt;br&gt;Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.Ketentuan &lt;br&gt;ini mengandung arti bahwa dua prinsip dasar negara tidak dapat diubah &lt;br&gt;yaitu bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik.&lt;p&gt;Batasan lain dituangkan dalam kata &amp;quot;pasal-pasal&amp;quot;yang selalu mengikuti &lt;br&gt;kata &amp;quot;perubahan&amp;quot; yang diatur dalam Pasal 37. Kata &amp;quot;pasal-pasal&amp;quot; tersebut &lt;br&gt;lahir berdasarkan kesepakatan bersama para perumus perubahan UUD 1945 &lt;br&gt;yang meyakini bahwa Pembukaan UUD 1945 merupakan dokumen pernyataan &lt;br&gt;kemerdekaan yang melandasi berdirinya negara Indonesia. Karena itu, &lt;br&gt;Pembukaan UUD 1945 tidak dapat diubah karena mengubahnya berarti &lt;br&gt;membubarkan negara Indonesia.&lt;p&gt;Pemahaman kedudukan dan sifat Pembukaan UUD 1945 dituangkan dalam pasal &lt;br&gt;perubahan dengan menegaskan bahwa usul perubahan dan putusan yang &lt;br&gt;dilakukan sebatas pada &amp;quot;pasal-pasal&amp;quot; dan tidak mencakup Pembukaan.Dengan &lt;br&gt;sendirinya prinsip-prinsip dasar yang terkait tujuan nasional dan dasar &lt;br&gt;negara Pancasila juga tidak dapat diubah.&lt;p&gt;JANEDJRI M GAFFAR&lt;br&gt;Sekretaris Jenderal&lt;br&gt;Mahkamah Konstitusi RI&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469925/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469925/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-147598697308748036?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/147598697308748036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=147598697308748036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/147598697308748036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/147598697308748036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-janedjri-m-gaffar.html' title='[Koran-Digital] JANEDJRI M GAFFAR: Perubahan Konstitusi'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-684260734469800547</id><published>2012-02-15T17:28:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T17:29:14.716-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] TAJUK,Pansel DK OJK Jangan Kecolongan</title><content type='html'>TAJUK,Pansel DK OJK Jangan Kecolongan        PDF         Print&lt;br&gt;Thursday, 16 February 2012&lt;br&gt;Di luar dugaan,peminat untuk menjabat Dewan Komisioner (DK) Otoritas &lt;br&gt;Jasa Keuangan (OJK) ternyata membeludak. Berdasarkan data dari Panitia &lt;br&gt;Seleksi (Pansel) DK OJK, tercatat 290 orang yang memasukkan berkas &lt;br&gt;hingga penutupan pendaftaran kemarin.&lt;p&gt;Hal ini berarti pansel yang diketuai Menteri Keuangan Agus Martowardojo &lt;br&gt;itu sangat berpeluang menyeleksi calon DK OJK terbaik dari yang terbaik. &lt;br&gt;Padahal sepekan sebelum penutupan pendaftaran, pansel baru menerima lima &lt;br&gt;pendaftar sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran terpenuhinya kuota DK &lt;br&gt;yang berjumlah sembilan orang. Dari 290 pendaftar tersebut muncul &lt;br&gt;beragama profesi mulai dari bankir, pelaku industri asuransi, pejabat di &lt;br&gt;bidang ekonomi, hingga pengamat ekonomi.&lt;p&gt;Namun,di antara beragam profesi itu, pendaftar calon DK OJK didominasi &lt;br&gt;oleh bankir.Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) mengakui &lt;br&gt;telah merekomendasikan beberapa nama untuk menakhodai OJK di antaranya &lt;br&gt;Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi, Mantan Direktur Utama &lt;br&gt;Peter B Stok, dan Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia Umar Djuoro.&lt;p&gt;Sementara itu,kader terbaik dari pelaku industri asuransi tidak tinggal &lt;br&gt;diam. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) merekomendasi lima orang. &lt;br&gt;Beberapa nama yang selama ini tak asing lagi di telinga publik juga &lt;br&gt;turut bertarung memperebutkan kursi DK lembaga yang kelahirannya &lt;br&gt;diwarnai pro-kontra yang tajam antara Kementerian Keuangan dan Bank &lt;br&gt;Indonesia.&lt;p&gt;Pada hari terakhir pendaftaran muncul nama Mantan Ketua Pusat Pelaporan &lt;br&gt;Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein dan pengamat pasar &lt;br&gt;modal Yanuar Rizki. Yanuar, kelahiran tahun 1973 itu, mengklaim sebagai &lt;br&gt;wakil generasi muda. Pria yang terkenal vokal mengkritisi berbagai &lt;br&gt;kebijakan ekonomi terutama yang berkaitan dengan pasar modal ini mengaku &lt;br&gt;bisa menjaga integritas dan independensi adalah modal utama untuk &lt;br&gt;melayarkan OJK.&lt;p&gt;Pengamat ekonomi dari INDEF Imam Sugema juga tidak melepaskan kesempatan &lt;br&gt;untuk menjadi calon pejabat OJK yang mengantongi nomor urut pendaftaran &lt;br&gt;161. Selama ini Imam dikenal sebagai pengamat ekonomi yang tidak hanya &lt;br&gt;mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah,tetapi juga mengajukan solusi. &lt;br&gt;Bagi calon, perjalanan untuk menduduki kursi DK masih panjang. Pertama, &lt;br&gt;harus lolos seleksi administrasi yang akan diumumkan pada 20 Februari &lt;br&gt;mendatang.&lt;p&gt;Kedua, calon yang lolos seleksi administrasi akan memasuki seleksi &lt;br&gt;kapabilitas yang dijadwalkan pada akhir Februari.Ketiga,seleksi &lt;br&gt;berikutnya adalah tes kesehatan pada awal Maret.Keempat, seleksi &lt;br&gt;kompetensi pada pertengahan Maret.Pada akhir Maret,pansel sudah &lt;br&gt;mendapatkan 21 nama yang akan diajukan kepada Presiden. Kita berharap &lt;br&gt;proses seleksi calon pimpinan OJK berlangsung transparan.&lt;p&gt;Rekam jejak setiap calon harus diteliti dengan sangat serius jangan &lt;br&gt;sampai pansel kecolongan. Persoalan integritas, independensi, dan &lt;br&gt;profesionalitas setiap calon jangan sampai terabaikan. Karena itu, &lt;br&gt;pansel harus merespons tawaran dari PPATK untuk menelusuri transaksi &lt;br&gt;keuangan setiap calon DK OJK.Transaksi keuangan setiap calon yang &lt;br&gt;mencurigakan adalah sebuah pintu utama untuk menelusuri sejauh mana &lt;br&gt;rekam jejak sang calon.&lt;p&gt;Selain itu, berdasarkan Undang-Undang No 21 Tahun 2011 tentang OJK yang &lt;br&gt;disahkan DPR pada akhir Oktober tahun lalu,di sebuah lembaga independen &lt;br&gt;dengan sembilan DK yang bersifat kolektif kolegial ada dua anggota &lt;br&gt;sebagai perwakilan ex-officio dari Kementerian Keuangan dan Bank &lt;br&gt;Indonesia. Maka itu,DK selayaknya terpilih bebas dari unsur partai &lt;br&gt;politik meski hal itu bukan persoalan yang gampang untuk memisahkan&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469923/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469923/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-684260734469800547?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/684260734469800547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=684260734469800547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/684260734469800547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/684260734469800547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-tajukpansel-dk-ojk-jangan.html' title='[Koran-Digital] TAJUK,Pansel DK OJK Jangan Kecolongan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6009133325687415406</id><published>2012-02-15T17:27:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T17:27:54.535-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SUARA MAHASISWA: Cara Instan ala Dikti</title><content type='html'>Cara Instan ala Dikti PDF Print&lt;br&gt;Thursday, 16 February 2012&lt;br&gt;Surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) &lt;br&gt;bertanggal 27 Januari 2012 tentang publikasi karya ilmiah untuk &lt;br&gt;mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 sebagai syarat kelulusan akhir-akhir ini &lt;br&gt;menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa dan akademisi, ada &lt;br&gt;yang mendukung ada pula yang menolaknya.&lt;p&gt;Argumen yang mendukung kebijakan tersebut mengatakan bahwa cara tersebut &lt;br&gt;akan sangat efektif untuk meningkatkan kualitas lulusan universitas dan &lt;br&gt;mendongkrak jumlah karya tulis ilmiah kita yang saat ini tertinggal jauh &lt;br&gt;dari negaranegara tetangga, khususnya di kawasan ASEAN. Lalu ada pula &lt;br&gt;argumen tandingan yang mengatakan bahwa kebijakan Dirjen Dikti ini tidak &lt;br&gt;realistis dan terburu-buru karena mengabaikan realitas kondisi &lt;br&gt;pendidikan tinggi di Indonesia.&lt;p&gt;Terlepas dari pro dan kontra yang saat ini tengah berkembang luas,saya &lt;br&gt;berpandangan bahwa cara ini bukan mengatasi persoalan, sebaliknya &lt;br&gt;menambah persoalan baru.Saya mengkhawatirkan jika kebijakan ini &lt;br&gt;benar-benar diterapkan, akan ada semacam gelombang praktik plagiarisme &lt;br&gt;besar-besaran yang dilakukan para calon lulusan universitas hanya untuk &lt;br&gt;lulus atau mungkin para calon lulusan ini nanti hanya mengerjakan karya &lt;br&gt;tulis ilmiahnya ala kadarnya alias asal-asalan yang penting bisa lulus.&lt;p&gt;Jika Dikti memang ingin meningkatkan produktivitas karya tulis ilmiah, &lt;br&gt;haruslah dengan cara-cara yang lebih bijak dan berproses, bukan dengan &lt;br&gt;cara yang instan. Kita bisa belajar bagaimana negara tetangga kita, &lt;br&gt;Malaysia dan Singapura, yang sangat menghargai para penelitinya lewat &lt;br&gt;insentif yang diberikan, atau kita juga bisa melihat bagaimana dana-dana &lt;br&gt;penelitian yang besar dan banyak tersedia menarik para peneliti kita &lt;br&gt;untuk melakukan penelitian di sana.&lt;p&gt;Selain itu, dengan ratusan lembaga penelitian yang ada di &lt;br&gt;universitas-universitas, Dikti seharusnya bisa melakukan supervisi agar &lt;br&gt;lembaga-lembaga penelitian tersebut saling bersinergi dan berkoordinasi &lt;br&gt;dengan tujuan agar hasil dari penelitian yang dihasilkan bisa langsung &lt;br&gt;berdampak kepada masyarakat luas,karena apalah artinya hasil penelitian &lt;br&gt;jika tidak memiliki manfaat.&lt;p&gt;Dikti juga bisa mendorong universitas untuk menciptakan kondisi &lt;br&gt;perkuliahan yang mampu mengakomodasi lahirnya para peneliti masa depan &lt;br&gt;bangsa Indonesia. Akhirnya kualitas dan kuantitas karya tulis ilmiah &lt;br&gt;dari para peneliti Indonesia bisa meningkat serta yang terpenting adalah &lt;br&gt;berdampak positif bagi kehidupan rakyat Indonesia sehingga tujuan dari &lt;br&gt;pendidikan itu sendiri bisa tercapai.&lt;p&gt;ABDULLAH KHOLIFAH&lt;br&gt;Mahasiswa Jurusan Manajemen&lt;br&gt;FEB Universitas Padjadjaran&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469921/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469921/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6009133325687415406?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6009133325687415406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6009133325687415406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6009133325687415406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6009133325687415406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-suara-mahasiswa-cara.html' title='[Koran-Digital] SUARA MAHASISWA: Cara Instan ala Dikti'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8146686596626813934</id><published>2012-02-15T17:23:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T17:24:26.924-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Koreksi Tidak Terhindarkan</title><content type='html'>Koreksi Tidak Terhindarkan PDF Print&lt;br&gt;Thursday, 16 February 2012&lt;br&gt;JAKARTA – Pemerintah mengakui, koreksi pertumbuhan ekonomi tidak bisa &lt;br&gt;dihindarkan. Meskipun demikian, pemerintah terus melakukan berbagai &lt;br&gt;upaya untuk menjaga stabilitas kondisi ekonomi dalam negeri.&lt;p&gt;Pemerintah realistis dengan kondisi ekonomi dunia yang berimplikasi pada &lt;br&gt;perekonomian domestik.Tingginya ketidakpastian ekonomi dunia yang &lt;br&gt;berpotensi mengarah pada krisis ekonomi global sudah terasa dampaknya &lt;br&gt;pada perekonomian nasional sejak kuartal akhir tahun 2011. Indikatornya, &lt;br&gt;pada kuartal IV/2011 ekonomi hanya tumbuh 6,5% atau sama dengan pada &lt;br&gt;kuartal III/2011.&lt;p&gt;Padahal,pada kuartal IV pemerintah gencar melakukan penyerapan anggaran &lt;br&gt;belanja yang sangat besar dan meningkat tajam. &amp;quot;Itu &lt;br&gt;menunjukkan,sebetulnya kondisi kita ada dampak krisis global,&amp;quot; ungkap &lt;br&gt;Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta kemarin. Dia melihat, &lt;br&gt;perlambatan ekonomi di negara maju dan berkembang merupakan hal yang &lt;br&gt;wajar. Hal itu sudah terjadi di negara seperti Jepang, India, dan China &lt;br&gt;yang sudah menunjukkan penurunan pertumbuhan ekonominya.&lt;p&gt;Dampak perlambatan ekonomi dunia terhadap ekonomi regional dan domestik &lt;br&gt;tidak terhindarkan. Prediksi tersebut sudah disampaikan sejak awal oleh &lt;br&gt;berbagai lembaga internasional mulai dari Dana Moneter Internasional &lt;br&gt;(International Monetary Fund/IMF), yang memprediksi ekonomi Indonesia &lt;br&gt;tahun ini hanya mampu tumbuh 6,3%,Bank Dunia yang memproyeksi &lt;br&gt;pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 6,3% dengan skenario terburuk hanya &lt;br&gt;4%, dan Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB) yang &lt;br&gt;memperkirakan ekonomi Indonesia hanya 6,1–6,2% atau diturunkan dari &lt;br&gt;prediksi awal 6,6%.&lt;p&gt;Menkeu mengatakan, saat ini pemerintah tengah melakukan finalisasi &lt;br&gt;kajian untuk revisi pertumbuhan ekonomi tahun ini. Namun, pemerintah &lt;br&gt;optimistis laju pertumbuhan ekonomi tidak terkoreksi terlalu dalam. Dia &lt;br&gt;mengklaim, upaya yang dilakukan pemerintah diyakini mampu menjaga &lt;br&gt;ekonomi tetap tumbuh tinggi. &amp;quot;Kita akan melakukan koreksi.&lt;p&gt;Tapi, tentu akan dibahas dalam satu pertemuan di sidang kabinet. Ada &lt;br&gt;koreksi tapi tidak terlalu besar karena kita merasa ada program &lt;br&gt;perbaikan infrastruktur secara fokus,government spendingdan konsumsi &lt;br&gt;adalah kunci bisa pertahankan pertumbuhan ekonomi kita,&amp;quot;paparnya. &lt;br&gt;Pengamat ekonomi Universitas Atma Jaya A Prasetyantoko mengatakan,dampak &lt;br&gt;perlambatan ekonomi dunia dan koreksi atas pertumbuhan ekonomi nasional &lt;br&gt;tidak bisa dihindarkan.&lt;p&gt;Pemerintah pun dinilai perlu realistis melihat kondisi ini. &amp;quot;Apa pun &lt;br&gt;alasannya, dampak negatif perlambatan ekonomi tidak bisa dihindari, &lt;br&gt;koreksi pasti terjadi,&amp;quot; ujar Prasetyantoko. Meski terjadi koreksi &lt;br&gt;terhadap laju pertumbuhan,dampaknya pada ekonomi nasional tidak akan &lt;br&gt;terlalu signifikan terutama jika dibandingkan dengan negara &lt;br&gt;lain.&amp;quot;Rangemoderat sekitar 6,3-6,4%,&amp;quot;tandasnya.&lt;p&gt;Dia melihat, koreksi pertumbuhan terjadi merata di semua mesin pendorong &lt;br&gt;pertumbuhan ekonomi mulai dari ekspor, investasi, konsumsi rumah &lt;br&gt;tangga.Dengan perlambatan ini, peran belanja pemerintah harus lebih &lt;br&gt;maksimal mendorong akselerasi ekonomi. &amp;quot;Government spending harus jadi &lt;br&gt;counter cycle,&amp;quot;ucapnya.&lt;p&gt;Selain itu, kebijakan otoritas moneter menurunkan suku bunga acuan, bisa &lt;br&gt;dipandang sebagai salah satu counter cycle yang dilakukan Bank &lt;br&gt;Indonesia. Untuk mengantisipasi perlambatan yang terlalu dalam, peran &lt;br&gt;pembangunan infrastruktur secara besar-besaran diyakini bisa menjadi &lt;br&gt;penopang stabilitas ekonomi.Selain itu, pembenahan fiskal juga perlu &lt;br&gt;dilakukan agar lebih sehat. Terutama, pola penyerapan anggaran yang &lt;br&gt;harus lebih baik.&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469882/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469882/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8146686596626813934?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8146686596626813934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8146686596626813934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8146686596626813934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8146686596626813934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-koreksi-tidak.html' title='[Koran-Digital] Koreksi Tidak Terhindarkan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5894043160598574032</id><published>2012-02-15T17:22:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T17:22:54.825-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] RHENALD KASALI: BJB</title><content type='html'>BJB PDF Print&lt;br&gt;Thursday, 16 February 2012&lt;br&gt;Tiga tokoh perubahan pekan lalu bertemu di pendopo kami di Rumah &lt;br&gt;Perubahan. Ketiganya adalah CEO yang sama-sama dipercaya publik berhasil &lt;br&gt;membawa perubahan. Yang pertama,CEO yang kini Menteri BUMN, Dahlan Iskan.&lt;p&gt;Kedua CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dan yang ketiga pemimpin baru &lt;br&gt;Bank BJB Bien Subiantoro. Bien Subiantoro, mantan Direksi Bank BNI yang &lt;br&gt;kini memimpin BJB,membawa sekitar 100 orang staf dan jajaran pemimpin &lt;br&gt;Bank BJB untuk menghadapi perubahan demi perubahan yang dia pimpin. &lt;br&gt;Mereka belajar dari para tokoh perubahan bagaimana menghadapi perubahan. &lt;br&gt;Menurut Macquarie Equities Research pada laporan yang diterbitkan 2 &lt;br&gt;Februari 2012, Bank BJB pantas mendapat perhatian. Bank ini,menurut &lt;br&gt;Macquarie, telah memasuki tahapan baru: starting new chapter.&lt;p&gt;Bank Nasional&lt;p&gt;Seperti kebanyakan bank milik pemerintah daerah lain, Bank BJB juga &lt;br&gt;mengalami pergulatan internal yang hebat. Namun beruntung BJB berhasil &lt;br&gt;keluar dari dilema-dilema kedaerahan dalam sebuah pertarungan yang &lt;br&gt;panjang. Terkurung dalam niche-nya yang sempit,bank-bank daerah seperti &lt;br&gt;tak punya pilihan. Pemiliknya tak hanya gubernur, melainkan juga para &lt;br&gt;bupati.&lt;p&gt;Selama bertahun-tahun bank daerah telah menikmati pasar yang captive, &lt;br&gt;yaitu pemerintahan- pemerintahan daerah. Bank daerah adalah ibarat kasir &lt;br&gt;bagi pemerintah provinsi dan kotamadya/kabupaten. Pegawai-pegawai pemda &lt;br&gt;otomatis menerima gaji dan sekaligus menjadi nasabah bank daerah di &lt;br&gt;wilayahnya. Bank Indonesia menginginkan bank-bank daerah menjadi local &lt;br&gt;champion di wilayahnya masing-masing. Namun, sejalan dengan waktu, &lt;br&gt;danadana milik pemerintah daerah ternyata juga diminati bankbank &lt;br&gt;nasional dan bank-bank asing.&lt;p&gt;Nasabahnya juga demikian, menjadi sasaran empuk bank-bank swasta dan &lt;br&gt;bankbank nasional. Di lainpihakiklimdemokrasi dan pasar bebas telah &lt;br&gt;membuat bank-bank daerah kesulitan mempertahankan teritorinya. Ada &lt;br&gt;banyak kasus yang menunjukkan para bupati dan wali kotatidak100% &lt;br&gt;setiapadabank miliknya. Bila Pak Wali Kota atau Pak Bupati tersinggung, &lt;br&gt;kas daerah bisa dipindahkan seketika ke bank lain.&lt;p&gt;Namun bila masalah-masalah seperti itu tak ada, bank daerah menjadi &lt;br&gt;terlalu nyaman. Anda bisa bayangkan masih banyak bank daerah yang warna &lt;br&gt;kedaerahannya sangat kental. Maaf, bukan kental corak budayanya, &lt;br&gt;melainkan kepentingan orang per orangnya. Artinya, mereka enggan &lt;br&gt;mematuhi perintah hierarki. Rotasi karyawan menjadi sangat sulit karena &lt;br&gt;masingmasing mempunyai hubungan dengan penguasa setempat.&lt;p&gt;Bukan hal yang luar biasa bila CEO bank daerah ditelepon bupati hanya &lt;br&gt;karena soal pindahmemindahkan karyawan. Inilah suasana yang saya sebut &lt;br&gt;sebagai &amp;quot;budaya kucing&amp;quot; dalam buku Cracking Zone. Dana mudah pindah &lt;br&gt;tangan, karyawan sulit ditangani, dan produknya tidak jelas. Mungkin di &lt;br&gt;daerah Anda, manajemen bank-bank daerah tidak seekstrem itu.Tetapi &lt;br&gt;secara umum demikianlah pergulatan sekitar 12 orang CEO bank daerah yang &lt;br&gt;&amp;quot;diimpor&amp;quot; para gubernur dan bupati dari bank-bank nasional untuk &lt;br&gt;memajukan bank-bank daerah.&lt;p&gt;Sudahbegitu,paraCEOpunmasih harus berhadapan dengan persoalan governance &lt;br&gt;yang meletihkan. Jadimereformasibank-bank daerah, menjadikannya regional &lt;br&gt;champion, apalagi menjadikannya national champion bukanlah persoalan &lt;br&gt;sederhana. Ke atas mentok,ke kiri tembok, ke kanan kawat berduri.Namun &lt;br&gt;bukan CEO namanya kalau mereka mendiamkannya.&lt;p&gt;Mungkin BJB dapat menjadi sumber pembelajaran yang baik bagaimana bank &lt;br&gt;asal daerah milik pemerintahan daerah berhasil keluar dari kusutnya &lt;br&gt;semangat kedaerahan yang sempit,menjadi bank nasional yang &lt;br&gt;kompetitifdansehat. Bilapadaakhir 2009 asetnya baru Rp32,41 triliun, &lt;br&gt;kini sudah di atas Rp53 triliun.&lt;p&gt;Good Governance&lt;p&gt;Tentu saja semua kemajuan berasal dari adanya good governance.Menjadi &lt;br&gt;kas daerah bukan berarti penguasapenguasa daerah bebas memasukkan &lt;br&gt;tangannya kepada operasional perbankan. Demikian pula bukan berarti &lt;br&gt;eksekutif bebas semaunya memimpin. Namanya bank, tentu saja harus &lt;br&gt;ditangani secara prudent. Maka sudah pasti bank daerah perlu bekerja &lt;br&gt;keras mendapatkan CEO—dan tentu saja jajaran direksi yang solid dan bersih.&lt;p&gt;Dulu pemimpin-pemimpin daerah bebas memilih orang, sekarang pemerintah &lt;br&gt;daerah &amp;quot;beruntung&amp;quot; karena mereka harus mendapat persetujuan bank sentral &lt;br&gt;untuk mengangkat direksi. Direksi yang sudah diputuskan RUPS bisa saja &lt;br&gt;tidak jadi terus bila Bank Indonesia menemukan catatan-catatan khusus &lt;br&gt;tentang kandidat tersebut. Setelah itu CEO harus berani memutuskan ke &lt;br&gt;mana banknya diarahkan.&lt;p&gt;Sudah pasti ia hanya punya dua pilihan: Mendiamkan hidup di masa lalu &lt;br&gt;yang nyaman dengan &amp;quot;budaya kucing&amp;quot; atau keluar dari belenggu masa lalu &lt;br&gt;dan menjadi &amp;quot;cheetah&amp;quot;yang siap berlaga di medan tempur. Yang pertama &lt;br&gt;berarti tidak memerlukan perubahan. Strateginya cukup survival.Untuk &lt;br&gt;yang kedua Anda butuh seorang cracker yangtidakmendiamkannya.&lt;p&gt;Strateginya: menjadi champion,pemenang! KalauAnda menjadi cracker sudah &lt;br&gt;pasti akan berhadapan dengan dua atau tiga pihak. Pertama Anda akan &lt;br&gt;berhadapan dengan para &amp;quot;kucing&amp;quot; yang ingin mempertahankan comfort &lt;br&gt;zone.Kedua,Anda akan berhadapan dengan dewan komisaris yang juga ingin &lt;br&gt;mempertahankan ketenangan. Ketiga, Anda akan dikutuk pemain- pemain &lt;br&gt;nasional yang siap menerkam pasar Anda.&lt;p&gt;Nah,bagaimana BJB keluar dari belenggu-belenggu itu? Ceritanya begitu &lt;br&gt;panjang. Dimulai dari CEO terdahulu, Agus Ruswendi,yang meletakkan &lt;br&gt;dasar-dasar agar BJB beralih menjadi bank nasional yang mandiri. Melalui &lt;br&gt;pergulatan yang panjang ia berhasil menjadikan BJB perusahaan terbuka &lt;br&gt;yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Sejak itu perubahan terus &lt;br&gt;digulirkan. Change management office dibentuk untuk mempercepat &lt;br&gt;transformasi. Seluruh jajaran pemimpin dibekali teknik change management.&lt;p&gt;Di era Bien Subiantoro, gerak BJB menjadi lebih solid lagi. Ia &lt;br&gt;memperbarui jaringan dan teknologi informasi bank ini, memperbaiki &lt;br&gt;business process, dan pelayanan.Seperti pada beberapa perusahaan lain &lt;br&gt;yang saya ikuti, BJB memulainya dari &amp;quot;people&amp;quot;. Kompetensi budaya kerja &lt;br&gt;diperbarui. Kemarin saya mengatakan pada para pemimpin BJB bahwa kini &lt;br&gt;suasana baru telah terbentuk.&lt;p&gt;Bila dua tahun lalu &amp;quot;loading&amp;quot;orang-orangnya agak lambat, kini jauh lebih &lt;br&gt;cepat. Mereka pun tengah terlibat dalam breakthrough project yang &lt;br&gt;strategis. Kita dapat menyaksikan sebuah babak baru telah hadir dari &lt;br&gt;Bandung. Kini BJB telah menjadi aset nasional yang penting dan bank-bank &lt;br&gt;daerah bisa belajar bagaimana transformasi dapat dijalankan dengan penuh &lt;br&gt;semangat. Kalau BJB bisa,apa iya yang lain tidak bisa? ●&lt;p&gt;RHENALD KASALI&lt;br&gt;Ketua Program MM&lt;br&gt;Universitas Indonesia&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469972/"&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/469972/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5894043160598574032?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5894043160598574032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5894043160598574032' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5894043160598574032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5894043160598574032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-rhenald-kasali-bjb.html' title='[Koran-Digital] RHENALD KASALI: BJB'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8800263865056456403</id><published>2012-02-15T00:30:00.001-08:00</published><updated>2012-02-15T00:30:56.946-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Bhatoegana: Angie Dipindah ke Komisi Agama Agar Dapat Siraman Rohani</title><content type='html'>Bhatoegana: Angie Dipindah ke Komisi Agama Agar Dapat Siraman Rohani&lt;br&gt;Mega Putra Ratya - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 13:35 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Fraksi Partai Demokrat (FPD) naga-naganya akan memindahkan &lt;br&gt;Angelina Sondakh dari Komisi III DPR ke Komisi VIII yang membidangi &lt;br&gt;agama. Komisi VIII dipilih agar Angie bisa lebih tenang menghadapi &lt;br&gt;masalah dan PD pun jauh dari prasangka intervensi hukum.&lt;p&gt;&amp;quot;Komisi VIIi kan komisi agama sejuk, biar dapat siraman rohani dia &lt;br&gt;disitu,&amp;quot; kata Sekretaris FPD Sutan Bhatoegana di Gedung DPR, Senayan, &lt;br&gt;Jakarta, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Angie sebelumnya aktif di Komisi X DPR yang membidangi olahraga. Setelah &lt;br&gt;ramai-ramai kasus Wisma Atlet dan juga Angie ditetapkan menjadi &lt;br&gt;tersangka, janda almarhum Adjie Massaid ini digeser ke Komisi III, tukar &lt;br&gt;posisi dengan kakak Nazaruddin, M Nasir.&lt;p&gt;&amp;quot;Supaya kita tidak jadi bulan-bulanan juga,&amp;quot; terang Bhatoegana memberi &lt;br&gt;alasan pergeseran Angie dari Komisi III ke Komisi VIII.&lt;p&gt;Sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad mengaku tidak mau menghadiri rapat &lt;br&gt;kerja dengan Komisi III bila ada Angelina Sondakh. Komisi III memang &lt;br&gt;merupakan mitra dari KPK.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/133507/1843062/10/bhatoegana-angie-dipindah-ke-komisi-agama-agar-dapat-siraman-rohani?nd992203605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/133507/1843062/10/bhatoegana-angie-dipindah-ke-komisi-agama-agar-dapat-siraman-rohani?nd992203605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8800263865056456403?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8800263865056456403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8800263865056456403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8800263865056456403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8800263865056456403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-bhatoegana-angie-dipindah.html' title='[Koran-Digital] Bhatoegana: Angie Dipindah ke Komisi Agama Agar Dapat Siraman Rohani'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1112849010959057897</id><published>2012-02-15T00:16:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T00:17:13.138-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Firdaus Cahyadi : Mempersoalkan Konglomerasi New Media</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Firdaus Cahyadi, KNOWLEDGE MANAGER FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT, ONEWORLD-INDONESIA Singkat kata, pertarungan wacana antara publik dan konglomerasi new media adalah sebuah pertarungan yang jauh dari seimbang. &lt;p&gt;Kebijakan telematika yang dikeluarkan pemerintah pun justru memperlemah poten- si perlawanan publik yang sejak awal sudah lemah. &lt;/p&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; Hari masih pagi. Namun gerbong kereta rel listrik Commuter Line rute Bogor-Jakarta sudah mulai penuh. Ada beragam cara para penumpang KRL Commuter Line melepas kejenuhan menunggu keberangkatan KRL. Beberapa penumpang tampak sedang asyik mendengarkan musik, bermain game, dan merambah Internet melalui telepon seluler, iPad, dan laptopnya. &lt;p&gt;Apa yang terjadi di gerbong KRL Commuter Line tersebut menunjukkan betapa perkembangan information and communication technology begitu pesat akhir-akhir ini di Indonesia. Jumlah pengguna Internet pun melonjak dari tahun ke tahun. Tren baru itu juga membawa perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap media di negeri ini. Hasil survei Media Index yang dilakukan oleh Nielsen Media Survey pada 2009 menunjukkan jumlah pembaca koran konvensional menurun, sedangkan pengguna Internet mengalami kenaikan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Data itu juga dikuatkan oleh riset yahoo.com dan TNS mengenai tren pengguna Internet di Indonesia pada 2010. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Riset itu menyebutkan bahwa telah terjadi lonjakan yang signifikan dalam pengaksesan berita online, 28 persen pada 2009 dan 37 persen pada 2010. Di sisi lain, jumlah pembaca media cetak terus menurun. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap media itu segera ditangkap oleh pemilik modal di sektor media massa. Mereka tentu tidak ingin struktur konglomerasi media yang telah ada digilas oleh perkembangan tren teknologi baru ini. Dan kini dapat kita lihat bersama, hampir semua konglomerasi media memiliki portal berita online. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lengkap sudah kepemilikan media oleh para konglomerat itu. Dari cetak, radio, televisi, hingga online telah mereka miliki. Bahkan tak jarang pula berita dari media cetak, radio, dan televisi bisa dinikmati sekaligus di portal berita milik konglomerasi media tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penggabungan ini sering disebut sebagai media baru atau new media. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Struktur konglomerasi media konvensional telah bertransformasi menjadi konglomerasi new media. Beberapa pihak menilai ini sebuah keniscayaan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Efisiensi proses produksi berita menjadi argumentasinya. Di era new media ini, seorang wartawan bisa meliput suatu peristiwa yang hasilnya bisa ditampilkan secara bersamaan di media dengan platform yang berbeda. Hasil liputan wartawan bisa ditayangkan di televisi, disiarkan di radio, dan diunggah atau upload di Internet. Biaya produksi dapat dipangkas, dan itu berarti efisiensi ekonomi bagi pemilik modal di industri new media. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun persoalan konglomerasi new media ini bukanlah sekadar persoalan efisiensi ekonomi. Konglomerasi new media ini juga merupakan persoalan dominasi wacana di ranah publik. Dominasi wacana ini tentu sangat berba&lt;/p&gt; haya, terlebih bila pemilik modal industri konglomerasi new media itu juga berafiliasi dengan kekuatan politik tertentu. Pemilik modal dari konglomerasi new media dengan dominasi wacana di publik bisa dengan mudah mengarahkan sebuah kebijakan publik sesuai dengan kepentingannya. &lt;p&gt;Di era digital ini sebenarnya dominasi wacana publik dari konglomerasi new media bisa dilawan oleh publik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Publik secara individual atau bersamasama dapat menuliskan perlawanannya itu melalui blog dan website pribadi atau organisasinya. Publik juga dapat melawan melalui video yang di-upload di situs jejaring sosial di Internet. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun potensi perlawanan publik terhadap dominasi wacana oleh konglomerasi new media di Indonesia masih lemah. Riset yang dilakukan oleh MarkPlus Insight tentang aspirasi dan perilaku anak muda di enam kota besar di Indonesia pada awal 2010 menunjukkan pengguna Internet yang aktif hanya 4,4 persen. Pengertian pengguna Internet yang aktif dalam riset itu adalah mereka yang memiliki dan menulis artikelnya di blog pribadi mereka dan juga di forum-forum online. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Celakanya, dari sedikit pengguna Internet yang aktif itu, sebagian tulisan mereka masih berkisar pada isu-isu yang didorong oleh industri konglomerasi new media. Penelitian Merlyna &lt;/p&gt; Liem, seorang peneliti new media dari Arizona State University, mengungkapkan bahwa topik yang ramai dibicarakan pengguna Twitter di Indonesia adalah persoalan gaya hidup dan isu yang sebelumnya telah diberitakan oleh media arus utama (mainstream). &lt;p&gt;Di sisi lain, masih menurut Merlyna Liem, isu-isu yang terkait dengan persoalan masyarakat pinggiran, seperti isu tentang kasus Lapindo dan Ahmadiyah, juga tidak banyak muncul di blog-blog milik para blogger Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian besar blogger Indonesia lebih suka menulis soal isu yang menyangkut persoalan artis atau selebritas, seperti kasus munculnya video mesum mirip artis Ariel dan Luna Maya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Celakanya, lemahnya perlawanan publik pengguna Internet di Indonesia terhadap dominasi wacana dari konglomerasi new media itu semakin diperlemah oleh berbagai kebijakan telematika yang ada atau yang sedang dirancang pemerintah. Setidaknya ada dua kebijakan dan rancangan kebijakan yang berpotensi semakin memperlemah potensi perlawanan publik terhadap dominasi wacana di ranah Internet. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, masih dipertahankannya pasal karet pencemaran nama baik dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penggunaan pasal karet itu berpotensi membungkam publik pengguna Internet yang kritis. Setiap saat pengguna Internet yang kritis terancam terkena hukuman 6 tahun penjara dari UU ITE. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, Rancangan Undang-Undang Konvergensi Telematika. Dalam RUU Konvergensi Telematika disebutkan bahwa setiap penyelenggara layanan aplikasi penyebaran konten dan informasi wajib mendapatkan izin dari menteri dan membayar biaya hak penyelenggaraan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketentuan izin dari menteri tentu tidak jadi masalah bagi pemilik modal di industri konglomerasi new media. Namun, bagi website yang dikelola oleh organisasi yang selama ini kritis terhadap pemerintah, ketentuan itu akan berpotensi mempersulit mereka. Begitu pula kewajiban membayar biaya hak penyelenggaraan. Bagi pemilik modal di industri konglomerasi new media, hal itu tidak menjadi persoalan. Namun, bagi organisasi kecil yang mengelola website, hal itu akan menjadi sebuah persoalan besar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Singkat kata, pertarungan wacana antara publik dan konglomerasi new media adalah sebuah pertarungan yang jauh dari seimbang. Kebijakan telematika yang dikeluarkan pemerintah pun justru memperlemah potensi perlawanan publik yang sejak awal sudah lemah. &lt;/p&gt; Jika sudah demikian, hal yang bisa dilakukan publik adalah mendesak pemerintah melakukan perubahan terhadap serangkaian kebijakan telematika, dan tentu saja membuat kebijakan baru yang membatasi gurita industri konglomerasi new media di Indonesia&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/15/ArticleHtmls/Mempersoalkan-Konglomerasi-New-Media-15022012012013.shtml?Mode=1"&gt;http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/15/ArticleHtmls/Mempersoalkan-Konglomerasi-New-Media-15022012012013.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1112849010959057897?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1112849010959057897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1112849010959057897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1112849010959057897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1112849010959057897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-firdaus-cahyadi.html' title='[Koran-Digital] Firdaus Cahyadi : Mempersoalkan Konglomerasi New Media'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7598473566394079905</id><published>2012-02-14T23:46:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T23:46:50.171-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Indonesia Tanpa FPI, Awas Tirani Itikad Baik</title><content type='html'>Indonesia Tanpa FPI, Awas Tirani Itikad Baik&lt;p&gt;Oleh: R Ferdian Andi R&lt;br&gt;Nasional - Rabu, 15 Februari 2012 | 07:30 WIB&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://INILAH.COM"&gt;INILAH.COM&lt;/a&gt;, Jakarta - Aksi demonstrasi &amp;#39;Indonesia Tanpa FPI&amp;#39; yang &lt;br&gt;berlangsung Selasa (14/2/2012) di Jakarta berlangsung ricuh. Gerakan &lt;br&gt;yang terinsipirasi dari gerakan penolakan masyarakat Palangkaraya &lt;br&gt;terhadap FPI ini, jangan sampai terjebak pada tirani itikad baik.&lt;p&gt;Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasrul Azwar &lt;br&gt;mengingatkan agar aksi &amp;#39;Indonesia Tanpa FPI&amp;#39; juga tidak melakukan &lt;br&gt;pelanggaran. Dia mengingatkan dalam konstitusi hak berpedapat, berkumpul &lt;br&gt;dan berserikat dijamin oleh UUD 1945. &amp;quot;Gerakan itu justru &lt;br&gt;diskriminatif,&amp;quot; katanya di Gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, &lt;br&gt;Jakarta, Selasa (14/2/2012).&lt;p&gt;Kendati demikian, Hasrul mengingatkan agar Front Pembela Islam (FPI) &lt;br&gt;lebih bisa menata diri serta melakukan pembinaan di internal organisasi &lt;br&gt;agar citra sebagai garis keras dapat hilang. &amp;quot;Kita juga meminta FPI bisa &lt;br&gt;lebih menata diri dengan cara pembinaan di intenal organisasi,&amp;quot; cetus &lt;br&gt;Hasrul.&lt;p&gt;Anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain mengatakan gerakan &amp;#39;Indonesia &lt;br&gt;Tanpa FPI&amp;#39; sebenarnya juga tidak dibenarkan dalam konstitusi. Ia &lt;br&gt;mengingatkan, anarkisme FPI tidak dibenarkan juga dengan melakukan &lt;br&gt;anarkisme yang lainnya. &amp;quot;Saya yakin kasus hari ini dan Kalteng salah &lt;br&gt;satu bentuk reaksi kepada FPI. Meski secara konstitusi, itu tidak bisa &lt;br&gt;dibenarkan. Tidak perlu anarkisme dilawan dengan anarkisme,&amp;quot; tegas Malik.&lt;p&gt;Ketua Pansus RUU Ormas DPR RI ini menyebutkan persoalan yang mengemuka &lt;br&gt;saat ini karena tidak ada pengelolaan masalah dengan baik oleh &lt;br&gt;pemerintah. Oleh karenanya, sambung politikus PKB ini, dalam RUU Ormas &lt;br&gt;yang saat tengah dibahas ada mekanisme pengadilan dalam merespons ormas &lt;br&gt;yang dianggap melanggar hukum.&lt;p&gt;&amp;quot;Mekanismenya masyarakat mengadukan ormas tersebut ke pemerintah yang &lt;br&gt;kemudian diajukan ke pengadilan. Sanksinya bisa pembekuan dan pembubaran &lt;br&gt;ormas,&amp;quot; terang Malik. Ia melanjutkan, pembekuan ormas tersebut didahului &lt;br&gt;dengan surat peringatan hingga dua kali. Setelah sebuah ormas dibekukan, &lt;br&gt;sambung Malik, pemerintah memantau apakah ada perbaikan atau tidak. &lt;br&gt;&amp;quot;Jika ada perbaikan, pembekuan akan dicabut,&amp;quot; tambah bekas Ketua Umum PB &lt;br&gt;PMII ini.&lt;p&gt;Terkait keberadaan FPI yang dianggap meresahkan masyarakat, Malik &lt;br&gt;mengatakan agar pemerintah melakukan tindakan administratif terhadap &lt;br&gt;ormas tersebut. Melalui Kementerian Dalam Negeri, kata Malik, pemerintah &lt;br&gt;bisa tidak memfasilitasi kegiatan yang dilakukan oleh FPI. &amp;quot;Seperti &lt;br&gt;pemerintah menyetop aktivitas FPI,&amp;quot; kata Malik.&lt;p&gt;Dihubungi terpisah gurubesar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia &lt;br&gt;(UI) Jimly Ashiddiqie mengatakan persoalan yang muncul saat ini &lt;br&gt;disebabkan tidak ditegakkannya hukum dalam merespons setiap kejadian di &lt;br&gt;masyarakat. &amp;quot;Padahal penegakan hukum merupakan proses yang sifatnya &lt;br&gt;mendidik. Ini yang kurang. Semestinya jika ada masalah harus ditindak, &lt;br&gt;biar ada efek jera,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;Karena tidak ada tindakan terhadap aksi kekerasan FPI, sambung Jimly, &lt;br&gt;ormas tersebut merasa tindakannya selama ini dianggap benar. Dia &lt;br&gt;berpendapat selain tindakan hukum, langkah bimbingan oleh pemerintah &lt;br&gt;juga harus dilakukan. Selain langkah tersebut, Jimly menyebutkan &lt;br&gt;perbaikan kebijakan melalui pembuatan UU juga mutlak dilakukan.&lt;p&gt;Respons sebagian kalangan masyarakat dengan melakukan aksi gerakan &lt;br&gt;&amp;#39;Indonesia Tanpa FPI&amp;#39; bisa dimaklumi sebagai respons atas aksi FPI &lt;br&gt;selama ini yang mengedepankan kekerasan. Hanya saja, bukan berarti aksi &lt;br&gt;tersebut dibenarkan. Karena anarkisme dilawan dengan anarkisme bukanlah &lt;br&gt;solusi. Muara persoalan ini dikarenakan lemahnya penegakan hukum dalam &lt;br&gt;merespons berbagai pelanggaran hukum dan moral oleh siapapun. [mdr]&lt;p&gt;&lt;a href="http://nasional.inilah.com/read/detail/1830242/indonesia-tanpa-fpi-awas-tirani-itikad-baik"&gt;http://nasional.inilah.com/read/detail/1830242/indonesia-tanpa-fpi-awas-tirani-itikad-baik&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7598473566394079905?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7598473566394079905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7598473566394079905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7598473566394079905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7598473566394079905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-indonesia-tanpa-fpi-awas.html' title='[Koran-Digital] Indonesia Tanpa FPI, Awas Tirani Itikad Baik'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1833409158551003347</id><published>2012-02-14T23:39:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T23:39:55.273-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Timwas dan KPK Sepakati Kasus Century Selesai Tahun Ini</title><content type='html'>Timwas dan KPK Sepakati Kasus Century Selesai Tahun Ini&lt;br&gt;Polhukam / Rabu, 15 Februari 2012 14:33 WIB&lt;p&gt;&lt;br&gt;Metrotvnews.com, Jakarta: Rapat antara Tim Pengawas Bank Century DPR &lt;br&gt;dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan di DPR, &lt;br&gt;Senayan, Jakarta, Rabu (15/2), menyepakati lima hal penting. Salah &lt;br&gt;satunya kasus Century harus selesai tahun ini.&lt;p&gt;Poin lima tersebut dimasukan menjadi salah satu kesimpulan setelah ada &lt;br&gt;permintaan dari Ketua KPK Abraham Samad. &amp;quot;Untuk menghindari politisasi &lt;br&gt;yang terjadi, kasus Bank Century harus selesai tahun ini juga sesuai &lt;br&gt;koridor hukum,&amp;quot; pinta Abraham Samad. Permintaan itu disetujui pimpinan &lt;br&gt;lain KPK dan Tim Pengawas Bank Century DPR.&lt;p&gt;Kasus Bank Century memang kental nuansa politik. Kasus ini terjadi saat &lt;br&gt;Wakil Presiden Boediono menjadi Gubernur Bank Indonesia dan Menteri &lt;br&gt;Keuangan dijabat Sri Mulyani Indrawati. Saat itu memang terjadi krisis &lt;br&gt;keuangan global. Namun, dampaknya ke Indonesia tidak terlalu signifikan. &lt;br&gt;Oleh otoritas saat itu, Century diselamatkan dengan talangan sebesar &lt;br&gt;Rp6,7 triliun. (Wtr2)&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/02/15/81978/Timwas-dan-KPK-Sepakati-Kasus-Century-Selesai-Tahun-Ini/1"&gt;http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/02/15/81978/Timwas-dan-KPK-Sepakati-Kasus-Century-Selesai-Tahun-Ini/1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1833409158551003347?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1833409158551003347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1833409158551003347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1833409158551003347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1833409158551003347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-timwas-dan-kpk-sepakati.html' title='[Koran-Digital] Timwas dan KPK Sepakati Kasus Century Selesai Tahun Ini'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-1538532776169982956</id><published>2012-02-14T21:55:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T21:56:36.991-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] SBY Jelaskan Persoalan GKI Yasmin &amp; Ahmadiyah Pada Dubes Asing</title><content type='html'>SBY Jelaskan Persoalan GKI Yasmin &amp;amp; Ahmadiyah Pada Dubes Asing&lt;br&gt;Rachmadin Ismail - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 12:40 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Selain isu korupsi dan ekonomi, Presiden Susilo Bambang &lt;br&gt;Yudhoyono (SBY) juga memaparkan isu sosial keagamaan pada perwakilan &lt;br&gt;negara asing yang hadir di Kementerian Luar Negeri. Kasus yang paling &lt;br&gt;mencolok adalah soal keberadaan Ahmadiyah dan GKI Yasmin.&lt;p&gt;&amp;quot;Soal Ahmadiyah dan GKI Yasmin, saya perlu jelaskan, negara tidak &lt;br&gt;melarang siapa pun yang memiliki keyakinan,&amp;quot; kata SBY saat bertemu &lt;br&gt;dengan 128 perwakilan negara asing di Gedung Pancasila Kementerian Luar &lt;br&gt;Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Untuk kasus GKI Yasmin, SBY memaparkan bahwa itu terjadi sejak tahun &lt;br&gt;2002. Ada masalah perizinan lokasi ibadah sehinga perlu penanganan &lt;br&gt;khusus lewat jalur hukum dan non-hukum.&lt;p&gt;&amp;quot;Pemerintah terus melakukan mediasi terkait hal ini. Saya ingin jemaat &lt;br&gt;GKI Yasmin menjalankan ibadahnya dengan tenang di Bogor,&amp;quot; urainya.&lt;p&gt;Selain itu, SBY juga mengklarifikasi soal isu maraknya konflik di Tanah &lt;br&gt;Air. Menurut kepala negara, kondisi sekarang jauh berbeda dengan konflik &lt;br&gt;terdahulu. Terutama yang menyangkut konflik di Papua dan Aceh.&lt;p&gt;&amp;quot;Kerukunan secara nasional masih terjaga dan masih baik,&amp;quot; tegasnya.&lt;p&gt;Meski begitu, SBY juga mengakui masih ada berbagai masalah dalam &lt;br&gt;penanganan konflik. Ada kejadian yang lambat diproses, bahkan ada juga &lt;br&gt;sebagian aparat yang bertindak tidak profesional.&lt;p&gt;&amp;quot;Kadang juga penjelasan dari pemerintah daerah kurang terwakili. Tetapi &lt;br&gt;trust me, bahkan yang terjadi bukan pembiaran,&amp;quot; kata SBY dalam bahasa &lt;br&gt;Indonesia.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/124022/1842986/10/sby-jelaskan-persoalan-gki-yasmin-ahmadiyah-pada-dubes-asing?9922022"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/124022/1842986/10/sby-jelaskan-persoalan-gki-yasmin-ahmadiyah-pada-dubes-asing?9922022&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-1538532776169982956?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/1538532776169982956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=1538532776169982956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1538532776169982956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/1538532776169982956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-sby-jelaskan-persoalan.html' title='[Koran-Digital] SBY Jelaskan Persoalan GKI Yasmin &amp; Ahmadiyah Pada Dubes Asing'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-3925639846160335746</id><published>2012-02-14T21:53:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T21:54:04.708-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Mantan Pejabat Bank Mandiri Jadi Bos J.P. Morgan</title><content type='html'>Rabu, 15/02/2012 12:35 WIB&lt;br&gt;Mantan Pejabat Bank Mandiri Jadi Bos J.P. Morgan&lt;br&gt;Wahyu Daniel - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;Jakarta - Perusahaan keuangan internasional J.P. Morgan menunjuk mantan &lt;br&gt;pejabat Bank Mandiri yaitu Haryanto T. Budiman untuk menjadi pemimpin &lt;br&gt;bisnis J.P. Morgan di Indonesia.&lt;p&gt;Chief Executive Officer J.P. Morgan Gaby Abdelnour mengatakan, Haryanto &lt;br&gt;telah ditunjuk menjadi Managing Director dan Senior Country Officer &lt;br&gt;(SCO) untuk Indonesia. Haryanto juga memimpin bisnis Global Corporate &lt;br&gt;Banking (GCB) di Indonesia.&lt;p&gt;&amp;quot;Penunjukan Haryanto menggarisbawahi pentingnya pasar Indonesia bagi &lt;br&gt;bank kami. Indonesia adalah negara yang saat ini terus menerus berhasil &lt;br&gt;menarik para investor asing untuk menanamkan modalnya. Di samping itu, &lt;br&gt;perusahaan-perusahaan Indonesia saat ini semakin membutuhkan solusi &lt;br&gt;keuangan yang lebih canggih serta terintegrasi,&amp;quot; tutur Gaby dalam siaran &lt;br&gt;pers, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Pertimbangan dipilihnya Haryanto adalah karena Haryanto memiliki &lt;br&gt;pengalaman profesional selama 15 taun di bidang perbankan dan konsultasi &lt;br&gt;manajemen global.&lt;p&gt;Sebelum bergabung dengan J.P. Morgan, Haryanto menjabat sebagai Senior &lt;br&gt;Executive Vice President (SEVP) dan anggota Board of Management Bank &lt;br&gt;Mandiri.&lt;p&gt;Di samping itu, Haryanto juga menjabat sebagai anggota aktif dari Komite &lt;br&gt;Kredit dengan kewenangan tertinggi. Sebelumnya, Haryanto bekerja di &lt;br&gt;perusahaan konsultasi manajemen global McKinsey &amp;amp; Company dan memiliki &lt;br&gt;pengalaman internasional yang luas melalui penempatan dan penugasan di &lt;br&gt;Asia Utara, Asia Tenggara, Australia-Selandia Baru, dan Amerika Serikat.&lt;p&gt;Haryanto adalah lulusan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Amerika &lt;br&gt;Serikat dan meraih gelar Ph.D dari Massachusetts Institute of Technology &lt;br&gt;(MIT). Haryanto akan berdomisili di Jakarta dan bertanggung jawab &lt;br&gt;langsung kepada Gaby Abdelnour.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/123509/1842973/6/mantan-pejabat-bank-mandiri-jadi-bos-jp-morgan?f9911023"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/123509/1842973/6/mantan-pejabat-bank-mandiri-jadi-bos-jp-morgan?f9911023&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-3925639846160335746?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/3925639846160335746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=3925639846160335746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3925639846160335746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/3925639846160335746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-mantan-pejabat-bank.html' title='[Koran-Digital] Mantan Pejabat Bank Mandiri Jadi Bos J.P. Morgan'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8135699774058342053</id><published>2012-02-14T21:44:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T21:45:02.977-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Orang Kaya RI Pilih Parkir Pesawat Pribadi di Singapura</title><content type='html'>Rabu, 15/02/2012 12:36 WIB&lt;br&gt;Laporan dari Singapura&lt;br&gt;Orang Kaya RI Pilih Parkir Pesawat Pribadi di Singapura&lt;br&gt;Herdaru Purnomo - detikFinance&lt;p&gt;&lt;br&gt;ilustrasi&lt;br&gt;Singapura - Banyak pengusaha kaya di Indonesia ternyata memarkirkan &lt;br&gt;pesawat pribadinya di Singapura dengan alasan lebih murah ketimbang di &lt;br&gt;Indonesia. Bahkan Mandala Airlines, yang kini berhenti beroperasi &lt;br&gt;sementara, juga menaruh pesawatnya di Singapura.&lt;p&gt;Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) Tri Sunoko selaku pengelola &lt;br&gt;beberapa bandara termasuk Bandara Seokarno-Hatta ikut angkat bicara. &lt;br&gt;Menurut Tri tidak benar jika biaya parkir pesawat komersial maupun &lt;br&gt;pribadi di Indonesia mahal.&lt;p&gt;&amp;quot;Ngga mahal kok, di Halim maupun di Soekarno Hatta,&amp;quot; ungkap Tri ketika &lt;br&gt;ditemui di sela Singapore Airshow 2012, Singapura, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Dikatakan Tri, memang ada pesawat pribadi milik pengusaha yang masih &lt;br&gt;belum memiliki registrasi Indonesia. Sehingga menurut Tri, mereka belum &lt;br&gt;bisa memarkirkannya di Indonesia.&lt;p&gt;&amp;quot;Tapi sudah banyak kok yang mempunyai pesawat sudah diregistrasikan &lt;br&gt;Indonesia. Ada yang memarkirkannya di Halim,&amp;quot; tutur Tri.&lt;p&gt;Dijelaskan Tri, kontribusi pendapatan Angkasa Pura II sendiri dari &lt;br&gt;parkir pesawat tidak besar. &amp;quot;Tidak signifikan itu pendapatan dari parkir &lt;br&gt;pesawat,&amp;quot; jelas Dia.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/123646/1842987/4/orang-kaya-ri-pilih-parkir-pesawat-pribadi-di-singapura?f9911013"&gt;http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/123646/1842987/4/orang-kaya-ri-pilih-parkir-pesawat-pribadi-di-singapura?f9911013&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8135699774058342053?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8135699774058342053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8135699774058342053' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8135699774058342053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8135699774058342053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-orang-kaya-ri-pilih.html' title='[Koran-Digital] Orang Kaya RI Pilih Parkir Pesawat Pribadi di Singapura'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-8937208580311396364</id><published>2012-02-14T21:42:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T21:42:55.349-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Nazaruddin Tunjukkan Foto Angie Miliki BlackBerry Sejak 2009</title><content type='html'>&lt;h1 class="l_blue2_detik"&gt; Nazaruddin Tunjukkan Foto Angie Miliki BlackBerry Sejak 2009 &lt;/h1&gt; &lt;div class="author"&gt; &lt;strong&gt;Moksa Hutasoit&lt;/strong&gt; - detikNews&lt;br&gt; &lt;/div&gt; &lt;span class="date"&gt; Rabu, 15/02/2012 12:42 WIB&lt;/span&gt; &lt;div class="artikel"&gt; &lt;div class="banner_inside_article"&gt; &lt;div class="banner_reg"&gt; &lt;div id="ox_33e63cd4910ab161d7ca61f1e2c99d6b" style="display: inline;"&gt;&lt;embed  type="application/x-shockwave-flash"  src="http://us.openx.detik.com/images/newsfino_product_detik.swf"  style="" id="Advertisement" name="Advertisement" quality="high"  wmode="transparent" allowscriptaccess="always"  flashvars="alink1=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.lovingmiofino.com&amp;amp;atar1=_blank&amp;amp;alink2=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.yamaha-motor.co.id%2F&amp;amp;atar2=_blank&amp;amp;alink3=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fyamaholigan%2F&amp;amp;atar3=_blank&amp;amp;alink4=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.twitter.com%2Fyamahaindonesia%2F&amp;amp;atar4=_blank&amp;amp;alink5=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.yamaholigan.com%2F&amp;amp;atar5=_blank"  width="160" height="600"&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--// &lt;![CDATA[ var ox_swf = new FlashObject('http://us.openx.detik.com/images/newsfino_product_detik.swf', 'Advertisement', '160', '600', '8');     ox_swf.addVariable('alink1', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.lovingmiofino.com');     ox_swf.addVariable('atar1', '_blank');     ox_swf.addVariable('alink2', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.yamaha-motor.co.id%2F');     ox_swf.addVariable('atar2', '_blank');     ox_swf.addVariable('alink3', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fyamaholigan%2F');     ox_swf.addVariable('atar3', '_blank');     ox_swf.addVariable('alink4', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.twitter.com%2Fyamahaindonesia%2F');     ox_swf.addVariable('atar4', '_blank');     ox_swf.addVariable('alink5', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D32051__zoneid%3D24__cb%3D5a62f0dfad__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fwww.yamaholigan.com%2F');     ox_swf.addVariable('atar5', '_blank');     ox_swf.addParam('wmode','transparent'); ox_swf.addParam('allowScriptAccess','always'); ox_swf.write('ox_33e63cd4910ab161d7ca61f1e2c99d6b'); // ]]&gt; --&gt;&lt;/script&gt; &lt;div id="beacon_5a62f0dfad"  style="position: absolute; left: 0px; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;&lt;img  src="cid:part1.08000504.03060605@gmail.com" alt=""  style="width: 0px; height: 0px;" width="0" height="0"&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="googleads"&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- 		      google_ad_client = "pub-6880533263535234"; 		      /* Detiknews, 468x60, created 9/27/10 */ 		      //google_ad_slot = "7145391260"; 		      //google_ad_width = 468; 		      //google_ad_height = 60; 		      /* Detiknews, 200x200, created 10/10/10 */                       google_ad_slot = "4016480452";                       google_ad_width = 200;                       google_ad_height = 200; 		      //--&gt; 		&lt;/script&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="pic_artikel"&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Hu4UIc7L4JU/TztF38Rd0ZI/AAAAAAAAA78/YkYHVikD-DY/s1600/BB-Angie-Dalam-775350.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-Hu4UIc7L4JU/TztF38Rd0ZI/AAAAAAAAA78/YkYHVikD-DY/s320/BB-Angie-Dalam-775350.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709233779996742034" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--&lt;p&gt;--&gt; &lt;strong&gt;Jakarta &lt;/strong&gt; - Nazaruddin 'menguliti' Angelina Sondakh. Pengakuan Angie soal kepemilikan BlackBerry salah satu yang dihadirkan sebagai bukti. Di awal sidang, Angie mengaku baru memiliki BlackBerry pada akhir 2010. Namun dari sebuah foto pada 2009, Angie sudah membawa BlackBerry.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Kan Anda bilang baru punya BB akhir 2010, tapi saya punya bukti Anda punya bukti 2009, ini saya punya buktinya," jelas Nazaruddin di persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/2/2012).&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a  href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/114121/1842912/10/dipotret-tahun-2009-angie-sudah-bawa-blackberry"&gt;Nazaruddin menunjukkan bukti dari berita detikcom yang berjudul 'Dipotret 2009, Angie Sudah Bawa BlackBerry'.&lt;/a&gt; Dalam file detikcom itu, terpapar foto Angie pada 2009 dengan dua buah telepon seluler, dan salah satunya diduga BlackBerry.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Nazaruddin saat itu sedang mengajukan banyak pertanyaan kepada Angelina. Seorang pengacara menyorongkan sebuah telepon seluler kepada Nazaruddin. Tidak lama kemudian, dengan bukti foto itu, pengacara Nazaruddin, Elza Syarief, jaksa, dan Nazaruddin sendiri maju ke depan hakim.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ketua Majelis Hakim Darmawati pun lantas melihat foto pada 2009 itu. Angie saat itu tengah hamil. Tidak lama, majelis hakim memanggil Angie. Sempat ada pembicaraan di depan persidangan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Ini benar Anda?" tanya hakim.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Ya yang mulia," jawab Angie.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Namun tidak jelas percakapan selanjutnya, apakah Angie mengakui kalau telepon seluler itu BlackBerry. Tidak terdengar jelas percakapan yang terjadi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a class="moz-txt-link-freetext" href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/124217/1842985/10/nazaruddin-tunjukkan-foto-angie-miliki-blackberry-sejak-2009?9911012"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/124217/1842985/10/nazaruddin-tunjukkan-foto-angie-miliki-blackberry-sejak-2009?9911012&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-8937208580311396364?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/8937208580311396364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=8937208580311396364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8937208580311396364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/8937208580311396364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-nazaruddin-tunjukkan-foto.html' title='[Koran-Digital] Nazaruddin Tunjukkan Foto Angie Miliki BlackBerry Sejak 2009'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Hu4UIc7L4JU/TztF38Rd0ZI/AAAAAAAAA78/YkYHVikD-DY/s72-c/BB-Angie-Dalam-775350.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6931281466119602374</id><published>2012-02-14T21:38:00.002-08:00</published><updated>2012-02-14T21:39:21.567-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Proses KIR Bermasalah, Kemenhub: Petugas yang Main Akan Disangsi</title><content type='html'>Proses KIR Bermasalah, Kemenhub: Petugas yang Main Akan Disangsi&lt;br&gt;M Arif - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 11:32 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Proses perizinan KIR atau uji kelayakan kendaraan selalu &lt;br&gt;menjadi sorotan. Diduga banyak praktek pungli dalam pelaksanaannya. &lt;br&gt;Tidak heran kerap terjadi kecelakaan karena rem blong. Menyikapi ini &lt;br&gt;pihak Kemenhub mengaku akan bersih-bersih.&lt;p&gt;&amp;quot;Petugas yang bermain mata untuk uji KIR akan dicabut kualifikasi &lt;br&gt;penguji kendaraannya,&amp;quot; jelas Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) &lt;br&gt;Sudirman Lambali di sela-sela rapat kerja dengan Komisi V DPR di &lt;br&gt;Senayan, Jakarta, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Namun Sudirman tidak risau soal kendaraan yang sudah &amp;#39;diloloskan&amp;#39; karena &lt;br&gt;uji KIR. Ke depannya akan ada perbaikan dan dia memastikan uji KIR untuk &lt;br&gt;setiap kendaraan akan dilakukan rutin.&lt;p&gt;&amp;quot;Kalau sudah lulus uji kualifikasi, berarti dia harus uji lagi setiap 6 &lt;br&gt;bulan sekali,&amp;quot; jelasnya.&lt;p&gt;Sebelumnya Sudirman memastikan bahwa kecelakaan bus yang terjadi &lt;br&gt;baru-baru ini, yakni Bus Karunia Bakti dan juga Bus Sumber Kencono &lt;br&gt;karena human error yakni rem blong. Padahal bus itu sudah lolos uji KIR.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/113220/1842895/10/proses-kir-bermasalah-kemenhub-petugas-yang-main-akan-disangsi?n991103605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/113220/1842895/10/proses-kir-bermasalah-kemenhub-petugas-yang-main-akan-disangsi?n991103605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6931281466119602374?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6931281466119602374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6931281466119602374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6931281466119602374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6931281466119602374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-proses-kir-bermasalah.html' title='[Koran-Digital] Proses KIR Bermasalah, Kemenhub: Petugas yang Main Akan Disangsi'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-2564603373382672287</id><published>2012-02-14T21:38:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T21:38:55.397-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Ical: Menang Pemilu Tapi Kalah di DKI, Ibarat Makan Sayur Tanpa Garam</title><content type='html'>Ical: Menang Pemilu Tapi Kalah di DKI, Ibarat Makan Sayur Tanpa Garam&lt;br&gt;M Rizki Maulana - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 12:07 WIB&lt;p&gt;Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menilai betapa &lt;br&gt;penting bagi partainya untuk memenangkan pemilu di daerah pemilihan DKI &lt;br&gt;Jakarta. Menurutnya, DKI Jakarta adalah wilayah pertaruhan reputasi, &lt;br&gt;gengsi dan kinerja semua parpol.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak berlebihan apabila dikatakan meskipun menang secara nasional tapi &lt;br&gt;tidak menang di DKI Jakarta, kemenangannya ibarat makan sayur tanpa &lt;br&gt;garam. Rasanya hambar,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Ical ini dalam pidato &lt;br&gt;pengarahan Rakornis Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Jawa &lt;br&gt;I, di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta &lt;br&gt;Barat, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Ical menambahkan, selain wilayah DKI Jakarta, wilayah lain yang harus &lt;br&gt;dimenangkan oleh partainya di Pemilu 2014 adalah wilayah Jawa Barat dan &lt;br&gt;Banten. Jawa Barat dan Banten dianggap sebagai wilayah penting yang &lt;br&gt;menjadi barometer nasional.&lt;p&gt;&amp;quot;Jumlah penduduk wilayah Jabar khususnya mencapai 22% dari penduduk &lt;br&gt;Indonesia. Ini potensi yang sangat besar, dan wilayah ini pernah menjadi &lt;br&gt;lumbung suara Golkar,&amp;quot; tuturnya.&lt;p&gt;Untuk itu Ical berharap, Partai Golkar dapat menentukan langkah-langkah &lt;br&gt;strategis dalam rangka pemenang pemilu 2014.&lt;p&gt;&amp;quot;Saat ini Golkar sudah ada di jalan yang benar. Tingal melakukan &lt;br&gt;penguatan langkah-langkah strategis dan program yang lebih konkrit untuk &lt;br&gt;pemenangan Pilkada dan Pemilu 2014,&amp;quot; tutup ical dalam pidatonya.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/120711/1842946/10/ical-menang-pemilu-tapi-kalah-di-dki-ibarat-makan-sayur-tanpa-garam?n991102605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/120711/1842946/10/ical-menang-pemilu-tapi-kalah-di-dki-ibarat-makan-sayur-tanpa-garam?n991102605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-2564603373382672287?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/2564603373382672287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=2564603373382672287' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2564603373382672287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/2564603373382672287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-ical-menang-pemilu-tapi.html' title='[Koran-Digital] Ical: Menang Pemilu Tapi Kalah di DKI, Ibarat Makan Sayur Tanpa Garam'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-4965982342047338667</id><published>2012-02-14T21:28:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T21:29:27.278-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Ada Angie, Samad 'Ogah' Rapat Dengan Komisi Hukum DPR</title><content type='html'>Ada Angie, Samad &amp;#39;Ogah&amp;#39; Rapat Dengan Komisi Hukum DPR&lt;br&gt;Rabu, 15 Februari 2012 10:21 WIB&lt;p&gt;&lt;br&gt;Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto&lt;p&gt;&lt;a href="http://TRIBUNNEWS.COM"&gt;TRIBUNNEWS.COM&lt;/a&gt;, JAKARTA - Dipindahkannya Politisi Partai Demokrat yang &lt;br&gt;juga tersangka kasus korupsi wisma atlet Angelina Sondakh ke Komisi III &lt;br&gt;DPR terus menjadi buah bibir. Gara-gara itu Ketua Komisi Pemberantasan &lt;br&gt;Korupsi(KPK), Abraham Samad mengaku ogah datang ke rapat Komisi III &lt;br&gt;apabila hadir disitu Angelina Sondakh.&lt;p&gt;&amp;quot;Yang jelas kalau ada RDP dan ada Angelina, saya enggak akan datang saya &lt;br&gt;enggak tahu kalau pimpinan lain,&amp;quot;ujar Abraham di gedung DPR, Jakarta, &lt;br&gt;Rabu(15/2/2012).&lt;p&gt;Abraham sendiri mengaku tidak tahu mengapa fraksi Partai Demokrat &lt;br&gt;memindahkan Angie ke Komisi Hukum DPR dimana mereka juga rekan kerja KPK.&lt;p&gt;&amp;quot;Wallahualam saya enggak tahu (Demokrat kenapa mindahkan) saya enggak &lt;br&gt;tahu isi hati orang, saya selaku ketua KPK ada Angelina,&amp;quot;pungkasnya.&lt;p&gt;Seperti diketahui sebelumnya, Fraksi Partai Demokrat melakukan rotasi &lt;br&gt;para kader-kadernya yang duduk di Komisi-Komisi DPR. Rotasi tersebut &lt;br&gt;adalah hal yang biasa dilakukan dan tidak terkait apapun termasuk &lt;br&gt;gonjang-ganjing di partai berlambang mercy tersebut beberapa waktu &lt;br&gt;belakangan ini.&lt;p&gt;&amp;quot;Dari dulu rotasi itu tuntutan organisasi dan penyegaran fraksi-fraksi &lt;br&gt;lain sudah sepuluh kali putaran dan Demokrat baru sekali-sekali. Kan &lt;br&gt;anggota DPR tidak dipilih berdasarkan jurusannya, Oh ya kan sudah ada &lt;br&gt;keputusan SK nya,&amp;quot;ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat. Jafar Hafsah saat &lt;br&gt;jumpa pers di gedung DPR, Jakarta, Selasa(14/2/2012).&lt;p&gt;Sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat yang dirotasi adalah sebagai &lt;br&gt;berikut Darizal Bazir dari Komisi XI ke Komisi II DPR, Boki Ratu Nita &lt;br&gt;Budi dari Komisi XI ke Komisi II DPR.&lt;p&gt;Angelina Sondakh dari Komisi X ke Komisi III , Nur Cahyo Anggoro Jati &lt;br&gt;dari Komisi VIII ke Komisi II. Lalu, Ahmad Syafii dari Komisi VII ke &lt;br&gt;Komisi V, Sutarip Tulus Widodo dari Komisi V ke Komisi VII DPR, Asad &lt;br&gt;Syam dari Komisi IX ke Komisi VIII, Yunus Roihan dari Komisi X ke Komisi &lt;br&gt;VIII, Gray Kusmurtia dari Komisi II ke Komisi IX, Jufri dari komisi II &lt;br&gt;ke Komisi X, M.Nasir dari Komisi III ke Komisi XI, Sucipto (almarhum) &lt;br&gt;dari Komisi II ke Komisi XI.&lt;p&gt;Untuk posisi Badan Anggaran DPR masuk nama Sofatillah Mozaib, Dasrul &lt;br&gt;Djabar, dan Rinto Subekti. Mereka menggantikan Angelina Sondakh, M.Nasir &lt;br&gt;dan Khotibul Umam.&lt;p&gt;Sedangkan di BURT, masuk Timo Pangeran menggantikan Rinto Subekti. Dan &lt;br&gt;di Baleg nama Ignatius Mulyono tetap dipertahankan.&lt;p&gt;Dari nama-nama yang dirotasi tersebut ada beberapa anggota Fraksi Partai &lt;br&gt;Demokrat yang meninggal dunia seperti Sucipto. Tidak hanya itu &lt;br&gt;diantaranya As&amp;#39;ad Syam yang juga terkena kasus korupsi tetap dirotasi.&lt;p&gt;Jafar beralasan nama-nama tersebut masih dilakukan perotasian karena &lt;br&gt;belum ada Pergantian Antar Waktu (PAW).&lt;p&gt;&amp;quot;PAWnya juga belum ada jadi mau diganti siapa,&amp;quot; kata Jafar.&lt;p&gt;&lt;a href="http://m.tribunnews.com/2012/02/15/ada-angie-samad-ogah-rapat-dengan-komisi-hukum-dpr"&gt;http://m.tribunnews.com/2012/02/15/ada-angie-samad-ogah-rapat-dengan-komisi-hukum-dpr&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-4965982342047338667?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/4965982342047338667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=4965982342047338667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4965982342047338667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4965982342047338667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-ada-angie-samad-ogah.html' title='[Koran-Digital] Ada Angie, Samad &apos;Ogah&apos; Rapat Dengan Komisi Hukum DPR'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-4589486814423936942</id><published>2012-02-14T20:38:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T20:39:38.946-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Andriadi Achmad : Menebak Nasib Anas Urbaningrum</title><content type='html'>Menebak Nasib Anas Urbaningrum&lt;br&gt;Andriadi Achmad&lt;p&gt;Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik FISIP UI&lt;p&gt;Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Partai De mokrat (PD) se dang dalam &lt;br&gt;po sisi tidak aman.&lt;br&gt;Kasus Wisma Atlet yang menimpa mantan bendahara umum Partai Demokrat &lt;br&gt;Muhammad Nazaruddin pada akhirnya menyerempet nama Anas. Tak bisa &lt;br&gt;terhindarkan posisi Anas Urbaningrum sedang dalam penantian terburuk.&lt;p&gt;Kecemerlangan karier politik Anas Urbaningrum mengagumkan banyak &lt;br&gt;kalangan. Dalam usia yang masih relatif muda, ia terpilih sebagai ketua &lt;br&gt;umum partai terbesar dan pemenang pemilu tahun 2009. Dengan demikian, &lt;br&gt;banyak isu berkembang dan prediksi Anas Urbaningrum pada Pemilihan &lt;br&gt;Presiden 2014 akan digadang sebagai calon presiden atau wakil presiden &lt;br&gt;dari Partai Demokrat.&lt;p&gt;Melihat sosok dan pembawaannya yang baik saat berkomunikasi maupun dari &lt;br&gt;sisi intelektualnya, Anas Urbaningrum tidak diragukan lagi. Sejak &lt;br&gt;menduduki bangku kuliah, dari segi karier dia pernah menjadi ketua umum &lt;br&gt;PB HMI, Tim Sembilan verifikasi parpol, anggota KPU, dan ketua umum PD &lt;br&gt;pada usia relatif muda (40 tahun). Sedangkan dari sisi intelektual, Anas &lt;br&gt;Urbaningrum tergolong intelektual profertik yang telah menghasilkan &lt;br&gt;beberapa karya ilmiah, baik berupa buku maupun tulisan, di berbagai &lt;br&gt;media massa nasional.&lt;p&gt;Pada awalnya, Anas Urbaningrum diprediksi merupakan sosok pemimpin masa &lt;br&gt;depan Indonesia pascareformasi sebagaimana kita tahu bahwa tokoh-tokoh &lt;br&gt;nonmiliter mulai bermunculan dalam gelanggang politik Indonesia sebagai &lt;br&gt;calon pemimpin bangsa ke depan. Tidak hanya itu, isu pe mimpin muda &lt;br&gt;menggelinding secara perlahan dan memberikan isyarat secara tidak &lt;br&gt;langsung bahwa sosok Anas Urbaningrum adalah salah satu tokoh muda &lt;br&gt;bangsa Indonesia yang berpeluang menjadi pemimpin bangsa.&lt;p&gt;Namun, bayangan tak seindah realitas di mana keterkejutan berbagai &lt;br&gt;kalangan ketika Anas Urbaningrum disebut-sebut terlibat dalam berbagai &lt;br&gt;proyek Wisma Atlet. Dengan demikian, beberapa waktu belakangan, terwarta &lt;br&gt;dalam pelbagai headline media massa cetak maupun audiovisual perihal &lt;br&gt;keterlibatan Anas dalam kasus korupsi Wisma Atlet. Dalam hal ini, Anas &lt;br&gt;Urbaningrum masih terselamatkan sebab KPK belum menyatakan ia sebagai &lt;br&gt;tersangka.&lt;br&gt;Masa depan PD PD merupakan partai reformasi yang kemunculannya pada &lt;br&gt;Pemilu 2004, dengan mengusung ikon Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mampu &lt;br&gt;melesat ke posisi enam besar serta menghantarkan SBY menuju titik &lt;br&gt;tertinggi pemerintahan pada 2004. Fenomena ini menjadikan posisi PD &lt;br&gt;sebagai partai pemerintah yang selama ini hanya distempelkan pada Partai &lt;br&gt;Golkar.&lt;p&gt;Begitu juga pada Pemilu 2009, PD mampu merebut posisi pemenang pemilu &lt;br&gt;dengan perolehan suara yang meroket tajam serta kembali mengangkat SBY &lt;br&gt;sebagai presiden pada periode kedua.&lt;br&gt;Kepercayaan diri dan kebesaran PD tidak begitu saja bisa terhindarkan &lt;br&gt;dari konflik internal.&lt;p&gt;Keretakan di tubuh PD mulai muncul yaitu sejak regenerasi ketua umum PD &lt;br&gt;pada 2005. Kegagalan Ventje Rumekeng menjadi ketua umum PD dan &lt;br&gt;terpilihnya Hadi Utomo (adik ipar SBY), ditunjukkan dengan pengunduran &lt;br&gt;Ventje dari PD yang kemudian mendirikan Partai Barisan Nasional &lt;br&gt;(Barnas). Begitu juga, saat pemilihan ketua umum PD pada 2010. Kekalahan &lt;br&gt;Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie dalam pemilihan ketua umum, sebenar &lt;br&gt;nya menjadi catatan tersendiri dan melahirkan perselisihan antarkubu di PD.&lt;p&gt;Kemudian, beberapa waktu terakhir, PD diguncang gempa korupsi dengan &lt;br&gt;tersangka mantan bendahara umum PD Muhammad Nazaruddin. Tak hanya itu, &lt;br&gt;isu keterlibatan beberapa petinggi PD dan tim sukses SBY dalam Pilpres &lt;br&gt;2009 dilaporkan oleh LSM Bendera penerima aliran dana bailout Bank &lt;br&gt;Century dengan kerugian negara sebesar Rp 6,7 triliun.&lt;p&gt;Keterlibatan kader-kader PD dalam korupsi menimbulkan sebuah pertanyaan &lt;br&gt;menarik bagaimana nasib PD ke depan? Hasil survei LSI terakhir &lt;br&gt;menunjukkan PD terjungkal dari posisi 20 persen menjadi 14 persen. &lt;br&gt;Apakah ini suatu sinyal dini bahwa pada Pemilu 2014 PD tidak lagi &lt;br&gt;menjadi primadona? Adalah suatu keniscayaan kerja keras PD untuk &lt;br&gt;mempertahankan posisi yang telah diraih sejak Pemilu 2004.&lt;p&gt;Belum lagi pesona SBY pada 2014 tidak lagi merona sebab SBY tidak bisa &lt;br&gt;dicalonkan kembali.&lt;br&gt;Dengan demikian, PD harus memunculkan tokoh karismatik yang bisa &lt;br&gt;diunggulkan untuk menarik massa pada Pemilu 2014. Sebenarnya, sosok Anas &lt;br&gt;Urbaningrum bisa dijadikan tokoh untuk menggantikan SBY dilihat dari &lt;br&gt;penampilan dan gaya bicaranya yang sangat menyerupai kepiawaian SBY.&lt;br&gt;Isu pencopotan Pertemuan anggota Dewan Pembina PD pada 23 Januari 2012 &lt;br&gt;di kediaman SBY diisukan membahas perihal penggantian ketua umum PD. &lt;br&gt;Beberapa nama menggelinding sebagai calon pengganti Anas Urbaningrum, &lt;br&gt;yaitu Soekarwo, Andi Mallarangeng, Joko Suyanto, dan Marzuki Alie. &lt;br&gt;Dilihat dari peluang yang bisa meredam keretakan internal PD, posisi &lt;br&gt;Soekarwo dan Djoko Suyanto sebagai calon terkuat. Andi Mallarangeng dan &lt;br&gt;Marzuki Alie adalah rival Anas Urbaningrum saat perebutan ketua umum PD.&lt;p&gt;Terlepas dari isu pencopotan, Anas Urbaningrum mengumpulkan anggota DPP &lt;br&gt;PD untuk konsolidasi internal sehingga isu pencopotan dirinya sudah &lt;br&gt;mulai hilang dari peredaran. Sebenarnya, bola panas yang dilontarkan &lt;br&gt;Dewan Pembina perihal pencopotan Anas bisa saja menjadi redam jika SBY &lt;br&gt;menghendakinya karena keputusan PD berada di tangan SBY.&lt;p&gt;Ada dua alternatif besar pilihan SBY dalam memberikan keputusan mengenai &lt;br&gt;posisi Anas Urbaningrum. Pertama, SBY menyelamatkan Anas. Posisi Anas &lt;br&gt;Urbaningrum dalam kasus aliran dana Wisma Atlet bisa saja tidak terbukti &lt;br&gt;jika SBY dan tim silumannya merekayasa bahwa Anas tidak terlibat dalam &lt;br&gt;kasus tersebut.&lt;br&gt;Tetapi, kelemahannya di sini, SBY semakin disudutkan dan dianggap &lt;br&gt;presiden yang tidak memiliki komitmen dalam pemberantasan korupsi.&lt;p&gt;Kedua, SBY merestui pencopotan Anas Urbaningrum dari ketua umum PD. &lt;br&gt;Ketidakberpihakan SBY dan merestui pencopotan Anas Urbaningrum adalah &lt;br&gt;langkah berani SBY untuk membersihkan dan mencitrakan dirinya tidak &lt;br&gt;pandang bulu dalam memberantas korupsi.&lt;p&gt;Tetapi kelihatannya, SBY masih menunggu sikap KPK. Dengan demikian, &lt;br&gt;dengan penetapan KPK tersebut, SBY seolah tidak terlihat berinisiatif &lt;br&gt;mencopot Anas. Karena aturan partai mengharuskan pengurusnya &lt;br&gt;mengundurkan diri jika terlibat kasus pidana.&lt;p&gt;Jika Anas Urbaningrum dicopot dari ketua umum PD dan menjadi tersangka, &lt;br&gt;besar kemungkinan dia akan membuka semua kedok di dalam tubuh PD. Hal &lt;br&gt;itu bisa saja berbalik dan membahayakan posisi SBY. Dalam hal ini, SBY &lt;br&gt;cenderung hati-hati dalam memutuskan untuk menyelamatkan atau merestui &lt;br&gt;pencopotan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum PD.&lt;p&gt;&lt;a href="http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2012/02/15/ArticleHtmls/Menebak-Nasib-Anas-Urbaningrum-15022012004013.shtml?Mode=1"&gt;http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2012/02/15/ArticleHtmls/Menebak-Nasib-Anas-Urbaningrum-15022012004013.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-4589486814423936942?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/4589486814423936942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=4589486814423936942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4589486814423936942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/4589486814423936942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-andriadi-achmad-menebak.html' title='[Koran-Digital] Andriadi Achmad : Menebak Nasib Anas Urbaningrum'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-5837412070773498332</id><published>2012-02-14T20:36:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T20:37:20.024-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Mohammad Afifuddin : Feminisasi Korupsi</title><content type='html'>Feminisasi Korupsi&lt;br&gt;Mohammad Afifuddin&lt;p&gt;Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Fisipol Universitas Gadjah Mada&lt;p&gt;  Jika dicermati dengan teliti kasus demi kasus korupsi yang sedang &lt;br&gt;diusut KPK belakang an ini, kita akan mene mukan satu benang merah yang &lt;br&gt;menghubungkannya, yakni keterlibatan perempuan sebagai aktor penting &lt;br&gt;dalam jejaring mafia perampok uang rakyat. Dari yang telah ditetapkan &lt;br&gt;sebagai tersangka/terdakwa/tervonis, ada nama seperti Imas Diansari, &lt;br&gt;hakim ad hoc Pengadilan Hubungan Industrial PN Bandung yang tertangkap &lt;br&gt;basah menerima suap Rp 200 juta.&lt;p&gt;Selain itu, dua anggota DPR Ni Luh Mariani Tirtasari dan Engelina &lt;br&gt;Pattiasina yang tersangkut kasus cek pelawat, Nunun Nurbaetie dan &lt;br&gt;Miranda S Goeltom (kasus suap pemilihan Deputi Gubernur BI), serta Wa &lt;br&gt;Ode Nurhayati (mafia banggar DPR). Sosok lainnya adalah Mindo Rosalina &lt;br&gt;Manulang, Neneng Sri Wahyuni, hingga yang terbaru Angelina Sondakh dalam &lt;br&gt;kasus suap Wisma Atlet.&lt;p&gt;Sedangkan dalam kasus suap Kemenakertrans, Dhanarwati malah sudah &lt;br&gt;divonis dua tahun enam bulan. Bahkan, kalau mundur cukup jauh ke &lt;br&gt;belakang, jangan kita lupakan `ratu sel mewah&amp;#39; Artalyta Suryani (Ayin) &lt;br&gt;yang juga resmi divonis sebagai koruptor. Sementara itu, perempuan yang &lt;br&gt;sempat dikaitkan dengan berbagai skandal suap/mark up korupsi adalah &lt;br&gt;Nining Indra Saleh (Setjen DPR), Athiyah Laila (istri Anas Urbaningrum &lt;br&gt;dalam kasus suap Wisma Atlet), atau bahkan Sri Mulyani dalam kasus Century.&lt;p&gt;Sedangkan, di luar komplotan mafia anggaran dan penyuap aparat negara &lt;br&gt;tersebut, ada nama Malinda Dee yang sempat beken karena kiprahnya &lt;br&gt;membobol uang nasabah Citibank. Masih ada beberapa nama lagi yang lain &lt;br&gt;yang akan sangat memakan ruang jika harus dituliskan semuanya.&lt;p&gt;Apakah ini kebetulan semata? Asumsinya, uang tidak punya jenis kelamin. &lt;br&gt;Siapa pun mempunyai `bakat&amp;#39; korupsi asalkan menemukan momentum (niat dan &lt;br&gt;kesempatan) yang tepat. Bisa jadi fenomena ini 100 persen sebuah &lt;br&gt;kebetulan yang cantik. Namun, melihat rentetan kejadian kasus per kasus &lt;br&gt;di mana keterlibatan perempuan menjadi variabel vital dalam skenario &lt;br&gt;perampokan anggaran rakyat tersebut, tampaknya asumsi kebetulan sulit &lt;br&gt;untuk dinalar.&lt;p&gt;Untuk perdebatan ini, penulis sepakat dengan tesis penulis buku Korupsi &lt;br&gt;Kepresidenan (2005), George Junus Aditjondro. Dalam sebuah seminar di &lt;br&gt;UGM awal tahun ini, Aditjondro mengutarakan, fenomena perempuan banyak &lt;br&gt;tersangkut korupsi merupakan gejala yang relatif baru di Indonesia.&lt;br&gt;Tekanannya bukan pada persoalan kebetulan atau by design, melainkan &lt;br&gt;lebih pada bagaimana kita memaknai perubahan sosiologis dalam konteks &lt;br&gt;gender dan feminisme yang bersangkut paut dengan skandal-skandal &lt;br&gt;keuangan tersebut.&lt;br&gt;Euforia antidomestifikasi Keran kebebasan sosial-politik yang terbuka &lt;br&gt;pascareformasi rupanya berdampak positif pada kian menguatnya akselerasi &lt;br&gt;perempuan di sektor publik. Setelah sekian lama terdomestifikasi oleh &lt;br&gt;wacana dan kebijakan yang bias gender, pelan tapi pasti perempuan di &lt;br&gt;Indonesia mulai menemukan `jati diri&amp;#39;. Maraknya gerakan dari kaum &lt;br&gt;feminis yang menuntut adanya kesamaan hak dan kesempatan (equality of &lt;br&gt;opportunity) untuk mengakses sumber daya sosialekonomi-politik seperti &lt;br&gt;halnya laki-laki, mulai banyak diafirmasi para pemangku jabatan dan &lt;br&gt;pengambil keputusan di negeri ini.&lt;p&gt;Data menunjukkan, meskipun model afirmative action yang mensyaratkan &lt;br&gt;keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam parlemen gagal &lt;br&gt;diterapkan, tren jumlah politisi perempuan yang duduk di DPR selalu naik &lt;br&gt;dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.&lt;br&gt;Dikutip dari situs resmi Centre of Electoral Reform (Cetro), jika hasil &lt;br&gt;Pemilu 2004 jumlah perempuan yang duduk di parlemen 11,8 persen dari &lt;br&gt;total anggota DPR, Pemilu 2009 menghasilkan jumlah anggota DPR perempuan &lt;br&gt;sebesar 18 persen dari keseluruhan anggota dewan.&lt;p&gt;Sementara untuk DPD, jumlah anggota perempuan naik dari 22,5 persen pada &lt;br&gt;periode 2004-2009 menjadi 26,5 persen pada periode 2009-2014. &lt;br&gt;Diperkirakan, tren kenaikan seperti ini bakal terus terjadi dalam pemilu &lt;br&gt;mendatang.&lt;p&gt;Untuk komposisi kepegawaian di berbagai instansi, jumlah perempuan juga &lt;br&gt;mengalami lonjakan signifikan. Jika pada akhir 2005 persentase perempuan &lt;br&gt;yang menjabat sebagai eselon I dan II hanya 13,3 persen dari total &lt;br&gt;jumlah PNS di Indonesia, belakangan ini rasionya sudah meningkat menjadi &lt;br&gt;21,5 persen dari keseluruhan pegawai negeri (Latfiyah, 2011).&lt;p&gt;Jika pada lembaga-lembaga `pelat merah&amp;#39; kiprah perempuan kian menonjol, &lt;br&gt;bagaimana dengan kehadiran perempuan pada instansi-instansi swasta? &lt;br&gt;Meski tidak ada data yang bisa mencerminkannya secara tepat, penulis &lt;br&gt;berasumsi trennya juga meningkat.&lt;br&gt;Indikasinya bisa dilihat dari kian banyaknya perempuan yang menduduki &lt;br&gt;jabatan strategis di berbagai perusahaan/lembaga swasta.&lt;p&gt;Gambaran tersebut bermakna bahwa perempuan sudah bisa mengatasi problem &lt;br&gt;pemenuhan kebutuhan berpendidikan seperti yang pernah diperjuangkan RA &lt;br&gt;Kartini dulu. Meski belum tuntas dan merata persebaran akses pendidikan &lt;br&gt;bagi kaum hawa, paling tidak sebagian besar perempuan sudah menikmati &lt;br&gt;keleluasaan berpendidikan sehingga mereka bisa sejajar dengan laki-laki &lt;br&gt;untuk berkiprah di sektor publik.&lt;br&gt;Fenomena terbalik Tren yang positif itu juga didukung justifikasi dari &lt;br&gt;hasil riset Bank Dunia tahun 1999 perihal peran perempuan dalam korupsi.&lt;br&gt;Melalui riset yang dilakukan Development Research Group/Poverty &lt;br&gt;Reduction and Economic Management Network itu ditemukan kenyataan &lt;br&gt;menurunnya tingkat korupsi bersamaan dengan kian meningkatnya jumlah &lt;br&gt;perempuan di tingkat parlemen nasional. Riset tersebut menjadi dasar &lt;br&gt;bagi Bank Dunia untuk merekomendasikan agar semua negara memberikan &lt;br&gt;peluang yang lebih besar bagi perempuan menduduki jabatan di &lt;br&gt;pemerintahan dan parlemen karena keberadaan mereka berpotensi untuk &lt;br&gt;menurukan tingkat korupsi (Neta S Pane, 2011).&lt;p&gt;Namun, apa yang terjadi di Indonesia seakan mematahkan hasil penelitian &lt;br&gt;Bank Dunia tersebut.&lt;br&gt;Peran perempuan yang menduduki sejumlah jabatan penting di negeri ini &lt;br&gt;tumbang satu per satu karena terlibat korupsi. Data ICW menyebutkan, &lt;br&gt;pada 2008 dari 22 koruptor yang ditangkap, dua di antaranya perempuan. &lt;br&gt;Kemudian, pada 2011 jumlahnya meningkat lebih dari tiga kali lipat. &lt;br&gt;Fakta ini sekaligus membantah pernyataan mantan komisioner KPK M Jasin &lt;br&gt;bahwa perempuan selama ini lebih berperan sebagai pendorong korupsi yang &lt;br&gt;dilakukan lakilaki.&lt;p&gt;Artinya, ketika akses ruang publik yang selama ini didominasi kaum &lt;br&gt;laki-laki dibuka juga untuk perempuan, mereka ternyata sama rentannya &lt;br&gt;dengan laki-laki. Pertanyaannya, mengapa kerentanan itu terjadi? Karena &lt;br&gt;para `perempuan korup&amp;#39; itu sedang terjangkit sindrom yang oleh bapak &lt;br&gt;Psikoanalisis Sigmund Freud disebut sebagai histeria (euforia).&lt;p&gt;Efek fatal dari histeria itu adalah melemahnya fungsi superego sebagai &lt;br&gt;pagar penjaga moralitas yang berkembang di kehidupan sosial seseorang &lt;br&gt;oleh menguatnya ego secara berlebihan dan berciri destruktif. &lt;br&gt;Manifestasi dari histeria ego adalah egoisme diri untuk kaya secara &lt;br&gt;instan tanpa memedulikan nasib jutaan orang lainnya.&lt;p&gt;Akhirnya, jika sejarah mencatat pelaku korupsi banyak didominasi kaum &lt;br&gt;laki-laki karena luasnya akses mereka ke simpul-simpul kekuasaan &lt;br&gt;ekonomi-politik, konklusi itu tampaknya tidak relevan lagi. Sebab, &lt;br&gt;fenomena mutakhir justru menggambarkan menguatnya feminisasi korupsi.&lt;p&gt;&lt;a href="http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2012/02/15/ArticleHtmls/Feminisasi-Korupsi-15022012004005.shtml?Mode=1"&gt;http://republika.pressmart.com/PUBLICATIONS/RP/RP/2012/02/15/ArticleHtmls/Feminisasi-Korupsi-15022012004005.shtml?Mode=1&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-5837412070773498332?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/5837412070773498332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=5837412070773498332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5837412070773498332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/5837412070773498332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-mohammad-afifuddin.html' title='[Koran-Digital] Mohammad Afifuddin : Feminisasi Korupsi'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7234140080112906741</id><published>2012-02-14T19:15:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T19:15:48.859-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Awas! Pindah ke Komisi Hukum Angie Intervensi KPK</title><content type='html'>Awas! Pindah ke Komisi Hukum Angie Intervensi KPK&lt;br&gt;Didi Syafirdi - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 08:22 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Kepindahan Angelina Sondakh yang berstatus tersangka dalam &lt;br&gt;kasus suap Wisma Atlet ke Komisi Hukum DPR dinilai tidak fair. Muncul &lt;br&gt;kekhawatiran Angie akan mengintervensi KPK yang menangani kasusnya.&lt;p&gt;&amp;quot;Angie bisa mengintervensi kasus hukum yang menjeratnya, ini harus &lt;br&gt;dicegah dari awal&amp;quot; ujar Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) &lt;br&gt;Ray Rangkuti saat dihubungi detikcom, Rabu (15/2/2012).&lt;p&gt;Menurut Ray, terbuka kesempatan bagi janda Adji Massaid itu untuk &lt;br&gt;mengawasi kinerja KPK secara politik. Sebagai mitra kerja tentu KPK akan &lt;br&gt;melaporkan hasil kerjanya ke Komisi Hukum DPR.&lt;p&gt;&amp;quot;Logikanya, sama saja KPK memberi laporan hasil kerjanya kepada Angie, &lt;br&gt;karena Angie ada di Komisi III,&amp;quot; kata Ray.&lt;p&gt;Untuk menghindari adanya konflik kepentingan menurut Ray, Partai &lt;br&gt;Demokrat harus segera menarik Angie dari Komisi Hukum. Jika tetap &lt;br&gt;bertahan harus diberlakukan kode etik yang melarang Angie mengikuti &lt;br&gt;rapat koordinasi dengan KPK. Terakhir KPK harus segera menahan Angie.&lt;p&gt;&amp;quot;Paling kompromistis Angie tidak ikut rapat dengan KPK, wilayahnya hanya &lt;br&gt;kepolisian dan kejaksaan,&amp;quot; tandasnya.&lt;p&gt;Sebelumnya diberitakan FPD menggeser Nasir dari Komisi III ke Komisi XI &lt;br&gt;DPR. Angelina Sondakh dipindah menggantikan Nasir ke Komisi III DPR. &lt;br&gt;Namun keduanya tak lagi menjadi anggota Banggar DPR.&lt;p&gt;Ketua FPD DPR, M Jafar Hafsah mengatakan pergeseran hanya rotasi biasa &lt;br&gt;saja. Jafar membantah rotasi menyangkut kasusnya agar Angie lebih dekat &lt;br&gt;dengan KPK&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/082239/1842673/10/awas-pindah-ke-komisi-hukum-angie-intervensi-kpk?n991103605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/082239/1842673/10/awas-pindah-ke-komisi-hukum-angie-intervensi-kpk?n991103605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-7234140080112906741?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/7234140080112906741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=7234140080112906741' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7234140080112906741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/7234140080112906741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-awas-pindah-ke-komisi.html' title='[Koran-Digital] Awas! Pindah ke Komisi Hukum Angie Intervensi KPK'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6792469146337232323</id><published>2012-02-14T19:11:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T19:11:50.478-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Istana: Diskusi dengan Presiden Bukan Obrolan Warung Kopi</title><content type='html'>Istana: Diskusi dengan Presiden Bukan Obrolan Warung Kopi&lt;br&gt;Rachmadin Ismail - detikNews&lt;br&gt;Selasa, 14/02/2012 15:25 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyayangkan &lt;br&gt;pandangan sinis dari komentator di televisi terkait acara silaturahmi &lt;br&gt;wartawan dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Selasa (13/2) &lt;br&gt;malam. Acara itu dipastikan tanpa settingan.&lt;p&gt;&amp;quot;Terus terang saya kecewa dengan apa yang ditampilkan dari sejumlah &lt;br&gt;komentator di tv karena menyebut acara semalam disetting,&amp;quot; kata Julian &lt;br&gt;di kantor presiden, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (14/2/2012).&lt;p&gt;Julian menegaskan, &amp;#39;settingan&amp;#39; yang dibuat pihak istana bukan dari segi &lt;br&gt;konten pertanyaan. Namun, ada pengaturan urutan penanya untuk kelancaran &lt;br&gt;dan ketertiban acara.&lt;p&gt;&amp;quot;Benar saya memang meminta kepada rekan-rekan agar kita menjadi lebih &lt;br&gt;tertib, mengingat waktu yang terbatas dan banyaknya pertanyaan atau isu &lt;br&gt;yang ingin disampaikan tentu kita membutuhkan manajemen waktu yang lebih &lt;br&gt;baik,&amp;quot; jelasnya.&lt;p&gt;&amp;quot;Tapi kalau yang disebut menyangkut substansi atau isi dari pertanyaan &lt;br&gt;itu seolah-ola disetting, dititipkan atau dimintakan itu tidak benar,&amp;quot; &lt;br&gt;tegasnya.&lt;p&gt;Lebih lanjut Julian juga memastikan, acara itu dibuat sebagai momen agar &lt;br&gt;para wartawan dapat berinteraksi langsung dengan presiden. Isu-isu yang &lt;br&gt;menjadi perhatian publik dapat langsung ditanyakan tanpa sensor.&lt;p&gt;&amp;quot;Kita kan bukan mengadakan dialog di warung kopi atau sejenis atau &lt;br&gt;seperti itu. Ini kan ditanyakan kepada Presiden RI tentu perlu etika dan &lt;br&gt;ketertiban serta keteraturan, saya kira demikian,&amp;quot; tegasnya.&lt;p&gt;Sekadar diketahui, dalam acara selama 1,5 jam tersebut ada sekitar 16 &lt;br&gt;wartawan yang diberi kesempatan bertanya. Pertanyaan pun bervariasi, &lt;br&gt;mulai dari kasus Nazaruddin, dugaan keterlibatan kerabat Ibu Ani &lt;br&gt;Yudhoyono dalam kasus bank Century, hingga masalah Front Pembela Islam &lt;br&gt;(FPI). Pertanyaan memang dikumpulkan beberapa hari sebelum acara, namun &lt;br&gt;itu dilakukan untuk pengelompokkan tema.&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/14/152552/1842138/10/istana-diskusi-dengan-presiden-bukan-obrolan-warung-kopi?nd992203605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/14/152552/1842138/10/istana-diskusi-dengan-presiden-bukan-obrolan-warung-kopi?nd992203605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6792469146337232323?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6792469146337232323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6792469146337232323' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6792469146337232323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6792469146337232323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-istana-diskusi-dengan.html' title='[Koran-Digital] Istana: Diskusi dengan Presiden Bukan Obrolan Warung Kopi'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-6214445120900478875</id><published>2012-02-14T19:03:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T19:04:22.151-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Dengan Tenang, Angie Sangkal Istilah 'Apel Malang' dan 'Ketua Besar'</title><content type='html'>Dengan Tenang, Angie Sangkal Istilah &amp;#39;Apel Malang&amp;#39; dan &amp;#39;Ketua Besar&amp;#39;&lt;br&gt;Moksa Hutasoit - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 09:54 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Istilah &amp;#39;Apel Malang&amp;#39;, &amp;#39;Apel Washington&amp;#39;, &amp;#39;Ketua Besar&amp;#39;, dan &lt;br&gt;&amp;#39;Bos Besar&amp;#39; sangat tenar dalam kasus Nazaruddin. Kata-kata itu diketahui &lt;br&gt;muncul dalam percakapan antara Mindo Rosalina Manulang dan Angelina Sondakh.&lt;p&gt;Percakapan itu terekam dalam BlackBerry Messenger (BBM) kedua perempuan &lt;br&gt;itu pada Oktober 2010 lalu. Tapi dengan tenang dan datar Angie &lt;br&gt;menyangkal pernah berbicara dengan Rosa soal istilah itu.&lt;p&gt;Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kuningan, &lt;br&gt;Jakarta, Rabu (15/2/2012), saat dicecar Ketua Majelis Hakim Dharmawati &lt;br&gt;soal apel dan bos besar tersebut, Angie menyatakan penyangkalannya.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak pernah yang mulia,&amp;quot; jawab Angie.&lt;p&gt;Hakim Dharmawati pun lantas menegaskan kepada Angie, mengenai percakapan &lt;br&gt;di BBM itu. &amp;quot;Jadi Anda tidak mengakui percakapan ini?&amp;quot; tanya Dharmawati.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak yang mulia,&amp;quot; jawab Angie yang mengenakan pakaian putih-putih dan &lt;br&gt;kacamata ini.&lt;p&gt;Percakapan Angie dan Rosa ini masuk dalam berita acara pemeriksaan &lt;br&gt;(BAP). Istilah Apel Malang berarti uang rupiah, sedangkan Apel &lt;br&gt;Washington berarti dollar AS, sedang ketua besar dan bos besar hingga &lt;br&gt;ini belum terjawab, walau disebut-sebut tidak jauh dari nama politikus PD.&lt;p&gt;(ndr/gah)&lt;br&gt;Baca Juga&lt;p&gt;     * Wah! Pada 2010 Angie Mengaku Belum Gunakan BlackBerry&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/095421/1842748/10/dengan-tenang-angie-sangkal-istilah-apel-malang-dan-ketua-besar"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/095421/1842748/10/dengan-tenang-angie-sangkal-istilah-apel-malang-dan-ketua-besar&lt;/a&gt;&lt;p&gt;  Angie Bantah Pernah BBM-an dengan Rosa&lt;br&gt;Moksa Hutasoit - detikNews&lt;br&gt;Rabu, 15/02/2012 09:47 WIB&lt;br&gt;Jakarta - Mantan anggota Banggar yang juga anggota Fraksi Partai &lt;br&gt;Demokrat (FPD) Angelina Sondakh tampil sangat tenang di Pengadilan &lt;br&gt;Tipikor. Saat majelis hakim menanyakan sejumlah hal, Angie- demikian &lt;br&gt;sapaan Angelina- menjawab dengan tenang. Bahkan, dia juga membantah &lt;br&gt;pernah komunikasi via blackberry messenger (BBM) ke Rosa. Dia membantah &lt;br&gt;hal itu dengan tenang, tanpa meledak-ledak.&lt;p&gt;Angie didatangkan sebagai saksi dalam persidangan kasus suap Wisma Atlet &lt;br&gt;dengan terdakwa koleganya di Partai Demokrat, M Nazaruddin di Pengadilan &lt;br&gt;Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu ( 15/2/2012). Angie hadir &lt;br&gt;mengenakan baju warna putih dan berkacamata, tampil cantik dengan rambut &lt;br&gt;digelung.&lt;p&gt;&amp;quot;Apakah Anda pernah berkomunikasi BBM dengan Rosa?&amp;quot; tanya ketua majelis &lt;br&gt;hakim, Darmawati Ningsih. Rosa yang dimaksud adalah Mindo Rosalina &lt;br&gt;Manulang, mantan anak buah Nazaruddin di Permai Group yang menjadi &lt;br&gt;terpidana kasus ini.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak pernah yang mulia,&amp;quot; kata Angie dengan tenang.&lt;p&gt;Saat majelis hakim mencecar dengan berbagai isi percakapan BBM antara &lt;br&gt;Rosa dengan dirinya, lagi-lagi Angie membantah melakukan komunikasi itu. &lt;br&gt;&amp;quot;Itu bukan komunikasi saya, saya tidak mengoperasikan BB (BlackBerry) &lt;br&gt;itu,&amp;quot; bantah Angie.&lt;p&gt;Angie juga membantah mengundang Rosa ke acara keluarga, baik acara sidak &lt;br&gt;siti anaknya atau acara ultah anaknya pada tahun 2010, melalui BBM. &lt;br&gt;&amp;quot;Saya mengundang semua teman saya yang ada di contact list handphone &lt;br&gt;saya,&amp;quot; ujar Angie yang mengaku pada Mei dan Oktober 2010 dirinya belum &lt;br&gt;menggunakan BB, tapi hanya menggunakan HP Nokia.&lt;p&gt;Karena bantahan-bantahan Angie itu, majelis hakim kembali mencecarnya. &lt;br&gt;&amp;quot;Mengapa Anda menyampaikan keterangan yang berbeda dengan BAP? Ini ada &lt;br&gt;paraf saudara dan di BAP ini Anda mengaku pernah BBM dengan Rosa,&amp;quot; tanya &lt;br&gt;majelis hakim.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya minta maaf yang Mulia, kalau ada salah pengertian di BAP. Seingat &lt;br&gt;saya, saya menyampaikan bahwa saya tidak mengenali percakapan itu,&amp;quot; ujar &lt;br&gt;Angie. Dalam kesaksiannya, Angie juga membantah pernah bertemu Rosa.&lt;p&gt;Sebelumnya di BAP dibeberkan mengenai bukti percakapan BBM antara Angie &lt;br&gt;dan Rosa. Dalam percakapan itu, seperti pengakuan Rosa, Angie meminta &lt;br&gt;bagian miliaran rupiah. Di percakapan itu, Angie juga menggunakan kata &lt;br&gt;sandi Apel Malang, Apel Washington, dan Semangka, yang semuanya berarti &lt;br&gt;&amp;#39;uang.&amp;quot;&lt;p&gt;&lt;a href="http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/094753/1842744/10/angie-bantah-pernah-bbm-an-dengan-rosa?n991102605"&gt;http://us.news.detik.com/read/2012/02/15/094753/1842744/10/angie-bantah-pernah-bbm-an-dengan-rosa?n991102605&lt;/a&gt;&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;&amp;quot;One Touch In BOX&amp;quot;&lt;p&gt;To post  : &lt;a href="mailto:koran-digital@googlegroups.com"&gt;koran-digital@googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@&lt;a href="http://googlegroups.com"&gt;googlegroups.com&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan&amp;quot;-- Publilius Syrus&lt;p&gt;Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun&lt;br&gt;              -  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu&lt;br&gt;              -  Hindari ONE-LINER&lt;br&gt;              -  POTONG EKOR EMAIL&lt;br&gt;              -  DILARANG SARA&lt;br&gt;              -  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau  &lt;br&gt;                 Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.              -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&amp;quot;Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan.&amp;quot; -- Otto Von Bismarck.&lt;br&gt;&amp;quot;Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya&amp;quot; -Ali bin Abi Talib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5858737273431074667-6214445120900478875?l=17-08-1945.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17-08-1945.blogspot.com/feeds/6214445120900478875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5858737273431074667&amp;postID=6214445120900478875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6214445120900478875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5858737273431074667/posts/default/6214445120900478875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17-08-1945.blogspot.com/2012/02/koran-digital-dengan-tenang-angie.html' title='[Koran-Digital] Dengan Tenang, Angie Sangkal Istilah &apos;Apel Malang&apos; dan &apos;Ketua Besar&apos;'/><author><name>People's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16101980567354559646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5858737273431074667.post-7170785328811641559</id><published>2012-02-14T18:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T18:36:35.545-08:00</updated><title type='text'>[Koran-Digital] Pelopor Gerakan Anti Sri Mulyani Siap Head to Head dengan Boediono</title><content type='html'>Pelopor Gerakan Anti Sri Mulyani Siap Head to Head dengan Boediono&lt;br&gt;Rabu, 15 Februari 2012 , 06:27:00 WIB&lt;br&gt;Laporan: Teguh Santosa&lt;p&gt;&lt;p&gt;RMOL. Pernyataan Presiden SBY bahwa bailout untuk Bank Century yang &lt;br&gt;membengkak menjadi Rp 6,7 triliun tidak merugikan keuangan negara &lt;br&gt;sungguh sebuah keteledoran maha dahsyat. Bagaimana mungkin seorang &lt;br&gt;kepala pemerintahan dapat mengatakan hal itu sementara lembaga &lt;br&gt;legislatif (DPR RI) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dua lembaga &lt;br&gt;tinggi lain yang melakukan penyelidikan khusus untuk megaskandal ini, &lt;br&gt;mengatakan menemukan indikasi pelanggaran hukum dan peraturan.&lt;p&gt;&amp;quot;Pernyataan SBY itu payah. Dia tidak peka dan kok merasa kena jeratan &lt;br&gt;Centurygate?&amp;quot; ujar Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) &lt;br&gt;Sasmito Hadinagoro dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online &lt;br&gt;Selasa malam (14/2).&lt;p&gt;&amp;quot;Jawaban normatif yang disampaikan dalam tanya jawab dengan wartawan &lt;br&gt;yang disiarkan langsung itu (Senin, 13/2) sungguh memprihatinkan. &lt;br&gt;Memperlihatkan gejala amnesia,&amp;quot; sambung pelopor Gerakan Hindari Memilih &lt;br&gt;Sri Mulyani (HMS) ini.&lt;p&gt;Dua tahun terakhir ini Sasmito termasuk pihak yang gencar mempersoalkan &lt;br&gt;sejumlah kasus kejahatan kerah putih yang bernuansa criminal policy. &lt;br&gt;Megaskanda dana talangan untuk Bank Century, menurutnya, hanya merupakan &lt;br&gt;satu dari sekian kasus kejahatan keuangan yang melibatkan figur-figur &lt;br&gt;sentral otoritas keuangan dan perbankan. Sasmito baru-baru ini &lt;br&gt;mengembang
